When best friends Ami and Noa finally fall for different guys, Ami discovers that their Prince Charmings, Tamon and Tomohiro, are playing a nasty game with the goal of breaking their hearts, so Ami decides to get Tamon to fall for her.
Nami Akimoto (秋元奈美) is a Japanese author of manga.
Loves traveling to places like Paris, or Italy. Especially if they have museums there, because she likes to draw them in her manga. She also has a younger sister, who sometimes comes along on her adventurous exploits. Loves foreign tea, especially from London.
Ami akhirnya jadian dengan Tamon. Dia pun langsung mendaftarkan dirinya dan Tamon ke sebuah kuis untuk para pasangan di TV demi mendapatkan hadiah utama: paket liburan gratis ke Hawaii. Selama babak penyisihan, Ami dan Tamon menarik perhatian para pembuat acara karena kekompakan mereka. Ami dan Tamon pun lolos ke babak final. Mereka dipersilakan istirahat sebentar dan harus kembali sebelum pukul 3 untuk rekaman.
Namun, Sana, mengacau. Dia mendatangi lokasi rekaman dan sengaja bertingkah sakit hingga mau pingsan supaya Tamon mau pergi dengannya ke RS. Akibatnya, Tamon dan Ami nyaris didiskualifikasi karena Tamon tidak segera muncul di rekaman. Begitu Tamon tahu itu semua akal-akalan Sana, dia langsung marah dan meninggalkan gadis itu.
Namun, karena pihak pembuat acara tidak mau rugi membuang banyak rekaman Tamon dan Ami yang menarik, mereka membuat pengaturan khusus. Tamon boleh menjawab pertanyaan kuis lewat ponsel sementara lelaki itu berusaha kembali ke lokasi dengan naik taksi. Syaratnya, Tamon harus sampai di lokasi untuk menjawab pertanyaan terakhir di depan kamera.
Pada akhirnya, Tamon dan Ami memenangkan kuis dan berhasil mendapatkan paket liburan ke Hawaii. Namun, di sana mereka nyaris tak mendapatkan privasi karena orangtua Ami ikut, lalu di sana mereka bertemu keluarga Noa, juga Miyamu bersaudara. Bahkan, Tamon bilang Tomohiro pun punya rumah peristirahatan di sana dan selalu mengunjunginya tiap musim panas. Jadi apa bedanya situasi ini dengan di Jepang?
Ketika tak sengaja bertabrakan dengan lelaki berwajah seram, lelaki itu memasukkan sebuah bungkusan ke tas Ami. Akibatnya Ami setelah itu merasa terus dibuntuti seseorang. Si penguntit kemudian menculik Ami demi mendapatkan bungkusan yang ternyata berisi peta rahasia itu. Mereka langsung dikejar-kejar oleh gerombolan lelaki seram itu.
Ketika melindungi Ami saat mereka melompat keluar dari mobil untuk mengecoh pengejarnya, lelaki penculik itu terluka. Ami yang kasihan akhirnya bersikeras mengikuti lelaki itu dan membawanya ke hotel untuk mengobati lukanya. Nama lelaki itu adalah Kain, dan dia juga berusia 16 tahun, tapi lompat kelas dan mengambil jurusan Bahasa Jepang di kampus.
Kain lalu mengajak Ami melalukan perburuan harta karun karena bungkusan itu ternyata berisi peta. Di tengah kebimbangannya, Ami kemudian menemukan foto seorang gadis berpakaian tradisional Hawaii yang mirip dengan dirinya, ada di kamar Kain. Siapa gadis itu?