Seribu Kisah; Sebuah Kasih adalah buku hasil kurasi Menjadi Manusia, berisi 150 kisah tentang sepasang, hubungan, serta ikatan cinta antarmanusia yang tidak lebih dari 150 kata.
Mungkin karena ekspektasi saya rendah, saya bisa bilang kalau buku ini nggak seburuk yang saya kira. Ada beberapa situasi yang menyebabkan buku ini bertambah di koleksi bacaan saya: (1) Buku ini tidak dalam kondisi terbungkus plastik ketika saya melihat-lihat deretan novel; (2) Saya sedang ditinggal cukup lama di toko buku sampai saya nggak tahu lagi mau ngapain; (3) Saya lagi dalam suasana hati yang membingungkan dengan seseorang, saya nggak tahu apakah normal dalam hubungan romantis untuk bersikap begini, bersikap begitu, merasakan ini, merasakan itu.
Baiklah. Maka, dengan tiga kondisi tersebut, saya membaca buku ini, dan ... saya bisa menamatkannya dalam sekali duduk. (Atau lebih tepatnya, sekali berdiri, karena saya membacanya sambil berdiri.) Ya, karena ketiga situasi itu tetap relevan hingga mencapai halaman terakhir, saya bisa tamat membacanya. Premisnya sederhana: tentang kisah-kisah cinta orang lain. Ada yang sedih, senang, menyesal, berharap, dan lain-lain.
Sejujurnya, kebanyakan dari cerita-cerita yang ada terkesan "berlebihan". Tapi, saya nggak bisa menjustifikasi hal itu sebab saya tahu ini dari kisah nyata (atau setidaknya, perasaan yang nyata) orang-orang lain, dan saya nggak cukup mendapat informasi utuh tentang mereka untuk bisa menyatakan apakah suatu kisah itu alay atau nggak.
Beberapa mirip satu sama lain, tapi saya paling nggak suka dengan kisah yang temanya cinta yang dipendam dalam waktu yang lama. Kautahulah, seperti, "Hai, kamu, apa kabar di sana? Sudah 10 tahun sejak..." atau "Untuk seseorang yang kata-katanya 3 tahun lalu mengubah hidupku ...," blablabla. Saya secara pribadi nggak suka dengan tema itu, karena Si Seseorang yang dibicarakan itu kan, entah sedang apa sekarang. Setiap orang berubah sepanjang waktu, dan penilaian atas seseorang yang dibangun karena "imajinasi" tuh, sungguh berbahaya dan rentan dipatahkan kenyataan.
Ada satu. Satu kisah yang masih membekas dari buku itu. Tentang seseorang yang lupa tanggal istimewa yang sudah dinanti-nanti pacarnya, yaitu ... ulang tahunnya dia sendiri. XD Saat itu, setelah ada percakapan singkat tentang kejelasan & permintaan maaf, semuanya selesai dengan tawa, dan mereka berbaikan lagi. Saya suka BANGET cerita itu, mungkin karena saya lagi butuh itu, ya. Saya punya masalah dalam menarik kesimpulan dari suatu hal, sehingga satu kelalaian bisa menjadi tuduhan besar. Saya menjaga kesan terhadap kisah itu baik-baik sebagai pengingat agar menjadi seseorang yang seperti itu bagi orang lain.
Yah, sekalipun hanya bintang dua, tapi saya berterima kasih atas buku ini sebagaimana saya jabarkan di atas. Rasa terima kasih saya terwujud dalam upaya saya memastikan buku ini ada di Goodreads! XD Karena pas awalnya saya mau me-review buku ini, saya cari nggak ada. Alhasil saya join Goodreads Library dan mengajukan permintaan agar buku ini dimunculkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
buku jenis apa yang telah kubaca? isinya cerita seluruh manusia di penjuru Indonesia yang mengisahkan tentang cinta, yang kudapat malah berbagai cerita yang endingnya sad atau gak merasa sangat ngeeh gitu entah aku mau menyebutnya apa. ada bagian alien yang gak jelas yang kuingat. atau bagian klise dimana mereka sejak muda menjalin cinta lalu dipisahkan lalu salah satu dari mereka menikahi orang lain. setidaknya aku selesai membacanya sampai selesai entah itu bisa disebut penghargaan atau apa, setidaknya seribu kisah terasa gak sampai seribu d=dari jumblah halamannya bisa kutebak.
buku ini terlalu banyak cerpen dengan sad ending. bila berekspektasi cerita-cerita yang manis, mungkin belum cocok dengan buku ini. ^^ tapi so far bahasanya sangat cantik. editor-editor sudah bekerja keras untuk para penulisnya. sangat unik. ilustrasi dari buku ini juga indah!