Pengangguran dengan track record dua tahun. Pertemuan dengan Takka, sahabat masa kecilnya, membawa Maya ke tempat bernama Kannaya Wedding Planner and Organizer.
Dunia baru yang membuat Maya kembali percaya diri, bahagia, dan lebih hidup. Bagaimana tidak, Maya harus siap menghadapi tingkah ajaib anggota wedding organizer lain; belum lagi kelakuan klien-klien Kannaya yang tidak kalah unik.
Belum cukup sampai di situ, ada lagi dokter koas teman dekat Takka, bernama Restu. Si lelaki takut perempuan yang menjadi idola para ibu-ibu pencari mantu di kompleks. Anehnya, dengan santai dia selalu beredar di dekat Maya.
Namun, semua kebahagiaan Maya menghilang dalam sekejap. Ketika masa lalu Takka muncul ke permukaan. Masa lalu yang menyangkut idealisme, pengkhianatan, dan kata-kata yang berujung petaka. Sampai akhirnya Maya tahu, hatinya tidak baik-baik saja saat Takka harus memilih, antara Kannaya atau Dunia Maya.
Pertemuan keduaku dengan buku penulis sayangnya harus berakhir dengan kekecewaan. Aku akui, gaya penulisannya luwes dan enak buat dibaca, tapi karakterisasinya nggak berkembang sejak terakhir kali baca Beta Testing.
Pit A Pat tentang apa, sih? Awalnya bahas Maya, si FL, yang udah 2 tahun menganggur. Dia ketemu sama teman lamanya lalu ditawari pekerjaan di WO. Takka, WO tempat Maya kerja, percaya kalau Maya punya potensi jadi begitu datang dan cek CV-nya langsung diterima. Oke, terus? Terus konflik mulai datang dari Takka. Maya udah lama nggak ketemu dan anggapannya soal Takka yang selalu sembunyi di ketek ibunya salah kaprah. Well, people changed, right?
Terus yang bikin kecewa apa?
Pertama, pertentangan dan "kekurangan" karakter Maya di sini sama sekali nggak digali. Oke, dia di awal kerja struggle dan nggak begitu paham sama pola kerja perusahaannya, tapi habis itu ya udah, kelar. Ini amat disayangkan, padahal potensial banget buat berkembang. Tapi, memang nanti jadinya malah chicklit, sih.
Kedua, alurnya mulai belok ke mana-mana menjelang pertengahan cerita. Ini aku rasain pas mulai masuk konflik pertama. Banyak bahasan di sini yang nggak tahu fungsinya buat apa, tapi mungkin buat hore-horean aja karena ya emang nggak terlalu berfungsi banget ke alur utama. Soal anaknya Alana panggil Takka "Papi" dan dilarang sama mamanya karena bisa ngaruh ke "pasaran" Takka. Kupikir nantinya bakal ngaruh banget sama perasaan Maya yang di awal memang sempat kaget, tapi habis itu udah. Kenapa Alana nggak dibikin terikat banget sama Takka secara perasaan, ya? Kayak ... nanggung. Terus fungsi itu tadi apa?
Masih alur belok. Ada juga beberapa "trivia" nggak penting dari karakter lain yang bikin galfok. Okelah kalau mau bikin sub-konflik banyak, tapi ini cerita Maya dan Takka, kan? Kalau sub-konfliknya sampai menceritakan soal karakter pembantu (dengan agak detail), better dibelokin ke cerita Kannaya secara umum nggak, sih?
Ketiga, ini salah satu dari dua hal krusial bagiku; head-hopping. Awalnya masih normal cuma Maya sama Takka, lama-lama jadi banyak. Apalagi pas Maya di Kannaya, bah, ada berapa kepala tuh diseselin semua di helaan alur. Udah nggak keitung aku bodo amat sama "nya" ini merujuk ke siapa atau aku harus baca "kepala" siapa. Capek banget, weh. Tolong, next story dibenerin, dong, ininya. Ganggu banget :( better pakai sudut pandang orang pertama aja sekalian biar terbatas dan fokus cuma bahas dari sisi Maya & Takka aja.
Ini bagian yang bakal mengandung spoiler dan cukup bikin bertanya-tanya.
Terakhir, soal karakterisasi. Jujur, nggak ada development berarti. Plus, dari awal Maya ini nggak konsisten. Entah karena dialognya yang kurang kuat atau ya karakterisasinya aja yang nggak diketatin. Berasa lihat dua orang dalam satu tubuh. Aku bahkan ragu ketemu orang beneran di dunia nyata yang kayak Maya begini. Takka juga sama aja. Habis ngebaperin disepeh perkara kepengin "melindungi". Yah, kalau emosi karakternya dikelola dengan baik mungkin aku bakalan sedikit berempati sama dia.
Ps: Agak menyayangkan bagian awal diolor lama banget, terus menjelang ending langsung jadi Flash.
Mungkin sebetulnya nggak bgtu valid ya, karena aku baca ini pas lagi kena reading slump. Nah, tapi aku mau kasih tiga juga bingung karena emang nggak ada yang kusuka di cerita ini selain narasinya yang enak dibaca.
Tapi selain narasi, sebtulnya kasus Taka itu seru, sayangnya aku baca dari sisi Maya. Jadi cuman baca permukaan aja. Aku ngerasa buku ini pingin menyuguhkan konflik yang serius tapi ragu. Akhirnya ya nanggung. Terus aku inget kalau ini labelnya mungmin romance dan bukan buku misteri investigas atau apalah yang lebih serius. Cumaaan, konfliknya berpisat di masalah Taka, masalah Taka diliat dari sisi Maya dan yaaa nggak menarik aja jadinya buatku.
Terus, pas baca ini aku baca dulu endingnya biar nggak terlalu invest ke salah satu cowok. Dan ya aku jadinya enggak baper juga sama Taka-Maya. Tapi sebetulnya, tanpa itu pun, chemistry mereka emang nggak ada, sih. Nah tapi, hubungan Maya sama Restu makin absurd juga. Nggak ada scene yang nunjukin Maya suka sama Restu. Kek ya udah biasa aja. Malah Maya kayak lebih tertarik sama Taka. Tapi tiba2 di belakang Taka bilang kalau Maya suka Restu dan bisa keliatan dari gerak-geriknya??? Aku ya bingung sendiri kapan itu maya nunjukin itu. Perasaan Maya seringnya cemburu ke Taka sama Alana, wkwkwk.
Tapi aku juga nggak mau sih Taka sama Maya. Soalnya Maya sotoy dan egois, wkwk. Coba bayangin,Taka nutup Kanaya karena dia nggak mau nyelakain pegawainya. Alana juga udah bilang ke pegawai lain kalau Taka itu diancam. Terus si Maya tiba-tiba marah dan bilang Taka egois. Mana ngomongnya jahat lagi dia tuh ke Taka. Maya bilabg sih dia marah karena peduli, tapi aku ngeliatnya Maya marah karena dia bakalan jadi pengangguran lagi, wkwkwk.
Konflik gedenya terasa dibuat2 aja jadinya.
Terus kayaknya buku ini mau mengusung tema, cewek maju duluan. Tapi kenapa ya pas Maya tiba2 datengin Restu tuh kek gaje dan cringe banget. Maya tiba2 kesemsem sama Restu tuh beneran out of nowhere. Belum lagi ada Maira yang nembak Taka tapi kek sama juga gaje 😂
Oh, satu lagi deh beneran. Alasan Restu suka Maya bikin aku cengo. Salah satunya karena menurut Restu Maya itu beda dari cewek lain karena bisa bawa dus isi air yg gede? Haaah? Hei, cewek2 tuh banyak yang bahkan bisa angkat galon dan dus isi air yg 1,5l. Eh apa 2 l? Apalagi cewek yang nge kos keknya wajib bisa. 😂 Itu Restu tinggal di mana, sih? 😂 😂
Ya udah, intinya emang bukan buat aku aja kayaknya.
Kak Moseboo ini sebetulnya narasinya salah satu penulisan narasi yang aku suka dan masuk di aku, cuman eksekusinya emang seringnga gak cocok sih buatku.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Menceritakan tentang Maya yg menjadi pengangguran selama 2 tahun. Maya yg sudah mengirimkan lamaran pekerjaan kemana-mana tapi belum juga dapat panggilan, bertemu dengan Takka teman kecilnya yg mempunyai Kanaya Wedding Planner and Organizer. Takka menawarkan pada Maya untuk bekerja di WO miliknya.
Kedekatan antara Maya dan Takka pun terjalin, tapi semua itu tidak berjalan mulus karena ada Restu, si dokter tampan tetangga Maya yg ternyata juga teman dari Takka. Lalu terungkap pula masalah kelam yang disembunyikan Takka dari Maya.
Ceritanya menurutku cukup page turner, mungkin di awal bakal ngira kalo ceritanya tuh bakal gemes-gemes lucu gitu, emang sih ada part yg gemesin dan lucunya. Tapi, ada juga part yg ga disangka-sangka, yg mengejutkan dan mendebarkan kayak ala-ala film action gitu.
Tokoh-tokohnya semua aku suka apalagi para anggota Kanaya. Mereka berbeda karakter tapi saling melengkapi satu sama lain. Cuma menurutku penjelasan tentang pekerjaan mereka sebagai WO disini lebih banyak ke persiapan sebelum pernikahan ya, kendala-kendala yg dihadapi para pasangan yg menyewa jasa mereka. Tapi part pas mereka menjalankan tugas pas hari H itu kurang dijelasin detail gitu, mungkin kalo ada bakalan lebih berasa gitu pekerjaan WO-nya.
Konfliknya menurutku cukup kompleks. Di awal mungkin lebih fokus ke Maya,tapi dari tengah itu mulai pindah fokus ke Takka, cuma entah kenapa menurutku kurang gereget gitu pas konflik si Takka ini.
Aku berharap ada lebih banyak porsi Restu sih, padahal aku lumayan suka sama sikap malu-malunya dia ke Maya, gemesin gitu.
Endingnya beneran bikin kaget sih, beneran ga ketebak sama sekali. Tapi tenang semua tokohnya happy kok disini. Oh iya aku tim Takka btw, jadi ya yg udah baca tau lah ya 😂😂.
Overall aku cukup menikmati baca novel ini, setelah sekian lama ga baca novelnya kak Mooseboo, seneng banget akhirnya bisa bisa baca karya beliau lagi. Buat yg suka romance, yg suka novel yg ada konflik tak terduganya boleh banget baca novel ini 😃.
Awal-awal cerita suka sama alur dan karakter-karakter tokohnya, apalagi geng Kannaya. Karakter Ninon, Alana, Genta diracik dengan baik. Humor-humornya juga aku suka.
Tapi pertengahan menjelang ending jadi kurang sreg, mulai dari penyelesaian masalah Takka yang kurang jelas menurutku, terus ending hubungan antara Maya, Takka, dan Restu apalagi hubungan Alana dan Takka yang bener-bener ga dijelasin ada apa, padahal sepanjang cerita Takka-Alana ini cukup mempengaruhi, tapi gadak penjelasan jadi gantung banget kataku.
Sebenarnya sejak awal aku tim Restu, cuma konflik yang dipaparkan kebanyakan antara Takka dan Maya yang aku berasumsi bahwa baik Takka maupun Maya ya punya perasaan satu sama lain diliat dari interaksi mereka. Cuma pas di ending Takka menyampaikan bahwa Maya punya perasaan sama Restu, justru ga aku dapetin sepanjang cerita. Jadi bingung, lah emang iya? Apa cuma dipaksakan aja biar endingnya plot twist gitu? Hehehe.
Meskipun tim Restu tapi kurang sreg aja sama ending dan plotnya yang terkesan lama di awal tapi diburu-buru di akhir. Tapi cerita cukup ringan kok, jadi enak banget buat dibaca santai apalagi cukup banyak pelajaran hidup dan sedikit relate dengan kehidupanku juga.
"Hidup memang penuh kejutan. Di saat kamu rela melepaskan sesuatu demi kebenaran, maka akan ada hal baik lainnya yang akan menunggu kamu. Cepat atau lambat. Karena butuh hati yang kuat untuk menerima hadiah terbaik." - Pg. 267
Selesai! Dan aku cukup menyukai kisah ini.
Rasa penasaranku saat membaca kisah ini di dunia oren terjawab sudah. Walau ternyata prediksiku soal dengan siapa Maya akhirnya berlabuh meleset, tapi aku merasa mungkin itulah ending terbaik.
Aku juga menyukai perkembangan karakter tokoh-tokoh di dalam buku ini, nggak hanya Maya, Takka ataupun Restu, tapi juga Nino, Genta, dan Alana.
Masa lalu Takka ketika akhirnya muncul satu demi satu kepermukaan cukup mengejutkan sih. Dan aku jadi mengerti kenapa akhirnya Takka mengambil keputusan berat itu.
Kalau kalian menyukai kisah romance tipis dengan twist seperti hidup Takka dan humor ala Maya saat bertemu dengan Restu si dokter anaknya Tante Yessy, maka kalian akan cocok dengan buku ini. Layak banget buat kalian baca. ✨
Asumsiku sewaktu liat cover dan sinopsisnya sih kayanya ini ceritanya cukup 'ringan' dan manis deh.. ternyata........ 😅 Dibawa bingung sama konflik Takka yang gak diketahui. Berasa jadi penikmat gosip yang kepo sama cerita orang tapi gak kunjung dikasitau kasusnya apa. padahal diam-diam Maya sendiri udah tau. Mana cerita PAP sendiri ada plot twistnya lagi.
Awalnya aku tidak menangkap chemistry antara Takka dan Maya selain Takka yang suka menatap Maya intens. Malah aku lebih dapat chemistry antara Restu dan Maya. Ternyata kebingunganku terjawab pas di bagian akhir cerita 😂
PAP sendiri seolah memiliki hole di bagian awal sampai pertengahan, dan ternyata mulai padat sewaktu menjelang akhir. Meski buatku bingung dan mencari² chemistry antara Maya dan Takka, kena pukulan plot twist pula, tapi aku cukup puas sama endingnya. Takka cukup tau diri tentang masa lalunya dan perasaannya terhadap Maya.
Pokoknya novel ini juga banyak pelajaran hidupnya apalagi terkait masa lalu yang masih menghidupi masa sekarang yang bisa mempengaruhi sekeliling entah itu pahit atau menyakitkan.
"Saking berharganya, banyak cowok yang cuma berani ngejaga, enggak berniat memiliki. You know, karena memiliki sering kali justru buat mereka takut nyakitin." - Takka (P.114).
.
Masa lalu Takka bikin tercengang. Bahkan butuh banyak penjelasan, banyak kata "kenapa dan ada apa?" Baca "Pit A Pat" itu seru. Awalanya smooth, bisa dinikmati sambil ngeteh di sore hari. Tapi, tahukah kamu?! Banyak hal tak terduga, apalagi soal Takka, kemarahan Nino. Penulis seperti memberikan gebrakan yang betul - betul keras hingga membuat pembaca terkenang.
. Endingnya gimana?! Tak terduga. Sedih atau nggak?! Hemmm, baca sendiri deh! Hehehe.
. Hemm, kira - kira siapa yang akan menjaga Maya untuk melewati berbagai hari?! Laki - laki yang hanya menjaga atau bisa memiliki juga menjaga?! Temukan jawabannya di "Pit A Pat". 😘😅
Pit A Pat ini artinya apa ya? Kayaknya sampai bukunya selesai kubaca nggak dikasih tahu artinya. Anyway ceritanya sendiri tentang seorang gadis bernama Maya yang setelah menganggur bertahun-tahun akhirnya dapat pekerjaan juga di WO milik teman masa kecilnya yang bernama Takka. Sayangnya dalam perjalanannya WO ini mulai menghadapi masalah akibat perbuatan Takka di masa lalu. Maya secara perlahan akhirnya mengetahui rahasia yang disimpan Takka darinya terkait pekerjaannya sebelum memegang WO dan keterkaitannya dengan kasus korupsi. Bagaimanakah akhirnya Takka menyelesaikan masalah yang dimulainya ini?
Ini novel Mooseboo kedua yang saya baca setelah midnight Tea. Untuk cerita jujur saya merasa ada yang kurang dari novel ini terutama dari segi kisah cintanya. Mungkin karena penulis lebih fokus pada cerita tentang konflik di WO dan Takka ya.
Ceritanya renyah khas Mooseboo dengan kelucuan di sana-sini yang cukup natural. Bahwa masa lalu memang memiliki jejak dan untuk move on kita harus selesaikan sampai tuntas meskipun harus mengorbankan perasaan untuk orang yang ditaksirnya. Konflik yang muncul sangat kompleks dan kendati berharap Maya bisa bersama dengan Takka, namun toh pilihan terbaik memang harus dijalani dengan ikhlas. Klise tapi realistis.
Suka dengan ide cerita, alurnya, latar kejadian dan karakter lain yang muncul. Maya, Nino, Genta bahkan Takka adalah penyulut cerita yang seru sekaligus lucu. Cerita yang dikira ringan ini ternyata meluncur jadi serius dengan segala permasalahan yang dialami. Progres alurnya sat set dan eksekusinya lumayan cepat seiring detaknya (pit a pat). Novel ringan yang asyik dibaca.
Sejujurnya masih bingung sama konflik utama dari buku ini, ketika puncaknya pun, terutama ketika Maya sama Takka ngobrol yang sampe panas itu, aku nggak bisa memahami sisi dari Maya, karena sebelum gontok-gontokkan itu, belum dijelasin duduk permasalahannya. Terus bingung juga sama endingnya. Bingung sama perasaan Maya ini sebenernya gimana, terus Restu sama Takka ini bisa kenal darimana..
Sebenarnya novel ini bagus cuma agak membingungkan siapa sebenarnya tokoh utama dalam cerita. Awalnya berkisah dari Maya, sampai ke pertengahan hingga akhir malah condong ke masalah si Takka. Utk ending sudah lumayan realistis cuma masih terkesan buru-buru.
aku suka gaya bercerita penulis yang mengalir dan enak dibaca. tapi menurutku, karakternya kurang kokoh, terutama takka. chemistry antara tokohnya juga kurang terasa. konfliknya kurang dijabarkan dengan baik, kesannya kayak numpang lewat doang. dan endingnya seperti dipaksakan ;)
ekspetasi sama buku ini romancenya. Ternyata romancenya juga akhir doang itupun gak berasa, karena kecepetan jadi gak berasa kapan sukanya. konflik juga kurang nendang ditambah si maya kurang likeable padahal kalo cerita maya sama rahmat banyaykan bakal lebih seru.
This entire review has been hidden because of spoilers.