2.7⭐
Sulit banget buat jelasinnya, karena ceritanya tidak se-Waw itu. Jadi novel ini itu mengisahkan tentang Aqira dan Bara yang di jodohin. Mereka saling benci awal nya, tetapi setelah hidup bersama hubungan mereka ternyata lebih dekat, cinta mungkin bersemi di antara keduanya. Kalau di jodohin terus kita kurang mengenal pasangan, jelas dong ada masanya kita labil soal perasaan. Hal itu di alami Aqira dan Bara, berbeda dengan Aqira yang mulai memahami makna perasaannya itu, Bara justru terlambat. Di malam ia mengungkapkan perasaannya dia juga kehilangan istrinya—Aqira.
Pas aku baca cerita ini itu langsung suka di awal. Aku sulit menjelaskannya, tetapi setelah aku memutuskan untuk membaca novel ini lebih lanjut. Saat aku mulai menyelam dalam barisan kata yang menghantarkan ku pada dunia bayangan sang penulis. Aku menyadari kalau cerita ini sebenarnya bagus, hanya saja kurang panjang. Ceritanya benar2 tidak membuat aku terpukau selain di awal, sampai semuanya terasa kurang, kurang greget.
Alur cerita ini cepat di bagian awal dan tengah, lalu terkesan di perlambat di bagian akhir. Karena alurnya yang cepat ini, pembangunan suasananya kurang memuaskan, kok bisa? Menurut aku karena alurnya cepat menyebabkan pembangunan tokohnya kurang berkembang dengan baik, plotnya yang klise jadi bener2 kurang greget, konfliknya juga sama karena sepaket sama plotnya, hehehe. Gaya bahasanya kurang di poles, jadi terkesan biasa aja di aku. Terus minusnya adalah typo ada di beberapa bagian cerita.
Kalau seandainya sang penulis mau memolesnya lebih lama agar komponen dalam ceritanya lebih bagus lagi, gaya bahasanya semoga adaperkembangan agar tidak terlalu lugas, mungkin di kasih sedikit puitis atau diksi agar bewarna. Kalau semua hal ini di lakukan, aku enggak akan segan kasih rate 4 untuk cerita ini atau bisa jadi full 5.
Aku sama sekali tidak niat untuk menggurui, itu adalah ungkapan perasaan ku yang kurang puas akan cerita ini, padahal begitu baguss.... Aku tidak rela kalau hanya satu jam membalik lembar lalu habis begitu saja.