Makna filsafat sebagaimana lazim diajar-paksakan sebagai cinta kebijaksanaan sebenarnya terlalu narsis dan terkesan hanya ingin viral . Banyak orang mencoba belajar filsafat, tetapi hanya sedikit yang mau mencoba berfilsafat ke dalam dirinya sendiri. Melalui buku FIlsafat Untuk Pemalas ini, dan mulai sekarang, tinggalkan cara berfilsafat yang sudah kuno dan kedaluwarsa. Jauhi filsafat yang serius dan bikin kita cepat tua. Pendek kata, kalianlah Kaum Rebahan yang sebenarnya sangat dimanja oleh filsafat. Filsafat tak hanya rancang-bangun tentang kebenaran, tetapi juga (jangan lupa) kebahagiaan, agar kita tetap santuy menjalani hidup: aku berpikir, maka aku happy!
Kumpulan esai Gus Dhofir. Mengulas realitas dengan pisau analisa filsafat. Anda tak bisa malas-malasan saat baca buku ini, sebab isinya lumayan berat, kaya diksi edgy, lucu, mencerahkan, demotivasi, dan filososwis.
Dengan judul yang lumayan click bait, bikin gue tergugah untuk membaca buku ini. Kayak gimana sih, Filsafat untuk pemalas itu?
Sayangnya, yang gue tampak dari tiap-tiap bab, malah menjurus hinaan dan sindiran untuk kaum islam yang bercelana cingkrang, ikut demo di monas dll. Penggunana istilah yang berulang untuk kalimat sarkasnya malah bikin cringe