Seperti kita tahu, di rumah sakit banyak rumor beredar bahwa di sana sering ada penampakan hantu. Nah, di volume ini sebagian besar jalan ceritanya diambil di rumah sakit. Miko bisa ada di rumah sakit setelah ia hampir tertabrak truk yang melintas sehingga mengakibatkan kepalanya harus diperiksa. Sebelum itu, ia buru-buru jalan menuju sekolah karena ada Michiru di sampingnya dan tentakel Michiru menghalangi pandangan Miko karena menempel tepat di mukanya.
Ketika sudah berada di ruangan rumah sakit, Miko bertemu berbagai macam makhluk halus; ada yang menyeramkan, ada juga yang berwujud manusia biasa. Yang menyeramkan salah satunya berbentuk monster yang suka mendorong kursi roda di tengah malam; sedangkan yang biasa berpenampilan anak kecil dan mengajak ngobrol Miko. Awalnya, Miko belum menyadari anak kecil tersebut adalah hantu. Baru pada di akhir cerita dijelaskan bahwa ia adalah anak dari kakek yang dirawat di ruangan yang sama dengan Miko. Kemungkinan, anak tersebut sudah meninggal sejak lama. Lantas, ketika si kakek juga meninggal, ia langsung menghampiri si anak dan istrinya yang telah menunggunya di rumah sakit. Monster kursi roda yang diceritakan di awal, ternyata ia adalah makhluk yang menjemput si kakek dan keluarganya untuk diantarkan ke dimensi lain.
Selain itu, di tengah kepanikan Miko melihat banyak hantu di rumah sakit, ia tiba-tiba menabrak seorang dokter. Miko terkejut apakah ia dokter asli atau makhluk jadi-jadian. Setelah dilihat baik-baik, ternyata dokter tersebut adalah Rom yang sedang menyamar. Ia sedang ada misi untuk menyelidiki sesosok hantu yang ada di rumah sakit. Miko pun lega karena ada seseorang yang sefrekuensi dengan dirinnya di sana.
Bagi saya, di volume ini, Tomoki Izumi membuat pembacanya cukup ketakutan karena diajak menelusuri lorong rumah sakit yang gelap serta banyak penampakan di sana. Kita bisa memposisikan diri sebagai Miko yang di tengah malam sedang kebelet kencing dan ia harus keluar ruangan, kemudian melihat penampakan-penampakan hantu rumah sakit. Betapa ia sangat pasrah ketika banyak hantu mengelilinginya. Bersyukur, ada Rom yang muncul dan akhirnya menemani Miko mengobrol sampai Miko kembali ke ruangannya.