Setelah Ervan memutuskannya enam tahun lalu. Qia hanya ingin hidupnya baik-baik saja. Dia ingin kerja dengan giat, punya banyak teman, makan teratur, serta tidur nyenyak tanpa harus menonton video mukbang atau ASMR dulu di YouTube alih-alih untuk mengalihkan rasa sakit di hatinya yang selalu datang setiap malam.
Keinginan itu tidak muluk, tapi kenapa terasa sangat sulit untuknya? Terlebih saat Ervan tiba-tiba mengumumkan pernikahan, semua rencana hidup baik baik saja yang Qia susun, hancur berantakan.
Qia hilang arah.
Tidak mau Ervan melihatnya masih berantakan, segala upaya Qia lancarkan agar terlihat bahagia di depan laki-laki itu. Dari mulai mengencani banyak pria hingga dia tidak sengaja menjadi selingkuhan orang. Atau belajar menerima Adi, laki-laki yang pernyataan cintanya selalu dia tolak dari SMP, sebagai masa depannya nanti.
Namun, ketika Qia sudah melabuhkan hatinya untuk Adi, Ervan justru kembali lagi dengan membawa kenyataan yang membuat keputusannya untuk terus berjalan ke depan, seketika penuh dengan keraguan dan tanda tanya. Karenanya kini Qia bertanya-tanya, dalam kisah cinta segitiga ini, sebenarnya siapa yang harus dia beri ucapan selamat tinggal?
Say Bye ini adalah buku kesekian dari Inggrid Sonya yang jadi favorit saya. Bahkan kayaknya most favorite deh karna dulu beneran ngerasain segala emosinya waktu cerita ini masih on going di wattpad dan saya dua tahun nungguin bukunya terbit.
Say Bye merupakan spin-off dari novel Say Hi tapi sejujurnya kalo kalian nggak mau baca Say Hi juga bisa karna timeline-nya beda. Cerita ini dimulai dari Qia yang putus dari Ervan lalu ketemu sama Adi. Nah, bukunya nyeritain tentang perjalanan mereka bertiga terutama Qia untuk mencari kebahagiaan yang rasanya susah buat digapai.
Saya suka banget gaya penulisan penulisnya karna tokoh-tokohnya pada relatable jadi kerasa kayak mereka nyata ada di dunia ini. Saya juga suka gimana perkembangan karakter mereka dari semasa SMA sampai mereka sekarang udah dewasa. Buat orang yang keluar comfort zone dengan menulis tema yang lebih dewasa (latarnya dunia kerja, permasalahan orang dewasa, dll) menurut saya Inggrid sudah cukup berhasil mengeksekusi buku ini, apalagi penyelesaian problem tokoh-tokohnya juga sesuai sama ekspektasi saya dan jujur untuk buku yang halamannya 600 lebih, saya nggak berasa bacanya dan nggak bosen sama sekali karna plot-nya rapi dan nggak bertele-tele, konfliknya juga lumayan complicated
Walaupun novel ini nggak sesuram novel Inggris yang lain, tapi saya tetap suka ditambah novel ini secara keseluruhan ngebahas tentang 5 stages of grief. Oh iya, fun fact novel ini tuh self-publish ya.
Selalu yang aku suka dari semua karya Inggrid adalah pasti ada banyak pembeda antara versi novel dan versi wp. Karakter di novel ini lebih kuat dan lebih memiliki warna di masing-masing cerita. Dan selalu tulisan dia nggak akan pernah jauh dari yang namanya sahabat dan keluarga, dua elemen penting yang setiap manusia butuhkan. Penyelesaian konflik dari novel ini termasuk yang nggak bertele-tele dan cukup ringan tanpa ada plot twist semacamnya, yang pasti pas baca penyelesaiannya bakalan "ah elah kenapa sih nggak dari awal kalo tau bakalan gini?" tapi, sama kayak hidup kan? Terkadang penyeleasaian kita nggak muluk-muluk hanya perlu waktu yang pas.
Dua orang yang berdarah-darah untuk berusaha menggapai "happy ending" yang banyak orang bicarakan. Sama-sama mencari jati diri untuk kemudian saling menemukan dan bersandar. Walaupun untuk mencapai titik bersama itu ada banyak harga sepadan yang harus mereka bayarkan. Tapi, ketika semua sudah terbayarkan, waktu itu akan menemui mereka juga pada akhirnya.
Untuk masalah penulisan, terpantau rapih dan mudah dipahami, yang sukses bikin aku selesaiin buku 599 halaman ini dalam kurang dari 12 jam. Untuk perkara typo keknya aku nggak ada masalah deh, ntah aku yang nggak merhatiin atau gimana tapi nggak ada typo yang berlebihan.
Untuk kategori novel dewasa, menurutku isinya masih sedikit ramah lingkungan dibanding novel dewasa yang pernah aku baca sebelumnya. Karena aku tau, kategori dewasa di sini termasuk konflik-konflik tabu yang inggrid coba mulai tuliskan di karyanya. Yang pas akhir novelnya aku baca baru aku sadari bahwa memang untuk konflik dan beberapa bahasan tabu itu cuma akan dipahami manusia dewasa aja.
Apa lagi yaaa? Aku nggak tau mau nulis apa lagi tapi beneran suka banget sama novel ini. Novel tanpa peran antagonis dan bisa bikin setiap karakternya punya nilai masing-masing untuk terlihat bersinar. Dan karakter favoritku masih akan diraih oleh Ervan wkwkwk.
Sekian terima Ervan.
Aku tunggu karya-karya kamu selanjutnya yaa, Nggrid 🥰
Aku kasih 5 star khusus buat mas fauzan tersayang.
Hmmm, gimana ya. Sebelumnya aku udh maki maki kak inggrid di dm instagram, udah berkali-kali bilang "lu jahat kak!". Jadi, disini gaperlu lagi aku misuh misuh ke kak inggrid, emg sikopad dah penulis kesayangan satu ini haha peace.
Aku tau, buku ini adalah kisah tentang ervan dan qia. Aku tau. Dan waktu baca di wattpad aku juga ga nyangka kalau sosok TERPENTING bagiku di buku ini adalah Adi. Karakter tambahan di say hi yg kerjaannya cuma godain qia dan playboy kelas kakap. Karakter itu yg bikin aku jatuh cinta dalam banget, sampe sakit disini. Aku gatau apa yg buat aku cinta bgt sama Adi, tapi yg jelas setelah Ipank, Adi adalah karakter favoritku di tulisan kak inggrid. Atau bahkan mungkin Adi menggeser Ipank, tanpa aku sadar.
Buku ini sakit. Endingnya happy kok tenang. Aku bahagia untuk ervan dan qia. Tapi maaf, aku gabisa mendukung penuh kalian. Aku akan selalu jadi pendukung garis keras adi, walopun dia udah gaada di dunia. Emg gaada sih ahahhah lawak bgt. Karakter Adi itu kayak nyata di hidup aku. Aku ngerasa dia tetangga, teman, sahabat, keluarga, pacar, suami, atau apapun itu yg beneran real di hidupku. Dia beneran karakter "terhidup" yg pernah ku baca.
Haha maaf, kok jadi bahas Adi bukan review buku. Yaa intinya, bukunya bagus banget. Ceritanya selalu keren. Daripada di wattpad tentu ini lebih rapi dan gaada plot hole, semua pov kita paham. Aku suka bgt sm say bye, tapi ga untuk.. ya you know. Oke, aku gatau mau nulis apa lagi, yg jelas di hati dan kepalaku masih penuh sama Adi. Mataku sekarang masih sakit, kepalaku masih pusing, tenggorokanku masih kering, syukurlah badanku udh ga lemas lagi. Aku gaakan lupain Adi, haha nulis ini pun aku hampir nangis lagi. Udh ah capek nangis aku. Keren bukunya👍🏻
This entire review has been hidden because of spoilers.
Akhirnya setelah penantian panjang dari versi wattpad sampai ini buku masuk dalam pelukan saya... Saya paham kenapa buku ini seperti ketebalan kesabaran pembaca. Menurut saya cerita dan pengembangan karakternya lebih terperinci, lebih kuat dibanding versi wattpad. Tidak seperti buku Kak Inggrid yang lain yang pernah saya baca, Say Bye masuk kategori buku yang tidak bisa saya selesaikan dalam sekali duduk. Alasan klisenya karena saya tim Adi dan berharap ada sedikit perbedaan ending untuk dia di versi cetak :). *lupakan.
Cerita dan konflik yang disajikan seputar keluarga dan persahabatan, seperti buku-buku Kak Inggrid sebelumnya sejauh yang saya ingat. Penyelesaian konflik yang terjadi juga sangat sangat relate dengan kehidupan kita di real life, seperti saat kita memikirkan akhir masalah yang sebenarnya bisa sat set sat set ternyata alam menginginkan kita untuk sedikit memberikan effort. Tapi kalau cerita di buku ini effortnya berdarah-darah, ancur-ancuran, belum sempet bangun tapi udah jatuh lagi :). Dan juga seperti quote yang beredar: People come and go, setiap orang memiliki masanya masing-masing. Dalam hal ini mungkin 'jatah waktu' Ervan di kehidupan Qia memang belum habis.
Saran buat yang belum baca atau otw mau baca buku ini, kalian harus dalam kondisi all good ya baik fisik maupun mental. Jangan jadiin buku ini pelarian dari masalah kalian deh pokoknya. Kalau buat Kak Inggrid, selamat untuk launching anak satu ini yang membuatmu sampai dirawat ini ya kak. Good job!! Ditunggu buku terbarunya...2 tahun lagi?!!
Abis baca novel ini langsung ngerti kenapa bisa jadi 600 halaman, jadi sebelomnya gua pernah baca novel ini di wattpad sebelom publish. Skrg pas udh jadi novel beuh lebi stress hahahahaha tp bagus banget alur pertumbuhan tiap karakternya di jelasin secara bagus & rinci. Gmana di sini lovely dovely nya adi & qia jadi lebih banyak dan lebih kerasa gitu kan keuwuan mereka, gimana kerennya sih ervan buat bertahan dan mempertahankan perasaan dia sama qia itu bedeh lebi kerasa. Ancur ancurnya ervan itu lebih mendetail, and ofc jngan di lupkan ya segimana hncurnya qia sampe bisa balik lagi, jatoh bangun nya aduhhh kek gue ampe cape sendiri wkwkwkwkwk tega bener emang. Tp sih kalo dr gua 1000/100 lah keren banget poll, yang itungannya gua udh baca 2 kali aja tetep nangis ya bok. Saran gua baca waktu lagi ga ada beban idup berlebih deh and jngan lupa sedia tissue, yang punya maag ato gerd sedia obat sekalian deh siapa tau lo stress jd naek tu asam lambung kan 🤣. Buat ka inggrid sendiri thanks so much novel lo satu ini berhasil nyadarin gua dr 1 problem besar di idup gua at least jadi bisa di perbaikin. So dengan 600 halaman lo semua pasti puas baca 1 novel ini buat sebulan🤣👍🏻 ga usa beli lg dah cukup beli ni nove gilanya sebulan ❤️
Took me 3 months to finally finish the book hahahaha It was not as heavy as i thought and the ending was not as i expected. I mean, i prepare myself to cry from the start till the end but i did cry in the end but cry for happiness. Would like to thanks Inggrid for the happy ending story this time ❤️🤍🤟
For those who just start reading the book, please be prepare to get alur campuran maju mundur maju mundur cantik yaa, but in the end you’ll get it kok
This entire review has been hidden because of spoilers.
Wahhh manteppp konfliknya padett bangettt dan punya emosi sendiri pas konfliknya terjadiii. Alurnya rumitt dan lumayan nguras emosi pas baca. Sukaa bangett sama pembawaan cerita yang nyisipin pesan lain dalam pembawaanya. Penulisannya juga bikin kita lebih ngerasa setiap emosi yg dirasain sama setiap tokohnya.
Suka sama penyelesaian permasalahan setiap tokoh yg akhirnya ngebawa kebahagiaan buat diri mereka masing². Setiap tokoh yg hadir disini bener²dibuat hidup sama cerita dan emosinya sama karakter²yg ada. Gimana mereka mencoba berdamai dgn hal disekitarnya, bener²akhir yg melegakan bgt dan timeline mereka buat berdamaipun kesannya juga nggak diburu²in bgtt. Jadi kita lebih kerasa gituu sama perjuangan mereka buat nyampe disitu.
Qia dan Ervan bener² sebuah benang merah buat satu sama lainnn. Seneng sama akhir dari hubungan mereka yg dilewatin dgn super duper perjuangann yg bikin tebel buku iniii. Selipan cerita keluarga Ribby sama Ipank juga bener²buat akuu senenggg aaaaa 🥺🥺. Tapi kalo mau baca ini aku saranin pas emosi kalian stabil yahh. Karena ini lumayan berat dan bakal ngeberatin kalian kalo baca 😭😭.