What do you think?


Mencari Tuhan Yang Hilang
Ditulis berdasarkan pengalaman hidup penulis setelah usai menempuh kehidupan kelam, kehidupan jauh dari nilai-nilai moral, apalagi nilai ketuhanan. Banyak perenungan sufistik dan hikmah yang luar biasa yang akan tersari melalui 35 kisah didalamnya, yang akan membawa anda semakin menyadari kita mengagapai kebahagian sejati.
345 pages, Hardcover
First published January 1, 2000
About the author
Yusuf Mansur
55 books95 followersUstadz Yusuf lahir dari keluarga Betawi yang berkecukupan pasangan Abdurrahman Mimbar dan Humrif’ah dan sangat dimanja orang tuanya. Lulusan terbaik Madrasah Aliyah Negeri 1 Grogol, Jakarta Barat, tahun 1992 ini pernah kuliah di jurusan Informatika namun berhenti tengah jalan karena lebih suka balapan motor.
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.
Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.
Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.
Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.
Ustadz Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.
--
sumber : biografiustadzmuda.blogspot.com
Pada tahun 1996, dia terjun di bisnis Informatika. Sayang bisnisnya malah menyebabkan ia terlilit utang yang jumlahnya miliaran. Gara-gara utang itu pula, Ustadz Yusuf merasakan dinginnya hotel prodeo selama 2 bulan. Setelah bebas, Ustadz Yusuf kembali mencoba berbisnis tapi kembali gagal dan terlilit utang lagi. Cara hidup yang keliru membawa Ustadz Yusuf kembali masuk bui pada 1998.
Saat di penjara itulah, Ustadz Yusuf menemukan hikmah tentang shodaqoh. Selepas dari penjara, Ustadz Yusuf berjualan es di terminal Kali Deres. Berkat keikhlasan sedekah pula, akhirnya bisnis Ustadz Yusuf berkembang. Tak lagi berjualan dengan termos, tapi memakai gerobak, Ia juga mulai punya anak buah.
Hidup Ustadz Yusuf mulai berubah saat ia berkenalan dengan polisi yang memperkenalkannya dengan LSM. Selama kerja di LSM itulah, Ustadz Yusuf membuat buku Wisata Hati Mencari Tuhan Yang Hilang. Buku yang terinspirasi oleh pengalamannya di penjara saat rindu dengan orang tua. Tak dinyana, buku itu mendapat sambutan yang luar biasa.
Ustadz Yusuf sering diundang untuk bedah buku tersebut. Dari sini, undangan untuk berceramah mulai menghampirinya. Di banyak ceramahnya, ia selalu menekankan makna di balik sedekah dengan memberi contoh-contoh kisah dalam kehidupan nyata.
Karier Ustadz Yusuf makin mengkilap setelah bertemu dengan Yusuf Ibrahim, Produser dari label PT Virgo Ramayana Record dengan meluncurkan kaset Tausiah Kun Faya Kun, The Power of Giving dan Keluarga.
Konsep sedekah pula yang membawanya masuk dunia seni peran. Melalui acara Maha Kasih yang digarap Wisata Hati bersama SinemArt, ia menyerukan keutamaan sedekah melalui tayangan yang didasarkan pada kisah nyata.
Ustadz Yusuf juga menggarap sebuah film berjudul KUN FA YAKUUN yang dibintanginya bersama Zaskia Adya Mecca, Agus Kuncoro, dan Desy Ratnasari. Film ini merupakan proyek pamungkas dari kegiatan roadshow (ceramah keliling) berjudul sama selama Januari-April 2008.
Melalui Wisata Hati, ia menyediakan layanan SMS Kun Fayakuun untuk menemukan jawaban atas permasalahan yang ada. Ia juga menggagas Program Pembibitan Penghafal Al Quran (PPPA), sebuah program unggulan dan menjadi laboratorium sedekah bagi seluruh keluarga besar Wisatahati. Donasi dari PPPA digunakan untuk mencetak penghafal Alquran melalui pendidikan gratis bagi dhuafa Pondok Pesantren Daarul Quran Wisatahati.
Meski tak sempat menuntaskan kuliah, Ustadz Yusuf bersama dua temannya mendirikan perguruan tinggi Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Cipta Karya Informatika.
Ustadz Yusuf menikah dengan Siti Maemunah dan telah dikaruniai tiga orang anak.
--
sumber : biografiustadzmuda.blogspot.com
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 18 of 18 reviews
January 8, 2009
kumpulan cerita-cerita yang mengisahkan tentang kisah-kisah nyata yang dialami oleh penulis. dengan cara tutur lisan yang sederhana khas ust yusuf mansur.
membacanya, seperti seolah sang penulis sedang berada di depan mimbar / layar televisi untuk bercerita tentang kehidupannya.
dari sini, banyak kisah sederhana yang bisa kita petik pelajarannya. selain itu, di setiap akhir cerita selalu ada muhasabah / doa yang dipanjatkan, sehingga kita tidak lupa dengan sang pencipta.
membacanya, seperti seolah sang penulis sedang berada di depan mimbar / layar televisi untuk bercerita tentang kehidupannya.
dari sini, banyak kisah sederhana yang bisa kita petik pelajarannya. selain itu, di setiap akhir cerita selalu ada muhasabah / doa yang dipanjatkan, sehingga kita tidak lupa dengan sang pencipta.
May 30, 2011
Buku pertama ustad Yusuf Mansur yang saya baca. Duh, rasanya lebih enak nonton di TV ketimbang tulisan beliau. Suaranya yang khas mengandung kata singkat penuh makna seolah kurang didapat dari buku ini.
June 15, 2011
Tuhan itu sangat dekat dengan kita,
tapi kita saja yang menjauh dengan melupakannya, jarang berdzikir, melanggar aturannya....
kembali kepada Alloh.maka hati akan tentram..
tapi kita saja yang menjauh dengan melupakannya, jarang berdzikir, melanggar aturannya....
kembali kepada Alloh.maka hati akan tentram..
March 5, 2012
Ustadz..
Aku menangis baca buku ini!
Terima kasih Ustadz.. Engkau mengembalikan aku kepada Penciptaku.
Aku menangis baca buku ini!
Terima kasih Ustadz.. Engkau mengembalikan aku kepada Penciptaku.
February 27, 2008
Sedekahlah jika ingin kemudahan...dengan iklhas dan...jangan lupa untuk mendahulukan Allah dalam segala tindakan sebelum melakukannya. karena dengan mendahulukan Allah maka jalan yang kita tempuh akan diiringi oleh Nya. Berdoa dulu kemudian Ikhtiar dan berdoa lagi.
October 21, 2008
Cangkir yang terisi penuh tak bisa diisi air lagi.....Hati dan pikiran yang penuh materi duniawi tak bisa diisi kalam illahi.
Kosongkan dulu..kawan , dan terima kesejukan kata illahi..
buku ini membantu mengosongkan hati dan pikiran yang redup..
Kosongkan dulu..kawan , dan terima kesejukan kata illahi..
buku ini membantu mengosongkan hati dan pikiran yang redup..
August 4, 2009
Perjalanan hidup seorang ustad Yusuf Mansur dari awal hingga kini
July 3, 2014
Bapak itu hampir nggak pernah beli buku lagi saat ini. Tapi tiba2 suatu ketika pulang ke rumah bawa buku ini. Iseng saya baca, tapi keterusan bacanya sampai tamat.. Renungannya bagus, karena memang dari kisah nyata Ust Yusuf Mansur...
July 23, 2015
buku ini adalah buku yang diberikan oleh sahabatku Niken CD. Ia ingin aku membacanya agar lebih bisa mengenal Tuhanku, dan merubah diriku menjadi lebih baik. Saat ini baru kubaca sampai halaman 31, dan ternyata memang smestinyalah berserah diri, meminta padaNYA terlebih dahulu adalah jalan pertama yang harus ditempuh agar ridhoNYA menaungi jalanku...
thanx Ken, sudah menjadi sahabatku
hari ini, 01092015, kucatat di Goodreads kalau aku sudah selesaikan buku ini. Sesungguhnya sudah 10 hari lalu kuselesaikan. Banyak yang kuserap.
Sekali lagi ... Thankx Ken, sudah menjadi sahabatku
thanx Ken, sudah menjadi sahabatku
hari ini, 01092015, kucatat di Goodreads kalau aku sudah selesaikan buku ini. Sesungguhnya sudah 10 hari lalu kuselesaikan. Banyak yang kuserap.
Sekali lagi ... Thankx Ken, sudah menjadi sahabatku
September 6, 2012
buku ini sangat bernyawa, ditulis dengan bahasa yg ringan dan berdasarkan pengalaman pribadi, seolah penulis (ustd. YM) bercerita secara langsung dihadapan pembaca, mengajak pembaca untuk segera me-muhasabah-kan diri..
April 27, 2008
Meski belum selesai2 dibaca, tapi buku ini bagus. Menceritakan tentang bangkitnya sebuah kesadaran bahwa Tuhan itu ada & Maha Melihat.
October 20, 2009
dimana Tuhanmu ... ???
November 12, 2012
GOOD READ
Read
March 18, 2013is goood.....
October 9, 2013
saya sangat ingin membaca buku ini...
Read
January 26, 2014menyentuh hati
Read
January 11, 2016fhfgh
November 11, 2011
Siri Wisatahati yang perlu dimiliki oleh mereka yang dambakan cintaNya.
Displaying 1 - 18 of 18 reviews













