Jump to ratings and reviews
Rate this book

Manusia Urban

Rate this book
Manusia Urban . Identik dengan gemerlap, elegan, mewah, berkelas.

Kumpulan cerpen mengajak kita melepaskan imajinasi, menyusuri kehidupan di bawah gemerlap lampu, semerbak parfum mewah, di balik penampilan berkelas. Benarkah gaya hidup kosmopolitan secemerlang yang ditampilkannya?

Penuh intrik, permainan, rahasia kelam.

Kumpulan cerpen menggambarkan sisi terang dan sisi gelap kehidupan. Dari gelimang kemewahan menuju sudut terkelam manusia-manusia kalah yang terpinggirkan.

Manakah Anda?

168 pages, Paperback

Published February 3, 2021

1 person is currently reading
8 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (7%)
4 stars
5 (35%)
3 stars
8 (57%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for ~ Dra.
120 reviews3 followers
June 1, 2024
Reading short stories in this anthology is like reading a metropop novel but in a shorter format. I love each story in this anthology. I'm feeling so grateful for taking this book from the library's shelves. I gained so many insights about many things and discovered many literature books to read from this one. I can't wait to delve more into literature, especially Western literature, this time.
Profile Image for Putri Anna.
40 reviews11 followers
September 4, 2024
Rating 3.4

Kumpulan cerpen di buku ini dibagi menjadi dua, Berwarna dan Hitam.

Di Berwara, ada 12 cerpen yang bercerita mengenai kehidupan metropolis. Membaca satu-dua cerpen menarik. Selanjutnya membosankan. Di Berwarna, menurutku membaca 1 cerpen saja sudah cukup, karena keduabelas cerpen di sini esensinya sama saja. Konflik yang dibawa itu-itu saja. Percintaan. Seks. Karakter-karakternya monoton; Kalau bukan mantan aktivis ya pekerja kantoran. Latarnya pasti di kafe, luar negeri. Karakter perempuannya pasti gadis asia, kuliah di luar negeri, asalnya pasti dari Yogya/Semarang. Membaca cerpen-cerpen di sini terasa serperti membaca satu cerpen yang diparafrase dan remake berkali-kali.

Hitam adalah bagian dari buku yang membuatku urung memberi rating rendah. Sayangnya di bagian ini hanya memuat 4 cerpen. Tema yang dibawakan di Hitam membahas sengsaranya manusia urban. Dibandingan dengan Berwarna yang membawa karakter dewasa-dewasa muda, karakter di Hitam adalah anak-anak. Keempat cerpen di Hitam menunjukkan sengsaranya anak-anak di lingkungan melarat di kehidupan yang bengis. Aku paling suka cerpen yang berjudul Ibu Kota Banjir.

Overall, menurutku cerpen-cerpen di buku ini terlalu monoton. Kurang variasi dari segi karakter dan cerita.
Profile Image for Karen Gavra.
31 reviews3 followers
October 28, 2023
3.5🌟
Kumpulan cerpen ini pas banget buat dibaca kalo lagi pengen baca buku yang sekali duduk selesai.

Buku ini menurut gue cukup enak dibaca dengan gaya ceritanya yang diromantisasi, menarik sih. tata bahasanya juga rapih. Meskipun konflik yang ada di dalamnya mungkin bisa cukup triggering buat beberapa orang sih menurut gue.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.