Jump to ratings and reviews
Rate this book

Taman Tanpa Aturan

Rate this book
Bebas Berbuat Semaunya.
Orangtua Dilarang Masuk.
Bebas Bersenang-senang.


Selamat datang di Taman Tanpa Aturan, taman bermain yang dibuat untuk menanggapi keyakinan orang-orang dewasa bahwa bila tidak diatur, anak- anak akan berubah menjadi monster yang mengerikan. Benarkah?

Lewat cerita-cerita mininya, Noor H. Dee membawa kita ke dunia main-main dan penuh warna dalam pikiran dan kegiatan anak-anak, sambil menyentil orang-orang dewasa yang telah berubah menjadi kaku dan menjemukan.

62 pages, Paperback

Published October 25, 2023

1 person is currently reading
95 people want to read

About the author

Noor H. Dee

36 books19 followers
Noor H. Dee lahir di Depok, Maret 1982. Selama tujuh tahun ia pernah bekerja sebagai pemasak di hotel dan restoran. Selain hobi menulis, ia juga hobi tidur dan bermain musik.

Ia aktif di komunitas Brigade Lawan Arus, pernah mendirikan Perpustakaan Jalanan di pinggir jalan Margonda Depok, redaktur media gratisan Jurnal Omong Kosong, dan ia juga pernah menjabat sebagai ketua FLP Depok, tetapi mengundurkan diri lantaran selalu merasa tidak percaya diri setiap kali berbicara di depan banyak Orang.

Buku pertamanya berjudul Sepasang Mata untuk Cinta yang Buta (terbitan Lingkar Pena Publishing House). Cerita pendeknya yang berjudul Mengejar Kupu-Kupu dimuat di dalam buku antologi cerpen yang berjudul Kupu-Kupu dan Tambuli (terbitan Dewan Kesenian Jakarta), dan cerpennya yang berjudul Orang-Orang Terowongan juga dimuat di dalam buku antologi kasih untuk Palestina, judul bukunya Gadis Kota Jerash (terbitan Lingkar Pena Publishing House). Selain bekerja sebagai editor picisan di sebuah penerbitan, ia juga mengurus situs www.sipenulis.com (media sosial untuk pencinta literasi) . Igauannya dapat dibaca di www.noorhdee.tumblr.com. Kini ia tinggal di Depok.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
64 (42%)
4 stars
72 (48%)
3 stars
10 (6%)
2 stars
2 (1%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 42 reviews
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,388 followers
Read
October 29, 2023
Buku ini berisi 24 cerita mini (dengan total 60-an halaman, jadi setiap cerita panjangnya 2 -3 halaman). Terbit sebagai bagian dari seri Pustaka Mekar-nya Marjin Kiri yang memang memiliki target pembaca anak dan remaja, 'Taman Tanpa Aturan' ini akan menarik dan 'fun' dibaca oleh para orang dewasa. Beberapa cerita terasa absurd dan jahil, namun ada juga yang bisa direnungkan secara mendalam, misalnya cerita 'Cica yang Senang Menggambar di Dinding' atau 'Anak Paling Nakal Sedunia' yang saya maknai sebagai sindiran kepada orang tua yang tidak benar-benar berusaha memahami anak-anaknya dan selalu menggunakan cara pandang orang dewasa.

Bagi saya buku ini menghibur dan segar. Pokoknya Drompil dan Teletotet banget! Haha!
Profile Image for Ikra Amesta.
149 reviews29 followers
December 15, 2023
Di pinggiran ibu kota konon ada sebuah taman bermain bernama Taman Tanpa Aturan. Walaupun namanya begitu, tapi di sana terdapat papan pengumuman yang menjelaskan “aturan” bagi orang-orang yang hendak masuk ke sana, bunyinya: Bebas berbuat semaunya. Orangtua dilarang masuk. Selamat bersenang-senang.

Berhubung buku ini dijuduli sama dengan nama taman tadi, maka “aturan” itu juga berlaku bagi pembaca. Maka saya pun membuka buku ini dengan menanggalkan dahulu peran saya sebagai orangtua, menyiapkan mental untuk bersenang-senang, dan… Varakazam! Bersenang-senanglah saya dibuatnya!

Meluncurlah saya ke dalam kumpulan cerita pendek ini─yang bahkan lebih pendek daripada cerita pendek─yang dalam kesederhanaannya justru mampu memperkaya semesta di dalam diri saya sendiri. Setiap cerita dengan otomatis bisa mencopot atribut orangtua atau orang dewasa yang melekat dalam diri, persis seperti ketika saya masuk ke dunianya Le Petit Prince dulu. Setiap cerita seolah-olah mewujud menjadi anak-anak yang mengajak saya main-main lagi, mematikan logika, mengaburkan realita, sekalian memungut kembali apa-apa yang terbuang dalam proses metamorfosis hidup saya.

Dalam “Sendal Jepit yang Membawa Mara Keliling Dunia”, saya diajak protagonisnya kabur keliling dunia demi menghindari omelan ibunya gara-gara menjatuhkan kue bolu ke lantai. Rasa bersalah diganti oleh petualangan singkat, walau ke mana pun perginya rasa bersalah itu tetap mengikuti. Dalam “Kota yang Melarang Kata-Kata Kasar”, saya dibawa ke sebuah kita yang harus tenggelam dalam kesunyian gara-gara penguasanya kebablasan melarang para penduduknya bicara. Aturan yang awalnya dibuat untuk menciptakan dunia yang lebih indah, eh, pada kenyataannya malah gagal memanusiakan manusia.

Semakin dijelajahi lagi saya justru semakin merasa kalau buku ini lebih tepat ditujukan untuk kaum orangtua. Dalam “Hadiah Ulang Tahun”, ada rasa haru yang dibangkitkan kala membayangkan seorang ayah yang berkaca-kaca karena tidak punya hadiah untuk anaknya yang ulang tahun. Dalam “Cica yang Senang Menggambar di Dinding”, terasa sekali keluh-kesah seorang ibu kala menghadapi anaknya yang gemar corat-coret di dinding. Kocak di satu sisi, absurd di sisi lain─layaknya parenting.

Seorang bocah yang memanjat langit untuk menemui rembulan, gadis cilik yang hidup di dalam gelembung sabun, sampai seekor ikan yang merantau ke darat untuk mencari pekerjaan, semuanya hadir di dalam buku ini. Semuanya disajikan dalam bahasa yang simpel, menemani daya imajinasi yang luar biasa dari setiap cerita. Kekuatan Noor H. Dee─atau mungkin sihirnya─terletak pada kemampuannya membaurkan fiksi yang irasional khas anak-anak dengan alam rasional orang-orang dewasa yang efeknya jadi memancing kontemplasi. Setiap kata-kata adalah bibit yang dimekarkan oleh alur cerita menjadi bunga renungan yang unik.

Sekali lagi, saya yakin bahwa buku “ringan” ini ditujukan bagi orang dewasa. Bagi orang-orang yang telah melewati masa kanak-kanaknya, lalu terjerumus dalam ritme kehidupan yang serbapasti, tapi kerap terhasut untuk memikirkan bahwa ada sesuatu yang hilang dalam diri mereka. Entah apa. Tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. Sampai kemudian, mereka membaca buku ini dan menemukan mantra untuk balik ke belakang menjadi anak-anak lagi. Mazakarav!
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
October 29, 2023
Kak Hadi tidak pernah mengecewakan memasukkan humor, satire, dan kelucuan-kelucuan.
Paling suka Drompil dan Buku Cerita Favorit.
Kisahnya memang pendek, menghentak, dan menyisakan "rasa ajaib" entah itu bingung mikir maksudnya, ini apa yang dikritisi, dan laiinnya. Tapi kemudian ingat, ini tanpa aturan jadi langsung lenyap. Sebab ini cerita, yaaaa kita nikmati saja. (Dan mungkin ini cara pandang orang dewasa, anak-anak maaaaah nikmati saja teks dan ceritanya.)

Kusukaaaa.....
Profile Image for Irma Setiani.
82 reviews10 followers
May 14, 2025
Penerbit Marjin Kiri punya Seri Pustaka Mekar yang berisi buku bacaan untuk anak dan remaja. Buku ini masuk dalam seri tersebut. Kalo diliat dari cover yang lucu, udah pas banget menggambarkan buku bacaan anak. Tapi, ketika dibaca, kok malah saya (yang bukan anak-anak lagi) banyak tersentil dan berefleksi, ya :). Cerpen yang ada di dalam kumcer ini singkat karena rata-rata hanya 2-3 halaman per cerpen. Tapi, hampir setiap mengakhiri cerpen saya malah jadi merenung, dan banyak bikin note untuk diri sendiri. Cerpen anak, tapi ketika pembaca dewasa yg membaca, secara nggak langsung tersindir. Rasanya bakal sering baca ulang buku ini :)
Profile Image for raafi.
929 reviews451 followers
December 3, 2023
Sebagai penggemar buku anak, tentu tak boleh melewatkan buku ini. Isinya cerita (amat) pendek tentang berbagai hal yang ditujukan untuk anak-anak. Cerita-ceritanya mudah dipahami, dapat dibayangkan dan diimajinasikan, serta sebagian besar memiliki pesan moral yang bisa diajarkan/didiskusikan bersama anak-anak. Satu lagi buku anak berkualitas yang perlu dibacakan untuk anak-anak dan juga dewasa.
Profile Image for R. Angelina.
7 reviews
April 19, 2024
"setiap buku pasti akan menemukan pembacanya sendiri."

Yaa, nyatanya aku menemukan buku Noor H. Dee ini tanpa disengaja dan aku menikmatinya. Sebuah buku yang tidak terlalu tebal dengan 24 cerita didalamnya, setiap cerita hanya dua atau tiga lembar.

Taman Tanpa Aturan, bebas berbuat semaunya. Orang tua dilarang masuk. Selamat bersenang-senang. Dipikir-pikir, menyenangkan bila akhirnya ada sebuah tempat seperti itu. Tempat di mana tidak terpaku dengan kewajiban A hingga Z, ya hanya bersenang-senang, menyalurkan hobi, melakukan yang disukai.

Katanya, buku ini adalah buku anak. Buku yang dibuat dengan cara pandang anak-anak, Anak-anak mungkin hanya menangkap kesan seru atau lucu dalam setiap ceritanya. Tapi, saat buku ini kubaca (yang katanya orang dewasa), justru aku yang kembali ke masa kanak-kanak, melupakan sejenak rutinitas yang itu-itu saja.

Belum lagi pada beberapa cerita, muncul sentilan-sentilan yang mengena di hati. Rasanya aku bukan sedang membaca cerita, tapi sedang belajar. Bahkan pada beberapa cerita, aku mempertanyakan mengapa banyak larangan untuk anak-anak yang dibuat oleh orang tua? Mengapa tidak membiarkan mereka bebas untuk berkreasi, termasuk untuk bermimpi menjadi seperti yang mereka inginkan saat dewasa nanti?

Ada banyak cerita lain yang menarik perhatian, sebut saja Kota yang melarang Kata-Kata Kasar atau Cica yang Senang Menggambar di Dinding. Keduanya menawarkan sajian khas, di mana orang tua kerap mengkotak-kotakan keinginan anak sebagai hal yang buruk dan yang baik.

Lain lagi dengan cerita, Perang Hebat Dua Negara. Sungguh sebuah cerita yang menawarkan hal berbeda. Bahwa perang tidak melulu bicara soal senjata atau penyebab perangnya, serta dendam yang dipendam. Tapi ada kisah lain, di mana anak-anak dari dua negara yang berperang, nyatanya dapat saling berteman.

Sungguh, buku yang menawarkan banyak hal. Buku yang tidak hanya cocok untuk anak-anak, tapi juga orang dewasa. Sayangnya, buku ini terlalu tipis, jadi cepat habis.
Profile Image for I'm Cloud.
90 reviews1 follower
November 22, 2024
Kali ini, buku kumcer "Taman Tanpa Aturan" karya Noor H. Dee, menjadi teman perjalananku.

Terdiri 24 cerita yang siap membawa siapa pun yang membacanya ke dalam pikiran anak-anak—yang agak mengkritik orang dewasa seperti cerita Pangeran Cilik. "Taman Tanpa Aturan" merupakan salah satu cerita yang dipilih untuk menjadi judul buku ini.

Di antara cerita yang ada, saya suka bagaimana kak Hadi mengkritiki emosi melalui kata, diceritanya "Kota yang Melanggar Kata-Kata Kasar"
Orang-orang yang tinggal di kota itu akan dipenjarakan jika berkata kasar. Sehingga yang terjadi, setiap orang akan mengungkapkannya dengan kata-kata halus walaupun memiliki maksud yang buruk—majas ironi. Akhirnya, kata-kata kasar atau halus tidak boleh diucap oleh siapa pun, semua orang dibungkam, orang-orang yang tinggal di kota itu tidak dapat mengekspresikan apa pun melalui kata-kata.

Cerita selanjutnya yang saya suka adalah "Penyihir yang Sangat Benci Kucing"
Menceritakan bagaimana sang penyihir menyihir kucing-kucing yang ditemuinya dan berujung pada kerusakan ekosistem di bumi. "Varakazam!" 🧙🏻‍♀️🔮

Selain memiliki amanat tersembunyi dari setiap cerita, ada kutipan yang saya suka dari cerita "Kakek Pelupa" yang tidak ingin memiliki ingatan kuat.

"Sebagian besar manusia selalu menderita karena ingatan. Aku tak ingin menderita. Lagi pula, lupa artinya memaafkan, dan memaafkan artinya pintu bagi masuknya kebahagiaan."—hlm. 16
Profile Image for Nestya Nanda.
21 reviews
August 9, 2025
Buku yang berisi cerita-cerita yang lebih pendek dari cerita pendek. Tulisan-tulisan di dalamnya unik bahkan nyeleneh! Tapi beberapa cerita cukup bikin mikir dan refleksi sebagai orang dewasa, contohnya “Anak Paling Nakal Sedunia”, “Kota yang melarang kata-kata kasar”, dan “Sandal Jepit yang Membawa Maira Keliling Dunia”.

Anak Paling Nakal Sedunia: Ternyata anak selalu butuh diperhatikan, diberikan kasih sayang, dipeluk. Sedih dan terharu waktu baca.

Kota yang melarang kata-kata kasar: Betul juga bahwa semua kata-kata itu merupakan bentuk ekspresi manusia, baik kata halus ataupun kasar. Anak-anak, yang juga manusia, lambat laun juga tetap tau banyak kata kasar, mungkin peran kita sebagai orang dewasa, daripada melarang, bisa membantu memberi pengertian ke anak.

Sandal Jepit yang Membawa Maira Keliling Dunia: Maira yang membuat kesalahan dan ingin lari dari kesalahan itu, tapi bahkan setelah lari mengelilingi dunia, perasaan bersalah tetap mendominasi pikiran Maira, hayo pesan apa yang bisa dipetik? Hehehe.
109 reviews
March 25, 2025
Pernah ga, kamu merindukan masa kecil? Masa dimana pikiran kita masih begitu sederhana, tanpa tendensi, penuh rasa penasaran dan juga keberanian. Dua puluh empat cerita mini dalam buku ini akan membawamu menemui apa yang kamu rindukan. Cerita-cerita ini akan membuatmu merasa hidup ini sebenarnya bisa dimaknai dengan sederhana saja; tidak perlu begitu kaku apalagi mengekang.

Cerita-cerita ini juga membuatku sadar bahwa ketika kanak-kanak dulu, aku pun juga melakukan hal-hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh tokoh-tokohnya. Membuat bahasa sendiri, bertanya terus menerus sampai menemukan jawaban, lari karena bikin salah dan akhirnya minta maaf, main bersama teman-teman baru, berpikir pohon jeruk akan tumbuh dari kepalaku karena makan bijinya, dan lain sebagainya. Bacalah, sebab tak hanya anak kecil dalam dirimu yang akan kamu temui, tapi juga kedewasaanmu yang kamu tertawakan sembari menilik nurani.
Profile Image for Mutiara Choiriyah.
73 reviews
July 22, 2025
Ini adalah karya pertama Noor H. Dee yang saya baca

Kumpulan cerita pendek yang ditujukan untuk pembaca anak dan remaja ini saya beri lima bintang. Bukan saja karena ceritanya yang menarik, tetapi ia berat dengan nilai-nilai yang terselip dalam setiap ceritanya

Saya membayangkan, jika saya kembali menjadi anak-anak, buku ini akan menjadi pemantik yang baik untuk mendorong pertanyaan-pertanyaan kritis, mengasah empati pembaca muda, dan belajar menjadi bagian dalam lingkaran masyarakat yang lebih luas

Cerita-ceritanya pendek saja, kebanyakan bahkan tidak lebih dari tiga halaman. Tetapi, saya dapat menemukan diri saya tertawa, tersenyum, dan gembira saat membaca buku ini

Taman Tanpa Aturan dapat menjelma jadi kawan bertumbuh yang baik bagi anak-anak yang membacanya

Terima kasih untuk lingkaran kecilku yang berbaik hati menghadiahkan ini sebagai kado untukku!
Profile Image for Maisya Farhati.
Author 3 books16 followers
March 16, 2024
Awalnya membeli buku ini sebagai bacaan anak. Namun, ketika membacanya, ternyata banyak makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

Bukunya tipis, ceritanya singkat-singkat, tetapi membuat pembaca merenung setelahnya. Saya rasa, tidak semua orang bisa membuat tulisan secerdas ini. Ada fantasi, humor, dan satir berbaur di dalamnya.

Anak saya terhibur dan dibuat tertawa karenanya. Mungkin di usianya yang baru (menuju) empat tahun, yang ia tangkap adalah sisi fun dan komedinya. Ia juga tetap dapat menangkap pesan-pesan sederhana yang khas untuk anak-anak.

Setelah membaca semua cerita, saya berkesimpulan bahwa buku ini adalah buku yang juga amat layak dibaca oleh orang dewasa. Menyenangkan sekaligus mengingatkan hal-hal yang terlupakan oleh orang dewasa.
3 reviews
October 17, 2025
Banyak aturan dibuat dan kemudian semakin banyak pelanggaran terjadi. Aturan tertentu bahkan dibuat untuk membatasi kreativitas manusia. Cerita yang diangkat melalui pengalaman kanak-kanak dalam buku ini justru mempertanyakan fungsi aturan. Jika aturan tidak bisa membuat kita hidup secara lebih layak sebagai manusia maka peraturan tersebut justru merupakan penindasan terhadap hak asasi manusia. Tanpa aturan tidak selalu berarti kekacauan dan kerusuhan. Justru tanpa aturan yang mengacaukan, kehidupan malah menjadi lebih indah. Seperti dunia di mata anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang positif dan orang dewasa yang positif juga.
Profile Image for nisaa.
85 reviews8 followers
March 17, 2025
buku yang cocok dibaca sekali duduk karena isinya cuman 61 halaman. berisi beberapa cerita mini yang tiap ceritanya terselubung pesan tersirat dan tersurat.

contohnya adalah kisah Nenek yang Senang Makan Es Krim dimana kita sebagai manusia tidak boleh rakus. dan contoh lainnya adalah kisah dari Kakek Pelupa yang dimana ia berkata lupa artinya memaafkan. dan masih banyak lagi kisah kisah yang dapat kita ambil pesannya.

"Sebagian besar manusia selalu menderita karena ingatan. Aku tak ingin menderita. Lagi pula, lupa artinya memaafkan, dan memaafkan adalah pintu bagi masuknya kebahagiaan."
Profile Image for Yesahta Rinda.
65 reviews11 followers
April 18, 2024
Meskipun anak-anak itu menenteng senjata, rupanya perang memang hanya milik orang-orang dewasa.

Kumpulan cerita mini dari Noor H. Dee ini begitu mini namun penuh makna. Bahasa yang dipakai sederhana, dengan isi cerita yang filosofis namun imajinatif, absurd, jahil, dan menyindir. Aku nggak tahu apakah anak-anak akan dapat memahami dan menyukai buku ini, tapi aku sebagai orang dewasa sangat suka!
Profile Image for Nahla.
11 reviews
February 19, 2025
tadi mba Windy bilang soal gimana caranya rekomendasiin buku yang tepat ke pembaca biar mereka suka sama buku tersebut, sama kayak Taman Tanpa Aturan, A Kiting bilang kalau aku bakal suka buku ini and turns out is true! aku suka sekali buku ini!! cerita-cerita pendek tentang anak-anak yang penuh warna dan menyenangkan, tapi bikin sadar kalau orang dewasa tuhh membosankan! kayak cerita Rambut Jeruk Alma, gimana kekhawatiran tentang menelan biji buah-buahan dikemas lucu. terus cerita Bocah Itu Memanjat Langit Malam, tentang betapa penasarannya anak kecil akan suatu hal.

Taman Tanpa Aturan bikin aku sadar kalo jadi dewasa harusnya tidak semombosankan itu! kita tuh bisa terus melihat dunia dari kacamata kita pada usia anak-anak! teletotet!
Profile Image for Chinintya Astari.
67 reviews1 follower
March 2, 2025
Selesai dalam sekali duduk!

Buku anak-anak paling gak anak-anak yang pernah aku baca. Isunya dewasa, tapi dibungkus dalam sudut pandang polos khas anak-anak.

Sedikit banyak memberikan gambaran kejamnya dunia orang dewasa, lebih banyak mengajarkan orang dewasa tentang kebahagiaan sederhana anak-anak.

Jika hidup bisa dilihat dari kacamata sederhana yang anak punya, niscaya hidup lebih tentram dan damai.

Suka banget!
Profile Image for Amalia Zulfa.
3 reviews
June 5, 2025
Semua orang dewasa yang ingin mengingat masa kecilnya atau hanya sekadar ingin beristirahat dari realita hidup yg keras, WAJIB BACA BUKU INI! Penulisnya berhasil memancing imajinasi kita lagi! Kumpulan cerita yg benar-benar singkat dan sederhana, tapi punya banyak pembelajaran di dalamnya. Jadi salah satu buku terbitan Marjin Kiri yg paling ringan kubaca, haha! Bacanya bisa sekali duduk, selamat membaca teman-teman!
Profile Image for Dinda.
118 reviews6 followers
February 25, 2024
Ini adalah salah satu buku yang kubeli untuk koleksi @lheeclub

Buku ini berisi 24 cerita mini, yang memang ditujukan untuk anak-anak. Ceritanya menggemaskan dan penuh imajinasi! Walau menurutku ada beberapa cerita yang mungkin bisa lebih relate ke orang tua, tapi selebihnya buku ini fun sekali! Cocok dibaca untuk anak-anak yang baru beralih dari buku bergambar ke novel.
Profile Image for B-zee.
580 reviews70 followers
May 14, 2024
"Sebagian besar manusia selalu menderita karena ingatan. Aku tak ingin menderita. Lagi pula, lupa artinya memaafkan, dan memaafkan adalah pintu bagi masuknya kebahagiaan." (Hal.16)

Selain bukunya tipis, cerita-cerita dalam buku ini juga pendek sekali, 1-3 halaman saja (dengan ilustrasi). Ceritanya lucu dan menyentil.
Profile Image for v.indrawati.
35 reviews1 follower
July 5, 2024
Menurut saya, buku ini lebih cocok jika dibacakan satu per satu setiap malam kepada anak-anak daripada dihadiahkan ke anak-anak dan membiarkannya membaca sendiri. Pola ceritanya tidak seragam. Tidak cocok menjadi satu seri, apalagi satu buku, terutama untuk anak-anak.
Profile Image for Reia.
46 reviews
October 1, 2025
3.75/5

sangat menyentuh dan mengobati rasa rindu untuk "berpikir" seperti anak-anak.
cerpen favoritku:
Buku Anak yg Tak Dibaca oleh Siapa pun, Taman Tanpa Aturan, Kota yang Melarang Kata-kata Kasar, Anak Paling Nakal Sedunia, & Perang Hebat Dua Negara.
Profile Image for Boing Tegar Bhayangkara.
7 reviews
April 29, 2024
buku ringan yang bisa dibaca dengan sekali duduk. ceritanya ga membosankan. satu dua cerita membuat saya tertawa. ternyata dunia ana-anak itu ga selamanya menyeramkan dan menakutkan. seru juga yaa,
Profile Image for Pipa.
235 reviews3 followers
Read
June 1, 2024
Kumpulan cerita yg pendek. Memudahkan untuk dibacakan ke anak sebelum tidur.
Profile Image for Deny.
58 reviews4 followers
June 4, 2024
Ringan dibaca karena kata2 yang digunakan sangat mudah dipahami. Tapi makna di setiap cerita sangatlah dalam. Jenius!
Profile Image for Op.
375 reviews125 followers
July 15, 2024
ini bukunya sedih amat wkwkwkwk
Displaying 1 - 30 of 42 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.