Jump to ratings and reviews
Rate this book

Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam ini

Rate this book
Bu, aku berusaha tidak hancur dihantam hidup meski sesekali rasanya hampir redup. Aku terus melawan pada dunia ini meski banyak tangis yang kusimpan sendiri. Meski dalam malam yang sepi aku mengeluh padamu lagi. Maaf untuk hal-hal yang masih gagal. Untuk pertarungan-pertarungan yang belum aku menangkan. Untuk semua kekalahan yang kadang datang berulang. Aku hanya ingin terus hidup, Bu. Aku hanya ingin terus berjalan. Jika nanti aku tidak pernah jadi yang terbaik seperti harapanmu, jika doa-doamu tentang aku ternyata tidak terkabul, tetaplah anggap aku anakmu. Selagi ada diriku di dunia ini, aku tidak akan pernah berhenti membuatmu merasa bangga memilikiku. Anak yang keras kepala meski banyak lelah menghadapi dunia.

144 pages, Paperback

Published January 1, 2023

8 people are currently reading
120 people want to read

About the author

Boy Candra

32 books951 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
33 (33%)
4 stars
49 (49%)
3 stars
16 (16%)
2 stars
1 (1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 23 of 23 reviews
Profile Image for Lina.
10 reviews
December 13, 2023
This is my first Indo book that I read and I’m glad that I love it! I really like the starting of this book, how the author wrote about the life of Pak Tua and his wife, then the next how he introduced the puisi2 (poem?) from the kid that his mother already die. I really love the simple sketches on few pages. I did cried when reading this book. Definitely went into my comfort book list!! Might read more indo books after this and even though I’m not indonesian, I still can understand it without any translation. Maybe this is why Malaysia and Indonesia called as negara serumpun??
Profile Image for gq .
110 reviews
December 18, 2025
bukan buku tipe bacaanku ternyata.. :) di bagian cerita, kalimatnya boros dan bertele2. kesannya kayak nambah2in kata biar bukunya tebelan dikit. banyak repetisi yang gak ditaro di tempat yg tepat bikin keliatan boros dan boring dibaca. buat puisinya lumayaaan lah menurutku, emosi si anak sampai di pembaca. wlopun entah kenapa kurang klik juga ngelihat org yg terus2 depresif kayak gitu 😭🙏🏻 harapanku semoga buku semacam ini gak cuman nunjukin depresifnya aja, tp juga gimana di hal gak terduga kita nemuin cahaya2 yg kita kira gak akan ada. sempet di bahas di epilog sih, tp kurang dalam eksplorasinya.
Profile Image for Zalila Isa.
Author 14 books54 followers
December 23, 2025
Tentang mereka yang kehilangan ibu, pastinya sedikit sebanyak sebahagian diri turut hilang malah lompong kerana tidak berpeluang merasai kasih sayang dan sentuhan murni seorang ibu. Bagaimana kekosongan itu diisi? Cukupkah hanya dengan doa?
Profile Image for Eka Rahayu.
16 reviews
December 2, 2023
Buku ini, sudah bisa ditebak dari judulnya, menceritakan tentang anak yang rindu dengan ibunya yang sudah meninggal. Ada dua kisah, dari seorang pensiunan dosen yang disebut Pak Tua dan seorang anak laki-laki.

Aku dibuat merenung membaca kehidupan Pak Tua yang sudah gak kerja, menghabiskan waktu hanya berdua dengan sang istri sementara anak tunggalnya berada di perantauan. Merasa kesepian meski bersama, dihantui rasa takut jika salah satu meninggal duluan. Pak Tua pun merasa semakin dekat dengan kematian dikarenakan rindu berat pada kedua orang tua, terutama ibunya.

Aku jadi teringat beberapa orang yang berkeinginan punya banyak anak agar ada yang menemani di masa tua. Sekalipun begitu, kupikir pada akhirnya anak akan meninggalkan orang tuanya. Pasanganlah yang akan menemani seumur hidup kita. Aku juga terkadang memikirkan kematian. Jika aku duluan yang mati, kasihan orang yang kutinggalkan dalam sedih. Jika orang yang kusayang mati, aku yang gak bisa menahan kesedihan itu.

Cerita satunya tentang anak laki-laki yang juga sedang merindukan sosok ibu. Dia menuliskannya dalam sebuah buku harian. Semua kehidupannya dia ceritakan dalam buku itu. Dituliskan seperti sedang berbicara langsung dengan ibunya. Tentang hidupnya yang naik turun. Curhat tanpa ada sosok nyata.

Sial. Aku jadi nangis dikit.

Di sini bikin aku yang baca ikut sakit hati. Aku gak mau, belum siap, dan gak akan pernah siap jika hal itu terjadi padaku.

Endingnya memuaskan. Buku harian sepertinya jadi suatu hal yang menahan si anak lelaki untuk keluar dari zona kesedihannya. Dia akhirnya bisa melangkah maju menuju masa depan yang diharapkan setelah buku itu hilang.

Ini pertama kalinya aku baca bukunya Boy Candra. Tiap kata tiap kalimat aku baca sambil ngangguk setuju. Gimana bisa relate sama kehidupanku juga. Mungkin relate juga dengan kehidupan orang lain di luar sana. Beberapa kali aku bengong ikut mikirin apa yang karakter pikirin.

Akhir kata, baca buku ini seperti lagi curhatan sama teman. Tak perlu ada sanggahan, cukup kamu dengarkan apa yang diceritakan. Mungkin kamu bisa ambil sisi positif ataupun hikmahnya. Buku ini akan jadi comfort reading ku, ringan untuk dibaca sekali duduk. Sayang bukunya dapet minjem wkwk.

Aku jadi sadar. Ternyata penulis lokal itu cerita dan gaya penulisannya sesuai sama seleraku. Apa karena sama bahasa ibu dan bukan hasil terjemahan wkwk.

Udah ah, sekian.
Profile Image for fazrn.t.
11 reviews
June 28, 2024
This book is a deeply moving novel that dives into the themes of grief, loss, and healing. It’s a story that resonates with anyone who has experienced the profound emptiness left by the loss of a loved one.

The story centers on a boy who is mourning the death of his mother. Through his diary entries, we gain insight into the depth of his sorrow and the pivotal role his mother played in his life. His self-esteem plummets as he believes that his mother was his sole pillar of support. Boy Chandra’s portrayal of each character is both vivid and poignant, allowing readers to deeply connect with their emotions and journeys.

The narrative begins with Pak Tua, a character who also mourns his parents. By chance, he encounters the boy and comes across his diary. Through reading the diary, Pak Tua reflects on his own life, realizing the blessings he has in his loving wife and good daughter. This realization brings a new perspective on how fortunate he is, despite his own grief.

One of the most compelling aspects of the novel is the boy's journey after losing his diary. Initially, he feels his world collapsing, as the diary holds all his cherished memories of his mother. However, as the story unfolds, he understands that his reliance on the diary to contain his sadness is actually hindering his ability to move forward. The novel beautifully illustrates the slow, painful process of healing and the importance of appreciating the loved ones who are still with us.

This book is a slow burn, gently unraveling the layers of grief and the path to acceptance. It serves as a poignant reminder of the importance of cherishing the people in our lives. Boy Chandra's sensitive and heartfelt storytelling makes it a deeply impactful read, worthy of every tear it may evoke from its readers.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ziyy.
643 reviews24 followers
May 31, 2024
dengan sederhananya rindu itu muncul ke permukaan…
Profile Image for Jessica.
353 reviews45 followers
December 31, 2023
Not quite sure if it is because my expectations are too high or simply I'm not in the same spot as the character in the book, I found the pieces of writings redundant. The theme is the same, about losing his mum at a very young age and lacking that mother's love. I think I can mainly sympathize rather than empathize.

But reading this book, makes me think, "What if one day I'm left in this world alone without my parents?" Writing about the pain of losing and missing your loved one, the fear of failure because the main character scares he will fail his mum over that side, this book will surely teach one to appreciate their parents for whatever they have done for you.
Profile Image for Imandha Risdiansyah.
113 reviews
January 9, 2024
“Apakah anak yang gagal dan terpuruk masih boleh dibanggakan?”

“Aku selalu melihat anak kecil yang kepercayaan dirinya sedang hancur dan sulit sekali untuk membuatnya kembali percaya pada dirinya sendiri.”

“Hidup tidak selalu baik-baik saja.”

Buku tentang meresapi kedukaan dan kerinduan kepada orang tua.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Andriani Khairunnisa.
56 reviews
August 6, 2024
Menangislah bersama lembar demi lembar dalam buku ini. Tapi tenang, menangis tidak hanya tentang kesedihan, kekuatan dari tokoh utama yang kehilangan Ibu nya tapi tidak untuk kehilangan mimpinya. Hidupnya terus berjalan dan dengan diksi-diksi sederhana motivasi terpaparkan jelas. Siap siap lah menangis sedih tapi juga balik untuk kuat dalam waktu bersamaan. Keren!
Profile Image for ara.
56 reviews
August 22, 2024
Makasi bang Boy udah bikin gua nangis jelek.

Paling jelek pas bagian "obrolan paling intim yang tak pernah selesai"

Langsung ingat kalo aku paling sering ceritain hal2 mulai yg penting2 sampe yg remeh ke Ibu. Bahkan selevel salah pakai kaus kaki aja bisa kuceritain. Waktu merantau pun tiada hari tanpa aku telpon Ibu. Aku ga bisa bayangin hidupku tanpa Ibu bakal sehampa apa.
Profile Image for Nia.
39 reviews
January 23, 2025
Kepikiran, banyak ngga ya diluar sana yang nasibnya seperti Bendung?
Rasa-rasanya pingin peluk dan pukpuk punggungnya.
Aku mau bgt jadi teman ngobrol, dan dengerin semua keluh kesahnya.
Semoga anak-anak yang nasibnya seperti Bendung dan Pak Tua senantiasa dikuatkan fisik dan mentalnya, dibahagiakan hidupnya dan dipermudah segala usahanya.
Profile Image for Michiyo 'jia' Fujiwara.
429 reviews
February 3, 2025
jika nanti aku tidak pernah jadi yang terbaik seperti harapanmu, jika doa-doamu tentang aku ternyata tidak terkabul, tetaplah anggap aku anakmu. Selagi ada diriku di dunia ini, aku tidak akan pernah berhenti membuatmu merasa bangga memilikiku. Anak yang keras kepala meski banyak Lelah menghadapi dunia

cetakan pertama, 2023
Profile Image for Emira.
30 reviews
February 25, 2024
Bagi yang sudah merasakan kehilangan sosok ibu, buku ini semacam teman curhat, karena sama2 merasakan kesepian, kesedihan dan kehilangan sosok ibu. Tulisan dalam buku harian Bendung terasa dekat dengan pengalaman pribadi.

Mungkin jika rindu sedang datang, buku ini akan saya buka kembali.
Profile Image for Nur.
55 reviews1 follower
August 11, 2024
Ahh sebagai anak Minang yang merantau jauh, pulang baru 2 kali dalam 1 dekade terakhir. Buku ini menemani keheningan malam untuk bercerita kepada Mama. Mama masih ada di rumah, tapi ya bagaimana mungkin aku menceritakan pahitnya hidup kepada beliau?

Aku,kamu, tidak sendiri. Setiap orang punya cerita dalam heningnya masing masing. Hanya saja, jangan disimpan di kepala. Tuliskan, katakan, ekspresikan. Lambat lain badainya akan mereda.

Terima kasih bang Boy Candra.
Profile Image for dewa putu am.
32 reviews
May 7, 2025
Suka buku ini karena walaupun dia tentang sedih sedihan tetapi buku ini juga kasi lihat kita sisi kuat dari tokoh tersebut yang tetap terus berjuang baik secara fisik maupun mentalnya. Keren nya dia tetep mengakui kesepian dan kesedihannya tetapi tetep komit terus berjuang 😌
11 reviews
February 7, 2024
Sama seperti Pak Tua, saya menemukan banyak kemiripan kondisi pada buku catatan itu. Kita manusia memang harus selalu siap kehilangan.
Profile Image for Nina.
55 reviews
February 23, 2024
Aku selalu suka topik terkait orang tua & masa tua-nya yg dibahas di buku ini. It touches me and makes me realized that it is our parents first time of being a parents too
Profile Image for Reyhan Ismail.
Author 3 books10 followers
May 17, 2024
Buku ini seperti oase bagi orang-orang yang pernah merasakan kehilangan Ibu untuk selamanya. Dan kita menyiraminya dengan air mata kita sendiri.
46 reviews9 followers
June 20, 2025
2.5

I thought when I read this, of course it will wrench my heart, but I was hoping by the end of it, I could find some closure and relief. But this makes me more stressed haha
Profile Image for Putri.
24 reviews
September 28, 2025
my first boy candra book. i jumped in headfirst, so i had no idea what the book was about. anyway, i’d really like to read the deeper lore between the two characters
Displaying 1 - 23 of 23 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.