kereen,
cara dia menempatkan arsitektur sebagai sesama saudara dengan foto, lukisan, patung, pameran... bagus secara teoretik. cara melihat arsitektur sebagai hal-hal itu tadi [baca: media representasi] ini sangat modern. maksud saya, begitulah modernitas memperlakukan arsitektur dan media itu semua.
arsitektur modern ADALAH media massa.
dan lebih bagus lagi,
dia membangun tesisnya ini dengan membandingkan perlakuan 2 arsitek terhadap dokumen: adolf loos yang membasmi semua catatan mengenai karyanya, dan le corbusier yang sebaliknya, menyimpan segala-gala pernik milik dia.
yang pertama, memungkinkan terjadinya 'celah' atau ruang yang harus diisi oleh sejarawan. sedangkan yang kedua, justru menutup. yang pertama melahirkan ruang publik, yakni ruang yang dikeroyok banyak pihak untuk mengisinya kembali. sedangkan yang kedua kemungkinan itu justru kecil.
fokus hanya pada dua orang arsitek saja, tapi melahirkan elaborasi teoretikal yang bagus.