Cluster Permata Indah, hunian baru di pinggir kota, dikejutkan oleh sesosok mayat yang tenggelam di bathtub sebuah rumah. Yang pertama menemukannya adalah salah satu penghuni rumah sebelah.
Mahesa, penyidik muda yang menangani kasus tersebut, merasa heran. Apa yang dilakukan penghuni rumah sebelah itu pada tengah malam di lokasi kejadian? Tidak ada tanda-tanda perusakan atau bunyi gaduh yang didengar tetangga lain. Apalagi ternyata mayat itu ditemukan beberapa jam setelah waktu perkiraan tewas.
Kebingungannya semakin menjadi setelah Tara, tetangga seberang kediaman korban, mengatakan ada indikasi suami istri di kedua rumah tersebut bertukar pasangan.
Apakah tuduhan tersebut ada kaitannya dengan kejahatan yang terjadi? Sanggupkah Mahesa mengurai teka-teki yang pelik ini?
Mia menghabiskan satu malam di Tokyo dengan pria yang baru dikenalnya. Ansel, nama pria itu, kembali datang ke kamar hotelnya di pagi hari sambil membawakan sarapan. Mia yakin Malik , kekasihnya akan memintanya kembali lagi pada dirinya setelah dia menyingkirkan Mia. Tetapi semalam (dan dilanjutkan dengan pagi itu) bersama Ansel membuatnya merasakan kepuasan yang tidak ditemukannya saat bersama Malik.
Mia akhirnya menikah dengan Malik. Namun fantasinya akan Ansel tidak pernah hilang, terutama jika lagi-lagi Malik tidak bisa memuaskan dirinya. Mia yang tidak akur dengan ibu mertuanya, merasa senang ketika Malik akhirnya memutuskan untuk membeli sebuah rumah di sebuah cluster perumahan yang cukup jauh dari kota. Mia menganggap kehidupan pernikahannya dengan Malik masih bisa diselamatkan. Bagaimanapun dia mencintai Malik. Dia bahkan berusaha mendukung karir Malik, dengan mengenalkannya pada artis bernama Irma yang tinggal di sebelah tumah mereka. Menurut Mia, Irma yang bekerja di stasiun televisi dapat membantu Malik meningkatkan publisitasnya sebagai seorang chef consultant. Namun saat mereka bertamu ke rumah Irma, Mia merasa tidak nyaman. Terutama ketika dia tahu, suami Irma adalah Ansel, pria yang ditemuinya dua tahun yang lalu di Tokyo.
Baru kali ini melihat novel lini Le-Marriage dari Elex dengan label "dewasa". Tidak heran, karena sebagian besar isi novel ini adalah tentang hubungan antara dua (atau empat) orang dewasa. Sepertinya baru kali ini saya membaca novel Indonesia yang mengangkat tentang pernikahan terbuka. Meski mengusung tema thriller romance, saya baru mendapatkan efek thrillernya setelah melewati halaman 300an, ketika salah satu tokoh di dalam novel ini ditemukan tewas tenggelam di bathtub.
Setelah beli karena tertarik blurbnya, awalnya saya kira novel ini fokus ke mister pembunuhannya. Ternyata fokus ke hubungan dewasa plus hubungan aneh dari 2 pasang suami istri. Sampe capek bacanya, kasus pembunuhannya gk kerasa di ceritanya.
Maaf not my cup of tea :( Buat yg suka baca cerita se.mut kyk nya bakal cocok sih buku ini.
Terlalu muter2 narasi dan alurnya, jadi pusing. Si mia-nya oon. Ansel nafsuan doang. Malik kek setan (btw namanya cringe banget ala2 mau nyampur nama lokal sama barat). Si irma bulol.
Toksik banget dah ini orang2nya. Belom lagi si Tara tuh apa banget deh karakternya. Tipikal orang kepoan & hidup dalam fantasinya sendiri wkwk.
Bikin capek jg baca ini cerita krn lebih banyak adegan hohe hohe-nya. Si mia juga somehow diobjektivikasi banget. Belom lagi endingnya kek apa ya, antiklimaks(?)
Tepuk tangan. Bukan standing applause, ini tepuk tangan sambil kayang, roll depan dan roll belakang. Tadinya aku mau ngasih 5 bintang tapi kok alasan kasus Bram aku ngerasa gak se urgent itu, apa iya dua org lagi high satunya overdose yg lain jadi suspect pembunuh, tapi mungkin Mia yg sangat kalut dan panik jadi iya iya aja. Thanks for giving us the closure. I am drowned to this story when I read it even endingnya anti climax
Aku suka tulisan-tulisan Kak Kin tapi sepertinya, buku ini rasanya bukan seleraku. Pembukaan cerita yang menggunakan sudut pandang penyidik dan kasus pembunuhan menarik sekali. Belum lagi dengan alur mundur yang selanjutkan digunakan, membuat kita terus menerus mencari tahu, siapa sih korbannya. Tapi proses panjang alur mundur itu seolah melalui jalan panjang yang berputar-putar. 400-an halaman yang rasanya kurang memuaskan buatku.
Dapat pinjaman di Kediri e-lib, dan pusing karena walau saya dan para tokoh cerita paham apa yang terjadi, tapi kenapa juga cara ceritanya muter-muter menempuh jalan yg gak perlu 😁