"mungkin karena kau terlalu banyak membunuh orang di masa lalu, kematian pun jadi takut mendekatimu." -hal. 61
buku ini merupakan kumpulan cerita pendek. ada 21 cerita pendek di dalamnya. kebanyakan berlatar belakang di aceh. dari 21 cerpen, semuanya favoritku. aku bahkan menuliskan semua intisari cerpennya di buku catatanku karena ceritanya sungguh tak biasa, menyentil isu-isu kemanusiaan di aceh, dan beberapa memiliki plot twist yang membuat tercenung.
berikut 5 cerpen favoritku, diantaranya:
1. habil dan qabil
cerpen ini bercerita tentang dua sahabat, yaitu habil dan qabil. alternatif judul untuk cerpen ini adalah teman adalah maut. mereka benar-benar "maut" untuk satu sama lain.
2. kebun jagal
aku paham mengapa buku ini diberi judul "kebun jagal" karena rohnya memang demikian. berkisah tentang seorang anak yang ayahnya tak pulang-pulang. lalu, ia mendapati sebuah kepala diantarkan secara misterius ke gubuk reyotnya. dan itu adalah kepala ayahnya sendiri.
3. los muertos
tentang penulis puisi yang kehilangan kekasihnya karena bunuh diri. ia bersedih dan menuliskan puisi untuk kekasihnya. lalu, malam itu "sang kekasih" datang mengajak sang penulis berdansa. sang penulis kemudian bingung melihat kerumunan orang di bawah gedung tempat tinggalnya. ternyata itu adalah mayat dirinya yang bunuh diri. orang-orang menganggap mereka adalah sepasang hantu kekasih yang malang, tetapi anehnya justru bagi mereka sendiri, mereka adalah orang yang berbahagia.
4. monolog anak haram
ini cerpen paling sedih di buku ini, setelah attiyah butuh tanah. bercerita tentang monolog seorang anak yang tak diinginkan lahir, lalu dia dibunuh oleh orang tua karena dianggap aib. ia bahagia di tempat yang kita tahu bernama surga.
5. malam lebaran, nisan di atas kuburan
keluarganya tak tahu ia telah tiada. ia adalah gundukan tanpa nama. tak pernah ada yang mengunjungi makam yang tak berbentuk makam itu. ia hanya ingin makamnya ditaburi bunga ketika lebaran, di mana orang-orang yang masih hidup pergi berziarah.
itu hanya 5 dari 21 cerpen, meskipun begitu aku menyukai semuanya. ini best of the best. cara penulis menuliskannya begitu indah. banyaknya diambil dari sudut pandang anak-anak, terutama anak lelaki. kumcer ini tentang arti kehilangan, kerinduan, ruang yang kosong, dan mereka yang mati terlupakan.
buku yang bisa dibaca dalam 1 kali duduk, tetapi meninggalkan makna yang berbekas di hati.