Jump to ratings and reviews
Rate this book

Pulau Batu di Samudra Buatan

Rate this book
Ketika banjir memakan Hotel lantai demi lantai, sekelompok tamu yang terjebak mencoba meregulasi kehidupan sementara mereka. Sambil mengikuti keseharian kembar lima yang terdiri dari bocah serba-bisa, anak manis dengan rambut selurus tempe, gadis sunyi, perempuan dengan kepribadian serupa banteng, dan si bungsu pengutip film, 87 tamu harus mencari cara keluar dari Hotel yang disekap banjir buatan dan pembunuhan….

Kaki kami terendam air. Meskipun masih pagi, matahari sudah terik, sehingga air yang menggenang terasa hangat, membuat kami merasa seperti sedang berdiri dalam kubangan kencing. Metro yang bilang bahwa, menurut Skala (“Si Babi,” tambahnya), air naik dengan sangat cepat sejak dini hari (“Skala itu Babi Ngepet, jadi dia gak tidur waktu malam,” menurutnya). Makanya kami datang ke sini, ke lantai tujuh, untuk menonton kenaikan air. Melihat dinding-dinding perlahan-lahan ditandai noda basah sebelum ditelan air adalah pengalaman yang sangat menakjubkan. Tapi setelah air mulai membasahi betis dan paha, takjub terhenti dan rasa terganggu kami bertumbuh. Pelan-pelan, gerutu membesar, dan kelompok kecil kami akhirnya beranjak meninggalkan Mezzanine Baru; menanjaki tangga darurat dengan sandal basah atau kaki telanjang; terus, hingga akhirnya Mezzanine Baru tidak lagi dipenuhi manusia, dan semata-mata disesaki air. Mencuat dari tengah gerombolan pendaki setengah-basah adalah lelaki jangkung yang tampak mencolok karena postur anggunnya, sepasang sepatu pantofel mengkilap yang dijinjing oleh tangan kirinya, kaos kaki basah yang menggantung di ujung jari-jemari kanannya, pipa celana yang menitik-nitikkan air ke mata kakinya, gelengan penuh deritanya, dan gumaman sedihnya. Bpk Kesuma, manajer hotel paruh baya yang gagal kabur dari sergapan banjir empat hari lalu, dengan begitu patah hati memandangi jari-jari kakinya dan bergumam, “Habis satu mezzanine lagi, habis satu mezzanine lagi….”

192 pages, Paperback

Published November 28, 2023

51 people are currently reading
486 people want to read

About the author

Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

40 books1,450 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
184 (33%)
4 stars
265 (47%)
3 stars
90 (16%)
2 stars
17 (3%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 184 reviews
Profile Image for Tirani Membaca.
126 reviews1 follower
July 1, 2024
Easily the best book that I've read from Ziggy!

Seperti buku lainnya yang melibatan anak-anak, Pulau Batu di Samudra Buatan ini penuh dengan ke-khas-an dari Ziggy. Mulai dari tata bahasanya yang unik, premis cerita yang super unik, dan nama-nama karakternya yang sangat melekat di otak saya hingga sekarang. Saya mengira cerita ini akan menjadi 'horror' dan gelap sepenuhnya, seperti di novel Kita Pergi Hari Ini. Namun, Pulau Batu di Samudra Buatan ini menawarkan akhir cerita yang berbeda dan, sedikit banyak, lebih melegakan walau tetap gelap dan mengerikan.

Salah satu hal yang benar-benar membuat saya mencintai buku ini karena ada Si Kembar Lima, anak-anaknya Ibu Sai. Di sini saya benar-benar angkat topi untuk Ziggy yang sangat berhasil menciptakan beragam karakter anak-anak yang semuanya memiliki ciri khas masing-masing dan sangat natural sifat kekanakannya.

Saya juga gak bisa berhenti tersenyum ketika membaca awal-awal cerita Ibu Sai dan Kembar Lima. Saya suka bagaimana Ziggy menyelipkan trivia-trivia tentang Lampung di dalam ceritanya. Mulai dari nama Ibu Sai sendiri, Sai adalah satu dalam bahasa Lampung. Selain itu, Ibu Sai merupakan seorang tukang tenung benang emas yang baunya bisa seperti tai kucing, dan ini cukup membuat saya tergelak karena semasa SMP memang diharuskan membuat kerajinan tradisional Tapis dengan benang emasnya yang agak bau itu. Selain itu, saya memiliki tebakan bahwa nama-nama Si Kembar Lima ini juga berasal dari nama-nama wilayah di Provinsi Lampung. Begini kira-kira:

1. Skala: Kepaksian Sekala Brak, kerajaan di Lampung
2. Dana: Kecamatan Sukadana, Lampung Timur
3. Kali: Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan
4. Metro: Kota Metro, Lampung
5. Suji: Kabupaten Mesuji, Lampung

Sebagai orang yang juga lahir dan besar di Lampung dan sedang merantau, entah kenapa novel ini membuat homesickness saya terobati in a strange way. Yah, memang cuma Ziggy yang karyanya bisa bikin begini.

Novel ini sepertinya akan jadi salah satu buku yang rutin saya baca ulang selain serial Supernova-nya Dee Lestari <3
Profile Image for h.
375 reviews148 followers
January 23, 2024
Orang kaya memang bangsat semua.

Masih dengan gaya tulisan yang unik ala penulis dan juga humornya yg agak laEn tapi tetap saja meninggalkan kesan khusus. Buku ini bukan hanya sekedar cerita thriller yg mengingatkanku tapi juga menyuguhkan pesan sosial seperti "lo punya duit, lo punya kuasa" dan juga berbicara tentang kedudukan perempuan di society.
Profile Image for shizu.
10 reviews
December 3, 2023
so he’s doing all that because he doesn’t like his future son in law, and because he’s just RICH AND BORED? damn you rich people

memang benar, orang kaya memang bangsat semua. (page 131)
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Yuan Astika Millafanti.
314 reviews7 followers
February 15, 2024
Orang kaya memang bangsat semua.
Hlm. 131

Sebanyak 87 orang terjebak dalam sebuah hotel lantaran terjangan banjir. Bersama Ibu Sai dan kelima anak kembarnya yang unik, penghuni atau karyawan hotel berusaha bertahan dan mencari jalan keluar serta pertolongan dari luar. Sayangnya, tembakan langsung diarahkan ke siapa pun yang keluar dari gedung. Benarkah ini banjir alami? Atau jangan-jangan ini adalah rekayasa seseorang? Namun, siapa dan kenapa?

Dan tidakkah menurutmu orang yang bisa melakukan itu, bisa juga memerangkap delapan-puluhan orang di dalam hotel dan membiarkan mereka pelan-pelan mati kelaparan?
Hlm. 123

Kalau kamu pencinta karya Ziggy, tentunya kamu juga akan menemukan kekhasannya di buku ini. Seperti buku-buku lainnya, selain menunjukkan kecintaannya pada literasi (ditunjukkan dengan penuturan makna nama si Kembar Lima Ibu Sai atau tokoh lainnya serta beberapa kalimatnya yang disusun lewat kata-kata berima), kegetiran yang disodorkan oleh celukan si Anak Kembar soal korban, buku ini menyentilkan beberapa isu–soal sikap individualis orang kota, body shamming, pandangan orang terkait ibu yang melahirkan dengan operasi, cara berpakaian, kepemimpinan, kerja sama, pola asuh, bahkan sampai soal mudah tersulutnya emosi lantaran isu-isu yang tidak jelas.

Buku ini juga menyelipkan informasi yang mungkin saja bisa menambah pengetahuan pembacanya. Kita akan mengetahui soal karakteristik beberapa tipe kain, beberapa bahan pewarna kain–yang rupanya di antaranya beracun, cara pewarnaan kain, atau pembuatan kue tradisional–lupis, putu, dan klepon.

Sayangnya, hingga pertengahan buku, aku merasa cerita dituturkan dengan lambat, terlalu banyak porsi bagian prolognya. Kalimat atau frase penjelas–seperti soal keberadaan lantai 14 atau karakter si Anak Kembar–yang repetitif agak menggangguku. Tentu saja aku akan melewatkan bagian ini 😁🤭 Namun, kamu tidak akan menyesal membaca buku ini sampai akhir. Penyelesaian cerita ini membuatku tergelak dan sempat terdiam. Gila!

Ah, sudahlah. Bukankah salah satu ciri khas Ziggy adalah pelintiran akhir cerita serta kesuraman cerita itu sendiri? Kalau kamu pencinta karya Ziggy, segeralah baca buku ini.

Pulau Batu di Samudra Buatan • Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie • KPG • 2023 • 182 hlm.

--

Lalu dia memandang kami dengan sorotan yang agak mencemooh, karena kami, yang hidup begitu dekat, tidak tahu apa-apa soal hidup-mati tetangga kami–orang kota memang begitu. Tapi bukankah memang hal-hal yang letaknya jauh tampak lebih memukau–planet lain, galaksi lain, akhir zaman?
Hlm. 14

Badan saya begini karena melahirkan, tahu? Mana kamu tahu. Anaknya sudah lima, tetap cuma modal luka beset sih mana Isa disebut ibu.
Hlm. 37

Bukankah tiap-tiap dari kita memerlukan kegiatan kecil untuk menjaga kesehatan pikiran kala menghadapi kejadian misterius menekan seperti ini?
Hlm. 45

Apa saja bisa jadi benar kalau kita bisa yakinkan orang bahwa itulah kebenarannya.
Hlm. 66

Kami sebenarnya gak selalu paham omongan Mam, kok. Mam kadang-kadang bicara, terus kami pikir kedengarannya bagus atau kayak sudah besar,, terus kami tiru supaya kedengaran bagus dan kayak sudah besar. Anak-anak kan begitu. Selalu mau jadi kayak sudah besar, begitu.
Hlm. 66

Saya ingin membiarkan anak-anak saya memiliki rahasia-rahasia mereka sendiri, selama mereka tetap memberitahu saya apa-apa yang perlu saya ketahui. Setidaknya, dengan perlindungan bahasa lain, mereka akan menemukan setidak-tidaknya ilusi bahwa rahasia mereka–saat mereka ungkapkan keras-keras–terjaga, bahkan dari saya sekalipun. Dan di antara saudara pun tetap ada rahasia. Lebih mudah buat mereka untuk melindungi rahasia dari satu sama lain kalau mereka punya bahasa sendiri.
Hlm. 87

Saya rasa, kebanyakan orangtua menganggap anak mereka tolol, makanya mereka seperti itu. Saya sih ingin percaya anak-anak saya punya cukup kemampuan berpikir. Mengapa orangtua selalu meragukan anak sendiri? Itu yang merusak mental anak-anak, menurut saya.
Hlm. 87

Kita akan dipaksa menjalani hidup mengetahui kenyataan bahwa di dunia ini memang benar ada orang yang begitu jahat sehingga melakukan kejahatan, bukan karena ada dendam atau apa, tapi semata-mata karena ia jahat.
Hlm. 132
Profile Image for Gen.
72 reviews11 followers
December 31, 2023
“Orang kaya memang bangsat semua.” 😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Profile Image for ian.
8 reviews
January 31, 2024
Fear Factor, Ziggy’s got you an idea!

Pulau Batu di Samudra Selatan is a captivating novel penned by Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie, which takes us on an enthralling tale of 87 individuals trapped in a flooded hotel. Each day becomes a test of survival as they grapple with the reality of the situation they are in, all the while trying to figure out the mastermind behind this absurd, yet chilling tragedy.

Pulau Batu di Samudra Selatan’s brilliance lies in its extraordinary concept – one that kept me turning pages, driven by the anticipation of what comes next, just like how each individual in the story was pushed to think of their way out. The diversity of these characters, each from a different background, also adds a unique richness to the story. But, what truly sets Pulau Batu di Samudra Selatan apart is Ziggy’s writing style. Fresh, wild, and undeniably unique – her writing breathes life into the narrative.

Despite its strengths, Pulau Batu di Samudra Selatan is not without its flaws. As this marks my first experience with Ziggy’s distinctive writing style, there was a learning curve for me to finally get used to her writings, let alone understand the storyline, despite how I still liked it at the end of the day. The multitude of characters, some with similar names and motives, added a layer of confusion. And, as enriching as it is, the complexity and depth of its storyline could still lead to an overwhelming reading experience.

Would I recommend Pulau Batu di Samudra Selatan to you? Definitely. Despite the initial hurdles, the novel still offers a thrilling and engaging ride. I rate it 4 out of 5.

Pulau Batu di Samudra Selatan is a psychological roller-coaster that will have you at the edge of your seat, so brace yourself for the ride and watch out for the water!

Profile Image for Seara Maheswari.
80 reviews1 follower
January 15, 2024
Orang kaya memang bangsat semua, quotes di halaman 131 yang paling gue suka. Karena ya, orang kaya mah bebas, mentang-mentang dia punya uang wkwkwkwk.

Cerita memakai pov 1, tentang seorang bapak-bapak, sebagi tokoh utama, yang menceritakan gimana dia dan 86 orang lainnya terjebak banjir di sebuah hotel. Suasana agak chaos, karena para pengunjung harap-harap cemas menunggu kapan banjir surut. Namun tingkah anak kembar lima lumayan menghibur mereka. Dan disaat ada orang yang berusaha mencari jalan keluar... orang itu malah terbunuh. Suasana mulai makin nggak terkendali. Semua berlomba mencari siapa pelakunya, sampe akhirnya kita ketemu ending yang nggak terduga :)

Orang kaya memang bangsat semua.
Profile Image for grace.
164 reviews6 followers
February 14, 2024
solid 5 stars

gila banget sih buku ini. ziggy lagi-lagi berhasil bikin aku bingung setengah hidup. alurnya aneh, endingnya aneh, tokohnya aneh, sEMUANYA ANEHH. plot twistnya bertebaran di mana-mana, dan setiap plot twistnya selalu bikin aku melongo, bengong, bingung. my face literally did a 😨 face di halte bus yang ramai banget.
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
December 26, 2023
Novel Pulau Batu di Samudra Buatan karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie merupakan novel dengan multitafsir point of view. Diceritakan ada 87 orang terjebak banjir yang maha aneh, tidak ada hujan susulan tapi justru debit air semakin tinggi hingga merendam lantai Mezzanine dan memaksa orang yang terjebak memutuskan untuk membuat Mezzanine baru di lantai 13 yang oleh kepercayaan tertentu tidak mau menyebut lantai tersebut adalah lantai 13 meskipun sesungguhnya lantai tersebut adalah lantai 13.

Seiring meningginya air yang mengepung bangunan tersebut membuat orang-orang yang terjebak memikirkan bagaimana cara bertahan hidup dalam musibah tersebut. Melalui narator tokoh aku (yg pada akhir cerita diketahui sebagai sang pemilik hotel) cerita mengalir dengan begitu banyak lika-liku kejutan dari para tokoh yang ada. Terutama dari Ibu Sai dan para putrinya si kembar lima (Skala,Dana,Kali, Metro dan Suji) yang dengan keunikannya masing-masing membongkar misteri peristiwa banjir yang janggal tersebut.

Novel ini mengangkat banyak isu, berikut setidaknya yang bisa sy tangkap :
1. Tentang politik dan relasi kuasa, bagaimana diketahui jika banjir tersebut merupakan banjir buatan dan dikendalikan oleh salah satu orang dan dengan tujuan yang bersifat menguntungkan dan merugikan salah satu pihak.

2. Tentang feminisme, dimana banyak karakter dan tokoh wanita yang diberikan porsi lebih banyak oleh penulis sebagai pemikir dan pengendali jalannya cerita.

3. Tentang keluarga, meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit, namun saya percaya novel ini terkandung juga makna dan unsur kekeluargaan yang kental. Terutama jika kita melihat keluarga Ibu Sai dan juga anak-anaknya si kembar 5.
23 reviews
February 23, 2024
Another masterpiece from Zigyy. First of all, plotnya menarik banget! 87 tamu dikurung di hotel dengan banjir buatan dengan manager hotel yang (katanya) baik, koki hotel, dan "saya" yang ternyata pemilik hotel. Plotnya rapi dan walaupun ini crime, mistery, and thriller seperti biasa selalu terselip humor khas Ziggy.

Plotnya oke oke banget banget, penulisannya juga bagus rapi dan enggak membosankan, karakternya menarik (favoritku) Kali dan Skala. Endingnya sebenarnya masih membuatku bertanya-tanya tapi aku masih amazed sama ide cerita dan plotnya.

Oke, ini teoriku.

Jadi Bu Sai adalah penjahit yang dibayar oleh "saya" alias si pemilih hotel anak si pemilik hotel sendiri anak Nn.Ranti dan calon suaminya Tn.Tora. Lalu kenapa hubungannya sama Bpk.Akwet? soalnya dia memang ada niat jahat untuk "memfilmkan" orang yang terkurung tapi dia tidak setuju terhadap pembunuhan yang merupakan rencana pemilik hotel.

Ini teori saja bisa salah bisa benar tergantung perspektif. Tapi yang paling aku suka dari buku ini plotnya! Apik abis!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for 斜陽..
67 reviews18 followers
January 21, 2024
Saya ... saya ... KAGET. Gak sih. Dua halaman terakhir beneran harus baca dua kali buat benar benar mastiin kalau yang aku pahamin tuh bener? WOW. Betul, ya. Orang kaya memang bangsat.

OTSUKARE SKALA, DANA, KALI, METRO, SUJI DAN IBU SAI.
Profile Image for Pawpaw.
272 reviews
April 26, 2024
Overall score: ⭐️⭐️⭐️⭐️

CERITANYA SANGAT AWOKWOWKW as expected from Ziggy's

Ga sengaja baca dialog di halaman terakhirnya jadi udah nebak beberapa hal walaupun meleset tapi overall sangat enjoyable dan out of the box

Dari baca sinopsisnya udah tau ini sekilas agaknya sci-fi trus di pertengahan agak males karena ternyata dicampur ama murder mystery (karena otakku males mikir)

Sangat seru, aku paling suka karakter Bapak yang Baik (it's either I like dilf or I like his character in general—spoiler: it's both)

Terakhir, "Orang kaya memang b*ngs*t semua." (p. 131)
Profile Image for Alesie.
37 reviews8 followers
August 3, 2024
4/5 ⭐

"Orang kaya memang bangsat semua." - page 131

IKR??? SUCH JERKS!!!

So everything that happens in this book is just because this guy doesn't like his future son-in-law. And just because he's rich RICH and BORED. DAMN YOU RICH PEOPLE!!!
Profile Image for Diamondlyfe_.
3 reviews
April 8, 2024
Ini buku kedua Ziggy yang kubaca dan relatif lebih ringan dibandingkan yg sebelumnya kubaca (Kapan Nanti). Bisa dipahami lah maksudnya tanpa harus mikir terlalu keras dengan makna tersembunyinya. Baru setelah baca dua bukunya aku paham kalau ternyata memang gaya kepenulisan Ziggy salah satunya suka mengulang-ngulang satu penjelasan, misalnya disini tentang lantai empat belas yang sebenarnya adalah lantai tiga belas. Itu literally diulang terus-terusan wkwk. Sampe akhirnya di halaman selanjut-selanjutnya aku skip. Intinya tulisannya tuh nyentrik abiez sih. Apalagi penggambaran tentang si kembar lima yang unik banget. Paling unik itu Suji yang suka ngutip film..kayak semua kejadian dia tau apa bagian dialog film yang harus dia kutip. Cuman ada beberapa hal yang mengganggu kayak kok bisa Metro benci sebegitunya sama Skala sampai ngatain Skala si babi terus. Terus juga tentang si kembar lima yang agak laen, mereka pas tau ada yang mati kepikirannya jadiin mayatnya makanan?!?!

Intinya ini cukup bagus tapi penyelesaiannya itu lho ternyata cuma karena kegabutan aja sampe harus memerangkap 86 orang itu (tidak termasuk pelaku). Tidak habis thinking kalau membahayakan nyawa orang-orang yang ngga ada hubungannya cuma demi kesenangan.
Profile Image for Fildza.
8 reviews29 followers
May 6, 2025
Aku membeli buku ini tanpa ekspektasi apapun. Mendatangi toko buku di pusat kota, berharap menemukan buku diskon apapun yang ditulis oleh Mbak Ziggy, namun yang kutemukan adalah buku ini.
Tanpa membaca review orang ataupun blurb di cover belakang, kuserahkan uangku meski tak yakin.

Dan ternyata buku ini adalah salah satu buku ter-keren yang pernah aku baca dari Mbak Ziggy, setelah buku sebelumnya yaitu Di Tanah Lada.
Buku ini ditulis dengan gaya khas sang author, beberapa kali membuatku tergelak karena terkadang tulisannya terasa asbun seakan sedang posting tweet di X.

Tapi sampai di halaman terakhir, barulah aku menyadari, sepertinya Mbak Ziggy ini pantas dipertanyakan kewarasannya. Kalau kata netizen TikTok di kolom komentar, "Make ni orang?" yang sebetulnya adalah semacam ledekan untuk orang2 yang berkelakuan nyeleneh se-akan2 habis nyimeng. Pertanyaan ini sepertinya cocok juga untuk dilemparkan ke sang author. Sekian
Profile Image for Annisa.
75 reviews2 followers
June 29, 2025
⭐️4.5/5.0




now I understand why people love Ziggy’s work. there are certain styles that can only be executed by Ziggy, and only Ziggy.
Profile Image for ziasofia.
2 reviews
January 10, 2025
⭐⭐⭐/5 aku udah biasa baca buku ziggy yg isinya aneh semua tapi tetep masih gabisa nebak jalan cerita dari buku yg kubaca setelahnya termasuk ini‼️

novel ziggy yg inirelatif ringan dibandingkan bukunya yg lain, jelas mudah dipahami ga kayak tiga dalam kayu TAPI plot twist di endingnya beneran bikin aku 😦❔

terus humornya ziggy masih nyambung banget ke gua alias KENAPA KEPIKIRAN ASBUN LAHIR PAS KUDA MASIH BISA NGOMONG 😭⁉️
Profile Image for Fachira Kasmarini.
5 reviews
December 28, 2023
Bergenre mystery-thriller, buku ini bercerita tentang sekelompok orang yang terjebak di dalam sebuah hotel tempat mereka menginap. Hotel itu terendam banjir di suatu pagi. bukan banjir biasa, melainkan banjir ekstrim karena menenggelamkan lantai demi lantai di hotel tersebut.

Sebanyak 87 orang yang terjebak di dalamnya berupaya untuk menyelamatkan diri. Mulai dari naik lantai demi lantai, hingga "berenang" guna mencari bahan makanan yang tersisa. Sampai di suatu hari, salah satu dari mereka mati terbunuh. disusul yang lain, dan lainnya.

Banjir yang tak kunjung surut meski matahari terik dan orang-orang mati terbunuh ketika berusaha menyelamatkan diri membuat kecurigaan mereka tumbuh.

Apakah mereka berada dalam sebuah bencana nyata? Kenapa bisa ada yang terbunuh? Apa di antara mereka ada pembunuh? Jika iya, siapa?

Menggunakan sudut pandang orang pertama, "Saya" di sini adalah seorang Bapak yang Baik. Melalui kacamata Bapak yang Baik, kita bakal diajak untuk mengenal 86 orang lainnya, beserta background singkat dan watak mereka. Meski yang benar-benar di-highlight mungkin seperempatnya aja.

Melalui pengenalan tokoh itu, kita jadi bisa ikutan nebak-nebak siapa terduga pelaku berdasarkan background dan alibi mereka. Kita juga bakal dikenalin sama Ibu Sai dan ke-5 anak perempuan kembarnya, yang juga berperan penting dalam alur cerita.

Dari segala sisi, buku ini mudah dimengerti.

Ga terlalu banyak metafora seperti di kumcer yang diterbitkan Ziggy sebelumnya. Kalau mau di-compare dengan karya lainnya, mungkin lebih mirip Kita Pergi Hari Ini ya untuk tingkat kemudah-dimengertiannya.

Dan, masih dengan ciri khas Ziggy yang suka memasukkan sebuah definisi berbentuk kalimat panjang yang diulang kira-kira 7-8 kali.

Ada beberapa hal yang gue notis di buku ini:

1. Penomoran bab buku ini persis sama jumlah lantai hotel tersebut. Jumlah babnya pun sama kaya jumlah lantai hotelnya.

2. Penamaan tokoh di sini juga pada pake panggilan; Bapak, Ibu, Nn, atau Tuan, kecuali ke-5 anak kembarnya Ibu Sai [dipanggilnya langsung pake nama].

3. Diskusi antar tokoh yang menarik. Tentang gimana perilaku orangtua yang ngasi ruang privasi untuk anaknya. Kita juga bisa ngeliat gimana pandangan masyarakat tentang orang yang belum menikah padahal udah tua atau gimana dianggap entengnya orang yang melahirkan secara sesar dibanding normal.

Buku ini membenarkan quotes, "Lu punya duit, lu punya kuasa!" Meskipun digunakan untuk hal tolol bin konyol, membahayakan dan no context, pokoknya selagi duitnya ada, apa aja bisa. Maka, berhati-hatilah dengan orang kaya yang bosan, gais.

Plotnya seru, tapi lambat. Ditambah, narasinya sekalinya panjang, panjaaaang banget. Jadi, susah nyari jeda. 10 bab pertama sempet ngerasa bosen, tapi selanjutnya, lancar. Udah dapet feelnya.

Akhir kata,
"Orang kaya memang bangsat semua." [hal. 131]
Profile Image for bayu.
74 reviews
February 25, 2024
Puluhan orang terjebak di dalam hotel yang kebanjiran. Bukannya surut, semakin lama banjir semakin tinggi dan menenggelamkan lantai demi lantai. Tak dinyana tiba- tiba di hotel itu terjadi kasus pembunuhan yang tidak diketahui siapa pembunuhnya. Terjebak dalam kondisi itu, orang-orang di dalam hotel itu harus berusaha survive dan mencari cara untuk bisa keluar dari situasi itu serta mengungkap misteri yang terjadi.

- Buku ini lebih gampang aku cerna, seenggaknya ga bikin aku kebanyakan ngah ngoh kaya pas baca buku Ziggy sebelumnya.
- Gaya penulisan Ziggy yang mengulang-ulang kalimat diaplikasikan lagi di buku ini, sebenarnya ga ganggu, tapi aku skip tiap ada kalimat itu.
- Meskipun ini novel misteri tapi aku ngerasa unsur misterinya ga terlalu berasa, aku pun ga terlalu ngebet ingin tahu misteri di dalam cerita, lebih enjoy ngikutin ceritanya aja, go with the flow.
- Agak ga nyambung tapi setting tempatnya ngingetin aku sama film Pengabdi Setan 2, sama-sama terjebak banjir di sebuah bangunan, wkwk

Yang aku suka dari buku ini adalah penokohannya, meskipun tokohnya banyak banget tapi ada beberapa karakter yang mencuri perhatianku, salah limanya ya lima anak kembar Bu Sai, ada aja celetukan-celetukan nyeleneh mereka. Keunikan karakter masing-masih anak menambah warna di cerita ini. Yang kurang kusuka penyelesaian konflik dan endingnya, endingnya kurang membuatku terkesan.

"Orang kaya memang bangsat semua." hal. 131
Profile Image for Rima.
27 reviews
February 20, 2024
Aku berhasil membaca novel ini sampai tamat, meskipun aku sempet keseeeeel banget sama cara Ziggy mendeskripsikan "13" yang diulang-ulang mulu, bikin aku jengah bacanya 😭

Karakter-karakternya aneh, latar novel yang dipakai aneh, sampai percakapan mereka tuh aneh-aneh. Tapi di situlah letak menariknya buku-buku Ziggy Z: beliau bisa menulis sesuatu yang aneh banget, saking anehnya bikin pembacanya ketagihan buat lanjut baca terus.

Dan aku tidak menyesal membaca Pulau Batu di Samudra Buatan. Kalau kalian mau sabar sedikit, akan ada banyak kejutan di halaman-halaman selanjutnya 👀💥

Kalau ditanya buku ini tentang apa, haduh bingung deh karena terlalu "unik" kalau harus dideskripsikan dengan biasa-biasa aja. Intinya, ada hotel yang kebanjiran, lalu para penghuninya harus bertahan hidup dan menerka-nerka kira-kira apa makna dibalik hampir tenggelamnya hotel tersebut. Nanti kalian bakal kenalan sama Ibu Sai dan Si Kembar Lima, lalu ada puluhan tokoh lain yang nggak kalah uniknya. Meskipun ada banyak manusia, inshaAllah kalian nggak akan kebingungan karena Ziggy selalu menulis dengan sederhana. Sisanya, silakan baca sendiriiiii ❤️

Dariku, ⭐⭐⭐ untuk Pulau Batu di Samudra Buatan. Kutipan kesukaanku: orang kaya memang bangsat semua! 🤯😓
Profile Image for elris.
19 reviews
May 25, 2024
Gaya penulisannya bikin emosii, apalagi kalau lg ga mood. Hampir dnf buku ini, cuma rasa penasaran lebih tinggi. Suka sama plotnya, cuma mungkin terhalang gaya bahasa kali ya pas sampai plot twist biasa aja, ‘oh jadi si itu, jadi si ini’, nothing special. Mengerikan mengetahui seorang anak kecil sebegitu tidak sukanya dengan saudara sendiri. Sedikit menyesal memilih buku ini menjadi pilihan baca akhir tahun dan pembuka awal tahun.
Profile Image for lea.
22 reviews
February 8, 2024
Skala si Admin 5 Minutes Craft
Dana si Tengah Yang Biasa Biasa Saja
Kali si Anak Pramuka
Metro si Metrognome
Suji si Sinefil
Profile Image for ᥱᥣіᥲs ꒷˚✧ˏ.
43 reviews
April 22, 2025
Badass five girls in this book (Skala, Dana, Kali, Metro, Suji).

Plot twist nya sangat amat tidak disangka-sangka.
Profile Image for fira.
34 reviews
May 4, 2025
bener-bener buku SINTING (lovingly) gila kok bisa sih ada orang nulis buku sebagus dan sekeren dan segila dan sewow dan seSINTING ini????
Profile Image for dranavs.
109 reviews
February 1, 2026
Buku Ziggy ini sangat 'Ziggy' alias khas penulis Ziggy sekali. Penulis favorit! Buku-bukunya juga favorit! (Aku belum baca semua, tapi yang udah aku baca udah pasti favorit!)

Kalau bisa koleksi semua karyanya, aku mau koleksi... Buku yang ini juga, kesan saat baca beda sama pas baca Kita Pergi Hari Ini, atau Mari Pergi Lebih Jauh, atau Semua Ikan di Langit, atau Di Tanah Lada, atau Jakarta Sebelum Pagi, atau Kapan Nanti, atau Tiga dalam Kayu, atau White Wedding, tapi masih khas Ziggy.

Entah akunya yang beda atau memang buku ini yang beda (masing-masing buku ngasih kesan yang beda dan juga sama) tapi aku lebih paham sama narasi di buku ini dan ga terkecoh dibanding waktu baca buku Ziggy yang lain.

Kalau buku lain, aku harus baca berkali-kali, buka-buka lagi halaman-halaman sebelumnya, baru mungkin paham, tapi kalau yang ini lebih mudah dipahami (aku ga yakin perbandingannya sama buku-buku kayak JSP atau DTL atau WW karena udah beberapa tahun lalu bacanya; tapi kalau dibandingin sama KPHI dll, buku ini rasanya lebih mudah dipahami).

Aku suka setiap permainan kata yang dibuat Ziggy, pemilihan diksinya unik dan menarik. Selalu jadi penulis favoritku dengan kekhasannya itu!

Pengen aku annotate isi-isi bukunya, karena selain menarik juga mengandung kritik sosial (cocok buat kutipan) dan lucu. Humornya ada. Terutama di buku ini (dan sepertinya di hampir semua bukunya, atau di semua bukunya, yang udah aku baca), ada misterinya yang entah ringan atau berat karena aku berfokus ke kalimat-kalimat yang membentuk narasinya, yang sangat khas Ziggy itu.

Skala, Dana, Kali, Metro, Suji.

Hijau gelap, ungu lembut, biru, jingga persik, merah.

Bahasa Melayu, Bahasa Jawa, Bahasa Isyarat, Bahasa China, Bahasa Inggris.

Muslin, satin, sifon sutra, katun, kain linen.

Menarik sekali ya, kembar lima. Buku ini diambil dari sudut pandang orang pertama yang tokohnya misterius tapi sangat dekat atau cuma keseringan berinteraksi sama segelintir dari 86 orang di dalam hotel. Ga yakin juga sih, dia apa bukan yang tau segala hal dalam narasi-narasi di buku ini.

Plot endingnya sih ga bikin kaget, tapi tetep punya daya tariknya ala Ziggy.

Pokoknya kalian-kalian pembaca yang suka Ziggy juga, jangan lewatin buku ini buat dibaca deh! Sama buat kalian-kalian yang belum pernah baca Ziggy, kayaknya buku ini cocok-cocok aja buat jadi buku yang dibaca (kalau ga nemuin buku kayak DTL atau JSP)
311 reviews11 followers
December 30, 2024
kan, betul. novel ini bagus banget! walau yah, gue akui serunya baru berasa mulai dari halaman 60an....

konsep pembunuhan di novel ini unik ya. buat yang enggak terbiasa sama konsep yang mindblowing, mungkin bakal ngebingungin. tapi seru kok! dapat banget deg-degannya semakin ke akhir.

dan dari setting tempatnya—yang ternyata di balik kaca (pantesan enggak ada yang nolongin mereka), gue yakin novel ini bakal laris manis kalau diangkat jadi film. udah kebayang gimana bagusnya tuh film nanti. cuman ya itu, budget-nya harus guede buanget, ahaha

gue mau ngomentarin gaya bahasanya kak ziggy yang terlalu ribet buat genre misteri-thriller, tapi ya memang kakaknya begini gaya khas menulisnya. jadi bukannya menjadi nilai minus, justru menjadi nilai plus. karena ini ciri khas.

cuman ya, lagi—sama kayak "tiga dalam kayu"—buat lo yang biasanya sulit baca novel-novel misteri-thriller, novel ini enggak beginner friendly ya. karena ya itu, selain harus mikir siapa pelakunya dan apa yang sebenernya terjadi, lo juga harus "menerjemahkan" gaya bahasanya kak ziggy. ribetnya double.

sedihnya dapat, nuansa bosan di lokasinya dapat, deg-degannya dapat, kagetnya dapat, kepolosan kembar lima dapat, bingungnya juga dapat... pokoknya nano-nano di novel ini dapat banget deh semuanya! suka!

oh ya, kayak yang udah gue bilang sebelumnya. tokoh utama kesukaan gue dari kembar lima si kali. kali tuh unik banget. kalau gue punya adek yang kayak dia, gue enggak bakal kesel atau marah. justru kayaknya gue bakal penasaran, nih bocah sebenernya apa isi pikirannya, wkwk

satu yang masih mengganjal di pikiran gue. siapa pak pemilik hotel ini, dan apa hubungannya beliau sama pernikahan, dan kenapa ibu sai bisa tahu. gue yakin pernah baca clue-nya di awal, cuman ya kan kayak gue bilang, sebelum halaman 60an tuh ngebosenin. jadi mungkin gara-gara itu gue jadi lupa blas tentang si pak pemilik hotel ini.

tapi ya kalau kita lihat dari sisi positifnya, berarti kak ziggy berhasil menyembunyikan pelakunya, bahkan sampai ke akhir—sampai harus baca ulang dulu, baru tahu siapa tokoh ini. kak ziggy sukses menulis novel ini. keren.

tapi ya, jujur, gue belum nemu sih siapa pak pemilik hotel ini, hehe. perlu baca ulang dengan lebih teliti nih.

novel ini sangat direkomendasikan buat yang suka banget sama genre misteri-thriller. baca deh, dan siap-siap terpusing-pusing, wkwk
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Kayy.
30 reviews
July 20, 2025
okay... i needed a breather after finishing this one buat mencerna what the hell was i reading. jadi tadi aku udah menyelam ke review orang" lain juga di sini dan yeah okay here's my take on this: aku pertama tertarik sama buku ini karena baca premisnya. thriller, murder mystery kind of stuffs kalau dilihat dari premisnya. dan setelah baca beberapa banyak bukunya ziggy yang aneh-aneh tapi intriguing and had me on a choke hold the whole time reading it, aku penasaran yang ini karena premisnya nyentuh the kind of genre i actually search for in literary.

aku butuh waktu agak lama buat selesai baca buku ini, dan walaupun dari segi perlunya memahami words between the lines di buku ini gak sesulit buku ziggy yang lainnya, cerita di buku ini menurutku tetep kerasa lumayan berat sih. i actually survived and enjoyed reading a lot of murder mystery books because biasanya kan ada satu tokoh yang bakal mikir buat kita, pointing out the clues dan penyelesaian bertahapnya, but you won't find anything like that here.

semakin dibaca, semakin bingung dan gak kepikiran apa sih yang sebenernya terjadi? and no one knows. terbit satu kemungkinan solusi and the next thing, we got to watch it go down. terus begitu selama keseluruhan jalan cerita. even 30 pages left towards the ending i'm still completely lost. tapi yang menurutku berhasil narik perhatianku dan gak bikin bosen ya penokohan dari seluruh karakter yang gak sedikit di sini. 80+ characters and ziggy managed to shine the light to a lot of them with their own uniqueness. as someone who also writes, i know that isn't a piece of cake. but she did it really well, aku beneran salut sama penulisan ziggy in all her works.

penyelesaiannya di akhir sebenernya kalau dipikir-pikir lumayan make sense in a way yang menyadarkan aku kalau spekulasiku selama baca kejauhan wkwk. and untuk sebuah premis cerita dari bukunya ziggy yang very dark, the ending was a light one which is really relieving (dibanding buku ziggy yang lain).
Displaying 1 - 30 of 184 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.