Jump to ratings and reviews
Rate this book

Para Pelacur dalam Perahu: Sebuah Roman

Rate this book
"Bukan karena romantisme, dan bukan karena pilihan eksotis, melainkan karena rumah mereka di daratan dibakar; nyawa mereka terancam hingga mereka terpaksa menetap di atas air.

Seno Gumira Ajidarma mengisahkan hidup para penghuni 'Perahu Cinta' dengan suara halus sekaligus lantang penuh gugatan terhadap gerombolan lelaki munafik yang terus-menerus kepingin merajam mereka. Sebuah novel yang asyik dibaca, penuh adegan sinematik dan karakter unik seperti si pemetik kecapi, si peniup seruling, di gila elektronik, si jago masak....">
LEILA S. CHUDORI, penulis dan wartawan

"Bagaimana kalau pelacuran dilepaskan dari citra eksploitatifnya? Bagaimana jika para pelacur memberdayakan diri mereka sendiri, dan justru menjadi merdeka berkarya dengan modal dan keahlian yang selalu diasah?

Keputusan para pelacur untuk tidak "menetap", melainkan berada di atas perahu yang selalu berlayar, juga merupakan suatu metafora yang indah bahwa manusia perlu terus bergerak sampai nasib berkata tidak."

ANDINA DWIFATMA, penulis novel Lebih Senyap dari Bisikan

281 pages, Paperback

First published November 1, 2023

4 people are currently reading
30 people want to read

About the author

Seno Gumira Ajidarma

99 books838 followers
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Bentang Budaya in 1996.

Mailing-list Seno Gumira fans:
http://groups.yahoo.com/group/senogum...

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
7 (36%)
4 stars
8 (42%)
3 stars
4 (21%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Teguh.
Author 10 books333 followers
November 24, 2023
Definisi rindu prosa panjang Seno Gumira Ajidarma

SGA rasanya tidak pernah absen nulis cerpen, setidaknya setiap tahun kita akan membaca satu cerpen SGA di Kompas, tapi kalau novel panjang rasanya yang terakhir adalah Marti dan Sandra — yang tetap menurut saya ini adalah semacam novella yang dikembangkan dari cerpen SGA, Pelajaran Mengarang: Cerpen Pilihan KOMPAS 1993 tahun 1992, kemudian menjadi cerbung di Kompas dan terbit sebagai buku. Maka ketika Para Pelacur dalam Perahu diumumkan akan terbit, rasanya saya harus segera membaca sebagai obat kerinduan atas fiksi panjang SGA.

Sebagaimana judul kita akan disuguhi kisah 20 pelacur yang ada di atas perahu, di bawah komando muncikari Tumirah. Namun yang menarik sebagai awalan adalah bagaimana rumah bordil itu harus terbakar dan mereka mencari suaka dengan perahu. Dikisahkan bagaimana rumah bordil yang ada di tengah — yakni di antara kamp gerilyawan dan markas tentara — daerah konflik. Rumah bordil juga yang melayani dua belah pihak, baik tentara maupun gerilyawan. Jadi digambarkan, abis melayani tentara ya melayani gerilyawan. Dan itu tidak menjadi soal. Justru sekelompok lelaki berbaju serbahitam, dengan pakaian seperti ninja yang membakar rumah bordil. Mempersekusi dan memperkosa para pelacur.

Para pelacurnya diperkosa, yang melawan dianiaya, dan sebagian besar dibunuh karena mempertahankan kehormatan. Tentu saja para pelacur mempunyai kehormatan. Mereka bukan hanya berdarah dan berdaging. Mereka mempunyai hati, naluri, perasaan, dan pikiran. (hal.1)


Itulah yang membuat saya boooom! Gilaks, SGA menempatkan pelacur bukan sebagai objek lemah dengan kacamata suci, juga bukan dengan kacamata aktivis yang harus dibela. Seno menempatkan mereka sebagai manusia yang terhormat juga harus menghadapi kenyataan perihal pekerjaan dan cibiran.

Sepanjang kisah, kita akan dihadirkan pelacur yang berdaya dan bisa memilih kehidupannya sendiri. Dan yang paling menarik juga adalah simbolissasi perahu dan sungai. Aiiish begitulah hidup. Rasanya mengalir saja, seperti perahu dan sungai. Kadang bisa ditebak, kadang ajaib dan mengejutkan.

Awal dan akhir novel ini menarik. Di awal perahu Tumirah hanya menjauhi kesedihan, ternyata di ujung dia menuju hal bernama kehancuran. Kaaaan tjakeeeep.

Yang saya sedikit bias, di awal saya khawatir SGA akan sangat seksis dan eksploitatif atas tubuh perempuan. Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti. Dia hadir dengan kesadaran untuk tidak menjadikan tubuh sebagai bahan, tetapi cerita.

Serulah!
Profile Image for Nona Ana.
122 reviews11 followers
November 27, 2023
Sepertinya pengetahuanku tentang sastra sangat minim. Awalnya ku kira roman itu kisah cinta, ternyata beda lagi. Hehe. Roman sendiri adalah jenis karya sastra berbentuk prosa yang menceritakan sebuah kisah atau cerita yang panjang. Roman biasanya bercerita tentang kehidupan para tokohnya yang dijabarkan secara detail dan mendalam. Jadi ya semacam slice of life gitu kali ya. Btw beli buku ini karena penulisnya dan gak baca blurbnya. Ternyata lebih asik kalo baca buku sebelum baca blurb

Para Pelacur Dalam Perahu bercerita tentang Tumirah sang muncikari yang berumah bordil di tengah hutan yang melayani gerilyawan dan tentara. Diceritakan rumah bordil tiba-tiba diserang seorang ninja dan terbakar. Tumirah pun mulai membangun kembali rumah bordilnya, yang unik Tumirah membangunnya diatas perahu. Dimulai lah pertualangan Tumirah dan para pelacur menyusuri sungai diatas Perahu Cinta

Tokoh di novel ini cukup banyak, tapi SGA memberikan perkenalan seluruh karakter awak kapal pada bab 4, sehingga pembaca tidak akan bingung. Dijelaskan latar belakang tiap karakter, hal ini yang membuatku simpatik dengan tiap-tiap karakternya.

Sebagai perempuan saya suka bagaimana SGA menuliskan para awak kapal yang hampir semuanya perempuan (hanya ada 1 laki-laki di Perahu Cinta). SGA menggambarkan perempuan sebagai makhluk mandiri dan bisa memilih kehendak sendiri, meskipun pada tiap-tiap pilihan ada konsekuensi yang menyakitkan tapi bukankah itu yang namanya kehidupan?. Hehe

Untuk kamu yang suka mempertanyakan ending suatu cerita, kurasa ini bukan novel untuk kamu karena nyawa dari novel ini ada pada perjalanan Perahu Cinta itu sendiri. Bagaimana Tumirah mengajari para pelacurnya kama sutera, pencak silat, dan hal lainnya.

Jadi siap mengikuti perjalanan Tumirah dan para pelacur diatas Perahu Cinta?
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
293 reviews6 followers
May 6, 2024
Para Pelacur dalam Perahu, merupakan roman karya Seno Gumira Ajidarma yang bercerita tentang Tumirah sang muncikari dan serombongan pelacur yang harus ia jaga martabat dan kehormatannya setelah rumah bordilnya diserang oleh sekelompok orang yang tidak diketahui identitasnya namun dipercaya punya kuasa lebih dari apa yang dibayangkannya.

Kesedihan akibat kehilangan tempat bernaung dan juga kawan seperjuangan dalam melacur harus segera Tumirah dan para bidadarinya lupakan segera. Perahu Cinta berlampion merah yang berlayar gagah di sungai agaknya cukup menjadi bukti bahwa sedih harus segera disudahkan dan perjalanan haruslah dilanjutkan.

Memang bukanlah perkara yang mudah untuk Tumirah dan para bidadarinya untuk menjalani hari-hari dan mengoperasikan bisnis pelacuran diatas perahu. Namun dengan kesungguhan dan tekad yang kuat, segala aral melintang dilaluinya meskipun tidak sedikit duka dan bencana menghampiri mereka.

Bagi saya, cerita tentang pelacur dalam buku ini bukanlah hal tabu yang perlu dikhawatirkan akan membuat pembacanya terpicu melakukan keputusan tertentu. Justru, buat saya cerita tentang Tumirah dan para bidadarinya perlu dibaca banyak orang. Supaya stigma tentang pelacur dan kehidupannya tidak melulu bersumber dari asumsi yang ada dikepalanya saja. Mereka juga berdaya dan punya kehormatan serta martabat yang juga sama tingginya dengan yang lain (sesama manusia).

Ini bukanlah fiksi yang bercerita tentang eksploitasi perempuan dan hal-hal lain yang merendahkan. Ini merupakan potret dari eksistensi pekerjaan yang paling purba. Tentang perjuangan para perempuan yang termarjinalkan dan dihilangkan status setaranya dari kehidupqn sosial bermasyarakat.
Profile Image for Ida.
194 reviews4 followers
October 29, 2024
Gw paham sih kisah roman ini bertujuan menunjukkan pemberdayaan sekelompok pelacur dengan rumah bordil terapungnya. Tapi sebagai penikmat bacaan fiksi gw ga nikmatin ceritanya.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.