Jump to ratings and reviews
Rate this book

Dua Pasang Mata

Rate this book
Tujuh tahun lalu di Bandung, kecelakaan mobil itu terjadi. Gara-gara iseng memainkan setir mobil, Ralphie melakukan kesalahan terbesar di dalam hidupnya. Dia merenggut nyawa Viora, adik bungsunya, dan merampas penglihatan Theola, adik tersayangnya.

Sejak saat itu Theola membenci kakaknya. Dia menganggap Ralphie telah merampas tiga hal yang begitu penting dalam hidupnya: sepasang mata untuk melihat keindahan dunia, seorang adik yang paling manis, dan kepercayaannya akan kasih sayang seorang kakak.

Dan kini Ralphie dan Theola kembali bertemu. Dalam keadaan tak saling mengenal. Karena Ralphie menyamar sebagai Rabel, seorang berandalan yang selalu bikin onar.

Untuk sesaat, Rabel bahagia dengan identitas barunya. Sebab kini dia bisa melindungi Theola dan menebus kesalahannya. Tapi, kebahagiaan itu ternyata tak berlangsung lama. Sebab, Theola---yang tak pernah tahu siapa Rabel sebenarnya---mulai jatuh cinta.

Rabel kebingungan. Kepada siapa Theola jatuh cinta sebenarnya? Sungguhkah kepada dia, kakak kandungnya sendiri? Atau kepada Arizona, cowok ganteng saingan terberat Rabel di sekolah yang diyakininya cuma mau mempermainkan Theola?

Sayang, sebelum Rabel menemukan jawabannya, semua sudah terlambat...


Dua Pasang Mata merupakan salah satu novel Alexandra yang ditulisnya saat duduk di kelas 2 SMP. Novel ini dulu dibuat dengan latar belakang Amerika dan kini ditulis ulang dengan penambahan dan pengurangan karakter, perubahan setting cerita, serta penambahan dan pengurangan isi cerita. Novel ini selalu ia khayalkan akan menjadi novel pertamanya yang diterbitkan.
Sebelum menerbitkan novel ini, Alexandra telah menulis sebuah novel cerita rakyat anak-anak berjudul Cinta Ande-Ande Lumut. Namun, Dua Pasang Mata adalah novel karya aslinya yang pertama.
Saran dan kritik sangat dinantikan di alexandra_leirissa@yahoo.com.

280 pages, Paperback

First published January 1, 2005

41 people are currently reading
870 people want to read

About the author

Alexandra Leirissa Yunadi

3 books67 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
392 (32%)
4 stars
312 (25%)
3 stars
350 (28%)
2 stars
116 (9%)
1 star
37 (3%)
Displaying 1 - 30 of 63 reviews
Profile Image for Silvia Natari.
71 reviews
January 27, 2013
Be honest to people
Be honest to the ones you love
Be honest to yourself
Be honest for always...


Ini novel pertamanya kak Alexandra yang aku baca. And I love it! So full of moral value! Let's re-view!!

First, naming tokohnya itu agak gimana gitu ya. Susah aja nyebut namanya : Ralphie, Theola agak terbelit gitu lidah nyebutnya. Hehe.

Ayo dikupass!!

Ralphie : I've a view actually Rabel is a handsome guy if...he cuts short his hair! Rite?! Character Rabel jelas ya Hard,Berandal,Jiwa keras. Dan yg paling ter-catch itu dia gak bisa- gak berani Jujur!! He's so far thinking about a worst possiblity!

Theola : I think she's a closely and afraid woman. Dia terlalu takut untuk jujur sama halnya dengan Rabel (sodaraan!!) bahkan untuk jujur sama dirinya sendiri itu kayaknya hard banget!! Jujur kalau sebenarnya dia itu udah maafin kesalahan fatal kakaknya ; Rabel, jujur kalo sebenarnya dia merindukan sosok kakaknya itu. Kenapa itu semua terungkat setelah Rabel tiada? Kenapa?Kenapa??

Arizona : Fallin' in love with him. Dia kebanyakan cowok SMA pada umumnya ya...cuek..kewl..brandal..walau sebenarnya kalau masalah hati alias cinta mata jenakanya itu bisa berubah jadi mata binar bak seorang pujangga. Yakiin..Zona pasti keren!!

Kurangnya dari novel ini ialah kurangnya peran serta orangtua dalam hal tersebut mengingat ini sebenarnya masalah dua sosok saudara kandung.

But overall...this is an awesome novel. Swore!! Moral value-nya banyak bgt! Gimana kita harus jujur sama hati kita? Gimana kita harus berdamai dengn hati kita? Gimana kita harus ikhlas dan memaafkan? Totality this novel teach-ing it!!


Dan harus baca karya kak Alex lainnya!
8 reviews1 follower
April 5, 2013
I write this review based on what I remember from years back when I was in high school.

I thought it was a very good novel, if I was still in high school, I would definitely give it a 5-star.

This is a very touching novel which depicts a big heart brother who is willing to give everything for his lovely sister.
For me, who is a sucker for happy-ending novel, this ending doesn't work for me. I just think it is unnecessary for her brother to die just to give his eyes for her. There is also an incest element makes me shudder when she thought she might be in love with her brother.
But overall, i think it is an ok novel, you might need it when you are in 'mellow' mood. It is a definite tear-jerker.
Profile Image for Eksa.
292 reviews25 followers
September 6, 2021
Pernah dapet rekomen baca novel ini waktu smp, katanya temenku sampe nangis2. Bertahun2 kemudian baru sempet baca deh. Jujur aku bakal ikutan nangis dan suka banget buku ini kalo aku baca pas smp juga haha tapi sayangnya karna baca ini pas udh tuir jadi aku cuma bisa tepok jidat dan hadehh berkali-kali ngebaca stupid choices yang dilakukan para tokohnya😭😂 I'm so sorry. Overall ide cerita dan konfliknya sejujurnya cukup menantang, gak ngebosenin, alur cepet (not in a bad way), gak kerasa baca ini cuma beberapa jam aja✊🏻

P.S aku suka banget nama Ralphie, unik, Rabel juga suka (Ralphie Gembel)😂👍🏻
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book265 followers
August 23, 2013
Pinjam buku ini dari Peri Hutan ,gara-gara baca reviewnya. Ah..kayaknya kalau baca review adek Peri itu, pasti bawaannya pengen minjam :))

Terakhir kali saya membaca 2 buku teenlit, saya ga bisa dapat feel-nya. Yang ada saya malah bingung setelah membacanya. Sempat agak ragu juga ketika melihat label teenlit di sampul buku ini, tapi akhirnya saya baca juga. Dan ternyata saya suka ceritanya...

Kisah dibuka dengan memperlihatkan betapa Ralphie sangat menyayangi adiknya, Theola. Tetapi karena satu kecerobohan saja, Ralphie justru kehilangan kepercayaan dan mendapatkan rasa benci yang sangat besar dari adik kesayangannya itu. Di suatu sore, ketika ibunya sedang berbelanja di toko dan meninggalkan mobil dalam keadaaan masih menyala, Ralphie dengan iseng duduk di kursi sopir dan bermain-main dengan setir. Naas, mobil itu melaju kencang dan menabrak pohon. Viora, adik bungsunya, meninggal dunia setelah koma beberapa hari, dan Theola kehilangan penglihatannya. Sementara Ralphie tidak mengalami luka parah.

Saya jadi teringat kembali kisah yang hampir sama yang pernah saya alami sewaktu masih kecil. Ketika saya dan tiga orang saudara saya sedang menunggu di atas mobil jeep, tiba-tiba adik sepupu saya iseng memainkan kunci mobil. Mobil berjalan lumayan cepat di atas jalan yang menurun. Syukurlah ada orang dewasa yang melihat kejadian itu dan segera melompat mematikan mobil entah bagaimana caranya. Yang saya tahu saya menangis karena takut, dan dilanjutkan menangis karena dimarahin ortu :))

Kembali ke Ralphie, karena merasa bersalah Ralphie pergi dari keluarganya dan menghilang selama 7 tahun. Hidup Ralphie jadi berantakan, dia tumbuh menjadi pemuda yang nakal, semrawut dan berandalan. Untungnya dia bertemu dengan seorang Romo yang bisa membuat Ralphie bertahan hidup. Saking gembel-nya Ralphie jadi dikenal dengan nama Rabel (Ralphie Gembel).

Tanpa diduga olehnya, dia bertemu kembali dengan Theola yang sudah tumbuh menjadi gadis cantik. Pertemuan itu diatur oleh sahabat mereka Marva dan Adiel. Rabel tidak bisa mengaku siapa dirinya, karena Theola masih sangat membencinya. Bagi Theola, kalau Ralphie bisa mengalami hal yang sama dengannya, mungkin Theola bisa memaafkan Ralphie. Berada di samping Theola, melindungi Theola tetap tidak mengurangi rasa bersalah di dalam diri Ralphie. Apalagi ketika dia tahu Theola jatuh cinta pada Rabel.

Alur ceritanya sangat rapi, masing-masing tokoh dengan porsi yang pas dan tidak berlebihan. Dialognya juga menarik, dan bisa memberikan gambaran dari karakter setiap tokohnya. Konflik yang sederhana jika diolah dengan rapi, hasilnya tentu bagus. Ending-nya juga tidak dipaksakan. Kejujuran dan keterbukaan adalah pesan moral yang ingin disampaikan dari kisah ini.
Profile Image for Fhily.
Author 1 book44 followers
November 8, 2011
Novel yang udah lama ku baca berhubung baaru join goodreads jadi baru me-review sekarang :p

Berawal dari sebuah keisengan Ralphie sang kakak yang berbuntut pada hilangnya nyawa adik bungsu dan penglihatan Theola -adiknyajuga-, sehingga Theola sangat membenci kakaknya... Pada sebuah kesempatan mereka bertemu dan Ralphie menyamarkan identitasnya guna melindungi adiknya tersebut tetapi Theola malah jatuh cinta pada sosok Rabel... Paling aku ingat pas di taksi Theola menanyakan bagaimana ciri-ciri fisik Rabel -Ralphie- dan dia menyebutkan keterbalikan... karena dia tak mungkin mengatakan yang sebenarnya soalnya mereka itu mirip -secara kakak beradik- sampai sopir taksi heran sendiri..

Pokoknya really like this lah :)
Profile Image for Lovina.
87 reviews
August 9, 2012
'Dua Pasang Mata' novel mbak Alexandra kedua yg ku baca setelah Bidadari Santa Monica ^^
karena kesuksesan Bidadari Santa Monica memikatku jadi berburu ke OS deh nyari novel ini *meski dua belas pendar belum dapet*
ini novel pertama mbak Alexandra yg sudah lama dibuatnya *semenjak SMP kalau gak salah :p

cerita aslinya simple hanya berawal dari kesalahan di masa kanak-kanak rabel yg membuat adiknya theola buta & adik bungsunya meninggal, rabel harus menangung rasa bersalah ini seumur hidupnya .

agak sebel juga sama theo yg tak kunjung bisa memaafkan rabel .
hingga akhirnya rabel berniat mendonorkan matanya dan harus meninggalkan dunia ini .
yah bab terakhirnya berhasil membuat pertahanan air mataku jebol>< keren!
Profile Image for Natha.
780 reviews73 followers
April 5, 2011
Sempet nge-referensi-in ini ke satu orang teman dan berhasil dengan sukses. Walau untuk saya pribadi, buku ini bila dibandingkan dengan buku teenlit satunya (yang dibeli pada tanggal yang sama), masih kurang nampol (lebih seru yang satunya seh :p).
But overall, bukunya oke koq. Memang ceritanya di beberapa sisi cukup untuk bikin terenyuh, tapi tetep mantap. Yah.., walau ada yang kurang greget di endingnya. *gigit* Pokoke, bolehlah buku ini dibeli dan dijadikan koleksi teenlit. Termasuk cerita dengan tema yang jarang diangkat soalnya, belakangan ini khan hampir semua teenlit, ceritanya beralur sama dan mudah ketebak. Sangat membosankan. :3
72 reviews
May 23, 2010
Bingung mau ngomentari novel ini. dr sisi cerita OK, menyentuh, bikin terharu. Tp soal moral of the story-nya asli parah. Gimana mgk ketulusan cinta spt itu tdk mdpt pengampunan, stlh mati br mau dimaafkan. buat apa, wong orge wes mati? telat! eksekusinya jg jelek, stlh semua cara dilakukan demi mdpt pengampunan dr sang adek, ujung2nya bunuh diri, apa g bullshit? klo bunuh diri ya lgs aja dr awal kan selesai, ngapain dipanjang2in smpe jd satu buku? kecewa bgt ama moral of the story-nya. pdhal ide ceritanya udah ok.
Profile Image for Resti .
420 reviews4 followers
October 24, 2011
Baca buku ini bertahun tahun yang lalu pas jaman smp. :D
pinjem sama temen yg hobi dan mampu beli buku (duit jajan aja cuma 2ribu rupiah, mana bisa beli buku.. huyuh)
waktu itu lagi seneng senengnya baca teenlit gini makanya suka banget sama cerita buku ini.duluu. ga tau yah kalo sekarang. mungkin masih suka, walo ga sesuka dulu. :)
Profile Image for Bungadewi.
178 reviews32 followers
May 9, 2013
simpel. aku jatuh cinta banget sama tokoh Arizona. walaupun fokus ceritanya adalah kisah Theola dan Raphael, tapi jelas nggak ada yang nggak kepingin di'pedekate' dengan caranya Arizona yang... out of the box. hehehehe...
Profile Image for Jeon Dani.
132 reviews64 followers
April 20, 2019
Gue selalu lemah sama hubungan kekeluargaan dalam suatu cerita. Dan cerita ini mengisahkan hal tersebut.

Tentang sepasang adik Kakak—Ralphie dan Theola. Keduanya yang sangat dekat dan saling sayang itu membuat gue merasa novel ini berlebihan (awalnya) karena gue dan Kakak gue enggak pernah seperti itu. (Oke, curhat).

Lalu sebuah kejadian—atau kecelakaan—yang disebabkan oleh Ralphie kecil membuat ia harus menjadi biang kerok disini. Ia yang 'didakwa' oleh Theola telah membunuh Viora—adik mereka—dan membuat pengelihatan Theola pun menghilang.

Theola bertemu Rabel—Ralphie Gembel, panggilan yang diberikan teman-temannya—Kakaknya yang menyembunyikan identitas aslinya dari Theola, selalu berusaha dekat lagi dengan adiknya, berusaha melindungi, menyayangi bahkan ingin membalas segala kesalahan yang ia perbuat tanpa disengaja dulu.

Oke, ini novel tahun 2000-an yang mana baru gue baca sekarang dan gue masih bisa merasakan feel-nya, merasakan kesedihan dan kegalauan Rabel kala Theola menceritakan betapa bencinya cewek itu sama kakaknya.

Dan novel ini sukses buat hue jatuh hati. Abaikan tetang segala kekelise-annya juga tema yang sering berseliweran—karena selahi lagi novel ini terbitnya ditahun enggak enak dulu. Apalagi gue adalah pecinta novel sad ending dan tragis terutama dengan dibumbui kekeluargaan macam ini.

4.5 Staaaar
Profile Image for Sulis Peri Hutan.
1,056 reviews298 followers
April 10, 2013
Siang tadi ketika saya memilih-milih buku untuk disumbangkan dalam rangka ultah BBI tahun ini saya melihat kembali buku yang pertama kali saya baca waktu SMA dulu, ketika dicetak ulang dengan cover baru ada rencana untuk membaca ulang lagi tapi karena kesibukan dan banyak buku yang lebih diprioritaskan saya mengabaikannya. Buku ini bisa dibilang buku tersedih yang saya baca, pertama kali baca saya nangis sesegukan bahkan ketika saya membaca ulang tadi malam dan selesai sebelum saya nulis ini, dari awal sampai halaman terakhir saya menangis, sesak sekali dada saya, mata saya bengkak, tangis saya kencang. Kacamata saya waktu remaja dengan kacamata saya sekarang yang dewasa muda tentu ada perbandingannya, dulu saya mengabaikan bagian yang tidak realistis di buku ini dan sekarang ketika membaca ulang tentu saja sedikit konyol. Tapi bukan itu yang penting, bukan cerita bak sinetron yang membuat saya menangis. Ikatan keluarga yang terjalin di buku ini, perasaan dua saudara yang sama-sama terluka.

Saya sangat menyukai cerita keluarga, bisa dibilang sangat sensitif sekali. Beberapa cerita tentang anak-ayah/ibu yang saya baca sukses membuat mata saya berkaca-kaca, dan saya baru menemukan satu cerita tentang kakak-adik yang sangat menyentuh, buku ini.

Cerita di mulai ketika Ralphie melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, dia bermain dengan kemudi yang ditinggal sebentar oleh ibunya yang menyebabkan kecelakan naas bagi kedua adiknya, Viora adik bungsunya yang berumur empat tahun meninggal setelah koma panjang, dan Theola harus kehilangan kedua matanya, sedangkan dia hanya luka-luka sedikit. Sejak saat itu semua mulai berubah. Ralphie telah merampas tiga hal terpenting dalam hidup Theo; Viora, sepasang matanya dan kepercayaan kepada kakak satu-satunya. Sejak saat itu kebahagiaan Ralphie ikut padam. Kemudian Ralphie melarikan diri, lari dari kenyataan.

Tujuh tahun kemudian Ralphie bertemu kembali dengan Theo berkat rencana dua sahabat mereka sejak kecil, si kembar Marva dan Adiel. Mereka berdua beranggapan kepindahan Theo ke Jakarta dari Bandung, keberadaannya bisa merubah sifat buruk Rabel -Ralphie Gembel- yang terkenal tukang palak, preman sekolah, suka ngrokok dan mabuk-mabukan. Sejak lari dari rumah Ralphie tinggal di sebuah kamar di belakang sekolahnya atas ijin pendirinya dulu, Romo Robert, yang dulu menolong Ralphie kecil.

Awalnya Ralphie takut bertemu kembali dengan Theo, karena dia tahu adiknya sangat membenci dirinya tapi rasa sayang dan kangen yang sudah bertahun-tahun terbendung sudah tak tertampung lagi. Dengan identitas yang baru dia berharap bisa menjaga, melindungi dan menyayanginya sama seperti ketika mereka kecil dulu. Salah satunyaadalah melindungi Theo dari Arizona, saingan terbesar Ralphie, mantan teman sebangku Ralphie sewaktu sekolah dulu (Ralphie tidak naik kelas dua kali sehingga berakhir DO) dan juga dari preman-preman suruhan adik Arizona, Irene.

"Ternyata, betul kata orang, berbohong itu punya efek bola salju. Berawal dari suatu hal kecil, lalu ketika menggelinding turun, bola itu semakin membesar dan terus membesar. Tanpa bisa dihentikan."


Usaha Ralphie itulah membuat saya nangis kejer, begitu sayangnya dia terhadap adiknya dia rela menjadi sesuatu yang baru. Kalau dia berkata jujur dia takut Theo tidak akan mau menemuinya lagi. Perasaan saya sakit ketika Theo menyebutkan kalau orang yang dibencinya nomer satu adalah kakaknya sendiri. Ralphie memang bersalah, kesalahan yang tanpa sengaja dia buat waktu kecil yang berimbas sepanjang hidupnya. Dia sendirian menangung beban tersebut, dia merindukan orang tua dan adiknya tapi karena perasaan bersalah itulah dia memilih untuk menjauh, memilih menggantikan Theo melawan ketakutan terbesarnya. Saat-saat Ralphie bersama Theo sangat mengharukan. Dulu bahkan sekarang pun ketika selesai membaca buku ini saya pengen banget punya kakak seperti Theo, yang dengan tulus menyayangi dan menjaga adiknya *serot umbel*.

Bagian yang romantis di buku ini adalah ketika Arizona mengajak Theo nonton AADC (Ada Apa Dengan Cinta?) lebih tepatnya dia menyuruh orang untuk mendongengkan cerita AADC untuk Theo. Agar adil, Zona pun ikut menutup matanya.

"Gue tutup mata gue juga untuk nemenin elo. Jadi kita akan mendengar hal yang sama. Melihat hal yang sama."


Buku ini adalah karya Alexandra Leirissa Yunadi pertama yang saya baca dan langsung suka! Saya pun tanpa ragu membeli teenlit keduanya; Dua Belas Pendar Bintang (yang sekarang hilang, hiks). Walau tak sebagus buku pertamanya tetap saja asik untuk diikuti. Setelah vakum beberapa tahun menerbitkan buku, penulis yang pernah meraih beberapa penghargaan dalam bidang menulis (Juara I dan Harapan Lomba Cerpen Majalah Anita 1996, Juara Harapan Lomba Cerita Misteri Majalah Bobo 1997, Juara II Lomba Dongeng Majalah Bobo 1998, dsb), sempat merambah dunia penulisan anak dan menjadi penulis tetap di Majalah Bobo selama hampir tiga tahun ini menerbitkan novel Metropop; Bidadari Santa Monica yang tidak kalah sedihnya. Dua Pasang Mata ditulis ketika dia duduk di kelas 2 SMP dengan latar Amerika dan mengalami perombakan besar sebelum terbit tahun 2005. Walau sebelumnya menulis novel anak-anak berjudul Cinta Ande-Ande Lumut, Dua Pasang Mata adalah karya aslinya yang pertama. Saya kangen tulisan mbak Alexandra, sejak novel terakhirnya dia kembali 'puasa' menerbitkan buku padahal tulisannya bagus sekali. Oh ya, buku ini sudah cetak ulang dengan cover baru, jadi tidak ada kesulitan lagi kalau pengen baca buku yang udah terbit 8 tahun yang lalu ini . Kalau saya lebih memilih cover pertama karena sosok Theo dan Ralphie begitu mirip, sama seperti di novelnya kalau mereka memang identik.

Buku ini saya rekomendasikan bagi penyuka teenlit, yang suka cerita sedih, yang suka cerita keluarga.

4 sayap untuk Ralphie Devorian Arras.
Profile Image for Putri Natalia.
119 reviews10 followers
November 21, 2017
Gw punya titik lemah dalam baca novel salah satunya adalah interaksi kakak adik. Teenlit yang telaaat banget gw baca ini udah nyentuh titik lemah itu.
Protektifnya Rabel dan rasa bersalahnya bikin gw mellow saat baca bagian Rabel dan Theola. Tapi untungnya penulis juga menyelipkan karakter Arizona yang walaupun hidupnya getir dia memilih untuk jadi cwo yang periang dalam mendekati Theolla dia nih yang bikin buku ini ga terlalu mellow. 4 bintang karena aku merasakan getaran cinta dan juga kesedihan yang dirasakan Rabel
Profile Image for Revol  Ratna.
18 reviews2 followers
February 1, 2018
Ya ampun novel ini udah lama banget! dari zaman gue SMP! hahaha (terbawa2 perasaan nostalgia) okay based on what I remember, i thought it was a good novel. Touching & sad story.
Profile Image for Bunga Pratiwi.
17 reviews
May 18, 2023
bacaan gw jaman SMA, salah satu bacaan remaja yang ringan, ada plot twistnya sedikit di akhir. agak absurd juga sama cinta segitiga yang terjadi sih disini hahhah :)))
Profile Image for Biondy.
Author 9 books234 followers
May 1, 2014
Judul: Dua Pasang Mata
Penulis: Alexandra Leirissa Yunadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Halaman: 280 halaman
Terbitan: Agustus 2005

Dua Pasang Mata bercerita tentang sepasang kakak-adik, Ralphie dan Theola, yang menjalani hidup dengan membawa lukanya masing-masing. Saat mereka kecil, Ralphie pernah iseng memainkan setir mobil yang berujung pada sebuah kecelakaan. Viora, adik bungsu mereka, meninggal. Theola kehilangan penglihatannya, sementara Ralphie lolos hanya dengan luka-luka ringan.

Bertahun-tahun kemudian, Ralphie dan Theola kembali bertemu. Kali ini Theola tidak mengenali kakaknya, yang lari dari rumah bertahun-tahun yang lalu, karena Ralphie telah berubah menjadi Rabel. Seorang pria liar yang selalu berbuat onar.

Karena tahu Theola masih belum bisa memaafkannya, Ralphie terus bersembunyi di belakang sosok Rabel. Sikapnya yang selalu baik dan melindungi, membuat Theola jatuh cinta pada Rabel, tapi di satu sisi, ada juga Arizona, musuh bebuyutan Rabel. Awalnya Zona mendekati Theola untuk tujuan lain, tapi perlahan-lahan dia betul-betul jatuh hati pada gadis itu.

Review

Buku ini berhasil melampaui ekspektasi saya. Awal membaca, saya merasa buku ini sedikit "lambat". Maksudnya, saya kurang bisa langsung masuk ke dalam ceritanya seperti yang saya alami waktu membaca Ramalan Fudus Ororpus. Hanya saja pelan-pelan buku ini berhasil menyerap perhatian saya dengan tokoh-tokoh dan konfliknya.

Tokoh-tokohnya bagus dan membuat saya peduli. Penokohan Theola juga dibuat dengan cermat. Ada adegan yang menunjukkan bagaimana Theola bisa membedakan warna pakaiannya lewat jenis kain, juga bagaimana gadis itu melipat uangnya dengan cara yang berbeda-beda untuk menunjukkan nilai mata uangnya.

Rabel juga tokoh yang sangat menarik. Berusaha menebus kesalahannya, dia mati-matian melindungi Theola. Baik dari Zona yang berusaha merebut perhatian adiknya itu, juga dari Iren, adik Zona yang suka pada Rabel dan tidak terima karena Zona dan Rabel suka pada Theola.

Akhir ceritanya terasa sangat mengharukan. Saya bahkan sempat tegang membacanya, padahal novel ini bukan termasuk genre suspense atau thriller.

Secara keseluruhan, 5 bintang. Suka dengan tokoh, plot, dan akhir ceritanya yang gelap dan tidak biasa untuk novel teenlit. Sejauh ini merupakan salah satu novel terbaik yang saya baca di 2014.

Buku ini untuk tantangan baca:
- 2014 Young Adult Reading Challenge
- 2014 New Authors Reading Challenge
Profile Image for Nay.
Author 4 books86 followers
June 26, 2013
I love this novel so fucking bad >_<
Apa ya? Novel ini teenlit, teenlit yang keren dan indah (Ok, keren dan indah memang gak nyambung tapi itulah rasa yang ditimbulkan sehabis membaca buku ini)

Sekali lagi, ini novel teenlit. Jenis yang biasanya berkutat pada hal-hal yang mainstream, hanya berisi persaingan atau teenager romance. Tapi novel ini berhasil meramu konflik keluarga, persaudaraan dan -tak lupa- romance dengan porsi yang sangat pas.

Awal-awal baca, masih terasa kalau gaya berceritanya belum cukup lancar dan sedikit ganggu. Tapi makin kemari, novel ini semakin memunculkan daya tariknya dengan munculnya konflik dan perdebatan ruang batin Ralphie yang 'nyampe' di hati pembaca.

Memang sih, Ralphie bukan karakter favoritku, aku suka karakter Arizona. Kenapa bukan Ralphie? Karena posisi Ralphie di sini bukan sebagai tokoh yang pantas difavoritkan, tapi pantasnya sebagai tokoh yang disayangi (sok kenal banget aku).

Aku lupa kapan terkahir kali terharu sampe mewek waktu baca novel teenlit. Mungkin waktu baca novel I For You Orizuka, tapi nggak se-menyakitkan ini. Pokoknya nyesal banget udah nganggurin novel ini nyaris setahun. Padahal udah ada yang recommend dan bilang kalau novel ini bakalan nendang dan punya pesan moral yang lumayan kuat.Tapi, tetap saja aku nggak pernah setuju sih ada Kissing scene terlebih lagi di novel remaja kayak gini.

Salut banget deh buat penulisanya, padahal novel ini cetak ulang kan? Aku punya beberapa novel teenlit GPU yang dicetak ulang dan sempat aku favoritkan di masa SMA, tapi kok feelnya nggak sekuat waktu baca dulu? Lain dengan novel ini yang tetap apik meskipun udah lama terbit.

Selanjutnya mungkin aku bakal hunting novel Alexandra Leirissa yang lain.
Profile Image for Nurul.
19 reviews
July 22, 2015
Baru saja membaca ulang novel ini Juni lalu. Dan seperti yang sebelumnya. Novel ini berhasil mengaduk-aduk emosi saya.
Air mata tak henti menetes terutama menjelang lembar-lembar akhir.
Sedih. Sangat sedih.

Tentu tak mudah bagi seorang kakak, menghadapi kenyataan bahwa sang adik membencinya :''

Sayangnya saya pribadi kurang setuju. Kenapa Rabel harus bunuh diri? Akan lebih manis kalo dia tetap hidup, Theola memaafkannya dan mereka hidup bahagia.

Tapi itu fiksi. Dan bukan karangan saya. Dan Ka Alexandra memilih alur pahit seperti itu. Cukup berani :) Dan saya salut.

Novel ini sudah saya baca sejak SMP. Dan sekarang setelah SMA. Tetap seperti dulu saya tetap menganggap novel ini novel tersedih yang pernah saya baca.

4 Bintang untuknya. :)
Profile Image for Dini.
172 reviews26 followers
August 25, 2011
Seperti biasa era teenlit dahulu, setiap ibu minjem teenlit dari sekolah dan gw abis baca pasti gw nulis sesuatu yang ada dinovel itu di notes, biasanya kalimat yang bikin gw tertarik. Yang menurut gw baguslah dalam itu novel.

Saat itu ini yang gw tulis:
"Karena akan selalu ada kebahagiaan disetiap penderitaan kalau saja kita mau cukup jeli mencari"

"Untuk merasa sangat menyayangimu, tapi tak pernah bisa membawa kebaikan dalam hidupmu" (ampunn,menyayat hati ini kalimat..;p)

"Be honest to people
Be honest to the ones you love
Be honest to yourself
Be honest for always.."

Nb : kgn baca teenlit dan cinta2an model begini jadinya X)
1 review
November 15, 2008
gila. ni buku gw baca berulang2 kaga bosen2..
hmm kalo nginget ni buku. g inget ma tmen gw
mantan tmen gw..
g bnr2 bikin ksalahan , g bnr2 jd pengecut , g ga bs ngelindugin dia.
g jg slalu ngrasa g bersalah, g ngelepasin dya,wkt dia perluin gw..
but.let me try to make it simple. love me for u will never end.
Buku ini TOP BGT deh
inspiring , touching .. :')
ampe bikin nangis
klimaks nya pas suratnya itu loh
sama quotes yg
Be honest to people
Be honest to the ones you love
Be honest for always...

sip deh , alexandra cia you
g tunggu novel keren lainna.. ^^
godbless!
Profile Image for Han.
31 reviews
July 11, 2010
Aku bingung, nih tokoh utamanya siapa ya? Pertama aku kira si Rabel, tapi setelah dipikir-pikir lagi, kok kayaknya Theola ya?

Sedikit belum bisa menarik saya untuk ikut terhanyut ke dalam cerita ini, tapi beberapa adegan bisa membuat saya meneteskan air mata


Saya bilang, "BAGUS SEKALI, TAU!" hehehe.... Kan Alexandra yang buat, jadinya ya jelas bagus banget gitu.

Profile Image for Tria Nita Situmorang.
43 reviews7 followers
April 5, 2013
Novel bacaan saya kelas 5 SD yang banyak kenangannya ya ini!
Novel pertama yang saya beli pakai uang jajan sendiri.
Novel pertama yang bikin saya jatuh cinta baca buku.
Novel pertama yang bisa bikin saya nangis.
Novel pertama yang saya sampul rapi.

Nggak ngerti sebenaranya ini review atau curhatan saya... :"}
Pokoknya, suka banget sama novel ini!
Profile Image for amanda s..
3,117 reviews95 followers
June 16, 2014
Ceritanya cukup simpel dan nggak bertele-tele. Buku pertama yang saya baca dari penulis ini dan menurut saya buku ini menarik.

Meskipun agak-agak bikin merinding karena the idea of 'falling' for your own brother, pada akhirnya, tentu saja, semua berjalan lancar.

Rapi, nggak kebanyakan embel-embel 'puitis' atau bahasa yang membingungkan. Worth your time.
5 reviews
November 17, 2007
bagus....
G suka banget sama rasa sayang antar saudara yang kental banget di ceritanya..
Ngajarin kita bahwa sebenci apapun kita pada saudara kita tetep aja dia saudara kita. gak bisa dihapus dan gak bisa diingkari..
Profile Image for Rose &#x1f4da;&#x1f339;.
536 reviews133 followers
March 9, 2010
this book is good..
i myself like it..
but just read it once..
coz when my friend borrowed it and she read at class.
unfortunately,our teacher saw her read the novel instead of read the textbook =p
gee..
my book....

but i can say this book is quite ok..
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
June 14, 2014
Salah satu teenlit favorit yang berhasil membuatku menangis. Hubungan antara Rabel dan Theola sangat menyentuh. Protektifnya Rabel pada Theola is so sweet. Cara PDKT Arizona ke Theola juga bikin melumer. Aku super duper suka novel ini :)
Displaying 1 - 30 of 63 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.