Jump to ratings and reviews
Rate this book

Segenggam Iman Anak Kita

Rate this book
“Ada yang perlu kita—para orangtua—renungkan dari sebuah hadis Nabi, bahwa sepeninggal kita nanti, selain shadaqah jariyah dan ilmu yang manfaat, tak ada lagi yang dapat kita harapkan manfaatnya selain anak-anak shalih yang mendoakan. Artinya, pertama-pertama mereka harus menjadi pribadi yang shalih dulu, lalu bersebab keshalihannya mereka mendoakan kita. Maka, atas doa anak-anak kita, yang pertama kali perlu kita risaukan adalah iman mereka; keshalihan mereka.”

Berdasarkan perenungan itulah buku ini hadir, disusun penulisnya, untuk bersama-sama menyadarkan para orangtua akan pentingnya membekali anak-anak dengan iman, membangun jiwa anak-anak, dan tidak cepat berpuas diri dengan hanya meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Sekadar cerdas dan terampil belum mencukupi. Mengagung-agungkan kreativitas bisa menjadi bumerang. Berlebih-lebihan mengandalkan bakat anak justru dapat mengecewakan.

Buku ini ditulis dengan gaya penulisnya yang khas, disajikan dengan penuturan yang renyah dan mengalir, serta tidak terjebak pada panjangnya kalam dan rumitnya teori. Buku ini membincangkan hal-hal ideologis, sekaligus tidak kehilangan bagian-bagian yang praktis. Melalui buku ini, Fauzil Adhim menanamkan arti penting kepengasuhan (parenting) dan pendidikan anak berbasis tauhid, memaparkan berbagai hasil riset yang paling mutakhir dan ilmiah seputar kepengasuhan, dan meluruskan berbagai kesalahan metode dan teori pesudosains yang telanjur populer. Oleh karenanya, sudah saatnya setiap orangtua lebih memperhatikan masa depan anak-anaknya, masa depan yang jauh lebih penting; masa depan akhirat.

288 pages, Paperback

First published January 1, 2013

33 people are currently reading
207 people want to read

About the author

Mohammad Fauzil Adhim

25 books144 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
41 (41%)
4 stars
46 (46%)
3 stars
7 (7%)
2 stars
5 (5%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Ani Andriyanti.
108 reviews4 followers
January 14, 2015
Buku yang harus dibaca dan dimiliki oleh semua orangtua :)

Apa yang menyebabkan anak2 mengalami kesulitan di kehidupan dewasanya? Bukan karena sulitnya kehidupan. Bukan pula kecilnya pendapatan. Tetapi kekeliruan orangtua dalam mengasuh mereka.

Mari belajar menjadi orangtua yang benar :)
Profile Image for Meta Morfillah.
671 reviews23 followers
August 22, 2015
Judul: Segenggam iman anak kita
Penulis: Mohammad fauzil adhim
Penerbit: Pro-U media
Dimensi: 288 hlm, 2013
ISBN: 978 602 7820 07 4

"Karena tak ada lagi yang berguna sesudah kita tiada kecuali tiga perkara: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan."

Untuk mendapatkan doa anak yang saleh tentunya mereka harus menjadi pribadi yang saleh terlebih dahulu. Maka apakah yang harus kita perhatikan agar kesalehan mereka mengakar dan membuahkan doa untuk orangtua? Jawabannya adalah iman.

Seyogyanya orangtua harus sadar akan pentingnya membekali anak-anak mereka dengan landasan tauhid/iman yang kokoh, membangun jiwa anak, dan tidak cepat berpuas diri dengan hanya meningkatkan kemampuan kognitif mereka. Sekadar cerdas dan terampil saja belumlah cukup. Mengagungkan kreativitas dapat menjadi bumerang. Pun demikian bila orangtua menilai bakat/kejeniusan secara berlebihan.

Buku ini mengupas tentang dasar keimanan sebelum beragam ilmu dan informasi yang perlu diterima anak. Dengan beragam pemaparan hasil riset yang ilmiah dan kekinian seputar parenting, penulis juga meluruskan beragam kesalahan metode dan teori yang terlanjur populer, padahal hanya mitos. Disebutkan pula buku-buku teori parenting yang menjadi acuan untuk dibaca di halaman 212. Membuat saya ingin membacanya, seperti buku "50 great myths of popular psychology" dan "Science and pseudoscience in clinical pshychology" karya Scott O. Lilienfeld, Ph. D dan kawan-kawan. Juga buku "Sudden genius?" Karya Andrew robinson dan "Talent is overrated" karya Geoff Colvin.

Dibagi menjadi lima bab, dengan judul menjadi orangtua untuk anak kita, membekali jiwa anak, menghidupkan al quran pada diri anak, sekadar cerdas belum mencukupi, dan menempa jiwa anak menyempurnakan bekal masa depan. Bab keempatlah yang paling saya suka, karena dekat dengan latar belakang saya yaitu pendidikan. Seperti penjelasan tingkat kognitif dimulai dari pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisa, dan evaluasi yang dijelaskan di halaman 180-182. Itu adalah taksonomi bloom dengan enam tingkatan kognitif, ya... satu tingkatan tertinggi yang tidak dijelaskan dalam buku ini adalah c6, yakni create (kemampuan anak untuk mencipta). Belum lagi berbagai cara belajar melalui definisi teoritis, fungsional, dan operasional di halaman 186-189. Juga tentang pentingnya bahasa, yang berhubungan erat dengan mental sebuah masyarakat dan merupakan kunci membangun segala kecerdasan di halaman 245. Hampir di tiap bab disuguhi tulisan lepas penulis yang ringan, seperti catatan, renungan, dan artikel yang makin menambah daya tarik buku ini.

Dengan gaya bahasa yang ringan dan menyentuh, berkali saya disadarkan akan hal-hal fundamental dalam parenting. Tidak hanya diterapkan untuk anak sendiri, tapi juga bisa diterapkan untuk anak kecil terdekat seperti ponakan, tetangga, bahkan anak didik jika Anda merupakan pendidik, serta refleksi atas pendidikan orangtua saya dahulu yang membentuk diri saya kini. Bahwa ada masa depan anak-anak yang jauh lebih penting, yakni masa depan akhirat.

Saya suka pada gaya penulis membuka wawasan dan saya merekomendasikan buku ini, sangat layak dibaca. Meski ada sedikit typo, tapi keseluruhan sangat oke.

Saya apresiasi 5 dari 5 bintang.

"Rasa sakit dalam persalinan merupakan sesuatu yang mempunyai tujuan, penuh manfaat, dan memiliki sangat banyak keuntungan, misalnya mempersiapkan ibu untuk mengemban tanggung jawab mengasuh bayi yang baru lahir." (Hlm. 30)

"Sungguh, tugas orangtua dan guru bukanlah mempersiapkan anak-anak memiliki prestasi akademik yang menakjubkan. Tugas mereka adalah membimbing anak agar mencintai ilmu, sehingga dengan kecintaan yang besar itu mereka akan bersemangat dalam belajar." (Hlm. 42)

"Masa kecil anak-anak itu tak lama. Sesudah berlalu masa yang ia selalu merindukanmu, ia akan kuat menapakkan kaki sendiri menyusuri dunia. Pada saatnya kita akan tua, renta, dan sesudah itu berpindah ke alam barzakh. Maka, apakah arti masa kecil anak-anak itu bagimu?" (Hlm. 55)

" Mulai sekarang, simpanlah kata 'seandainya' di laci lemari dapur. Tak perlu dibuka. Kata 'seandainya' hanya bermanfaat untuk merumuskan masa depan, lalu kita secara serius melakukannya. Bukan untuk meratapi masa lalu, bukan pula untuk berpanjang angan-angan." (Hlm. 78)

Meta morfillah
Profile Image for Gama Ramadhan.
157 reviews5 followers
February 6, 2017
Buku ini menarik untuk dibaca bagi para (calon) ayah dan ibu.

Saya kira buku ini, yang bertemakan "parenting" masuk dalam apa yang (mungkin) dikategorikan sebagai "islamic parenting". Entahlah, mungkin kolega psikolog tidak setuju dengan pengklasifikasian jenis "parenting", apa pun itu. Bagaimanapun juga, hal yang membuat buku ini istimewa adalah meskipun ditulis sebagai sebuah buku yang membawakan nilai/ dogma/ prinsip/ ajaran Islam pada sebuah tema bernama parenting, buku ini menyandingkannya dengan nilai sains psikologi kontemporer yang diteorikan dan dikaji saat ini. Bukan hendak membandingkan mana yang lebih baik, tetapi penulis merangkai kedua sudut pandang menjadi narasi yang menggugah dengan menyajikan suatu perspektif bagaimana pendidikan anak berawal dari dan menuju pada takwa.

Saya mengenal penulis sebagai salah seorang Ustadz asal jogja yang sering memberikan materi-materi bertemakan keluarga. Setelah membaca bukunya yang ini, saya mencoba menelusur lebih lanjut siapa penulis yang ternyata merupakan dosen psikologi di UII. Saya kira pantas saja penulis mampu mendudukan sains psikologi kontemporer dalam narasinya serta memaparkan apa yang disebut sebagai pseudosains/ mitos psikologi yang beredar di masyarakat awam.

Buku ini baik untuk dibaca dan ditelaah bersama keluarga. 4 bintang untuk Segenggam Iman Anak Kita
Profile Image for Ratna.
18 reviews
July 8, 2022
"Sebaik apapun kita mendidik anak, ada yang tak dapat kita abaikan, yakni ketulusan dan kesungguhan memohon pertolongan, penjagaan, dan perlindungan Allah 'Azza wa Jalla dari segala keburukan, yang tampak maupun tak tampak. Sungguh, tiada daya dan upaya selain semata-mata karena Allah Tuhan Seru Sekalian Alam. Sungguh, Dia yang menggenggam hati manusia sebagaimana Dia menggenggam seluruh yang ada di alam semesta ini."
•••
Bagi saya pribadi, ketika membaca buku ini saya semakin menyadari bahwa dari maraknya ilmu parenting saat ini tetaplah berpijak pada Al Qur'an dan tuntunan Rasullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Zaman berubah-ubah tapi pedoman dasar tetap ilmu Allah yang dipakai.

Bahasan parenting dalam buku ini kurang lebih hampir sama dengan yang lain. Bahwa parenting itu dasarnya ada di keluarga. Yang saya suka dari buku ini adalah penulis menyelipkan kutipan-kutipan dari Al Qur'an yang didukung dengan bukti ilmiah. Jadi semakin yakin bahwa Allah sudah mengatur semua yang ada di dunia ini termasuk parenting.

Semoga Allah Ta'ala selalu mudahkan dalam membimbing anak-anak kita dan membaguskan mereka. Aamiin.
Profile Image for Intan Mertadiwirja.
103 reviews
January 21, 2024
Bagian yg paling kusuka di buku ini adalah pembahasan tentang anak Nabi Nuh as dan Nabi Luth as yg meskipun dididik langsung oleh nabi sekalipun, anak2nya tetap mendurhakai Allah hingga ajal menjemput mereka. Lalu mengapakah mereka tidak beriman pd Allah?

Jawabannya adl "iman tak bisa ditegakkan di rumah & anak2 tak bisa diharapkan, jika istri rapuh imannya. Segigih apapun mendidik anak, awalnya harus menyiapkan istri yg mampu mjd teladan krn kunci pertama melahirkan anak2 shalih adl menyiapkan calon ibu bagi anak2 kita" (hlm 95)

Dgn kata lain, jika sang ibu terlepas imannya, akan sulit berharap lahirnya anak2 shalih.
Fyi, istri Nabi Nuh as dan Nabi Luth as adl salah dua istri yg tidak taat pada suami dan tidak pernah mengimani Allah sekalipun memiliki suami seorang Nabi. Kisah tsb diabadikan dlm qur'an.

Bagian ini menampar sekalii.. memang benar selain berdoa agar anak menjadi shalih/ah, sebaiknya aku pribadi ga lupa buat terus menerus men-shalihahkan diri.

Dan masih banyak pembahasan2 menarik utk jd bahan renungan orangtua di buku ini
Profile Image for Muhamad Rifai.
15 reviews1 follower
September 28, 2020
Buku yang sangat menarik untuk dibaca dan direnungkan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sayekti Ardiyani.
128 reviews3 followers
December 24, 2014
"Berakar pada keimanan, kita harus membangun keyakinan yang kuat dalam diri anak terhadap syariat Allah. Tidak ada keraguan sedikitpun." (hal. 227)
"Satu lagi yang harus kita bangun dalam diri anak: budaya belajar. Pilarnya adalah membaca, khususnya membaca bertujuan (purpositive reading). Bukan menonton." hal (hal. 227)
"Orang tua memang tahu pendidikan itu penting. Tetapi perasaannya belum , sikap mentalnya belum terbentuk dan tidak memiliki wawasan pendidikan yang memadai--meski pengetahuannya sangat luas--tatap akan merasa berat mengeluarkan sebagian hartanya bagi pemuliaan pendidikan anak. Rasanya lebih ringan membelikan baju baru yang harganya bisa mencapai lima bahkan sepuluh kali lipat harga buku, dibanding membelikan pensil dan kertas lipat. Kenapa? Karena nilainya terhadap perasaan kita, diri kita, dan arah hidup kita." (hal. 229)

Profile Image for Rahmi.
2 reviews4 followers
August 22, 2015
Baru saja melewati beberapa halaman, telah banyak sekali temuan catatan-catatan penting yang sungguh menarik sekaligus 'menampar' pikiran.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.