Dua belas cucu ditantang oleh kakek humoris mereka untuk menjalankan bisnis toko kelontong selama 60 hari. Dengan menjanjikan hadiah sebesar 500 juta rupiah bagi satu cucu terajin, akankah tantangan yang diciptakan karena cita-cita terpendam sang kakek berjalan mulus hingga memunculkan pemenang? Atau justru mengantar dan 11 pemuda lainnya menuju jurang perpecahan?
Novel Warung Bujang menceritakan dinamika hubungan para cucu Wajendra ketika menghidupkan suasana toko. Siapa dapat menyangka, di balik pintu toko yang sederhana, para pemuda itu justru mendapatkan pelajaran berharga yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Trigger warnings: abandonment (mentioned), emotional abuse, gaslighting, loss of loved ones (mentioned), terminal illness.
Berupa gubahan dari fanfiksi media sosial grup K-Pop Treasure dengan judul yang sama, Warung Bujang bercerita tentang 12 sepupu laki-laki keluarga Wajendra yang ditantang untuk membuka dan mengurus sebuah warung sembako selama dua bulan lamanya, dengan hadiah fantastis sebesar Rp 500 juta bagi cucu yang paling "rajin" di mata Kakek Wajendra. Tantangan bisnis mendadak itu tidak hanya menarik dan menggiurkan, tapi menyimpan sebuah tujuan terselubung yang mampu mengeratkan hubungan persaudaraan para sepupu atau berakhir menghancurkannya.
Dalam penulisan kisahnya, Carmelia bertujuan untuk menilik tentang kompleksitas hubungan persaudaraan dalam sebuah keluarga besar yang terbilang bagian dari klan konglomerat, terutama bagaimana bentuk-bentuk ekspektasi yang memberatkan dapat memengaruhi pribadi dan arah masa depan kedua belas sepupu. Hal ini pula yang menjadikan alur cerita ini bertumpu kepada karakterisasi setiap sepupu yang hadir; Carmelia memberikan masing-masing sepupu tersebut kesempatan untuk naik ke dalam panggung utama, membongkar bagaimana mereka menjalankan hidup mereka atas didikan orang tua maupun Kakek Wajendra, hingga pelajaran apa yang mereka dapatkan selama menjalankan warung sembako itu untuk kehidupan mereka yang lebih baik.
Setiap karakter sepupu tersebut juga mampu dituliskan dengan perilaku individual yang distingtif, membuat karakter-karakter yang ditulisnya memberikan kesan pertama yang kuat bagi para pembaca. Penulisan karakter-sentris tersebut mampu menumbuhkan empati yang besar kepada karakter-karakter yang terlibat, sehingga pembaca peduli dan setia untuk mengikuti perkembangan kedua belas sepupu ini hingga lembaran terakhir novel, dan perhatian pembaca tidak hanya berhenti di kesan pertama.
Yang menarik adalah dalam perkembangan ceritanya, terdapat sisipan kiasan 'false protagonist', di mana seorang karakter yang dianggap sebagai pemeran utama sedari awal cerita ternyata adalah decoy (umpan) yang mengelabui audiens sampai akhirnya terkuak protagonis sesungguhnya. Dalam halnya Warung Bujang, hal ini terlihat pada penempatan sosok Danny sebagai karakter yang diutamakan pada awal cerita, sebelum akhirnya fokus tersebut berangsur-angsur berpindah ke sosok Jian dan Juna, di mana mereka menjadi sosok inti yang menggambarkan apa yang benar dan salah dari didikan Wajendra sebagai kepala keluarga konglomerat itu.
Sebaliknya, penulisan karakter-sentris yang cukup detil dan mengolah setiap kepribadian karakter tersebut diberatkan dengan penulisan deskriptif yang kadang bertele-tele; suatu karakteristik penulisan yang banyak digunakan oleh penulis genre literatur umum, namun, ciri-ciri gaya narasi ini juga banyak ditemukan dalam penulis fanfiksi pada umumnya. Narasi deskriptif yang kadang terlalu panjang ini membuat dinamika cerita menjadi sedikit tidak stabil—alur dan atmosfir cerita kadang cepat dan memikat, tetapi tidak jarang juga alur tersebut menjadi lambat dan membosankan, dan juga mengakibatkan beberapa pesan baik yang disampaikan sedikit kaku.
Namun demikian, apakah novel Warung Bujang merupakan novel yang patut untuk dibaca? Banyaknya pesan dan penggambaran hubungan keluarga yang dapat menjadi refleksi diri pembaca, atau mungkin menarik empati audiens, sehingga sangat, sangat patut untuk dibaca, tidak hanya bagi fans karya fanfiksi Jessica Carmelia di Twitter atau grup K-Pop Treasure, tetapi bagi pembaca yang mencari karya penulis Indonesia di luar masifnya genre romansa.
Finally akhirnya bisa menyelesaikan membaca novel ini. Kesanku mixed feeling.
Di satu sisi aku sangat mengapresiasi bagaimana Jessica bisa membawakan sebuah cerita fanfiksi AU untuk boyband Treasure dengan setingan yang sangat membumi di sini. Bayangkan saja, 12 pemuda ganteng rame-rame bukan toko kelontong demi memperebutkan uang hadiah 500 juta dari kakek mereka? Hahahahaha. Mantap. Di satu sisi mereka bersaing, tapi di sisi lain mereka harus bekerja sama agar Warung Bujang bisa bertahan sampai dua bulan seperti kesepakatan mereka dengan Herdi Wajendra.
Aku bahkan enggak mempertanyakan gimana bisa semua cucu di keluarga Wajendra bisa berjenis kelamin laki-laki semua. Once I got tuned into the story, everything feels so smooth. Meskipun awalnya rada bingung buat membedakan karakter sebanyak itu yang langsung diperkenalkan berturut-turut di awal cerita, seiring dengan bertambahnya jumlah halaman yang aku baca, kepribadian tiap karakternya mulai terlihat ciri khasnya. Itu karena di Warung Bujang, setiap pemuda ini memiliki peran di sektor masing-masing (seperti Jenan yang di divisi pemasaran, Dion yang di divisi administrasi keuangan, Jojo di divisi pengantaran barang), dkk. Dan dalam menjalankan tanggung jawab di divisinya, para pemuda ini dibekali dengan berbagai adegan memorable yang asik buat diikuti.
Jessica Carmelia punya kemampuan menulis yang cukup kuat sehingga dia bisa mengembangkan kedua belas karakter pemuda ini lengkap dengan backstory-nya masing-masing dalam 386 halaman. Jelas bukan hal yang mudah, tapi ia mampu melakukannya. Salut.
Namun, alasan aku tidak memberi rating sempurna pada novel ini adalah karena di banyak bagian, aku merasa dialog, narasi, bahkan ide utama drama keluarga ini terasa dibuat-buat, dipaksakan, dan lebay. Setelah konflik mismanajemen keuangan yang membuat Warung Bujang terpaksa ditutup sementara sebelum masa dua bulan berakhir dan para pemuda ini mulai digali sisi-sisi personal kehidupannya, banyak percakapan antarkarakter dan narasinya yang terkesan sok filosofis. Out of the blue tiba-tiba si karakter bermonolog panjang lebar sebagai reaksinya atas suatu peristiwa. Alur percakapan di dunia nyata tidak seperti itu. Kesannya jadi seperti dibuat-buat dan gak nyambung, 'Kenapa si karakter mengucapkan begini dan begitu secara ngalor-ngidul padahal dialog lawan bicaranya atau peristiwa yang dihadapi sebenarnya sangat sederhana?'. Narasinya pun juga begitu. Di bagian ini aku membacanya cepat-cepat agar rasa canggung yang kurasakan tidak membuatku teralih dari poin-poin cerita utama. Untungnya memang cara nulisnya Jessica enak dinikmati dan para tokoh di sini memang sudah saling mengenal lama. Sehingga situasi mereka saling deep talk itu masih bisa diterima. Tidak seperti Rumah Bunuh Diri yang langsung ku-DNF karena mana ada orang baru kenal tiba-tiba deep talk?
Masalah berikutnya yang kurasakan adalah alasan dari kakek mereka, Herdi Wajendra, membuat tantangan itu. Setelah semua fakta dibuka di akhir cerita, alasannya jadi terasa dibuat-buat dan lebay. Memangnya ada orang yang sampai sebegitu ngaturnya hingga merasa harus menyelesaikan permasalahan antarpersonal para cucunya sampai buang-buang uang sebanyak itu demi bikin tantangan? Kurang kerjaan sekali. Atau ini masih bisa diterima karena memang ada orang kaya yang cenderung suka buang-buang duit?
Namun, karakter Herdi Wajendra di sini sangat membingungkan. Kalau alasan dia bikin tantangan Warung Bujang karena ingin menyatukan para keluarganya, seharusnya hal itu cukup dihentikan sampai di situ saja. Tapi Herdi akhirnya malah diletakkan dalam posisi penjahat manipulatif yang nirempati bahkan pada keluarganya sendiri. Demi apa? Buat nambah jumlah halaman dan biar konfliknya terasa lebih seru, menegangkan, dan mengejutkan? Buatku malah enggak. Kesannya maksa. Seandainya novel ini bisa tetap keep it simple sampai akhir, tentu hasilnya bakal lebih gemilang.
Namun, di luar segala kekurangannya, aku tetap merasa bahwa Jessica Carmelia adalah penulis yang penuh potensi. Kurasa aku akan membaca karya-karyanya yang lain nanti.
waktu itu tertarik buat beli buku ini karena kynya jarang deh buku yang bahas toko sembako 🤔 aku jarang baca AU, tapi novel ini sebagai adaptasi AU gak berasa kayak AU sih
aku sadar sih karakternya banyak banget 😭 sebenernya udah tau pas baca sampulnya, cuman aku emang penasaran jadi tetep dibeli. ternyata pas baca aku jadi bingung 😭 tapi lumayan kebantu sih sama pohon keluarganya.
total karakternya ada 12 orang. ini aku scan qr code dari pembatas bukunya:
cerita berawal ketika papsky mengundang 12 cucunya untuk berkumpul. memang sengaja dipanggil papsky bukan kakek, agar masih terasa berjiwa muda. sang kakek memberi mandat kepada mereka berdua belas untuk membuka toko sembako.
di tengah tengah perjalanan membuka toko sembako, pastilah ada cekcok yang tak terhindar. karena ya, menyatukan 2 kepala aja udah susah, apalagi 12 😭
aku ngerti sih kenapa bukunya setebal itu. karena ya memang tokohnya banyak. dan masing masing dari mereka punya cerita. dan kebanyakan ceritanya pelik dan penuh luka 🥲 nah, apakah warung bujang bisa menjadi "rumah" bagi mereka?
mengikuti cerita mereka bikin aku sadar. nggak selamanya orang kaya itu bahagia. hal sesederhana makan bareng ternyata bermakna lho untuk seorang anak. orangtua juga kenapa ya menurunkan ambisinya kepada anaknya? 😭 sampai2 sang anak tertekan dan kehilangan dirinya.
buat gaya bahasanya aku gak ada masalah sama sekali 👌 plot twist nya juga mantep 👌 gak nyangka aku.
i thought this book will be some comedy-typical teenagers books???? BUT IT'S NOT??? Turns out this books is telling us about some teenagers issues aka Gen-Z in some emotional way but also realistic way AND I LOVE THAT 😙 luv bgt beneran gue sampe ada nangis di beberapa bagian karena ngerasa NYESSSS BGT
Jadi novel ini bercerita tentang 12 cucu yang ditantang oleh kakeknya untuk menjalankan sebuah toko kelontong. Dengan imbalan uang 500 juta bagi orang terajin, akankah tantangan yang diciptakan karena cita-cita terpendam sang kakek berjalan mulus hingga memunculkan pemenang? Atau justru malah mengantar mereka menuju jurang perpecahan?
────୨ৎ────
Awalnya kukira novel ini full komedi dan ceritanya ringan, ternyata bukan.🥲 Jujur, aku nggak expect kalau ceritanya bakal sedeep ini.
✎ Di awal, kita langsung dikenalin sama 12 cucu Wajendra. Aku sempet struggle karena tokohnya bener-bener banyak dan dikenalin sekaligus. TMI gitu loh. Jadinya ngebul ini kepala wkwk😭
✎ Aku kira juga ceritanya bakal fokus ke satu tokoh aja, tapi ternyata kedua belas pemuda ini semuanya disorot. Mereka punya porsinya masing-masing. Tapi tenang, guys. Seiring berjalannya cerita, kalian bakal bisa ngenalin mereka satu per satu kok. Karena masing-masing karakter punya porsi dan keunikan yang bikin mereka stand out.🤩
✎ Nah, 12 pemuda ini ditantang buat ngejalanin sebuah toko kelontong yang akhirnya mereka kasih nama Warung Bujang. Karena yaa isinya emang para bujangan semua 😆 Tapi, karena ada 12 kepala yang disatuin, yaa jelas nggak gampang buat nyatu. Banyak banget cek-coknya. Dan yap, sepanjang mereka ngejalanin warung itu isinya ribut terusss.😮💨
Ditambah lagi, masing-masing dari mereka punya problem pribadi yang nggak kalah pelik. Banyak luka, banyak rahasia. 💔 Apalagi kan mereka ini bersaing demi hadiah 500 juta, dan juga dapat kepercayaan dari sang kakek. Jadi yaa ... ada aja yang milih jalan sendiri, ada yang mulai egois, ada yang saling nyalahin—dan konflik pun makin menumpuk.
✎ Tapi dari Warung Bujang ini, mereka belajar banyak hal. Nggak cuma soal kerja sama atau bagi tugas di toko—tapi juga tentang hidup, luka, dan keluarga. Karakter mereka pelan-pelan tumbuh. Yang awalnya cuma sibuk sama diri sendiri, mulai belajar dengerin. Yang awalnya suka nyalahin, mulai berani minta maaf. Mereka jadi pribadi yang lebih dewasa, lebih peduli, dan lebih ngerti satu sama lain.🥹❤️🩹
Meskipun sering berantem dan cek-cok, mereka nggak ninggalin. Mereka saling rangkul, saling menguatkan, bahkan saat semuanya kacau.
Dan menurutku, character development dari 12 tokoh ini tuh bener-bener keren. Nggak instan, tapi perjalanan mereka kerasa dan menyentuh banget. Ada prosesnya, sampai akhirnya mereka pelan-pelan ngerti bahwa keluarga adalah tempat untuk saling melengkapi, bukan untuk memperebutkan kesempurnaan.❤️🩹
✎ Yang bikin makin jatuh hati adalah 𝒏𝒂𝒓𝒂𝒔𝒊nya yang cantik. Banyak banget kalimat yang quoteable. Reflektif, filosofis, tapi tetap relate. Ingin rasanya pamer semua quotes yang aku highlight, tapi apa daya karena slide ig cuma sampe 20 doang🥲
✎ 𝑨𝒍𝒖𝒓 yang digunakan maju mundur dengan beberapa flashback. Nah, pas pertama kali masuk ke flashback, aku sempet agak bingung. Soalnya peralihannya mendadak banget. Aku nggak langsung ngeh kalau itu bagian masa lalu—padahal sebelumnya lagi di tengah konflik(?) Jadi kayak lompat gitu loh. Tapi itu cuma di awal sih. Makin ke ke belakang aku jadi bisa ngebedain dan paham kapan ceritanya lagi mundur ke masa lalu.
✎ Hal lainnya yang aku suka dari novel ini adalah 𝒑𝒆𝒏𝒐𝒌𝒐𝒉𝒂𝒏nya. Tokoh-tokohnya berkesan banget dan cukup membekas. Aku suka gimana penulis kasih porsi yang pas buat masing-masing karakter. Mereka punya keunikan dan kelebihan masing-masing yang bikin mereka gampang diingat. Dan yang paling penting, character development-nya bagus banget. Rasa-rasanya aku kayak beneran ngeliat mereka tumbuh seiring jalan cerita.
Di awal-awal, aku 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒔𝒖𝒌𝒂 sama Danny dan Nathan. Mereka ini adik-kakak kandung, dan vibes-nya tuh adem banget. Santai, kalem, dan dewasa dalam menyikapi konflik. Danny adalah cucu tertua, sedangkan Nathan cucu termuda—dan somehow mereka tuh kayak penyeimbang di tengah kekacauan yang terjadi di Warung Bujang. 🥹
Sebaliknya, karakter yang 𝒑𝒂𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 aku 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍 ya si Jian. Haduhhh, ngeselin banget 😭 Dia hobinya cari ribut sama Danny. Serius, dikit-dikit nyalahin, dikit-dikit marah. Dan meskipun hidupnya sedih (semua cucu Wajendra emang hidupnya sedih sih...), tetap aja sikapnya bikin darah tinggi. Belum lagi adiknya, Jojo, yang selalu belain kakaknya meskipun salah. Kelakuannya ke orang lain juga ngeselin 😤
Tapi tebak apa? Menjelang akhir, aku jadi suka banget sama Jian.😭 Perubahannya tuh bikin aku klik sama dia. Character development-nya ngena banget. Yang awalnya bikin kesel, lama-lama malah bikin simpati. Bahkan sayang 😭
✎ Aku juga suka banget gimana penulis menggambarkan 𝒔𝒊𝒃𝒍𝒊𝒏𝒈 𝒓𝒆𝒍𝒂𝒕𝒊𝒐𝒏𝒔𝒉𝒊𝒑 mereka. Meskipun semuanya sepupu, tapi masing-masing punya dinamika keluarga yang beda-beda.
Danny–Nathan tuh lembut, saling ngertiin banget. Kalau Jian–Jojo tuh intens dan penuh luka. Jian keras, Jojo lembut dan terlalu mengagumi. Tapi keduanya saling sayang. Terus ada Yoga–Mahesa–Aksa–Haris yang rame, dan kompak banget. Nah, Juna–Angga–Dion ini juga nggak kalah menarik. Juna itu dewasa, kalem, dan keliatan paling tenang. Tapi adik-adiknya, si Angga sama Dion, pecicilan dan petantang-petenteng. Tingkah mereka absurd banget. Mana Angga dan Dion di kehidupan selanjutnya mau jadi "rumput" aja katanya. Capek banget ngetawain ini😭 Dan Jenan ... satu-satunya anak tunggal. Kesepian dan punya cerita sendiri yang nggak kalah bikin hati teriris.
✎ Pokoknya, hubungan mereka ini 𝒘𝒉𝒐𝒍𝒆𝒔𝒐𝒎𝒆 banget. Dan cerita ini 𝒉𝒆𝒂𝒓𝒕𝒘𝒂𝒓𝒎𝒊𝒏𝒈 parah. 😭💞 Bikin kita sadar, bahwa keluarga nggak selalu sempurna, tapi bisa saling sembuh kalau mau sama-sama belajar. Jadi, aku 𝒎𝒆𝒓𝒆𝒌𝒐𝒎𝒆𝒏𝒅𝒂𝒔𝒊𝒌𝒂𝒏 novel ini untuk kalian yang suka cerita keluarga yang heartwarming, penuh konflik yang bikin nangis, proses saling menyembuhkan, dan karakter-karakter dengan perkembangan yang bikin jatuh hati. 🥹💛
Setelah mendapat kesempatan membaca 3 bab awal novel ini, aku langsung ikutan PO-nya agar tidak penasaran dengan kisah 12 cucu Wajendra. Seperti yang kubilang di review sebelumnya kalo aku cocok dengan gaya bercerita penulis meski ini adalah karya pertamanya yang kubaca.
Novel ini memang di adaptasi dari AU Treasure lokal, tapi selama baca novel ini aku beneran nggak membayangkan para tokohnya ini member Treasure, kecuali si Danny karena karakternya sudah terlihat sekali dia siapa.
Warung Bujang ini premisnya unik, tapi isinya super komplit. Aku nggak pernah berhasil menebak kelanjutan kisahnya. Meski sudah baca review teman-teman bookstagram lain kalo akan ada plot twist yang nggak pernah disangka-sangka, aku tetap kaget dan speechless pas twist itu terbuka.
Novel ini beneran bikin emosiku naik turun, bikin aku sebal sama beberapa tokoh secara gantian. Apalagi novel ini diceritakan dari sudut pandang orang ketiga serbatahu yang membuatku bisa tau lebih jelas semua masalah dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh setiap tokoh.
Novel ini memperlihatkan kalo manusia itu punya sisi baik dan sisi jahat, memperlihatkan kalo ada seseorang yang memang terlahir untuk menjadi seorang leader atau pemimpin dan ada yang kurang cocok menjadi seorang leader, dan mempelihatkan arti sebuah rumah serta keluarga yang sesungguhnya.
Konflik novel ini memang super complicated, tapi penulis dengan lihainya mengatur waktu kemunculan tiap-tiap konfliknya sehingga terasa pas mengaduk perasaanku sebagai pembaca. Dan aku suka dengan cara penulis mengeksekusi setiap konfliknya sehingga penyelesaian masalahnya juga terasa pas dan membuat lega. Meski sehabis baca novel ini, aku masih terlalu kaget. Kok bisa ada Villain yang sebegitu kejamnya.
Aku suka semua tokoh di novel ini, kecuali si Villain. Setiap tokoh di novel ini punya luka entah sudah ada dari masa lalu atau ketika mereka sudah dewasa, tapi aku salut mereka bisa bertahan dan aku suka dengan perkembangan setiap tokohnya. Mereka punya porsi yang pas di novel ini, sehingga nggak ada kesan tokoh tempelan.
Pas baca novel ini, aku nggak hanya belajar tentang bisnis, tapi belajar banyak tentang kehidupan. Entah itu tentang cara mendidik dan mengarahkan potensi anak-anak dengan cara yang benar, tentang menyadari bakat kita, tentang tanggung jawab, tentang impian, keluarga, dan masih banyak lagi lainnya.
Nggak hanya covernya saja yang mencuri perhatian, tapi di setiap awal bab dalam novel ini dilengkapi juga dengan ilustrasi setiap tokoh utama novel Warbu. Selama baca novel ini, aku mikir kalo novel ini cocok di adaptasi ke dalam layar lebar atau kalo bisa jadi Drama Korea.
Aku rekomendasikan novel ini untuk kalian yang suka baca novel dengan premis yang unik, buat kalian yang suka baca novel yang memberikan banyak teka-teki dan plot twist, buat kalian yang suka baca novel yang di adaptasi dari AU dan buat kalian Teume atau Treasure Maker.
🛒Warung Bujang adalah sebuah novel tentang keluarga. Novel yang penuh dengan kesalahpahaman, trauma, dan kejamnya kehidupan antarkeluarga.
🛒Wajendra adalah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan budi daya hasil laut dan tambak udang di Sulawesi yang sudah berhasil melakukan ekspansi ke Singapura. Setelah berkeliling selama tujuh hari di Singapura, dia mengajak 12 cucunya untuk berkumpul di sebuah restoran Cina yang ada di Jakarta Selatan. Dia mengumpulkan mereka semua bukan tanpa tujuan, melainkan dia ingin memberikan sebuah tantangan kepada semua cucunya untuk mewujudkan impiannya sejak dulu, yaitu menjalankan bisnis toko kelontong selama 60 hari dengan hadiah sebesar 500 juta. Awalnya mereka keberatan, tapi setelah mengetahui hadiah yang akan dijanjikan Wajendra, satu per satu dari mereka mulai berubah pikiran dan memutuskan untuk mengikuti tantangan tersebut. Dan akhirnya dibukalah Warung Bujang. Danny sebagai cucu sulung diminta untuk menjadi pemimpin bisnis ini. Ngurusin satu kepala aja susah, apalagi 11 kepala. Apakah Danny bisa?
🛒Sebenarnya, hubungan antara 12 saudara dan sepupu itu agak rumit, mereka tuh nggak akur-akur banget. Ada aja perselisihan yang terjadi diantara mereka. Ternyata, membuka usaha seperti ini tidak mudah, memang terlihat mudah dari luar, tapi harus menggunakan strategi yang tepat agar toko tidak bangkrut. Satu hal yang selalu ada di benak mereka. Apa sebenarnya tujuan Wajendra memberikan tantangan ini kepada mereka? Bukankah Wajendra bisa saja membuka bisnis toko kelontong ini dan memperkerjakan beberapa orang.
🛒Novel ini menggunakan alur maju mundur, kita akan diajak kembali ke masa kecil Wajendra dan anak-anak Wajendra. Semua rahasia akan terungkap di masa lalu tersebut. Tujuan dari tantangan Wajendra juga akan terungkap ketika kita kembali ke waktu sebelum pertemuan di restoran Cina. Mau tau apa? Baca sendiri, ya. Hehe.
Aku suka dengan alasan Wajendra mengadakan tantangan tersebut, tapi aku tidak suka caranya memperlakukan para anak dan cucunya. Masa lalulah yang membuat Wajendra menjadi pribadi yang seperti itu. Menurut aku pribadi, alur ceritanya masih tergolong lambat. Dengan jumlah halaman yang cukup tebal, novel ini belum menjawab semua permasalahan yang ada di awal cerita. Meskipun begitu, novel ini memberikan kesan yang baik untukku, banyak pelajaran berharga yang bisa aku dapatkan. Banyak kutipan yang bagus juga😍
Jujur, sampai sekarang aku masih belum hafal nama kedua belas bujang ini😂
1 kata buat buku ini, Pecah!! 🤩 Berasa diajak naik rollercoaster, campur aduk rasanya pas baca ini!!
Warung Bujang ceritain tentang 12 cucu dari Wajendra, konglomerat yang ditantang untuk buka sebuah warung sembako selama 2 bulan dan akan ada hadiah menarik di akhir tantangan, kira-kira bisa nggak ya 12 orang ini kompak menjalankan sebuah warung? Siapakah pemenangnya di akhir? Penasaran kan?
Aku mau yakinin kalian buat beli WarBu!🤓
Jujur ini novel brothership yang asyik dibaca, konfliknya menarik dan alurnya bagus, mengalir begitu aja tanpa ada hal-hal yang perlu dipaksain. Dari segi narasi dan penulisannya, ini sudah rapi dan nyaman dibaca. Masih ada beberapa typo kecil aja cuma gak ganggu. Dari segi alur, menarik + bikin penasaran karena terlalu banyak rahasia yang disembunyiin sama sang kakek, terus rahasianya itu plot twist sih! 🫣 jujur mendekati ending, aku sampai takut balik halaman karena gasiap sama rahasia di balik kenapa kakek wajendra suruh cucu2nya buka toko sembako, beneran sedagdigdug itu. Terus dari segi penokohan, 12 cucu ini punya masalahnya sendiri dan jujur gak ada yang perfect, semua punya luka tapi perlahan luka mereka sembuh berkat adanya Warung Bujang (wah kira2 kenapa ya?).
Pelajaran yang bisa diambil juga banyak, tapi yang paling aku suka dan jadi reminder buat aku adalah semua orang punya pergumulan atau masalahnya masing-masing, gak ada yang sempurna karena semua menyimpan kisah sedihnya sendiri-sendiri. Terus persaudaraan itu tetap yang utama, kamu gabisa berjalan sendiri dan kamu perlu orang-orang terdekatmu untuk support kamu! 🤗
So, buat yang suka kisah brothership yang punya bumbu konflik dan misteri, this book for you 🤩 jadi buat yang masih ragu buat CO buku ini, yuk CO aja! Dijamin gak nyesel 🥰
— Judul: 𝗪𝗮𝗿𝘂𝗻𝗴 𝗕𝘂𝗷𝗮𝗻𝗴 Penerbit: Shira Media Penulis: Jessica Carmelia Halaman: 386 hal 𝐑𝐚𝐭𝐞: 5/5 ⭐
─── ⋆⋅☆⋅⋆ ──
·˚ ༘₊· ͟͟͞͞꒰➳ Semua orang harus baca novel ini sih kata aku teh, apalagi genrenya keluarga yaa jadi beneran seru bangett bangettttt 😠😠
Bermula dari kedua belas cucu yang mendapat tantangan untuk jalanin warung sembako dalam waktu 2 bulan dengan hadiah uang sebesar 500jt, IYAA SETENGAH MILYAARRR siapa yang ngga mau coba, penilaiannya dilihat dari cucu terajin 🤑🤑
Hanya dibayangkan aja kayaknya udah pusing deh mikirin satu toko yang dikelola banyak orang, emang sih tugas udah dibagi" tapi gimana ceritanya kalau masalah" lain mulai berdatangan?
Awalnya aku bingung banget nih hafalin nama"nya, tapi seiring waktu ternyata cukup mudah karena penulisnya konsisten banget menjelaskan karakteristik antar tokoh, untuk plot twist dan alurnya juga gak kalah menarik 💣💥
Kekeluargaan dalam ceritanya tuh sebagus itu gtw hrs jelasin pake gaya apa. Halamannya emang banyak tapi nggak ngebosenin kok, karena ceritanya bukan tentang jaga toko aja melainkan kita ikut masuk dalam tiap keluarga para tokohnya 🏡👨👩👦👦
Semua tokoh punya side storynya sendiri, yang mana kita gak pernah tau masalah seseorang sampai kita merasakan sendiri hidup menjadi orang itu, setiap orang punya ceritanya masing-masing, dan sebagai penonton kehidupan orang lain, kita cuma tahu apa yang terlihat tapi nggak dibolehkan menilai begitu saja.
《。·҂ →🔐✏️꒱ Cukup banyak masalah yang dihadapi antar tokoh, apalagi harus menyatukan pendapat kedua belas orang yang tentunya ngga mudah. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil, novel ini ngajarin kita bahwa keluarga kadang bisa jadi alasan kita terluka tapi pada akhirnya keluarga juga akan menjadi tempat pulang terbaik 😃🫶
Finally beres juga nih buku 🥺, gak nyangka sih sebenernya bisa menyelesaikan buku ini, kayaknya warbu adalah buku yang paling lama aku baca. Sebenernya aku beli buku ini udah dari tahun 2024 dan baru dibaca sekarang 😀. Gapapa-gapapa, setidaknya dibaca kan yaaa…
Kalo yang aku baca buku ini banyak banget plot twist nya. Bagi aku buku warbu alias Warung Bujang memberikan banyak banget arti kehidupan, hidup tuh gak cuman tentang pendidikan, uang, dan keluarga. Hidup tuh sejatinya gimana cara kita menyelesaikan masalah yang kita miliki. Entah pakai cara apa pun, yang pasti setiap orang punya caranya sendiri, sama seperti Wajendra yang menginginkan cucunya (I’m forget Danny and who) bersatu.
Wajendra selalu memiliki caranya sendiri dalam menyelesaikan masalah. Oleh karena itu, Wajendra memberikan tantangan kepada 12 cucunya untuk mendirikan sebuah toko kelontong selama 60 hari dan siapa yang paling rajin maka ia akan mendapatkan uang senilai Rp500.000.000 , namun selama toko ini berdiri Wajendra jarang sekali berkunjung ke toko, semua cucu pun bertanya-tanya, apa arti dari tantangan Wajendra sesungguhnya?? Nathan sang pemecah teka teki pun ikut bingung, tak se gampang itu untuk memecahkan teka teki Wajendra yang satu ini.
Gimana akhir dari cerita warbu? Akankah toko kelontong mereka berjalan dengan baik dan tanpa masalah? Siapa yang menjadi pemenang?
Disclamer, aku gk baca AU nya samsek. Jadi pure baca novelnya. Kebetulan aku juga suka Treasure. Di novelnya memang banyak memuat quotes yang bagus, aku sampai pakai banyak notes pembatas. Namun saat aku baca, sangat-sangat menguras energi. Kenapa? karena hampir semua karakternya yang selalu marah-marah, saling tuduh, dan merendahkan. 1-2 orang gpplah, tapi ini lebih dari setengahnya. Cukup mengecewakan, apalagi semua karakter disini digambarkan sudah dewasa. Namun perlakuannya lebih ke anak-anak yang masih puber. Selain itu, plot twistnya (Karakter Juna) rasanya gk perlu karena gak ngasih efek apa-apa. Terlalu maksa buat plot twist. Begitu pula dengan karakter Kakeknya yang akhirnya dibuat sebagai antagonis. Ceritanya masih gantung, banyak yang belum dibahas. Penulis terlalu bertele-tele pada momen mereka berantem/berdebat. Semoga ini bisa menjadi bahan masukan buat penulis.
This entire review has been hidden because of spoilers.
the issues and problems that the writer brought up in this book truly relate to situations that gen z usually face in their life.
yang paling aku suka dari buku ini adalah penulisan karakternya dan character development nya. they're all well-written, dan semua karakter punya ciri dan sifat khas masing-masing yang bikin mereka unik, and my favourite is, they're all full of flaws. everyone has their own struggles. tapi seiring waktu berjalan, mereka pelan-pelan berhasil berdamai sama diri sendiri dan akhirnya berdamai sama situasi dan keluarga mereka. reading their stories makes me want to hug each one of them:(
buat penulisan karakter and character development aku kasih 5/5.
tapi menurut aku buat plotnyaa... hmmm... 4/5 dehh.
It's a precious masterpiece in a one book. Komedinya kocak, emosi pembaca dijamin naik turun sihh, insighful parahh pula kayak makna di dlm novel itu pun bakal relatee bgt tpi engga yg terkesan menggurui karna penyampaiannya tuh pake bahasa yg gampang dipahami semacam kaya lagi ngobrol sama teman terbaik yang paling ngertiin kamu gituu. Ini. Rekomen bgt sih inii mau untuk kaum kpopera ataupun bukan novelnya masih tetep seruu untuk dibaca karna alur cerita yg di novel jauhh lebih dikemas dgn rapih, kayak benang merahnya jd lebih terbaca gituu. Top markotop pokonya guyss, minimal Klian harus baca enih novel 10x dlm hidup alias klo baca sekalipun pasti bawaannya pgn re-readㅠㅠ
This entire review has been hidden because of spoilers.
Such a fun to read story!. Plotnya menarik, tetapi sebagai orang yang cukup sering nonton drama korea somehow aku merasa familiar dengan alur ceritanya. Dari segi tata bahasa tidak ada masalah, tetapi menurutku di beberapa konteks dialog akan lebih baik kalau penggunaan bahasanya lebih sesuai. Ada dialog yang (menurutku) terlalu formal untuk konteks dialog antara kakak-adik. Konflik di tiap bagian cukup seru, tapi aku kurang puas dengan konflik utama yang kurang dalam. Overall, buku ini seruuu untuk dibaca.
12 Cowok drama. Kayaknya memang benar bahwa AU sebaiknya dibaca oleh remaja aja. Ini aku yang salah.
Aku gak kuat baca ini. Berkali-kali ku umpati. Cara tokoh-tokohnya menyelesaikan masalah sangat tidak dewasa. Penulisnya membangun karakter cowok yang terlalu problematik seperti cewek. Gak ada sisi maskulinitas dari satupun di 12 cowok yang digambarkan ini.
Satu lagi : alurnya terlalu maksa. Plot twistnya maksa dan penggambaran setiap perasaan tokohnya hampir sama semua.
Buku yang benar benar mengajarkan arti kehidupan bagi saya. Awalnya saya baca buku ini karena dia memang adaptasi dari AU boyband Korea favorit saya, loh kok turns out jadi salah satu buku favorit saya… Ceritanya bagus banget dan ga ngebosenin, sampulnya pun menarik dan pemilihan ukuran yang sangat pas banget. Suka deh sama buku ini, anotating tabs saya sampe menipis, tanggung jawab ga!!! Hahahaha
keren bgt.. naskahnya rapi banget. PENULISANNYA BAGUS BANGEEETT. banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari buku ini 🩷 sampai kapanpun aku ga akan nyesel beli buku ini, walaupun aku beli buku ini ngiranya karena ini fc nya SEVENTEEN, ternyata treasure 😭 tapi itu gak menutup KEISTIMEWAAN BUKU INI! aku bener bener amazed banget sama authornya bisa bikin buku sekeren ini... MAKASIH THOR 🫶🏻
tbr dari kapan tau. tapi hari ini beres. sekali duduk.
waktu awal agak kaget BANYAK YAA tokoh yang harus diingat, tp seiring baca, oh ternyata bisa & it was easy. agak kaget kicik sama plot twistnya, tp di akhir makin kaget sama kayak, "loh, jadi sebetulnya tuh 'dia' ini gimana?"
Novel ini mungkin cukup terkenal di kalangan fansnya Kpop grup Treasure, karena novel ini didasari dari cerita AU di X. Menurutku novel ini lebih serius dari pada versi AU nya. kalau versi di AU nya lebih banyak canda-candaan komedinya. Di versi Novel ini, penulis bisa mendalami masing - masing sifat karakter yang didasari latar belakang tokoh. Karena aku ga selesai baca AUnya di X, pas deket ending ada plot twist yang ga bakal aku kira. (Takjub deh hahaha).
Overall, Novel ini seru bagiku karena aku juga fansnya Treasure jadi pas baca sambil bayangin member treasure menjadi tokoh di dalem cerita ini.