Saat bisnis sayuran Sella menghadapi pesaing baru yang licik, seorang laki-laki dari masa lalu Sella mendadak muncul kembali dan menawarkan bantuan. Laki-laki itu berjanji akan membuat Sella menduduki puncak piramida petani urban di kotanya.
Namun, bukan Pasha namanya jika hanya menawarkan bantuan gratis. Sella diharuskan menguntit seorang anak bernama Lionel Messi terlebih dahulu.
Iming-iming itu terdengar realistis pada awalnya, hingga seseorang dengan kekuatan tak terbatas ikut campur dalam permainan mereka. Kini, di saat bisnis mereka berada di ambang kehancuran, Sella juga harus berhadapan dengan pergulatan perasaannya.
Apakah sebaiknya Sella akur saja dengan Pasha supaya bisnis bisa berjalan kembali, ataukah sejak awal mereka memang harus berpisah jalan?
Setelah 10 hari (ya, sekarang 13 Agustus 2024) akhirnya aku merasa cukup kuat untuk ngasih bintang sekaligus nulis kesan yang agak panjang.
Pertama, aku kurangi bintangnya 1 karena rasa sakit yang menusuk setiap kali teringat epilog laknat itu. AKU NGGAK PERLU TAHU APA YANG TERJADI DI TAHUN KELIMA MEREKA MENIKAH, WAHAI PENULIS :(((
Kedua, baca Bentala Sella itu bisa kusebut pengalaman menyenangkan (sebelum menjadi sangat mengerikan) karena dialognya yang cukup unik. Kalian mungkin nggak banyak menemukan dialog baku berlatarkan negara kecintaan kita ini, yang bisa bikin orang cekikikan pas baca. Entah kenapa, penulis jago banget ngerangkai kata yang kerasa segar gini.
Ketiga, secara plot semua sesuai komposisinya. Aku nggak menemukan lubang. Bahkan kejutan sialan menjelang akhir buku itu secara logis kuakui masuk akal. Apakah perlu? Ini dikembalikan ke masing-masing penilaian pembaca, cuma buatku sih... *menghela napas*
Keempat, topik hidroponik di buku ini benar-benar nempel. Aku suka banget baca proses tanam menanam di sini, padahal aku ngurus kaktus aja selalu berakhir mati wkwk. Kayaknya jarang banget aku baca sesuatu yang nggak aku tahu, nggak aku sukai, apalagi aku pahami, dan menimbulkan rasa sesuka ini. Seru! Aku mau bilang baca ini mengilhamiku untuk belajar hidroponik, tapi janganlah. Tanganku terlalu panas untuk pelihara apa pun :')
Akhir kata, aku mau mengucapkan terima kasih kepada penulis yang sudah menulis kisah Sella. Pada akhirnya aku sangat menikmati karya ini. Ditunggu novel-novel berikutnya!
***
Kesan di 3 Agustus 2024: Ngasih bintangnya entar dulu, aku beneran pundung 😭 Semalam di halaman 270-an aku berhenti baca karena capek dan pengin baca dengan otak segar pagi ini. Lalu aku nulis sedikit buat bahan reviu (karena yakin banget bakal ngasih bintang penuh): Ringan, tapi bikin merenung. Sederhana, tapi dalam. Tipe buku yang nggak bisa dibaca cepat karena pengin diresapi lama-lama.
Setelah bab terakhir yang motekin hatiku itu… dahlah. Biarkan aku menenangkan diri dan ngehapus ingatan tentang akhir buku ini 😭😭😭😭😭😭
Sejujurnya aku nggak tahu mau nulis apa (mungkin nanti akan bikin review setelah cukup tenang), tapi yang jelas, aku sayang Sella dan Pasha. Mereka akan selalu jadi pasangan iconic yang paling kusuka. Aku nggak siap berpisah… dan ketika menutup buku ini, rasanya aku seperti kehilangan sesuatu yang berharga……
ENDINGNYA BIKIN SHAK-SHIK-SHOK!!! Beneran gak ekspektasi ke arah sana karena menuju ending vibesnya manis2 hangat gitu.
Aku cinta kesinisan Sella dan ketengilan Pasha. Tektokan mereka pas banget bikin terhibur serasa liat mereka cekcok live. Sayang mereka banyak-banyak!!!
Aku udah nyaris menyerah antri buku ini di Ipusnas, sampai akhirnya aku iseng ngecek lagi antriannya dan DAPAT! Sungguhan deh, antrian Ipusnas itu udah kayak war tiket konser KPOP T_T
Ada banyak banget hal-hal yang aku pengen bagikan soal karakter yang ada di buku ini, pastinya ulasan ini bakalan panjang banget dan mungkin bakalan nyerempet spoiler, but i'll try my best supaya spoilernya nggak bertebaran dimana-mana. Kudos buat Kak Akaigita, aku enjoy banget bacanya!
Sella masih jadi karakter favoritku. Inner thoughtnya masih sangat menarik, walaupun mungkin lebih 'tertata' dibandingkan dia pas masih remaja. Perubahan itu pas banget soalnya buku ini latarnya juga 10 tahun setelah mereka SMA (8,5 tahun kalau kata Pasha, mah)
Pasha? Pasha dewasa dengan baik. Dia masih oportunis, tapi lebih humanis. Dia jadi lebih kuat, tapi juga jadi lebih rapuh. Gombalannya masih sama, malahan bisa dibilang dia sekarang udah masternya ngegombalin Sella (limited for Sella only). Banyak banget gombalannya yang bikin mesam-mesem dan trust me, aku bisa bikin list semua gombalannya di satu buku ini :D. Aku suka banget setiap kali Pasha panggil Sella, "Selene" wkwk kayak ada manis-manisnya gitu.
I realized somehow tindakan Pasha pergi-pergi itu bikin Sella trauma, entah Sella-nya sadar atau enggak. Dalam pikirannya dia, dalam percakapan mereka, Sella seringkali berubah nggak yakin dan ngerasa Pasha bakalan ninggalin dia lagi-lagi. Di beberapa bagian di buku, aku bisa lihat gimana Sella projecting hubungan orang tuanya yang kandas -dan bokapnya yang pergi itu- ke dalam hubungannya sama Pasha. Sella jadi sering doubting hubungannya sama Pasha. Sesukanya aku suka dengan karakter Pasha, aku harus bilang ke Pasha bahwa Sella sama sekali nggak deserve diperlakukan kayak gitu, apapun alasannya. Dia bahkan masih terbayang-bayang sampe 10 tahun lho... Itu menyedihkan banget tau.
Konflik sayur mayurnya jujur membuka mata dan pikiranku tentang kehidupan petani. Bertani sungguh pekerjaan yang mulia dan berat (menyediakan bahan pangan untuk kita-kita yang selalu lapar ini), tapi aku nggak pernah mikirin lapangan pekerjaan itu seserius itu, sampai aku baca cerita ini. Karir Sella as petani urban bisa dibilang berakhir lumayan baik di buku ini, dia berhasil memperjuangkan keadilan dan haknya. Tapi di dunia nyata, kebanyakan petani nggak seberuntung itu. This reality kinda hit me hard.
Aku ngerasa ecstatic ngebaca buku ini sampai akhir cerita... dan menemukan diriku patah hati baca epilog. Harus banget nih kak, epilognya begitu? TT_TT Kenapaaaaaaa TT_TT Nungguinnya udah 10 tahun banget ini TT_TT Moga-moga Kak Akaigita berkenan bikinin side story atau apalah ketika mereka masih bareng, kehidupan pasutri baru, Pasha ikut nanam sayur, morning sickness atau apalah karena aku nggak bisa diginiin, Kak TT_TT
In the end setelah racauan super panjang ini, aku mau kasih beberapa quotes favoritku (nggak ketulis semua karena masa peminjamannya keburu habis)
Alga hijau itu seperti mantanmu yang diam-diam menghanyutkan. Mulanya, ia kelihatan kalem, tetapi jika dibiarkan ia akan mulai merebut oksigen dan nutrisi yang seharusnya diserap tanaman, bahkan mengubah pH air yang krusial untuk kesehatan mereka. Sejinak apapun alga hijau tampak di awal, ia tetap musuhmu. Ganyang alga hijau! (Page 6)
Dia pikir aku tidak bahagia karena tidak punya gebetan. (Page 7)
Dia menyindir usiaku ya? Tahun ini aku akan menginjak usia 25 tahun. Cepat sekali waktu berlalu sejak aku SMA. (Page 10) (BENAR SEKALIIII)
Tentu saja aku belum pernah melempar mesin penjual otomatis pada siapa pun. Aku hanya memiliki energi kemarahan yang sebesar itu. (Page 11) (Wah bagus dong, aku sih pengennya ngelempar buldoser)
Buat apa aku tahu nama tetanggaku yang memelihara banyak ayam laknat itu? (Page 15) (IYA KAN? udah begitu mereka pura-pura nggak peduli waktu lihat ayamnya berkeliaran dan bilang kalau mereka bakalan stres kalau dikurung di kandang. cih. memangnya yang membersihkan tahi-tahi itu nggak stres?)
Rasanya bahkan memalukan bertemu dengannya di sini. Seakan-akan aku juga menjadi bagian dari keburukan kota yang dibenci Pasha dan layak ditinggalkan karenanya. (Page 17)
"Nggak berminat daftar jadi calonnya juga?" "Partai apa yang mengusungnya?" (Page 20). [kok bisa kepikiran jawab begitu?? TT_TT]
Namun, aku tidak pernah melakukannya. Aku ingin bermain fair untuk menghindari dosa. Masalahnya, para pesaing kami tidak takut dosa. (Page 26)
Rasanya menyakitkan karena aku tidak diikutsertakan dalam kehidupannya lagi, tapi aku juga penasaran. (Page 49)
"Udah berapa lama kamu kerja di rumah sakit pamanmu?" "Hampir sebulan." Hampir sebulan dan kami tidak pernah bersimpangan jalan. Aku mau menangis. (Pagi 56)
And... Pasha being flirty be like: "Kamu beneran nginep di hotel ini?" "Iya. Padahal aku nungguin ditangkep kamu lho. Tapi kamu nggak datang-datang ke kamarku." "Dasar mesum." (Page 44)
"Padahal kamu udah enak di sana. Untuk apa pindah ke sini lagi?" "Kangen kamu." (Page 48) [yaelah Shaaaaa ngalusnya bisa banget]
"Kamu yakin bisa tinggal sendirian? Kalau kamu berdarah, siapa yang nolongin?" Ia menyentakkan dagu padaku. "Kamu dong. Nikah, yuk." (Page 74) [AIGOOOOO]
"Makannya jangan kebanyakan gaya. Mau traktir-traktir segala." Ia menyeringai. "Anggap aja belajar menafkahi kamu." (Page 111) [plis ya Pasha tolongg.....]
Ia merentangkan kedua tangannya kepadaku. "Mau peluk, nggak?" (Page 121)
"Masa aku nggak boleh dapat penghiburan setelah melewati malam yang berat?" "Cari istri sana." Senyumnya mengembang lebar. "Kamu jadi istriku ya?" (Page 124)
"Oke," sahut Pasha ringan. "Cewek hemat dan penuh strategi sepertimu... marriageable." (Page 146) [iyeee, ini cowo segitu ngebetnya pengen nikahin Sella)
"Minum gih. Kamu nyetir lho. Bakal cepet dehidrasi." "No, thanks." "Tuh, bibirmu kering. Mau dibasahi pakai bibirku atau pake air minum?" (Page 148)
Nasib petani urban tidak melulu sejahtera. Persaingan antarpedagang jadi satu dari sekian masalah yang harus Sella hadapi. Di tengah huru-hara perebutan takhta dalam rak sayuran di supermarket, orang dari masa lalu Sella datang. Merusuh. Yah, setidaknya efek yang ditimbulkan ke Sella sih begitu. Priska mungkin setuju kalau Sella jadi kayak cacing setelah Paris balik.
Kaget ternyata ini sekuel EP :o nggak nyangka setelah sekian tahun dikasih kelanjutan kisah keduanya. Karena nggak baca ulang EP dulu, agak kaget juga ternyata karakter Sella sinis, pol. Well, nggak akan kuprotes sih soal ini karena paham banget ya jodoh kan biasanya cerminan diri, lho.
Bahasan soal kebun hidroponik beserta produk yang dihasilkan dari sistem itu nambah insight. Aku suka sama cara penulis kasih informasi disambungin sama karakter. Mana karakternya udah macam marketing gitu ya ke pembaca, jadi penasaran pengin ikut bantu-bantu emaknya Sella juga atau minimal ya magang, lah. Eh, tapi nggak jadi, deh, kayaknya mau jadi suporter Katia aja, hehe.
Kalo diperhatiin, Pasha ini sebagai pasangan kayaknya red flag, tapi Sella juga red flag sebagai pasangan ke Pasha. Jadi, ya intinya sama aja sih, mereka. Komunikasinya kebanyakan dark jokes jadi ya gitulah. Lama-lama dimaklumi karena bahasa cinta mereka mungkin memang begitu. Plus, nggak ada orang yang nggak red flag buat pasangannya dan dipikir ulang, label "flag" terlalu luas dan banyak padahal ya Pasha being Pasha, Sella being Sella, selama mereka klop dan bisa saling menerima mah, orang luar bisa apa? xD
Anyway, ending-nya mau kukasih emot ini aja :))))))))))))))))))))))))
aku baca di sekolah… pas pameran pak teguh dan aku sisain untuk di baca di rumah karena sella dan pasha sedikit lagi menikah. they do get married after. they grew older and for some time it felt so heartwarming to see them as a parent. kak please bikin alternate ending aku gak terima………………. #soheartwrenching
This entire review has been hidden because of spoilers.
Membaca Bentala Sella, saya diajak untuk menyelami kehidupan Sella– si petani urban yang ternyata menarik sekali untuk diikuti. Mulai dari aktivitas menanam, memberikan nutrisi, membersihkan alga, memanen sayuran, hingga memasarkan sayuran hidroponik di supermarket. Banyak istilah baru seputar dunia hidroponik yang saya dapat di novel ini.
Konflik di novel ini cukup kompleks. Mulai dari Persaingan para petani urban, hoax tentang hidroponik yang tersebar dengan tiba-tiba, lalu, tentang misi pencarian anak bernama Lionel Messi. Dan tentang kisah Sella dan Pasha, yang baru bertemu kembali setelah sekian lama. Kisah mereka bergulir dengan baik. Meski sebagai pembaca, saya juga sedikit terombang ambing dengan kisah mereka. Akan berlabuh ke mana, Sella dan Pasha?
Saya menyukai sekali karakter Sella dan Pasha. Penulis berhasil menciptakan dan membangun karakter Sella dan Pasha sedemikian unik. Celetukan-celetukan dari Sella dan Pasha juga sangat menghibur.
Terdapat tokoh tambahan yang sangat menghibur dan tentunya mereka memiliki porsi yang pas dan sangat mendukung jalannya cerita. Dan saya juga suka bagian dari penyelesaian di setiap konfliknya yang tepat, dan tidak lambat.
Banyak pelajaran yang bisa didapat dari novel Bentala Sella, seperti untuk lebih bertanggung jawab dengan apa yang kita miliki. Dan tentang beberapa nasihat, sebelum akhirnya memilih untuk menikah.
Terdapat banyak kalimat yang quotable yang cukup mengena. Dan bisa jadi reminder. Saya rekomendasikan novel ini untuk kamu baca. Sebab novel ini punya ide cerita yang menarik, dan dikemas dengan apik oleh penulis.
Akhirnya aku rampung menamatkan seriesnya mulai dari Enigma Pasha, Paradoks Bingar, Bentala Sella, dan Saujana Mata.
Bener-bener baca Bentala Sella itu seperti ditarik untuk memahami seluk beluk perasaan mereka, mungkin karena mereka bukan anak remaja lagi seperti di Enigma Pasha. Jadi pastinya masalah, konflik, perasaan yang Sella dan Pasha punya lebih kompleks. Disini aku jugaa banyak menemukaaan sifat dewasanya Pasha yang beneran serius sama Sella, dilihat dari interaksi Pasha ke Sella juga upayanya buat bantuin Sella menghadapi para pesaingnya, interaksi Sella dengaan ibunya yang ternyata sangat pengertian dalam memahami Sella sangat berbeda waktu aku baca enigma pasha sebelumnya, apalagi semangat Sella dalam memperjuangkan bisnis hidroponiknya. Tapi setelah aku menyelesaikan Bentala Sella beneran kageeeettt samaa epilognya … 😭😭😭😭
Dan karena aku baca Saujana Mata terlebih dahulu sebelum aku baca Bentala Sella akhirnya aku bisa menemukan alternative ending yang cukup menghibur aku🥹
TAPI GAPAPA AKU TETEP CINTA SAMA ALUR CERITA DAN SERIES INI DAN GAK BISA BERHENTI BACA SEHARIAAAN. Aku yakin setelah ini belum bisa pindah ke novel lainnya karena sibuk gamonin Bentala Sella. Terima kasih kak Akaigita selaku penulis yang sudah menciptakan karya sebagus ini ❤️❤️❤️
buku ini bener-bener sempurna kalo epilognya berubah, tapi aku hiraukan aja epilognya dan menganggap satu bab terakhir itu gapernah ada.
aku mau bilang ke penulisnya kalo aku sayang banget sama pasha dan sella. beneran sesayang itu padahal aku cuma membaca dan gapernah ketemu mereka. pokoknya sayang bangettttt.
aku suka buku ini plotnya oke dan wawasan tentang dunia hidroponik nya juga pengalaman baru buat aku. aku suka cara pasha dan sella menyelesaikan masalah-masalah hubungan mereka. dan yang paling aku suka gombalan genit dan tengil pasha yang bikin aku cekikikan juga.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Semenjak baca Enigma Pasha, langsung jatuh hati sama Sella-Pasha universe ini, romance young adult yang dibalut dengan sedikit genre misteri detektif.
Bercerita tentang Sella dan Pasha versi dewasa, yang bertemu kembali setelah Pasha menghilang selama 8.5 tahun tanpa kabar. Dan pertemuannya membuat kaget Sella dengan perubahan sifat Pasha yang berbeda dari Pasha yang dikenalnya sewaktu SMA.
"Sepuluh tahun nggak pernah hubungi aku, terus tiba-tiba ngaku kangen?" Sella, Hal.48. Sella mah juga kangen dan gamon sama teman terindah tapi gengsi ga mau ngaku😅
Entah, kayaknya yang bikin jatuh hati sama mereka itu karena chemistrynya deh. Sefrekuensi, kalo ngomong sama-sama suka jujur dan sinis tapi malah lucu dan ga bikin baper, kalo udah debat dan adu argumen keliatan seru dan bikin gemes gitu. Kayaknya karakter mereka yang sangat tsundere, yang makin bikin greget😆
Alurnya mengalir dengan cerita jatuh bangun Sella sebagai petani urban, diselingi hobi kesukaan Sella yaitu main detektif-detektifan memecahkan teka-teki pencarian seorang anak bernama Lionel Messi, juga perjalanan hubungan Pasha dan Sella yang perlahan berubah dari teman istimewa jadi kisah romansa.
"Dari temen langsung loncat jadi suami-istri kan juga bisa." Pasha, Hal.341. Bisa ae lo Pasha🫠
tahun lalu lagi cari bacaan ketemu paradoks bingar, bacanya seru bgt, jokes yg disajikan sesuai seleraku, ga nyangka bisbol seseru itu. ternyata paradoks bingar adalah sekuel. baru tahun ini baca enigma pasha, tetap sesuai harapan, sangat menghibur sampai aku terlalu semangat dengan lanjutan cerita pasha dan sella. lalu menemukan info tentang bentala sella.
bentala sella udh masuk wishlist sejak akhir tahun lalu, dan ternyata masuk di gramedia digital (yeayyyy). bentala sella sesuai harapan juga, ga nyangka series yg aku kira bakal menghibur ternyata lebih dari itu😭 sisi positifnya adalah aku pengin makan selada.
makasih kak akaigita buat seri baswara ini❤️ love bgt, akan ku cari cara supaya selalu membahas bentala sella di twitter.
ini buku ke-5 Akaigita yang aku baca dan woah! aku bener-bener sesuka itu sama writing style nya, seru banget dan jokes-jokes nya selalu masuk di aku. dari awal sampai akhir baca buku Bentala Sella gaada momen yang bikin aku bosen dan pengen berhenti baca, such a page turner book 💗😩 kalau mau baca buku ini aku saranin baca 2 buku sebelum nya dulu, biar lebih connect ke cerita dan karakternya, tapi kalau langsung baca ini juga bisa kok! secara aku baca Enigma Pasha juga udah lumayan lama.
aku assume dari ending nya universe ini ga bakal di lanjut yah… tapi aku bakal tunggu karya selanjutnya 😆
Aslinya, 4.75/5. Whew. Perjalanan sella jadi petani urban, mantan yang dulu ilang, balik lagi. Aduh, buat romansanya emang tipis-tipis, ngga yang lebay gimana. Pas baca ini, agak sedikit flashback sama interaksi mereka di Enigma Pasha. Endingnya emang agak twist tapi, seneng banget.
huaaaaaaa😭😭😭😭 gak nyangka epilognya bakalan bgtuu deeeh padahal lagi senyum gigi banget terus tiba tiba…..
ok eeeem, karena pasha (mr. kambing) aku jd ingin terlahir kembali menjadi ibex. aku udah baca enigma pasha, paradoks bingar, dan skrg yes bentala sella. pertama2 yg dibuat takjub adalah perkembangan karakternya.
waktu baca enigma pasha, aku tau pasha cuma anak2 yg memang agak psikopat wkwkwk tapi otaknya encer🤨🤨 dan sella, ya, begitu agak misterius tapi sbnrnya rasa pengin tahunya (kepo) tuh tinggi bgt dan gak sabaran hahahahaha dan galak bgtt. dialog mereka juga kocaaaak parah dan aneh, unik, tapi nagih dan lucuuuuu!!!! gemaaaaaaaaas!!!!!
pas baca paradoks bingar juga itu lebih kocak lagi wkwkwkwkwk. menurutku paradoks bingar dan enigma pasha adalah kehidupan yg seharusnya dirasakan para remaja. mencoba melakukan hal2 aneh dan pelanggaran gila—masih bingung akan kerasnya kehidupan dan menganggap bahwa mimpi—tujuan itu ada, atau sebenarnya jalan buntu? atau sebenarnya adalah persimpangan?
dan ya, mendarat ke bentala sella, aku cukup kaget dgn karakter mereka, terutama pasha dan sella sendiri. pasha udah ‘agak normal’ wkwkwkw tp sbnrnya sisi gilanya masih ada tuh, cuma nggak seganas dan se liar dulu. mgkin karna sudah dewasa ya jadi lebih bijak, tapi, kalau dalam perasaannya buat sella, di enigma pasha dan di bentala sella masih sama aja!!!!!! hahahahahaha ilmu cintanya dangkal bgtttt wkwkwkwk. tapi aku suka pasha yg mature. gak banyak gaya, tapi kekanakan dan anehnya masih adaaa. gemes bgttt
sementara sella, masih aja galak dan penasaran!!!! tapi memang nggak sebarbar dulu…. kata bingar, sella adalah kaktus wkwkwkwkwwk. emang, sih, selalu menusuk, apalagi ucapannya.
well, semua karakternya dapat porsi yg pas. ah, kak nice!!! gigi hadid kw yg paling aku taksir saat di paradoks bingar. di situ kita jadi tau siapa dia sbnrnyaaaa. si macho yang sudah duduk di depan kamar indekos nomor tujuh milik pasha hahahahaha!!!
ah, kangen bgtttt.
ending bentala sella memang susah diterima, tapi menurutku, ini juga ending yang baik. entah dari sudut mana. semuanya cukup dan berada di tempat yang seharusnya.
oh iya, aku mau tambahin juga soal gaya penulisan!!! sangat jelas dalam penjelasaaaan dan sederhana bgt jadi gampang dimengerti. apalagi untuk aku yg nggak terlalu ngerti soal bisbol dan hidroponik, semuanya ditulis dengan rapi. nagih banget hihihihhi. page turner dan gak bosenin deh!!! aku senang bacanya🧏🏼♀️😄
Cukup lama jeda saya membaca buku #1 dari series ini Enigma Pasha hingga ke buku #3 ini. Saya hampir lupa kisahnya Sella dan Pasha seperti apa, kecuali bahwa keduanya lebih banyak berantemnya kalau ketemu, dan Pasha akhirnya menghilang dari kehidupan Sella.
Sepuluh tahun (atau delapan setengah tahun menurut Pasha) lamanya Pasha menghilang dari kehidupan Sella. Sella sekarang sedang menyelesaikan S2-nya sambil mengurus perkebunan sayur hidroponik milik Ibunya. Informasi tentang reuni akbar sekolah dibawa oleh Priska, sahabatnya, mengingatkannya kembali akan Pasha. Sella masih menyimpan kepedihan akibat kepergian Pasha, menolak menghadiri reuni tersebut. Namun seseorang telah mendaftarkannya untuk hadir. Penasaran dengan orang yang membajak identitasnya untuk mendaftar reuni, akhirnya Sella bersedia hadir dan dia bertemu dengan Pasha di sana.
Ketika Sella dan Pasha bertemu, tentu saja masih lebih banyak adu mulutnya. Meski Pasha beberapa kali melemparkan kode untuk meminta Sella kembali menjadi orang terdekatnya. Pasha bahkan mengajukan lamaran untuk menikah pada Sella. Namun Sella tidak siap ditinggal lagi. Akhirnya ada kesepakatan yang berjalan di antara mereka. Pasha akan membantu Sella mengatasi masalah penjualan sayur hidroponiknya, sementara Sella menolong Pasha menemukan seorang anak bernama Lionel Messi di kota ini.
Membaca interaksi antara Sella dan Pasha masih menyenangkan. Meski Sella masih dengan kesinisannya menghadapi dunia, dan Pasha yang masih enggan membuka diri jika bersinggungan dengan penyakit hemofilia-nya. Seluk beluk tentang mengelola kebun hidroponik juga menambah wawasan baru bagi saya, terutama di bagian pasca panennya. Hanya saja bagian epilog-nya terasa sedih, meski hal itu memang bisa diprediksi.
Aku udah baca keseluruhan cerita Pasha Univers ini, dan aku lega sekaligus sedih. Lega karena kapalku akhirnya berlayar, sedih karena akhirnya aku harus mengucapkan selamat tinggal sama cerita, dan couple favoritku 😭
Only God know how much I love this series! Butuh 3 buku untuk akhirnya bikin mereka bersatu. BUT WHY THAT ENDING, GOD?! Ini authornya punya masalah pribadi apa sih sama Pasha sebenarnya 😌 Aku, kan, juga mau lihat rumah tangga Pasha-Sella kayak gimana setelah nikah. Beri cuplikan kek─waktu mereka nikahan, waktu Sella lahiran, perasaan mereka waktu punya baby pertama kali (pasti mengharukan), waktu mereka ngasuh anak. They're deserved it after all. And we are readers deserved to know too! Am I to much to ask? 😭
Entahlah guys, aku masih pundung sama epilognya. Tapi, akhirnya aku bisa sedikit legawa setelah aku tau kalau si penulis sudah menyiapkan alternatif ending kisah Pasha di bukunya yang lain─Saujana Mata. Yes! kisah Pasha exclusive yang diceritakan dari empunya sendiri (baca di wattpad-nya penulis). Akhirnya MC kesayangan kita dapat ceritanya sendiri, di bukunya sendiri. Tapi, ya jangan berharap banyak juga, karena di sana gak banyak menceritakan hubungan Pasha-Sella. Ingat ya guys, Akaigita tuh bukan spesialis cerita romansa. Jadi, jangan kaget kalau shipper kalian bakalan kandas tak berlayar, atau berjalan tidak sesuai ekspektasi kalian.
Tadinya mau ngasih 5 star, tapi gak jadi ah, karena endingnya bikin gw dongkol setengah mati, dan bikin gw gamon berhari-hari. Jadi 4 star aja 😡 Kayaknya setelah Hajime Isayama, Gita ini pantas menyandang gelar evil author deh, hahaha. Tau ah, saya masih kesel. BYE!
dari awal i know, I KNOW endingnya bakal ga enak tapi AHHGDHDH ternyata se dgshavhe ini??? I feel like ive lost something (give it back!!)
Aku udh ngikutin semua series Pasha, dari buku Pasha, Mike, Bingar. Awalnya aku nunda banget baca bukunya Sella ini, karena aku ga kebayang Pasha jadi dokter (serius). Tapi pas baca rasanya kayak… kerasa ya ternyata Pasha kayak berubah banget. This will be a bit personal, but as someone contemplating my college major decision, aku seneng banget denger what happened to Pasha and what changed him. Mungkin bisa jadi pertimbanganku juga.
Pas aku baca bagian tag instagram Pasha, aku kira bakal ada orang ketiga yang bakal hadir di antara Sella dan Pasha. So, i was BRACING myself. Turns out, masalah mereka cuma di antara berdua aja, and truthfully, i love that. Aku sedih sama Sella, aku kesel sama Pasha, tapi aku ngerti maksud Pasha about what he said to Sella. AHHH pokoknya aku suka deh.
One last thing, aku kaget sama Bing haha. Berharap banget mereka bakal reuni lagi cuma, yah… (kak Akaigita please make it happen). And id love to hear more about Mark Ruffalo look alike (Jose) hehe.
I know reading another kak Akaigita’s book will cure my reading slump, and it did. Aku akhirnya bisa finish satu buku dalam waktu 3 hari lagi (selain faktor lagi liburan juga, sih). So, here’s 5 stars!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
wow, selesai. ini artinya aku telah menyelesaikan seluruh buku Akaigita versi cetak ya? [pura-pura terkejut].
Sebagai penggemar seri Baswara Universe, buku terakhirnya ini memang luar biasa. Kita dapat sama-sama melihat perkembangan hubungan Pasha dan Selene yang makin kompleks di sini. Lucu, ya, kemarin rasanya masih lihat Paris dan Selene yang kaya Tom and Jerry di SMA, eh, sekarang kok udah main lamar-lamaran aja—ga mainan deng, berasa ikut membesarkan anak. Akaigita membawakan hubungan Pasha dan Selene yang sedikit sulit ini terasa nyata, maksudnya, hal-hal seperti itu lumrah terjadi.
Belum lagi konflik perkebunan Selene yang aku ga nyangka bakal ke sana klimaksnya, benar-benar dramatis—yet so fun!
Buku-buku Akaigita sekali lagi berhasil membuat pembaca senyam-senyum sendiri. Apalagi gombalan maut sang dokter—yang walaupun kata Selene, "Najis!"—yang malah bikin aku tertawa. Aduh, kamu ini lucu sekali, Pak Dok! Belajar dari siapa, sih?
Untuk endingnya, bagian yang paling menimbulkan amukan warga—dan aku setuju untuk itu—itu, menurutku fair enough. Yah, walaupun sambil dibanjiri air mata sedikit. Sangat mengharukan, bukan? (((^_^;)
Oke, oke, penutup, sedikit klip favoritku:
"Aku bangga sama kamu. Kamu kuat banget... dan pemberani."
Ini buku yg mau aku baca dari lama tapi kutunda-tunda karna kalau beli fisiknya takut gak kebaca karna gak ada waktu. Tapi di liburan semester ini tiba-tiba kepikiran buku ini dan langsung cek gramdig. ADA✨ Tanpa ba bi bu dari sore sampai jam 2 pagi kelar (walaupun sempet kuselingi scroll sosmed karna gak mau buku ini cepet kelar😭😭😭)
Seperti biasa, aku selalu suka narasi kak akaigita🫶🏻🫶🏻 so refreshing dan lucu abis! Gombalan-gombalan Pasha juga sukses bikin aku cengengesan sambil guling-guling di kasur. Sella-Pasha kenapa lucu banget sih?????
Walaupun endingnya….😭 Aku hampir gak rasional mau kasih rate 1/5 karna epilognya tapi aku sadar aku bisa memanipulasi diri ini dengan mengganggap epilognya tidak pernah ada 😁 (Tapi tetep nyesek sih)
Aku mau banget kak akaigita nulis genre sejenis ini lagi! Romance orang dewasa kayak chicklit? metropop? pokoknya aku tunggu kak akaigita selanjutnya🥺💖
This entire review has been hidden because of spoilers.
"kalau mau menyerang kelemahan orang lain, harusnya kamu pastikan dulu dirimu sendiri nggak memiliki kelemahan yang bisa diserang juga."
sella punya bisnis sayur hidroponik yang ia tanam sendiri di kebun kaca miliknya, tapi akhir-akhir ini mulai muncul banyak pesaing licik yang membuat hidup sella semakin pelik. di sela-sela kehidupan yang semakin memberatkan, muncul pasha, seorang teman sma yang tiba-tiba datang dan menawarkan bantuan.
tapi bukan pasha namanya jika menawarkan bantuan gratis, karena cowok itu juga meminta balasan berupa menuntut sella untuk menjadi detektif abal-abal, dengan menguntit seorang anak laki-laki bernama lionel messi.
kerja sama yang di mulai dengan gelombang nostalgia perlahan berubah menjadi semakin rumit, bisnis sella berada di ambang kehancuran, begitu juga dengan hubungannya dengan pasha yang di hadapkan dengan banyak pergulatan dan keraguan.
sebelum menulis review ini, gue musti menaikkan hastag #pashasellamanya sebagai tanda kalau gue fans sejati mereka. pas baca, gue juga dilanda gelombang nostalgia, jadi keinget lagi momen-momen pasha dan sella remaja di enigma pasha. meski sebenernya kerasa banget perkembangan karakter mereka, di sini mereka lebih dewasa karena emang udah bukan remaja, permasalahan demi permasalahan yang di hadapi juga nggak kecil lagi. baca gimana strugglenya sella ngurus usaha sayur hidroponiknya bikin gue balik ke realita, apalagi pas sella bilang, "sebenernya aku ingin mengakui bahwa aku takut dengan kompleksitas hidup orang dewasa. namun, itu munafik. belakangan ini aku sudah menerjang begitu banyak kerumitan yang tadinya tak tertahankan oleh pribadiku yang sederhana." pada akhirnya kita semua bakal dewasa, meski mager perang, tapi mau nggak mau kita bakal bawa parang.
tempo novel ini masih sama kayak novel akaigita yang sebelum-sebelumnya, slow burn, calm, tapi tetep bikin penasaran karena di selingi dengan teka-teki. gue suka karena dinamika hubungan sella dan pasha di mulai dengan cara yang sama, meski sekarang mereka udah dewasa tapi tetep kerasa "fun" kayak mereka dulu pas masih remaja. apalagi waktu denger celetukan ganas sella dan gombalan aneh bin nyeleneh pasha #couplegoals nggak cringe, tapi kalo di gue sih bapernya tetep berasa meski caranya mungkin sederhana.
hubungan pasha dan sella bikin gue mikir, ternyata kalo energinya sama meski pisah bertahun-tahun lamanya pas ketemu lagi tetep ketarik juga ya? meski gue kesel sih sama cara komunikasi pasha yang kadang di luar logika normal manusia, senyebelin itu sampe sella dan GUE berkesimpulan "aku tau sebenernya ia ingin bilang di dunia ini perempuan nggak cuma kamu." mana abis itu sella duluan lagi yang hubungin, ih pasha lo itu terlalu banyak bingungnya. untung perkembangan karakter pasha ini baik, salut gue sama dia di bab-bab menuju ending. di ending juga gue salut sih sampe pengen teriak "LO SANGGUP GITUAN GUE SHA????" rasanya kayak abis di ajak terbang ke awan, terus di jatuhin sampe dasar samudera yang paling dalam.
good job pasha, lo akan selalu ada di daftar cowok fiksi favorite gue sepanjang masa. dan buat sella, gue sekarang pengen jadi petani sayur hidroponik nih gara-gara lo. terakhir buat akaigita selaku penulis tercinta, enigma pasha, paradoks bingar, dan bentala sella aja nggak cukup. saya mau cerita masing-masing dari mereka, sampe 20 buku pun tak apa (maaf kalo ngelunjak) soalnya nggak siap berpisah dengan sella dan pasha dkk :( ily guys so much, take care ya guysss (ternyata efek gila setelah baca secuil scene di ending masih berasa)
Beneran patah hati pas tau usia Pasha ga panjang dan Sella berjuang sendirian membesarkan kedua anaknya💔
Setelah 8,5 tahun ga ketemu pun, Pasha masih bisa bikin Sella salting! Cuma gengsi aja ya Sella gak mau ngaku di awal😋
Walaupun ending-nya gak sesuai keinginanku, tetap aku apresiasi buat Akaigita yang bisa nulis gombalan ala Pasha yang gak cringe. Ceritanya bener-bener bisa dinikmatin sampe akhir.....cuma ya ending-nya itu loh huhuhu
Kalau di Enigma Pasha belajar tentang bisbol, di Bentala Sella pembaca diajak mengetahui seluk beluk tanaman hidroponik yang ternyata cukup kompleks.
Overall, Bentalla Sella sama menghiburnya dengan Enigma Pasha.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Pantes saja ga ku sentuh buku ini walau sudah 1th lamanya Ternyata kenyataan pahit yg kumakan pada akhirnya
Pasha-sella kaya temen lama, sudah membersamaiku sejak SMA. Walau memang dari awal sudah jelas karakter Pasha bukan tipe yg tangguh menghadapi kehidupan tapi tetap saja fakta kehilangan memberi duka
Aku si fakir romantis ini mendamba semua reka adegan mereka, menimang dan belajar oh ternyata begitu ya hubungan yg keren dan logis
Dan banyak oh begitu ya dari setiap alur dan karakter mereka
Tapi buku ini bukan cinta-cintaan ajaa banyak ilmu yg ku serap, dan lebih terbuka pandangan terhadap dunia petani urban hidroponik
Definitely my fav book from Akaigita 😔💕 Ceritanya roller coaster, but bro I didn't expect Pasha sengebut itu after missing in 8 (and a half) years! I was shocked haha. Di novel ini juga sebetulnya terselip awareness tentang kesehatan i guess, both mentally and physically. Aku juga suka gimana Pasha dan Sella berusaha saling mengerti, walaupun aku tidak terbiasa dengan kedekatan mereka berdua. Mereka berakhir dengan baik dan aku sangat suka dengan endingnya. Kali ini memuaskan, walau hati kecilku tercabik-cabik. Ehh is this considered as spoiler?
This entire review has been hidden because of spoilers.
Memang keputusan yang tepat buat mempercayakan sepenuhnya isi novel ini ke penulis. Rasanya waktu baca ini setelah nyelesaiin Enigma Pasha setahun lalu dan Bingar 2 hari lalu, bener-bener bangga sama character development mereka dan jadi mengenal karakter lebih jauh juga. Epilognya digambarkan dengan baik, sangat baik, sampai hatiku sakit banget pas nyadar, sampai baca ulang mastiin. Aku baca beberapa paragraf sampai 3 kali dan sadar kalo ini beneran. Di luar itu, salut sama penulisnya yang bisa nulis berbagai macam profesi/bidang sedetail itu, bukan cuma di permukaannya aja.
Meski endingnya mengejutkan, secara keseluruhan cerita ini keren banget dalam memberi edukasi tentang seluk beluk tanaman. Relasi Sella dan Pasha sangat mengesankan. Ada kisah sinisme dan harapan terpendam demi memajukan petani sayur, yang diwakili Sella, tapi juga ada cerita kesungguhan Pasha untuk meyakinkan diri bahwa hanya dialah yang pantas menjadi partner hidup bagi cewek ini.
Sungguh serasi sekali keduanya. Penulis mampu memberi porsi cerita yang seimbang antara hidroponik, sahabat setia, orangtua yang belum move on sampai urusan asmara dengan tingkah polah serta adu kata yang rame. Membaca novel ini memang harus diulangi lagi demi mendapatkan sisi terbaik antara dr. Pasha dan Sella.
Nangis dikit setelah namatin novel ini gak ngaruh 🙏🏻 Anyways, akhirnya bisa baca novel ini setelah dibuat penasaran sedari lama oleh sang penulis. Lagi-lagi karyanya mbak Akaigita tidak mengecewakanku. Makasih udah ngasih hiburan lewat keseharian Sella dan interaksinya dengan Pasha ditambah dengan konflik yang seru ya, mbak! I really enjoy it 💞 Bagi yang bertanya-tanya apakah sebelum baca Bentala Sella harus baca urut dari Enigma Pasha dan Paradoks Bingar dulu, menurutku sih ketiga buku ini bisa dibaca secara stand alone. Meskipun begitu, pasti lebih seru kalo udah baca dari awal. Aku sendiri belum baca Enigma Pasha aja, walaupun aku ragu apakah sanggup baca Enigma Pasha setelah menamatkan novel ini atau tidak 😁
Sudah lama pengen nyoba berkebun secara hidroponik seperti yang sering lewat di YouTube atau video Tiktok. Tapi ternyata hmmmm... buat saya yang ngga tekun begini, saya adi kasihan nanti pada tanaman saya hahaha...
GILAA ENDING APA INI COYYY 😭😭😭😭😭 GA TERIMA TAPI..... 😭😭😭😭. AH SEDIH BANGET KARAKTER FAVORITKU..... PASHA PARIS SHASIN SHISO 🥺🥺🥺. Udah senyum" selama baca ternyata endingnya, aduh hancur semua vibes salting senyum"ku. Berubah jadi sedih karna keinget endingnya 😭😭😭😭. Ya allah...