Setiap orang hanya punya waktu 24 jam dalam sehari. Di kota besar yang identik dengan kemacetan lalu lintas, kadang waktu sering hilang sia-sia di jalan. Bagaimana caranya agar kita bisa menyiasati waktu yang hanya 24 jam sehari itu?
Di buku ini, Yoris Sebastian (penulis buku Creative Junkies & 101 Creative Notes) mengangkat bagaimana sistem transportasi cerdas bisa menjadi salah satu solusi dalam memaksimalkan pemakaian waktu kita. Seiring dengan teknologi informasi yang berkembang pesat, gadget yang semakin canggih, budaya dalam bepergian pun mulai berubah. Memesan taksi melalui app, melihat rute lewat GPS atau Google Maps, nebeng dengan sistem car sharing, adalah beberapa contoh yang diulas Yoris dalam buku ini supaya kita dapat memanfaatkan waktu dengan lebih baik.
Kini, ungkapan ‘waktu adalah uang’ (time is money) agaknya sudah tidak tepat lagi untuk digunakan. Time is more valuable than money, waktu lebih berharga dari uang. Dan hanya mereka yang kreatif menggunakan waktulah, yang akan berhasil di masa depan.
Yoris Sebastian adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif. Pada usia 26 tahun, Yoris terpilih menjadi GM (General Manager) Hard Rock Cafe Indonesia, menjadi GM termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia. Pada usia 34 tahun, selepas keluar dari Hard Rock, ia mendirikan sebuah perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).
Yoris terkenal dalam hal inovasi dan ide kreatif. Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai berpikir "out of the box". Menurutnya, ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small).
Yoris, dalam bukunya Time is More valuable than Money, menjelaskan bagaimana transportasi yang kita gunakan sehari-hari untuk bersekolah, kuliah, kerja dan banyak hal lainnya dapat mempengaruhi siklus kehidupan kita sehari-hari. Kemacetan yang terjadi mulai dari pagi hari hingga malam hari terkadang membuat kita lelah dan mengakibatkan stress. Di sini, Yoris membagikan tips dan triknya dalam menghadapi kemacetan yang harus dilalui oleh para komuter di jalan pergi maupun pulang ke rumah. Tak lupa juga, Yoris membagikan sejarah singkat transportasi publik apa saja yang ada di dunia serta Indonesia. Hal tersebut dapat membuat pembaca lebih mengetahui alat transportasi apa saja yang ada dari dulu hingga kini. Hingga akhirnya Yoris pun memberikan solusi alternatif transportasi publik untuk diterapkan di Indonesia yang ada di buku ini. Dengan gaya bahasa yang santai dan mudah dicerna, Yoris mampu membuat saya terus membaca buku ini dalam satu waktu.
Menggunakan bahasa yang mudah dicerna, Mas Yoris memberikan gambaran transportasi di masa lalu, kini dan yang akan datang.
Dulu, kita butuh waktu yang lama untuk berpergian dari satu tempat ke tempat yang lain. Kini, ketika teknologi berkembang begitu pesat, kita khususnya warga Jakarta masih berkutat pada masalah macet.
Mas Yoris mengajukan berbagai alternatif penggunaan teknologi utk mengurangi waktu kita yang sering habis di jalan. Seperti, aplikasi utk memesan taksi, trik mengurangi waktu tunggu imigrasi, dan lain sebagainya. Di akhir buku, Mas Yoris memberikan gambaran teknologi transportasi di masa depan.
Buku ini direkomendasikan untuk dibaca. Terutama bagi mereka yang awam terhadap sistem transportasi. :)
Buku ini menurutku biasa saja. Yakni memaparkan perkembangan transportasi dari zaman dahulu hingga yang kita gunakan sekarang. Ditambah pula dengan pandangan mas Yoris untuk tranpsortasi masa depan.
Mengapa biasa saja? Karena sebenarnya fakta yang dituliskan oleh mas Yoris sudah pernah aku temui di beragam publikasi seperti surat kabar. Jadi, aku tidak merasa wah. Walaupun perlu diakui bahwa ide mas Yoris bukanlah ide sembarangan. Bagus sekali jika ada investor yang mau mewujudkan ide tersebut.
Di akhir bab mas Yoris menuliskan keuntungan apabila kita bisa membuat 24 jam menjadi lebih efektif.
Harganya mahal dibandingkan dengan ketebalan buku dan isinya (yang menurutku) biasa saja.
The review will be in Bahasa. Buku yang berjudul Time is More Valuable Than Money: Dampak Transportasi pada Hidup Kita.
Saya adalah salah satu penggemar Yoris Sebastian. Saya banyak mendengar podcast dengan Yoris sebagai MC atau Pembicaranya. Dan dia selalu dekat dengan tema atau pembahasan mengenai Kreativitas. Salah saya karena menyalahartikan buku ini sebagai salah satu buku Kreativitas karya Yoris Sebastian.
Saya tidak menyangka bahwa buku ini akan benar-benar membahas mengenai Transportasi secara detail dari sejarah, sistem, dan perbandingan perkembangan Antara satu moda Transportasi antar negara. Yang saya kira, Yoris akan membahas bagaimana cara memanfaatkan waktu dengan baik di saat kita di jalan (saat menggunakan alat Transportasi).
Buku ini jelas membantu membuka pandangan kita bahwa bertapa banyaknya waktu yang kita buang untuk perjalanan kerja/berpergian. Buku ini juga menyadarkan saya bertapa tertinggalnya sistem Transportasi umum negara kita.
Iya kesannya udah nggak kekinian lagi baca buku ini. Ditulis di tahun 2013 di waktu belum ada transportasi daring yang bikin pengguna jasa yang sadar "waktu" sangat terbantu.
Lewat "Time is More Valuable than Money" Yoris ingin mengajak pembaca menekuni inovasi bentuk transportasi dan banyak cara untuk memaksimalkan waktu yang ada.
Buat Yoris waktu adalah kesempatan yang berharga. Tidak lebih tidak kurang. Lewat buku inilah ia menyajikan pendapatnya untuk para pembaca mampu menghargai waktu.
Ngebaca ini bikin saya paham kalo masalah kendaraan bisa jadi sangat krusial dan merugikan banyak hal. mulai dari sda, sdm sampai yang paling berharga yaitu waktu. contoh: dengan banyaknya waktu yang dihabiskan di jalan ngebuat tenaga kita nggak lagi stamina di tempat kerja dan bisa berimbas ke performa di lingkungan kerja. selain itu terbuangnya waktu dengan sia-sia mengakibatkan potensi orang-orang terhambat untuk mengeksplorasi hal-hal baru disekitar.
A quick read. Kukira isinya lebih tentang bagaimana membuat perjalanan jadi lebih efektif, atau bagaimana untuk membuat kita tetap produktif selama di perjalanan. Tenyata isinya bener-bener ngebahas moda transportasi banget, dari mulai past, current, dan future transportation. Dan karena ini buku terbit tahun 2013, jadinya banyak yang kurang update ya untuk transportasi yang kita pakai sekarang.
Saya menyukai penjelasan dari mas Yoris Sebastian yang memikirkan sisi dampak transportasi di Indonesia dengan efektivitas waktu. Sudah berapa triliun kah per hari kerugian negeri ini disebabkan oleh macet dan transportasi yang gak accesible? pemaparan mengenai jenis-jenis transportasi jaman dahulu, sekarang dan yang akan datang.. saya sendiri mengakui kalau transportasi di negara kita masih kurang layak sehingga masih banyak yang lebih nyaman menggunakan kendaraan pribadi.. gak bisa dipungkiri sih naik bus aja rawan kecopetan, terus kalo naik kereta api dan busway berdesak-desakan.. tapi saya pribadi lebih memiliki naik bus umum/shuttle yang setidaknya jika kita sudah lelah di kantor bisa beristirahat sejenak/tidur dahulu.. 2,5 jam di bus bukan waktu yang singkat biasanya saya habiskan dengan tidur dan membaca buku dibandingkan saya membawa kendaraan pribadi sendiri..*gak kuat deh sama macetnya ampun2an kalo abiz after office hours =___=a
Buku ini menambah wawasan saya mengenai transportasi di negara kita yang secara gak langsung mengurangi efektivitas waktu kita dalam bekerja... saya berharap pembangunan MRT bisa memberikan kontribusi kedepannya.. meskipun telat sama negara tetangga tapi setidaknya ada pembangunan dibandingkan tidak ada perubahan sama sekali..
Buku yang habis dibaca dalam sekali duduk. Mudah dicerna, meski isinya sangat serius dan banyak sekali data yang dijejalkan ke dalamnya. Yoris memang creative junkies!