Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perempuan di Dalam Piano

Rate this book
Indraswari yakin mengandung bayi titisan Sergei Rachmaninoff, pianis legendaris Rusia pujaannya. Ia percaya bayinya kelak akan menjadi pianis kebanggaan negeri.

Sang bayi kemudian tumbuh menjadi Bromo. Ahli memainkan piano, namun tak punya minat pada musik klasik. Sikap yang membuat sang ibu geram. Indraswari menjebak anaknya dalam permainan khayalan sesat. Mulai dari memalsukan jati diri sampai menghadirkan sosok seorang perempuan di dalam piano.

Bromo bertemu Kinasih, pembatik muda. Perempuan yang bisa membebaskannya dari belenggu ibunya. Namun, memenangkan hati perempuan itu merupakan sebuah perjuangan penuh liku-liku. Mulai dari persaingan dengan Jati, dokter muda cemerlang, sampai sikap ibunya yang tak kunjung memberi restu.

Cerita ini bergulir pada masa revolusi kemerdekaan. Di sebuah kota bernama Girimulyo. Kisah tragis antara ibu dan anak. Menampilkan sisi-sisi tergelap manusia. Di mana batas waras senantiasa dipertanyakan. Karena sesungguhnya, waras dan gila hanya berjarak satu denting nada.

304 pages, Paperback

Published November 4, 2023

6 people are currently reading
41 people want to read

About the author

Sekar Ayu Asmara

16 books35 followers
Sekar Ayu Asmara lahir di Jakarta, Indonesia. Menghabiskan masa kecil berpindah-pindah di beberapa negara mengikuti karier diplomat ayahnya. Pernah menetap di Afghanistan, Turki, dan Negeri Belanda.

Semua bidang seni yang ditekuni, dipelajari Sekar secara otodidak. Baik itu sebagai sutradara film, pelukis, produser musik, penulis skenario, maupun penulis novel.

Film pertamanya, Biola Tak Berdawai, mendapatkan anugerah The Naguib Mahfouz Prize di Cairo International Film Festival 2003. Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada sutradara film pertama. Film ini juga dianugerahi penghargaan Best Actress untuk Ria Irawan di Asia Pacific Film Festival, Shiraz, Iran 2003. Sementara Bali International Film Festival, Indonesia 2003, menganugerahkan penghargaan Best Actor bagi Nicholas Saputra dan Best Music untuk Addie MS.

Film keduanya, Belahan Jiwa, juga memenangkan penghargaan The Best International Feature Film di ajang New York International Independent Video and Film Festival 2007.

Sekar telah menerbitkan tiga novel: Pintu Terlarang, Kembar Keempat, dan Doa Ibu. Film Biola Tak Berdawai dinovelisasikan oleh Seno Gumira Ajidarma. Sementara novel Pintu Terlarang telah diangkat menjadi film layar lebar oleh Joko Anwar.
email: xekarayu@gmail.com

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (25%)
4 stars
14 (32%)
3 stars
13 (30%)
2 stars
5 (11%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 12 of 12 reviews
Profile Image for gq.
107 reviews
October 4, 2024
yang aku suka dari novel ini, 'badut-badut'nya dijelasin alasan gila mereka karena masalah yang masuk akal. gak yang tiba-tiba gila. jadinya bikin kita berempati sama mereka. paham kenapa mereka bisa sampai putus tali kewarasannya. plot twistnya juga jujur ga ketebak ya atau emang akunya yang dari awal males nebak-nebak sih hehe. minusnya paling pas baca narasinya sih, ada narasi berulang yang bikin jemu. atau kadang terlalu dilebih-lebihkan yang bikin jengah. mungkin ini emang agak tricky ya, karena di beberapa narasi lain-walapun sama2 dilebih2in tapi malah bagus jadi puitis gitu.
Profile Image for Aro~.
241 reviews9 followers
May 14, 2025
Sejauh ini, buku ini jadi favoritku dari semua buku Sekar Ayu Asmara. Karakternya banyak tapi ditempatkan sesuai porsi dan perannya. Nggak kurang maupun berlebih. Aku suka gimana Pak Kusumo mendeskripsikan pasiennya sebagai badut dan rumah sakitnya sebagai sirkus. Seolah apa yang terjadi di sana hanya sebatas pertunjukan yang usai begitu tirai diturunkan. Dialog di buku ini ngga terlalu banyak, lebih didominasi oleh narasi dari penulis. Beberapa mungkin agak merasa terganggu dengan narasi pendek-pendek yang dipanjangkan. Beberapa lainnya mungkin akan suka karena narasinya jadi terdengar lebih puitis. Twist di akhir buku ini juga masuk akal, nggak serta merta muncul untuk memenuhi ekspektasi tapi juga menghidupkan cerita di buku ini.
Profile Image for Bunga Mawar.
1,356 reviews43 followers
December 30, 2023
2,5 bintang.

Capek banget bacanya. Buku ini kebanyakan narasi pengarang. Mungkin 75 persen. Sisanya baru dialog.

Belum lagi narasinya pendek-pendek. Dua-tiga kata, titik. Dua-tiga kata, titik. Membacanya jadi terpatah-patah.

Nggak usah dipikir logikanya. Ini kisah fantasi. Berbalut latar tahun 1940-an. Tapi tempelan saja, disebut tahun 1980-an juga bisa. Tinggal disesuaikan saja perilaku tokoh pendukungnya.
Profile Image for Nabilah S.
173 reviews1 follower
April 24, 2024
TRIGGER WARNING! ada part bundirnya🙃

Kirain bukunya bagus wkwk ternyata zonk. Isinya kebanyakan narasi dari penulis, udah gitu pendek pendek lagi, jadinya bikin bingung karena ga jelas. Dialognya dikit banget jadi novelnya ga berasa nyata. Sempat kasihan sama salah satu tokoh novel ini (kinasih) kok jalan hidupnya gitu banget, kisahnya sangat mencerminkan pepatah udah jatuh tertimpa tangga pula.

Oiya, buku ini sukses membuatku nanya ke diri sendiri "apa gue juga depresi ya?"🤣
Profile Image for hopenpuff.
151 reviews2 followers
December 20, 2025
❝Sesungguhnya waras dan gila hanya berjarak satu denting nada...❞ —p 5

Perempuan di Dalam Piano - Sekar Ayu Asmara
📎 304 hlm.
🏠 @bukugpu
📍 iPusnas
★★★★☆

Kisah cinta berbalut tragedi dengan aspek adat yang kental, menarik bukan? Dari judulnya, aku mendapatkan kesan horor yang kuat. Perempuan di Dalam Piano. Jika bukan setan, pastilah semacam roh penunggu. Belum lagi ceritanya mengambil latar di tanah jawa era revolusi kemerdekaan, ketika adat istiadat termasuk kepercayaan pada yang gaib masih melekat erat.

Pun yang kusuka dari buku ini adalah gaya tulisnya. Mendayu-dayu, dalam tapi tak mengusik, berbunga tapi tetap bisa membuat pembaca nyaman. Rasa seperti mendengarkan dongeng pengantar tidur, hanya saja dengan tambahan ketegangan di sana-sini yang kadang membawa diri kembali ke kesadaran untuk mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya. Malah kutemui cara Sekar Ayu Asmara bertutur cerita sangatlah santun, sesuai dengan cerita yang dibawakannya.

Lewat buku ini, penulis menyoroti sisi psikologis rakyat pribumi dan anomalinya yang tentu saja masih dianggap tabu kala itu. Apalagi di tengah kondisi nusantara yang masih panas dengan gejolak perlawanan dan kuatnya rasa ingin memerdekakan negeri sendiri, hal-hal seperti ini acap kali disepelekan dan dengan gampangnya dikesampingkan. Di sinilah Rumah Sakit Jiwa Jenggala diboyong masuk dan menjadi salah satu aspek krusial dalam cerita ini.

Dari sana, kegilaan-kegilaan lain turut menghiasi. Ingat, ini kisah cinta penuh tragedi. Cinta antara ibu dan anak, juga cinta sepasang kekasih yang terhalang restu dan adat. Sejauh mana manusia rela bertindak demi cinta, kita tak pernah tahu. Pengkhianatan, iming-iming dosa, dan ikatan adat serta martabat yang turun-temurun dijaga memenuhi tiap-tiap langkah Bromo dalam melawan doktrin ibunya juga dalam memperjuangkan cintanya. Penulis berhasil memupuk rasa penasaran pembaca akan jawaban sejati dari misteri-misteri yang tersaji.

Sebetulnya ini hanya masalah ekspektasi personal, tapi klimaksnya agak flat dan penyampaiannya terkesan buru-buru. Meski tak sesuai dengan prediksi, hal itu dibayar tuntas dengan beberapa bab menuju ending cukup bisa menutupi dengan membawa kita kembali kepada inti permasalahan buku ini: Perempuan di dalam Piano.

So, until next time—★
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
February 13, 2025
"Bahwa kuncup akan berkembang menjadi bunga. Bunga pun akan layu. Melepaskan diri dari tangkai. Sebuah sabda semesta tak terbantahkan."

Rasanya energiku langsung terserap habis setelah menamatkan buku ini. Kegilaan yang ada di dalam buku ini pun rasanya menular juga. Banyak hal yang disayangkan dalam buku ini, tetapi narasi penulis menjadi salah satu hal yang cukup mengganggu. Minimnya percakapan antara para tokoh membuat rasa hampa dan koneksinya tidak dalam dirasakan olehku sebagai pembaca.

Belum lagi ada beberapa hal repetitif di dalam novel ini. Selain itu, ada banyak hal yang dijelaskan panjang lebar dan kemudian tidak disebutkan lagi. Sayang sekali, padahal blurb buku ini cukup menarik minat, tapi eksekusinya tidak sesuai harapanku dan cara penulis bernarasi tidak cocok denganku.
Profile Image for Farishad Latjuba.
25 reviews1 follower
May 2, 2024
It has a great universe to begin with, a make believe small remote town in Central Java around the time of independence. This book suffers from several Historical inconsistencies here & there. But, the author’s strength in delivering each characters rejuvenates the story to the end. To me, the story rolls after 1/3 of the book. The author dwells too much on the exposition, yet these expositions are not used often later on in the story. 3 stars is enough from me.
Profile Image for veyninda.
151 reviews10 followers
January 27, 2025
Bagus psikologi thriller karya penulis lokal tapi aku nggak suka. 80% isinya narasi penulis minim dialog. Banyak penjelasan yang diulang-ulang serta pamer nggak jelas. Ketika mulai ketemu keseruannya ada karakter baru muncul dengan penjelasan seabrek serunya ilang lagi 😭

Dah lah cape aku baca buku ini nggak jelas sumpah. Latarnya juga ambigu banget 😭
Profile Image for Annelia LK.
8 reviews
August 25, 2025
Kalau suka drama yang DRAMA bgt kayanya bakal suka sama novel ini. Banyak kejadian yang mengejutkan terjadi. Berlawanan dari orang-orang yang males sama narasinya, I’m fine with it, walau beberapa kali terasa sebagai repetisi.

I feel bad with Dokter Jati in here. Indraswari juara gaslight tingkat kabupaten. Kuat-kuat Kinasih dalam berumah tangga dengan Bromo 🥹

Fun reading.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Fadita Ayu Azzahra.
10 reviews
July 27, 2024
menjelang ending dibikin merinding dengan plot twist yang ada. benar benar menjelaskan bahwa waras dan gila cuma berjarak satu denting nada.

tapi tetap secara keseluruhan aku menikmati tulisannya walaupun lebih banyak narasi ketimbang dialog.
Profile Image for Ida.
194 reviews4 followers
November 24, 2024
Premisnya bagus sih, novel psikologis thriller, tapi gw ngrasa rada pamer aja isinya, banyak istilah2 asing, musik klasik, dll yg ga penting2 banged, alurnya jadi kelamaan buat penjelasan ga penting.
Displaying 1 - 12 of 12 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.