Halo teman-teman! Merayakan ulang tahun ke-50, Majalah Bobo terus memberikan kejutan lho untuk teman-teman! Kali ini, Majalah Bobo menerbitkan Edisi Koleksi 50 Tahun Cerpen dan Dongeng. Ada 100 halaman dengan 50 kumpulan cerpen dan dongeng terbaik Majalah Bobo sepanjang masa dari tahun 70 - 2000- an. Dilengkapi juga dengan ilustrasi orisinil dan bonus poster Bobo eksklusif.
Masyaallah. Benar-benar kumpulan cerpen dan dongeng yang cerdas dalam menyampaikan nilai-nilai keluhuran budi. Vanda Parengkuan, Lena D. dan Nyonya Widyasuwarna yang karya-karyanya paling banyak tertuang di sini mungkin genius, ya. Kisah-kisah dan konflik keseharian sederhana seperti kecewa karena janji piknik tidak ditepati orangtua, malas ikut upacara bendera, dan rasa enggan berbagi barang yang bagus dengan orang lain pun bisa digubah jadi cerita yang bagus dan bernilai luhur.
Lucunya beberapa dongeng dibuat memiliki solusi yang nggelethek. Tapi di situlah uniknya. Ada seorang pembuat kue yang mengalahkan naga jahat dengan terus membuatkannya kue manis sehingga sang naga sakit gigi dan semua giginya harus dicabut. Ada seorang gadis baik hati yang mengalahkan penyihir jahat yang dikutuk dengan air mata, dan lain-lain. Dongeng-dongeng lokalnya pun begitu memikat karena diambil dari daerah yang jarang dibahas. Terasa begitu fresh.
This is gold. Aku harus punya buku ini buat keponakanku. Bismillah.
Majalah Bobo adalah media terdasyat yang sukses mencuci otak saya saat kecil dulu supaya gemar membaca fiksi dan mengamati ilustrasi cantik. Belum lagi kolom sahabat pena yang menghasut saya untuk berani menulis surat kepada teman-teman cilik diseluruh Indonesia.
Sungguh besar jasa redaksi Majalah Bobo yang telah mengajarkan saya betapa nikmatnya menikmati ilustrasi, membaca dan menulis.
Nah, untuk menggairahkan hasrat membaca yang makin loyo dan akun Goodreads yang mulai mangkrak, akhirnya saya memutuskan untuk baca Kumpulan Cerpen dan Dongeng Terbaik Bobo.
Saya suka melihat covernya, ilustrasi seorang anak yang sedang duduk manis menyimak neneknya yang sedang asyik bercerita. Cover ini di desain klasik dengan background berwarna merah dan sentuhan manis emboss emas dibagian tepi buku (atau majalah?).
Cerpen dan dongeng ini dipilih berdasarkan karya penulis favorit pembaca majalah Bobo dan mewakili era sepanjang 50 tahun majalah Bobo.
Penulis favorit saya dulu Ny. Widya Suwarna. Cerpennya dulu selalu saya baca belakangan sebagai gong terakhir. Ibarat makan fried chicken, cerpennya adalah kulit yang krispi, kudu disayang-sayang dan dimakan terakhir dengan khidmat.
Dibuku juga terdapat penulis Vanda Parengkuan dan Lena D yang nggak kalah bagusnya. Jika dulu saya suka cerpen dan dongeng karena ceritanya seru, maka disaat dewasa saya baru menyadari bahwa disetiap cerita selalu disisipi pesan moral.
Saya baru menyadari kalau Lena D ternyata ceritanya bagus-bagus. Ide ceritanya macem-macem dan jago sekali bikin dongeng. Plotnya juga penuh kejutan.
Selain penulis, saya dulu tergila-gila dengan ilustrasi buatan Mansyur Daman. Bahkan parafnya Man, saya tiru dan modifikasi sebagai tanda tangan saya. Tidak hanya itu, dulu saya juga sempat mengkliping cerpen yang ilustrasinya dibuat oleh beliau. Wahai gen Z, kalian ngerti kliping nggak? Wkwk.
Saat membuka buku ini, saya masih saja mengagumi ilustrasinya. Sangat detail, gemes lihatnya, wajah-wajahnya Indonesia banget, bahkan motif bajunya, korden, bahkan sandal jepit yang dipakai, masih nikmat untuk dilihatin berlama-lama. Puas banget melihat banyak karya beliau yang dimuat di buku ini.
Selain Man, saya juga suka ilustrasinya Yoyok. Bahkan sampai hari ini ilustrasinya terlihat kekinian. Kok bisa ya bikin ilustrasi nggak terlihat jadul gitu. Favorit saya ada dalam cerpen Bentihe di Hutan Lehi Kuihi, ilustrasinya dinamis, gambar monyet-monyet lucu bergelantungan di dahan pohon. Cute!
Bintang 5/5 untuk buku ini. Sebuah harta karun yang berharga.
Majalah Bobo Edisi Koleksi Terbatas 50 Tahun Cerpen dan Dongeng Terbaik Sepanjang Masa
Duluuuu…waktu saya baru awal-awal membaca Majalah Bobo, saya cuma membaca cergamnya saja tanpa membaca cerpen dan dongengnya. Sempat heran karena banyak yang request minta tambah cerpen dan dongeng di rubrik Apa Kabar, Bo?
Seiring waktu, saya mulai membaca cerpen dan dongengnya juga. Saya akhirnya tahu kenapa banyak yang request minta tambah.
Cerpen dan dongeng di Majalah Bobo memang bagus-bagus. Sampai saya bela-belain beli Kumpulan Cerpen dan Kumpulan Dongeng via telpon yang lumayan mahal karena tak ada yang jual buku itu di daerah saya. Waktu itu juga belum ada online shop. Terus saya juga pasang telinga kalau ada keluarga yang pergi ke Banjarmasin, nitip minta beliin bukunya di Gramedia di sana, ehehehe.
Dan saat Edisi Koleksi Terbatas Cerpen dan Dongeng ini terbit, saya excited sekali. Kira-kira ada gak ya dongeng memorable yang ingin sekali saya baca lagi dan berharap dimuat di edisi koleksi terbatas ini. Well, ternyata tak ada 🥹.
Dongeng itu judulnya "Karena Suka Membaca" dan "Peri Mungil". Saya lupa mereka dimuat di Bobo tahun berapa.
At last, 27 cerpen dan 23 dongeng yang dimuat di edisi ini bagus-bagus semua kok. Ada beberapa yang masih saya ingat juga. Yang pasti membaca Majalah Bobo selalu bisa membangkitkan semangat baca saya. Terima kasih Bobo. Kamu memang keren!!!
Majalah ini berisi kumpulan cerita pendek Bobo yang kebanyakan terbit sebelum tahun 2000an--artinya, waktu saya langganan majalah Bobo dulu, saya belum sempat baca cerita-cerita yang ada di sini. Untungnya, versi 50 tahun majalah Bobo ini memberi saya kesempatan untuk mencicipi keajaiban cerpen-cerpen lawas Bobo. Saya suka sekali gimana cerita-cerita di sini mengandung pesan yang tetap relevan sampai sekarang, tapi disampaikan dengan cara yang sederhana dan cocok untuk dikonsumsi anak-anak.
Banyak sekali cerita yang membuat saya kagum dan tersentuh, tapi favorit saya adalah cerita pendek terakhir, berjudul Kipas Cendana Sangiang Madada. Kutipan terakhir cerita itu--yang juga merupakan kutipan terakhir dari majalah ini--menutup pengalaman saya membaca majalah ini dengan sempurna.
"Sangiang Madada tersenyum lega. Ia tidak takut lagi untuk memiliki dan menyayangi sesuatu yang baik. Karena apapun yang baik, tak akan hilang dari kenangan. Akan selalu ada di hati...."
Terima kasih Bobo selalu jadi fasilitas anak-anak Indonesia belajar. Sebagai salah satu "alumni" Bobo yang dulu sangat bersemangat membuka majalah Bobo setiap Kamis pagi, saya merasa beruntung bisa kenal dan tumbuh bersama Bobo. Saya nggak bisa mengesampingkan peran besar Bobo dalam membentuk kegemaran membaca saya sampai sekarang. Sekali lagi, terima kasih banyak Bobo!🥹🫶
Kumpulan cerpen dan dongeng anak-anak ini jauh.. jauh lebih baik dibandingkan kumpulan cerpen dewasa, bahkan dengan hanya satu-dua tujuan mendidik di dalam setiap ceritanya.
Tentu saja, kita yang sudah tua ini pasti bosan dengan alur cerpen-dongeng yang hampir selalu berakhir baik, tapi memang begitulah batasan yang harus diberikan dalam sepenggal cerita lepas 1-2 halaman setiap terbitan Majalah anak-anak kan?
Coba perhatikan cerpen Misteri PR Matematika (Vanda Parengkuan). Ada 3 plot yang masing-masing dirangkai dengan sangat baik dalam satu cerita. Saya yakin orang dewasa, apalagi anak-anak, akan mengernyitkan dahi beberapa kali untuk mengikutinya.
Jaman dulu ketika SD, saya agak malas karena kesulitan membaca tulisan Vanda yang kebanyakan berupa cerita dan dongeng dari Sulawesi Utara dengan segala nama tokoh, nama daerah, kata-kata asli daerah tsb. Sekarang, bukan hanya karena saya lebih bisa membiasakan diri dengan tipe tulisan seperti itu, namun juga karena lumayan bermakna bagi saya pribadi yang cukup lama tinggal di daerah Manado dan sekitarnya.
Overall terimakasih untuk Majalah Bobo yang sudah menerbitkan kumpulan cerita dan dongeng pilihan ini. Welldone.
Edisi koleksi kedua dalam rangka merayakan ulang tahun majalah Bobo yang ke-50! Edisi kali ini memuat cerpen dan dongeng pilihan terbaik sepanjang masa yang pernah tayang di majalah Bobo. Ada 1 cerpen yang saya ingat dulu pernah baca dan muncul di edisi ini, yaitu Laguna Sihir. Senang sekali bisa baca ulang :D
Dongeng-dongeng di Bobo itu khas sekali, bersentuhan dengan cerita rakyat. Dulu waktu masih kecil baca Bobo dan dapat dongeng kerajaan, saya sering skip, soalnya tidak cepat mengerti hahaha, apalagi pakai nama yang tidak umum. Sekarang baca lagi, "Huaaaa sebagus ini????" Dongeng-dongeng Bobo memang juara!
Di edisi ini juga ada nama ilustrator di setiap cerita. Meskipun tidak ada nama lengkapnya, tetapi senang bisa dicantumkan. Ilustrasinya khas Bobo, selalu bikin bernostalgia.
Cerpen dan dongeng dalam edisi ini saya sukai semua. Bikin hati hangat, dan memuat nilai-nilai luhur. Tiap baca cerpen dan dongeng Bobo, saya selalu merasa kecil seperti masih SD; perasaan hangat yang selalu melekat di ingatan.
Bobo, apa ga mau cetak bundel cerpen/dongeng seperti waktu Pustaka Ola dulu? ^^
Membaca bobo edisi koleksi terbatas 50 tahun cerpen dan dongeng terbaik sepanjang masa ini bener-bener bikin kita kembali ke masa kecil, jadi nostalgia!
Berisi 50 cerita pendek dan dongeng yang bisa membuatmu kembali ke kenangan masa lalu Penuh ilustrasi dan full color membuatnya semakin menarik
Cerpen dan dongengnya punya banyak amanat yang relate sampai sekarang. Tentang pertemanan, keluarga, ajakan bersikap jujur, saling menyayangi kesetaraan gender semuanya diceritakan dengan baik di dalam buku ini
Awalnya aku kira yg dimaksudkan 50 tahun ini bakal memuat cerita dalam tentang waktu 1973 sampai 2023 ternyata kebanyakan cerita, di terbitkan tahun 1900an, paling baru tahun 2003. Penulis yang ikut serta juga cmn lima orang saja. Aku ga paham, mungkin sulitnya mengubungi para penulis, ilustrator, dan perijinanan yang jadi faktornya.
Overall, aku suka sama Bobo ini~ Bakal aku simpen buat diceritakan ke anak cucu kelak, hehe ❤️ Terimakasih, Bobo!
As I completed reading this magazine, I couldn't help but feel a tinge of sadness. All the stories served as a reminder of my age and how much fun it used to be back then.
Di antara semua jenis cerita yang ada, aku jadi menyadari bahwa aku lebih menyukai cerpen ketimbang dongeng. Entah apakah ini karena dunia dewasa membuat imajinasiku menjadi kurang liar, atau karena memang aku selalu into cerita-cerita keseharian dengan pesan-pesannya. Memang, setiap kali menulis, ketimbang membuat naskah cerita dengan alur yang terlihat diada-ada, atau memaksakan alias tidak natural, aku selalu membuat cerita dengan latar belakang keseharian yang masih bisa dijangkau imajinasiku. Back to the book's topic, all the stories successfully made me feels nostalgic, even though there were many story that I hadn't read before. And good job for making my reading slump go away.
Cover Majalah Bobo edisi ini mengingatkan aku sama Disney Animated Classics Collection hihi 🤭
Untuk contentnya sendiri aku lumayan puas sih, untuk target audiens anak-anak setiap ceritanya selalu ada pesan positifnya. Berhubung aku bacanya di umur yang bukan anak-anak lagi jadi agak bosen karena kadang kayak template aja gitu alurnya wkwkw. But overall it was good!
Oh iya, aku juga notice kebanyakan penulis cerpennya tuh ternyata banyak ditulis oleh orang yang sama yaa 🤔
Buku ini berisi koleksi cerpen dan dongeng terbaik Bobo yg pernah diterbitkan pada tahun 1990 awal dan 2000 awal. Kisahnya yg menyangkut kehidupan sehari-hari anak dan cerita rakyat nusantara. Yg paling berkesan bagi saya adalah dongeng Kipas Sangiang Madada dan Hari 17 Agustus.
Dari sejak dibeli baru dibaca di penghujung 2024 sebagai buku pamungkas 2024 Reading Challenge. Merupakan Edisi Koleksi Kumcer (yeay, wishes come true) yang terbit tida lama setelah edisi 50 Tahun BoBo terbit.
Ini bisa jadi perwujudan mimpi indah anak-anak yg suka membaca majalah bobo. Bagaimana tidak? 1 majalah dengan halaman jauh yg lebih banyak dari biasanya, dan semuanya berisi kumcer atau dongeng- dongeng pilihan! Cocok sekali dibacakan sebelum tidur hehe. Diriku dimasa kecil pasti bahagia😆
A good book to entertain your inner child !!! Many fantastic stories with beautiful images. My 6year-old me will be very proud that eventually she could own Bobo that always she dreamt.