-NEXT LEVEL OF GENI & RIANI’S STORY-
“Brengsek! Kamu sungguh brengsek!” Riani menangis tersedu-sedu.
Riani berharap malam itu dia berlari mengejar dan menghentikan mobil itu. “Please, tetap hidup. Aku mungkin, mungkin, akan memaafkan kamu seandainya kamu tetap hidup.”
Itulah yang ada di benak Riani saat mendengar berita banjir bandang melanda Sentani, tempat baru yang dipilih Geni untuk mengabdikan diri sebagai pilot pesawat perintis.
Apakah Geni termasuk dalam daftar korban tewas? Mungkinkah yang tersisa bagi Riani hanyalah sebuah penyesalan?
.
Life becomes a dangerous place when we start asking what-ifs.
Seandainya sia tidak melamarku waktu itu.
Seandainya aku tidak mengejarnya di sini.
Seandainya dia tidak jatuh cinta padaku.
Seandainya aku bisa melupakan dia.
Seandainya kami tidak pernah bertemu lagi setelah berpisah belasan tahun.
Apakah hidupku akan lebih bahagia?
Apakah hidupnya bisa lebih tenang?
.
Ujian hidup apa lagi yang harus Riani dan Geni lewati?
Sudah tepatkah Keputusan Riani untuk memilih Geni?
.
Aku mau pulang, Gen. Aku mau ke kantor lagi. Di sana aku tehu siapa diriku. Di sini hari-hariku berputar di sekitar kamu. Geni jangan marah. Aku bahagia waktu kamu ada di rumah, di dekatku. Di dekat kamu, aku tidak ingat kenapa aku bisa merasa hampa. Begitu kamu pergi, kehampaan itu datang lagi. Aku merasa diabaikan, kesepian, dan jadi marah ke kamu karena tidak ada di dekatku. Padahal kamu pergi bekerja, dan pekerjaan kamu penting. Aku nggak bohong, Gen, aku ingin bisa cerita ke kamu. Tapi, waktu kamu pulang aku sadar kamu pulang dari pekerjaan yang beresiko. Masalahku menjadi tidak penting, aku tidak mau membebani pikiran kamu, dan akhirnya tidak sanggup bercerita ke kamu. Di Jakarta aku bisa mengendalikan hidupku. Aku merasa berguna, tidak seperti di sini. Di sini aku tidak berguna buat kamu. Aku boleh pulang, Gen?
.
Cerita Geni dan Riani berlanjut di novel ini. Novel ini dibuka dengan lamaran manis seorang Geni kapada Riani. Tanpa banyak ba bi bu, Riani menerima tawaran Geni. Namun, ternyata cinta saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan.
.
Novel ini lebih banyak bercerita dari sudut pandang Riani, sudut pandang seorang Perempuan yang hidupnya harus berubah setelah menikah. Riani harus pindah ke Sentani dan mulai mempertanyakan identitatas dirinya. Riani merasa tidak berguna hingga berpikir, “Masih pantaskah aku menjadi istri Geni?”
.
Novel ini masih bercerita tentang penerbangan perintis di daerah Indonesia timur, khususnya daerah Papua. Pembaca kembali diajak bertualang menjelajah langit Papua dan menikmati indahnya danau Sentani.
.
Saat saya membaca Broken Clouds, saya lebih sering mesam-mesem geli sendiri, saat saya membaca The Same Sky, saya banyak merenung dan meneteskan air mata. Pembaca diajak bertumbuh bersama dengan kisah cinta Geni dan Riani.