What do you think?


The Same Sky
Jakarta, November 2018. Riani Kusuma, pekerja kemanusiaan, bertemu kembali dengan Captain Arya Wisanggeni, cinta pertamanya setelah belasan tahun memendam kenangan. Sayangnya, kesalahpahaman memisahkan mereka semakin jauh. Luka hatinya terlalu dalam sehingga Riani bertekad melupakan Geni, tanpa menyadari pilot pesawat perintis itu membawa patah hatinya terbang dari Kupang untuk menyusuri pegunungan Papua.
Sentani, Maret 2019. Musibah banjir bandang terjadi di tempat Geni bertugas. Laki-laki itu tidak bisa dikontak. Riani melakukan berbagai cara mencari tahu keberadaan Geni. Dia bersedia memaafkan Geni seandainya laki-laki itu masih hidup.
Tapi… bagaimana seandainya mencari Geni bukan keputusan terbaik?
Sentani, Maret 2019. Musibah banjir bandang terjadi di tempat Geni bertugas. Laki-laki itu tidak bisa dikontak. Riani melakukan berbagai cara mencari tahu keberadaan Geni. Dia bersedia memaafkan Geni seandainya laki-laki itu masih hidup.
Tapi… bagaimana seandainya mencari Geni bukan keputusan terbaik?
- GenresRomance
450 pages, Paperback
Published December 20, 2023
About the author
Mariskova
11 books46 followersMariskova is a writer currently residing in Jakarta.
Her writings among others are published as novels, antologies, short stories, and articles.
Her first novel with Gramedia Pustaka Utama was Hair-Quake and published in 2008. The second novel followed titled To Tokyo to Love (2008), Fly Him to the Moon (2010), A Wish for Love (2013), Broken Clouds (2023) and The Same Sky (2023). Some of her novels are included in the category of Metropop Klasik GPU.
Her writings among others are published as novels, antologies, short stories, and articles.
Her first novel with Gramedia Pustaka Utama was Hair-Quake and published in 2008. The second novel followed titled To Tokyo to Love (2008), Fly Him to the Moon (2010), A Wish for Love (2013), Broken Clouds (2023) and The Same Sky (2023). Some of her novels are included in the category of Metropop Klasik GPU.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
December 28, 2023
Kalau di buku sebelumnya, dikisahkan dari versi Geni, maka di buku kedua ini dikisahkan dari versi Geni dan Riani, meski bagian Riani lebih banyak. Pembaca jadi tahu apa yang dirasakan Riani selama masa-masa sekolah menjadi pengagum Geni secara diam-diam, sampai Riani menjawab ya ketika Geni melamarnya untuk menikah.
Setelah sekian lama, akhirnya Geni dan Riani bisa bersatu. Geni tidak mau menyia-nyiakan waktu, dan menetapkan untuk segera menikahi Riani. Masalahnya Geni tidak bisa cuti dan meninggalkan Papua. Jadinya Riani yang harus mengurus semuanya. Setelah menikah pun, Riani yang bolak-balik Jakarta-Papua karena dia hanya merasa aman dan lengkap saat berada di sisi Geni. Riani berusaha memaklumi kondisi Geni dan pekerjaannya. Geni melihatnya sebagai ketangguhan dari wanita yang dicintainya.
Geni masih sosok yang sama bahkan setelah menikah. Dia dan dunia yang berputar mengelilingi dirinya. Ketika Riani mengalami keguguran di Jakarta, Geni berusaha untuk hadir di sisinya. Ada rasa bersalah karena tidak bisa mendampingi istrinya. Tapi, Riani yang menganggap dirinya tidak sepenting pekerjaan Geni, melarangnya datang ke Jakarta. Geni menurut saja dan melanjutkan pekerjaannya. Sementara Riani harus berjuang dengan kehilangan di dalam dirinya. Akhirnya Riani menyusul Geni ke Papua. Dia merasa damai saat Geni ada, tapi begitu Geni sibuk lagi dengan pekerjaannya, Riani kembali jatuh dalam depresi.
Geni dan Riani jelas saling mencintai. Tapi jeda kosong yang cukup lama di antara mereka membuat mereka berdua harus lebih banyak menebak maksud satu sama lain. Tentu saja itu bisa melelahkan. Keputusan pernikahan yang tiba-tiba diambil juga membuat keduanya baru menyadari bahwa menikah itu tidak sederhana seperti saat mengambil keputusan. Mereka seharusnya butuh lebih banyak waktu untuk saling mengenal. Beruntung di sekeliling mereka banyak orang yang mendukung kisah cinta mereka.
Buku kedua ini menurut saya lebih menarik perhatian dan page turner dibandingkan prekuelnya. Tapi penulisan dialognya membuat saya terganggu. Entah memang disengaja oleh penulis, beberapa dialog seperti dibiarkan tanpa tanda kutip. Kadang saya harus menebak apakah kalimat ini merupakan perkataan si tokohnya, atau pemikirannya, atau teks chat/pesan. Masih bisa diikuti sih...tapi terasa aneh.
Setelah sekian lama, akhirnya Geni dan Riani bisa bersatu. Geni tidak mau menyia-nyiakan waktu, dan menetapkan untuk segera menikahi Riani. Masalahnya Geni tidak bisa cuti dan meninggalkan Papua. Jadinya Riani yang harus mengurus semuanya. Setelah menikah pun, Riani yang bolak-balik Jakarta-Papua karena dia hanya merasa aman dan lengkap saat berada di sisi Geni. Riani berusaha memaklumi kondisi Geni dan pekerjaannya. Geni melihatnya sebagai ketangguhan dari wanita yang dicintainya.
Geni masih sosok yang sama bahkan setelah menikah. Dia dan dunia yang berputar mengelilingi dirinya. Ketika Riani mengalami keguguran di Jakarta, Geni berusaha untuk hadir di sisinya. Ada rasa bersalah karena tidak bisa mendampingi istrinya. Tapi, Riani yang menganggap dirinya tidak sepenting pekerjaan Geni, melarangnya datang ke Jakarta. Geni menurut saja dan melanjutkan pekerjaannya. Sementara Riani harus berjuang dengan kehilangan di dalam dirinya. Akhirnya Riani menyusul Geni ke Papua. Dia merasa damai saat Geni ada, tapi begitu Geni sibuk lagi dengan pekerjaannya, Riani kembali jatuh dalam depresi.
Geni dan Riani jelas saling mencintai. Tapi jeda kosong yang cukup lama di antara mereka membuat mereka berdua harus lebih banyak menebak maksud satu sama lain. Tentu saja itu bisa melelahkan. Keputusan pernikahan yang tiba-tiba diambil juga membuat keduanya baru menyadari bahwa menikah itu tidak sederhana seperti saat mengambil keputusan. Mereka seharusnya butuh lebih banyak waktu untuk saling mengenal. Beruntung di sekeliling mereka banyak orang yang mendukung kisah cinta mereka.
Buku kedua ini menurut saya lebih menarik perhatian dan page turner dibandingkan prekuelnya. Tapi penulisan dialognya membuat saya terganggu. Entah memang disengaja oleh penulis, beberapa dialog seperti dibiarkan tanpa tanda kutip. Kadang saya harus menebak apakah kalimat ini merupakan perkataan si tokohnya, atau pemikirannya, atau teks chat/pesan. Masih bisa diikuti sih...tapi terasa aneh.
June 9, 2024
Apa yang dilakukan penulis ke gue melalui buku ini adalah perwujudan dari meme "never let them know your next move". Eskalasinya jauh banget dari buku pertama, and not exactly in a good way IMO. Ternyata gue lebih suka mengikuti perjalanan Geni menavigasi hubungan dengan orangtua dan sahabat-sahabatnya di Broken Clouds ketimbang jatuh-bangun biduk rumah tangganya sama Riani di buku ini, karena dua sejoli ini... ampun deh. Gue setengah menyesal baca kelanjutan cerita Geni dan Riani karena keputusan dan tingkah mereka di sini malah bikin persona mereka jungkir balik di kepala gue; setengahnya lagi tetep nggak nyesel karena ending buku pertama emang gantung bgt.
Gaya tulisan di buku ini juga, apa ya, IDK, lebih dangdut dan mendayu-dayu, mungkin karena Geni udah nggak bareng geng Kupang-nya yang kocak itu dan fokus cerita juga udah terbagi buat Riani. Gue bingung juga sama keputusan baik penulis maupun editor yang membiarkan sebagian dialog ditulis tanpa kutip. Maksudnya gimana sih?
Tiga bintang bulet. Plotnya tetep seru.
Gaya tulisan di buku ini juga, apa ya, IDK, lebih dangdut dan mendayu-dayu, mungkin karena Geni udah nggak bareng geng Kupang-nya yang kocak itu dan fokus cerita juga udah terbagi buat Riani. Gue bingung juga sama keputusan baik penulis maupun editor yang membiarkan sebagian dialog ditulis tanpa kutip. Maksudnya gimana sih?
Tiga bintang bulet. Plotnya tetep seru.
August 4, 2024
Actual rating: 3,5
Setelah hampir setahun harus menahan diri buat nggak beringas ngintip lanjutan hubungan Geni & Riani, akhirnya langsung terbayar tuntas. Penasaran sih, enggak, lebih ke greget aja, sih, karena tahu Broken Clouds belum selesai.
TSS membahas kehidupan setelah pertemuan Geni & Riani di Kupang. Geni melamar Riani dan hubungan mereka naik turun di awal pernikahan karena faktor LDR juga. Awalnya agak gimana gitu sama jalan ceritanya. Butuh waktu lama buat meresapi feel dan emosinya, tapi kayaknya cuma faktor perlu adaptasi sama gaya kepenulisannya aja, sih.
Beberapa pertanyaan muncul sepanjang baca, bahkan di akhir juga masih belum mudeng di beberapa bagian. Maunya aku tulis sebagai kekurangan, tapi jeda setelah menutup bukunya, jawabannya muncul. Jadi, sebenarnya cuma perlu sabar dan baca perlahan sampai akhir.
Ada beberapa bagian yang bikin aku nggak sreg, salah satunya masa lalu soal Riani & Geni langsung ditumpahin ke bab-bab awal. Yah, nggak salah kalau tujuannya buat recall atau pengenalan buat yang memang baru baca, tapi jujur mundurnya kayak terlalu jauh dan terlalu panjang. Baru nemu bagian yang jadi ending di buku sebelumnya itu di hampir mencapai pertengahan. I guess, ini alasan kenapa jumlah halamannya banyak banget.
Alasan nggak sreg lain dan amat disayangkan adalah voice Geni & Riani hampir tabrakan. Hampir memang, tapi aku ngerasa ini penting berkenaan dengan karakterisasi dari Geni. Gimana ya, okelah Geni orangnya kalau sama teman asik, tapi kebiasaan dia yang tiba-tiba bentak itu yang agak kurang nyaman. Atau faktor pemilihan dialog aksi/dialog tag-nya mungkin jadi di kepalaku Geni orangnya gampang meledak-ledak terus suka banget marah. Padahal ya sebenarnya dia cuma tegas dan kurang bisa bergaul sama orang yang kurang bisa reach out dia aja, sih.
Bagian romansanya gemes hahah. Walaupun kadang yah ada lah satu dua kali harus mengernyitkan dahi karena bingung ini suasananya yang pas gimana, tapi masih bisa bikin senyum-senyum.
Nice to see you, Kapten Wisanggeni & Riani <3
Setelah hampir setahun harus menahan diri buat nggak beringas ngintip lanjutan hubungan Geni & Riani, akhirnya langsung terbayar tuntas. Penasaran sih, enggak, lebih ke greget aja, sih, karena tahu Broken Clouds belum selesai.
TSS membahas kehidupan setelah pertemuan Geni & Riani di Kupang. Geni melamar Riani dan hubungan mereka naik turun di awal pernikahan karena faktor LDR juga. Awalnya agak gimana gitu sama jalan ceritanya. Butuh waktu lama buat meresapi feel dan emosinya, tapi kayaknya cuma faktor perlu adaptasi sama gaya kepenulisannya aja, sih.
Beberapa pertanyaan muncul sepanjang baca, bahkan di akhir juga masih belum mudeng di beberapa bagian. Maunya aku tulis sebagai kekurangan, tapi jeda setelah menutup bukunya, jawabannya muncul. Jadi, sebenarnya cuma perlu sabar dan baca perlahan sampai akhir.
Ada beberapa bagian yang bikin aku nggak sreg, salah satunya masa lalu soal Riani & Geni langsung ditumpahin ke bab-bab awal. Yah, nggak salah kalau tujuannya buat recall atau pengenalan buat yang memang baru baca, tapi jujur mundurnya kayak terlalu jauh dan terlalu panjang. Baru nemu bagian yang jadi ending di buku sebelumnya itu di hampir mencapai pertengahan. I guess, ini alasan kenapa jumlah halamannya banyak banget.
Alasan nggak sreg lain dan amat disayangkan adalah voice Geni & Riani hampir tabrakan. Hampir memang, tapi aku ngerasa ini penting berkenaan dengan karakterisasi dari Geni. Gimana ya, okelah Geni orangnya kalau sama teman asik, tapi kebiasaan dia yang tiba-tiba bentak itu yang agak kurang nyaman. Atau faktor pemilihan dialog aksi/dialog tag-nya mungkin jadi di kepalaku Geni orangnya gampang meledak-ledak terus suka banget marah. Padahal ya sebenarnya dia cuma tegas dan kurang bisa bergaul sama orang yang kurang bisa reach out dia aja, sih.
Bagian romansanya gemes hahah. Walaupun kadang yah ada lah satu dua kali harus mengernyitkan dahi karena bingung ini suasananya yang pas gimana, tapi masih bisa bikin senyum-senyum.
Nice to see you, Kapten Wisanggeni & Riani <3
July 27, 2024
Novel ini sangat rapi dalam menyusun cerita. Mulai dari pertemuan, proses menjalin kasih, konflik yang muncul hingga akhirnya melahirkan kesepakatan yang adil di antara kedua manusia yang saling mencintai ini. Alur ceritanya kuat. Lapisan demi lapisan persoalan begitu nyata, seakan memang begitulah pasangan yang menjalani LDR. Penuh drama tapi gak norak. Diperlukan riset mahal untuk bercerita tentang dunia aviasi dan suka duka sebagai pekerja kemanusiaan hingga jadi cerita keren begini.
Suka sekali dengan karakter para tokohnya. Saya belum baca yang novel jilid 1 nya tapi yang kedua ini menurut saya lebih menantang dan bikin greget sih. Nuansa latar kejadian yang Indonesia banget terbayang jelas kala menyebut Sentani, Denpasar, Kuningan, rumah mertua di Jatiwaringin, Tarakan dan Kupang. Betul-betul nyata. Seandainya kisah Riyani -Geni ini diangkat ke film pasti menarik sekali.
Suka sekali dengan karakter para tokohnya. Saya belum baca yang novel jilid 1 nya tapi yang kedua ini menurut saya lebih menantang dan bikin greget sih. Nuansa latar kejadian yang Indonesia banget terbayang jelas kala menyebut Sentani, Denpasar, Kuningan, rumah mertua di Jatiwaringin, Tarakan dan Kupang. Betul-betul nyata. Seandainya kisah Riyani -Geni ini diangkat ke film pasti menarik sekali.
January 20, 2026
Lebih enjoy baca lanjutan kisah Geni dan Riani di The Same Sky. Mungkin karena masing-masing perasaan sudah diutarakan, jadi lebih enak gitu ngikutinnya. Meski novel pendahulunya juga bagus, cuma lumayan juga ikutan menahan emosi dan menahan perasaan dua tokoh utamanya.
Bagian pertama udah mengaduk-aduk perasaan saat Riani menyusul ke Sentani dan mereka berdua saling jujur. Akhirnya. Tapi, batinan yang ditulis garis miring, bikin deg-deg an kalau suatu saat jadi masalah buat hubungan mereka berdua.
Di The Same Sky, makin suka dengan karakter Geni yang tegas (galak), tapi tetap begitu menghormati karier dan pilihan istrinya. Riani juga masih sama keren dan tough-nya melewati semua ujian yang bikin haru sesama perempuan.
Part babi kecil masuk ke kokpit itu sungguh kocak. Menghibur menggantikan kekonyolan geng Kupang yang cuma sedikit doang disebutnya di novel ini.
Part kunjungan kakak ipar ke Sentani juga bikin ngakak deh. Lucu juga menyimak Geni yang jadi serba salah.
Sebal setengah mati sama Geni dan kecuekannya sama ponsel, padahal ada hal urgent. Pantas Jekjek sampai naik pitam.
Kak Mariskova menulis tentang dunia aviasi, humanitarian work, dan naik turun hubungan LDM dengan begitu mahir dan dalam. Salut. Dan membuka wawasan soal Indonesia Timur yang nggak kalah menarik dari seputaran Jakarta dan Bali.
Closure kisah Captain Wisanggeni sangat melegakan. Salah satu novel Romance-Metropop yang berkesan buat saya.
Bagian pertama udah mengaduk-aduk perasaan saat Riani menyusul ke Sentani dan mereka berdua saling jujur. Akhirnya. Tapi, batinan yang ditulis garis miring, bikin deg-deg an kalau suatu saat jadi masalah buat hubungan mereka berdua.
Di The Same Sky, makin suka dengan karakter Geni yang tegas (galak), tapi tetap begitu menghormati karier dan pilihan istrinya. Riani juga masih sama keren dan tough-nya melewati semua ujian yang bikin haru sesama perempuan.
Part babi kecil masuk ke kokpit itu sungguh kocak. Menghibur menggantikan kekonyolan geng Kupang yang cuma sedikit doang disebutnya di novel ini.
Part kunjungan kakak ipar ke Sentani juga bikin ngakak deh. Lucu juga menyimak Geni yang jadi serba salah.
Sebal setengah mati sama Geni dan kecuekannya sama ponsel, padahal ada hal urgent. Pantas Jekjek sampai naik pitam.
Kak Mariskova menulis tentang dunia aviasi, humanitarian work, dan naik turun hubungan LDM dengan begitu mahir dan dalam. Salut. Dan membuka wawasan soal Indonesia Timur yang nggak kalah menarik dari seputaran Jakarta dan Bali.
Closure kisah Captain Wisanggeni sangat melegakan. Salah satu novel Romance-Metropop yang berkesan buat saya.
August 3, 2024
Cinta pertama? Menikah? Lalu hidup bahagia bersama? Ternyata tidak segampang itu untuk Geni dan Riani.
Plotnya rapi menurutku. Cukup menguras emosiku sebagai pembacanya. Riset ceritanya juga menurutku cukup matang sampai bisa menjelaskan tiap detail pekerjaan Geni dan Riani. Bagaimana seorang pilot dan pekerja sosial dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Disini angkat beberapa konflik dan menurutku sangat relate dengan sekitar kita. Diawali karena hubungan jarak jauh, kemudian muncul kecurigaan-kecurigaan, belum lagi komunikasi yg agak sulit karena perbedaan lokasi. Selain itu, membas juga soal trauma— bagaimana trauma itu mengacaukan hidup penderitanya. Support dan komunikasi dengan pasangan sangat diperlukan.
Plotnya rapi menurutku. Cukup menguras emosiku sebagai pembacanya. Riset ceritanya juga menurutku cukup matang sampai bisa menjelaskan tiap detail pekerjaan Geni dan Riani. Bagaimana seorang pilot dan pekerja sosial dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
Disini angkat beberapa konflik dan menurutku sangat relate dengan sekitar kita. Diawali karena hubungan jarak jauh, kemudian muncul kecurigaan-kecurigaan, belum lagi komunikasi yg agak sulit karena perbedaan lokasi. Selain itu, membas juga soal trauma— bagaimana trauma itu mengacaukan hidup penderitanya. Support dan komunikasi dengan pasangan sangat diperlukan.
November 26, 2024
Sekian lama ngantri di iPusnas dan begitu dapat bukunya langsung kebut baca. Alhamdulillah hari ini selesai. Memang ya kisah Geni dan Riani ini benar-benar bikin penasaran. Kisah romance yang nggak menye-menye. Deskripsi penulisnya juga hebat, beeh bener-bener seperti real. Terima kasih Mbak Mariscova... Terima kasih iPusnas. 🙏😊👍
15 Februari 2025
Tegal, 13.30 wib
15 Februari 2025
Tegal, 13.30 wib
September 4, 2024
Beda banget vibenya dengan Broken Clouds, agak cape sebenernya mengikuti masalah-masalah couple ini tapi herannya gak bosenin dan tetep bikin penasaran.
Tamat ya Geni, udah ya hahaha.
Tamat ya Geni, udah ya hahaha.
January 9, 2025
-NEXT LEVEL OF GENI & RIANI’S STORY-
“Brengsek! Kamu sungguh brengsek!” Riani menangis tersedu-sedu.
Riani berharap malam itu dia berlari mengejar dan menghentikan mobil itu. “Please, tetap hidup. Aku mungkin, mungkin, akan memaafkan kamu seandainya kamu tetap hidup.”
Itulah yang ada di benak Riani saat mendengar berita banjir bandang melanda Sentani, tempat baru yang dipilih Geni untuk mengabdikan diri sebagai pilot pesawat perintis.
Apakah Geni termasuk dalam daftar korban tewas? Mungkinkah yang tersisa bagi Riani hanyalah sebuah penyesalan?
.
Life becomes a dangerous place when we start asking what-ifs.
Seandainya sia tidak melamarku waktu itu.
Seandainya aku tidak mengejarnya di sini.
Seandainya dia tidak jatuh cinta padaku.
Seandainya aku bisa melupakan dia.
Seandainya kami tidak pernah bertemu lagi setelah berpisah belasan tahun.
Apakah hidupku akan lebih bahagia?
Apakah hidupnya bisa lebih tenang?
.
Ujian hidup apa lagi yang harus Riani dan Geni lewati?
Sudah tepatkah Keputusan Riani untuk memilih Geni?
.
Aku mau pulang, Gen. Aku mau ke kantor lagi. Di sana aku tehu siapa diriku. Di sini hari-hariku berputar di sekitar kamu. Geni jangan marah. Aku bahagia waktu kamu ada di rumah, di dekatku. Di dekat kamu, aku tidak ingat kenapa aku bisa merasa hampa. Begitu kamu pergi, kehampaan itu datang lagi. Aku merasa diabaikan, kesepian, dan jadi marah ke kamu karena tidak ada di dekatku. Padahal kamu pergi bekerja, dan pekerjaan kamu penting. Aku nggak bohong, Gen, aku ingin bisa cerita ke kamu. Tapi, waktu kamu pulang aku sadar kamu pulang dari pekerjaan yang beresiko. Masalahku menjadi tidak penting, aku tidak mau membebani pikiran kamu, dan akhirnya tidak sanggup bercerita ke kamu. Di Jakarta aku bisa mengendalikan hidupku. Aku merasa berguna, tidak seperti di sini. Di sini aku tidak berguna buat kamu. Aku boleh pulang, Gen?
.
Cerita Geni dan Riani berlanjut di novel ini. Novel ini dibuka dengan lamaran manis seorang Geni kapada Riani. Tanpa banyak ba bi bu, Riani menerima tawaran Geni. Namun, ternyata cinta saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan.
.
Novel ini lebih banyak bercerita dari sudut pandang Riani, sudut pandang seorang Perempuan yang hidupnya harus berubah setelah menikah. Riani harus pindah ke Sentani dan mulai mempertanyakan identitatas dirinya. Riani merasa tidak berguna hingga berpikir, “Masih pantaskah aku menjadi istri Geni?”
.
Novel ini masih bercerita tentang penerbangan perintis di daerah Indonesia timur, khususnya daerah Papua. Pembaca kembali diajak bertualang menjelajah langit Papua dan menikmati indahnya danau Sentani.
.
Saat saya membaca Broken Clouds, saya lebih sering mesam-mesem geli sendiri, saat saya membaca The Same Sky, saya banyak merenung dan meneteskan air mata. Pembaca diajak bertumbuh bersama dengan kisah cinta Geni dan Riani.
“Brengsek! Kamu sungguh brengsek!” Riani menangis tersedu-sedu.
Riani berharap malam itu dia berlari mengejar dan menghentikan mobil itu. “Please, tetap hidup. Aku mungkin, mungkin, akan memaafkan kamu seandainya kamu tetap hidup.”
Itulah yang ada di benak Riani saat mendengar berita banjir bandang melanda Sentani, tempat baru yang dipilih Geni untuk mengabdikan diri sebagai pilot pesawat perintis.
Apakah Geni termasuk dalam daftar korban tewas? Mungkinkah yang tersisa bagi Riani hanyalah sebuah penyesalan?
.
Life becomes a dangerous place when we start asking what-ifs.
Seandainya sia tidak melamarku waktu itu.
Seandainya aku tidak mengejarnya di sini.
Seandainya dia tidak jatuh cinta padaku.
Seandainya aku bisa melupakan dia.
Seandainya kami tidak pernah bertemu lagi setelah berpisah belasan tahun.
Apakah hidupku akan lebih bahagia?
Apakah hidupnya bisa lebih tenang?
.
Ujian hidup apa lagi yang harus Riani dan Geni lewati?
Sudah tepatkah Keputusan Riani untuk memilih Geni?
.
Aku mau pulang, Gen. Aku mau ke kantor lagi. Di sana aku tehu siapa diriku. Di sini hari-hariku berputar di sekitar kamu. Geni jangan marah. Aku bahagia waktu kamu ada di rumah, di dekatku. Di dekat kamu, aku tidak ingat kenapa aku bisa merasa hampa. Begitu kamu pergi, kehampaan itu datang lagi. Aku merasa diabaikan, kesepian, dan jadi marah ke kamu karena tidak ada di dekatku. Padahal kamu pergi bekerja, dan pekerjaan kamu penting. Aku nggak bohong, Gen, aku ingin bisa cerita ke kamu. Tapi, waktu kamu pulang aku sadar kamu pulang dari pekerjaan yang beresiko. Masalahku menjadi tidak penting, aku tidak mau membebani pikiran kamu, dan akhirnya tidak sanggup bercerita ke kamu. Di Jakarta aku bisa mengendalikan hidupku. Aku merasa berguna, tidak seperti di sini. Di sini aku tidak berguna buat kamu. Aku boleh pulang, Gen?
.
Cerita Geni dan Riani berlanjut di novel ini. Novel ini dibuka dengan lamaran manis seorang Geni kapada Riani. Tanpa banyak ba bi bu, Riani menerima tawaran Geni. Namun, ternyata cinta saja tidak cukup dalam sebuah pernikahan.
.
Novel ini lebih banyak bercerita dari sudut pandang Riani, sudut pandang seorang Perempuan yang hidupnya harus berubah setelah menikah. Riani harus pindah ke Sentani dan mulai mempertanyakan identitatas dirinya. Riani merasa tidak berguna hingga berpikir, “Masih pantaskah aku menjadi istri Geni?”
.
Novel ini masih bercerita tentang penerbangan perintis di daerah Indonesia timur, khususnya daerah Papua. Pembaca kembali diajak bertualang menjelajah langit Papua dan menikmati indahnya danau Sentani.
.
Saat saya membaca Broken Clouds, saya lebih sering mesam-mesem geli sendiri, saat saya membaca The Same Sky, saya banyak merenung dan meneteskan air mata. Pembaca diajak bertumbuh bersama dengan kisah cinta Geni dan Riani.
December 12, 2024
Kalau ulasan di Broken Clouds panjang kali lebar kali tinggi, tapi untuk novel kelanjutannya yaitu The Same Sky, aku akan singkat, padat, dan teriak!
Woy, Geni, Woy! Udahlah, selesai ya Geni. Udah cukup 800 halaman untuk menceritakan miskomunikasi, kecuekan, ke apa lagi ya, emang Geni ini cuma bisa ditangani oleh Riani. Makanya jodoh kali, ya.
Jujur aku lebih suka vibe di Broken Clouds. Sampai nangis malah apalagi di bagian kisah Geni dan keluarganya. Kalau di sini ya lebih banyak mesam-mesem keselnya karena kebucinan Geni dan Riani kian kentara, soalnya udah sah. Tapi, loncatnya jauh banget. Aku baca nggak terlalu jauh waktunya dengan buku pertama, pas baca ini agak bingung ini part yang mana, ya. Selain itu juga aku bingung dengan tanda petik dialognya. Ini siapa yang ngomong gitu. Makanya bacanya lebih mindful.
Ps. Ini aku sampe ke bandara Sentani lho, Geni. Menyaksikan di langit yang sama, oh ini mungkin yang dirasakan Geni ketika di atas, oh ini mungkin kangennya Riani saat lihat ke atas.
Well, still fav romance book for me <3
Woy, Geni, Woy! Udahlah, selesai ya Geni. Udah cukup 800 halaman untuk menceritakan miskomunikasi, kecuekan, ke apa lagi ya, emang Geni ini cuma bisa ditangani oleh Riani. Makanya jodoh kali, ya.
Jujur aku lebih suka vibe di Broken Clouds. Sampai nangis malah apalagi di bagian kisah Geni dan keluarganya. Kalau di sini ya lebih banyak mesam-mesem keselnya karena kebucinan Geni dan Riani kian kentara, soalnya udah sah. Tapi, loncatnya jauh banget. Aku baca nggak terlalu jauh waktunya dengan buku pertama, pas baca ini agak bingung ini part yang mana, ya. Selain itu juga aku bingung dengan tanda petik dialognya. Ini siapa yang ngomong gitu. Makanya bacanya lebih mindful.
Ps. Ini aku sampe ke bandara Sentani lho, Geni. Menyaksikan di langit yang sama, oh ini mungkin yang dirasakan Geni ketika di atas, oh ini mungkin kangennya Riani saat lihat ke atas.
Well, still fav romance book for me <3
December 31, 2023
toyor-toyor Geni dan Riani
Displaying 1 - 11 of 11 reviews











