Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kimchi Confessions

Rate this book
Gimana rasanya menjadi murid berhijab di SMA bergengsi di Korea Selatan?

Muncul rasa insecure karena diri ini menjadi minoritas. Dan aku pun kena overthinking dengan rutinitas belajar dari pagi sampai malam—apa aku bisa bertahan dan lulus dari sekolah ini?

Aku mendapatkan beasiswa penuh untuk belajar ke luar negeri saat berusia 15 tahun, di sekolah yang aku ga sangka adalah SMA terkompetitif di Korea Selatan. Di mata orang pasti sangat seru bisa sekolah di Korea—nonton konser K-pop kapan aja, bisa ketemu oppa-oppa ganteng tiap hari. Namun, realitas tidak seindah drama. Isolasi, pressure akademis, identity crisis, adalah beberapa hal yang aku ga sangka harus dihadapi selama besar di negara K-pop ini.

Kimchi Confessions adalah cerita-cerita terpendam tentang kehidupanku menjadi murid di SMA Korea. Kuharap buku ini bisa menemani kalian yang sedang berada di posisi kebingungan atau merasa sendiri untuk mengejar mimpi. Aku juga berbagi strategi belajar dan mindset yang aku bangun selama merantau di sana—yang berhasil membawaku dari murid ketinggalan pelajaran menjadi ranking atas.

Tiap orang memiliki perjuangannya sendiri yang mesti dihadapi. Aku tahu itu tak mudah, tapi bisa dilalui. Fighting~

200 pages, Paperback

Published January 1, 2023

22 people are currently reading
168 people want to read

About the author

Xaviera Putri

1 book10 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
58 (53%)
4 stars
35 (32%)
3 stars
15 (13%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 28 of 28 reviews
Profile Image for Hestia Istiviani.
1,041 reviews1,964 followers
July 15, 2024
Ruang Guru's Clash of Champions made me read it 😆

Nama "Xaviera" sebetulnya nggak asing bagikut. Adik-adikku sudah lebih dulu tahu kehadiran vlog-nya dan ternyata ketika dirunut lagi, dia adalah adik bungsu dari Sabrina Anggraini (istrinya Belva Co-Founder Ruang Guru). Ketika itu, aku belum terpukau dengan kemampuannya.

Sampai akhirnya, menonton CoC

Dari melihat bagaimana Viera beraksi di panggung CoC, aku menangkap bahwa dia tahu caranya mengatur strategi. Dia paham apa yang harus dilakukan agar dirinya "secure." And that made me curious enough on how she got into KAIST.

Kimchi Confessions merupakan buku pertama Xaviera. Di buku itulah ia cerita bagaimana bisa menerima beasiswa untuk sekolah di Korea Selatan sejak usia 15 tahun.

Bukunya sangat ringan. Buat yang dulu tumbuh besar bersama buku-buku Raditya Dika, mungkin akan mudah "mencerna" Kimchi Confeesions ini. Viera seperti menulis buku diary. Ceplas-ceplos tapi tetap menyenangkan.

Dimulai dari perjuangannya buat bisa lolos seleksi beasiswa--yang berarti kudu ngendon di warnet buat numpang nge-print dokumen--hingga menjadi duta sekolah SMA di sana dan membantu "mengintervensi" aturan untuk memudahkan proses adaptasi siswa internasional seperti dirinya.

What I saw dari apa yg ditulis Viera adalah persistence and grit. Berada di lingkungan yg sangat ambisius (belum lagi bicara soal perbedaan bahasa & budaya) bukanlah hal yg mudah. Ditambah, harus tinggal jauh dari orangtua. If she didn't put her best, bye-bye sudah.

Viera jujur mengatakan dalam bukunya kalau ada masa ketika ia merasa sendirian--terutama ketika sahur & buka puasa, serta lebaran. Tapi ia juga sadar bahwa itu "trade off" dari perjalanan menuju impiannya.

Singkatnya, dia memahami privilesenya (diperbolehkan oleh orangtuanya untuk sekolah di luar negeri) dan memanfaatkan dengan baik kesempatan itu.

Well, I guess, meski aku nggak jenius seperti Viera, I am inspired to be more persistence, like her.
Profile Image for Puty.
Author 9 books1,385 followers
December 10, 2025
Saya tau Xaviera ini peserta CoC tapi sebetulnya saya nggak mengikuti. Saya tertarik mengambil buku ini di acara book swap di BBB Book Club karena sempat bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sekolah dan kemudian menetap di Korea. Lucu kalau mengingat bahwa dulu saya suka baca buku sekolah di luar negeri seperti ini untuk cita-cita sendiri (yang kandas 🤪😭), sekarang saya mulai memikirkan untuk anak dan keponakan. Kira-kira Isa bisa nggak ya sekolah di negara yang lebih baik?

Melebihi ekspektasi, ternyata saya menikmati sekali pengalaman membaca buku ini. Walau singkat, Xaviera menceritakan pengalaman dan perjuangannya dengan runut dan jujur. Tidak ada yang overly dramatic atau terkesan 'si paling'. Refleksi-refleksinya juga bagus; tentang memperjuangan sistem yang inklusif, tentang boundaries, dan menghargai kebahagiaan-kebahagiaan kecil untuk terus maju ❤️
Profile Image for naya.
29 reviews
July 11, 2024
Bukunya bagus banget... Salut sama kak Xaviera yang bisa mengimbangi ibadah dan belajar di negara minoritas muslim:>
Profile Image for Salsabila Sri Ramadhani.
4 reviews
January 22, 2024
Kimchi Confession adalah cerita-cerita terpendam tentang kehidupan penulis menjadi murid
SMA di Korea Selatan. Di usia 15 tahun, penulis mendapatkan beasiswa penuh di SMA Khusus
Sains (Science-gifted High School), SMA terkompetitif di Korea Selatan di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Sains & Teknologi. Dalam satu angkatan, murid Internasional hanya mencakup 12 orang dari total 120 orang. Punya afiliasi khusus dengan universitas sains nomor 1 di Korea KAIST (Korea Advanced Institute of Science and Technology).

Di balik mewahnya title “Xaviera, penerima beasiswa full di salah satu SMA paling bergengsi di Korea Selatan” ada banyak pengorbanan yangtidak sepenuhnya penulis ceritakan. Bisa dibilang kehidupan penulis sejak merantau dari SMA itu kayak hubungan penulis sama Kimchi. Rasanya asam dan pedas, tidak familiar, buat penulis sakit perut. Isolasi, pressure akademis, identity crisis, adalah beberapa hal yang penulis harus hadapi sendirian. Sebuah kisah yang penulis harap bisa mengingatkan kita semua bahwa hidup itu singkat- so be kind, take care of your loved ones and live a life worth remembering.
Profile Image for Cleo.
4 reviews
June 18, 2024
Baca untuk pelajaran literasi di sekolah. 😭
Profile Image for Sheira Sharma.
132 reviews4 followers
October 17, 2024
"korea itu nggak di limpahi banyak sumber daya alam, kita bangkit karena industri kita yang merupakan hasil kerja keras orang korea yang tekun belajar terus menerus. jadi sistem yang tertanam di sini adalah, kalau mau sukses, kamu harus belajar dengan tekun."

saking tekunnya, sampe ada sistem wajib belajar dari pagi sampai malam hari astagaaa. baca perjalanan xaviera di buku ini bikin gue berkali-kali gigit jari, karena kayaknya kalo di posisi dia gue udah angkat tangan ke kamera WKWKW.

nama xaviera udah ga asing buat gue, bahkan sebelum dia terkenal banget karena ikut salah satu acara yang sempet rame beberapa bulan belakangan. dulu gue salah satu penonton setia vlog xaviera, seneng aja liatnya sampe kadang pengen sekolah dan tinggal juga di korea. tapi ternyata di balik setiap vlognya yang kadang bikin orang iri, ada perjuangan yang luar biasa besar.

anak smp udah punya ambisi buat sma di luar negeri, terus punya rencana buat daftar beasiswa biar nggak ngerepotin kedua orangtua itu keren banget sih. terus yang bikin gue makin kagum itu dia bahkan juga cari beasiswa yang cover tiket pesawatnya ke korea lagi-lagi biar nggak ngerepotin orangtuanyaaa, respect lahhh. terus perjuangannya dia selama adaptasi dan menghadapi segala macam culture shock itu juga menarik banget, part yang paling gue suka soal dia dan hijab.

jadi ada salah satu bab yang membahas tentang orang korea yang masih asing sama hijab, jadi dia sering secara terang-terangan di objektifikasi karena dia "berbeda" xaviera di sini bilang kalau ternyata menjadi minoritas di negara orang, "siapa diri kita sebenernya" di generalisasi ke satu hal, mau itu agama maupun ras, atau dua-duanya. perjuangan dia bisa berdamai sama ini menarik banget buat di baca.

satu hal yang bisa gue petik setelah baca ini itu betapa pentingnya dukungan keluarga, di sini keluarga xaviera bukan termasuk keluarga yang berlimpah hartanya, ya cukup tapi nggak bisa kalau sampe sekolahin anak ke luar negeri, apalagi waktu xaviera mau sma ini keluarganya lagi menghadapi financial problem. tapi keluarganya tuh supportive banget, selalu dukung keputusan anaknya, ngasih motivasi yang baik terutama dalam bidang pendidikan, jadi anak tuh kan semangat yaaa.

selain topiknya yang menarik, gaya bahasanya juga enak di baca, ya lumayan lah untuk ukuran buku pertama. terus halamannya juga tipis, kurleb 150 halaman doang jadi bisa di selesai dalam sekali duduk.

kalau kurangnya paling karena gue udah follow dan subscribe xaviera dari lama, terus nonton podcast dia sama raditya dika dll, jadi banyak hal di sini yang udah gue tau. kayak proses dia dapet beasiswa, terus culture shock dia selama sma di korea, dll. tapi banyak juga sih hal-hal baru yang kayaknya belum dia bahas di mana-mana, jadi tetep dapet sesuatu yang "baru" tentang xaviera.

recommended buat yang lagi pengen bacaan tipis dan ringan.

(3,5) ⭐⭐⭐
Profile Image for Lulu Khodijah.
435 reviews10 followers
August 7, 2024
Setelah baca ini wow she deserves all the spotlight. Kelihatan sbg pribadi yg positif dan tangguh dgn segala struggle-nya tinggal di negeri org. Sekolahnya para jenius pula 👏
Profile Image for Clavis Horti.
125 reviews1 follower
September 14, 2024
Ketika pertama kali mendengar tentang Kimchi Confessions karya Xaviera Putri, ketertarikan saya langsung muncul, didorong oleh rasa penasaran yang mendalam terhadap kisah yang diangkat. Beruntungnya, saya mendapatkan kesempatan untuk membacanya, dan pengalaman tersebut tidak mengecewakan. Buku ini mengajak pembaca menyelami perjalanan hidup Xaviera, seorang pelajar yang berhasil menembus salah satu sekolah terbaik di Korea Selatan, Korea Science Academy of KAIST, melalui jalur beasiswa. Bagi saya, topik pendidikan dan perjuangan untuk menimba ilmu di negeri asing selalu punya daya tarik tersendiri, terutama di sekolah berbasis sains dan teknologi yang dikenal dengan persaingannya yang ketat.

Selain daya tarik dari topik yang diangkat, saya juga langsung terpukau dengan ilustrasi sampul yang memancarkan keindahan. Desainnya begitu lembut namun sarat makna, seolah mengundang pembaca untuk menyelami lebih dalam kisah yang dihidangkan. Kesan ini semakin istimewa ketika saya mengetahui bahwa sampul tersebut dikerjakan oleh Biadonut, yang ternyata adalah kakak dari Xaviera Putri sendiri. Kolaborasi ini menambah dimensi personal pada buku, memperkuat hubungan antara cerita dan visual. Bahkan sebelum membuka halaman pertama, sampulnya sudah berhasil menyampaikan pesan mendalam, membuat saya merasa bahwa saya akan dibawa ke dalam perjalanan yang tak hanya inspiratif, tetapi juga penuh kehangatan dan emosi yang tulus.

Saat memulai buku ini, saya tidak menemukan kesulitan untuk langsung tenggelam dalam narasinya. Gaya penulisan Xaviera sangatlah mengalir, ringan, dan terasa seperti mendengarkan teman yang sedang berbagi cerita tentang perjuangan pribadinya. Dengan nuansa santai, Xaviera berhasil menyampaikan perjalanan hidupnya yang penuh tantangan. Dari sini, saya semakin menyadari betapa luar biasa usaha yang ia tempuh untuk bisa menempuh pendidikan di sekolah bergengsi tersebut, terlebih melalui jalur beasiswa yang tidak mudah diraih.

Perjalanan Xaviera tentu tidak sepenuhnya ia tempuh seorang diri, melainkan didukung oleh keluarga yang senantiasa memberikan dorongan moral dan emosional yang begitu hangat. Salah satu momen paling mengharukan dalam buku ini adalah ketika orang tuanya menekankan bahwa pendidikan merupakan warisan paling berharga yang bisa mereka berikan kepada anak-anak mereka. Pesan ini bukan hanya menyentuh, tetapi juga menggambarkan betapa besar peran keluarga sebagai salah satu pondasi yang membentuk kesuksesan Xaviera.

Salah satu daya tarik utama buku ini adalah kemampuan Xaviera untuk membawa pembaca menyelami dunia pendidikan di Korea, dengan fokus khusus pada Korea Science Academy of KAIST. Melalui narasi yang penuh warna, kita diajak mengintip sekilas tentang struktur ketat yang mengatur waktu belajar, istirahat, dan kegiatan lainnya. Meski terkesan sangat disiplin dan penuh aturan, sistem ini justru memperlihatkan bagaimana pendekatan ini membentuk karakter siswa yang tidak hanya tangguh dan bertanggung jawab, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan kesiapan dan ketahanan yang luar biasa. Bagi saya, wawasan ini sangat berharga, terutama bagi pembaca yang ingin merasakan bagaimana kehidupan sekolah di Korea yang terkenal dengan sistem pendidikannya yang keras. Xaviera berhasil menyampaikan realitas ini dengan baik tanpa terkesan menggurui, sehingga tetap menyenangkan untuk diikuti.

Meskipun saya sangat menikmati isi buku ini, terdapat beberapa aspek teknis yang bisa diperbaiki untuk meningkatkan kualitasnya. Pertama, ukuran fon dan spasi yang digunakan terasa agak besar, sehingga tampilan halaman menjadi kurang rapi dan sedikit mengganggu kenyamanan membaca. Selain itu, tata letak dan penggunaan bahasa di beberapa bagian tampak tidak konsisten. Hal ini terkadang menghambat kelancaran membaca dan membuat beberapa bagian terasa kurang harmonis. Saya juga mengalami sedikit kebingungan dengan beberapa kalimat, misalnya di halaman 117, terdapat tulisan “D, sementara aku ke cafetaria,” yang terasa agak membingungkan dan mungkin merupakan kesalahan penulisan atau penggunaan frasa yang kurang jelas. Hal ini sedikit menyulitkan pemahaman saya terhadap teks tersebut.

Namun, perlu dicatat bahwa kekurangan ini bersifat teknis dan tidak mengurangi kekuatan serta esensi cerita yang disampaikan oleh penulis. Dengan revisi dan penyuntingan yang lebih cermat, saya yakin buku ini bisa menjadi lebih sempurna, baik dari segi tampilan maupun bahasa. Perbaikan ini akan semakin menonjolkan kualitas naratif yang memikat dan membuat pengalaman membaca menjadi lebih menyenangkan.

Secara keseluruhan, Kimchi Confessions karya Xaviera Putri adalah buku yang menyenangkan untuk dibaca dalam satu kali duduk. Xaviera Putri mampu menghadirkan kisah yang inspiratif, terutama bagi mereka yang bermimpi merantau dan menimba ilmu di negeri orang. Buku ini memberikan motivasi dan keyakinan bahwa dengan kerja keras, mimpi sebesar apa pun dapat tercapai. Saya sangat merekomendasikan buku ini bagi siapa pun yang ingin mencari inspirasi atau sekadar menikmati cerita tentang perjalanan meraih mimpi. Selain itu, buku ini juga mengingatkan kita bahwa tidak ada batasan dalam belajar, dan pendidikan adalah investasi terbaik yang dapat kita berikan untuk masa depan kita.
Profile Image for Una.
36 reviews3 followers
December 10, 2024
Pertama kali tahu buku "Kimchi Confession" karya Ka Xaviera ini dari postingan instagramnya. Dia bilang buku ini merupakan kisah perjalanannya di negara Korea Selatan. Karena aku penasaran, aku pun langsung beli.

Kimchi Confession mengisahkan perjalanan ka Xaviera saat bersekolah di SMA Sains Korea, salah satu sekolah bergengsi di Korea. Xaviera mendapatkan beasiswa penuh sehingga dapat bersekolah di SMA tersebut. Banyak tantangan, rintangan yang ia hadapi, apalagi menjadi minoritas di negeri asing. Tetapi semangat, kerja keras dan dukungan dari orang-orang tercinta membuat Xaviera berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik.

Buku ini juga memuat foto-foto kenangan selama Xaviera bersekolah di sana. Setelah membaca ini, aku menjadi paham mengapa sekolah di Korea sangatlah ketat dan bergengsi, karena mereka tidak mau Korea tidak menghasilkan murid-murid cerdas. Dengan situasi Korea yang hanya bisa mengandalkan dari SDM, sehingga banyak murid-murid yang selalu belajar, bahkan sampai malam pun mereka tetap belajar.
Aku salut dengan aturan ketat yang ada di sana. Bahkan aku berharap Indonesia bisa mengikuti cara mengatur pendidikan di sana.

Overall, aku rata 10/10 karena bukunya sangat ringan, memuat pesan-pesan motivasi dan tentunya desain cover yang sangat bagus karya ka biadonut. a message that I like and is very touching; Hidup itu singkat, so be kind, take care of your loved ones, and live a life worth remembering💗
Profile Image for Hanief Rifqi.
11 reviews
November 2, 2024
Kekurangan:
1. Banyak cerita yang tidak diceritakan dengan dalih nanti tulisannya kepanjangan, padahal mah cerita ya cerita aja. Bukunya terlalu ringkas, kalau penulis menceritakan semua pengalamannya kan nanti buku ini jadi lebih berbobot.

2. Banyak bahasa campuran Inggris-Indonesia, membuat pembaca pusing. Pembaca paham maknanya, cuma bikin agak pusing aja. Harusnya kalimat bahasa Inggris saja atau bahasa Indonesia saja, jangan dicampur.

3. Cerita kurang mendetail dan meluas pada pengalamannya, efek banyak cerita yang tidak disampaikan.

4. Pembaca menerima segala sudut pandang, namun ada 1 poin sudut pandang Xaviera yang tidak sesuai agamanya sendiri (karena beliau mengajarkan religiusitas dalam ceritanya juga) yaitu "Dunia tidak adil" (Halaman 154).

Kelebihan:
1. Cerita inspiratif

2. Bahasa mudah dicerna

3. Menambah wawasan tentang sekolah di Korea Selatan

4. Tulisan singkat, gak nyangka buku setebal ini kalo dibaca serasa ringkas

5. Desain cover dan foto fotonya keren

Rating:
Bahasa: 85/100
Wawasan: 80/100
Seru: 90/100
Inspiratif: 80/100
Desain: 98/100

Skor: 86.6/100
Profile Image for Anastasia Noorma.
65 reviews2 followers
April 30, 2025
Mulai kepo siapa Xaviera ketika muncul di Ruangguru Clash of Champions tahun 2024. Xaveira adalah seorang pelajar Indonesia yang berjuang mendapatkan beasiswa SMA di Korea. Ternyata perjuangannya tidak berakhir ketika mendapatkan email bahwa dia lolos, Xaviera harus berjuang lebih keras ketika sekolah dan tinggal di Korea. Perbedaan kultur belajar, bahasa, makanan, dan agama menjadikannya menjadikannya lebih dewasa dalam menghadapi masalah.
Kata-kata Xaviera yang bisa menjadi motivasi bahwa belajar tidak akan pernah menjadi sesuatu yag sia-sia adalah "Menuntut ilmu mencakupi lebih dari sekadar mendapatkan nilai bagus. Menuntut ilmu mengajarkan kamu cara berkomunikasi dengan orang lain, bagaimana membentuk pola pikir kamu terhadap dunia, mengajarkan cara kamu beradaptasi ke hal-hal baru, dan masih banyak lagi."
Profile Image for Dinda-Chan.
2 reviews
February 4, 2025
Awalnya baca buku ini karena nonton COC, aku tau kak Xaviera sebelum dia ikut COC lewat Instagram. At first, melihat dari Instagram nya aku pikir dia sangat beruntung bisa sekolah di Korea.

But, after read this book, aku sadar bahwa setiap orang punya perjuangan dan pengorbanannya masing-masing. Jika aku jadi kak Xaviera, belum tentu aku bisa sekuat dan sesabar dia.

Buku ini juga menyadarkan ku kalau kita harus tau apa yang penting dan bermakna dalam hidup kita. Always do your best in this life. Percaya deh, habis baca buku ini aku jadi termotivasi banget untuk belajar lebih tekun dan lebih semangat untuk gapai mimpi aku.
Profile Image for RahmiDV.
35 reviews
November 6, 2025
Saya yang biasanya cerewet dengan segala atribut teknis sebuah buku menyerah dengan menarik dan inspiratifnya sosok penulis, terkejut-kejut bagaimana keras usahanya dalam pendidikan. Tentu saja bakatnya tak bisa dipungkiri, tetapi beratnya perjuangannya lebih lagi. No special privilige given. Dari yang saya kira bacaan ringan, menjadi bacaan mengharukan sambil melangitkan doa semoga putra putri saya juga dapat memiliki kecerdasan dan mental kuat seperti mba Xaviera. It is a book worth to read in sekali duduk.
Profile Image for Sarah Magfhirah.
44 reviews2 followers
December 25, 2025
Setelah lama mengalami reading slump krn nda Punya cukup waktu, atau karena nda minat nyari2 buku yang cocok untuk dibaca.
Akhirnya hari ini, selesaikan buku ini.
Aaa bukunya bagus sekaliii 🥲
Sangat relate rasanya dengan kehidupanku sekarang.

terima kasih sdh menceritakan kisah hidup kamu, Viera!
menjadi pengingatku disini untuk selalu menumbuhkan perasaan positive dan sohwakhaeng
(berbahagia dari hal-hal yang kecil)
Profile Image for kay ༊*·˚.
42 reviews3 followers
October 12, 2024
this book gave me a lot of insights terutama soal kenyataan merantau dan belajar di negara orang. i just realised, semua hal dalam hidup itu ga instant. perlu kerja keras untuk mencapai suatu hal yang kita inginkan, dan betapa pentingnya untuk inisiatif dalam berbagai hal. there's always something to learn in every chapter of the book.
26 reviews
February 9, 2025
aku baca ini pas ulangan jadi bener bener memotivasi aku untuk ambis hahahah. tapi kurang banyak plis halamannyaaa ksksks ya memang bukan novel sih. salutttt bgt sama perjuangan kak xavier. hope in one day, i will be the korean student too ( kalo ngga, canadian or europe student juga boleh tuh wkwkw )
This entire review has been hidden because of spoilers.
6 reviews
May 5, 2025
I read this in 2024 and overall it’s such an inspirational book. I loved her spirit, her ambition, her persistence, and I love her, hehehe. Although some parts felt a bit odd and loncat-loncat (jumpy?), but the rest was beautifully delivered and truly touched my heart. Keep it up, Viera! I’ll be waiting for another inspirational story from you
Profile Image for Muhammad Elfanza.
23 reviews
August 25, 2025
Udah kenal sama viera semenjak dia ada di vlog-nya Zahid 🥺

Menurutku ini buku cocok banget buat kalian yang suatu saat akan bepergian jauh dan butuh sandaran.

Isinya ngulik tentang gimana hidup menjadi minoritas, cara buat pede dan kalau ngerasa enggak diperlakukan secara adil, kita sebenernya bisa loh ngomong baik-baik.
Profile Image for Rabiana Nur Awalia.
32 reviews
Read
December 18, 2024
Bacaan ringan yang menarik, bahas betapa struggle nya jadi anak SMA di Korea Selatan. Hari-harinya diisi belajar dan belajar hingga larut malam. Satu sisi positif, satu sisi ada sisi negatifnya karena apa-apa seolah dikejar dengan nilai.
1 review
January 27, 2025
Baru baca blurbnya aja udah tertarik, gimana isinya yah pasti seru banget and terima kasih udah membuat buku ini kak Xier. Sangat membuat inspirasi dari kemunculan Kakak di COC, always ngikutin hingga kepo soal buku yang kakak bikin. Terima kasih lagi, semoga ada Meet And Greet di Yogyakarta💕
Profile Image for Frida.
135 reviews6 followers
January 1, 2025
Buku pembuka di awal tahun, makasih sudah menginspirasi Xaviera
1 review
August 16, 2025
bagus
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Siti Saroh.
9 reviews
September 26, 2025
Bacaan ringan tapi isinya kayak sibuk banget. Hebat Kak Viera, dia mampu beradaptasi dengan budaya palli palli di Korea.
Displaying 1 - 28 of 28 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.