Jump to ratings and reviews
Rate this book

MemulaSarakan

Rate this book
Ketika tahu bayinya satu laki-laki dan satu perempuan, dia memutuskan memelihara yang laki- laki saja.

Dia, yang terkesampingkan karena lahir dengan kelamin yang kurang disukai masyarakat, segera menukar seperangkat bayi perempuan--yang masih tersambung pada cakram plasenta merah segar dengan tali pusar mengulir putih mutiara--dengan sebuah gerobak, wajan rombeng, dan kursus kilat untuk belajar membuat balabala. ketika perempuan-perempuan sebayanya berdagang di toko kelontong warisan zaman kolonial, dia terus mendorong gerobaknya, menyusuri jalan-jalan kopong-bopeng yang tak pernah ditambal. tak ada waktu untuk merasa malu. dia hanya berharap tepung berbalur minyak jelantah bisa mengusir bala-bala bencana dengan terus digoreng. Dia terus melakukannya di depan sebuah gerobak, yang seharusnya kepompong anak perempuan.

56 pages, Paperback

Published December 20, 2023

16 people want to read

About the author

Henny Triskaidekaman

13 books45 followers
A nonclinical physician. Winner of 2017 Unnes International Novel Writing Contest (Buku Panduan Matematika Terapan, GPU/2018). Content writer in StorialCo. Can be reached via Twitter (@triskaidekaman), Instagram (triskaidekaman), or e-mail triskaidekaman@yahoo.com.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
5 (26%)
4 stars
7 (36%)
3 stars
6 (31%)
2 stars
1 (5%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 10 of 10 reviews
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 23, 2024
Selalu ada gebrakan baru dari penulis ini. Entah ide ceritanya atau cara penulisannya. Kali ini saya menyebut karyanya sebagai novella. Soalnya hanya sekitar 50-an halaman saja. Yang unik adalah cara penulisannya seperti puisi. Tapi bukan puisi biasa, karena tata letaknya cukup unik. Ada yang seperti paragraf biasa, ada juga seperti soal menjodohkan. Karena uniknya, membacanya pun pelan-pelan. Kata-katanya juga pilihan. Beberapa diksi dan frasa membutuhkan waktu untuk dicerna.

Tiga bintang untuk kreativitasnya.
Profile Image for Angelina Enny.
Author 12 books8 followers
November 4, 2024
Aku suka sekali bagaimana cerita terjalin melalui pelbagai bentuk puisi. Kata-kata yang tersusun apik, kadang kala membentuk format visual yang berbeda-beda. Aku sampai baca dua kali, saking sukanya!
Profile Image for Truly.
2,769 reviews13 followers
August 19, 2024
Halaman pertama buku ini langsung membuat mata saya seakan mau copot! Semula saya mengira akan membaca sebuah novel yang ditulis dengan cara biasa, hanya saja jumlah halamannya yang tak banyak.

Tapi, dugaan saya jelas 1000% salah! Ini bukan novel biasa. Atau, apakah ini masuk dalam puisi? Bingung juga sebenarnya. Tata letaknya juga unik! Perlu berhati-hati membaca sehingga tidak salah alur. Asyik juga membaca dengan cara begini.

Isi Bagian 17. Ulasan, membuat saya jadi berpikir aneka alur kisah yang bisa disajikan dalam buku ini. Misalnya jika Sara Kan memilih dokter juga sebagai pasangan hidup, mereka bertemu di tempat fotokopi, dan memiliki tatapan setajam cyclops.

Memang super kreatif penulis satu ini. Saya kehilangan racikan kata-katanya sejak ia memutuskan untuk mundur sementara dari rimba perbukuan

https://trulyrudiono.blogspot.com/202...
Profile Image for Akaigita.
Author 7 books240 followers
July 13, 2024
Not a fan of this kind of book.

Rasa-rasanya seperti sifat manusia tidak memiliki kompleksitas dan hanya perlu dilihat dari satu sisi saja, tidak ada sisi lain. Jika buku ini dimaksudkan untuk menuntut empati kepada kaum perempuan tertindas, misi itu tidak terpenuhi karena tokoh-tokoh perempuannya juga tidak punya dimensi yang patut diberi empati.

Apakah gaya menulisnya perlu penelaahan lebih dalam? Apakah jika gaya bercerita buku ini diparafrasekan lebih jauh, kita akan menemukan empati yang kita cari-cari itu?

Mungkin akan dibaca lagi jika tidak sedang bodoh.

Tetap menantikan karya terbaru penulis yang pasti unik dan aneh.
Profile Image for Yunita Taman.
291 reviews13 followers
November 25, 2024
Sebenarnya saya baru bisa mengerti isi potongan-potongan cerita ini setelah bukunya hampir selesai. Dibilang paham sekali nggak juga, dibilang nggak paham ya ada beberapa hal yang saya tangkap.
Intinya, realita sosial di masyarakat tentang kehormatan seorang perempuan harusnya dibuat untuk melindungi perempuan korban kekerasan. Nyatanya, norma kebiasaan yang berlaku di masyarakat justru kadang malah mendorong korban lebih dalam ke stigma negatif dan ketidakadilan, misalnya paksaan untuk menikahkan korban perkosaan dengan pelakunya. Jika dalam cerita ini masyarakat lebih adil dalam melindungi perempuan korban kekerasan seksual, maka Sara Kan tidak perlu berakhir tragis.
Profile Image for Anhie Greenish.
399 reviews4 followers
May 3, 2024
Tubuh perempuan sering rusak bukan karena penyakit. Melainkan oleh kasur, dan kejadian-kejadian di atasnya.


3.5 stars

Selain layout bukunya yang sangat unik, cerita dalam novel ini disajikan dalam bentuk penggalan-penggalan prosa dengan diksi yang tidak biasa dan cukup membuat saya kesulitan memahami alur ceritanya.
Profile Image for Nanien.
72 reviews1 follower
July 22, 2024
Kisah memilukan Sara Kan yang gelap nan kelam ini dinarasikan berima dengan sangat indah. Tentu, untuk menyembunyikan segala yang busuk dari para manusia-manusianya.
Profile Image for Yuliana Martha Tresia.
66 reviews19 followers
September 14, 2025
Kali pertama, saya terkejut dengan sinopsis yang terangkum ringkas di cover belakang. Kali kedua, saya terkejut menyadari betapa tipisnya buku ini, untuk menuturkan sinopsis cerita yang tidak 'ringan' tersebut. Kali ketiga, saya terkejut ketika mulai membuka dan membaca buku ini, karena alih-alih diceritakan dalam kalimat-kalimat panjang sebagaimana karya fisik novel atau novelet, rangkaian cerita ini ternyata dikisahkan dalam 30 sajak yang singkat dan disusun estetik---estetik tidak hanya soal bahasa, tapi juga benar-benar bentuk susunannya. Seperti sajak 26. Memulasarakan : yang kata-katanya dirangkai mengikuti sosok seorang perempuan.

MemulaSarakan adalah buku ketiga dari Triskaidekaman yang sudah saya baca dan saya terus terkesan dengan keunikan setiap karyanya. Tapi, harus diakui, MemulaSarakan adalah karya yang paling mengesankan bagi saya.

Dalam 30 sajak singkat, Triskaidekaman sanggup merangkai untaian cerita dalam alur maju-mundur dengan pemilihan kata-kata yang begitu pas dan dinikmati pembaca. Kata-kata itu dipilih dengan cermat dan hati-hati, bermula dari judulnya: "MemulaSarakan"----kata kerja untuk proses merawat jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga mempersiapkan untuk dimakamkan atau dikremasi (berasal dari bahasa jawa "pulasara" yang merujuk pada proses memuliakan jenazah sebagai penghormatan terakhir). Dalam buku "MemulaSarakan" ini, Sara memang menjadi tokoh utama yang dipula-Sara-kan. Permainan kata-katanya di sepanjang buku ini, dari judul sampai lembar-lembar halamannya, menarik sekali.


mana mungkin dia tahu harga dirinya sendiri kalau dia tak tahu diri?
---dalam sajak "11. rumus".


Tapi, saya harus memperingatkan, bahwa buku ini mengangkat tema yang tidak mudah dibaca: kematian, sejak sajak pertama (tapi ini yang justru membuat saya semakin tergugah dan penasaran untuk melanjutkan ke sajak-sajak seterusnya); lalu kekerasan seksual yang mengingatkan kita kembali betapa begitu rentannya posisi perempuan yang harus bertahan hidup dalam kultur patriarkhis yang tak berpihak pada perempuan. 'Nasib' Sara, yang begitu tragis, sejak dari awal kelahiran sampai kematian karena dia adalah seorang perempuan, bisa jadi tak mudah untuk dicerna pembaca. Peringatan pemicu, bagi pembaca yang rentan terhadap topik kekerasan seksual dan suicidal.

Meski begitu, saya suka sekali penutupnya. Ternyata, tidak sesuram kisah hidup tokoh utamanya. Ada pesan yang merangkul dan menerangi disana, meski hanya setitik saja di tengah pekatnya hitam realita.**
Displaying 1 - 10 of 10 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.