Jump to ratings and reviews
Rate this book

Second Hope

Rate this book
Nora Alexander memiliki segalanya. Keluarga berkecukupan, karier gemilang, sahabat-sahabat yang selalu ada. Namun, hidup bagi Nora adalah neraka. Malam-malamnya dipenuhi mimpi buruk, kepalanya selalu bising. Dia ketergantungan alkohol, membenci seisi rumahnya, dan juga menjalani hubungan tak sehat dengan Sebastian Prasetya. Nora tidak mengerti arti dicintai, apalagi mencintai. Kemudian, Nora bertemu Adnan Bratajaya, di tempat yang salah dan di waktu yang tak tepat. Dan entah bagaimana, takdir membawa cowok itu bekerja di kantor Nora. Adnan mulai mengisi hari-hari Nora. Tak peduli sekeras apa pun Nora berusaha menjauhi cowok itu, Adnan akan dengan sabar menghadapinya dengan pengertian, kesabaran, dan cinta. Di tengah trauma yang belum selesai, sesi-sesi terapi yang berat, dan rasa benci yang siap meledak kapan saja, Adnan menemani Nora untuk belajar memaafkan, menerima, juga memeluk harapan. Tapi apakah semua itu cukup untuk keduanya, atau ada bahaya yang diam-diam mengintai untuk menghancurkan mereka?

368 pages, Paperback

Published December 26, 2023

7 people are currently reading
70 people want to read

About the author

Flara Deviana

8 books33 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
38 (36%)
4 stars
46 (44%)
3 stars
18 (17%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 49 reviews
Profile Image for Nureesh Vhalega.
Author 20 books152 followers
December 30, 2023
Jangan ngomong sama aku dulu. Aku marah. Aku sedih. Aku pengin ngamuk. Aku nggak bisa berhenti nangis 😭😭😭

***

Oke, setelah hampir 5 jam, jalan kaki keliling kompleks 2.5 km, dan misuh-misuh ke penulisnya seharian penuh (iya, aku baca ditemani Kak Fla supaya kuat sampai novel tamat) akhirnya aku bisa bikin review. Perlu diingat, review ini subjektif dan akan mengandung banyakkkk sekali spoiler. Sebaiknya dibaca ketika kalian selesai baca juga atau kalau kalian tipe yang nggak keberatan kena spoiler. Oh ya, alasanku menyimpan 1 bintang karena aku sakit hati ada yang mati dan karena aku nunggu penulisnya ngasih closure buat masa depan Nora. Kak Fla, if you read this, please remember what I've said in our chat room. THAT scenario will become Nora's future. In my head, she already end up with him and lived happily ever after ;) kalau udah ada kejelasan buat masa depan Nora, mungkin bintangnya aku penuhin wkwkwk (iye, ngancem ini ngancemmm).

Seperti yang kita baca dari blurb, Nora tuh punya segalanya. Tapi jangan mikir hidup dia sempurna, soalnya sekasihan-kasihannya aku sama karakter, ya Nora ini yang paling kukasihani. Hidupnya berat, menyesakkan, dan coping mechanism-nya bahaya banget. Pas baca bab-bab awal Nora bertahun-tahun lalu, aku tuh udah nangis. Terus, bayangin, tadi nangisnya konstan dari lembar persembahan sampai profil penulis. Buku ditutup pun AKU MASIH NANGIS, YA AMPUN!

Mari bicarakan apa-apa yang kusuka:
1. Kehampaan Nora itu sangat amat nyata. Jujur, alasanku sangat invest ke karakter Nora karena aku berasa bercermin. Alasanku takut banget baca buku ini sampai nolak ngecekin teknis sebelum layout (dan agak menyesal karena teknisnya lumayan banyak miss di cetakan ini) karena aku tahu buku ini bakal bikin aku remuk dan hancur. Aku sesenggukan bukan pas Nora berantem sama papanya, tapi pas dia iri lihat interaksi bapak-anak di jalan. Aku sering ngerasain ini. Entah berapa kali aku break down di jalan pas nyetir gara-gara disuguhi pemadangan semacam ini. Jadi, luka Nora itu familier buat aku.
2. Ikatan Nora-Bastian. Ini nggak ada hubungannya sama preferensiku sama trope bestfriend-to-lover soalnya Nora sama Bastian tuh rumit, pelik, bikin potek hati. Nggak sesederhana sahabat yang mendam cinta. Aku bias juga sih dari awal, langsung tim Bastian (biarpun selama baca, tiap bab ganti-ganti kapal. Oleng, Bund!). Ajaibnya, aku berhasil notice petunjuk-petunjuk yang disebar Kak Fla. Gimana perasaan Nora ke Bas, apa yang dia pikirin kalau ada hubungannya sama Bas, pokoknya ini sejelas baliho capres-cawapres di pinggir jalan. Nora tuh cinta Bastian. Nora nggak bakal ninggalin Bastian kalau nggak cinta, apalagi sampai sehancur itu setelahnya. Seperti yang kita tahu, Nora itu Ratu Sabotase. Dan, yang harus wajib kudu dia sabotase jelas dirinya sendiri. Bahagia dan Nora tidak boleh disatukan! Kalau bisa sengsara serta menderita, jangan pilih hidup baik-baik aja! Kira-kira begitu moto hidup Nora wkwkwk aku udah berbusa-busa sih bahas ini di chat sama Kak Fla. Kalian nggak usah sibuk bantah, Nora-Bas itu end game.
3. Mas Adnan, sayangkuuu. You deserve so much better... *nangis meraung-raung* makasih ya, Mas, udah nunjukin ke Nora kalau dia punya harapan. Apa yang terjadi ke kamu itu nggak adil, tapi penulis kita ini memang raja tega, jadi kamu marah aja sama Kak Fla dari akhirat. But on serious note, karakter Adnan benar-benar dibutuhkan. Aku setuju, dia tuh "cahaya". Aku di posisi Nora juga pasti akan pilih Adnan. Bukan soal perasaan, tapi buat orang-orang kayak aku dan Nora yang isi kepalanya bising, kehadiran Adnan nih oase. We need him. Aku nggak nolak deh dikasih yang kayak Adnan, soalnya berharap dapat yang kayak Bastian di umur segini sangat mustahillll wkwk.
4. Closure Nora dan papanya. Gaes, kalian harus tahu ini tuh relatable banget. Hubungan bapak-anak memang rumit, apalagi kalau dua-duanya menjunjung tinggi gengsi. Setelah fase marah selesai, pasti timbul pertanyaan di kepala si anak, kenapa aku nggak terus dikejar? Kenapa Papa nyerah? Memangnya aku seenggak berharga itu dalam hidup Papa? Mampuslah aku selama baca wkwkwkwk tapi alhamdulillah papa Nora ini nggak brengski dunia-akhirat. Masih manusia ini papanya Nora, bukan jelmaan iblis atau dajjal untungnya. Aku benar-benar legaaaa karena di akhir kita dikasih lihat betapa papa Nora sayang anaknya dan BERUSAHA memperbaiki semuanya. Soalnya sayang doang nggak guna kalau nggak ada usaha untuk menebus kesalahan.
5. Bagian konseling. Broooo aku merasa ditusuk-tusuk saking relate-nya HAHAHA soalnya aku juga sering nggak bisa jawab pertanyaan psikologku. Terus, kerangka pertanyaannya riil banget. Dan penggambaran perasaan Nora setelah konseling juga oke banget. Memang yang perlu dicatat, psikolog/psikiater nggak bisa nolong kita kalau kita belum "sadar". Konseling itu membantu, cuma tetap terbatas sampai kesadaran itu kita dapetin sendiri. Intinya sih usaha terus buat memperbaiki diri dengan konseling sangat amat dianjurkan, tapi jangan lupa kesembuhan kita bukan di tangan mereka.

Kemudian, beberapa hal yang perlu dijadikan catatan (bukan aku nggak suka, ya):
1. Teknis, yuhuuu~ aku nggak bisa protes keras soalnya aku yang nolak pas Kak Fla nawarin buat ngecek. Tapi dalam pembelaanku, selain takut sama naskahnya yang bikin berdarah-darah ini, aku juga sibuk mengabdi pada negeri. Tapi aku masih buka jasa kok, cuma waktunya aja yang kudu bikin janji dari jauh-jauh hari. Beberapa yang kuingat, penulisan pada pas harusnya kepada, supir yang harusnya sopir, lalu nama mama Sebastian kayaknya sempat Nita eh di belakang jadi Nina.
2. Di beberapa bagian aku merasa kayak "lompat". Aku nggak terlalu ngeh juga, tapi beberapa kali ngerasa gini. Kayak di pikiranku, ada yang hilang sebelum sampai bagian itu. Kalau aku kuat baca ulang, mungkin nanti aku cek lagi.
3. Interaksi Nora-Adnan sering membingungkan. Aku nggak tahu kenapa terasa kayak tambal sulam di beberapa dialog, tapi tuh kayak apa yang mereka omongin nadanya nggak sampai di aku. Pas dikasih keterangan sama penulisnya baru aku ngeh, ohhh gituuuu.

Secara keseluruhan, Second Hope adalah favoritku dari Kak Fla (untuk sementara waktu). Atas alasan-alasan subjektif, kurasa selamanya Nora akan jadi karakter kesayanganku dari Kak Fla. Kalian harus baca ini... ah, nggak harus, sih, soalnya aku aja hampir nggak kuat wkwkwk. Oh ya, perlu banyak trigger warning-nya buku ini. Tapi aku sangat merekomendasikan buku ini. Tulisan Kak Fla oke banget, apalagi bagian romance yang secuil itu, sukses bikin panas dingin. Bahkan POV cowok-cowoknya kerasa oke, beda juga suara Bas sama Adnan, dan ini bikin aku salut. Kukumpulin seluruh jempol di dunia ini buat gaya nulis Kak Fla.

Tolong diingat, aku masih menunggu lanjutan cerita BAHAGIA Nora. Kalau nggak bahagia sama Bas, aku nggak bakal tambah bintangnya wkwkwkwk.

Akhir kata, terima kasih sudah menulis buku yang seakan memelukku ini. Sama seperti Nora, aku juga akan terus berusaha untuk jadi lebih baik. Trauma kita ada sebagai pelajaran, bukan pagar yang menangkal kebahagiaan.
Profile Image for Tia Ayu Sulistyana (tiareadsbooks).
266 reviews71 followers
February 28, 2024
•read•
4.3/5⭐️


⚠️TW: ALCOHOLISM, DEPRESSION, ABANDONMENT, DOMESTIC ABUSE, DIVORCE, CAR ACCIDENT, ATTEMPTED SUICIDE⚠️

Nora Alexander is a complex mess. Dia memiliki segalanya dan kehidupan yang sempurna. Namun, baginya hidup adalah neraka. Hanya 2 hal yang mampu membuat Nora bahagia: alkohol dan Sebastian Prasetya. Hingga akhirnya Adnan Bratajaya muncul sebagai secercah cahaya dalam kegelapan.

Second Hope sukses jadi novel pertama di 2024 yang menguras air mataku!😭 Yang suka menyiksa diri dengan baca novel angst, sini merapat!

Klo dibandingin Second Chance, Second Hope jauh lebih kelam dengan konflik yang berat, kompleks, dan berlapis. Di novel ini, kita akan diajak memasuki kehampaan yang mengelimuti hidup Nora. Hidup bergelimpang harta nyatanya tak mampu membuat Nora bahagia. Tanpa adanya kasih sayang orang tua, ekspektasi dan tekanan dari keluarga justru menimbulkan trauma yang menyiksa. Nora pun tumbuh menjadi pribadi yang liar, keras kepala, defensif, tapi di sisi lain baik hati dan begitu rapuh.🥹

Second Hope, novel kedua dari Flara Deviana yang aku baca dan aku tambah suka sama gaya berceritanya yang khas! Kak Fla begitu lihai dalam merangkai plot dan narasi cerita yang rapi, ngalir, dan gak bertele-tele. Penggambaran dan perkembangan karakternya pun detail dan oke. Alur ceritanya pun fast paced dan page turner banget, meski butuh jeda pas baca saking gak kuatnya.🥲

Topik yang diangkat dalam novel ini cukup berat. Konflik batin-nya gak cuma masalah percintaan. Namun, lebih menekankan pada mental health, depression, berdamai dengan diri, hubungan keluarga, persahabatan, hingga makna hidup.

Novel ini ditulis dengan POV orang pertama secara bergantian antara Nora, Adnan, dan Bastian. Aku salut gimana Kak Fla bisa menyuarakan isi pikiran ketiganya dengan cara yang berbeda. Aku sebagai pembaca dapat memahami secara langsung gejolak perasaan ketiganya. Apalagi pas POV Nora. Sungguh, rasanya berat dan capek menyelami isi kepala Nora yang kacau dan selalu bising. Trauma, frustasi, dan sesak yang dialami Nora terlalu nyata. Sedikit banyak, aku bisa relate dan merasakan rasa sakit Nora.😭 Pengen peluk Nora!🫂

Aku suka karakter-karakter di novel ini! Paling suka sih sama Nora ya. Well, meski dia red flag-nya gak ketulungan, tapi aku bisa memakluminya. Mungkin, Nora adalah kita semua yang sedang berjuang melawan kubangan masa lalu yang pahit dan penuh trauma.🤧

Dear Nora, terima kasih udah mau berjuang untuk sembuh dan bertahan hidup sejauh ini ya.🫶🏼

Selain itu, jelas aku juga suka sama Mas Adnan yang super ijo neon! Dia selalu sabar dan penuh perhatian menemani Nora untuk menyadari bahwa ia orang baik dan gak pernah sendirian. Gak ketinggalan Bastian, yang aku kira red flag, ternyata hanya laki-laki bucin yang selalu ada dan pantang menyerah untuk mendapatkan cinta Nora. Juga para sahabat Nora—Dela, Via, Rissa, dan Arka yang selalu memberikan dukungan pada Nora.

Oh iya, pas pertengahan baca novel ini, aku sampe DM Kak Fla buat memastikan dugaanku. Tentu aja Kak Fla gak kasih bocoran dan malah suruh lanjut baca.😩 Tebakanku ternyata bener, meski ada yang meleset. But still, meski ceritanya cukup mudah aku tebak, tapi itu gak bikin aku kebal pas akhirnya baca bagian itu. Mana gak dikasih jeda buat menyiapkan mental, eh tau-tau dapet serangan bertubi-tubi hingga akhir.😭🫠

Gila ya, Kak Fla bikin perasanku campur aduk. Semua perasaan kayak kesal, miris, nyesek, marah, pilu, sedih, bingung, nangis, patah hati, lega, tumpah ruah jadi satu.💔 What a ride! I was in a rollercoster emotions while reading this novel!🎢

All in all, aku sangat suka Second Hope! Highly recommended deh!❤️‍🔥 But please, pastikan kalian dalam kondisi baik ya pas baca novel ini. Sungguh, after taste baca novel ini beneran bikin hatiku gak aman.🥹 Aku cukup puas sama endingnya, tapi masih gak terima kenapa Mas Adnan harus berakhir seperti itu dan kenapa takdir begitu kejam, gak memberikan kebahagiaan untuk Nora.😭 Nevertheless, dari kisah Nora, Bastian, dan Adnan, kita bisa belajar memaafkan, menerima, memeluk harapan, dan berdamai dengan diri sendiri.🥲

Oh iya, salah satu bagian favorite-ku dari novel ini tuh pas Nora bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Lalu, ketika akhirnya Nora dan Papa-nya saling membuka perasaan dan belajar untuk saling memahami. Asli, ini bikin nangis brutal sih!😭💔

Dear Nora, terima kasih udah mau berjuang untuk sembuh dan bertahan hidup sejauh ini ya.🫶🏼

P.S. Setelah baca Second Chance sama Second Hope, Flara Deviana jelas langsung aku tambahin ke daftar penulis favorite-ku! Jadi penasaran sama karya-karya Kak Fla lainnya!🙌🏼

#tiareadsbooks #tiawritesreviews
Profile Image for Liliyana Halim.
310 reviews242 followers
July 17, 2024
"Sekarang kita bisa tahu kenapa gue nggak bisa kasih lo status lebih dari teman. Karena lo adalah bagian dari kenangan paling buruk yang mau gue lupain."
.
Selesaiiiii! Dan sukaaa 😍😍😍. Pokoknya aku rekomen banget novel ini buat dibaca siapa pun yang sudah beranjak dewasa, orangtua pun boleh. Karena novel ini bukan cuman tentang romance antara pria dan wanita aja tapi juga tentang anak dan orangtuanya serta tentang seorang suami, "... tapi nggak ada yang mengajari saya bagaimana menjadi suami yang baik selain menggunakan uang." Aku masih suka cara berceritanya, manis, hangat, nyesek juga berhasil buat mewek 😭. Dan dibeberapa bagian terasa relate. Aku nggak bisa benci Bastian setelah tau apa yang terjadi. Aku suka Adnan. Aku juga suka Nora 🥰 meskipun kadang dia ketus tapi bikin salut, karena dia pada akhirnya mau menolong dirinya sendiri 👏🏼. Aku suka Dela, Rissa, Via juga Arka persahabatan mereka bener-bener bikin iri. Pokoknya baca novel ini yaa masukkan ke dalam list kalian ☺️. "Lo dalam hitungan bulan bisa melihat semua kebaikan yang dibuat Adnan, tapi lo nggak bisa lihat kalau selama belasan tahun kami melakukan yang dilakukan Adnan. Kami semua. Walau nggak terkumpul di satu orang, kadang juga nggak sesuai dengan yang lo mau, tapi kami melakukan itu."
.
Novel ini bercerita tentang Nora Alexander yang tidak mengerti arti dicintai, apalagi mencintai. Kemudian Nora bertemu dengan Adnan di tempat yang salah dan di waktu yang tak tepat. Adnan dengan sabar menghadapi Nora dengan pengertian, kesabaran dan cinta. Adnan juga menemani Nora belajar memaafkan, menerima, juga memeluk harapan. Jangan lupa baca novel ini 😊.
.
'Aku pernah dengar kalimat begini, saat dunia lo yang biasanya kacau mendadak terlalu sempurna sampai lo berpikir apakah hal itu sungguh terjadi atau tidak, mungkin sudah waktunya bersiap naik kelas lagi, alias menghadapi masalah baru'.
.
'Siapa sangka orang yang baru kukenal hitungan bulan bisa mendorongku lebih dalam ke jurang gelap ini. Sekeras apa pun aku berupaya hidup selayaknya orang normal, roda kehidupanku terasa macet'.
.
"Kalau gue nggak bisa berenang bareng lo, gue nggak apa-apa ada di posisi kapal. Yang penting, lo tahu, lo nggak berenang sendirian..."
.
"Lo bawain makanan favorit gue. Sementara gue, yang terang-terangan bilang suka sama lo, malah belum tahu persis apa makanan favorit lo. Terus waktu di panti asuhan, anak-anak di sana kelihatan sayang banget sama lo. Anak-anak nggak ngerti caranya berbohong, jadi gue yakin mereka begitu karena mereka tahu lo orang dewasa yang baik."
Profile Image for Balqis Abdillah.
84 reviews3 followers
January 24, 2025
Judul : Second Hope
Penulis : Flara Deviana
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
368 halaman
Baca di ipusnas

🍻Bercerita tentang seorang wanita yang berada di posisi cinta segitiga. Dengan 3 sudut pandang cerita yaitu Nora, Bastian, dan Adnan. Nora adalah anak konglomerat tapi ia malah membelok dari profesi keluarga yg turun temurun, ia enggan menjadi dokter seperti ayahnya. Memiliki masalah keluarga yang pelik, Nora memutuskan untuk pergi dari rumah ayahnya. Yang Nora tahu, hanya pelukan Bastian dan alkohol yang dapat menghilangkan sejenak masalah2 Nora. Tapi, sejak ia diperkenalkan dengan Adnan dan dijebak oleh sahabatnya untuk menyewa salah satu kamar di rumah Adnan, Nora menemukan sosok laki2 yang berbeda. Adnan adalah laki2 penyayang dan selalu mengutamakan keluarga, tapi ternyata dibalik itu, Adnan juga punya cerita yang kelam atas keluarganya.

🍻Lantas, bagaimana akhirnya Nora bisa melepas Bastian dan alkoholnya? Sampe di akhir aku kira bakalan bahagia, gataunya lebih perih woooiiiiii...😭😭 ada2 aja ceritanya aku gakuaaat. Kalian mesti baca sendiri kisah ini biar ikutan galau. Well, cowo sebaik Adnan, yang bisa menyatukan kembali Nora dan ayahnya🥹. Rate pribadi dari aku ⭐️5/5

#bookreview #metropop #secondhope #reviewbuku #Owobmembaca2025 #komunitasbukuseru #kubusetengahtuju #pinjamdiperpus
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Harumichi Mizuki.
2,447 reviews73 followers
May 31, 2025
It's perfect. Bahkan meskipun endingnya "tidak ideal" dalam ukuran novel romance. Justru terasa lebih realistis, tapi anehnya aku nggak merasa sesak.

Biasanya dalam cerita orang-orang yang "broken" mereka akan disembuhkan oleh pasangannya. Hal ini membuatku bertanya-tanya, kenapa harus selalu pasangan yang jadi pihak penyembuh? Bagaimana dengan keberadaan orang terdekat yang lain? Orangtua? Saudara? Teman? Karena faktanya enggak segampang itu. Ada orang-orang yang terlalu broken untuk bisa cari pasangan. Kalaupun mereka berpasangan, banyak yang akhirnya malah jadi toksik dan merusak pasangannya. Terus, mereka nggak bisa diselamatkan hanya karena belum punya pasangan gitu? Seolah pasangan adalah dewa penyelamat dari surga. Jujur rada capek sih sama cerita-cerita model begini.

Somehow aku teringat tweet random dari Mbak Hetih Rusli yang mengatakan dia nggak bisa menerima cerita orang-orang dengan kesehatan mental yang terganggu yang masalahnya akan langsung selesai begitu dia mendapat cinta dari pasangannya. Aku bertepuk tangan membaca tweet itu. Merasa terwakili. Tapi faktanya? Novel-novel GPU tetap banyak yang memotret terselesaikannya masalah ODGJ dengan munculnya sosok pasangan. Seolah pasangan adalah hadiah wajib bagi setiap cerita insan manusia. Emangnya kalau gak ada pasangan gak bisa bahagia gitu?

Karena itu aku sangat mengacungi jempol dengan keputusan penulis untuk justru membunuh tokoh pasangan yang berperan sebagai hero bagi tokoh utama. It's mindblowing! Ceritanya jadi justru lebih dalam karena akhirnya justru memotret bagaimana usaha Nora menyembuhkan diri dengan dibantu oleh orang-orang terdekatnya.

Kata-kata Dela dan Rissa sungguh mengena, soal bagaimana Nora bisa merasa begitu terbantu dengan seorang Adnan yang baru dikenalnya dalam hitungan bulan, tapi malah mengabaikan semua perhatian orang-orang terdekatnya yang sudah memberikan perhatian sebesar Adnan selama belasan tahun.

Wuih.

Sejujurnya, setelah membaca empat buku Aranindy berturut-turut yang karakter-karakter utamanya perfect semua sampai nggak terasa nyata, aku mulai jenuh. Karena itu kisah tentang tokoh-tokoh yang hidupnya rusak seperti Nora, Bastian, bahkan Adnan, anehnya malah justru terasa lebih menyegarkan. Lebih manusiawi.

Sejujurnya aku ragu baca cerita ini karena masih inget gimana instannya hubungan Flavia dan Ray dalam Second Chance yang langsung diwarnai dengan hubungan fisik. Aku takut bakal dibikin risih lagi seperti di buku itu. Tapi melihat review-review bertebaran di Goodreads yang mengatakan bahwa novel ini mengangkat tema kesehatan mental, akhirnya aku memberanikan diri juga. Pilihan yang tepat. Meskipun memang masih berisi adegan-adegan seksual, tapi dimunculinnya rada ke belakang, bisa dengan mudah di-skip. Even Adnan dan Nora pun masih berusaha menahan diri. Lumayan lah. Kesannya penulis benar-benar memperhatikan kritik-kritik yang diterimanya soal romansa Second Chance yang kecepetan.

Intinya, kualitas buku ini mengalami peningkatan drastis daripada Second Chance. Biasanya aku bakal mengurangi bintang buku-buku yang ada adegan seksualnya. Tapi untuk buku ini dengan rela aku memberikan lima bintang sempurna karena endingnya yang benar-benar perfect. God Bless You, Author.

Still, masih berharap ada tambahan adegan soal Bastian dan Nora. Ini penulisnya punya Karyakarsa, nggak? Apa dia nulis adegan tambahan buat Bastian dan Nora? Tapi sejujurnya adegan penutup di bandara itu sudah jadi closure yang memuaskan, sih. Meskipun belum memperlihatkan ikatan resmi antara keduanya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Dinur A..
258 reviews97 followers
October 6, 2025
Bingung ngejelasin perasaan gue terhadap buku ini. Gue suka gaya nulisnya, tapi membalik halaman terasa seperti chore karena POV Nora sungguh bikin capek. Gue biasanya suka cerita dgn tokoh kena mental macem Nora gini, tapi ketika dia dikondisikan sebagai poros dunia sampai nggak ada hal lain yang terjadi di luar kesialan hidup dia dan semua orang di sekelilingnya berlomba buat membahagiakan dia kayak nggak punya hidup sendiri-sendiri, di situlah gue kurang cocok.

Asli, bener-bener nggak ada kejadian apa pun sepanjang 368 halaman kecuali rutukan Nora atas hidupnya. Entahlah apa yang bisa dipetik dari cerita ini selain... bahwa orang lain bertanggung jawab atas versi diri kita saat ini? Maaf kalau gue gagal nangkep pesan moral yang dimaksudkan. Terus semangat berkarya untuk penulis.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,000 reviews28 followers
November 20, 2025
Engga inget kapan terakhir kali nangis sampai hidung mampet karna buku, saking lamanya, until this one!
Profile Image for Aravena.
677 reviews36 followers
May 31, 2025
Sampul bukunya mengisyaratkan kalau novel ini tentang hubungan cinta segitiga, tapi walau memang ada unsur tersebut, fokus sentralnya lebih menarik daripada itu. Ini tentang seorang perempuan cerdas, rupawan, dan kaya raya yang begitu penuh amarah kepada ayahnya, situasi di sekitarnya, dan yang paling utama, dirinya sendiri.

Oke, jadi sejujurnya saya amat kesulitan menikmati penuturan cerita di awal-awal karena begitu sarat DRAMA. Susah bersimpati apalagi berempati dengan si tokoh utama, Nora, yang terkesan amat beruntung punya segalanya, tapi gerak-geriknya macam gunung berapi hiperaktif dan isi kepalanya hal-hal negatif melulu. Baru saat sudut pandang berpindah ke tokoh lainnya, saya jadi sadar bahwa penulisnya begitu cerdik; baru saat itulah kebaikan dan hal-hal positif dari si Nora jadi terangkat. Kepribadian Nora awalnya terasa amat jelek dan menjengkelkan karena seperti itulah ia melihat dirinya sendiri, sebagaimana orang baik yang terlalu perasa dan kesehatan mentalnya terganggu setelah rentetan trauma.

Sekali lagi, walau ada dua tokoh pria (bisa dibilang 'cowok lama' dan 'cowok baru' :v) sebagai love interest dan mengundang tebak-tebakan 'pilih yang mana nih' dari pembaca, drama romansa tersebut tidak benar-benar mendominasi cerita. Tokoh-tokoh lain seperti sang ayah dan para sahabat tidak terkesan sekedar tempelan, begitu pun dengan pekerjaan Nora sebagai desainer interior. Malah, klimaks ceritanya lebih tentang bagaimana Nora . Salut juga untuk akhirannya yang tidak serta-merta memecahkan semua masalah internal si protagonis dengan begitu mudahnya.

Kalau saya masih terkesan pelit untuk kasih bintang lebih, itu lebih karena selera pribadi, hehe. Walau alur dan penyelesaiannya tidak biasa, karakter-karakternya masih terasa klise dan kurang membumi/relatable buat saya. Kurang banyak adegan sehari-hari yang lebih 'nyantai' tidak melulu soal drama, dan terlalu bergantung bada Peristiwa/Tragedi Besar (khususnya menjelang akhir cerita saat untuk memicu konflik dibandingkan membiarkan alur plotnya berjalan alami sesuai keputusan atau aksi proaktif karakternya. Terakhir, meski sudah bagus menampilkan elemen-elemen hubungan asmara yang kurang sehat secara realistis, aspek savior complex pada tokoh-tokoh cowoknya rasanya masih bisa digali lebih dalam lagi.

Sejujurnya, perlu diakui kalau genre metropop memang kerap jauh dari selera saya, namun ini tetap bacaan menarik yang bisa saya rekomendasikan ke penggemar genre tersebut (apalagi yang suka tema dan tokoh utama yang 'menantang' dalam beberapa artian). Kadang kita memang perlu baca yang di luar zona nyaman kita, ya. Buku ini juga akan senantiasa jadi kenangan menyenangkan bagi saya, karena didapat dari acara lokakarya penulisan konsep plot pada Pesta Literasi Indonesia 2024 (terima kasih untuk Mbak Valerie Patkar, yang sudah memilih tulisan cakar ayam saya sebagai salah satu pemenang! Jadi ingat masih harus cari & baca karyanya beliau :v)
Profile Image for Amaya.
749 reviews58 followers
December 18, 2025
Actual rating: 4,5

BERISI SPOILER BERAT. JANGAN NEKAT BACA KALAU NGGAK SANGGUP MENAHAN RISIKO!!!



Menyiapkan hati banget buat nggak mewek, tapi emosinya meluap banget, mustahil buat menahan diri. Semangat pulih, Nora Alexander. Come back stronger!!!
11 reviews
December 8, 2024
8.9/10⭐
Judul: Second hope
Penulis: Flara Deviana

Nora Alexander adalah kekacauan yang begitu rumit. Nora memiliki segalanya dan kehidupan yang sempurna. Tapi, bagi Nora hidup adalah neraka. Ada 2 hal yang membuat Nora bahagia: alkohol dan Sebastian Prasetya. Hingga Adnan Bratajaya hadir di kehidupan Nora dan memberi secercah harapan...

Second Hope jauh lebih kelam dengan konflik yang berat, kompleks, dan berlapis. Di novel ini, kita akan diajak memasuki kehampaan yang menyelimuti hidup Nora. Hidup bergelimpang harta nyatanya tak mampu membuat Nora bahagia. Tanpa adanya kasih sayang orang tua, ekspektasi dan tekanan dari keluarga justru menimbulkan trauma yang menyiksa. Nora pun tumbuh menjadi pribadi yang liar, keras kepala, defensif, tapi di sisi lain baik hati dan begitu rapuh.

Topik yang diangkat dalam novel ini cukup berat. Konflik batin-nya gak cuma masalah percintaan. Namun, lebih menekankan pada mental health, depression, berdamai dengan diri sendiri, hubungan keluarga, persahabatan, hingga makna hidup. Second Hope, novel kedua dari Flara Deviana yang aku baca. Mungkin dibanding dengan Second Chance, Second Hope permasalahannya lebih rumit banget. Ditiap halaman menuju halaman berikutnya, terasa begitu lama dan tanpa sadar sudah menuju akhir cerita yang membuat aku berat untuk menyelesaikannya.

Dibuku ini, menggunakan alur POV orang pertama. Berawal dari Nora, Adnan dan Bastian. Memasuki POV Nora, terasa begitu beratnya, begitu berisiknya kepala Nora. Terkadang begitu menyebalkan dengan kesinisan yang dia lakukan, tapi setelah begitu mengenal Nora aku menjadi paham bahwa jika diposisi Nora bukanlah hal yang mudah. Peluk Nora🥺🤍!

Nora, terima kasih sudah berjuang sejauh ini. Terima kasih sudah bertahan, Terima kasih sudah ingin berdamai walau perlahan🤍🤍

Teruntuk Mas Adnan, terima kasih sudah hadir dikehidupan Nora🤍! Dia selalu sabar dan penuh perhatian menemani Nora untuk menyadari bahwa ia orang baik dan tidak pernah sendirian. Teruntuk seorang Bastian, maaf jikalau penilaian pertama untukmu sangatlah buruk. Terima kasih Bastian, sudah sebegitu besar untuk menyayangi dan mencintai Nora. Tidak lupa pula untuk Della, Rissa, Via dan Arka yang selalu ada untuk seorang Nora. Selalu menemani dan tidak membiarkan Nora sendiri di perihal apapun.

Ini novel aku sarankan untuk dibaca di saat keadaan kalian baik-baik aja! Pliss jangan dibaca ketika kalian merasa begitu rapuh. Dan buat kalian yang merasakan seperti yang dirasakan Nora, terima kasih yaa sudah bertahan dan selalu ingin belajar berdamai dengan semua hal yang terjadi🥺🤍

Di novel ini aku suka di bagian:
'Kalau gue nggak bisa berenang bareng Lo, nggak apa-apa Gue berenang di tepian kapal. Yang penting Lo tau, kalau Lo nggak berenang sendirian'
Mas Adnan, kamu ijo neon bangetttt!! I want to cry🥺
Profile Image for yayay.
1 review
July 26, 2024
sori kalau bahasanya berantakan, ini pertama kalinya aku pakai goodreads untuk mereview novel. biasanya aku review di story instagram aja.

aku tertarik sama novel ini karena menceritakan tentang mental health. aku nyaman sama gaya bahasanya yang mengalir. cuman karena aku bacanya di gramedia digital, aku enggak sempet ngecek halamannya sepanjang apaa. dan baru ngeh kalo ternyata ini novelnya tipis juga yaa. ceritanya juga yg cepet banget gitu pace-nya. ditambah karakter Nora yang dideskripsikan sangat berisik, aku jadi kayak ngos-ngosan banget bacanyaa😭😭😭

makanya meski novelnya tipis, aku butuh waktu semingguan buat selesaiin, karena kadang tuh, baca satu bab aja udah ngos-ngosan gitu. penulisnya keren sih, bisa membuat pembaca merasakan apa yang dialami Nora. meski aku bukan penyintas, rasanya bisa mengerti semua sikap dan pemikiran Nora.

Cuman sayangnyaaa di bagian waktu Mas Adnan tahu Papanya Nora sering merhatiin rumah diem-diem sambil beli bubur itu, aku agak gregetan dikit. soalnyaa menurut aku bagian itu bisa dibikin sedikit lebih menguras emosi pembaca semisal yang ditunjukkan POV Nora dulu.

semisal nih, POV Nora dulu yang digambarkan, Nora pikir Adnan adalah utusan Papanya buat mata-matain dia. Terus Nora marah, pembaca pasti juga bakal ngerasa begitu dan emosinya ikutan naik. dan berpikir, lahh ternyata Adnan gak sebaik ituuu.

baru setelahnya Adnan klarifikasi dengan POV dia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. bahwa dia gak menerima uang apa pun dari Papanya. menurut aku sih, itu sedikit lebih oke. jadi sifat Adnan di sini enggak yg lurusssss kelihatan baikk terus gitu lohh, ada perlu sedikit dicurigai kek, atau gimana. soalnya emg sosok Adnan ini too good to be true bgt yaaa🫠🫠🫠

Dan entah kenapaaa aku sejak awal baca buku ini, mungkin dari gaya bahasa Nora waktu melihat Adnan dan Bastian, aku udah nebak kalau endingnya pasti Nora enggak akan bareng Bastian ataupun Adnan. aku merasa novel tipe begini akan open ending gitu. Ternyata bener ajaa. Meski aku enggak expect Mas Adnan bakal meninggal😭😭😭😭

Karena konflik cerita ini ada pada Nora sendiri, jadi dari awal sampai akhir grafiknya kayak datar terus gitu menurut aku, enggak ada klimaksnya:’) Atau mungkin aku udah terlalu larut sama pemikiran Nora, jadi ketika Nora kepikiran untuk ‘itu’ aku juga udah nebak. yaa setelah mengalami hal seberat itu??? wajar aja kalau dia enggak kuat😔

Ya, segitu dulu deh review dari aku. Thank you Kak Flara udah banyak memberikan awareness tentang mental health lewat karyanyaaa💗
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Ekita10.
51 reviews
May 4, 2025
First of all, sebelum mulai review aku mau sedikit protes KENAPA ENDINGNYA ADNAN BEGINI KAK😭 YA ALLAH GA TEGA BANGET SUMPAAAH😭

Okay let's continue review this book.

Jadi novel ini merupakan spin off dari novel Second Chance karya Kak Flara juga yg mengisahkan Nora, salah satu sahabat Via yg menjadi anak broken home. Efek broken home nya membuat dia selalu menutup diri dari orang2 terdekatnya, kecanduan alkohol, dan hubungan ngga sehat dengan Bastian. Sampai akhirnya Nora bertemu dengan Adnan, rekan satu kantor yg menjadi housemate Nora. Adnan sangat baik dan peduli pada Nora. Adnan telaten membantu Nora ketika dia lagi down, sabar ngadepin sifatnya Nora. Pokoknya Adnan adalah orang asing yg dibutuhkan Nora selama ini. Kebahagiaan emang semu ya. Baru aja kemaren jadian, hari ini udah ditinggal pergi selamanya😭 Plot twist yg membagongkan wkwkw.

Buat POV Nora, jujur buat aku kisah Nora ini sangat dark mengingat banyak sekali luka yg selalu dipendam Nora sampai membuat dia kehilangan kendali juga. Klo aku full diposisi Nora ngga bakalan sanggup menjalani hidup lagi. Cuma beberapa bagian yg relate aja aku dah ngerasa capek, bagaimana dengan Nora yg harus mengalami semua hal itu. Aku senang ketika ending, Nora mau berusaha sembuh untuk dirinya sendiri bukan untuk orang lain. Dan juga hubungan Om Edy dan Nora perlahan membaik.

Buat POV Bastian, dia cukup baik. Ngga terlalu red flag buat nambah beban mental Nora wkwk. Tapi sangat disayangkan dulu waktu SMA dia cuma anggep Nora kasihan dan juga waktu dia suka sama Nora ternyata masih pacaran juga sama cwe lain. Hubungan mereka emang ngga sehat dari awal karena Bastian melihat Nora dari sisi trauma dia dan sebaliknya. Awalnya aku ngerasa aneh kenapa setelah Nora pisah dengan Bastian karakter dia ngga hilang seluruhnya di cerita, masih jadi bayang2 buat Nora. Tapi waktu ending cukup menjawab pertanyaanku tentang hal ini.

Buat POV Adnan, jujur aku ngga sanggup dengan ending yg didapat Adnan. Kayak dia udah sebaik itu, se green flag itu, kenapa giliran dia ngerasain bahagia cintanya bersambut langsung di matiin begitu aja karakternya😭 Tolong kasih Adnan ruang yg bagus. Klo pun kandas dengan Nora tp jangan kek gini jalannya😭

Keknya aku belum sanggup re read novel ini karena masih ngerasa sedih banget kehilangan Adnan😭
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Tira Lubis.
298 reviews4 followers
July 17, 2024
4🌟

"Gimana bisa sayang sama orang lain, kalau diri sendiri aja dibenci?"

Novel apa yg bikin kalian bacanya sampe nangis, literally nangis banget? Kalo aku, novel salah satu yg buat aku nangis banget, nangis yg bukan sekedar keluar airmata, tapi sampe sesegukan.

Kisah Nora dari awal bisa dibilang cukup berat dan menguras energi membacanya, bagaimana ia dengan pikiran-pikiran buruknya yg membuat dia menarik diri, menganggap yg mendekatinya hanya ingin sesuatu dari dia.

Walaupun dia punya tiga sahabat yg selalu ada untuknya, juga Bastian yg selalu didatanginya ketika ia merasa butuh tempat untuk bersandar, tapi Nora tetap merasa bahwa ia tidak berharga dan tidak layak akibat trauma dan pengalaman buruk dari keluarga yg diterimanya di masa lalu.

Kemudian datang Adnan pria yg bisa sedikit meluluhkan sikap keras Nora dan perlahan bisa membuat Nora punya harapan dan ingin menjadi lebih baik.

Aku salut sama kak Fla karena segala sesak, hampa dan kesepian yg dirasakan Nora tersampaikan dengan baik, kayak kita bener-bener ngerasain apa yg Nora rasakan, makanya bacanya juga ikutan sesak. Walau begitu, buku ini page turning banget, tau-tau udah banyak aja halaman yg aku baca.

Buatku walau Mas Adnan memang bikin oleng dan cara dia menghadapu Nora itu menyentuh hati, tapi aku merasa Bastian tetap punya tempat khusus di hati Nora. Tapi aku tetep sedih sama apa yg terjadi pada Mas Adnan 😭😭.

Endingnya buatku lumayan melegakan, setelah berbagai hal yg menimpa Nora secara bertubi-tubi. Perlahan dia mulai berdamai dengan dirinya, dengan ayahnya, mencoba untuk menjadi pribadi yg lebih baik kedepannya.

Aku suka banget obrolan Nora dan ayahnya diakhir, kayak hal itu yg ditunggu-tunggu Nora selama ini 🥺. Aku juga suka bagaimana sahabat-sahabat Nora selalu ada dan support dia bagaimanapun keadaannya.

Overall aku menikmati banget baca novel ini, walaupun bikin mata bengkak karna nangis terus sampe halaman terakhir. Tapi sebagus itu, jadi recommended banget buat dibaca 👍. Tapi siapin hati dan tisu pas bacanya ya. Hands up buat kak Flara, titip peluk buat Nora 🤗.
Profile Image for Nadhira.
196 reviews8 followers
December 19, 2024
📚 Second Hope
✒️ Flara Deviana
🎡 iPusnas
🥨 Gramedia Pustaka Utama
🎖️4,7/5

TW // Depression , Suicide attempt , death , accident

Review: To be honest, aku lebih suka buku ini daripada buku sebelumnya, Second Chance. Buku ini much much MUCH BETTER. Dari segi alur lebih rapi. Emosinya beneran dapet. Awalnya aku skeptis baca buku ini mengingat buku Second Hope, alurnya lompat-lompat terkesan terlalu cepat dan ya gitu deh. Tapi ternyata, SUPRISE🎉🎉🎉 buku ini bikin melongo.

As orang yang punya depresi, aku relate sekali dengan perasaan Nora. Awalnya aku kesal dengan sikap Nora yang selalu menolak dan menjauh. Memandang dunia dengan sini. Gak ramah. Pokoknya bukan karakter yang bakal kamu suka. Tapi semakin kesana wow aku sangat paham. Karena aku mengalami dan merasakan. Buku ini memang slow burn. Romance nya tipis karena buku ini berpusat pada perjalanan Nora untuk keluar dari perangkap. Mengikuti perjalanan Nora, aku jadi merasa punya teman seperjuangan. Di akhir rasanya aku mau meluk Nora.

Kalau kalian bertanya-tanya kenapa Adnan harus pergi, ya maybe penulis nya mau ngasih pesan kalau yang bisa menyembuhkan diri kamu ya kamu sendiri. Bukan orang lain. Bukan pasangan, ortu, teman apapun itu. Mereka cuma membantu.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Maya.
207 reviews8 followers
May 2, 2025
Hasil ngantre di ipusnas sesaat sebelum aplikasinya dibajak. Baca habis dalam waktu sehari. Page turner di tengah-tengah jenuh pekerjaan dan reading slump.

Jujur waktu awal baca ini saya membatin, 'ini kayaknya pertama kali buatku baca cerita dengan protagonis yang butuh terapi'. Walaupun begitu, tiap bab berhasil bikin saya penasaran dengan tiga tokohnya, Nora, Adnan, dan Bastian. Dan seiring berlalunya halaman, memang Nora punya riwayat rehabilitasi. Jadi ya udah, udah bisa terima protagonisnya begini.

Saya udah kena spoiler yang cukup gede di goodreads, tapi tetap ngga nyangka di sepertiga akhir buku cerita berbelok tajam. Sempat bertanya, apakah novel ini memang diniatkan jadi novel angst? Membaca sampai akhir, ternyata tidak juga. Tapi setelah membaca halaman terima kasih penulis, dan melihat nama Ruth pengarang Forever Monday disebut sebagai editor, saya langsung 'oooh pantas saja...'
Profile Image for Assyifa Narulita.
18 reviews
July 30, 2025
Ketika baca Goodreads dan orang bilang ini novel angst, sejujurnya gue merasa gak segitunya karena cara berceritanya sangat drama sehingga sulit bagi gue untuk bersimpati kepada Nora. Depresi dan traumanya diceritakan dg cukup terburu-buru sehingga rasanya ada yang kurang.

Tapi makin ke sini, gue jadi merasa cukup engage dengan ceritanya yang mana bukan karena misery-nya Nora tapi karena kelekatan dengan karakter lain, seperti Adnan dan Bastian. Adnan hadir sebagai "pelipur lara"-nya Nora tapi kalau boleh bertanya, apa yang membedakan dia dengan Bastian? itu masih jadi big question di kepala gue.

Sampai di akhir cerita pun gue masih kurang "sreg" dengan conclusionnya, terutama atas decision Nora. tapi, terlepas dari ini semua, gue suka gaya penulisannya dan enak banget dibaca.
Profile Image for Adrindia Ryandisza.
Author 16 books28 followers
April 28, 2024
Cara berceritanya mengalir dan mudah untuk mengikuti alurnya. Ada beberapa kesalahan copy edit seperti lupa spasi setelah titik dan sempat PoV Adnan bocor sekali pakai aku alih-alih gue. Tapi sama sekali nggak mengganggu.

Untuk cerita memang sebaiknya harus menyiapkan mental stabil buat bacanya karena agak drained, jadi butuh narik napas dalam-dalam sebelum lanjut baca sikap dari Nora yang ibaratnya umur Nora berhenti di usia belasan tahunnya sebab belum berdamai dengan masa lalu.

Biasanya aku bakal milih jadi tim cowok kayak Mas Adnan, tapi mohon maaf Bastian lebih greget buatku hehe
Profile Image for Meynacasa.
21 reviews
May 24, 2025
Jatuh cinta, teramat! Karya pertama Flara Deviana yang kutemukan, seketika langsung penasaran sama semua karyanya. Premisnya juara, eksekusinya apalagi. Habis baca ini langsung cari username authornya dan say thank you karena nulis karya sejelita ini. Suka untuk tiap pov 3 karakter utamanya karena terasa beda antara ketiganya, dengan kekhasan masing-masing. Endingnya menurutku realistis dan indah.

Novel ini punya kesan hangat pribadi yang bikin syok tiap baca, meski sambil mewek sendiri. Namun, tak bisa ditampik, novel ini highly recommended! ngalir banget, penulisannya sederhana, tapi sampai di hati sekali. Semua terasa pas.
Profile Image for Leea Hapsari.
80 reviews1 follower
September 15, 2025
It is such a tearjerker novel. The ending hurts me so hard.
Sometimes, God gives his blessing through the hard path we have to face and solve.
Nora Alexandra is like a hedgehog or a rose. She has thorns outside, but softhearted inside. She always thinks that she is a broken creature who does not deserve the best in life. She is also afraid of getting hurt by others. Therefore, she builds a wall and creates a distance between the people around her. Suddenly, she meets a kind man who treats her with love and respect. At first, she suspects him. Slowly but sure, she can open her heart and accept him. Unfortunately, God has his own plan.
Profile Image for Yunita Taman.
291 reviews13 followers
September 21, 2024
Membaca novel ini kok kesannya real banget ya, sampe2 ke-trigger juga mentalku. Hehehe.
Anyway novel ini sungguh menguras emosi, rasanya terlalu dekat dengan kondisi nyata kehidupan. Yes, kehidupan emang sekejam itu, hiks. Banyak Nora-Nora di luar sana yang sedang berjuang dengan dirinya sendiri, mengatasi "monster-monter" di kepalanya dan novel ini cukup memberikan insight tentang itu.
BTW, ada baiknya dikasih trigger warning karena mungkin ada beberapa pembaca sensistif dengan beberapa isu seperti depresi, alcoholism dan adegan bunuh diri.
Profile Image for Nina.
55 reviews
May 12, 2024
😭😭😭😭😭😭
Gak nyangka endingnya akan seperti itu.
Kesakitan FL bener bener dituliskan dengan baik sampai kerasa banget di aku sebagai pembaca 😭

I was thinking this is a typical metropop romance yg gak terlalu berat plot nya, but who am i to think like that kan ya.

It was such a heavy rain for me to read this but able to finish it in 2 days is such an achievement sih 🌟

Recommended? Yes obviously, but be prepared for the roller coaster ride reading this, fellas
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for KA.
57 reviews3 followers
July 5, 2024
Kalau di second chance, penulis fokus dengan kisah percintaan Via dan Ray tapi dibuku ini kita dibuat membuat pandangan berbeda.
Di buku ini kita diajak melihat bagaimana hidup berjalan dari kisah Nora, bagaimana dari cara dia mencari jalan keluar dari lorong gelap dalam hidupnya.
Jujur capek banget baca buku ini, masalah yang timbul kayak nggak kelar-kelar. Untung endingnya ngga bikin aku tambah emosi sama penulisnya. hehehe
Profile Image for Lesh✨.
288 reviews4 followers
July 19, 2024
Life must be hard for Nora. Thank you for still alive no matter how hard your situation is. Nora mungkin tidak beruntung dengan kisah cinta dan keluarganya, tapi setidaknya dia punya sahabat yang setia menemaninya dalam setiap situasi tersulitnya. Kebiasaan suka minum adalah pengalihannya atas hidupnya yang tidak baik. Andai Nora mendengarkan penjelasan Papanya mungkin ia tidak akan menyimpan dendam seumur hidupnya.

Cerita ini banyak trigger warning-nya terutama di tokoh utamanya.
Profile Image for Muspitta.
53 reviews
March 7, 2025
Mau kasih bintang 1 karena ending nya yang ya ampun.

I love this book. Walaupun ga pernah depresi tapi rasanya penggambaran karakter nora sangat-sangat perfect. Kehampaan, bising2 kepalanya dan depresinya kerasa banget.

Ga bisa nangis karena syok sama endingnya. Kayak HAHHH!!!??? Dangdut banget anjir lah kok ada yang meninggal2 gt sumpah ah males banget. Baru aja mau seneng.

Open ending ending nya juga bagus. Semoga nora celat sembuh dan menerima Bastian
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sweetdhee.
514 reviews115 followers
March 8, 2024
Dari semua tokoh di buku ini, aku pengin peluk Dokter Edy.
Aku rasa, dia yang paling menderita dalam cerita ini.

Aku tahu, Nora berada di tempat yang gelap.
Tapi, Nora masih punya orang-orang di sekitarnya.
Sedangkan Dokter Edy?

Dan aku maklum Mas Adnan diberi cerita seperti itu.
Memang porsinya sampai di situ saja.
Profile Image for Nana Andriani.
31 reviews
July 30, 2024
Pernah merasa kesal dengan MC pada novel? Ya, itu yang aku rasakan pada sosok Nora ketika awal membaca cerita hingga pertengahan. Tapi ketika tau trauma apa yang membuat sosok Nora yang demikian, sumpah, nyesek banget.
Dari buku ini aku jadi tau, trauma berat itu bisa didapat dari apa saja dan siapa saja. Dan betapa bisingnya pikiran orang-orang yang punya trauma.
Profile Image for Novita.
190 reviews13 followers
August 14, 2024
ADUH JANGAN AJAK AKU NGOMONG DULU 😭 SEDIH BANGET JUJURRR

Terakhir nangis sesegukan begini karena nonton more than blue the series (taiwan ver) tahun lalu..... Kisahnya sama😔 ditinggal waktu lagi sayang-sayangnya, cuma kalau more than blue karena penyakit.....

Sumpah masih ga rela.... Kenapa dari semuanya harus Adnan😔 Adnan yang seijoooo itu😭 arghhhhhh
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for nasya.
829 reviews
September 17, 2024
Mau marah dan nangis banget setelah namatin novel ini, jiwa aku kayak ikutan hilang dan kosong setelah selesai baca buku ini. Aku memposisikan diri banget jari Nora, ya Allah kenapa alurnya begini😭🫵 Overall aku suka sama alurnya, karakter Nora dan masalah-masalahnya bikin aku makin semangat untuk lanjut baca.
Displaying 1 - 30 of 49 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.