Ale pikir Jakarta sudah mencuri cukup banyak hal darinya, sampai hari itu ponselnya hilang di kantor polisi. Muak karena aparat tidak becus, Ale turun tangan memburu si pencuri. Tentu saja Kenan, sahabat tujuh belas tahunnya, tidak membiarkan gadis itu berangkat sendiri.
Perburuan ponsel curian mengantar Ale mengenal Bas, berandal yang tumbuh di semesta yang jauh berbeda. Di sisi Jakarta yang sebelumnya tidak pernah Ale kenal, dia menemukan rumah baru yang nyaman. Sampai akhirnya Ale harus berani memilih pada siapa perasaannya akan dipertaruhkan: pencuri ponselnya baru-baru ini, atau justru pencuri hatinya sejak tujuh belas tahun lalu.
Kita Butuh Kapasitas Semesta • Ananda Putri • 312 hlm. • penerbit romancious • 2023 Baca di iPusnas .
Kalau ada yg sudah pernah baca A+, buku ini merupakan spin off-nya. Jika A+ menceritakan petualangan mereka di kelas 12, Kita Butuh Kapasitas Semesta (KBKS) berfokus pada kisah cinta segitiga Kenan-Ale-Bas di kelas 11, sedangkan Re Dirgantara yg jadi tokoh utama di A+ hanya cameo/figuran di sini.
.
KBKS bukan novel teenlit biasa dg kisah cinta segitiga menye-menye. Konfliknya tentang masalah anak-anak orang kaya, keluarga mereka, dan beban yg ditanggung pria tanpa cacat di Jakarta sebelah sana, juga ada masalah soal penggusuran, utang pada renternir, dan impian gadis potensial yg harus terkubur karena terpaksa melahirkan anak tanpa suami, semuanya adalah konflik di Jakarta sebelah sini.
Sedangkan konflik utamanya adalah ketika Ale harus memilih untuk menambatkan hatinya pada sahabat tujuh belas tahunnya atau pada orang yg baru dikenal Ale selama 3 bulan tapi terasa seperti "rumah".
.
Fyi, buku ini sempat kelepas saat mau perpanjang masa pinjaman padahal sudah baca sampai halaman 160-an dan lagi seru-serunya. Kalang kabut banget soalnya buku ini emang senagih itu dan aku sempat mikir kalo sampe dalam waktu dekat nggak bisa dapetin lagi di iPusnas, aku bakal beli buku fisiknya. Alhamdulillah atas bantuan seorang teman, aku bisa pinjam ulang buku ini di iPusnas dan langsung gas baca sampai tamat dalam sekali duduk.
Penokohannya kuat dan terasa hidup. Tokoh2 di sini tdk terasa spt tokoh fiksi. Mereka punya cacat, bahkan si pria sempurna sekalipun. Ketidaksempurnaan mereka digali banget, bukan sekadar tempelan. Perkembangan karakternya pun memuaskan. Ale belajar banyak dari Bas dan menemukan jati dirinya serta tujuan yg ingin diraihnya di masa depan.
Hanya saja, aku merasa Kenan di sini red flag ya. Dg dalih "aku nggak bisa hidup kalo nggak ada kamu", Kenan merasa memiliki Ale dan menggila waktu Ale menjadikannya nomor dua, tapi nggak mau ambil langkah besar dan stuck di zona sahabat dg nenjadikan panggilan sayang pada Ale sbg bahan candaan. Juga saat Kenan melimpahkan semua bebannya dg menuding Ale sbg penyebab kegagalannya. Sakit bgt sih kalo jadi Ale.
Diksinya tuh istimewa, menghanyutkan, dan deep. Seru banget dan bikin aku pengin terus baca, nagih pokoknya, bikin sekali baca nggak bisa lepas utk trs baca, pokoknya klo kalian baca pasti tau maksudku ini.
Kisah 3 remaja ini juga penuh petuah hidup, tentang masa depan, cita-cita, keluarga, dan percintaan. Cara mereka dealing dg masalah mereka masing2 tuh keren banget. Suka pokoknya.
Pembukaannya bagus banget sampe aku ngga ngeh kalo ini adaptasi Wattpad. Sayangnya, cuma di awal, makin masuk ke ceritanya kental vibes wattpadnya 😭. Satu hal yang bikin aku tetep baca buku ini adalah plotnya yang mengangkat pemberontakan. Adanya tokoh Bas membuat buku ini jadi membahas ketimpangan sosial, kemiskinan, bahkan penindasan baik dari pemerintah atau sesama rakyat. Struggle remaja SMA juga jadi poin utama di buku ini, masing-masing tokohnya punya problem yang beda tapi beratnya sama. Yang aku sayangkan adalah pembentukan alurnya terlalu terburu-buru sehingga menimbulkan kesan maksa. Ale sama Bas dibuat dekat terlalu cepat, padahal Ale punya watak yang keras dan selalu waspada tapi kenapa dia tiba tiba minta Bas buat ngajarin dia fight??? Beberapa scene di buku ini terasa cringe buat aku 🥹 sebel sama karakter Ale yang marah marah mulu, kayak ga ada hal baik yang ada di karakter ini (dan aku ngerasa kalo dia pick me). Ralat, semua tokoh di buku ini kebanyakan marah marah 😭 kayak... Please guys dewasa... It's not that deep... Kesannya ngga ada diversifikasi karakter, emosional dan sensitif semua, flat.
Secara garis besar, problem yang dibahas di buku ini bagus banget tapi ketutup sama romance anak SMA yang bikin emosi. Super plin plan, labil, dan ribet. Menurutku bakal lebih baik kalo lebih membahas tentang problem para tokoh. Contohnya, bahas kelanjutan hubungan Ale sama mamanya atau Kenan dengan traumanya. Semua tokoh di sini punya mental issue tapi yang ditekankan malah hubungan asmara mereka yang justru bikin makin kena mental 😞. Lagian si Ale kenapa mau dah sama dua manchild itu, satunya kalah basket nyalahin Ale, satunya asal nyium terus pas ga disukain balik marah terus berantem. Word building buku ini udah bagus, tapi yang bikin kesel tuh overuse kata tolol. Stop ngomong tolol please......... DAN YANG BIKIN AKU SUPER SEBEL ADALAH BAS BUKAN FINAL GAMENYA KOCAKK 😩💔💢💢 lalu buat apa hubungan mereka kayak dispesialkan??? Ngerasa ditipu 🥹
Buku kedua dari universe A+ tapi jatuhnya prekuel sih, tapi walau begitu tetap harus baca A+ dulu sih menurut ku baru bisa mengerti banyak hal di buku ini.
Kita Butuh Kapasitas Semesta berfokus pada Kenan dan Ale dengan tambahan tokoh baru yaitu Bas Kara. Latar waktu disini adalah ketika Kenan-Ale kelas 11 yang berarti sebelum kejadian di A+. Disini diceritakan gejolak hubungan antara Kenan, Ale dan juga Bas.
Jujur aku merasa karakter Kenan dan Ale jauh lebih hidup di KBKS ini, karakter mereka berdua benar-benar terasa 'beda' dari yang di A+, dan aku sangat suka itu, karna sebenarnya di A+ kita jauh lebih sering ngeliat POV dari Kai, dan disini POV nya langsung dari Kenan dan Ale sehingga aku ngerasa karakter mereka lebih hidup dan beda tapi in good way.
Disini mengangkat masalah kemiskinan di Jakarta yang direpresentasikan oleh lingkungan Bas. Bas adalah anak SMA negeri yang tinggal di lingkungan kumuh di Jakarta sebelah 'sana', sangat berbanding terbalik dengan kehidupannya anak anak Bina Indonesia. Aku cukup suka gimana penulis ngangkat isu itu dan ngebahasnya walaupun gak secara mendalam.
Jujur sebenarnya aku jauh lebih suka A+ dengan segala kompleksitasnya sih, sebenarnya KBKS cukup page turner tapi ntah kenapa aku lebih sering boring bacanya karna agak flat, disini tu gak ada klimaks yang gimana banget sihh jadii sayang aja karena aku berharap lebih wkwkw soalnya Kenan Ale adalah tokoh favorite aku semenjak di A+
Aku juga kepo dengan mini novel Rangers are back itu xjksxjsksj sayangnya aku gak dapat bonus itu kemarin😞😞kapan kapan pasti akan ku bacaa. Intinyaa kalau kalian mau interaksi dan cerita lebih dari Kenan dan Ale, kalian harus baca iniii😻
Although this is teen fiction, it's a good story of their relationship. Kenan is a very loyal friend to Ale. And Bas Kara, I feel that he loves and cares for Ale. Even though she chose to leave.
Narasi yang bagus bikin nyaman baca buku ini. And this is the first book by Ananda Putri that I've read. I finished this book in 3 hours.
I recommend reading A+ first and then reading this book. Cause aku sendiri yang baca ini terlebih dahulu masih menyimpan banyak kebingungan. There are many reasons for this story that maybe told in A+.
4 stars for a story that I think is just about teenage angst. Because I felt that the problem between Ale and her mother was not solved, and also with Kenan. I was hoping that Kenan and Bas Kara would become best friends by the end of the story, but that didn't happen.
I also feel that Kenan is a red flag here. Disappointment is there, but not anger with women. Maybe, ini karena aku sendiri merasa perempuan itu jangan dibentak. Tapi ini semua terbantahkan karena Ale benar-benar perempuan yang kuat. Tidak ada menye-menye di sini. I really loved it!
Again, I'm still confused about this book because I read this first, then A+.
It's such a good book, best book I've read. aku suka banget cara ngedeskripsiinnya dan alurnya. penyampaiannya bagus dan karakternya bener-bener serasa hidup. aku udah baca ini yang ketiga kali dan aku masih tetep suka. ga boring sama sekali karena ada konflik-konflik kecil yang bikin makin conplicated cuma tetep comforting. aku suka gimana semuanya nyambung aja, semua terjadi karena alesan, gaada plot hole, dan tiap bab itu ada aja yang bikin boom.
adinda aletheia, kenan aditya, bas kara, punya charm-nya masing-masing dan ciri khas masing-masing, aku suka banget. aku juga seneng sama endingnya meski aku agak penasaran kak val itu gimana. meskipun endingnya setengah selesai karena setengahnya lagi selesai di A+, aku tetep suka karena bebannya rasanya udah hilang.
aku baca ini tepat setelah aku namatin A+, kalo A+ itu action banyak plot twist banyak misteri, kbks ini ngga, kbks itu lebih ke buku yang bikin nyaman daripada yang bikin kaget, tapi aku tetep suka dua-duanya (lebih suka kbks dikit). tapi yaaa, aku seneng aku bisa ketemu sama buku ini. sempet aku omongin 7 hari 7 malem dan aku rekomendasiin ke temen-temenku sampe mereka muak. semua orang harus tau ada buku sebagus ini dan ada penulis sekeren ini.
jangan lupa untuk terus berkarya kaput! aku tunggu the rangers are back versi full🫣
(cowo kayak kenan di real life ada ga ya, mau banget)
Sejak baca A+, Kenan & Ale udah nyuri perhatian aku dan jadi karakter favoritku selama baca A+. Dan selama baca buku ini, aku masih sayang dan semakin sayang sama mereka, they're young and related makanya aku sayang banget sama mereka. Di A+, kita bakal selalu liat sisi Bina Nusantara dan dunia anak-anak elit Jakarta sama persaingan mereka, tapi disini, kita liat Jakarta yang beda, yang ngasih tau alasan kenapa Ale rambutnya warna ungu nanti di A+ dan kenapa Ale kepengin kuliah di Seoul. Dan terkait Bas, makasih karna udah hadir di buku ini dan aku harap dia bakal dateng dan mampir lagi di masa depan Ale walaupun cuma sebentar. Jujur kepengin liat Bas & Kenan temenan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Seru banget jujur novelnya. Banyak kata-kata yang makjleb ngena sampai ke sanubari (wkwkwk), walau agak sedih karena aku sedikit lupa sama alurnya A+ (biar bisa menyesuaikan gitu), tapi nggak papa deh, nggak yang begitu ngaruh juga sama cerita ini. Tapi aku sedikit terganggu sama sensornya kata-kata kasar kayak tol*l, bajing*n, kayak kesel banget bacanya karena harus disensor-sensor gitu
ternyata rambut ungu ale ada filosofinyaaa <3 aku suka cara ale berubah yang dari cewe barbar tapi gamau orang lain tau soal ketakutan terbesarnya jadi orang yg benar-benar KUATTTT
“karena ungu adalah spektrum paling kuat di antara yang lainnya.”
This entire review has been hidden because of spoilers.
Aku baca ini setelah baca A+, ternyata ini prequel dari A+ berpusat pada kisah Kenan dan Ale..pahit pahit getir dan page turner..aku suka writing style-nya Ananda Putri..overall aku sangat enjoy membaca buku ini.
sudah baca A+ karna kak Ananda Putri sebelumnya, setelah itu udah jarang ngikutin perkembangan karyanya alhasil pas buku ini harganya 50k aku beli deh. aku pikir bukunya bakal setipe dengan A+ (or atleast banyak nyeritain Ale-Kenan karna ini spin-off nya) ternyata dari sini aku udah mulai sadar kalao I'm not into teenfict story anymore :( jadi pas baca ngga ngefeel di aku dan diluar ekspektasi banget karna aku sudah berekspeasi tinggi....