Jump to ratings and reviews
Rate this book

ให้ฉันกินเรื่องราวของเธอนะ

Rate this book
ความกังวลและความเจ็บปวดที่ดูเหมือนไม่มีหนทางเยียวยาเหล่านี้ กินไปให้หมดเลยได้หรือเปล่านะ

“เซว็อล” เพิ่งมาเป็นบรรณารักษ์ได้ไม่นานก็เจอปัญหาหนังสือหายไปอย่างไร้ร่องรอย แต่แล้ววันหนึ่งเธอก็เจอต้นตอของปัญหา เมื่อเธอได้พบกับ “ฮเยซ็อง” เพื่อนนักเรียนห้องข้าง ๆ ที่กำลังเคี้ยวหนังสือของห้องสมุดอยู่ในร่างสัตว์ประหลาด “ฮวากเว” ที่กินเรื่องราวเพื่อเติมพลังชีวิต และหากกินเรื่องราวจากผู้คน คนเหล่านั้นก็จะลืมเกี่ยวกับเรื่องราวนั้นไปทั้งหมด แต่ไม่เป็นไรหรอก เพราะโลกนี้ไม่ได้มีแต่เรื่องราวที่น่าจดจำสักหน่อย…

เมื่อทั้งสองคนตั้งชมรมให้คำปรึกษาขึ้นที่โรงเรียนเพื่อหาทางออกให้ปัญหาที่เกิดขึ้น ก็ได้พบกับเรื่องราวความฝันที่ไม่อาจเป็นจริง ความรักที่ไม่อาจสมหวังและอดีตที่ไม่อาจลืมเลือน

“คนที่ต้องตัดสินใจก็คือเธอนั่นละ ลองเผชิญหน้าแล้วตัดสินใจเอาเอง เพราะถึงแม้ว่าจะไม่สมหวัง ก็ไม่ได้หมายความว่ามันไม่มีค่า…”

232 pages, Paperback

First published December 10, 2021

6 people are currently reading
113 people want to read

About the author

Myeong So-jeong

1 book1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (16%)
4 stars
33 (44%)
3 stars
27 (36%)
2 stars
2 (2%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 26 of 26 reviews
Profile Image for Seunghyunjee.
70 reviews2 followers
May 26, 2024
3.5/5 stars
.
"Kalau ada yang nawarin kamu untuk menghapus ingatan, kira-kira ingatan apa yang ingin kamu hilangkan selamanya dari hidupmu?"
Ide ceritanya menarik, ngga rumit dan mudah dipahami, setting ceritanya di sekolah, tokoh utamanya membuka sesi konseling dengan seorang siswa yang aslinya adalah sesosok monster, dan mereka kemudian mendengarkan keluh kesah dari para siswa di sekolah itu. Dari awal hingga pertengahan, I'll Eat Your Story berhasil bikin pembaca penasaran tentang ingatan-ingatan macam apa yang ingin dihilangkan dari para siswa yang datang ke sesi konseling. Tetapi dari pertengahan menuju akhir, hmmmm, aku merasa eksekusinya nggak mulus dan terlalu lompat-lompat ketika menggunakan POV tiga tokoh utama di buku ini.
.
Okay, singkatnya sih buku I'll Eat Your Story berkisah tentang seorang Monster pemakan cerita atau biasa disebut hwagoe yang menjelma menjadi seorang siswa bernama Im Hye-sung. Sebenarnya, Hye-sung bisa saja hidup berdampingan dengan manusia dan menyamar menjadi siswa SMA, tetapi sayangnya, suatu hari, dia ketahuan sedang memakan buku-buku di perpustakaan oleh Lee Sewol. Mau tidak mau, karena Sewol sudah melihat wujud monster Hye-sung, mereka akhirnya membuat sebuah kesepakatan yakni Hye-sung dilarang memakan buku-buku di perpustakaan lagi dan sebagai gantinya, mereka berdua membuat sebuah Klub Konseling. Ketika Klub Konseling mulai berjalan, ada seorang siswa bernama So-woon yang bergabung dengan klub konseling tersebut. Tugas So-woon tidak lain tidak bukan adalah mengingatkan Hye-sung tentang kodrat aslinya sebagai seorang hwagoe dan agar Hye-sung tidak mencampuri urusan manusia terlalu jauh.
.
Sejujurnya, I'll Eat Your Story adalah buku yang amat menarik karena ide penceritaannya adalah tawaran untuk menghapus ingatan. Ceritanya sama sekali tidak rumit karena setting penceritaannya di sebuah Boarding School dan rata-rata mereka yang datang untuk konseling dengan Hye-sung, Se-wol dan So-woon adalah murid-murid di sekolah itu. Pada bagian ini, penulis menceritakan masalah mereka beserta ingatan yang ingin mereka hapus dalam beberapa bab berbeda. Ada yang ingin melepaskan mimpinya karena tidak direstui oleh keluarga, ada yang ingin melupakan orang yang pernah disukai, ada yang ingin menghapus peristiwa traumatis dari benaknya, dan yang lain. Aku cukup enjoy membaca bagian-bagian awal karena diceritakan hanya dari dua sudut pandang, yakni sudut pandang Sewol (menggunakan sudut pandang orang pertama) dan sudut pandang para siswa yang ingin dihapus ingatannya (menggunakan sudut pandang orang ketiga). Namun, ketika masuk ke bagian pertengan hingga akhir, menurutku, ada inkonsistensi pov dan pergantian pov tokohnya-pun tidak terlalu mulus. Bagian tokoh Sewol memang selalu menggunakan sudut pandang orang pertama, tetapi bagian tokoh lainnya kadang diceritakan dengan sudut pandang yang campur-campur (antara orang pertama atau orang ketiga). Selain itu, ketika penulis berusaha menyajikan kilas balik dari ketiga tokoh utama, rasanya sangat nanggung dan malah terkesan tidak menyatu dengan bagian-bagian sebelumnya. Misalnya, ketika menceritakan kilas balik kisah Hye-sung, aku benar-benar bingung dengan deskripsi "anak itu" yang mungkin memang ingin disamarkan namanya (atau beneran tanpa nama) tapi malah bikin yang baca malah hah hoh hah hoh. "Eh bentar, ini "anak itu" sebenarnya anak yang mana? Anak yang dilupakan sama masyarat desa atau ada anak yang lain?"
Hal yang sama juga terjadi ketika kilas balik tokoh Se-wol dan So-woon. Bagian kisah balik So-woon memang tidak sebanyak Se-wol, tetapi penggambaran karakternya cukup kelihatan, jadi pembaca bisa menilai So-woon sosok seperti apa. Sementara Se-wol, aduh, sampai buku ini selesai, aku masih ngga terlalu paham perkembangan karakternya. Terkesan agak nanggung, padahal berperan sebagai Se-wol penggerak ceritanya dan juga tokoh utama. Agak disayangkan...
.
Ketika buku ini menuju bagian akhir, penggunan pov-nya makin lompat-lompat. Kadang diceritakan dari sisi Se-wol, kadang Hye-sung dan kadang So-woon. Aku mulai tidak tertarik dengan bagaimana buku ini diselesaikan, dan kemudian penyelesaiannya pun terbilang "cukup aman" meskipun bukan yang amat berkesan untukku sebagai pembaca. Not that bad, tapi bukan yang not that good...
.
Begitulah reading journey-ku bersama Se-wol, Hye-sung, So-woon dan juga tokoh lain yang ingin dihapus ingatannya. Review tentang buku ini benar-benar berdasarkan pengalamanku pribadi, dan bisa jadi pengalaman membaca kalian akan terasa berbeda. Maka dari itu, aku pribadi tetap menyarankan kalian untuk membaca buku ini karena premis-nya yang cukup menarik dan penyajian ceritanya yang sama sekali tidak rumit.
.
Sekian! Sampai jumpa di review berikutnya!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Sunny.
169 reviews3 followers
March 26, 2024
Sewol, seorang siswa perempuan di sebuah sekolah berasrama mendapat tugas di perpustakaan. Ada satu masalah yang ia temui yaitu buku-buku di perpustakaan banyak yang hilang. Suatu malam saat seorang siswi meminta tolong Sewol mengambilkan catatan yang tertinggal di perpustakaan, Sewol melihat seekor monster sedang melahap buku-buku.

Sewol tidak takut. Ia malah marah pada monster tersebut. Monster yang terkejut karena aksinya ketahuan tersebut perlahan berubah wujud menjadi manusia. Rupanya si monster adalah Hyesung, murid terpintar di sekolah. Hyesung mengatakan bahwa ia adalah hwagoe, monster pemakan cerita manusia.

Karena kasihan pada monster tersebut, juga karena tidak mau buku-buku perpustakaan hilang lagi, Sewol membantu Hyesung dengan mendirikan Klub Konseling. Tujuannya agar Hyesung dapat memakan ingatan yang ingin dihapus oleh siswa-siswi yang datang ke sana. Klub tersebut lalu bertambah satu anggota. Ia adalah Sowon, puteri seorang dukun terkenal.

Persahabatan ketiga orang ini berkembang. Masing-masing mulai menemukan jati diri. Namun mereka juga harus menghadapi sebuah kenyataan yang rumit.

Menurutku ceritanya unik, seru dan mengharukan. Bahasanya mudah dicerna dan kisahnya bikin penasaran.
Profile Image for tia.
239 reviews7 followers
May 9, 2024
Tadinya aku ngga punya ekspetasi banyak sama buku ini. Tapi, begitu masuk ketengah tengah cerita, semuanya jadi seru. Aku ngga ngira akhirnya bakalan nyesek banget. Ceria soal anak SMA yang bisa dibilang banyak relatenya, alur yang ringan tapi beberapa bagian agak nyelekit, ngehibur sekalipun bikin agak nampar. Kurangnya, mungkin, ya. Karena bahasanya di beberapa bagian agak kaku dan kurang pas menurutku selama membaca ini.
Overall, aku suka banget sama ceritanya. Enak buat dihabiskan satu sampa dua kali duduk✨
Profile Image for Fadila setsuji hirazawa.
350 reviews4 followers
July 4, 2024
Buku hampir tidak mempunyai emosi manusia. Meskipun ada, emosi itu pasti sudah tersaring, sehingga tidak memiliki energi yang terlalu besar. Karenanya, aku harus memakan puluhan buku yang sudah pernah dipegang banyak orang... (Hal.237)
.
Pertemuan tak terduga yang terjadi di perpustakaan sekolah antara Hyesung yang merupakan sosok Hwagoe dengan Sewol,mengawali pembentukan klub konseling. Namun,klub konseling sekolah ini menjadi berbeda karena adanya Hwagoe yang dapat melahap ingatan dari para siswa yang mendatangi klub konseling.
Namun, apakah seorang Hwagoe dapat melahap semua ingatan?
Jika ada Hwagoe disekolah kalian, adakah ingatan yang ingin kalian lenyapkan?


🦊Satu lagi novel Korea terjemahan yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia,yang menurut saya bahasa terjemahannya cukup luwes karena meskipun cenderung baku namun terselip beberapa kata yang biasanya sudah cukup lumrah dalam percakapan. Selain itu, temanya sendiri cukup relate terutama dengan pembaca usia remaja,karena baik tokoh maupun konfliknya melibatkan remaja, sehingga bacaan ini termasuk yang cukup remaja-able. Apresiasi tuk Penerbit Baca yang sudah menemukan dan menerjemahkan naskah ini👍🏾

🦊 Salah satu kalimat dalam novel ini yang membuat saya hahahihi adalah kalimat yang diucapkan So Woon tentang keinginannya untuk meninju pipi Hyesung dengan kertas jimat. Mendadak ingat film Boboho dkk yg dikejar vampir😂
Satu sisi,menjelang akhir,kisah Sewol yang diungkap membuat saya nangis😭

🦊 Ternyata klub konseling dalam kisah ini, bukan hanya memberikan peluang untuk 'menolong' siswa yang datang ke klub tersebut. Tanpa sadar,hadirnya klub konseling ini juga memberi dampak bagi masing-masing anggotanya.
Saya pribadi dibuat tersentuh dengan dampak yang dialami Hyesung dan Sewol sejak mendirikan klub konseling bagi diri mereka masing-masing. Juga,bagian ini memberikan gambaran yang sering saya dapatkan saat mendapatkan tugas lapangan di kuliah,bahwa seorang konselor pun juga manusia: bisa salah dan meski tidak sempurna tetap dapat mengulurkan bantuan bagi yang butuh layanan konseling.

🦊 Demikian,namun saya pribadi merasa dalam buku ini,teknik konseling berdasarkan prosesnya terasa cukup 'tipis' sehingga teknik konseling terasa kurang dalam mengungkapkan secara mendalam tentang problem, dinamika, dan emosi para tokoh. Namun, saya pun menyadari bahwa mungkin ini juga dapat terjadi karena latar belakang klub konseling bukan bekerja seperti konselor profesional dan lebih kepada bentuk pemahaman dari sudut pandang para teman sebaya.

🦊 Beberapa kali, saya merasa pergerakan alurnya cukup cepat sehingga mungkin tidak sepenuhnya dapat terhanyut dalam semua kisah yang disajikan dalam buku kendatipun pengalaman para remaja dalam cerita cukup menyesakkan dan membuat saya berpikir "tidak mudah menjadi remaja"

🦊 Meski bahasa terjemahannya bisa dipahami,namun kadang perpindahan POVnya cukup membuat saya harus berhenti beberapa detik untuk mencerna dulu sudut pandang siapa yang menceritakan bagian yang sedang saya baca😅

🦊Hampir lupa..,bagian yang menurut saya masih cukup tipis dari buku ini adalah makna pencarian jati diri. Mungkin pun ada, namun kurang di eksplorasi

🦊 Saya telah memperkirakan endingnya..,lalu merasa menyesal karena endingnya sesuai dengan yang saya perkirakan. Kesal dengan apa yang diperkirakan lalu kemudian terjadi itu kadang tidak menyenangkan juga hehe😅🙏

🦊 IEYS menjadi novel Korea terjemahan yang saya pikir menarik tuk dibaca terutama pembaca usia remaja. Dinamika konfliknya serta unsur fantasi yang dihadirkan,bagi saya,tetap dapat memuat pesan tentang bagaimana tidak mudahnya para remaja bergelut dengan segala permasalahannya. Juga, alih-alih melupakan, sepertinya dukungan dan hubungan yang terasa aman,menjadi kebutuhan terutama bagi para remaja.
Profile Image for Ayu Ratna Angela.
215 reviews8 followers
November 5, 2024
Pada suatu malam, Se Wol yang bertanggungjawab menjaga perpustakaan sekolah secara tidak sengaja memergoki sesosok monster seperti anjing putih besar sedang memakan buku-buku di perpustakaan. Monster itu perlahan berubah menjadi sosok murid teladan di sekolah, Im Hye Sung yang mengaku sebagai Hwagoe, monster pemakan cerita/ingatan. Hye Sung berjanji tidak akan lagi memakan buku-buku jika Se Wol dapat membantunya mencari cerita/ingatan untuk dimakan. Hye Sung hanya dapat memakan ingatan/cerita atas izin orang pemilik ingatan tersebut. Se Wol lalu membentuk Klub Konseling untuk membantu Hye Sung.

Buku ini membuat saya merenungkan apa arti memori bagi manusia, bagi saya. Apa artinya saya tanpa memori-memori yang sudah saya kumpulkan sedari lahir. Memori bahagia, menyedihkan, mengecewakan, pertemuan, hubungan, dan perpisahan. Memori sepertinya sama artinya dengan identitas, karena kehilangan memori sama saja seperti kehilangan diri sendiri.

Buku ini punya pace yang lambat sehingga agak membosankan. Kita akan dihadapkan dengan curhatan-curhatan para murid ke klub konseling. Ada cerita cinta, cita-cita, sampai gangguan mental yang cukup menarik. Tapi cerita yang paling saya sukai dan membuat saya terenyuh dan rasanya mau menangis adalah cerita masa lalu Hyesung dan masa lalu Se Wol. Saya ikut senang dengan perubahan yang dialami oleh Se Wol setelah mengikuti klub konseling.

Tapi saya cukup terganggu dengan beberapa terjemahannya karena terasa kurang mengalir. Saya juga agak bingung dengan fakta dalam cerita yang menyebutkan Hye Sung sudah hidup lama, selama puluhan tahun. Kok Puluhan tahun? Bukannya logisnya ratusan tahun ya?

Overall bagi saya buku ini tidak sesuai dengan ekspektasi, tapi cukup menarik untuk bisa dibaca sampai selesai. Buku ini juga mengangkat isu yang cukup menarik.
2 reviews1 follower
May 11, 2024
🐺 Buku ini bercerita mengenai hwagoe yg memakan buku2 cerita di sekolah, karena ia harus bertahan hidup. Namun, tindakannya diketahui oleh Sewol. Dari situ, Sewol berniat membantunya memakan cerita manusia dengan cara mendirikan klub konseling. Dari klub inilah, banyak yg mereka pelajari dari cerita teman2nya.

🐺 Terdiri dari berbagai kisah dari para siswa, mengenai kegalauan mereka baik dalam pergaulan, cinta, dan keluarga. Ada siswa yg konsul mengenai mimpi yang tak direstui orang tuanya, ada pula yang konsul seputar trauma karena melihat peristiwa tragis yg dilakukan temannya. Menurutku, ceritanya cocok dinikmati kisaran usia 16+ agar dpt lebih dipahami makna dan tindakan para tokohnya dengan bijak.

🐺 Walau ceritanya terkesan ringan di awal, namun pada bagian akhir cukup menarik dengan cerita2 seputar masa lalu para karakter. Overall juga ceritanya cukup heartwarming.

🐺 Sayangnya, aku menjumpai bbrp typo dalam ketikannya, dan juga detail percakapan yang kurang jelas mengenai siapa yang sedang berbicara. Jd kadang bingung ini dialog siapa.
Profile Image for Fel.
101 reviews2 followers
July 10, 2024
이 YA 현대판타시 책은 고등학생이랑 괴물이 사귀는 모임에 대합니다. 세월이는 기숙학교의 도서관에 일하고 한밤에 괴물인 임혜성을 갑자기 만나는다. 혜성은 화괴라는 괴물--사람들의 이야기를 먹어야 하는 괴물이다. 그런데 혜성이 이야기를 먹으면 그 이기의 기억도 먹어버릴 것이다. 그 밤에 혜성은 책의 이야기를 먹고 있는데 세월이랑 이야기를 먹을 계획이 세우는다.

상담부 동아리를 만드는다.

그때부터 불편 껶은 학생들을 상담하고 결과를 쓰이는다. 세월이 깊게 느껴서 그녀의 시점 흥미로워지는다. 그녀가 다른 캐릭터가 어떻게 하든지 생각든지 궁금하는 것에 따라서 세월는 이해가 더 잘 할 수 있다. 또 다른 좋은 점은 화괴입니다. 화괴가 기억을 어떻게 먹을지 궁금이랑 기억을 먹은 사람에 효과가 뭘지 아주 재미있었다. 상담 받은 학생이 5명만 있는데 그 학생 계속 돌아오는 것은 좋은 선택하신 것 같다. 그들로 통해 세월의 변경을 잘 보일 수 있다.

2번째 상담 후 소원이 만났다. 소원의 목적은 세월에게 주의해주는 것 같은데 소원을 이해 별로 하지 않았다. 저는 그녀가 혜성이 화괴된지 아는 것을 이해 안 되느라 그녀의 발생이 주로 좋이 않다. 이 점은 제 탓인 것 같다. 왜냐하면 사전을 별로 쓰지 않으니까.

책이 재미있는데 단점도 있다. 제일 좋지 않은 점은 시점이다. 먼저 시점은 주로 세월의 시점이라서 몇몇 때는 갑자기 다른 시점에 있는 게 깨닫다가 그 부분이 시작부터 다시 읽어야 했다. 그런 상황을 발생할 때마다 엄청 짜증나게 했다. 골치가 아팠다. >:(

다른 단점 하나도 있다. 대화 중에 누가 말하는지 자주 모르는다. 왠지 잘 모르겠지만 작가님은 대화 태그를 싫어하시는 것 갓다. 누가 말하는 것을 적히시는 게 별로 없으니까 생각이 들었다.

단점 있어도 이 책을 즐겁게 읽었다. 사건 빨리 생기고 화괴에 흥미롭고 재미있는 책이다. 그리고 세월이 좋은 캐릭터다. 그리고 로맨스가 없기도 하다. ^^

<너의 이야기를 먹어 줄게 2> 있는지 아는데 읽을 계획이 없다. 이 소설의 이야기가 끝나게 느끼기 때문이다.

이 책은 추천해 드리겠습니다.
Profile Image for sanu.
11 reviews
October 11, 2024
seru tapi aku agak bingung karena dalam cerita, penulis mengambil sudut pandang dari ketiga tokoh utama, jadi memang harus benar-benar fokus ngertiinnya

- I’ll Eat Your Story merupakan novel young adult yang unik dan seru. Bahasa yang digunakan segar dan tidak terkesan besar. Tokoh-tokohnya remaja sehingga mudah sekali mengikuti cara berpikir mereka.

- Para tokoh utamanya tidak digambarkan sempurna, mereka memiliki trauma dan luka masing-masing, sehingga terasa dekat dengan pembaca.

- Kisah para siswa konseling sangat menarik: ada kisah bagaimana bernegosiasi antara impian dan harapan orangtua, bagaimana berdamai dengan trauma masa kecil dan self-harm, juga bagaimana menyikapi kisah cinta bertepuk sebelah tangan.

- Persahabatan platonik (dengan sentuhan romance) antara ketiga tokoh utama, Sewol, Hye Sung, dan Soo Won yang digambarkan dengan begitu manis menjadi salah satu daya pikat novel ini.

- Novel ini cocok untuk pembaca remaja dan dewasa, atau siapa saja yang tengah merasa penat dan membutuhkan bacaan hangat bersahaja.
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
June 30, 2025
"Manusia memiliki bermacam-macam cita-cita, tetapi hanya satu pekerjaan yang diharapkan keluarga. Pekerjaan yang aman dan dapat menghasilkan banyak uang."

Kalau bisa memakan buku ini layaknya hwagoe, rasanya pasti hambar. Selama membaca, berkali-kali aku ingin menutup dan tidak melanjutkannya, tapi akhirnya aku berhasil menamatkan buku ini. Walau sangat berfokus pada topik konseling dan perasaan manusia, buku ini tidak mendalami topik utama tersebut.

Tidak satu pun kasus yang menggugah emosiku, rasanya hanya datar saja. Entah karena terjemahan yang kurang mulus atau memang tidak cocok dengan bagaimana penulis mengembangkan cerita, yang pasti aku tidak menikmati bagaimana cerita di buku ini berjalan. Sayang sekali, padahal premis ceritanya menarik, tapi menurutku eksekusinya masih sangat kurang.
Profile Image for Kern Amalia.
355 reviews1 follower
January 30, 2025
3.75/5 🌟

Premisnya sangat menarik, tentang monster pemakan cerita dan kemampuan untuk melupakan ingatan yang tidak diinginkan. Cara penulisannya juga unik dengan tiga bagian cerita yang terpisah. Ada seorang tokoh yang ingin melupakan impian, cinta tak terbalas, dan ingatan buruk lainnya. Banyak pelajaran yang bisa aku ambil, dan banyak juga kata-kata yang terasa sangat mengena bagi aku sebagai pembaca. Aku bisa benar-benar relate dengan cerita-cerita dalam buku ini.

Meskipun begitu, pacing-nya terasa cukup lambat. Namun, aku bisa memaklumi karena hampir semua buku Korean lit yang sejenis memang punya pacing yang mirip, jadi aku sudah siap dengan itu meski tetap ada rasa bosan di pertengahan cerita.
Profile Image for Aommie K..
100 reviews22 followers
August 3, 2025
หนังสือ ให้ฉันกินเรื่องราวของเธอนะ ไม่ได้เบลมคนที่พยายามจะแก้ปัญหาด้วยการลบความทรงจำนะ ซึ่งเป็นจุดที่นี่ชอบมาก เพราะมันทำให้เรื่องไม่ถูกลดทอนเหลือเพียงการตัดสินถูกผิดอ่าาา แต่มองเห็นความซับซ้อนของความเจ็บปวดและเหตุผลเบื้องหลังการตัดสินใจของคน ๆ หนึ่ง

แต่ครึ่งหลังของเล่มคือแบบตัวละครหลักอย่างเซว็อลมี “what if” อยู่ตลอดเวลา เช่นว่า ถ้าตอนนั้นนาย A เลือกอีกทางจะเป็นยังไง ถ้าไม่ลบความทรงจำเรื่องราวจะจบแบบไหน ความคิดเหล่านี้แทรกอยู่ตลอด คงเป็นความรู้สึกเสียดายของตัวเซว็อลเอง แต่โดยส่วนตัวของเราไม่เสียดายนะ ตัวเราก่อนลบความทรงจำก็คือตัวเราก่อนลบความทรงจำ ตัวเราในอนาคตต้องดีใจกับเราแน่ที่ตัดสินใจแบบนั้นไป ทำไมชีวิตต้องผ่านด่านเคราะห์ 100 ด่าน ทรอม่าที่คอยหลอกหลอนในเมื่อเรามีทางเลือกง่าย ๆ คือลบความทรงจำ
Profile Image for vella.
73 reviews1 follower
May 4, 2025
To be honest, the early chapters felt like a typical high school teen story — and it just wasn’t really my kind of thing. Some parts at the beginning felt a little slow and even made me a bit bored.

But as the story reached the middle chapters, when it started to dive into the origins of the Hwagae and the backstory of the counselling club’s members, it finally got more interesting and engaging. That’s when the plot really picked up for me, and I found myself enjoying it more.

It ends with an open ending, which is usually tricky, but I’m actually okay with how this one wrapped up. It felt fitting enough for the story.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Pandafly.
55 reviews
May 19, 2024
เนื้อเรื่องของหนังสือน่าสนุก เขียนบรรยายอ่านได้เรื่อยๆ คนเขียนเขียนสื่ออารมณ์ของตัวละครออกมาได้ดีอยู่

แต่ไม่รู้ทำไมถึงรู้สึกไม่ค่อยอินนักเท่าที่ควร คิดว่าคงเป็นที่ตัวเอง หนังสือดีอยู่แล้ว

จากการที่อ่าน นักเขียนได้เขียนสื่อถึงความเจ็บปวดของเหล่าเด็กๆที่เป็นนักเรียนที่ได้รับจากคนเป็นพ่อแม่ออกมาคู่กับความแฟนตาซีด้วย

ตอนจบถือว่าจบได้ดีอยู่ ไม่รู้ว่าจะมีเขียนเล่มต่อมั้ยนะ

ใครอยากอ่านแฟนตาซี เล่มนี้ก็น่าแนะนำอยู่ เป็นแฟนตาซีอ่านได้เรื่อยๆ
Profile Image for Indy.
1,127 reviews42 followers
October 1, 2025
First half of the book is quite interesting, on how teenagers struggle in their age, regarding dreams and interpersonal relationships. Second half of the book is a bit tedious, the relationship between the main female characters and the story eating monsters was insignificant to be a single story line, and the narration is confusing as there are often changes of perspectives without clear indication.
Profile Image for Justin Julio.
7 reviews
June 24, 2024
Can say that this is my first romance book, even though it's not really focus on that, but i can feel the romance vibe from the most of the time i read this, really touched my heart at some point and also heart breaking to be honest, it has a lot of controversy especially high school's problems, and i love that knowing that i oftenly find myself in those kinds of situation.
Profile Image for Fri.
29 reviews
August 31, 2025
buku yang aku baca ngebut banget. ceritanya nggak berat, mungkin ada satu dua trigger warning, tapi masih bisa ditoleransi. kisah sewol sama hyesung pas ending bikin pengen nangis. aku beneran nggak nyangka kalo ceritanya bakal seringan ini, meskipun temanya tentang konseling. mungkin karena latar tempatnya juga di SMA kali ya. recommended buat yang pengen bacaan ringan dan menghangatkan hati
14 reviews
May 14, 2025
เป็นแนวความสัมพันธ์ของวัยรุ่น ทั้งเพื่อนและความรัก เส้นเรื่องเน้นความสัมพันธ์ของมนุษย์และสัตว์ประหลาด และยังเชื่อมโยงถึงข้อคิดต่าง ๆ ผ่านแง่มุมของเรื่องราวแต่ละตัวละคร

ถึงแม้ว่าบางครั้งความทรงจำจะหายไป แต่ตัวตนและความเป็นตัวเองก็ไม่มีใครสามารถพรากไปได้
Profile Image for feri.
3 reviews
August 9, 2024
🚰ㅅ🚰 ช อบ บ มา ก ก กๆ

ไม่ได้ดูรีวิวมาก่อน ไม่ได้ตั้งใจจะอ่านตั้งแต่แรก แต่พอเริ่มอ่านแล้วหยุดไม่ได้ สนุกมาก

เนื้อเรื่องย่อยง่ายดี ไม่รู้สึกว่าเข้าไม่ถึงเรื่องไหนหรืออ่านแล้วไม่อินช่วงไหนของเรื่องเลย

สนุกกับการเห็นตัวละครเติบโต ค่อยๆลดความอัคติลงเรื่อยๆ ค่อยๆเปิดใจ
Profile Image for Tsunn.
235 reviews5 followers
October 25, 2024
Salah satu jenis buku fantasi yang aku suka. Dari premis cerita, pengembangan karakter, hingga penulisannya bener-bener bikin aku sangat menikmati buku ini.
Profile Image for Peni Astiti.
249 reviews21 followers
October 21, 2025
Ngasih lima karena emang bagus. Suka sama perkembangan karakter masing-masing
Profile Image for Leila Rumeila.
999 reviews28 followers
June 24, 2025
The premise is promising.
Alur ceritanya juga cukup enjoyable, but something is missing about this book for me.
Kalau dipikir2 lagi mungkin aspek emosionalnya kurang "kena" di gue pribadi.
Profile Image for Henzi.
217 reviews19 followers
April 4, 2024
Seandainya diberikan kesempatan untuk ‘mereset’ memori buruk, apakah ada yang bersedia mengambilnya?

“… Di luar sana, banyak orang di dunia ini yang ingin melupakan kenangan buruk mereka.” (Hal. 17)

•••

Im Hye Sung, seorang hwagoe, yang dikenal sebagai monster pemakan cerita melahap ‘cerita’ dari buku-buku perpustakaan. Akibatnya, cerita di buku yang dimakan akan dilupakan oleh orang yang membaca buku itu.

Lama-kelamaan, cerita dalam buku tidak mempan hingga mereka mendirikan Klub Konseling untuk melahap ‘cerita’ dari ingatan siswa-siswa yang datang. Dengan berbagai struggle-nya masing-masing, monster ini mencoba membantu mereka dengan ‘memusnahkan’ ingatan mereka.

Ada siswa yang datang ingin menghapus kenangannya karena ia menyaksikan peristiwa mengenaskan yang terjadi pada temannya; yang tidak dapat ia terima. Apesnya, sangat sulit untuk menghapus ‘satu bagian’ tertentu saja, karena hubungan mereka berantai. Semua kenangannya mesti dihapus sehingga ada risiko sosok temannya akan dilupakan.

Ada pula yang ingin menghapus ‘mimpinya’ karena tak direstui oleh orangtuanya. Ia berharap tak pernah memiliki mimpi tersebut supaya ia bisa fokus pada keinginan orangtuanya. Bagian ini sedih, sih. 🥹

Banyak kisah dari para siswa dengan kesulitannya masing-masing yang bikin sadar bahwa tidak ada satu pun orang hidup tanpa masalah. Termasuk Hye Sung. Ada cerita di balik monster pemakan cerita.

•••

Aku menemukan kejanggalan yakni ada siswa yang ‘lupa’ ia sedang melakukan konseling padahal ingatan yang dihilangkan merupakan kenangan tertentu/spesifik. Bagaimana bisa ia sampai lupa meskipun motifnya bisa hilang bersama kenangannya. 😅

Overall, ceritanya cukup ‘heartwarming’ ya.
Displaying 1 - 26 of 26 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.