Jump to ratings and reviews
Rate this book

Young Adult GPU

Bukan Pengikutmu yang Sempurna

Rate this book
Alex selalu bersyukur dia terlahir dan tumbuh besar di Dingley, dalam komunitas yang dipimpin oleh Paman Manwel. Memang benar mereka punya banyak peraturan, tetapi Alex percaya semuanya dibuat untuk kebaikan mereka sendiri. Bagaimanapun, Paman Manwel hanya ingin melindungi para pengikutnya dari dunia luar yang berbahaya.

Namun, usaha Alex untuk senantiasa patuh dan menghindari masalah sering kali terhalang oleh Sophie. Adik kembarnya itu tak henti-hentinya membangkang dan melanggar peraturan. Tak jarang Alex terpaksa berbohong demi melindungi Sophie... sampai suatu hari Sophie tertangkap basah melanggar peraturan dan Alex tidak bisa melindunginya lagi.

Konsekuensi yang mengikuti tindakan Sophie membuat Alex mempertanyakan semua yang diyakininya. Satu per satu kejadian mulai mengusik pikirannya, dan untuk pertama kalinya, Alex meragukan ajaran Paman Manwel. Bagaimana jika segala keyakinan yang dianutnya selama ini salah? Apakah masih ada tempat untuknya di Dingley? Atau haruskah dia meninggalkan semua yang dikenalnya sepanjang hidupnya?

248 pages, Paperback

Published January 2, 2024

7 people are currently reading
68 people want to read

About the author

Annisa Ihsani

6 books183 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
31 (27%)
4 stars
64 (56%)
3 stars
17 (15%)
2 stars
1 (<1%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 30 of 37 reviews
Profile Image for Utha.
827 reviews405 followers
December 27, 2023
Terima kasih Hijau, aku beli novel ini gak sampai Rp3.000 ✨🌿

Awalnya aku bingung dengan topik yang dihadirkan penulis. (Memang malas baca sinopsis karena sudah tahu eksistensi penulis). Ketika tahu… oalah? Kok aku takut bosan bacanya. Namun, makin dibaca makin nggak bisa berhenti. Meski, di awal aku nyaris mau tukar bacaan saja saking banyak informasi yang harus ditelan. Topik kefanatikan akan ajaran tertentu memang cukup berat, tapi dikemas dengan baik menurutku. Salah satu novel yang juga layak dibaca bukan cuma dalam satu bahasa.

Namun, syukurlah sesuai ekspektasi mengenai Alex. Omong-omong, novel ini memang bukan tipe yang punya akur dan konflik yang meledak-ledak. Jadi memang yang kunikmati adalah perubahan perspektif Alex. Untuk beberapa hal, seperti orang tua Alex, itu juga familier sekali…

Dan tampaknya, aku memang lebih cocok membaca tulisan penulis bergenre “remaja” dengan latar fiksi seperti ini ketimbang latar kayak waktu beliau bikin Metropop.

3,5 bintang untuk Dunley Qalla.
Profile Image for Kaytalist.
348 reviews26 followers
May 22, 2024
Actual rating 4,5/5 ✨️

Senang lihat ada young adult lokal yang membawa issue religion and believes. I bet atleast once kita mempertanyakan sebenarnya DIA ada atau tidak? apa akhirat hanya kisah bualan semata? Kenapa ada perbuatan yanh harus dilakukan? Boleh dilakukan dan perbuatan yg dilarang? Di mana posisi wanita dalam agama dan spritualisme? Apa agama dan kepercayaan yg kuanut memuliakan wanita?

Terlepas dr pertanyaan kompleks tersebut, Annisa Ihsani mengupas dengan baik bagaimana cara cult sesat bekerja. Meskipun setting kota, dan cult-nya fictional tp Dingley dan Tbtd mencerminkan cult sesat di dunia nyata. Selalu ada sosok kharismatik yg dituakan. Tinggal berkerumun dalam satu kampung dan minim interaksi dgn dunia luar yg berefek jamaahnya tdk bs berpikir kritis dan menurut tanpa pernah bertanya. Contoh kecil saja iuran uang tiap bulan yang katanya akan digunakan untuk kemakmuran umat Tbtd, tetapi tidak pernah ada transparasi lap keuangan.

Tokoh utama kita Alex juga penurut sekali sampai something big happen to his twin sister. Alex mulai mempertanyakan banyak hal dan menyadari kebobrokan cult tbtd.
Profile Image for Nidos.
307 reviews78 followers
December 26, 2023
Sebelum sinopsis rilis, kirain ini bakal jadi cerita seputar drama media sosial—karena m di pengikutmu nggak kapital. Setelah baca sinopsis, oh, kayaknya ini bakal bahas metafora mempertanyakan agama. Setelah baca semuanya, kayaknya ini lebih dekat dengan kehidupan semacam pengikut Amish ya, meskipun beberapa poin konservatismenya mungkin terasa familier.

Secara penulisan masih sangat Annisa Ihsani dan lumayan pageturner, tapi secara cerita... Idk. Rasanya kurang gripping. Penyelesaian setelah klimaks terlalu "telling" dan kayak sayang aja semua konflik yang sudah dibangun diakhiri dengan "oh" aja.

Kayaknya yang paling B aja dari semua karya penulis. Tapi nggak menggoyahkan nama Annisa Ihsani dari list autobuy saya.

Hampir tiga setengah.
Profile Image for Wardah.
965 reviews172 followers
May 15, 2024
Pernah dengar tentang kultus/sekte keagamaan? Yang cukup ramai beberapa waktu ini kayaknya ada JMS di Korsel. Nah, buku ini tuh berlatas kultus keagamaan serupa.

Ada Alex, tokoh aku, yang lahir & besar di Dingley, tempatnya komunitas The Path to Blessing atau TPtB.

Di TPtB semua orang bekerja untuk komunitas. Semua orang berkorban dan gotong royong membangun komunitas. Semua orang patuh dan mengikuti Paman Manwel, sang pemimpin komunitas. Dan sebagai anak tertua, anggota komunitas yang baik, dan pengikut TPtB, Alex juga begitu.

"Paman Manwel bilang ini, Paman Manwel bilang itu. Untuk sekali saja dalam hidupmu, Alex, pernahkah kau berpikir untuk dirimu sendiri?" (halaman 30)


Sampai kepercayaannya berguncang dan menjadikannya--sesuai dengan judul buku ini--"Bukan Pengikutmu yang Setia".

Karena punya dunia sendiri, buku ini tuh penuh banget sama informasi. Banyak info soal latar, banyak detail ajaran TPtB, banyaaaak nama, dan banyak detail-detail world building di awal cerita. Butuh waktu cukup lama buatku 'masuk' dalam dunia Alex. Tapi, begitu udah mulai masuk halaman 50, 60, 70, waduh bukunya jadi susah dilepas! Pembaca ikutan dibikin khawatir sama nasib Alex--dan orang-orang disekitarnya.

Informasi dunianya tuh ditulis dengan rapi. Detail-detail keagamaannya, latar tempatnya, karakternya, dan sampai juga gimana kultus tersebut ada. Bacanya berasa kayak baca cerita pengalaman korban kultus yang beneran ada! Padahal Dingley dan TPtB itu gak ada (meski pasti penulis juga ambil referensi dari kisah beneran).

Buku ini tuh character driven story. Pembaca diajak mendalami pikiran dan perasaan Alex sebagai "aku" di buku ini. Kita melihat lewat mata Alex gimana anggota komunitasnya. Kita merasakan gimana Alex berkembang dan tumbuh dan sedih dan merana dan gundah. Emosi Alex terasa dengan baik dan soal trigger yang membawa perubahan dalam hidup Alex juga tuh berhasil ikut menyentakku sebagai pembaca.

Labelnya sih emang YA dan Alex itu masih 15 tahun, tapi menurutku buku ini cukup berat ya. Bukan cuma berat secara latar cerita, tapi pengalaman Alex itu bukan pengalaman anak 15 tahun pada umumnya.

Sebagai buku kultus, TPtB ini belum seseram itu. Dan karena lebih banyak latarnya di keluarga, pembaca tuh kayak lebih begah dan capek sama keluarga Alex--ketimbang sama Paman Manwel. Sumpah rasanya pengen terbang ke Dingley dan nyelamatin Alex, Sarah, dan semua anak-anak itu T_T

Terus hal yang agak disayangkan itu ending-nya yang agak anti klimaks. Mungkin karena emang character driven story ya. Tapi sayang aja gitu kirain bakal ada sesuatu yang besar di akhir tapi ternyata nggak. Meski tetap sih secara keseluruhan, endingnya cukup memuaskan dan realistis.

Yang jelas bukunya memuaskan juga! So far suka tulisan YA dan middle grade penulis. Memuaskan! Gak sabar baca kisah penulis yang lain ^^
Profile Image for ⭑.
189 reviews7 followers
February 13, 2024
Annisa Ihsani dengan buku barunya… Buku yang luar biasa bikin campur aduk emosi ditambah dengan bengong karena semua hal yang ada disini terkesan nyata adanya. Familiar. Agaknya buku ini membahas isu yang sangat berat dan sensitif, merupakan sebuah metafora dari keimanan dari suatu ajaran dan ketika semuanya berlangsung secara fanatik. Serta ketika keimanan seseorang diuji.

Latar tempatnya bernama Dingley, sebuah kotak kecil dan ada penganut ajaran sendiri di dalamnya, The Path to Blessing (TPtB) atau lebih disebut sebagai sebuah kultus? Karena mereka lepas dari dunia luar dan menganggap bahwa orang di luar mereka adalah Pendosa. Semuanya nampak baik-baik saja sampai akhirnya, Sophie (kembaran dari tokoh utama, Alex) merasa ajaran ini cukup melenceng. Ketika membuat kesalahan dan orangtuanya memilih untuk menikahinya padahal umurnya baru 15 tahun. Menurut orangtuanya, inilah salah satu cara untuk mengampuni dosanya.

Secara langsung, buku ini membahas mengenai pernikahan di bawah umur. Memaksakan setiap ibu untuk hamil dan memiliki keturunan yang banyak sehingga ajaran ini semakin banyak penerusnya. Alat kontrasepsi dilarang, semua hal berbau hiburan seperti tv, musik, bahkan ilmu sains pun dilarang. Orangtua yang selalu.. selalu menyalahkan anak. Tidak mau mendengarkan dari sisi anak. Paman Manwel (orang yang menyebarkan agama tersebut) ingin semuanya terisolasi, tidak pintar bahkan berkembang sehingga mereka semua tetap manaati ajarannya. Ia takut dengan adanya interverensi dari luar mereka tidak akan menganut ajaran ini lagi.

Hukuman pembersihan dosa yang diberikan juga mengerikan. Dikurung, diberi makan sedikit, harus menghafal ayat, bahkan akan dipukul jika salah. Pembersihan dosa terdengar sebagai… penyiksaan. Mungkin itu salah satu cara untuk menguatkan iman kembali setelah melakukan dosa karena:

“Ketika tubuhmu selalu lelah dan pikiranmu selalu khawatir, kau akan menelan apa saja yang disodorkan kepadamu.”

Sedari kecil bahkan bayi, orang-orang di Dingley sudah diberikan doktrin dari kultus ini. Hidup mereka telah didikte harus melakukan apa, kapan, dan bagaimana melakukannya. Mereka tidak punya pilihan, apalagi cita-cita. Orangtua pun tidak bisa disalahkan karena “mereka melakukan yang terbaik dengan informasi yang mereka miliki”.

Beruntunglah Alex dapat keluar dari tempat itu. Dirinya seperti terlahir kembali dan membuka lembaran hidup baru. Membuka mata dengan ilmu yang ada. Di luar sana sangat jauh berbeda dari Dingley.

Ceritanya menarik dan cukup membuatku bergidik, kesal, merinding, dan lainnya. Tapi, aku rasa kurang “greget” dengan ending yang ada. Aku pikir akan ada sebuah gebrakan atau hal yang luar biasa indah setelah segala kesedihan yang dilalui oleh Alex. Tapi memang, ending ini cukup realistis adanya. Keren.
Profile Image for Leila Rumeila.
1,012 reviews30 followers
July 28, 2024
Gue suka banget buku A untuk Amanda, dan lumayan suka buku Mencari Simetri yg 22nya a/ karya Annisa Ihsani.
Agak menaruh ekspektasi tinggi sebenernya sama buku ini. Tapi ternyata engga sebagus 2 buku yg gue sebutin di atas.

Tapi, bagi gue Annisa Ihsani salah 1 penulis lokal yg cerdas. Konsep dan alur cerita yg dibuat di buku2nya terkesan "berbeda" dari buku2 lokal kebanyakan, istilahnya out of the box.
Engga terkecuali di buku ini. Atau bisa dibilang justru buku ini yg terasa banget out of the boxnya.
Profile Image for Karina.
173 reviews32 followers
December 30, 2023
Bercerita tentang sebuah kota kecil bernama Dingley, buku ini memperkenalkan sebuah komunitas religi bernama 'The Path to Blessings'. Orang-orang di komunitas tersebut hidup berdasarkan arahan sang pemimpin, Paman Manwel, tanpa benar-benar terkoneksi dengan dunia luar. Berdasarkan kepercayaan mereka, kehidupan di luar komunitas penuh dengan kesesatan yang harus dihindari.

Alex Agius adalah seorang anggota komunitas yang baru berusia lima belas tahun. Meski begitu, Alex sudah berusaha mati-matian seumur hidupnya untuk menjadi pengikut komunitas yang setia. Alex percaya peraturan yang ketat penting untuk kebaikan setiap anggota. Sayangnya, usaha Alex seringkali tidak berjalan mulus karena Sophie, adik kembarnya, terus menerus membangkang. Ketika suatu hari Sophie tertangkap basah melanggar peraturan, konsekuensi yang menanti perbuatan Sophie nyatanya menggelitik diri Alex lebih dari yang ia inginkan. Alex perlahan mulai mempertanyakan semua yang sudah diyakininya, termasuk ajaran Paman Manwel.

Sebagai pecinta dokumenter, kesan yang buku ini berikan terasa familiar buat saya. Membaca buku ini, meskipun saya tahu ini fiksi, terasa seperti menonton versi lebih detail dari sebuah film dokumenter karena diceritakan melalui sudut pandang sang korban. Pembaca dibawa untuk ikut menyaksikan perubahan perspektif dan dilema si tokoh utama. Saya yang awalnya merasa geregetan dengan karakter Alex perlahan-lahan ikut merasa frustasi dan sedih dengan keadaannya.

Menurut saya, buku ini sangat menggambarkan perasaan aman semu yang tercipta dari tradisi dan kebiasaan turun temurun yang seringkali membuat orang tutup mata terhadap hal-hal yang sebetulnya tidak wajar. Topik tersebut dikemas dengan penuturan yang lugas dan rapi. Setelah berhasil melewati bab pertama yang sempat membuat saya bertanya-tanya ke mana cerita ini mengarah, saya dibuat terhanyut dengan kisah Alex di dalam komunitas tersebut. Buku ini berhasil membuat seorang pihak ketiga seperti saya merenung memikirkan bagaimana sebuah pandangan baru dapat menjadi suatu tantangan yang teramat berat dari sudut pandang orang pertama.

Meskipun pada akhirnya arah buku ini dapat dengan mudah ditebak, hal tersebut tidak mengurangi rasa penasaran saya untuk tetap lanjut membaca. Dengan rahasia yang pelan-pelan terkuak, buku ini tentu tak lepas dari konflik yang hilang timbul, persis seperti pada kehidupan umumnya, dan ditutup dengan ending yang sangat realistis.

Secara keseluruhan, Bukan Pengikutmu yang Sempurna memberikan pengalaman baca yang unik. Dengan topik yang nyaris tidak pernah saya temui di dalam buku lokal, buku ini jelas menjadi bacaan yang berkesan untuk saya. Sekarang saya pun semakin yakin untuk mencoba karya-karya penulis yang lainnya di masa mendatang.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book276 followers
March 5, 2025
Alex dan Sophie adalah saudara kembar. Keduanya tinggal di Dingley bersama rumpun keluarga: Ayah, Ibu, Nenek, tiga orang adik dan kerabat lainnya. Seperti keluarga lainnya di Dingley, mereka adalah bagian dari komunitas The Path to Blessing, sebuah komunitas yang dipimpin oleh Paman Marvel. Komunitas ini pada dasarnya mengasingkan diri dari kehidupan luar. Mereka memiliki kepercayaan sendiri. Percaya kepada Sang Kekal, menyebut orang di luar komunitas mereka sebagai Pengingkar, melakukan penyembuhan spiritual tanpa keterlibatan teknologi, dan banyak ritual lainnya.

Meskipun kembar, Alex dan Sophie memiliki perbedaan watak. Alex bisa dikatakan sebagai anak penurut. Sebagai putra pertama, dia diharapkan menjadi teladan bagi adik-adiknya. Sementara Sophie menunjukkan sifat pembangkangnya. Beberapa kali dia tidak hadir dalam acara Pemujaan, membaca novel romantis, dan membawa barang-barang terlarang. Puncaknya saat dia membawa artikel tentang Jamie Gatt, salah seorang mantan anggota komunitas yang dikeluarkan karena menjadi Pengingkar. Beberapa kali Alex mencoba menyadarkan Sophie, bahkan menutupi kesalahan Sophie. Hingga akhirnya, Sophie kedapatan berciuman dengan seorang Pengingkar di kota Qalla. Sebagai hukumannya, Sophie akan dinikahkan dengan pria berusia 25 tahun yang mau menerima gadis 15 tahun yang telah melakukan kesalahan besar.

Novel ini akhirnya selesai saya baca dalam semalam, setelah kurang lebih 190 hari mendekam di rak currently reading. Namun saat saya berniat untuk membacanya, ceritanya membuat saya penasaran hingga tidak berhenti sampai selesai. The Path to Blessing mungkin akan mengingatkan kita pada beberapa kultus yang pernah hadir di muka bumi ini. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keyakinannya sendiri, kadangkala berangkat dari kekecewaan terhadap suatu keadaan, dan memilih mengasingkan diri untuk memulai kehidupan yang baru. TPtB sendiri mengangkat beberapa isu seperti antivaksin dan pernikahan di bawah umur untuk perempuan. Perempuan bertugas melahirkan anak sebanyak-banyaknya agar anggota komunitas bisa bertambah. Jika ada yang sakit, itu dianggap sebagai hukuman atas dosa.

Alex adalah tokoh utama di novel ini. Saat membaca kisah Alex, saya bisa menebak arah perjalanan hidup Alex. . Sayangnya tidak ada klimaks yang saya harapkan. Setelah kejadian demi kejadian dalam hidup Alex, semuanya menjadi datar dan berjalan apa adanya. Masing-masing kembali dengan apa yang diyakini dan ingin dijalani. Keberanian Alex bisa saja berdampak bagi beberapa orang, tapi tidak untuk keluarganya. Padahal saya berharap Alex bisa membawa perubahan besar.
Profile Image for Faizah Lentera.
297 reviews2 followers
December 7, 2025
Bukan Pengikutmu yang Sempurna berhasil jadi buku lokal yang tidak mengecewakan. Tema buku ini cukup unik, yaitu kultus. Kita diajak mengikuti perubahan iman Alex dari sangat percaya ajaran The Path to Blessing (TPtB) menjadi skeptis. Perubahan ini didorong oleh nasib malang Sophie, kembaran Alex.

TPtB digambarkan sebagai kepercayaan yang menolak dunia moderen. Semua yang tidak sesuai dengan ajaran dianggap Pendosa. Pas baca buku ini berasa betul tertekannya si Alex karena "dipaksa" taat saat tidak ada lagi hal yang bisa dipercaya.

Aku paham pula apa yang dirasa Alex. Banyak kan di luar sana yang menganggap dirinya paling suci padahal berbuat keji. Kaya korupsi misalnya.

Iman adalah pilar kokoh yang menjadi sumber cahayaku sepanjang hidup. Sekarang setelah pilar itu goyah, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan lubang gelap yang menganga dalam hidupku.
Profile Image for Andita.
329 reviews5 followers
September 9, 2025
Ekspektasiku melihat cover buku ini adalah seperti buku young adult lain, yang ringan atau penuh dengan perasaan dag-dig-dug karena kukira buku ini adalah buku dengan genre romance. Namun, ternyata semua dugaanku salah.

Buku ini memberikan kisah yang luar biasa tentang seorang remaja yang dari lahir hidupnya hidup dalam sebuah kultus. Terperangkap dalam aturan-aturan kultus, jauh dari kehidupan moderen, mengasingkan diri dari kehidupan gemerlap, dan pikiran-pikiran masyarakat yang terbatas dalam ajaran kultus tersebut.

Mengikuti kisah dalam buku ini membuatku sangat exited untuk mengganti lembar demi lembar halaman buku. Kisah yang mudah diikuti, karakter-karakter yang menarik, dan penulisan cerita yang enak dibaca.

Alhasil, buku ini adalah salah satu buku yang menarik dan sangat kurekomendasikan. Good book indeed!
Profile Image for Dee.
72 reviews
September 7, 2025
Teruntuk Sophie, di antara bayang-bayang Dingley dan gemuruh dunia luar, semoga jiwamu menemukan ruang yang tenang 🥹🫶🏻
Profile Image for wulan.
255 reviews8 followers
September 26, 2024
aku akhirnya udah baca semua buku karya kak annisa ihsani! 🥹 baru kali ini deh kynya berhasil ngelakuin ini 😭 dan aku nggak menyesal sama sekali udah ngepoin semua karyanya penulis.

buku ini tuh menurut aku yang paling jleb. paling beda. tapi semua bukunya juga setelah aku pikir2 beda di rentang usia karakternya. buku ini membahas tentang kultus di suatu daerah bernama dingley.
foto

aku belum pernah nemu bacaan yang temanya begini, jadi menurut aku buku ini unik banget. kepikiran tingka sih, tapi buku ini sepertinya lebih condong ke arah yang sesat.

sepanjang cerita kita akan menyelami cerita dari sudut pandang alex, remaja berumur 15 tahun yang merupakan anak sulung dari 5 bersaudara. alex memiliki kembaran, namanya sophie. betul, mereka kembar laki laki dan perempuan.

tidak seperti alex yang sangat taat terhadap berbagai peraturan dalam komunitas mereka, sophie suka melanggar peraturan.
TPtB atau the path to blessings adalah sebuah komunitas yang dipelopori oleh paman manwel. mereka menyebut orang luar sebagai pengingkar.

bagi mereka, pengingkar adalah pendosa yang harus dibimbing agar mengikuti jalan mereka. mereka merasa lebih superior daripada para pengingkar. dalam komunitas tsb, tak ada yang boleh bergaul dengan pengingkar kecuali tujuannya untuk menyebarkan ajaran mereka.

peraturan yang menurutku nggak masuk akal:
1. rambut perempuan gak boleh lebih pendek di atas bahu
2. perempuan harus mengenakan gaun berenda setiap saat
3. tak boleh menggunakan alat kontrasepsi karena anak adalah anugerah
4. tidak boleh belajar sejarah dunia

5. tidak boleh membaca novel, mendengar lagu
6. kalau sakit, gak boleh pergi ke RS. akan didoakan oleh paman manwel
7. tidak boleh punya handphone
8. tidak boleh makan makanan dari luar dingley
dan banyak lagi.

kita akan mengikuti pergulatan batin alex. apakah yang menurutnya benar itu betul betul kebenaran?
terutama setelah kejadian yang menimpa sophie, yang menjadi titik balik dalam hidupnya.

butuh waktu lama bagi alex untuk mempertanyakan dan sadar akan semuanya. dari kecil, alex dan semua pengikut paman manwel gak pernah punya kesempatan buat berpikir kritis.

karena membaca dari sudut pandang alex, si pengikut yang taat, kita sebagai pembaca tuh merasa, wah ini mah gak beres. sakit sih komunitas ini. orang orang sekitarnya juga "sakit" sih.

buat gaya bahasa mah gak perlu diragukan lagi. aku suka banget, cinta banget. setiap kata kata terangkai dengan apik. aku bisa paham dengan apa yang dirasakan alex. gundahnya dia, takutnya dia, sedihnya dia.

buku ini berhasil membuatku menangis dan sakit hati. merinding membayangkan hal seperti ini ada di dunia nyata.
Profile Image for fatru.
218 reviews
March 3, 2024
Dibaca dalam satu hari--tidak dalam sekali duduk, namun dalam perjalanan komuter. Bukan Pengikutmu yang Sempurna mengisahkan tentang Alex & Sophie, kakak-beradik yang tinggal di Dingley, dan berada dalam satu komunitas yang bernama The Path to Blessings yang dipimpin oleh Paman Manwel. Dalam The Path to Blessings, kata-kata Paman Manwel bukan cuma perintah, tetapi dogma. Paman Manwel-lah yang mengatur apa yang mereka makan, ke mana uang mereka disalurkan, buku apa yang mereka baca, musik apa yang mereka dengarkan. Mereka yang berada di luar TPtB dianggap para Pengingkar, yang tidak bisa mengikuti ajaran Paman Manwel dianggap pembangkang dan dapat Diasingkan.

Sophie jengah dengan situasi ini, ia kerap kali membangkang, sampai suatu hari, buntut dari pembangkanngan ini menggoyahkan iman Alex--apakah kepercayaan ini sama seperti yang ia percayai sebelumnya?

Ditulis dari sudut pandang orang pertama--Alex--dalam novel ini kita akan disuguhkan perjalanan Alex dari Percaya hingga kehilangan keimananannya. Dalam kultus keagamaan yang dibangun Paman Manwel, Alex awalnya mendapatkan ketrentaman, namun berbagai hal yang terjadi--penyelewengan dana, perlakuan semena-mena terhadap anggota komunitas, apa yang terjadi pada Sophie--perlahan menggerus keimananannya. Barangkali, memang inilah maksud novel ini; dia membuat kita mempertanyakan tentang keyakinan kita sendiri. Kenapa kita yakin? Kenapa kita Percaya? Apa yang membuat seseorang memiliki keimanan tertentu selain doktrin yang tentu diwariskan dari orangtua dan leluhurnya? Pernahkah kita mempertanyakan kepercayaan kita sendiri?

Satu yang saya rasa terasa sangat familier di sini; bagaimana keimanan berkaitan erat dengan kedukaaan, rasa kalah, dan penghiburan. Bagi sebagian orang, Iman adalah penghubur ketika ada cobaan, cahaya dalam hidup (dalam satu narasi, Alex sendiri yang mengatakan hal ini.) Membaca buku ini, yang bertempo cepat namun konfliknya tidak meledak-ledak, rasanya seperti seseorang menarik selimutmu di pagi hari yang dingin. Kau menginginkan kembali selimut itu, kau merindukan rasa hangatnya ketika dinginnya udara pagi menyapa. Sama seperti Alex, kita pun 'dikagetkan' akan pertanyaan tentang keimanan kita sendiri.

Sebagai novel, saya akui risetnya mumpuni. Tidak mudah membuat novel dengan latar kultus keagamaan, dan nampaknya penulis menyelesaikan PR risetnya dengan cukup baik di sini. Saya bisa melihat dan mengalami Dingley dan Qalla, dan titik-titik kehidupan yang ada di sana dideskripsikan dengan baik. Dari mulai aktivitas, cara beribadah, hingga letak kepualauan yang ada di dalam dunianya. (Omong-omong, sepertinya kalau ada peta Dingley & Qalla akan lebih membantu).

Tempo yang cepat dan konflik dengan resolusi realistis ini menjadikan buku ini enak dibaca. Kalau ada sedikit kritik, sebenarnya karena Ini trope yang kurang saya sukai, sebenarnya, meletekkan 'derita' karakter perempuan sebagai titik tonggak eksplorasi karakter lelaki. Saya paham kalau mereka bersaudara, tapi selama membaca kadang saya berpikir; bagaimana kalau situasinya dibalik? Apalagi, kita tahu lebih sulit untuk wanita meninggalkan kultus keagamaan.

3,5 dari lima bintang untuk buku ini, dan bagaimana ia membuat saya mempertanyakan keyakinan saya sendiri.
Profile Image for Disie.
13 reviews5 followers
January 15, 2024
It’s 9.5/10 from me. Pertama-tama, aku mau ngasih warning dulu karena di buku ini banyak hal yang bisa ngetrigger. Ada family issue, di sini orangtua selalu menganggap anaknya salah dan tidak mau memikirkan dari sisi anak. Bisa sangat ngetrigger kalau punya masalah serupa (karena sejujurnya aku sedikit banyak ketrigger WKWKWKWK). Yang kedua, ada physical abuse yang dilakukan beberapa kali oleh orangtua. Jadi sekiranya kalian pernah punya pengalaman atau ketakutan akan hal ini, kalian harus bersiap. Ketiga, ada pernikahan di bawah umur. Ini masuknya content warning, sih, karena (menurutku) tidak se-ngetrigger dua hal yang sudah kusebut sebelumnya.

Hal lain yang harus disiapkan pas baca buku ini adalah ✨ kesabaran ✨ karena se-menguras itu min, ril. Aku bener-bener dibikin kesel sampai ngumpat beberapa kali karena SENGESELIN ITU demi Allah. Banyak karakter yang membuat naik darah dan perseteruan di antara mereka bikin ikutan kesel juga WKWKWK.

Oiya, ini bukunya tentang suatu sekte gitu. Tau sendiri lah ya sekte kan banyak aturan begitu-begitu. Nah, yang diceritain itu adalah perjalanan main characternya yang bernama alex untuk mencari tau apa sebenarnya komunitas atau sekte dia ini sebuah jalan yang benar atau enggak.

Overall, aku suka sekali bukunya. Tapi aku sedikit menyayangkan saat alex mau kabur, rasanya terlalu mudah. (?) soalnya dari yang kutahu soal sekte-sekte begini, mereka sekeras itu. Bahkan kalau ada yang keluar dari komunitas mereka tuh bakalan dicari dan diancem segala macem. Aku pikir bakalan cukup berat perjalanan alex buat awal-awal, tapi ternyata cuma struggle dirinya dengan dunia baru. Justru lebih menegangkan pas dia kabur dan ketemu ayahnya di jalan menurutku. Jadi aku agak menyayangkan di situ sebetulnya.

Tapi sisanya BAGUSSSS aku juga lebih sadar kalau orang-orang di komunitas tersebut ya memang nggak punya pilihan lain, mereka terisolasi, nggak tau apa-apa soal dunia luar, dicekokin doktrin dari mereka bayi sampai mati. Mau gimanapun nggak akan bisa keluar. Jujur bukunya bikin kepo buat baca (aku ngelarin 190 halaman sekali duduk setelah cuma baca 50 halaman kemarin soalnya saking kepingin tau lanjutannya WKWKWKWK), alurnya runtun, nggak slow pace juga. Jadi recommended untuk dibaca! ⭐️
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Meta Morfillah.
712 reviews25 followers
April 22, 2025
Judul: Bukan pengikutmu yang sempurna
Penulis: Annisa Ihsani
Penerbit: GPU
Dimensi: 248 hal (27 bab epub), cetakan pertama 2024, edisi digital RBK
ISBN: 9786020674872

Alex lahir dan besar dalam komunitas The Path to Blessing (TPtB) di Dingley dengan Paman Manwel sebagai pusat kehidupan. Apa pun yang dikatakan Paman Manwel, menjadi dasar aturan komunal. Ia menerima semua hal itu tanpa pernah memikirkannya, selayaknya bernafas. Namun tidak dengan Sophie, kembarannya. Seringkali Sophie melanggar aturan dan bersikap kritis terhadap segala hal. Mengapa wanita harus menikah di usia 15 tahun dengan lelaki yang usianya jauh di atas mereka? Mengapa tidak boleh memakai KB? Mengapa tidak boleh bersekolah setelah menikah? Dan lainnya. Hingga sebuah kejadian merenggut nyawa Sophie akibat aturan yang dibuat. Hal itu menjadi titik balik pemberontakan Alex dan membuat ia menjadi Pengingkar. Ia memilih kabur dan mengetahui bahwa dunia begitu berbeda dengan Dingley. Imannya hilang. Adakah penggantinya?

Akhirnya aku mengerti mengapa novel ini masuk kategori young adult. Memang perlu kedewasaan untuk mencerna dan memahami kritik yang penulis sampaikan dalam beragama. Beberapa terasa relevan di keseharian. Hanya saja saking mikirnya, memang agak berat dan membuat ngantuk untuk menamatkan. Alurnya slow dan endingnya masih terbuka. Jadi tidak ada kejelasan pasti untuk tokoh utama.

Cocok dibaca bagi yang suka genre young adult, religius dan berpikir reflektif.

Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #bookstagram #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #bukanpengikutmuyangsempurna #annisaihsani #metamorfillah #fiksi
Profile Image for Kern Amalia.
355 reviews1 follower
February 16, 2024
Level gila kultus di buku ini masih lumayan tp tetep berhasil bikin senewen aku yg baca 🙃

4/5⭐

🌊Cerita ttg kultus yg cenderung sesat ini menurutku menarik, unik & jarang aku dengar di buku2 lain.

Manalagi pov yg diambil dr sudut pandang seorang pengikut dan anak 15 thn yg taat, sanggup buat aku jd bisa meraskan gmn perasaan "BENAR" yg dirasakan ttg ajarannya.

Bisa ga sih bayangin kepercayaan yg kita kira benar seumur kita udah hidup tuh ternyata salah. Bayangin gmn konflik batin Alex yg sbnernyat tuh tau ada yg salah tp dia ga mudah lepas dr ajaran itu.

Klo diperumpamain tuh yg bakal ikut dihancurin ya jati diri dia sendiri😩

🌊walau level "𝗚𝗜𝗟𝗔" kultus TPtB ini masih di level lumayan, tapi tetep ada beberapa scene yg bisa bikin kita marah, naikin alis dengan doktrin dan peraturan yg ngada ngada ala Manwell. Serta kelakuan para orang tua yg juga ga membantu sama sekali😡
Dari mulai nikahin anak 15 tahun (SINTING EMANG! 😡Nyuruh cepet cepet hamil lagi ARGH KESAL🔥)
Ga boleh konsumsi pil KB, ga boleh vaksin, ga boleh keluar dr Dingley kecuali yg bertugas, ga boleh konsumsi barang2 dr luar Dingley (kyk majalah, lagu, dll), g boleh ke dokter, etc..😡

🌊Untuk minus kecilnya di aku sbgai pembaca mungkin aga sdikit kurang puas krn ga ada adegan mengkronfontasi langsung gitu 😂 kan biasanya kayak ada motivasi "akan kuhancurkan sekte ini" gitu tp di sini g ada.

Mungkin buku ini lebih ke penceritaan aja gmn hidup di sbuah kultus.
Emang kbnyakan nonton pilem aja akuh ampe nungguin adegan revenge begitu haha 😂

Selebihnya buku ini seru diikutin. Aku suka.
Profile Image for Niki.
24 reviews1 follower
January 10, 2024
𝘗𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩𝘬𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘺𝘢𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘱𝘦𝘨𝘢𝘯𝘨 𝘦𝘳𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘮𝘶?

Novel ini menceritakan bagaimana pengikut kultus hidup dalam doktrin dan manipulasi. The Path to Blessings—kultus yang dianut keluarga Alex & Sophie—adalah sebuah tempat di mana kamu gak akan bisa melakukan apapun seenaknya. Segalanya sudah ditentukan; pakaian, rambut, makanan, keuangan. Mereka hidup tanpa koneksi dan teknologi. Jauh dari kata modern.

Kalau kamu suka nonton film/dokumenter tentang kultus, pasti familiar dengan nama-nama terkenal seperti Children of God, The Manson Family, Peoples Temple, hingga Aum Shinrikyo. Kesamaan antara semua kultus ini adalah pemimpinnya yang narsis, manipulatif, dan korup. Paman Manwel dalam novel ini dikisahkan sebagai pemimpin yang serupa, sayang karakternya gak terlalu menonjol, jadi kebencian terhadap kultus TPtB yang terbangun menurutku kurang maksimal. Aku justru benci banget sama orang tuanya Alex. Benar-benar gambaran orang yang terdoktrin sejak lahir; keras dan toxic. Ajaran sesat paman Manwel masuk ke pikiran mereka seperti virus yang menular dan mendarahdaging. Jadi kurasa tujuannya memang membuat pembaca merasakan kelamnya kultus melalui POV korban yang selama ini sulit diekspos. Beda sama pemimpinnya yang gak jarang malah jadi seleb dan terkenal.

Bukan Pengikutmu yang Sempurna adalah gambaran betapa kita sebagai manusia tidak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ingin kita percaya. Bayi-bayi lahir dengan keterikatan alami pada keyakinan orangtuanya, dan disalahkan ketika mereka memiliki pandangan berbeda saat dewasa. Anak-anak di bawah umur dinikahkan agar terbebas dari 'dosa' meski harus menanggung risiko yang besar. Terlalu banyak aturan yang memuliakan keyakinan, tetapi tidak memanusiakan manusia.

Anyway, kisah ini dikemas dengan baik. Easy to read and page turner. Endingnya sangat realistis dan reasonable. Recommended!!
Profile Image for Sasa.
46 reviews
July 12, 2025
Aku belum pernah baca buku fiksi Indonesia yang mengangkat tema pengultuskan dan kepercayaan. Buku ini memberi pengetahuan yang baru. Penulis menceritakan bagaimana rasanya lahir dan tumbuh besar di komunitas kultus. Cerita dilihat dari sudut pandang Alex, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun. Awalnya Alex merasa tidak ada yg salah dengan komunitas ini, namun kejadian yang menimpa Sophie dan artikel yang ditulis Jamie Gatt merubah cara pandang Alex.

Penulis menggambarkan bagaimana pemimpin kultus ini merekrut dan meyakinkan pengikutnya. Peraturan-peraturan dibuat seketat mungkin supaya para anggota patuh. Para anggota juga dijauhkan dari dunia luar, pemimpin melarang anggotanya buat pergi keluar wilayah dan berinteraksi dengan orang di luar komunitas karena orang luar dianggap sebagai pengingkar. Akibatnya para anggota ini percaya 100% dengan pemimpin mereka, tidak kritis dan tidak merasa ada yang salah dengan komunitas tersebut. Vibes bukunya Annisa Ihsani ini seperti terjemahan. Ceritanya mengalir bikin ngga sadar tiba-tiba udah baca setengah buku. Menurutku ending ceritanya realistis.
Profile Image for Nathania.
140 reviews3 followers
August 20, 2024
"Ada satu momen dalam hidup setiap anak ketika mereka menyadari bahwa orangtua mereka bukanlah pahlawan yang selama ini ada di bayangan mereka, melainkan manusia biasa dengan penilaian yang keliru dan tindakan yang tidak memuaskan."

Ternyata buku ini bisa aku selesaikan dalam beberapa jam. Bukunya sangat page-turner dan tiba-tiba saja sudah sampai di akhir cerita. Cara penulisan Kak Annisa Ihsani di buku ini mudah dipahami. Tema utama tentang kultus sesat ini mengingatkan aku sama drakor "Save Me", betapa manipulatifnya para petinggi 'komunitas' yang memeras orang-orang yang berada di dalam 'komunitas' tersebut. Aku suka alur ceritanya yang jelas dan tidak bertele-tele.

Walaupun demikian, aku merasa ikatan dan hubungan para tokoh ini kurang tergali, terutama Alex dan Sophie. Selain itu, ceritanya juga kurang 'greget' sehingga membuatku nggak terlalu terkoneksi dengan buku ini, terkadang aku merasa beberapa kurang dieksekusi dengan baik.
Profile Image for Jessica Ravenski.
360 reviews5 followers
October 10, 2024
✨ Ini buku yang bagus banget dan amat sangat layak dibaca semua orang ✨

Bukan Pengikutmu yang Sempurna ngangkat topik yang ga umum, tentang sekte keagamaan kata gue mah sekte sesat yang seluruh anggotanya hidup terisolasi di daerah sendiri dan nganggep orang di luar sekte tersebut sebagai Pendosa. Adalah Alex, si 100% taat aturan, seumur hidupnya nganggep ajaran Paman Manwel (pemimpin sekte sesat ini) sebagai pilar hidupnya dia... sampai suatu hal terjadi sama kembarannya yang membuat dia mempertanyakan ajaran Paman Manwel.

Walau keliatannya ini cerita yang berat, tapi gue enjoy banget bacanya. Tulisannya ngalir, gambaran tentang sekte ini juga jelas, dan lama-lama kok bikin gue emosy 😡👊🏻 50 halaman terakhir wah sungguh buat hatiku dag-dig-dug .

4/5.
Profile Image for Leanna.
37 reviews
November 3, 2025
4.5/5.0

First, aku kira ini novel yang bakal menceritakan tentang aturan keluarga–seperti misterius dan keanehan² lainnya.

Awalnya aku ngga ngeuh kalo ini ternyata mengangkat tema kekultusan. Orang-orang yanf lahir dan besar disana. Yang ga tau apa itu dunia luar, mereka dikenalkan bahwa dunia luar itu berisi orang-orang jahat bernama pengingkar.

Hidupnya tanpa pertanyaan, semua berupa pernyataan tanpa boleh melawan. Melawan sama saja aib dan hukuman. Tapi, lambat laun terasa juga baunya.

Dimulai dari Sophia–adik dari karakter utama ini yang menyadari dan bertingkah aneh. Tapi sayang, dia harus mati di usia muda.

Juga beberapa adegan-adegan di novel ini yang merubah sudut pandang saya tentang agama yang dibawakan.

Open ending, tapi sepertinya dibuat terburu-buru. mengingat ada satu atau dua hal yang belum selesai.
Profile Image for Raditya Nandiasa.
141 reviews1 follower
June 22, 2024
⚠️ TW: death, family violence, child marriage
Judul: Bukan Pengikutmu yang Sempurna
Penulis: Annisa Ihsani
Rate: 5/5

Alex dan Sophie adalah saudara kembar yang hidup dalam komunitas The Path to Blessings. Sudah lama Sophie mempertanyakan ajaran dan aturan TPtB hingga akhirnya benih keraguan juga muncul di hati Alex meskipun tampaknya semua sudah terlambat.

Gaya penulisan buku ini sangat mirip dengan novel terjemahan padahal penulisnya adalah orang Indonesia. Penggambaran suasana dan cara hidup masyarakat yang tergabung dalam kultus dipaparkan dengan mendetail. Jalan cerita mengalir dengan mulus dan perkembangan karakternya disusun dengan cermat dan tidak terburu-buru. Pembaca dapat dengan mudah terbawa arus emosi Alex, tokoh utama buku ini.
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
September 25, 2024
Hmm secara keseluruhan cerita ini membawa kesan yg baru untukku karena membahsa mengenai sebuah komunita atau bisa kita sebut ajaran sesat lah, salah satu cerita yg menurutku cukup klise dan alurnya tertebak. Tapi, cukup kecewa karena endingnya hanya seperti itu? Namun, buku ini cukup page turner dan tetap bisa dinikmati. Aku sebenanarnya sangat kesal dengan Alex, tpi aku juga tidak bjsa menyalahkannya bagaimanapun umur segitu dia masih terbilang anak2 dan belum memiki pemikiran yg matang, dan aku sangat kasihan dengan sophie dan semua orang yg masih percaya akan kebenaran komunitas sesat ini, yg tentu saja hal tersebut kita bisa temukan banyak di kehidupan nyata dan menurutku endingnya termasuk flat tapi, itu cukup realistis dengan keadaan di dunia nyata👍👍👍👍
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Arutala.
530 reviews1 follower
October 10, 2024
Novel yang mengangkat tema tentang sekte keagamaan bisa dihitung dengan jari. Keyakinan yang dibahas di sini mungkin mengacu pada gaya aturan aeperti yang dijalani di luar negeri (Amish). Yang menarik di cerita ini adalah pergolakan batin remaja yang harus menerima semua keganjalan menjalani hidup dalam ruang lingkup mengikat seperti dalam The Path to Blessing.

Alurnya yang naik turun mengiringi segala emosi yang terjadi pada diri Alex terhadap komunitas, Paman Manwel, Sophie adiknya hingga keputusannya meninggalkan Dingley meski harus dilakukan dua kali. Novel yang membuka mata kendati fiksi namun para tokohnya sepertinya ada di sebagian di lingkungan kita dengan komunitas yang berbeda.
Profile Image for Ical Digidoy.
42 reviews1 follower
January 7, 2024
Buku-bukunya Ka Annisa gaada yang mengecewakan!

ini yang paling top sih dari kelima buku beliau. Mungkin karena banyak hal yang relate juga: pandangan Alex, pengalamannya di komunitas, hubungannya dengan orang2 di lingkungan itu.

Suara Alex juga sangat menarik dan reliable (jarang penulis perempuan bisa menyuarakan pemikiran laki-laki dengan sama adilnya).

5/5.
Profile Image for Bila.
315 reviews22 followers
June 25, 2024
4.5

Aku ga tau kalo novel yang mengangkat soal kepercayaan bisa semenyakitkan ini, Alex yang selama ini kemakan doktrin kalau jalan hidupnya itu yang paling benar, setelah melihat keluar dan melihat kebenaran, merasa kalau sebenernya dia ga di jalan yang benar. Endingnya agak hambar tapi yasudahlah sisanya WEW.
Profile Image for Satvika.
590 reviews43 followers
September 4, 2025
Kelar dalam waktu 3 jam, buku Anissa Ihsani yang ketiga yang kubaca dan ketiganya aku kasi rating tinggi..buku ini mengambil tema pengkultusan dan diambil dari sudut pandang remaja pengikut kultus.

Dan sampai sekarang masih kepikiran sama nasibnya Sophie...........

Recommended Read! Mbak Anissa Ihsani kamu keren!
Profile Image for nasya.
860 reviews
September 6, 2025
Tema cerita yang unik, jarang ada tema seperti ini di buku Indonesia yang aku baca. Pun nggak sulit untuk mengerti, karena bahasanya masih ringan. Cuma menurutku, kayak ada beberapa hal yang nggak dijelasin sampe akhir, jadi kayak berasa belum "lega" setelah selesai, dan kurang puas juga sih, tapi overall oke lah.
Profile Image for Noella.
24 reviews2 followers
December 30, 2025
deymmm…diluar sana pasti beneran ada kultus kaya gini..sedih banget…ga kebayang…mereka terperangkap didunia yang begitu” saja karna doktrin manusia tidak berotak! HUFTTTTT. Sebagai manusia yang menyukai semuanya, ntah membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, traveling, dll aku baca ini SENGSARA BGTTT tapi disisi lain bersyukurrr jugak…🥹
Displaying 1 - 30 of 37 reviews