At the age of sixteen Ryo Narushima was a genius and looked to have no trouble of getting into Tokyo University and joining the elite of society. However, that summer something cracked inside Ryo's head. With a small knife he brutally murdered both of his parents only leaving his sister alive and cowering in a corner. It is at this grotesque incident that our story begins.
Hiyah... akhirnya stripping baca serial Shamo ini menggantung sampai di sini dulu. Nggak apa-apa sih, rasanya kok ceritanya sampai jilid 30 ini sudah tidak fokus dan malah semacam side story sambil menunggu arc berikutnya.
Setelah Toma si Angel ditarik ke kegelapan Narushima, belum ada tanda-tandanya mau dibawa ke mana lanjutannya, apakah Toma masih akan melanjutkan misi malaikatnya membawa Narushima ke dunia terang atau sudah kapok?
Sudah sampai 30 jilid aku masih belum ada rasa simpati pada Narushima. Good job Hashimoto-sensei, bisa menciptakan antihero yang benar-benar bikin pembaca muak dan nggak kepingin mendukung. Padahal Dexter yang hobi memutilasi sesama serial killer saja bisa membuatku jadi simpati dan mendukung ^^;