Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Marriage Roller Coaster

Rate this book
Kehidupan pernikahan itu bagaikan roller coaster. Yes? No? Jungkir balik! Kadang di atas, kadang di bawah. Ada yang menikmati dan tertawa bahagia, ada juga yang tersiksa dan menangis tersedu. Setelah mencobanya, setiap orang punya pilihan masing-masing: ingin terus mencoba atau justru kapok luar biasa.

Bagaimana dengan Audi dan Rafa? Kehidupan urban yang dijalani pasangan ini memberi tantangan lebih pada pernikahan mereka. Bagaimana mencari waktu untuk bersama di tengah kesibukan mereka. Bagaimana mengatur mood setelah semua energi positif hilang di kantor. Bagaimana menahan godaan dari orang yang pernah hadir di masa lalu.

Akankah mereka terus mencoba dan bertahan?
Atau justru kapok dan menyerah?

206 pages, Paperback

First published December 1, 2013

3 people are currently reading
64 people want to read

About the author

Nurilla Iryani

8 books17 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
11 (9%)
4 stars
35 (28%)
3 stars
56 (46%)
2 stars
18 (14%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 41 reviews
Profile Image for Seffi Soffi.
490 reviews143 followers
October 28, 2017
3.7/5 🌟
.
.
"Sometimes your best friend knows you better than your own self." [Hal 44] .
"Kata orang, cinta bisa datang karena terbiasa. Bagiku, cinta bisa hilang karena terbiasa nggak ada." [Hal 183]
.
"Forgiving is easy, forgetting is not. I can't stand the pain anymore." [Hal 184]
.
.
.
Baca novel ini, bener-bener sesuai judul deh. Roller coaster banget. Gimana nyebelin nya Rafa! Yang selalu mikirin uang di atas segalanya, uang gak bisa membeli kebahagian apalagi kasih sayang. Ya, Audi bener sih, cinta selalu bikin bodoh. Meskipun Rafa segitu nyebelin nya, dia masih cinta sama Rafa. Meskipun Audi sempat digoyahkan oleh cinta lama yang kembali. Cinta selalu memaafkan, meski stok kesabaran sedikit.
Novel ini, novel lama. Tapi aku baru baca, aku selalu suka sama cerita nya mbak Nurillya. Gaya cerita yang mengalir dan asik. Truss konflik nya sukses bikin pembaca macam aku ikutan kesel. Overall aku jatuh cinta sama novel ini.
Dalam novel kita bisa belajar tentang kehidupan pernikahan dan memaafkan.

Rekomen banget buat yang suka tema pernikahan ❤
Profile Image for Tania Andarini.
Author 1 book7 followers
May 13, 2015
Setelah lama vakum dari hobi membaca novel dan berakhir pada bertumpuknya buku-buku yang belum terbaca, salah satunya buku ini. Buku dari seorang teman baik untuk kado pernikahanku.

Ada satu pertanyaan dalam benakku setelah membaca buku ini, kenapa dia memberikanku hadiah buku ini sebagai kado nikah? memang benar, aku sangat-sangat senang sekali--oke, terdengar berlebihan ya--jika diberi kado berupa buku, bahkan kalau ditanya mau kado apa, jawabanku pasti kasih buku saja. Tapi kenapa harus novel dengan tema ini, dengan cerita ini? Tapi setidaknya, saya tidak perlu mencari jawaban dari pertanyaanku. Cukup dengan merenung karakter Audi dalam buku ini, membuatku banyak belajar. Bagaimana karakter Audi membuatku merasa saya belum bisa menjadi istri yang baik pada suaminya. Hehehe, iya saya akui, saya belum bisa seperti Audi. Egoku lebih besar.

Audi yang mencintai pekerjaannya demi aktualisasi diri harus mengalah, resign dari pekerjaannya, untuk kebaikan pernikahannya. Audi yang rela menunggu suaminya hingga larut malam tanpa protes. Audi yang selalu mengambil keputusan untuk suaminya, orang yang dicintainya sekaligus bisa membuatnya menangis. What a good wife, huh!

Dan karakter Rafa, sebenarnya saya mengerti bagaimana karakter Rafa yang seperti itu, memang ada sebagian suami berpikiran seperti Rafa ini--berpikir kalau kita punya uang banyak ditengah hidup yang keras (apalagi Jakarta), hidup mereka menjadi tentram.

Karakter Yoga inilah yang saya tidak mengerti, aku anggap sebagai bumbu untuk kisah Audi dan Rafa.

Meskipun buku ini kurang detail, alur cepat banget, dan terasa singkat seperti cerpen, namun saya appreciate banget dengan kisahnya. Jadi deh saya beri bintang 4.

nb: Tidak rugi saya baru membaca buku ini setelah setahun pernikahanku.

Selamat membaca!
8 reviews
January 16, 2014
suka alurnyaa.. cepattt kayak judulnya, Roller Coaster, jadi berasa kurang tebel halamannya, hehehe..

Konfliknya mayan bikin geregetan terutama si Audi yang masih aja labil, meski udah jadi ibu-ibu, hihihi

mungkin yang kurang cuma detil latar ya, kurang deskripstif karena mungkin lebih pengen menguatkan isi kisahnya..

selain cocok dibaca cewek, menurutku novel ini juga cocok dibaca cowok-cowok urban yang sibuk tapi butuh hiburan singkat yang 'berisi' ;)
Profile Image for Kanianingsih.
25 reviews2 followers
November 22, 2017
Jleb, buku ini sangat mengena di hati, karena saya pun merasakan hal yang sama saat pernikahan mengalami up and down seperti roaller coaster. Penulisnya berhasil menyuguhkan suasana pernikahan seperti realita yang tak melulu indah, ke dalam sebuah novel yang bisa mengaduk-aduk emosi pembacanya.

http://kaniadanbuku.blogspot.co.id/20...
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 8, 2015
Konfliknya sederhana. Audi merasa Rafa tidak memperhatikan dirinya dan lebih mengutamakan pekerjaan. Sementara Rafa merasa istrinya itu terlalu banyak tuntutan. Dan saking cintanya Audi ke Rafa, dia nurut aja apa kata suaminya meski dlm hatinya tidak menerima. Audi jg berusaha setia meski ada godaan besar dr mantannya.

Yang menarik perhatian saya adalah tokoh Rafa. Cowok ini dari awal digambarkan egois, defensif, dan cemburuan. Karakternya cukup konsisten sampai2 saya juga ikut-ikutan kesal sama Rafa. Tp di endingnya, Rafa berubah drastis hanya karena ditinggal istrinya. Kayak pengen cepat2 diselesaikan konfliknya. Udah gitu Audi yg akhirmya bisa meledakkan amarahnya, langsung klepek2 liat air mata Rafa.
Profile Image for Yovano N..
239 reviews14 followers
September 5, 2014
Bisa juga dibaca di sini: http://kandangbaca.blogspot.com/2014/...


The Marriage Roller Coaster mengangkat konflik dalam sebuah pernikahan. Layaknya roller coaster, pernikahan tidak selalu datar, kadang bisa jungkir balik juga. Tokoh utama kita adalah Audi, seorang wanita karir yang cukup sukses, menikahi lelaki yang amat ia cintai, dan juga memiliki seorang sahabat yang sudah seperti saudari sendiri, Sonya. Berkat karirnya yang cemerlang ditambah penghasilan suami yang juga tidak sedikit, maka kebiasaan shopping merupakan hal yang wajar baginya. Ia berprinsip, bila selalu tampil cantik, toh suami juga yang bangga. Lagi pula, baju-baju mahal yang ia beli bisa dibilang adalah sebuah investasi. Baginya, berpenampilan menarik dapat menambah rasa percaya diri dalam bekerja, terutama saat harus memberikan sebuah presentasi di depan klien. Dan bila ia berhasil menggaet calon klien, perusahaan juga yang untung, bukan? Itulah Audi dan rasa percaya dirinya yang tinggi. Sepintas tak ada yang salah dengan kehidupannya. Kecuali satu.

Rafa, sang suami, adalah seorang suami pekerja keras dan selalu sibuk. Setiap hari selalu pulang larut malam. Audi yang jam pulangnya sore sering mendapati dirinya hanya seorang diri di apartemen. Kadang ia sudah terlalu mengantuk untuk menanti kepulangan Rafa. Bila ia memaksakan diri untuk menunggu pun, giliran Rafa yang sudah terlalu capek untuk sekadar mengobrol dan langsung tidur. Audi sering merasa kesepian. Terkadang ia lebih memilih untuk makan malam bersama Sonya yang masih lajang, karena terlalu menyedihkan baginya bila harus makan malam seorang diri tanpa ditemani siapapun, terutama sang suami. Audi berkali-kali mencoba mengutarakan isi hatinya kepada Rafa, namun Rafa yang sensitif sering menganggap Audi tukang mengeluh dan tak memahami posisi dirinya. Kalimat “Aku kerja sampai larut malam toh demi kamu juga!” sering terlontar dari mulut Rafa, membuat Audi semakin sedih. Pertengkaran-pertengkaran kecil seperti ini memang sering terjadi di bawah atap rumah tangga Audi. Audi sering memilih untuk mengalah.

Lalu, muncul Yoga, mantan kekasih Audi. Sialnya, Yoga adalah calon klien perusahaan Audi. Sebagai seorang market reseacher yang cukup handal di kantornya, Audi diminta untuk meng-handle perusahaan Yoga. Otomatis, Yoga dan Audi jadi lebih sering bertemu untuk membahas pekerjaan. Akan tetapi, apabila Audi hanya ingin menjalin hubungan profesional dengan Yoga, maka tidak demikian dengan Yoga. Sebaliknya, Yoga masih menaruh harapan pada Audi. Bukan salah Yoga yang menganggap Audi masih lajang, karena Audi memang tidak pernah menyebut dirinya telah menikah, lantaran khawatir pengakuannya dapat memengaruhi hubungannya profesonalnya dengan Yoga. Dengan kata lain, Audi khawatir akan kehilangan calon klien potensial. Rafa yang pencemburu dan posesif akhirnya mengetahui perihal hubungan Audi dan Yoga. Dengan emosi, ia meminta Audi menghentikan hubungannya dengan Yoga, sekalipun itu hanya sekadar hubungan kerja. Lagi-lagi Audi mengalah dan melepas perusahaan Yoga ke tangan orang lain.

Masalah lain muncul saat Audi hamil. Perisitwa ini harusnya merupakan kabar habagia bagi pasangan suami-istri. Tetapi Rafa dan Audi yang tadinya memutuskan untuk belum akan memiliki anak menganggap hal ini sebuah masalah, terutama Rafa. Kelakuan Rafa semaki menjadi-jadi, terutama setelah ia mengetahui ternyata Audi masih sering bertemu dengan Yoga. Saat Audi dipromosi menjadi manajer (sebagaimana yang selalu diimpikan Audi), Rafa malah menyuruh Audi untuk berhenti bekerja dengan alasan demi bayi dalam kandungan Audi.

Apakah Audi akan mengalah dan menuruti kemauan Rafa sebagaimana yang dilakukannya selama ini? Ataukah ia memutuskan untuk menyudahi pernikahannya, karena tak tahan lagi dengan sikap Rafa yang terlalu posesif—apalagi Audi mendapati bahwa Rafa ternyata suka menjelek-jelakkan dirinya di depan sahabatnya? Lagi pula, ada Yoga yang rela melakukan apa saja demi Audi, termasuk rela menjadi ayah atas bayi yang dikandung Audi.

Baca kisah lengkapnya dalam The Marriage Roller Coaster karya Nurilla Iryani.

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada penulis atas terbitnya novel keduanya ini. Saya memang menyukai buku pertama beliau (Dear Friend With Love), tapi saya lebih menyukai buku kedua ini. Jika dalam buku pertama penulis menggunakan sudut pandang orang pertama secara bergantian antara dua tokoh, dalam buku kedua ini cerita terpusat pada Audi dan diceritakan dari sudut pandang Audi saja. Hal tersebut membuat ceritanya terasa lebih fokus. Masalah yang dialami Audi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Walau saya pribadi belum pernah merasakan kehidupan pernikahan, namun saya sangat memahami rasa kesepian yang dialami Audi. Maka tidak heran apabila perhatian Audi teralihkan oleh Yoga, sang mantan kekasih yang ternyata jauh lebih perhatian dibanding suami sendiri.

Pesan penting yang bisa saya tarik dari novel ini adalah tentang pentingnya komunikasi antara suami-istri. Dalam kasus Audi, ia mencoba mengutarakan isi hatinya namun langsung ditanggapi secara defensif oleh Rafa. Ini betul-betul membuat saya jengkel. Kok bisa-bisanya sih, Audi tahan dengan sikap Rafa yang seperti itu? Tapi kemudian perlahan saya mulai memahami, bahwa memang butuh kesabaran dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Bila satu pihak keras kepala, maka pihak yang lain harus pintar-pintar dalam bertindak, termasuk menahan ego sendiri. Tidak mudah, memang.

Saya menyukai tokoh Audi yang rela mengorbankan segalanya demi sang suami. Dalam dunia nyata, hal ini tentu sulit ditemui, walau bukan tidak mungkin untuk dilakukan. Memang saya sempat menyayangkan sifat Audi yang plin-plan, tapi di sinilah penulis menunjukkan kepada pembaca, bahwa tokoh ciptaannya memang tidak sempurna dan memiliki kelemahan.

Saya juga menyukai tokoh Yoga. Ada yang bilang cinta pertama sulit untuk dilupakan. Uhm, saya lupa apakah Audi cinta pertama Yoga atau bukan, namun saya tersentuh atas kebaikan hatinya dan rasa cintanya yang besar terhadap Audi, sehingga ia pun rela melakukan apa saja bagi mantan kekasihnya itu. Bahkan, ia dengan terang-terangan membujuk Audi untuk meninggalkan Rafa. Oke, agak kurang ajar emang. Bila dalam novel-novel seperti ini pihak ketiga seringkali adalah perempuan, dalam novel ini, pihak ketiga adalah laki-laki. Dan sejujurnya saya agak mendukung usaha Yoga untuk mendapatkan kembali cinta Audi, hehehe.

Bagian cerita yang paling saya sukai adalah konfliknya. Untuk ukuran novel romance yang tebalnya di bawah rata-rata novel romance yang biasa saya baca, novel ini sukses mengaduk-aduk perasaan saya. Ending novel ini sangat realistis. Agak berbeda dengan harapan saya, namun tidak sepenuhnya mengecewakan. Sederhana, dan menggugah harap (ampun deh, bahasanya). Gaya bertutur Nurilla Iryani sangat lincah dan mengalir. Hal ini sudah saya akui sejak membaca bukunya yang pertama. Dan meski buku ini ditulis dengan gaya bahasa campur aduk antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tapi mudah dipahami.

Meski demikian, tentu ada kekurangan dalam novel ini. Pertama, adalah beberapa penggunaan bahasa Inggris yang kurang tepat. Misalnya pada halaman 37, terdapat kalimat “It starter seven years ago.” Mungkin maksudnya “It started seven years ago” kali ya? Kedua, keluhan yang sama dengan di buku pertama, yaitu novel ini kurang tebal. Tuh, sampai saya beri garis bawah segala. Cerita novel ini berhenti di halaman ke-206. Kalau dipikir-pikir, masih banyak aspek yang bisa dikembangkan dari novel ini, kalau saja jumlah halamannya bisa diperbanyak lagi. Contohnya: lingkungan kerja Audi yang kurang terekspos, atau penampilan Yoga dan Sonya yang saya rasa kurang banyak.

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati novel ini. Saya yakin pembaca yang suka dengan gaya menulis model Ika Natassa akan penyukai novel ini. Novel ini cocok dibaca pasangan yang baru menikah, atau akan segera menikah. Lumayan, bisa dijadikan semacam contoh kasus agar kelak (semoga) tidak mengalami hal serupa.

Pernikahan memang tidak mudah, tapi selalu ada jalan keluar bagi mereka yang benar-benar berusaha mencarinya. :)

4/5 bintang.
Profile Image for Zulqa'ida Rizha Rizha Vahlevi.
88 reviews
September 20, 2017
Dear penulis, tolong bilangin Rafa kalau saya mau bejek-bejek dia pakai ulekan cabe jablai 20 biji.

Kesel banget sama Rafa ya ampun, sampai ubun-ubun. Dan sifatnya Audi yang selalu ngalah sama sifat heartless Rafa, patut banget saya acungi jempol.

Tapi di sini, saya merasa karakter Yoga lebih dominan yah dibanding Rafa. (Yaiyalah, Rafa kan sibuk kerja terus, nggak ngurusin hal remeh temeh gitu, gimana sih saya ini lol).

Buku ini, bisa banget gambarin bagaimana salah satu kehidupan setelah pernikahan. Bahwa di antara dua kepala, salah satu harus mengalah, salah satu harus berkorban perasaaan, dan salah satu harus merendahkan ego-nya.

1 review
March 30, 2018
Aku gatau apakah masih ada perempuan macam Audi di dunia ini atau engga, she is a very forgiving woman kayanya.

Rafa? Arogan. Nyebelin. Aneh.

Pengen bangettttt bikin Rafa menderita yang amat sangat di novel ini. But anyway i love this story.
Profile Image for Nina Savitri.
88 reviews2 followers
December 7, 2019
aku merasa ceritanya hampir mirip sama cerita ceritanya ika natassa versi kw super
Profile Image for Hanim.
35 reviews2 followers
May 15, 2021
Simple yet beautiful :)
Profile Image for Sara  Amijaya.
17 reviews1 follower
February 6, 2014
Dalam kaca mata subyektifku, aku punya beberapa standar untuk menyukai bacaan fiksi. Berat ringan suatu bacaan itu gak ngaruh. Soal hibur menghibur bisa dinegolah ^_^, tapi punya pesan yang bisa mencerahkan pembaca itu syarat mutlak.

Seperti kata seorang kawan, membaca itu berarti meluangkan waktu kita, jadi harapannya waktu yang sudah diluangkan itu gak menjadi sia-sia. Jelas harus ada nilai positif yang bisa merefresh jiwa pembaca. Entah memperkaya pengetahuan, menginspirasi cara bersikap, atau mencerahkan pemikiran.

Jadi, bagaimana dengan The Marriage Roaller Coaster (TMRC) ini???????

Yang jelas aku suka buku ini ^_^.

Dalam 3 kata : ringan, menghibur, berhikmah.

Alurnya cepat, pemilihan kata pas dan nyaman. Biasanya aku terganggu dengan penggambaran gaya hidup masyarakat urban dalam novel sejenis. Tapi novel ini bagiku cukup santun sekaligus tetap mampu menggambarkan realitas.

Audi si wanita karier, dengan hobby shoppingnya sebagai pembunuh sepi karena suaminya, Rafa seorang workaholic.

Membaca kisah Audi-Rafa ini, jadi mengingatkan bahwa pernikahan itu gak berarti akhir dari sebuah pencarian cinta. Jangan pernah berpikir di dunia nyata slogan kisah para putri-putri di dongeng itu berlaku “….dan merekapun hidup bahagia selamanya”.

Menikah dengan orang yang kita cintai hanyalah berarti bahwa kita memiliki pondasi yang cukup untuk membangun sebuah istana kebahagiaan. Cinta itu sendiri tentulah perlu dipelihara, bahkan dipupuk hingga tumbuh subur,dan bersemi dengan indah.

“Mungkin sekarang aku masih cinta sama kamu, tapi bagaimana cintaku bisa bertahan kalau kamu bahkan nggak pernah ada buatku? Kata orang,cinta bisa datang karena terbiasa. Bagiku, cinta bisa hilang karena terbiasa nggak ada.” (hlm. 183)

Adalah Rafa, yang merasa bahwa membahagiakan pasangan cukup dengan melimpahinya dengan pundi-pundi uang. Untuk segala kekurangan pengertian, perhatian, waktu, komunikasi, bahkan kasih sayang maka tugas istrilah yang harus memahami semua itu. Jangan mengeluh, jangan menangis, jangan membantah. Gak kebayang kalu Rafa ini suamiku, beuuu….*_^.

Sebagai suami yang nyaris gak punya waktu untuk istrinya, gak pengertian, egois, rasanya lucu juga karena karakter Rafa ini posesif abiiisss. Biasanya sih orang yang posesif itu selalu ngecek tuh pasangannya dimana, lagi apa, sama siapa. Nah Rafa ini saking cueknya mana tau istrinya pulang jam berapa, atau kemana aja. Buat aku karakter Rafa ini jadinya kompleks. Terlebih ketika ada acara menangis dan berlututnya Rafa saat Audi berpikir untuk berpisah saja.

Untuk karakter Audi sendiri, aku suka. Wanita karier yang hampir meraih mimpi tapi rela melepaskan karier demi menuruti suami. Wanita yang rela mengesampingkan kesenangan-kesenangan pribadi demi janin yang dikandungnya itu juga Te O Pe banget deh. Aku juga suka cara Audi menghadapi Yoga, pacar perfect dari masa lalunya itu. Bagian labil-labil dan galaunya itu masih normallah ^_^.

Meski Yoga menawarkan hari-hari yang penuh kebahagiaan, no pain, no cry, Audi mampu memahami bahwa pernikahannya dengan Rafa bukannya berakhir hanya sedang down saja.
”Marriage is like roller coaster. Ada ups ada downs. (hlm. 175)

“Bukankah manusia nggak pernah ada puasnya? Aku harus belajar untuk bahagia dengan apa yang aku punya. Itu kan artinya bersyukur?”

“Dia memang bikin aku nangis, tapi dia juga yang bias bikin aku bahagia. Sometimes the one who makes you cry is also the one who can make you smile all over again.” (hal 200)

Overall, novel ini dengan ringan berhasil menyuguhkan kisah naik turunnya hubungan pasutri dalam pernikahan. Tidak hanya layak dibaca para wanita tapi juga para pria. Bagaimanapun kompromi itu dari dua belah pihak, Jika hanya salah satu pihak yang mengusahakan sebuah rekonsiliasi maka tak akan pernah ditemukan penyesuaian yang tepat. Bukankah Kebahagiaan itu saling terkait? Yes? No? ^_^
Profile Image for Dhani.
257 reviews17 followers
February 7, 2014
Judul Buku : The Marriage Roller Coaster
Pengarang : Nurilla Iryani
Jumlah hal : 206
Penerbit : Stiletto
ISBN : 978-602-7572-22-5

Apakah yang kurang dari Audi, seorang perempuan cantik di umur pertengahan 30. Lulus gemilang dari sebuah perguruan tinggi, bekerja sebagai market research, punya sahabat sejak kuliah bernama Sonya dan yang terakhir punya suami sukses bernama Rafa. Sepertinya kehidupan yang sempurna.Tapi seperti kata pepatah, bahwa kesempurnaan hanya milik Tuhan, maka sedikit( atau banyak) ganjalan dalam kehidupan perkawinan mereka. Dan dua masalah utama itu adalah sedikit waktu kebersamaan yang Audi nikmati bersama Rafa, karena suaminya ini bekerja nyaris terlalu keras, sampai sampai jarang pulang sebelum jam 12 malam, juga keengganan suaminya untuk memeperoleh anak sekarang.

Masalah sedikitnya waktu kebersamaan itulah yang seringkali mengundang perselisihan demi perselisihan yang diselesaikan dengan tidak tuntas. Untungnya, kesibukan Audi di kantor, juga hobbynya shopping berhasil mengurangi sedikit tensi di antara keduanya.Tapi, ternyata tensi itu harus meningkat kembali.

Pertemuannya kembali dengan sang mantan, Yoga yang ternyata client baru Audi, menimbulkan friksi- friksi baru. Mulai dari kecemburuan Rafa, waktu yang tersita untuk meeting- meeting dengan Yoga.Yang kemudian berakhir dengan desakan Rafa agar Audi mengakhiri hubungannya denak pegan Yoga yang artinya harus menyerahkan proyek kerjasamanya kepada rekannya. Tapi karena pada saat yang bersamaan pimpinannya sedang cuti, Audi harus menunda dulu keputusannya.

Masalah semakin runyam saat Audi ternyata hamil. Sesuatu yang mereka tunda tapi harus terjadi.Kesibukannya menghandle proyeknya di kantor Yoga menyebabkan gangguan pada kehamilannya yang berakibat keharusan untuk cuti beberapa waktu. Setelah waktu cuti selesai,Rafa meminta Audi resign dari pekerjaannya dan menjadi ibu rumah tangga purna waktu. Sebuah dilemma bagi Audi yang begitu mencintai pekerjaannya, tapi disetujuinya demi suami dan calon anak dalam kandungannya.

Lantas setelah itu, apakah semua masalah selesai. Kehidupan perkawinan mereka akan berjalan dengan baik- baik saja? Apakah Yoga yang masih berharap pada Audi mengakhiri segala upayanya untuk mendapatkan Audi kembali? Dan apakah Audi akan baik- baik saja menjalani kehidupan perkawinannya?

Sebagai sebuah novel yang ditulis dengan POV 1, kerenyahannya dalam bertutur menjadikan novel ini enak dibaca. Kesukaan penulisnya untuk membaurkan banyak kalimat berbahasa Inggris juga tidak mengganggu. Sempat gemes dengan karakter Audi yang nggak teguh pendirian, juga Rafa dan Yoga. Cuma mungkin karena keterbatasan halaman,deskripsi baik tokoh maupun tempat kerja kurang detail. Juga konflik yang sepertinya nggak digarap maksimal. Cenderung tidak diselesaikan tuntas atau bahkan digantung. Tapi apa pun, tulisan renyah ini layak dibaca sebagai pengingat, bahwa kehidupan berumah tangga tidak selalu berada pada keadaan yang stagnan. Seperti roller coaster, kehidupan berumah- tangga itu turun naik dan itu kemestian. Perlu komitmen dan komunikasi yang intens, agar di posisi mana pun kita berada, itu adalah pilihan terbaik bagi kedua belah pihak.
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
August 22, 2016
Pertama kali melihat cover novel ini, aku sudah tergoda dan langsung memasukkannya ke "wishlist untuk dibaca" dan karena tema yang diangkat pun dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari aku jadi bisa ikut menyelami kisah yang coba dibawakan oleh penulis.

Novel ini sebenarnya klise banget, mengangkat tema tentang kehidupan pasangan setelah menikah, tapi gaya bercerita penulis tidak membosankan, mengalir hingga tanpa terasa kita sudah dihalaman terakhir saja. Sesuai judulnya, membaca novel ini juga seperti roller coaster, cepat bangeeeet, tahu-tahu kita sudah sampai di ending saja, padahal masih pengen baca lagi ^^

Novel ini mengangkat kisah tentang pasangan Audi dan Rafa, pasangan suami-istri yang sama-sama sibuk dengan pekerjaannya, hingga untuk mengisi kebersamaan dengan momen-momen istimewa saja kadang begitu sulit. Inilah gambaran pasangan suami istri zaman sekarang, sibuk bekerja dan rumah hanya menjadi tempat persinggahan, hanya untuk tidur tanpa ada interaksi antar penghuni karena terlalu lelah untuk sekedar mengobrol.

Rafa yang seorang "gila kerja", selalu pulang larut malam dan meminta istrinya, Audi untuk tidak menunggunya. Sedangkan Audi walaupun sama-sama bekerja, tapi Audi menjelang petang sudah sampai di apartemen mereka dan Audi pun akhirnya merasakan kesepian karena hanya seorang diri, padahal Audi juga butuh perhatian dan kasih sayang suaminya, bukan hanya sekedar materi dan kenyamanan yang selama ini Rafa berikan. Dan ketika Audi pun mulai komplain dengan kesibukan Rafa, Rafa yang tidak biasa untuk ditentang dan dilarang, menjadi tersinggung, akhirnya timbullah pertengkaran demi pertengkaran diantara keduanya.

Apalagi kemudian Audi hamil, sesuatu yang sebenarnya seharusnya menjadi "momen terindah" bagi pasangan itu, malah menjadi beban bagi Audi karena Rafa sama sekali belum siap untuk mempunyai anak. Dia merasa hidupnya bersama Audi sudah cukup tanpa harus diwarnai lagi dengan seorang anak.

Konflik demi konflik pun bergulir, apalagi suatu hari hadirlah seorang klien Audi yang berwujud Yoga, mantan kekasihnya dulu. Yoga yang tidak tahu status Audi malah mendekati Audi dan berusaha untuk merajut kisah mereka yang dulu. Audi pun menjadi dilema, masalah rumahtangganya saja sudah rumit, ditambah dengan hadirnya Yoga makin memperuncing semuanya. Disinilah ketenangan dan ketegasan Audi diuji.

Membaca novel ini menarik, mengingatkanku bahwa sebuah pernikahan tidaklah selamanya hanya ada "bahagia" saja. Menikah itu satu paket, kadang diatas kadang dibawah, dan sebagai pasangan harus bisa melewati semuanya. Inilah diperlukan kerjasama dan komitmen untuk menjaga komunikasi dan rumahtangga agar berjalan sesuai dengan fitrahnya. Dan yang terpenting harta dan materi tidak bisa membeli kebahagiaan.

Mampukah Audi dan Rafa melewati kemelut dalam rumah tangganya yang masih seumur jagung? Sanggupkah cinta menyelamatkan rumahtangga mereka?
Novel ini cocok banget dibaca bagi pasangan yang sudah menikah, bahkan yang belum menikah sekalipun, terutama yang selama ini terlalu sibuk dengan dunia kerja.

"It's funny that the most of the time, the person you love the most is also the person you hate the most."
Profile Image for Emilya Kusnaidi.
Author 3 books40 followers
November 27, 2015
Buku pertama dari Nurilla Iryani yang saya baca. Sebetulnya udah punya yang DFWL sih, tapi akhirnya milih baca TMRC duluan.

Bukunya tipis, kelar dalam dua jam kurang sewaktu jaga bangsal. Saya suka cara bercerita Nurilla, asyik dan lancar. Enak aja bacanya, kayak ngobrol sama teman sendiri.

Tema yang diangkat sih, sebetulnya cukup generik; tentang naik turunnya pernikahan. Mengingatkan saya tentang buku-buku sejenis; Divortiare-nya Ika Natassa, I Owe You Love-nya Sarah Dezaky, dan lain-lain. Nggak apa sih, sebenarnya. Toh memang ada pepatah yang mengatakan bahwa there’s nothing new under the sun. Jadinya semua itu tergantung cara penulis menyampaikan karyanya.

Tapi, bagi saya buku ini sama kasusnya dengan I Owe You Love. Karakternya rada-rada nyebelin.

Saya nggak suka dengan karakter Audi. Dan saya juga nggak ngerti kenapa bisa cinta Rafa segitunya – padahal Rafanya juga super nyebelin. Ugh, memang sih, cinta nggak butuh alasan. Cuma rasanya karena semua mengatasnamakan ‘cinta’ dan pernikahan, saya jadi sedikit jengah. Selain itu, Audi cukup impulsif dan kekanakan, membuat banyak salah paham yang harusnya bisa dihindari malahan jadi nggak terhindarkan. Kalau dihitung, banyak banget lho kebetulannya dalam novel ini.

Karakter Rafapun, sebagai hero juga nggak begitu menarik. Workaholic (kenapa sih, semua novel sejenis juga punya hero yang workaholic?), dan dingin. Tapi minusnya lagi, Rafa ini childish banget dengan semua kata-katanya yang doeng abis. Minta ditabok. Kalau Rafa cowok saya, mungkin udah saya putusin dari kapan tau. Haha!

Pun karakter Yoga, juga biasa saja. Digambarkan terlalu sempurna dan terlalu pengertian. Rada bosen, dan nggak ada twist-nya gitu. Jadi terasa satu dimensional aja.

Klimaks ceritanya sendiri rasanya agak mengambang. Cuma letupan-letupan kecil tanpa ledakan maksimal. Sebut saya pecinta drama, tapi saya lebih suka konflik yang menukik :p

Overall, buku ini bacaan yang menghibur. Menarik sih, Cuma kayaknya saya belum bisa relate karena nggak mengalami sendiri. 2.5 out of 5. Dibulatkan ke atas karena lumayan membunuh jam jaga.

Profile Image for Ega.
63 reviews1 follower
January 22, 2014
Ternyata kehidupan setelah menikah itu tidak seindah yang diimpi-impikan yah.. Lihat saja Audi dan Rafa. Kehidupan pernikahan yang dijalani mereka ternyata sangat tidak gampang. Audi ini seorang wanita karir. Namun, meski begitu Audi sering sekali merasa kesepian. Karena apa? Karena setiap hari suaminya selaaalu pulang larut malam, jauh berbeda dengan jam kepulangan Audi.

Pertengkaran muncul apabila Audi mulai menyinggung soal kesibukan suaminya. Belum lagi bertemu kembalinya Audi dengan sang mantan pacar. Seolah belum cukup, kehidupan pernikahan mereka tambah diuji dengan kehamilan Audi. FYI, Audi dan Rafa sepakat untuk menunda kehamilan karena Rafa merasa belum siap untuk menjadi ayah.

Kehidupan rumah tangga jadi seperti neraka. Yoga, mantan Audi pun seolah berusaha membuat Audi kembali padanya. Mampu nggak sih Audi dan Rafa mempertahankan rumah tangganya?

Buku ini okelah dibaca oleh pasangan-pasangan muda yang baru menikah. TMRC memberitahukan kita bahwa setelah perhelatan pesta pernikahan yang disusul bulan madu, ada kehidupan nyata yang menanti. Dan sayangnya itu tidak semudah dan seindah yang dibayangkan. Hahahah... hayyolooo... yang mau nikah. Siap nggak?

Saya tetap suka cara Nyiell berceloteh di buku ini. Sama sukanya dengan novel sebelumnya, Dear Friend With Love. Satu-satunya hal yang bikin jengkel, kenapa sih novel ini tipiiiiss banget. Jadi cepet banget kelar loh bacanya. Aaaaakkk.. saya mau lebiiiihhh...!!

Kalau Dear Friend With Love sih ya, karena genrenya remaja, atau young adult menurut saya, ngga masalah kalau tipis. Tapi kalau TMRC, pinginnya tebel!!

Hahahaha.. saya egois sekali ya! Bravo ya Nyiell, udah bikin saya bete abis karena novelnya cepat kelar. :D
Profile Image for ABO.
419 reviews47 followers
February 2, 2015
http://ariansyahabo.blogspot.com/2015...

Ini merupakan buku terbitan Stiletto pertama yang saya baca :D kisahnya nggak baru-baru amat sih, tentang lika-liku kehidupan pernikahan yang menghadapi berbagai cobaan mulai dari waktu yang tersita perkerjaan, sampai dengan kehadiran orang di masa lalu.

Kerennya, buku ini bisa saya habiskan dalam waktu sehari saja. Waktu yang singkat untuk ukuran saya. Mungkin karena bukunya ringan alias nggak terlalu berat untuk dicerna, yang jelas penulisnya berhasil mendistraksi saya untuk tetap baca buku ini, konflik yang dihadirkan seru dan emosi yang dirasakan karakter Audi nyampe ke saya.

Tapi sayang, ketika sampai di puncak konflik, belum lama udah sampe ending aja nih -_- saya setuju dengan review-review orang yang bilang kalau endingnya buru-buru banget. Kecepetan! Seharusnya bisa dipanjangin sedikit lagi sik, biar kesannya Audi nggak terlalu gegabah mengambil keputusan.

Dan seperti chicklit pada umumnya, buku ini juga punya “bahasa gado-gado” alias ada sedikit-sedikit menggunakan bahasa Inggris. Nggak masalah sik kalo nyambung dengan konteksnya atau nggak keliatan aneh. Tapi saya menemukan ada yang janggal, seperti kalimat yang kurang lebih begini: “Aku bahkan curiga deep down inside aku merindukan meeting dengan Yoga di tempat ini.” Menurut saya janggal kalimatnya, kenapa nggak pake “jauh di dalam lubuk hatiku” atau kalimat bahasa Indonesia yang lain? Nggak terlalu penting sik, cuma sedikit mengganggu saya :D

Yang paling saya sayangkan ya masalah penyelesaian konfliknya yang kecepetan, atau bisa dibilang saya mengharapkan buku ini akan lebih panjang :D jadi, 3 bintang pantas diberikan buat buku ini :))
11 reviews3 followers
August 26, 2016
Sebenernya menurutku tema dan konflik pernikahan kayak gini udah cukup umum diangkat dalam novel, tapi menurutku cara mbak Nurilla cerita dan karakter tiap tokoh bikin novel ini jadi beda. Tapiii, aku kok ngerasa ada yang kurang ya. Mungkin karena halamannya gak terlalu banyak jadi aku ngerasa kurang puas gitu sama interaksi antara Rafa dan Audi. Aku juga jujur kurang terlalu suka dan bingung sama karakter Rafa. Oke, aku ngerti mungkin karakternya cuek tapi kok aku nggak bisa ngerasain sayangnya Rafa ke Audi ya. Gak ada gitu sikapnya Rafa ke Audi yang ngegambarin kalo dia sayang banget sama Audi kecuali di bagian" terakhir. Aku malah lebih ngerasain rasa sayangnya Yoga ke Audi. Mungkin karena interaksi mereka lebih banyak kali ya. Sebenernya tokoh Rafa ini ngingetin aku sama Beno di Divortiare-nya Ika Natassa. Tapi kalo disana aku bisa ngerasain kalo Beno itu sayang banget sama Alex. Mungkin balik lagi ke kurang banyaknya halaman dan interaksi antara Rafa dan Audi. But overall, novel ini worth reading kok.
Profile Image for Halida Hanun.
325 reviews13 followers
February 26, 2014
dari segi emosi, lebih suka TMR daripada DFWL. boook, siapa sih yang nggak gregetan lihat lakik kek Rafa. terus gimana nggak bikin pengin noyor-noyor Audi yang plin-plan?

tapi selama baca, jadinya malah mikir ini cerita tentang Audi-Rafa atau Audi-Yoga? soalnya porsi Audi-Yoga ini lebih besar. belum lagi kisah flashback mereka dulu, dibandingkan dengan kilas balim cerita Audi-Rafa yang cuma secuil. Baru ngeh pas baca bukunya. waktu baca blognya sih biasa aja. mungkin karena merasa disuguhkan konflik tiap minggunya jadi hal tersebut luput dari perhatian.

selain itu, harapannya sih nggak cuma bahas sisi downs dari pernikahannya ya. kan ingin juga lihat sisi ups-nya, yang mana cuma ada sedikiiiiiittt banget di bukunya.

dan endingnya pun buru-buru BANGET! dengan apa yang telah dilakukan Rafa, kalau saya sih nggak akan mengambil keputusan seperti yang Audi lakukan. setidaknya tidak dalam waktu sesingkat itu.
Profile Image for Afifah Mazaya.
122 reviews7 followers
September 7, 2016
Seperti judulnya, novel ini benar-benar memberikan efek roller coaster dari pernikahan Audi dan Rafa Baru sebentar naik, tahu-tahu turun, naik lagi, turun lagi. Saya bahkan merasa belum lama membuka novel ini, tanpa sadar sudah menutupnya lagi.
Saya benar-benar bingung bagaimana menulis review ini karena rasanya jleb banget, tapi saya berharap kaum urban, kaum workholic, dan semua yang masih satu Ordo, membaca novel ini. Anyway, saya bilang "jleb" bukan karena pernikahan saya seperti roller coaster juga. No, I 100% single and still have status as Mahasiswi. Tapi, walau roller coaster saya masih lempeng, saya baru menyadari bahwa kadang satu-satunya fungsi rumah yang masih saya gunakan adalah tempat beristirahat alias tidur. Yaaah, 11-12 sama Rafa lah.
Read more: http://theladybooks.blogspot.com/2014...
Profile Image for Herlina P Dewi.
Author 9 books31 followers
January 4, 2014
Tetap saja berbeda sensasinya ketika baca dalam bentuk print-out A4 dengan bentuk cetak seperti ini. Sensasi roller coaster-nya juga masih berasa banget. Berkisah tentang pasangan urban, Audi dan Rafa, yang baru saja menikah dan harus melewati berbagai tantangan dalam hubungan mereka. Suka banget dengan novel ini; gaya nulisnya Nurilla Iryani yang lincah, kata-kata yang quotable, serta tema yang dekat dengan kehidupan nyata tapi dikemas dengan penuturan dan plot yang SEGAR. Semuanya itu membuat novel ini sangat enjoyable, jangan heran kalau tahu-tahu sudah ada di halaman terakhir :) Love it! Secepatnya akan aku buatkan Behind The Book--kisah seru di balik proses pra cetak novel ini. Anyway, selamat ya buat Nurilla, semoga lebih sukses dari novel pertamanya, amin.
Profile Image for Qiserra.
42 reviews1 follower
August 18, 2014
Hore aku bikin review lagi .
cap cus review deh

yang tjakep dari nih buku :
1. Cerita rumah tangga , jarang yang ambil nih cerita . mungkin karena belum ngalami jadinya jarang yang model cerita kayak nurila.
2. Karakter si rafa dan istrinya cocok menurutku , karakternya berasa seumuran sama aku
3.konfliknya sederhana tapi ngena di hatiku , jadi ikut pusing sama nih konflik.
4. Alurnya santai jadinya bikin ketagihan baca sampai akhir.
5. Nih buku bikin aku pengen nikah tapi nggak pengen di datengin mantan karena mantan tempatnya di mana lalu .

jeleknya nih buku
1. Terlalu tipis nih buku menurutku

segitu aja deh jeleknya , soalnya semakin aku pikirin semakin pusing

maaf kalau nggak suka sama review saya , saya hanya berpendapat apa-adanya
Profile Image for Titish A.K..
Author 1 book133 followers
December 14, 2015
Belum lama ini baca Coupl(ov)e yang juga bercerita tentang kehidupan rumah tangga dan merasa ceritanya terlalu dipanjang-panjangin, tapi begitu baca novel ini jadi lebih bisa memaklumi Coupl(ov)e, hehe. Jangan dipanjang-panjangin, tapi penyelesaiannya juga nggak sekilat ini juga kali~ Kayaknya kok

2 koma sekian sebenarnya. Meskipun banyak joke, nuansa novel ini surem benerrr. Lebih suka DFWL yang bernuansa ceria.
Profile Image for Noni Rosliyani.
25 reviews
July 8, 2014
Tulisan mbak Nuril yg khas, chezzy, alur cepat, dan mudah membuat pembaca jatuh hati. Tentang roller coaster pernikahan Audi dan Raka, hadirnya org ketiga di kehidupan mereka, yaitu mantan Audi, si Yoga.

Karna alurnya yg cepet, bikin bertanya2 dikit sih.. Kan pertama diajak makan sm Yoga, Audi menolak dan bilang besok aja ya.. Nah, itu mereka jdi ketemu nggak ya? Krn tiba2 plot maju dgn sangat cepat ke pertemuan mrk saat di meeting Prima food.

Adegan yg bikin sedih dan jengkel adlh di plot akhir Audi dan Raka bertengkar di kamar rumah orgtua Audi di Jogja. Aarrgghhh... Raka ini suami yg nyebelin banget sih.. Sini tak pites pinjem jempolnya gajah.
Profile Image for Shaa.
16 reviews1 follower
December 3, 2014
umm ceritanya oke .
kurangnya cuma satu: KURANG BANYAK :p

ahahaha , berkisah tentang kehidupan rumah tangga pasangan modern
sang istri yang berkarir sesuai jam kerja sedang suami kelewat sering overtime pekerjaan , kebayang kan perasaan sang istri yang pengen manja manja sore gabisa , akhirnya dilampiaskan dengan belanja butik ke butik menjadikan suami mikir kebahagiaan istrinya hanya tentang pemenuhan kebutuhan belanja saja , cerita diwarnai beberapa kesalahpahaman dan keegoisan yang bikin gregetan , tapi happy ending kok , ahiiirr :)

cocok nih dibaca buat suami suami workaholic ,
jangan sampe deh pernikahan sekedar workshop , suami work istri shop xD



Profile Image for Marina Lee.
65 reviews26 followers
April 14, 2015
Ceritanya mirip-mirip buku sejenis yang gue baca kemarin.

Lagi-lagi tentang pernikahan, suami yang ngeselin dan gak ngerti maunya si bini apa, dan mantan yang muncul lagi. Gue pecinta mainstream sih. Tapi ya gak gini juga.

Kok kayaknya sekarang ini penulis kayak latah gitu sik, yang satu nulis begini, eh gak lama muncul buku-buku lainnya yang sejenis. Kayak mereka semacem dapet arahan yang sama gitu. (lho, gue malahan jadi curhat).

Plusnya, gaya ceritanya enak. Ceplas-ceplos dan lebih seru aja daripada buku yang kemaren.
Profile Image for Nadia Qorina.
29 reviews2 followers
March 6, 2014
Geregetan banget sama dua tokoh utamanyaaa...
Rafa yang cuek banget plus Audi yang masih labil. Ngga kebayang kalau saya yang hidup bersama Rafa, udah kabur dari dulu-dulu kali yaaaa.. Ahaha..

Kerenlah! Apalagi pas drama romantis-nya di Jogja.
Bikin hasrat ingin menikah menjadi semakin menggebu.. :p

Cocok banget nih buat perempuan-perempuan yang ingin menikah segera, biar ngga kaget nantinya menghadapi suami dan mengambil sikap sama mantan yang ingin "mencoba" lagi :)
Profile Image for Just_denok.
366 reviews7 followers
January 8, 2015
Ceritanya bagus, ngalir, aku suka konfliknya. Cumaaaa, tempo konfliknya terlalu singkat. Saat aku ngrasa mulai greget dengan konflik cerita, tiba2 udah muncul aja penyelesaiannya. Dan selesai gitu aja. But, secara keseluruhan, ceritanya bagus kok. Sebenarnya aku ngalamin beberapa de javu dengan novel lain saat membaca novel ini. Tapi hanya untuk garis besar nya saja, eksekusi sih jauh beda ;).

Pengen segera membaca novel karya penulis yang lain :).
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
February 21, 2016
2.5 bintang dari aku.
Hmm..
Gimana ya..
Aku nggak suka semua karakter di novel ini, nggak suka konfliknya, nggak suka pengeksekusian masalahnya, nggak suka plotnya, kayaknya hampir nggak suka semuanya deh.

Ceritanya emang mengalir dan aku enjoy bacanya.
Tapi maaf mbak Nurilla, overall aku nggak begitu suka novel ini.
Profile Image for Andhini.
29 reviews26 followers
October 24, 2014
Sebenernay sih ratingnya 3.5 lah tapi karena engga ada jadi 3 deh..
Audi : aku kira awalnya dia wanita karir yang gg mau murut apa kata suaminya tapi ya ampun murut banget.
Rafa : ya jujur sempet sebel aku sama peran satu ini tapi ya pas di ending gg jadi sebel tapi gregetan sama sikapnya :D
Displaying 1 - 30 of 41 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.