Jump to ratings and reviews
Rate this book

Gramedia Writing Project

Di Balik Jendela

Rate this book
“Semua orang, siapa pun itu, selamatkan diri kalian. Tutup pintu rumah, kunci jendela, jangan berada di bawah sinar matahari, jangan keluar. Kalian harus tetap hidup.”

Sela-sela pintu disumpal kain, ventilasi diplester dan dilapis koran. Kalender dinding bekas bergambar kartun yang dulu Omar dapatkan dari TK-nya, sekarang menempel di jendela. Memandang Omar, mentertawakannya. Menghalanginya dari cahaya matahari sore. Menutup matanya, membungkamnya.

Mama bilang, permukiman mereka diserang monster. Sebuah pesawat membawa sekumpulan monster yang memakan semua manusia di bumi. Mungkin sekarang hanya segelintir manusia yang tersisa. Mereka yang di luar harus berjuang untuk hidup. Tapi Mama bilang, mereka bisa bertahan. Asal Omar tidak membuka jendela.

256 pages, Paperback

Published December 27, 2023

6 people are currently reading
105 people want to read

About the author

Eunice Sonie

2 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
17 (11%)
4 stars
77 (50%)
3 stars
53 (34%)
2 stars
5 (3%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 30 of 48 reviews
Profile Image for Fahri Rasihan.
478 reviews123 followers
January 25, 2024
• Judul : Di Balik Jendela
• Penulis : Eunice Sonie
• Penyunting : Dwi Ratih Ramadhany
• Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
• Terbit : Desember 2023
• Harga : Rp 79.000
• Tebal : 256 halaman
• Ukuran : 13.5 × 20 cm
• Cover : Soft cover
• ISBN : 9786020675091

"𝘈𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘯𝘵𝘰𝘯 thriller 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘯𝘤𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘳𝘦𝘯𝘢𝘭𝘪𝘯𝘬𝘶 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪. 𝘛𝘦𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘭 𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘥𝘪 𝘥𝘦𝘱𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘢𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘮𝘱𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳 𝘫𝘦𝘳𝘯𝘪𝘩." (hal. 44)

Tidak lama setelah Yohan pergi untuk dinas ke luar kota, Lisa menemukan jika dunia di luar rumahnya telah dikuasai oleh sekelompok monster. Hal ini dia saksikan sendiri tatkala tukang roti keliling langganannya tewas dibunuh sesosok monster. Lisa pun bergegas untuk menutup semua akses masuk ke dalam rumah, mulai dari menutup kaca jendela dengan koran dan poster hingga menyumpal lubang di bawah pintu dengan kain. Seketika cahaya menjadi redup dan sirkulasi udara rumah pun mulai pengap.

Lisa hanya memikirkan keselamatan anak semata wayangnya, Omar, agar tidak melihat sosok monster menyeramkan yang ada di luar. Apalagi setelah kecelakaan yang menyebabkan Omar menjadi bisu dan tuli, Lisa semakin protektif dalam menjaga anaknya tersebut. Lisa bisa dibilang mengalami trauma mendalam akibat kecelakaan yang menimpa keluarga kecilnya, khususnya menyangkut Omar yang hampir tewas di depan matanya sendiri. Maka menonton film 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 menjadi pelarian bagi Lisa untuk meredam rasa traumanya.

Sialnya, persediaan makanan yang dimiliki Lisa sudah sangat menipis untuk mampu bertahan dari invansi monster. Apalagi BNPB belum mengonfirmasi kapan bantuan akan diberikan kepada masyarakat. Omar yang selalu ditemani oleh kucing kesayangannya, Pelong, dilarang Lisa untuk mengintip ke jendela agar tidak melihat monster menyeramkan yang ada di luar. Para tetangga di sekitar rumah Lisa pun sepertinya tidak ada yang selamat. Mau tak mau, Lisa mesti pergi mengambil persediaan beras di warung Bu Lisna malam pada malam hari jika ingin bertahan di dalam rumah. Pasalnya, menurut informasi yang dirilis BNPB, monster-monster tersebut akan lebih pasif di malam hari.

Berbekal kapak milik Yohan, Lisa pun bergegas pergi ke warung Bu Lisna. Nahasnya, Lisa harus berhadapan dengan monster yang memergokinya. Sementara bagi Omar sendiri, apa yang diperintahkan oleh ibunya selalu dia turuti. Omar khawatir dengan kondisi ibunya yang tampak cemas dan ketakutan dengan situasi yang terjadi. Apalagi kini ayahnya sedang tidak ada di rumah, dan entah akan kembali atau tidak mengingat serangan monster di luar sana. Mampukah Lisa melawan monster-monster tersebut? Bagaimana nasib Lisa dan Omar ke depannya?

"𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯, 𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯𝘰𝘪𝘥 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘩𝘢𝘯𝘵𝘢𝘮𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳." (𝘩𝘢𝘭.87)


Di Balik Jendela adalah novel pemenang pertama lomba novel 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 yang diselenggarakan oleh Gramedia Pustaka Utama dan Gramedia Writing Project. Tidak salah jika novel ini berhasil menjadi juara karena ceritanya memang terbilang unik dan berbeda dari novel-novel 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 Indonesia kebanyakan. Sisi uniknya ini mampu memicu imajinasi yang melahirkan berbagai macam pertanyaan akan jalan ceritanya. Pembaca akan disuguhkan dengan berbagai macam hal yang terasa janggal, tapi tetap layak dicari tahu kebenarannya.

Tidak cukup sampai di situ saja, Di Balik Jendela pun memiliki sampul buku yang menarik. Ilustrasi hasil karya Kesampulan ini menunjukkan berbagai macam aspek yang ada di dalam bukunya. Mulai dari tokoh Lisa, Omar, monster, dan jendela, yang menjadi benang merah dalam jalan ceritanya. Semuanya digambar dalam satu kesatuan membentuk karya seni yang tak hanya sekedar unik, tapi juga memicu rasa penasaran. Dominasi warna hitamnya mampu mewakili kekelaman ceritanya yang memang terasa bengis, tragis, dan sadis.

Cerita 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 yang ditawarkan memang berbeda karena Di Balik Jendela menghadirkan monster yang mampu bikin adrenalin berpacu. Bagaimana usaha Lisa dalam melindungi anaknya dari serangan monster justru malah bikin frustrasi saat dibaca. Kemunculan monster yang tidak terduga ini membuat Lisa parno parah sampai menutup semua akses masuk ke dalam rumah.

Sirkulasi dan pencahayaan rumah pun menjadi buruk sehingga hawa gerah dan pengap mulai terasa. Omar mulai memaklumi perangai ibunya karena tidak ingin memperparah situasi yang sedang terjadi. Apalagi ayahnya, Yohan, sedang tidak ada di rumah dan apakah nyawanya masih selamat di luar sana, mengingat invasi monster yang mendadak.

Usaha Lisa dalam melindungi Omar sebetulnya patut diacungi jempol, tapi sering kali, upaya yang dilakukan Lisa justru malah memicu emosi. Meskipun ruang lingkup ceritanya hanya berkisar di dalam rumah dan sekitarnya, tapi penulis lihai dalam merangkai narasi yang tidak gampang membuat jenuh. Rangkaian ceritanya ditulis secara 𝘵𝘰 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘰𝘪𝘯𝘵 untuk langsung menghipnotis pembaca agar tidak meletakkan buku ini dengan segera.

Di Balik Jendela menghadirkan dua tokoh utama yang berjuang untuk bertahan dari serangan monster di dalam rumah mereka. Pertama ada Lisa, seorang ibu yang tengah berusaha untuk menghadapi rasa traumanya setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawa anaknya, Omar. Namun, nahasnya, secara mendadak muncul serangan monster yang serta merta harus membuat Lisa menjadi sosok yang kuat dan berani. Lisa rela mengorbankan nyawanya untuk melindungi Omar dari serangan monster.

Sementara tokoh Omar adalah sosok anak kecil yang lugu dan polos. Meskipun menjadi bisu dan tuli setelah kecelakaan yang menimpanya, tapi Omar merupakan anak yang cerdas dan perhatian. Ini tampak ketika dirinya selalu menuruti apa pun yang diperintahkan Lisa agar tidak membuat ibunya semakin cemas dan ketakutan.

Dua tokohnya ini berusaha saling melindungi satu sama lain. Lisa berusaha melindungi Omar dari paparan para monster. Sementara Omar berusaha menjaga kondisi psikis ibunya dengan menuruti setiap perintahnya. Namun, di balik kepedulian mereka terhadap satu sama lain, ada luka dan kerenggangan yang menafikan untuk diakui.

Sudut pandang orang pertama akan memberikan rasa takut tersendiri bagi pembaca tatkala tokoh Lisa dan Omar saling menceritakan apa yang mereka lihat dan rasakan. Bagaimana banyak kecemasan yang berkecamuk dalam benak Lisa mengenai hubungannya dengan Yohan, kondisi anaknya, hingga kemunculan monster yang ada di luar rumahnya. Sementara Omar sendiri justru lebih mengkhawatirkan kondisi ibunya yang terlihat begitu frustrasi dalam menghadapi situasi yang terjadi. Alur ceritanya bergerak dengan cepat dan juga 𝘵𝘰 𝘵𝘩𝘦 𝘱𝘰𝘪𝘯𝘵, sehingga mampu meminimalisir rasa bosan.

Gaya bahasanya pun sangat ringan dan sederhana untuk dipahami serta dinikmati. Kelihaian penulis dalam membuat narasi menjadikan buku ini 𝘱𝘢𝘨𝘦 𝘵𝘶𝘳𝘯𝘦𝘳 dan tidak mudah untuk ditinggalkan begitu saja. Walaupun latar tempatnya hanya berkutat di dalam rumah dan sekitarnya, tapi hal itu bisa dimaksimalkan dengan baik. Bagaimana detail dari setiap sudut rumah digambarkan dengan presisi agar pembaca dapat dengan mudah membayangkan kondisi rumah Lisa.

Masalah timbul setelah Lisa mengantar suaminya ke depan rumah untuk berangkat kerja. Niat awal ingin santai menikmati film 𝘵𝘩𝘳𝘪𝘭𝘭𝘦𝘳 kesukaannya, Lisa justru malah menyaksikan kematian tukang roti keliling langganannya yang dibunuh oleh monster. Melihat hal itu, Lisa langsung menutup seluruh akses rumahnya agar tidak bisa dimasuki monster. Jendela ditutup koran dan kolong pintu disumbat kain, hingga membuat sirkulasi dan pencahayaan rumah menjadi buruk. Omar merasa kebingungan melihat tindak-tanduk ibunya yang terlihat sangat paranoid.

Konfliknya sangat menjanjikan ketegangan yang mencekam dengan berbagai upaya Lisa dalam melindungi Omar dari paparan monster di luar rumah. Kondisi Lisa yang paranoid parah membuat frustrasi untuk dibaca karena usahanya dalam bertahan terasa penuh tekanan, khususnya pada Omar. Meskipun dari awal ceritanya sudah sangat mudah untuk ditebak, tapi intensitas ketegangan yang dibangun pada usaha Lisa untuk melindungi Omar dari serangan monster mampu mengaburkan itu semua.

Di Balik Jendela menawarkan cerita psychological-thriller yang intens dan mendebarkan. Banyak sekali isu yang coba dibahas di sini, mulai dari kesehatan mental, disabilitas, keluarga disfungsional, hingga perundungan. Lisa mengalami berbagai macam hal hingga menciptakan ketakutan dalam dirinya. Meskipun Lisa boleh dibilang merupakan korban, tapi ekspektasinya dalam menggantungkan kebahagiaan pada orang lain membuat empati saya sedikit berkurang. Mungkin memang penderitaannya boleh dibilang bertubi-tubi, tapi jika mengharapkan kebahagiaan dari orang lain, sulit rasanya untuk bisa berdamai dengan keadaan.

Meskipun ceritanya tidak berusaha ditutup-tutupi akan apa yang tengah terjadi, tapi kelihaian penulis dalam menciptakan narasi mampu membuat novel ini asyik untuk dinikmati. Banyak sekali faktor-faktor yang menciptakan kondisi Lisa menjadi sangat paranoid, tapi sayangnya kurang digali secara mendalam. Secara keseluruhan, Di Balik Jendela dapat membawa pembaca untuk memacu adrenalin melalui cerita yang sederhana dengan berbagai unsur yang kompleks.

"𝘈𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘢𝘭𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘛𝘝. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘳𝘪𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘮𝘢𝘩. (𝘩𝘢𝘭. 92)

"𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨𝘬𝘶, 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘶𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯. 𝘔𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘪𝘯𝘪. 𝘋𝘪 𝘢𝘯𝘵𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳-𝘮𝘰𝘯𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘪𝘯𝘪." (𝘩𝘢𝘭. 101)

"𝘈𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯. 𝘚𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘬𝘪𝘳, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘔𝘢𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘥𝘪𝘩𝘢𝘳𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢?" (𝘩𝘢𝘭. 110)

"𝘒𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨-𝘬𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘪𝘵𝘶. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯, 𝘬𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨-𝘬𝘢𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘶𝘱𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘯𝘰𝘳𝘮𝘢𝘭." (𝘩𝘢𝘭. 133)

"𝘔𝘦𝘯𝘥𝘢𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘳𝘪𝘯𝘥𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘥𝘪 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘮𝘦𝘭𝘶𝘬 𝘤𝘢𝘯𝘨𝘬𝘪𝘳 𝘵𝘦𝘩 𝘩𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵. 𝘚𝘶𝘢𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘵𝘪𝘬𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘪-𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘢𝘳𝘨𝘢, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘰𝘮𝘦𝘯 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘵𝘶-𝘴𝘢𝘵𝘶𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘰𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘥𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘪𝘯𝘪." (𝘩𝘢𝘭. 138)
Profile Image for Pradnya Paramitha.
Author 19 books459 followers
April 18, 2024
Ketika suaminya dinas keluar kota selama seminggu, Lisa mendapati kompleks perumahannya diserang oleh monster-monster yang memakan manusia. Untuk menyelamatkan diri, Lisa mengurung dirinya sendiri dan Omar, anaknya yang berumur 9 tahun di dalam rumah. Namun, tentunya mereka nggak bisa bertahan di dalam rumah itu selamanya, apalagi ketika monster-monster memgepung rumah mereka.

Baguuusss. Nggak heran jadi juara satu. Ngeri adalah perasaan yang kualami setelah menuntaskan buku ini. Ngeri soal apa? Aku nggak akan bilang, karena itu bakal langsung spoiler fakta soal plotnya. Walaupun begitu, aku lumayan yakin kalo pembaca bakal bisa langsung nebak plotnya begitu mulai membaca novel ini. Nggak masalah kok, malahan tebakan itu bisa membantu membangun tensi cerita jadi menegangkan.

Aku agak bosan di bagian tengah karena Lisa "sibuk sendiri" dengan pikirannya. Tapu menjelang akhir, deg-degannya makin kerasa. Oh ya, sayang sekali bagian reveal faktanya kurang smooth karena langsung jumping ke POV Yohan. Sayang banget sih ini karena berasa kayak antiklimaks gitu :( yah, walau habis itu ada klimaks lagi sih. Yang adegan sumur kering itu sungguh mencengangkan 😭😭

Narasinya kuat dan solid. Informatif, hidup, dan nyaman sekali dibaca, meski ada beberapa bagian yang repetitif, tapi nggak mengurangi keseruannya.
Profile Image for Arutala.
506 reviews1 follower
September 26, 2024
Yang paling keren dari novel ini adalah ide dan premis ceritanya. Menempatkan perempuan seorang diri bernama Lisa dengan anaknya-Omar di rumah selama berhari-hari menjadikan kisahnya tak melulu soal kediaman dengan sudut rumah, gudang atau ruang bawah tanah namun juga unsur thrillernya yang pecah.

Membaca sepak terjang Lisa yang ketakutan terhadap monster terus terang rada mengada-ada namun sepanjang cerita kita disuguhi kengerian yang begitu 'nyata'. Karakter dan latar kehidupan penuh trauma pasca kecelakaan yang diderita ibu dan anak ini sangat menonjol dan sangat memperkuat cerita.

Alur cerita rapi, padat, sangat hidup terutama ketika hubungan Lisa dengan para tetangga memburuk dan kehadiran monster yang berulang-ulang. Aksi menebas pakai kapak dan menjatuhkan Omar ke sumur memang memantik ketegangan banget sih.

Seru terutama ketika Lisa yang rapuh ternyata punya kemampuan mencengangkan dan semakin berakhirnya cerita, intensitas ketegangan begitu membuncah dan mengungkap hal yang alih-alih melegakan ternyata malah jadi plot twist yang dahsyat. Gak heran novelnya juara.
Profile Image for Amaya.
745 reviews57 followers
February 29, 2024
Actual rating: 3,8

Lisa mengantar kepergian suaminya untuk perjalanan dinas. Dia mendengar suara tukang roti. Tukang roti itu digigit monster mengerikan ketika Lisa hendak mencegatnya. Lutut Lisa gemetar dan akhirnya berhasil masuk rumah. Semua jendela dan celah pintu ditutup aksesnya. Berita di TV mengabarkan ada serangan monster di seluruh wilayah. Lisa takut menghadapi semua sendirian. Terlebih hanya bersama Omar, anaknya yang Tuli dan Bisu. Lisa butuh suaminya, Yohan. Kehidupan makin sulit setelah wabah monster muncul. Lisa berusaha melawan para monster. Beberapa monster berhasil ditumbangkan. Monster itu ternyata berdarah merah juga, sama seperti Lisa. Omar harus diselamatkan, tetapi para monster mulai mengepung rumah mereka.

Sejak awal baca blurb, aku berpikir apakah buku ini bakal jadi Bird Box atau A Quiet Place versi lokal. Omar, karakter anak berusia 9 tahun yang dilarang ibunya melihat keluar jendela sama persis dengan keadaan Boy & Girl yang dilatih menjadi buta sejak bayi oleh Malorie. Tapi, ada batasan yang membedakan mereka, seperti misalnya Lisa tetap bisa melihat meskipun berada di luar atau melihat ke luar jendela. Dan jujur, penggambaran terornya bikin merinding.

Wabah zombi menjadi tren belakangan ini, buku ini menawarkan villain baru, monster. Ya, monster yang ada di sampul itu. Ada efek getaran ketika dia berada di sekitarmu.

Sepanjang alur, kita diajak untuk melihat cara Lisa bertahan hidup di tengah kondisi yang tidak menguntungkan. Terjebak di rumah sendiri secara harfiah aman, tetapi seminggu terlalu lama. Bahan makanan, energi listrik, air, dll, lama-lama akan habis juga. Sehemat apa pun kita mengonsumsinya.

Perlahan pembaca diajak mengupas sedikit demi sedikit mengenai backstory Lisa serta Omar. Kisahnya nggak bisa dibilang membahagiakan. Rasanya kepengin tarik Lisa jauh-jauh dari sumber masalahnya. Berat banget dan aku sarankan sebelum baca cek trigger warning dulu.

Nah, habis ini aku mau mengoceh panjang kali lebar kali tinggi dan kemungkinan bakal mengandung spoiler, jadi jangan dibuka kalau nggak ingin kena "getah". Oke?


Bagian yang agak kurang bagiku di suara karakter Lisa dan Omar hampir sama. Bedanya, Lisa dibuat tertata, sedangkan Omar sengaja dibuat bengkok sedikit di sana-sini untuk membedakan. Penggunaan ragam bahasa yang nonformal juga kurang bisa membantu sebenarnya. Yang ada malah susunan kalimatnya malah terkesan kurang rapi. Plus ada typo, lumayan sih, tapi yang agak mengganggu itu penggunaan preposisi di yang digabung padahal tidak menunjukkan tempat atau waktu.

Aku suka dengan ide dan premis ceritanya. Isu yang dibawa juga walaupun cukup berat, tapi bisa menjadikan alurnya lebih thrilling. Good job!
Profile Image for wulan.
244 reviews7 followers
March 16, 2025
pertama tama buku ini beneran bikin aku tercengang 🤯 aku emang sempet curiga sih setelah lama kelamaan masuk ke dalam ceritanya dan ternyata memang patut dicurigai 😀

di sini pov nya ganti ganti, tapi gak bikin bingung sama sekali. ada sih, di satu bab, kayaknya emang kesalahan ya (?) lagi ngikutin pov omar, tapi tiba tiba berubah jadi pov lisa.

jadi, kita akan mengikuti kehidupan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari 3 orang, yaitu pasangan suami istri bernama yohan dan lisa, juga anaknya omar yang berumur 9 tahun.

suatu pagi yohan pergi dinas selama seminggu, meninggalkan istri dan anaknya berdua di rumah. dari pov lisa, kita tau bahwa omar lebih nempel ke yohan daripada ke lisa. gak lama setelah itu lisa melihat monster memakan tukang roti yang biasa lewat di depan rumahnya.

lisa otomatis panik dan ingin melindungi anaknya. sebagai informasi, karena kecelakaan, omar menjadi tuli dan bisu.
setelah melakukan pengamatan, lisa menyimpulkan bahwa mereka gak boleh bersuara agar tidak dimakan mosnter.

sialnya, persediaan makanan hanya cukup untuk kira kira seminggu ke depan. apalagi bnpb rasanya tidak dapat diandalkan di situasi genting seperti ini. lisa pun bertekad untuk pergi ke warung di kompleks perumahannya dengan membawa senjata untuk melindungi diri.

menurut aku alur bukunya agak sedikit lambat, tapi cukup bikin tegang dengan penggambaran monster, juga kegelisahan yang dirasakan lisa dan omar.

narasinya juga nyaman banget dibaca, gak ada kesulitan buatku mengikuti ceritanya. jujur awalnya agak skeptis saat baca pov omar karena terkesan terlalu dewasa untuk anak seumuran dia (?) tapi ada penjelasan kalau omar ini cerdas jadi ya okelah.

aku cukup suka sama cara penulis mengakhiri ceritanya, meski aku masih butuh penjelasan lebih. tapi kalau dipikir pikir memang ceritanya cukup sampai di sana.

trivia: sempet ngira ini tuh buku terjemahan, tapi ternyata bukan! ini dari penulis lokal. untuk ukuran debut novel, ini ceritanya mantep banget sih 👌 risetnya gak main main pasti.
Profile Image for Autmn Reader.
881 reviews92 followers
November 9, 2024
Emang jangan terlalu berekspektasi aja, sih, wkwkwk.

Awalnya aku heran, ini thriller tapi kenapa lebih ke survival. Terus nggak ada bagian thrilling-nya juga. Buku ini juga 90% narasi dan di beberapa kesempatan aku ngerasa bosen juga bacanya. Soalnya terlalu sepi. Dan itu poin plus sih harusnya karena tulisannya bisa portray keadaan di bukunya yang juga sepi.

Hubungan Omar sama Lisa-nya kuat, terus back story Lisa juga kuat. Jadi tuh aku sepanjang baca ini betul-betul bersimpati banget sama Lisa. Sedih karena Lisa harus ngalamin nasib kayak gitu.

Revealing di akhirnya juga walaupun gejala Lisa dibahas sedikit tapi bisa ke eksplor dengan baik karena sepanjang buku beneran menggambarkan keadaan Lisa.

Sayangnya, buku ini enggak memberikan apa yang aku cari. Bagian-bagian yang harusnya bisa jadi klimaks cerita malah anti klimaks karena di cut gitu aja.

Oh ya satu lagi. Trigger warning banget ya ini ada kekerasan pada hewan. Sedih bgt aku tuh kenapa di buku thriller Indo, pada seneng bawa hewan lucu nan imut dan kiyut untuk dijadiin korban kebejatan tokohnya 😭😭
Profile Image for ginevieve.
31 reviews
December 29, 2025
Premisnya menarik, udah lama penasaran mau baca buku ini. Ga ekspek bakal ada aspek psikologisnya karena kukira bakal lebih ke survival aja. Suka banget sama penggambaran suasana mencekamnya, jadi berasa ikutan tinggal di rumah itu bareng Lisa dan Omar. Apalagi pake sudut pandang orang pertama jadi kayak makin "nyatu" sama pemikirannya Lisa. Sebenernya dari awal udah bisa nebak plotnya sih karena cluenya udah disisipin di beberapa tempat. Tapi aku tetep enjoy banget bacanya karena se-page turner itu!
Profile Image for Anes.
137 reviews2 followers
February 2, 2024
Thriller yang sangat psikologis..
Kalo dinilai berdasarkan thriller nya, ini plot nya ketebak banget. Penyebaran clue terlalu jelas, jadinya waktu masuk ke twist udah gak kaget.. ketegangannya pun kurang.
Kalo dinilai berdasarkan sisi psikologis nya, ini baru ngena banget.. susah jelasinnya, pokoknya ngena banget lahh.. bikin sedih dan prihatin.

dann.. karena ini juara lomba novel thriller, makanya aku ga bisa kasih rating yg lebih tinggi. Krn poin2 thriller yang aku sebut di atas.
Kecuali kalo ini terbitnya masuk ke psikologis gitu, mungkin aku bisa kasih rating lebih tinggi..
Profile Image for Farell Irsyaf.
6 reviews
May 1, 2024
Narasinya ngalir banget, buat alurnya sih kebaca untuk aku, endingnya bakal kaya gimana, tapi ga menghilangkan sisi menegangkannya tetep dapet banget apalagi pas momen prediksiku divalidasi dan pov kita berubah bikin “astaga, Lisaa…”
This entire review has been hidden because of spoilers.
62 reviews2 followers
April 20, 2024
premisnya bagus dan unik, tapi sayang nggan cocok dengan selera gue. monster2an sulit dicerna akal sehat gue tak seberapa. udah ketebak arahnya ke mana. lalu, dominan narasi bikin gue ngantuk. ntah kenapa terasa manjang2in jumlah kata. contoh nyalain genset aja mesti satu bab 5 halaman. terus gue kzl sama dion, udah tau kondisi bininya, malah ditinggal keluar kota -_-

yang gue suka adalah kuat motif dan ilmu psikologisnya.
Profile Image for Pinu..
24 reviews3 followers
December 31, 2024
Aku sudah tahu endingnya seperti apa hanya berdasarkan cover dan sinopsisnya. Gak ada plot-twist, karena yaa bener-bener ketebak sama aku. Mungkin karena aku yang duluan membaca Rumah Lebah baru ke cerita ini, jadi aku familiar dengan motifnya. Cuma buku ini oke lah untuk adrenalinnya. Lumayan.
Profile Image for Ayudisa Bestari.
53 reviews1 follower
December 22, 2024
⚠️ Before you read this book, please check the trigger warning. This book has a lot of trigger warning such as animal death, child abuse, self-harming, and many more. So, please beware. ⚠️

Ketika sang suami pergi dinas ke luar kota selama seminggu, Lisa bersama anaknya, Omar mengalami kejadian yang begitu mengerikan yaitu terjadi penyerangan oleh monster-monster di kediaman rumahnya. Lisa dan Omar memilih mengurung diri di rumah untuk bertahan hidup. Segala cara mereka lakukan untuk bertahan hidup. Hari demi hari mereka lalui sampai di mana mereka akhirnya memutuskan untuk melawan monster tersebut.

Suka sekali dengan hubungan ibu dan anak antara Lisa dan Omar pasca trauma kecelakaan yang mereka alami. Untuk konfliknya sangat ringan dan untuk alurnya menurutku bisa dengan mudah ditebak. Penulisannya juga sangat rapih dan untuk pov buku ini sebagian besar menggunakan pov Lisa jadi dapat menambah ketegangan saat membaca.

Worth to read buat kalian yang suka dengan genre thriller mystery. Apalagi menurutku buku ini lebih mengarah ke psychological thriller.
Profile Image for Rima Bilaut.
15 reviews
April 14, 2024
Alurnya rapih dan baru awal-awal sudah terserap dalam cerita. Keren!

Aku suka karena sepertinya pembaca sepertiku diajak untuk menebak Plot twistnya melalui petunjuk-petunjuk disediakan oleh penulis sendiri. Perasaanku saat membaca novel ini, mirip seperti membaca Katarsis nya Anastasia Aemilia. Pantes terpilih sebagai pemenang I Lomba Menulis Novel Thriller nya GWP x GPU, novel ini masuk dalam kategori thriller psikologis. Adrenalinku benar-benar terpacu. Banyak selamat kak Eunice!
Profile Image for Septiani Amzar.
6 reviews
July 10, 2024
Jadi ini cerita tentang seorang Ibu bernama Lisa yang survived dalam rumahnya bersama anak semata wayang, Omar yang berada dalam kondisi bisu dan tuli. Asliii vibes sesak dan sedih dalam rumahnya kerasa bangett🥲😭

Awal-awal halaman, jujur aku merasa gak seseru itu dan agak boring🥲. Waktu itu aku masih butuh penyesuaian, tapi masih penasaran banget dengan apa sebenarnya yang terjadi sama Mama Lisa.

Semakin ke belakang tiba-tiba jadi page turner😚 semakin bermunculan informasi-informasi kecil yang satu persatu menjawab pertanyaan2ku.

Mama Lisa, si hobi nonton thriller memiliki banyak masa lalu yang suram dan kompleks. Nah ini bagian yang bikin terharu polll😭

Novel ini menggunakan berbagai pov dari karakter Lisa, Omar dan Ayah Yohan. Dan bagian pov Omar adalah bagian yang paling aku nantikan karena part itu mengandung sadness dan bikin kita kayak nemu kunci pembuka gitu🥹

Bagian lain yang paling kusuka adalah narasinya friendly reader. Fantasy thrillernya memang tidak seseru itu karena poinnya bukan itu, aku pahaaam sekaranggg dan pastinya plot twistnya dapettt, apalagii si kucing Pelong bikin merindingggg😰🤢🤮

Ditinjau dari sisi mental health novel ini recomended, bahwa kamu harus menjaga kewarasan dirimu sendiri.

Kereeen, sih bisa menyatukan thriller dengan mental health. Siapa sangka, kan novel monster-monster ini ternyata berisi daging yang membahas seputar kesehatan mental.

Aku suka beberapa kutipan dalam novelnya😍
🪶 Harapan kadang-kadang bisa membunuhmu
🪶 Sebelum semuanya sangat hening, aku pernah mengenal dunia yang cantik itu
🪶 Kebahagiaan, rasa cinta, tidak bisa membayar apa yang selama ini Lisa butuhkan. Kekejaman masa lalu adalah titik terberat untuk menjadi dewasa
Profile Image for Finesta Biyantika.
353 reviews
October 1, 2024
Dikisahkan dengan sudut pandang orang pertama, si tokoh Aku ternyata hobi nonton film genre thriller sampe bela-belain donlot dari dark web! Niatnya cuma mau beli roti, malah jadi saksi adegan pertumpahan darah antara tukang roti dan monster dari antah berantah...

Lisa takut tiap liat Omar tidur, karena yang terbayang adalah Omar mati. Trauma kecelakaan yang lalu. Lisa juga ternyata punya trauma masa lalu, yang bangkit lagi gara-gara box yang dia temukan di ruang kerja Yohan. Traumanya berhubungan sama kakak dan mamanya. Rela dirundung karena itu satu-satunya cara ia merasa dilihat. Dianggap. Diperhatikan. Perhatian, itu yang ia dambakan dari kecil.

Mixed feeling sih sama endingnya. Sebenernya tema monster2 gini bukan favorit aku sih, tapi karena ini lebih ke thriller psikologis, jadinya masuk akal kenapa dianalogikan dengan monster. Salut buat penulis yg bikin perduniawian monster ini terasa nyata.
Profile Image for Tiii.
151 reviews1 follower
September 16, 2024
Tertipu banget sama si Lisa 😭.

Di cerita ini pesan moral nya realitis. Tidak menormalisasi perundungan, penyiksaan dan menyakiti fisik maupun mental.

Saya pun, kalau merasa sakit hati sama orang lain yang membully baik secara ucapan maupun perilaku itu saya alami sejak SD-kerja pun sama. Saya menikmati banyak film thirller dan sejenis nya untuk meluapkan emosi di batin juga.
Tapi melebihi apa yang di lakukan Lisa dalam cerita ini seperti nya, itu sakit hati yang nggak terbendung lagi.

Cerita ini menarik, terlepas ia salah membunuh manusia dan hewan itu semua akibat dari masa lalu kelam yang di kemudian hari timbul menjadi penyakit jiwa.

Untuk manusia di luar sana, berpikir sebelum berbicara dan berbuat kalian tau nggak hal sepele itu belum tentu bisa di terima manusia lain, sekali kalian menyakiti sampai mati pun si korban akan selalu tetap ingat.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Loundraw.
171 reviews2 followers
December 2, 2024
3.5/5

Alurnya satset sejak awal udh page turner, walau aku bisa nebak plot nya tapi cukup seru untuk diikuti bagaimana cara Lisa bertahan. Tapi agak cape ya bacanya karena banyak narasi. I know it's POV 1, but i need a break. Give some conversations. Suspense nya dapet tapi pas baca aku selalu penuh kecurigaan kalo plot nya bakal begini ternyata betul.

Kebawah ini agak SPOILER ya
Secara topik memang agak berat ya karena mengangkat penyakit mental, bullying, trauma kecelakaan, tapi semuanya bisa disamarkan sama penulis gokilll
Profile Image for Abovetheclouds.
205 reviews
September 23, 2024
4.3/5

Penulis benar2 jago mengembangkan suasana menegangkan di buku ini, ceritanya jugaa baguss walaupun aku bisa menebak sedikit banyak yg akan terjadi dan permasalahannya itu ada di ibunya sehingga tidak kaget saat plot twistnya dipaparkan, di lain sisi aku juga merasa kasihan dengan ibunya yg pasti sangat berat telah mengalami itu semua, aku sangat bisa merasakan ketegangan yg di alami sang ibu saat menghadapi monster2 itu, worth to read!!!
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for nabila.
18 reviews
July 24, 2024
dari awal udah bagus bgt tapi sayang pertengahan jadi bosen dan terlalu banyak repetisi yg ga penting2 amat. cluenya terlalu banyak. jd pas di twist udah ga kaget karena ketebak dari awal. aspek psychology nya detail bgt sih keren
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for C.
164 reviews1 follower
September 18, 2024
⭐️: 4.8/5

memakan waktu yang cukup lama untuk akhirnya paham secara rinci apa yang dialami lisa. cerita dikemas dengan luar biasa menarik, baik dari sisi lisa, yohan maupun omar. salut!
Profile Image for ica.
21 reviews
October 10, 2024
this is my first time to read something like this..... bener2 menguras emosi, aku ikut prihatin dengan keadaan Lisa, but she still best mom and Omar loves her so much....
Profile Image for Petrichor.
41 reviews1 follower
September 7, 2024
Judul Buku: Di Balik Jendela
Penulis: Eunice Sonie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

~ Blurb ~

“Semua orang, siapa pun itu, selamatkan diri kalian. Tutup pintu rumah, kunci jendela, jangan berada di bawah sinar matahari, jangan keluar. Kalian harus tetap hidup.”

Sela-sela pintu disumpal kain, ventilasi diplester dan dilapis koran. Kalender dinding bekas bergambar kartun yang dulu Omar dapatkan dari TK-nya, sekarang menempel di jendela. Memandang Omar, mentertawakannya. Menghalanginya dari cahaya matahari sore. Menutup matanya, membungkamnya.

Mama bilang, pemukiman mereka diserang monster. Sebuah pesawat membawa sekumpulan monster yang memakan semua manusia di bumi. Mungkin sekarang hanya segelintir manusia yang tersisa. Mereka yang di luar harus berjuang untuk hidup. Tapi Mama bilang, mereka bisa bertahan. Asal Omar tidak membuka jendela.

~ Sinopsis ~

Lisa melepas kepergian Yohan, suaminya yang akan pergi dinas dalam waktu sepekan kedepan seperti hari-hari biasanya. Meski beberapa hari sebelumnya kedua suami isteri itu sempat bersetigang dan saling mendebat untuk suatu hal, Yohan melihat Lisa sudah kembali bersikap seperti biasa. Tatapannya hangat, senyumnya masih cerah. Yang tidak Yohan ketahui, setelah kepergiannya, ada peristiwa besar terjadi.

Pagi itu, setelah mengurus semua kebutuhan Omar, anak tunggal mereka yang bisu & Tuli. Lisa bergegas pergi ke pekarangan kembali setelah mendengar suara terompet roti langganannya melintasi rumah mereka. Tapi langkah kaki nya langsung terhenti, bahkan tubuhnya sempat mematung karena pemandangan ganjil di depan kedua matanya dan menuntutnya kembali ke dalam rumah dengan segera. Lisa langsung berpikir cepat, menutup rapat semua pintu & melapisi seluruh jendela rumah dengan kalender bekas yang ia temukan sekenanya dari dalam rumah. Omar yang sedari tadi masih sibuk dengan kegiatan menggambar & mewarnai nya turut heran dengan tingkah ibunya tersebut. Raut wajah Omar menuntut jawaban.

Wajah Lisa masih menegang, napasnya semakin tak karuan. Saat segala sesuatu yang ia lakukan dirasa sudah cukup untuk melindungi dirinya & Omar, Lisa segera menghampiri anak itu lalu memberikan penjelasan yang tak masuk akal baginya.

Ada monster!!.

Ya, Omar tak salah mengeja gerakan bibir Lisa. Pemukiman mereka dikepung monster, dan mereka harus bersembunyi agar monster itu tidak tahu masih ada penghuni di dalam rumah mereka. Tadinya Omar yang masih tak percaya memaksa untuk 'mengintip' keluar jendela, tapi tentu dicegah Lisa. Ia tak ingin anaknya tidak bisa tidur karena melihat sosok monster yang bertubuh tinggi besar, berbulu, bertaring dan sekujur tubuhnya dipenuhi oleh lendir itu. Cukup kedua matanya yang menjadi saksi betapa menakutkannya sosok monster itu, saat sedang melahap tukang roti langganannya barusan.

Iya, tukang roti itu tewas dilahap sang monster!.

Hari-hari ibu-anak itu pun langsung berubah bak roller coaster. Dengan segala keterbatasan yang ia punya, Lisa berusaha melakukan pertahanan demi melindungi putranya. Memastikan monster-monster itu tidak masuk ke dalam rumah dan menemukan keberadaan mereka. Tapi kondisi semakin sulit taktala sisa logistik di dalam rumah semakin menipis, air mereka habis, listrik sempat mati meski ada sebuah generator yang harus ia gunakan dengan hati-hati untuk menyambung daya seisi rumah nya.

Monster itu ada yang tidak bisa mendengar, ada juga yang buta, dan yang satunya lagi hanya bisa berteriak. Hari dimana segala upaya yang ia lakukan mendekati kesia-siaan, Lisa memilih untuk melawan dan menghadapi monster-monster itu. Dengan sebuah kapak yang ia temukan di kotak pekakas Yohan, di tiap malam-malam Lisa memutuskan "keluar" rumah dan bersiap menghadapi segala kemungkinan yang ada.

~ Review ~

Novel ber genre psychological thrillers ini memiliki premis yang cukup menarik dan menjadi masuk akal. Kalo boleh jujur, plot twist nya sudah tertebak diawal-awal bab tapi pembaca tetap berusaha menuntaskan isi cerita sampai selesai untuk menikmati alurnya. Setiap plot 'pertarungan' antara Lisa & para monster cukup detail dijabarkan sehingga ketegangannya pun cukup 'kerasa', karakter Omar yang cerdas & memilki empati tinggi cukup memeluk segala aspek yang berusaha dibangun di novel "Di Balik Jendela" ini. Sebagai novel perdana, Eunice Sonie mengambil langkah yang cukup berani. Ditunggu karya-karya berikutnya ya.
Profile Image for honey_.
24 reviews7 followers
March 27, 2025
Trauma pasca kecelakaan bersatu dengan trauma masa lalu, hal ini lah yang dialami Lisa, seorang ibu anak 1 (Omar) dan istri dr Yohan. Sepeninggal suaminya dinas, Lisa merasakan bahwa suasana sekitar rumahnya mendadak lebih sepi dr biasanya. Tidak berapa lama, Lisa mendapati sosok monster dgn tubuh berbalut lendir tengah melahap tukang roti di depan rumahnya. Tidak berpikir dua kali, Lisa langsung mengunci rumah dan mengamankan dirinya bersama Omar, anak semata wayang mereka.

***

Sejak awal aku udah notice, "Ini emaknya rada ngga beres nih.". Omar, si anak menjadi tuli dan bisu setelah kecelakaan mobil yg menimpa mereka sekeluarga. Dan diceritakan seolah-olah hanya sang anak yang berdampak paling fatal atas kecelakaan tsb. Hingga kita menyadari kalo ada yang aneh dr tindak-tanduk Lisa beserta POVnya yang selalu menggambarkan serangan monster di luar rumah. Sedang Omar, tidak diperbolehkan Lisa untuk mengintip keluar jendela dengan beralasan supaya si anak masih dapat tertidur nyenyak tanpa harus menyaksikan bagaimana buruk rupanya monster di luar sana.

Selain trauma pasca kecelakaan, ada trauma masa lalu yang menggerakkan keseluruhan plot cerita. Yang mana sempat disinggung di awal cerita bahwa Lisa merasa suaminya, Yohan, sedang berselingkuh dgn salah seorang rekan kerjanya. Prasangka itulah yang pd akhirnya memunculkan kembali luka lama Lisa sewaktu ia masih bersama dengan kakaknya dahulu. Kekecewaan, kesedihan, rasa ditinggalkan dan patah hati seakan menjadi alasan terbesar dibalik semua kehadiran monster-monster tsb.

☑ Deskripsi mengenai "Serangan Monster" diceritakan dgn sangat detail. Seperti kita ngeliat langsung wujud monster itu & ngerasain bagaimana paranoidnya Lisa saat itu. Tapi krn penggambaran yg demikian pula, kita bisa melihat bahwa semua tindakan Lisa ini ada yang ganjil.

☑ Suasana yg dibangun dalam cerita mirip dengan ketika kita nonton "A Quite Place". Dan untuk alur dan ide ceritanya, 1 vibe dgn Rumah Lebah dr Ruwi Meita, mungkin krn keterkaitannya dgn kondisi psikologis yang dialami pemeran utama.

☑ Bagi yang udah terbiasa dgn genre thriller, sepertinya kurang berasa thriller-nya ya? Lebih kerasa horor yang ditambah aura dystopian ._.

☑ Seneng deh dapetin per chapternya ditulis pendek-pendek, jadi ngga berasa "beban" bagi slow reader kayak aku gini hihihi

Untukku pribadi ini bukan konsumsi thriller yang bikin tegang, nyut-nyutan, penasaran bakal gimana-dan-gimana. Tapi lebih kayak, "yaa udah baca aja." tanpa harus nebak ini-itu, karena prediksinya 95% akan tepat sasaran😌
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for sesamesyrup.
58 reviews
July 30, 2025
⭐3/5

Di Balik Jendela mengisahkan tentang tokoh Lisa yang merupakan ibu rumah tangga beserta Omar, anak laki-lakinya yang bisu dan tuli, yang berlindung di dalam rumah akibat kemunculan monster di mana-mana. Keberadaan monster-monster tersebut menjadikan Lisa harus ekstra waspada terhadap suara, cahaya, dan bau-bauan mencolok yang ditimbulkannya sehingga ia menutup segala akses ke dalam rumah termasuk ventilasi dan jendela-jendela dengan koran, serta melarang Omar untuk dekat-dekat jendela.

Sebagai novel dengan genre thriller, jujur saja kesan thrilling dalam novel ini kurang atau bahkan tidak ada. Tidak lain dan tidak bukan karena alurnya memang sudah tertebak sejak awal sekali, saat Lisa melihat monster menyerang tukang roti. Segala petunjuk atau clue yang tersebar di dalam cerita sangat jelas terlihat, mulai dari kebiasaan Lisa menonton film thriller deep web, kecelakaan Omar beberapa bulan yang lalu, rasa kecewa Lisa terhadap suaminya, Yohan, yang begitu besar, dan trauma masa lalu terhadap ibu dan kakaknya, yang pastinya membentuk kepribadian Lisa dan mempengaruhi kejiwaannya saat ini. Sejak tragedi tukang roti itulah sudah ku duga bahwa Lisa memang mengidap Skizofrenia karena kehadiran monster-monster itu terlalu nampak khayalan, bahkan adegan bacok-membacok Lisa menggunakan kapak juga sudah ku duga bahwa dia menyerang manusia asli, dan segala hal lain yang memang sudah dapat ditebak apa yang sebenarnya terjadi. Pada akhirnya dugaanku sesuai dengan yang dijelaskan di akhir.

Jadi sebenarnya aku kurang paham mengapa cerita tentang Lisa dan monster-monsternya ini dibuat panjang sekali padahal semuanya sudah terjelaskan dan bisa ditebak apa yang akan terjadi selanjutnya (bahkan pada akhirnya). Ini memunculkan pernyataan, apa yang sebenarnya ingin ditunjukkan lagi oleh penulis? Seandainya sejak awal fokus ceritanya lebih ke rencana penyelamatan Omar dan membahas penyakit Lisa, atau diselang-seling antara PoV orang-orang di luar dengan PoV Lisa yang mengamggap mereka monster, mungkin akan lebih menarik. Ya, itu memang terserah penulis. Satu-satunya plot twist yang mengejutkan adalah Lisa ternyata tuli seperti Omar. Selebihnya sudah sesuai dengan dugaan.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Oktarina Nurfazriani.
96 reviews
February 14, 2025
🥀 Kekejaman masa lalu adalah titik terberat untuk menjadi dewasa.

Kisah ini, dipaparkan dalam dua narasi yang berbeda, membuatku menduga bahwa ada sesuatu yang salah, tergantung sudut pandang yang kamu percaya : Perkataan orang dewasa atau tulisan anak 9 tahun? Ada dasar yang membuatku mengerti cerita ini dengan mencerna informasi hanya dari salah satu sudut pandang tersebut dan mengambil kesimpulan : kita sedang dipermainkan.

Pertanyaannya adalah : Untuk apa?
Dan bagaimana cerita ini akan berakhir?

Apakah membuatku menitikan air mata atau... menghancurkanku sedemikian rupa? 🦻

-

🌘 Kegelapan adalah tempat dirimu menemukan banyak hal : Kebenaran, luka dan kenyataan.

Saat aku mencapai akhir dari buku ini, kisah ini masih tetap sama : Gelap, seperti warna sampulnya.

Bagaimana mengeluhkan nyeri yang gejalanya tidak terlihat? Di Balik Jendela membuat kita mengintip lebih dekat, memahami bahwa kadang, tidak sakit bukan berarti sehat. Bisa jadi, kita hanya menolak kenyataan dan mengingkari kebenaran.

Dan luka yang menumpuk, semakin lama akan meledak seperti muntahan lava gunung merapi yang tak pernah berhenti aktif. 🪓

-
Jadi, ini beberapa poin yang kutandai 👇

🔥 Yang membuatku terus membaca :
- Rasa tegang sepanjang cerita dibangun perlahan, tidak serta merta di tengah perang. Semakin lama, semakin intens hingga mencekik.

- Detail kecil di akhir - sebuah plot twist - yang tak diduga, namun memang tak pernah benar benar dibongkar di awal, sehingga meski bisa menebak secara garis besar, tetap aja aku masih berhasil terkejut.

🌧 Yang membuatku jeda membaca: :
- Penggambaran perasaan sang tokoh utama -mama- terlalu dijelaskan dalam 'tindakan' dibanding 'rasa' .

- Beberapa bab terlalu berbelit, jadi banyak bab pengisi yang tak terlalu pengaruh untuk keseluruhan alur cerita (atau entah karena aku yang tidak sabar untuk menamatkannya).

Secara garis besar, ini adalah pengalaman yang menarik dengan premis cerita yang unik mengisahkan perjuangan melawan monster dan bertahan hidup dengan mengais sisa - sisa yang ada.

Namun, di puncak pertarungan terakhir, cerita berbalik ke arah tak terduga : kamu 🏳

PS : Ada beberapa spoiler kecil yang kuselipkan di tulisan ini. Dapatkah kamu menemukannya?

#TemanBacaMinpus2025 #Aikobookclub #BookReview
Profile Image for Day Nella.
247 reviews5 followers
June 16, 2024
"Membenarkan kejahatan hanya karena takut kecewa pada ekspektasi diri merupakan tindakan yang salah." Hal 218
-
Di Balik Jendela
Eunice Sonie
Penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2023
Tebal 256 Halaman
-
Kondisi Psikosis yang lebih spesifik dari skizofrenia. Gangguan yang berasal dari pusat otak, yang diperkuat oleh halusinasi dan delusi dimana tidak lagi bisa membedakan kenyataan dan imajinasi.
-
Lisa sosok ibu baik hati, lembut dan penyayang. Begitu protektif pada anak semata wayangnya, Omar dan berusaha kuat agar sang anak tidak terkontaminasi oleh ucapan-ucapan orang lain yang akan menyakitinya tanpa tahu bila hal itu malah akan berdampak sebaliknya.
Karena trauma masa lalu yang terus menetap dalam pikiran Lisa dan tidak mampu dienyahkan begitu saja membuat Lisa melihat hal yang tidak biasa. Seakan dirinya masuk dalam dunianya sendiri.
-
Karakter dan permasalahan Lisa cukup menonjol. Namun, tidak dengan apa yang menjadi latar belakang sosoknya yang bisa saja mengancam nyawa Omar.
-
Banyak sekali pesan yang bisa dipetik dari kisah Lisa dan Omar, bagaimana pandangan psikologi mengenai kasus ini yang nggak banyak diketahui orang awam karena tema yang diangkat tentang skizofrenia sangat bagus, Mungkin sebenarnya ada, hanya tidak terlihat tanda-tandanya. Cara penyelesaiannya pun bagus, meski jujur terlalu terburu-buru. Jujur aku suka temanya, tapi tidak dengan thriller-nya karena ketegangan yang dibangun hanya sedikit. Dan aku bisa menebak endingnya seperti apa karena clue yang penulis tebar sangat banyak.
Recommended buat kalian penikmat Thriller. Personal rate 3,9/4
Profile Image for AhyaBee.
151 reviews3 followers
September 11, 2024
[3.5/5] Pertama kali buku ini release, aku antusias banget. Apalagi pas baca versi awal di @gwp_id cerita ini langsung mengingatkan aku sama buku terjemahan Bird Box karya Josh Malerman. Namun, jangan salah paham karena keduanya sangat berbeda!

Di Balik Jendela mengisahkan adanya bahaya yang mengintai dari dunia luar sehingga Omar dan Mamanya harus bertahan di dalam rumah. Mereka menutup semua celah pintu dengan kain, menyisakan satu jendela yang dipakai untuk melihat perkembangan dunia di luar. Kata Mama, ada tiga monster mengerikan yang memiliki karakteristik berbeda mengincar mereka. Mama pun melarang Omar mengintip ke jendela apalagi keluar dari rumah.

Menariknya, Omar adalah karakter bocah yang tuli dan bisu sehingga komunikasinya terbatas. Dia mahir membaca gerak bibir dan menggunakan media menulis untuk bicara sama Mama. Sejak awal, cerita ini dibuka dengan sangat menarik, aku suka penggambaran suasananya. Cara penulis menuturkan cerita itu luwes banget. Karakternya juga unik-unik. Ketegangannya terjaga. Beberapa adegan bisa ditebak ke mana arahnya, tetapi tidak merusak kesenangan selama membaca. Asyik, seru, dan ada beberapa scene yang aku suka, terutama sepertiga terakhir. Mulai dari Pelong yang dimakan Omar, sampai adegan di sumur beneran mencubit banget rasanya.

Penjabaran diakhir agak cepet, sih tapi bagus. Aku suka. Keseluruhan novel ini aku suka. Seandainya penulis menerbitkan karya baru, aku nggak akan ragu untuk membacanya~
Profile Image for Ninda.
16 reviews
February 8, 2025
Di Balik Jendela | Eunice Sonie | Mystery, Thriller | 256 halaman | 2023

"Tapi aku tahu aku monster apa. Aku monster yang mengenali anakku sendiri, kebahagiaannya, dan masih ingat setiap memori luka yang berusaha menjeratku setiap malam."

Setelah ditinggal bekerja oleh suaminya selama satu minggu, Lisa menjalani harinya di rumah bersama anak laki-lakinya bernama Omar. Selama rentang waktu tersebut, berbagai hal mengerikan terjadi menimpa ibu dan anak tersebut, bahkan hampir mengancam nyawa mereka berdua.
_

Keyakinanku terhadap Lisa maju-mundur, karena penggambaran isi kepala Lisa terasa nyata. Puncaknya saat Pelong mati, akhirnya aku benar-benar percaya kalau something happened with Lisa (Btw, kasihan Pelong huhuhu).

Sepanjang baca cerita, apalagi ketika part Amelicia dan Ibunya, aku terbawa geram dan berharap di-ending mereka dibahas, kaya ada nggak ya penyesalan mereka terhadap apa yang mereka lakukan terhadap Lisa,

Menuju ending, aku beneran nangis, menyaksikan gimana besarnya rasa kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya, meskipun memang caranya salah.

In the end, buku ini nggak hanya tentang mystery dan thriller yang sarat akan adegan pertarungan, tetapi juga mengandung pelajaran hidup tentang cara memperlakukan orang.
Displaying 1 - 30 of 48 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.