Ada apa dengan Garut? Bukankah kota itu terkenal dengan cetakan para ulama dan santrinya? Bukankah kota di tataran pasundan itu justru memiliki salah satu Masjid tertua di Nusantara? Lalu bagaimana bisa menjadi sarang Illuminati? Sejauh manakah keterlibatannya dalam konspirasi yang belum menemui akhir ini? Lalu ada apa dengan Gunung Sadahurip? Apakah benar bangunan raksasa itu bukanlah gunung, melainkan piramid? Untuk apa ada piramida di kota itu?
Melalui buku ini, penulis coba mengungkap segala keterlibatan Illuminati di bagian timur belahan bumi ini. Gerakan yang sebenarnya berawal dari ajaran kebijaksanaan kuno perennial - terkait dengan ajaran Nabi Idris atau Hermes Trimegistus, dan lainnya - banyak meninggalkan jejak Budaya Universal di Nusantara. Buku ini berusaha melacak jejak tersebut, dan merupakan penelitian pendahuluan, untuk mengungkap dan memahami benang merah sejarah luhur Peradaban Nusantara, dalam konteks historis global tersebut, problema dan kontestasinya hingga Indonesia kontemporer.
Tried to read the first chapter thoroughly.. but then it’s mostly yap with BLOGSPOT and WORDPRESS as reference (I can feel my college profs QUAKING)
Skimmed through the rest of the book, made a list of the craziest theories on my twitter because I need people to fact check them (I’m not that smart to know which of em is true or not)
Gave 2 stars coz this person is very convincing, and also I can’t write a book so kudos to you sir.
Maaf saya pass. Saya terpaksa melambai-lambaikan tangan ke CCTV ketika baru sampai di halaman 50-an. Saya tidak kuat membaca tulisan yang mengatakan bahwa kata "Atlantis" berasal dari nama tanaman "talas" yang banyak tumbuh di pulau Jawa kuno. Juga, buku ini seperti kumpulan artikel dari internet yang sumber data serta validitasnya sangat diragukan. Penulis-penulisnya juga terkesan terlalu sembrono dalam membuat suatu teori. Memang sih tujuannya untuk bikin heboh, semacam buku Atlantis versi luar negeri, yang walaupun agak "aneh" tapi mereka mampu menyodorkan data-data pendukung yang lumayan bisa dipercaya. Nah kalau di buku ini, penulis semacam meng-gothak-gathuk-kan satu hal dengan hal lainnya berdasarkan prinsip kemiripan. Bahkan, alur waktu sejarahnya juga tidak runtut. Maafkan jika saya keliru mereview, tapi saya sendiri masih bingung ini sebenarnya buku fiksi atau nonfiksi?
Rasanya agak menyedihkan jika kepentingan bisnis (dalam memberi judul) mengalahkan tujuan buku ini memberikan wacana yang "benar" tentang banyak hal lain. Kutipan yang diambil dari beberapa publikasi di internet diambil terlalu apa adanya, termasuk komentar dan diskusi para narasumber yang kadang menyinggung hal-hal di luar konteks seperti Indiana Jones atau percakapan sehari-hari, bahkan dalam Bahasa Sunda tanpa terjemahan.
Buku ini tidak dianjurkan untuk dibaca, karena hanya berisi fakta-fakta yang dikumpulkan dari sumber internet (bahkan ada beberapa yang hoax). Isi buku pun tidak mencerminkan judul, karena terlalu banyak pembahasan yang tidak sesuai dengan judulnya. Selain itu, antara bab satu dengan bab lainnya tidak koheren.
Buku ini direkomendasikan dibaca sebagai hiburan saja. Isi buku ini penuh dengan teori konspirasi yang asal tempel. Penulis juga terkesan mendiskreditkan arkeolog dan sejarawan, menyebut mereka naif dan kurang sungguh sungguh. Dengan berani dia membantah teori yang dikemukakan para sejarahwan dan arkeolog dengan teori "cocokologi" yang tidak berdasar. Materi yang dibahas pun tidak runtut, terkesan melompat kesana kemari tanpa penjelasan yang mendetil.
- jelas sekali terlihat bahwa buku ini hanya kumpulan data2 yang asal comot dan asal dipasang2kan, tapi tidak menyebut sumber data - sama sekali tidak ilmiah - matre, hanya memikirkan uang yang bisa didapat dari buku yang diperkirakan laku, sepertinya tidak ada sama sekali keinginan untuk menyumbangkan pemikiran orisinil dan ilmiah kepada masyarakat pembaca. - ini buku kedua yang merupakan 'kumpulan asal comot data tidak ilmiah' dan saya kecele membelinya. Buku pertama, beberapa tahun lalu, tentang bisnis dengan warna cover dominan kuning (kalau tak salah). - Saya tidak bisa membacanya hingga habis karena menurut saya sejak awal tulisan-tulisan buku ini tidak bisa dipercaya. - Gimana nih, pengarang dan penerbit?
Aku beli buku ini karena kakakku katanya ingin baca buku ini. Tapi setelah dibaca... isinya acak adut dan nggak fokus, yeuh. Nggak jelas juga ini sebenarnya buku nonfiksi atau fiksi, biarpun aku memegang prinsip Fox Mulder yang I Want to Believe tea :)