Arjuna tidak menginginkan kekuatan supernatural dalam dirinya.
Alih-alih menjadi paranormal pembasmi ilmu hitam seperti semua anggota keluarganya, ia memilih mengejar mimpi menjadi atlet panahan internasional agar bisa berkeliling dunia bersama Aura. Namun, karunia tidak untuk disia-siakan. Sekeras apa pun Arjuna menghindar, takdir terus menyeretnya pada jalan yang tak dinginkan.
Arjuna terpaksa kembali ke dunia supernatural demi melindungi Aura dari makhluk gaib yang membenci keberadaan manusia. Pada akhirnya, Arjuna harus memilih mana yang lebih pantas ia perjuangkan. Masa depannya bersama Aura, atau masa depan seluruh umat manusia.
Hal apa yg aku suka dari buku novel "KARMA" karya Kak JunaWiwa?
1. Covernya keren banget gaes! Cocok banget sama ceritanya! Aku berharap ada versi HC nya sih, soalnya sayang bgt secakep ini cuman soft cover aja 😌 2. Ide ceritanya menarik banget! Tentang klan Griya Inggil dengan kampuan super mereka yg sudah ada sejak masa Jawa Kuno dan bagaimana mereka mengemban tugas dr semesta untuk melindungi manusia² dari ilmu hitam 🔥 3. Gaya berceritanya sangat ngalir dan menghipnotis! Bikin betah untuk baca lama² karena selalu dibuat penasaran ttg kelanjutan ceritanya dan rahasia² atau kebenaran² apa lagi yg akan terungkap? Pokoknya seru dan page turner banget~ Aku juga suka dgn bagaimana penulis menyampaikan setiap emosi para tokohnya, tokoh²nya berasa sehidup itu! Dan selama aku baca, aku berasa kek lagi ada di dlm cerita 🤩 4. Alurnya juga rapih banget! Dengan kecepatan yg pas~ 5. Penokohannya mantep! Terdeskripsi dgn jelas bagaimana karakter para tokohnya baik tokoh utama maupun tokoh² pendukung melalui interaksi mereka dan bagaimana mereka menangani setiap konflik yg ada. 6. Konfliknya juga super dehhh!! Apik banget dan penyelesainnya yg juga mulus 7. Endingnya aku puas banget!! Yaa walau aku pengen happy ending yg lain wkwkwk tapiii kalau happy ending yg aku mau itu terlalu biasa sih 🤭 8. Aku juga suka sama cerita di buku ini karena selain membawa kearifan lokal, juga menyinggung tentang kondisi alam saat ini yg perlu kesadaran semua umat manusia untuk sama² saling menjaga alam dan ttg keserakahan manusia yg dapat berpengaruh buruk bagi hubungan dgn sesama dan alam. 9. Terakhir aku juga suka banget sama pelajaran hidup yg bisa diambil dari buku ini! Dimana kita diingatkan bahwa apa pun yg kita lakukan, segala keputusan² yg kita ambil semua akan ada karmanya. Kalau di Kristen ada hukum tabur tuai, jadi harus hati² dgn tindakan² kita. Apa yg kita tabur, itu yg akan kita tuai. Kita tabur kebaikan, maka kebaikan demi kebaikan yg akan kita tuai. Begitu juga dgn kejahatan ✨
Kesimpulan: Buku ini sangat aku rekomendasikan untuk kalian baca! Terutama buat kalian yang suka dengan cerita² supernatural yg membawa kearifal lokal Indonesia yg dibumbui dgn kisah romansa anak SMA! Atau buat kalian yg ingin baca romance tapi gak mau yg romance² biasa, atau buat kalian yg butuh hiburan dengan bacaan yg super seru dan pagu turner bahkan dari awal cerita! 🥰🙌🏻
Klo di Twilight Saga ada klan Cullen, di novel Karma ada klan Griya Inggil loh~😉
Jujur, pas awal baca Karma, aku cukup was-was karena banyak makhluk astral lokal yang muncul.👻 Kebayang gak, aku yang penakut, malah baca novel ini pas malem-malem?🙈 Untung aja para lelembut-nya gak nyeremin~😆
Karma bercerita tentang Arjuna Wirawan, yang alih-alih menerima takdir sebagai paranormal pembasmi ilmu hitam, ia memilih mengejar impiannya menjadi atlet panahan internasional. Sayangnya, sekeras apapun Arjuna menghindar, ia tak bisa lari dari takdir yang telah ditetapkan. Apalagi ketika Aura Pingkan Mahardhika—gadis yang ia sayangi—terancam bahaya.
Anyway, I'd like to state that JunaWiwa's debut novel—Karma—is beyond my expectations!🔥 Kirain Karma tipikal novel romance remaja dengan sedikit bumbu fantasi. Ternyata, ceritanya jauh lebih kompleks dan menarik!😍
Gimana gak menarik, klo Kak Jun lihai memadukan latar modern dengan tetap menonjolkan budaya lokal Indonesia yang cukup kental? Terlebih lagi, Kak Jun menggambarkan karakteristik dan kekuatan supernatural dari masing-masing tokohnya berdasarkan kisah Mahabarata.👏🏼
🐉 Yudhistira, si sulung yang berwatak halus, bijaksana, bertanggung jawab, dan cerdas. 🦍 Bima, si anak tengah yang paling kuat, jujur, berpenampilan garang, tapi berhati lembut. 🏹 Arjuna, si anak bungsu yang gagah berani, berpenglihatan tajam, jago memanah, dan berparas rupawan.
Buat yang udah baca, kalian ngefans siapa nih dari ketiga putra klan Griya Inggil ini?🤔 Atau malah salfok sama Ken Mahisa?
Oh iya, di samping ide ceritanya yang menarik, aku suka gaya penulisan Kak Jun yang gak bertele-tele, narasi cerita yang ringan dengan pilihan diksi yang ciamik, alur cerita yang tersusun rapi, ngalir, dan bikin penasaran! Selipan humor-nya juga on point sih!👏🏼
Selain itu, aku suka bagaimana penulis mengangkat isu-isu penting yang relatable, seperti isu lingkungan hidup yang gak sekedar tempelan, tapi punya makna mendalam sebagai pemicu dendam Mahisa pada manusia. Terus ada family trauma juga.
Dari novel ini pula, banyak pesan moral yang bisa kita ambil. Salah satunya tentang karma itu sendirii, dimana kita harus mampu bertanggung jawab atas segala tindakan yang kita lakukan, karena hukum kausalitas nyata adanya~
Anyway, unsur romance di novel ini lumayan dominan ya. Gak heran juga secara romansa jadi unsur yang mendorong asal muasal cerita di novel ini. Sayangnya, aku kurang sreg sama love triangle trope antara Arjuna, Aura, dan Ken Mahisa.😅 Apalagi Ken yang terlalu terobsesi 'in romantic way' sama Aura yang notabene sepupunya sendiri. Aku paham sih, mungkin itu efek dari sosok yang ada di dalam diri Ken, but still, it’s not my cup of tea.😁
Aku jauh lebih suka dinamika dan interaksi kakak beradik dari klan Griya Inggil sih. Scene yang paling aku suka tuh pas kakak beradik ini mengerahkan kekuatan mereka dan bahu-membahu mengalahkan Mahisa! Asli, keren dan bikin tegang banget!❤️🔥🐉🦍🏹
It's such a waste klo sampe kisah dari klan Griya Inggil gak dilanjut. Aku rasa masih banyak misteri tentang klan Griya Inggil yang belom terungkap. Penasaran juga sama kisah Yudhistira dan Bima!😍
All in all, I enjoyed reading this novel!❤️🔥 Dengan serbuan novel-novel dengan budaya luar, baca novel Karma dengan sentuhan budaya lokal Indonesia terasa segar dan lebih membumi~ Rekomen deh buat yang suka tipe bacaan kayak Twilight saga atau supernatural fiction~😉🫶🏼
P.S. Imo, rating novel ini harusnya 18+ gak sih, instead of 13+?🤔
My very first Indonesian romantasy book!!!! And it's actually well written and very enjoyable. Idc what you're thinking about Wattpad author, but this one is good.
The story followed a family of Indonesian shaman, dukun supernatural, who acts as protectors from darkness. They resided in secluded, sacred, and hidden Griya Inggil. The brothers, an alternate universe of Pandawa brothers, Yudhistira, Bima and Arjuna were assigned to keep their supernatural power strong while working among the society.
Now, our main character, Arjuna, decided that he had enough of supernatural world and made his way out of the house to become a professional archer. Unfortunately, you couldn't escape destiny that easily.
Arjuna and Aura are childhood friends before Aura had to move out of the Griya Inggil. Arjuna and Aura made promises to be together forever using the magical red string bracelet. (Why is this sounds cheesy 😭😂)
Now, here comes the villain, Aura's own cousin. Ken Mahisa never knew love. He was a sacrifice after all. But Aura's existence in his life might save him from unavoidable terrible destiny.
My two cents: - ARJUNA JAMET. You can't convince me otherwise. - Yudhistira and Bima is giving Nanami and Toji vibes iykyk👀 - Despite everything, Aura is loveable. - You can't convince me to like Ken Mahisa ever:))) even without the "monster" he consciously crossing the border of sexual harassment:))) giving in even he knew the consequence. But if you're into morally grey villain who had no choice but a merely victim, he's the one.
What I like: - Core ceritanya sebagai Karma. Kun fayakun. - IT HAS LOTS OF CONCERN ABOUT ENVIRONMENT!!!!! +++++POINTS - Writing style-nya. Ngalir, with appropriate amount of humor. Jadinya lucu. - World building-nya juga oke. Atmospheric I can see the action folding out clearly. - The romance. It got me giggling at some parts (walaupun ada cringe2nya juga wkwkwk issokey. Again who doesn't get cringey love at 16). - The lore is loring. - It actually has everything a YA has. Far too young characters shouldering the end of the world. The parents not parenting. One true love mengalahkan segalanya. Which I don't mind at all and enjoy reading them in novel supernatural bahasa Indonesia.
What I think could be better written: - The inappropriate amount of innuendoes borderline sexist (?) but probably that's how 16yos act??? I'm not going to be a moral police, tapi I think untuk age rating 13+ kyknya terlalu dewasa. I means there are MANY KISSES. And the way Aura forgave the SA she received as if it's not affecting her... Bagian akhir2 itu ngeri bgt loh....(Ken deserved the punches tbh) The way it didn't get addressed properly in a book aimed for teenagers I think is not wise. Atau age ratingnya bisa dinaikin siii. Atau umur karakternya bisa yg lebih dewasa (?) bcs till the end of the book... - Ini tuh masuknya smut bukan sih bukunya??? - The ending was a bit anticlimax. I want power and action from Aura. Kyk gampang banget.
Other than that, I have no complaints.
If you enjoy YA ROMANTASY, ala kearifan lokal dan budaya Jawa yang kenthel, gas baca buku ini!!!!
I highlighted so many lines karena emg quotable juga isi2 bukunyaaa. Don't miss it. It's criminally underrated smh
❝Aku tidak seperti kalian yang menyerah pada takdir. Takdirku, aku sendiri yang menentukan. Bukan kalian. Bukan leluhur keluarga kita!❞
actual rating: 3.5/5
Keturunan Griya Inggil terlahir dengan takdir mereka sebagai paranormal pembasmi orang-orang yang menggunakan kekuatan supernatural sebagai ilmu hitam. Kendati demikian, ternyata tidak semua dari mereka bersedia menjalankan tugas tersebut.
Demi mewujudkan mimpinya sebagai atlet panahan, Arjuna meninggalkan Griya Inggil—dirinya berjudi dengan semesta, menulis takdirnya sendiri tanpa tahu konsekuensi yang harus dihadapi. Namun ternyata, tidak hanya Arjuna yang berusaha menuliskan takdir, dan mereka semua harusnya tahu bahwa tidak ada konsekuensi yang biasa-biasa saja di dunia supernatural, terlebih bagi yang menentang rancangan semesta.
Karma ditulis dengan rapi sehingga rasanya page turner banget! Walau merupakan novel debut JunaWiwa, perpindahan adegannya smooth, mudah diikuti , dan tetap mempertahankan nuansa supernatural hingga akhir. Tiga puluh halaman pertama sudah disuguhi adegan pertumpahan darah yang terjadi di luar jangkauan manusia biasa 🤯 Yap! Pembantaian menggunakan ilmu hitam! Dari sini jadi pengantar juga gimana orang-orang Griya Inggil bekerja dan sejauh mana para pengguna ilmu hitam bermain klenik dalam memuluskan urusan mereka. Mulai dari pengusaha hingga pejabat! 😯
Tokohnya mengadaptasi anak-anak Pandu dalam kisah pewayangan, yakni Yudhistira, Bima, dan Arjuna. Meski buku ini fokus pada Arjuna yang berusaha membebaskan Aura—pujaan hatinya—dari jerat makhluk gaib yang membenci manusia, sepanjang baca buku ini aku justru dibuat mendambakan spin-off cerita Yudhistira.
Keberadaan Yudhistira dan Bima dalam mendampingi Arjuna benar-benar memosisikan diri sebagai sosok kakak yang membimbing adiknya. Yudhistira mengambil posisi tertua yang terasa berjarak dengan sikap tegasnya, tidak banyak bicara tetapi akan memberikan wejangan yang dibutuhkan, dan lebih banyak langsung bertindak melindungi. Sedangkan Bima melakukan pendekatan yang lebih akrab dan secara terbuka memperlihatkan kekhawatiran terhadap adiknya. Mungkin karena Yudhistira adalah sosok tumpuan ya makanya dia lebih berwibawa dan lebih strict terhadap aturan yang ada, sebab harus ada yang tetap menjaga kestabilan Griya Inggil. Aku penasaran dengan backstory-nya dia dan segala hal yang sudah dikorbankannya selama ini.
Kembali lagi pada Arjuna, novel ini juga menampilkan unsur cinta segitiga antara Arjuna-Aura-Ken. Awalnya aku dibuat greget dengan Aura yang terkesan tidak tegas menanggapi perlakuan tidak mengenakkan Ken terhadap dirinya—yang cintanya sudah di level obsesi, tetapi ketika tahu alasan di baliknya, pandanganku berubah karena ternyata sikap tersebut merupakan penerimaan Aura terhadap takdirnya. Jadi memang kontras ya, Arjuna berusaha menentang takdir, sedangkan Aura berlapang dada menerima takdir.
Aku begitu menikmati unsur supernatural novel ini. Menurutku menarik banget kekuatan serta Garda yang dimiliki anak-anak Pandu benar-benar mewakili karakter mereka masing-masing. Hal yang menurutku bisa lebih baik lagi adalah karakter para remaja di buku ini. Bagaimanapun, latarnya di Indonesia dan mereka digambarkan masih anak SMA, jadi harapanku percakapan dan sikap mereka bisa lebih menggambarkan usianya sehingga pembaca dapat lebih nyaman.
Sejak awal, penulis telah menuntun kita menuju satu akhir yang digariskan dalam takdir. Pilihan Arjuna dan Aura, serta rangkaian peristiwa yang terjadi merupakan karma yang pada akhirnya tak terhindarkan. Mungkin bukan akhir yang ideal bagi mereka, tapi terasa begitu kuat karena mencerminkan tindakan karakter yang pada akhirnya harus menuai apa yang telah ditanamnya.
Semua elemen yang ada di dalam buku ini menurutku pas banget! 😍 baca novel Karma ini kayak makan makanan yang pas porsinya, kenyang pas gitulah maksudku, gak too much!
Menurutku, poin paling utama dari sebuah buku adalah 𝗻𝗮𝗿𝗮𝘀𝗶nya dan narasi yang disuguhi oleh kak Junawiwa di buku ini menurutku ciamik banget sih, rapi dan pemilihan kata-katanya juga yang mudah dimengerti dan anti berbelit-belit jadi bisa aku nikmati dengan baik dan bahkan bisa bikin aku lupa lagi baca buku karena ngalir aja rasanya (ini sih yang paling aku suka!)😍
Terus selain narasinya yang okay, 𝗽𝗹𝗼𝘁 yang ditawarkan juga menarik tentang Arjuna yang menolak takdirnya namun seberapa keras dia menolak, takdir akan tetap menghampirinya dan mau tak mau ya dia berjalan mengikuti alur yang telah dituliskan takdir. Aku suka sih sama plot Karma yang menurutku konflik-konfliknya okay, pas banget porsinya dan bikin emosi naik turun kayak ada saat-saat tertentu rasanya mau marah, ada saatnya mau salting karena romancenya, ada saatnya ketawa-ketawa sama tingkah narsis Arjuna, dan ada saatnya juga terenyuh sedih sama kebenaran yang terselubung dari kisah si antagonisnya. Wow amazed banget sih aku sama plotnya!
𝗔𝗹𝘂𝗿nya juga rapi, ceritanya mengalir dengan baik dan perpindahan antar scenes-nya juga rapi jadi gak ada plot hole. Terus kebanyakan alurnya alur maju tapi ada beberapa kilas balik tentang masa lalu alias benang merah dari konfliknya. Alur ceritanya juga bisa dibilang fast pace ya, makin dibaca eh makin nemuin banyak misteri yang bikin aku gak bisa stop baca! 🤩👍🏻 semua misteripun terjawab dengan baik, pokoknya anti digantung deh dan yang paling membekas sih alur di akhir mendekati ending yang menurutku heartwarming tapi ya aku sedih juga woilah, cuma pesan moral dari ceritanya tuh sampai di akhir penyelesaian masalah utamanya! ❤️✨️
Aku juga suka 𝗽𝗲𝗻𝗼𝗸𝗼𝗵𝗮𝗻nya yang menurutku khas banget sifat-sifatnya. Dari Arjuna yang narsis dan tengil, Aura yang lembut walaupun kadang plin-plan dikit (tapi nanti tau kok kenapa dia plin-plan), sampai Ken yang bikin emosi dan agak dark aja pribadinya menurutku. Sifat tokoh-tokoh yang ada di Karma melengkapi keelokan plotnya dan bikin makin hidup ceritanya. Terus aku suka 𝗽𝗲𝗹𝗮𝗷𝗮𝗿𝗮𝗻 yang disampaikan tentang cinta sejatinya keinginan untuk membahagiakan orang lain dan pelajaran ini dapet banget maknanya lewat kisah Arjuna! 👍🏻
Overall, it's a great fantasy book! 🤩 aku sangat menikmati buku ini, mood baca aku jadi membaik karena baca ini, happy deh!🥹 Good job kak @junawiwa, i love your story dan tetap semangat berkarya ya kak! 😎💙
─── ⋅ ∙ ∘ ☽ 🏹 ☾ ∘ ⋅ ⋅ ───
Penyuka fantasy-romance atau yang mau coba baca Supernatural Fiction, wajib banget baca Karma karena buku ini tuh pas banget untuk kalian, ringan tapi berbobot juga! 🤩🫵🏻
Punya kekuatan supernatural kayaknya bakal kugunakan buat ngerjain pemerintah. Eh, enggak, maksudnya buat meluruskan kinerja mereka yang melenceng. Oke, melantur. Buku ini berkisar tentang pertentangan seorang remaja yang enggan menerima "privilese" turun-temurun dan berusaha melarikan diri dari takdir itu. Sampai masa depan membuatnya bertemu karma akibat menghindar dari sesuatu yang sampai kapan pun tidak bisa diingkari.
Agak mixed feeling selesai baca ini. Di satu sisi senang karena bisa baca urban fantasi (or magical realism?) yang memadukan unsur supernatural dengan kearifan lokal. Unsur-unsur pembentuk kekuatannya pakai budaya Jawa, jadi terasa sedikit familier. World building-nya oke. Idk apa istilahnya, mesin? Unsur? Partikel? Intinya hal-hal yang membentuk alurnya ini dikukus sampai matangnya pas. Selama baca nggak merasa menemukan sesuatu yang muncul tiba-tiba hanya untuk menambal atau mendukung alur.
Nah, sisi lainnya, rasanya agak nanggung. Prolognya dibangun dengan baik. Mulai masuk bagian Aura bertemu Ken ini kesannya kisah lain dimulai. Jadi, bukan kisah Arjuna, tapi dibagi juga porsinya dengan Ken. Hal yang disayangkan bukannya bagian Arjuna jadi berkurang, tapi ceritanya terlalu berfokus menenangkan "ego" Ken. I know, dia memang bukan dirinya sendiri, but still.
Ini mungkin poin baiknya, saking banyaknya bagian Ken, karakterisasi dia jelas banget sampai bisa banget bikin emosi :) sifatnya yang keras kepala dan sedikit posesif sukses bikin uring-uringan. Kuakui, karakterisasi di buku ini lumayan baik. Aura juga sudah oke, barangkali jika dipoles sedikit bakalan lebih oke lagi.
Kesan yang aku tangkap waktu selesai baca, ada yang kurang, tapi nggak tahu apa. Sesuatu ini mengganjal dan susah dijelaskan. Tapi, barangkali kurangnya sub-alur dan sub-konflik jadi apa ya, kurang bervariasi. Tantangan Arjuna untuk "merebut" Aura kembali istilahnya jadi bahan utama, sedangkan fakta soal siapa itu Aura dan apa takdirnya mengikuti. Nah, bahan sampingnya ini yang kurang ditambah. Ibarat semangkuk bakso, hanya bakso dan kuah, kurang mi, tahu, gorengan, dll.
It would be nice kalau ditambah sesuatu yang lebih "susah" lalu beberapa bagian kurang penting (kayak guyonan khas remaja yang bagiku agak terlalu banyak porsinya) dikurangi. Meskipun begitu, berharap banget bisa baca buku keduanya (kalau ada hehe).
Tulisan penulis rapi dan enak dibaca. Penggambaran emosinya masih kurang kuat sedikit, tapi no problem, masih bisa dinikmati. Semoga bisa baca karya-karya penulis yang lain.
Seru banget!! Novel ini benar-benar memberikan pengalaman membaca yang sangat menghibur dan mendebarkan, terutama bagi pecinta romantasy dan supernatural! Ceritanya mengikuti Arjuna, seorang tokoh dengan kekuatan supernatural, yang terjebak antara menyelamatkan umat manusia atau mempertahankan perempuan yg dicintainya. Konfliknya menciptakan ketegangan yang membuat setiap chapter begitu menarik
Aku suka banget dgn penggabungan unsur budaya Indonesia dengan kehidupan era Gen Z, membuat cerita terasa segar dan relevan. Narasinya nggak ngebosenin sama sekali, bikin pengen baca terus, eh tiba-tiba udah tengah malem!
Karakter-karakternya punya latar belakang yang menarik, dan dengan multi-POV, kita bisa ngerasain apa yang mereka rasakan dengan jelas. Sebagai debut novel, ini udah oke banget—alur yang lancar, karakter yang dalam yang membuat mereka hidup di benak pembaca, dan plotnya menawarkan twist yang tak terduga serta menarik.
Namun, jika ada satu hal yang bisa ditingkatkan, itu adalah pengembangan tokoh protagonis. Meskipun Arjuna adalah pusat dari cerita ini, penggambaran latar belakang dan motivasinya terasa kurang mendalam. Imo ini bikin protagonisnya kurang memiliki daya tarik yang kuat dibandingkan dengan antagonis, yang justru terasa lebih kompleks dan menarik untuk diikuti.
Overall, buku ini wajib baca buat kalian yang suka romantasy atau paranormal romance. Highly recommended!
Karma berkisah tentang Arjuna yang punya kekuatan super lantaran dia merupakan salah satu keturunan Klan Griya. Setiap keterunan klan ini punya kekuatan yang berbeda. Keberadaan mereka sudah ada dari zaman Jawa Kuno. Klan ini bertugas melindungi manusia dari mahkluk gaib.
Arjuna tidak mau kekuatan supernatural ini. Tidak mau jadi pembasmi Ilmu Hitam seperti setiap anggota keluarganya. Dia mau hidup normal dan mengejar mimpinya menjadi seorang atlet panahan international lalu keliling dunia bersama sang kekasih.
Tapi takdirnya tidak bisa dihindari. Mahkluk gaib itu mengincar kekasihnya. Bagaimana Arjuna menghadapi kenyataan ini? Apakah dia sanggup menyelamatkan kekasihnya? Apakah dia berhasil mengalahkan makhluk gaib tersebut?
_________________________ Pertama kalinya baca cerita genre gini karya penulis Indonesia dan aku suka sama ceritanyaaa! Ceritanya tuh jadi tambah menarik karena sentuhan kearifan lokalnya, dalam hal ini budaya jawa. 🙌🏻
Tokoh utamanya masih pada remaja. Hal ini bikin ceritanya jadi terasa ringan, apa lagi karakter Arjuna tokoh utamanya yang suka narsis! 🤣 Terus Aura yang karakternya tuh baik hati banget, kalau dia muncul bawaanya adem. Nah kalau Ken yang muncul baru tuh bikin emosi, dia karakter antagonis dicerita ini, tapi sebenarnya dia juga korban.
Aku suka kalau ada interaksi antara Arjuna dengan kedua kakak laki-lakinya. Apa lagi kalau mereka udah nunjukkin kekuatan supernaturalnya.🔥
Yang paling menarik buat aku ya Klan Griya itu sendiri. Aku ngerasa masih banyak misteri yang belum diceritakan terkait klan ini. Masih banyak hal yang bikin aku penasaran sama klan ini.
Kalau kamu suka genre paranormal, supernatural, romance gak ada salahnya baca ini. Apa lagi ini dengan sentuhan kearifan lokal, jadi daya tarik sendiri dan bikin ceritanya lebih relatable. 👌🏻
Wah buku ini seru banget!! Jujur aja aku jarang bgt baca buku yg berbau supernatural atau mahluk gaib tapi untungnya aku coba baca dan aku ga nyesel sama sekali.
Gaya penulisan yang santai, alur cerita yang menarik dan karakter-karakternya ditulis dengan baik membuat aku tambah terpikat dan ga mau berhenti baca buku ini. Salah satu hal yang aku sukai adalah bagaimana Karma menonjolkan kearifan lokal Indonesia yang memungkinkan pembaca mengenal budaya Indonesia melalui cerita fiksi.
Ga cuma membahas tentang hal-hal supernatural, ada romansa cinta segitiga yang menambah keseruan jalur cerita Karma sekaligus membuat cerita lebih emosional. Penulis menggambarkan emosi setiap karakter dengan sangat baik terutama di bab-bab terakhir yang bikin aku menebak-nebak apakah buku ini bakal happy ending/ sad ending.
Overall, untuk sebual novel debut ini ! Karma is such a page turner, Highly recommended🙌 Ada banyak pesan penting yang bisa dipetik dari cerita ini dari sisi protagonis maupun antagonis. Aku berharap dapat membaca lebih banyak buku karya penulis ini di masa depan!
Saya menerima buku Karma dari penulis, dan saya meninggalkan ulasan ini secara sukarela!
First of all, ide ceritanya menarik! Budaya lokal Indonesia, tapi diceritakan di latar modern. Aku suka penggambaran Pandawa di latar modern ini! Ceritanya juga engaging, bikin pembaca penasaran chapter selanjutnya. I also love the character growth! 😊💙
Buku ini kurekomendasikan bagi mereka yang bertanya-tanya, apakah takdir bisa dicurangi? Apakah Yang Maha Kuasa seposesif itu hingga tidak menyisakan ruang bagi kita untuk memilih takdir pilihan sendiri?
🗒️Penulisan 🗒️ Penulisan dan penyuntingan jelas dilakukan para ahli. Agak sukar dipercaya kalau ini adalah karya debut. Penulis jelas bekerja keras mempersiapkan karya sekaligus benar-benar berbakat. Ini bukti jelas kalau Indonesia punya penulis-penulis keren. Tak salah jika novel ini menjadi Watty Award Winner tahun 2020. Sejak halaman pertama buku ini sudah memaku minatku. Penggambarannya sempurna untuk memandu imajinasi. Alurnya menarik, ide ceritanya unik. Pemilihan diksi dan gaya penulisannya indah. Semua itu ditulis dengan ringan, melokal, dan disertai sisipan humor segar.
🗒️Konten 🗒️ Banyak isu yang disinggung dalam cerita, semuanya diramu dengan baik sehingga tidak tumpang tindih atau sekadar tempelan. Masalah lingkungan, niat baik yang dieksekusi dengan cara kurang tepat, dinamika keluarga, percekcokan antarsaudara, gelagat cemburu khas anak SMA, trust issue, perjuangan demi masa depan, pertarungan dengan diri sendiri, warisan tanggung jawab, tuntutan takdir, dan masih banyak lagi—semua kompleksitas itu ajaibnya bisa disajikan ringan dan mudah dinikmati. Unsur fantasinya tak perlu diragukan. Ada berbagai garda (partner gaib) seperti Garuda Wisesa, Nagatirta, ada juga garda yang bisa membangun seribu kuil dalam semalam. Namun, ini memang bukan buku fantasi kelas berat, fokusnya lebih ke pergolakan melawan takdir. Pesan-pesan moral tentu saja banyak terkandung dalam buku ini, salah satunya tentang emosi negatif yang akan menghasilkan kekuatan yang merusak.
🗒️Cover 🗒️ Cover tak hanya indah, setiap detail memiliki makna. Panah dan sayap yang menyatu bukan sekadar keren-kerenan. Nyatanya itu petunjuk tentang ke mana cerita akan dibawa. Di akhir cerita, kita akan paham alasan kenapa gambaran elemen fantasi dan warna biru dipadankan dengan kata Karma.
🗒️Penokohan 🗒️ Semua tokoh punya jatah dalam membuat pembaca terpukau dan bergejolak emosi, itulah yang membuat mereka terasa nyata. Arjuna mencontohkan apa itu perjuangan, tetapi kelakuannya kadang bikin geregetan sampai ingin kutimpuk dengan sendal; Aura mengajarkan perihal kepedulian, tetapi ia juga terkadang naif hingga ingin kutoyor kepalanya; Interaksi Rania dan Ken membuat gemas sekaligus garuk kepala saking absurdnya; Sementara Adna si ahli menyemarakkan suasana, tetapi celetukannya sering terlalu di luar nalar. Serta masih banyak tokoh lain yang tak kalah unik untuk diajak kenalan, seperti Bima si polisi rasa preman dan Yudhistira si spesialis menyingkirkan orang. Komentar Sedikit pendapatku, 1. Sepertinya rate 13+ sebaiknya jadi 18+ deh, soalnya ada si duo cabul yang tingkahnya rada-rada, belum lagi keberadaan pemuda-pemuda tukang nyosor. Memang sih kejadiannya tidak digambarkan jelas, tapi imajinasi pembaca kan digiring dengan baik. Interaksi Rania dan bosnya juga meski menggelitik, tapi menjadikan cerita cukup berdarah-darah.
2. Adegan Aura jatuh menimpa Arjuna itu epik, tapi aku agak merasa aneh. Bukankah harusnya itu menyakitkan? Saat Aura jatuh bersama Rania dari lantai dua juga seakan tidak menimbulkan dampak berarti.
3. Penyebutan beberapa tokoh terkenal seperti Kamen Rider, Nobita, Doraemon, Telletubies, Thanos, mungkin tidak akan relate bagi sebagian orang. Jika buku ini dibaca lintas generasi, hal-hal semacam ini mungkin akan membingungkan. Seperti kata "Jalan Ninja" di halaman 158. Membuatku berpikir apakah penulis juga penggemar anime Naruto? Tapi mungkin frasa ini akan sulit dipahami orang yg tidak menonton anime.
Menurutmu lebih baik mengikuti takdir atau melawan takdir?? Dan apa yang akan didapat orang² yang melawan takdir?
Arjuna memilih melawan takdir dengan cara meninggikan rumah, keluarga, dan kekuatan leluhurnya-Griya Inggil. Dia ditakdirkan mewarisi kekuatan supranatural untuk menjadi paranormal. Tapi dia memilih hidup layaknya orang normal dengan menjadi atlet panahan. Semua itu untuk mewujudkan mimpinya: berkeliling dunia bersama Aura -sahabat masa kecil yang dicintainya! Akankah mimpinya terwujud?
Kepergiannya Arjuna dari rumah justru membuatnya lost contact dengan Aura selama 4 tahun. Arjuna sangat merindukan Aura, begitu pun sebaliknya. Tanpa diduga, ikatan takdir mempertemukan mereka! Tapi kali ini ada orang ketiga -Ken Mahisa. Lalu Aura akan memilih siapa?? Pilihannya benar-benar berdampak besar bagi sekitarnya!!
💠💙💠 Baca review buku lainnya di IG ku @tika_nia
Tokoh dalam novel Karma terinspirasi dari tokoh wayang: Arjuna, Yudhistira, Bima, dan Pandu. Karakter Arjuna digambarkan ahli memanah, sementara Bima memiliki fisik yang sangat kuat! Latar budayanya juga kental dengan tata krama orang Jawa. Hanya saja mereka hidup di zaman modern, menjadikan ceritanya semakin unik 😃 Jujur aku baru pertama kali membaca novel seperti ini dan cukup terkesan 😊
Pada setengah bagian awal aku terkesan dengan cara penulis menghadirkan cerita dan memperkenalkan tokohnya. Konflik romansa khas remaja, pencarian jati diri, diselingi dengan humor yang menyegarkan. Semuanya terasa begitu mengalir 😃
⚠️ SPOILER ALERT ⚠️ Namun entah kenapa di setengah bagian menjelang akhir aku merasa berbeda. Ada beberapa hal yang terkesan diulang-ulang, seperti pernyataan bahwa Aura ditakdirkan untuk membebaskan keluarga Mahisa dari kekuatan jahat. Sayangnya, di seperempat bagian akhir tiba-tiba hal yang diulang itu justru dipatahkan dengan plot twist tentang garda milik Arjuna 😮
Secara keseluruhan menurutku novel ini unik! Layak dibaca bagi penggemar genre fantasi dan magical realism yang berpadu dengan budaya Jawa dan pewayangan ☺️ Aku juga suka dengan issue lingkungan yang disisipkan di sini 😃
This entire review has been hidden because of spoilers.