Dua karya monumental yang mengukuhkan Jules Verne sebagai Bapak Fiksi Ilmiah dunia dikemas dalam sebuah buku yang akan membuka petualangan tanpa akhir ke kedalaman samudera luas dan jauh ke perut bumi.
Editor’s Note 2-in-1, dua karya monumental, 20000 Leagues Under the Sea dan Journey to the Center of the Earth, karya Bapak Fiksi Ilmiah Jules Verne. Kisah-kisahnya sudah banyak difilmkan dan ditulis ulang dalam format fiksi modern.
Verne wrote about space, air, and underwater travel before people invented navigable aircraft and practical submarines and devised any means of spacecraft. He ranks behind Dame Agatha Mary Clarissa Christie as the second most translated author of all time. People made his prominent films. People often refer to Verne alongside Herbert George Wells as the "father of science fiction."
Dua cerita klasik terbaik karya JulesVerne. Tapi saya lebih menyukai kisah pertama yg "Journey To The Center of The Earth". Keduanya menceritakan penjelajahan ke daerah2 yg masih mustahil dijelajahi pada masanya bahkan hingga kini. "Journey..." berkisah ttg perjalanan menuju pusat bumi yang dimulai dari memasuki kawah gunung mati di wilayah Islandia oleh 3 pria (seorang profesor, kemenakannya & penunjuk jalan). "20000 Leagues Under The Sea" adalah kisah 10 bulan berlayar di bawah air dgn kapal selam, ketika Prof. Aronnax, asistennya & seorg penangkap paus berpengalaman terpelanting ke laut dari kapal pemburu monster laut yang mereka tumpangi sehingga bertemu dengan Nautilus beserta Kapten Nemo, sang petualang bawah air. Utk 20000 Leagues menurut saya agak susah difahami karena di kisah ini Verne banyak mendeskripsikan dunia bawah laut dan nama makhluk2 penghuninya, tapi mungkin akan menarik bagi pembelajar di bidang biologi kelautan, cuma bagi saya terpaksa saya skip karena saya ga bisa membayangkannya dan cenderung bosan. Kritik bagi editor...di novel ini banyak sekali terjadi kesalahan ejaan yang harusnya tidak terjadi pada buku yg diterbitkan penerbit sekelas Elex Media Komputindo.
Menyebut nama Jules Verne adalah menyebut seorang legenda. Bapak fiksi-ilmiah atau fiksi spekulatif? Dua karyanya yang spektakuler terangkum menjadi satu dalam buku babon setebal lebih dari 670 halaman ini. Perjalanan Menuju Pusat Bumi sangat spektakuler sementara 60000 Kaki Di Bawah Laut tak kalah spektakuler. Namun saya lebih menyukai yang kedua karena banyak karakternya yang lebih menarik dan unik terutama Kapten Nemo dan Profesor Arronax. Terlepas dari itu, Jules Verne memang layak kita sebut Bapak Fiksi-Ilmiah.
Diselamatkan dari Bazar di Mega Mall Bekasi tgl 9 Des 2016. Berisikan 2 cerita karangan jules Verne, yaitu Journey to the Center of the Earth dan 20000 Leagues Under the Sea. 2 karya klasik keren, yg menjadikan Jules Verne sebagai Bapak Fiksi Ilmiah.
Saat baca ini, aku lagi ga mood baca dan diperparah oleh pemilihan kata di terjemahannya yg bikin ga sreg. Jadilah baca buku ini agak lebih lama dari yg diperkirakan. Itu sebabnya hanya kukasih 3,5 bintang, yg dibulatkan ke atas.