Jump to ratings and reviews
Rate this book

Creepy Case Club #1

Creepy Case Club: Kasus Nyanyian Berhantu

Rate this book
Nyanyikan ketika sedang sendiri, dan dia akan datang.

Namira adalah gadis kecil yang tidak biasa. Baginya, hantu bukan untuk ditakuti dan ia justru bersimpati dengan tokoh-tokoh jahat dalam dongeng.

Setelah tak sengaja menyanyikan sebuah lagu lama yang katanya dapat memanggil hantu, arwah seorang anak perempuan meneror Namira. Dibantu Vedi dan Jani, dua teman barunya, ia berusaha mengungkap misteri di balik lagu itu.

Sebuah teka-teki yang membuat mereka mempertanyakan kembali arti baik dan jahat.

180 pages, ebook

First published July 30, 2018

13 people are currently reading
179 people want to read

About the author

Rizal Iwan

13 books29 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
59 (36%)
4 stars
77 (47%)
3 stars
25 (15%)
2 stars
0 (0%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 30 of 61 reviews
Profile Image for Aravena.
680 reviews37 followers
January 3, 2019
Ada banyak hal yang saya suka dari buku ini!

Ini judul pertama dari seri petualangan/misteri Creepy Case Club, yang nuansanya agak mengingatkan pada judul-judul lawas di masa kecil saya. Ada sentuhan modern di buku ini untuk menyesuaikan dengan zaman, tetapi esensinya familiar: penyelidikan suatu misteri/fenomena aneh oleh tokoh anak-anak pra-remaja yang cerdas, lugu (*belum kepikiran soal cinta-cintaan, yang jelas), dan penuh rasa ingin tahu.

Banyak titik keseimbangan yang berhasil dicapai penulisnya. Pemilahan babnya bagus, tidak terlalu panjang maupun pendek. Tema dan gaya penyampaiannya tidak dangkal, tapi juga tidak terlalu berat atau terkesan menggurui. Ketiga tokoh bocahnya gampang disukai—bukan karena mereka seperti ‘anak malaikat’, melainkan justru karena mereka begajulan, judes, dan sok tahu, hahaha!

Autentisitas penting buat saya dalam hal tokoh anak-anak, dan yang ada di buku ini terasa memenuhi hal itu. Saya memang bukan fans berat Disney seperti Namira dan Jani, atau pengamat fakta-fakta ilmiah seperti Vedi, tapi saya tetap merasa nyambung dengan gaya dialog mereka yang menggebu-gebu dan saling berceletukan. Terkadang ada kesan bahwa apa yang mereka bicarakan sangat ‘dewasa’ (atau adanya Pesan Edukatif™ yang ingin disampaikan penulisnya melalui dialog mereka), tapi oke-oke saja asalkan penyampaiannya masih wajar. Lagipula, saya percaya dan sudah lihat sendiri bahwa seiring perkembangan zaman, banyak anak-anak yang berwawasan lebih luas dan berpandangan lebih terbuka dibanding saya saat seumuran mereka.

Saya juga suka ilustrasi mini bernuansa khas di awal tiap bab, maupun konsep plotnya sendiri yang menggabungkan unsur horor, investigasi ala cerita detektif, dan keseharian di sekolah. Saya paling suka sewaktu .

Ada beberapa hal yang eksekusinya bisa lebih baik; walau bagian awal dan akhirnya sudah bagus, bagian tengahnya kadang terasa kurang menggigit. Mungkin akan lebih seru lagi (*ini hanya selera pribadi saja lho!) kalau . Banyaknya saltik, terutama yang berjenis hilang spasi (*sepertiini), juga rasanya melampaui batas kewajaran untuk buku yang sudah diterbitkan ke publik. Tentunya ini bukan tanggung jawab penulisnya seorang, melainkan tim secara keseluruhan yang menangani buku ini—sayang kan kalau fundamental ceritanya sudah oke, tapi ada nilai minus karena soal itu?

Terlepas dari itu, saya punya firasat kalau ini jenis seri yang akan semakin menarik seiring dengan makin berkembangnya penokohannya. Patut direkomendasikan untuk anak-anak yang doyan baca, pembaca dewasa yang ingin nostalgila, atau penulis yang ingin cari referensi tentang cerita dengan tokoh anak-anak pra-remaja. Seandainya saya masih mengajar dan perlu memberi murid saya tugas membaca, ini jenis buku yang dengan senang hati akan saya tugaskan ke mereka.

//meluncurketokbukuntukambilvolumekeduanya
Profile Image for Guguk.
1,343 reviews83 followers
October 30, 2018
Cerita anak-anak yang enak dibaca (≧◡≦) seru karena ketiga anak ini berusaha memecahkan misteri yang beraroma supernatural dengan penyelidikan yang logis. Suka dengan si Vedi yang penggemar sains tapi menerima juga hal-hal yang belum bisa dijelaskan oleh ilmu pengetahuan, karena siapa tahu, besok-besok ketemu penjelasannya~ (╯✧▽✧)╯ //sainsselaluberubah //Plutoadalahplanetdihatiku XDD

Yang bikin tambah seru, yang dibahas jadi nyanyian berhantu di sini adalah lagu anak-anak yang populer dan biasa dinyanyikan sejak SD. Sial banget, pas abis baca tanpa sadar jadi bersenandung sendiri, padahal kosan lagi kosong \(º □ º l|l)/ untung yang muncul cuma kucing...

Ada satu-dua yang agak membingungkan, aku lupa yang dua apa, tapi yang satunya itu Ada juga beberapa typo (dua kata tersambung tanpa spasi) tapi nggak gitu mengganggu.

Sangat menyenangkan bacanya! (o´▽`o) Langsung nyari vol.2nya, penasaran dengan petualangan selanjutnya dari tiga bocah ini~
Profile Image for LiLa.
323 reviews12 followers
January 16, 2019
Terima kasih, guguk karena sudah membaca dan membuat review untuk buku ini

Suka membaca buku misteri untuk anak? Coba cicipi buku ini! Saya baru mulai icip-icip novel anak ber-genre misteri saat baca Misteri Chiroptera Penculik. Jadi saat baca buku ini tidak ada ekspektasi sama sekali. Tapi pengarang berhasil membuat saya bersuka cita. Ketiga sosok detektif di buku ini tidak kehilangan ciri khas anak-anaknya dan mereka memecahkan misteri dengan sangat baik. Komposisi ketiganya juga seolah saling melengkapi. Rasanya sangat menyenangkan sekali membaca buku ini
Tapi bukan berarti buku ini tanpa kekurangan. Typo bertebaran cukup banyak di buku ini; mulai dari yang tidak mengganggu sampai cukup mengurangi kenikmatan membaca. Jenis typo yang paling sering saya temui adalah kurangnya spasi yang satu-dua kali bikin kening berkerut. Jenis lain yang saya temukan adalah kesalahan menyebutkan karakter yang sedang bicara, ini bikin saya ngulang baca beberapa paragraf untuk mastiin kalau saya ga melewatkan sesuatu. Satu lagi adalah kekurangan kata (bukan tanda baca yah), misal: "Aku percaya sama kamu!" yang seharusnya "Aku gak percaya sama kamu!"
Soal kapan Namira "mengundang" Soleram (sempet disinggung Kakak guguk), memang ga disebutkan waktu tepatnya sich. Di awal bab cuma disebutkan waktu Bunda masuk untuk cium kening Namira. Lalu disebutkan Namira mulai "bersiap" tanpa info ini berapa lama setelah Bunda cium kening. Overall saya masih cukup nangkep bagian ini

Ps: buku keduanya lebih maknyus. Ceritanya 👍 dan typo dkk juga sudah berkurang. Ganbatte, semuanya \(^o^)/
Profile Image for Dyah.
1,110 reviews63 followers
January 2, 2021
Akhir tahun 2020, tiba-tiba diajak kenalan dengan serial buku middle grade lokal, dengan elemen supranatural yang tentu saja menarik minatku. Tanpa pikir panjang, langsung aja aku beli keempat bukunya yang sudah terbit. Dan begitu bukunya kuterima, langsung dibaca, ngga pakai lama 😂
.
Creepy Case Club nama serinya. Mengisahkan tiga orang anak kelas 5 SD yang jadi berteman gara-gara menyelidiki rentetan kejadian yang berhubungan dengan hantu. Namira, Jani, dan Vedi. Dengan keunikan karakter masing-masing, mereka bertiga bekerja sama untuk menguak misteri di balik lagu tradisional berjudul Soleram.
Untuk saat ini aku belum punya tokoh favorit, ketiganya gemas-gemas gimana gitu; kadang beneran lucu, kadang ngeselin. Ya khas anak-anak lah.
.
Cerita Kasus Nyanyian Berhantu ini plotnya rapi, alurnya cukup cepat, bab-babnya pendek dengan cliffhanger yang bikin pengen baca terus sampai tuntas. Untuk twistnya, buat pembaca dewasa sih pasti udah bisa nebak lah. Tapi kalau untuk anak-anak (karena target pembacanya memang anak-anak), seru banget untuk diikuti.
Nilai plusnya lagi, ada ilustrasi-ilustrasi kecil di awal setiap bab, yang menambah keseruan membaca.
.
Sayangnya nih, aku menemukan beberapa saltik dan spasi yang hilang (kata-katanya jadi dempet gitu). Aku ngga bisa memaklumi hal ini, apalagi buku ini untuk anak-anak, dan mereka perlu diberi contoh tata bahasa yang baik. Mungkin ini terkesan sepele, tapi (IMHO) kalau anak-anak dibiasakan menoleransi kesalahan-kesalahan kecil, semakin dewasa mereka akan lebih gampang menoleransi kesalahan-kesalahan besar. Aku harap tim redaksi penerbit buku ini akan lebih ketat lagi dalam proses proofreading naskah 😊
.
Wajib baca buat yang suka cerita-cerita middle grade. Cocok buat dikasih ke anak-anak remaja.
Profile Image for Dion Yulianto.
Author 25 books198 followers
December 16, 2022
Buku pertama dari seri Creepy Case Club, dan ternyata melebihi ekspektasi karena memang masih jarang ada buku petualangan anak-misteri-detektif lokal sekomplet ini. Berbeda dengan serial petualangan lain yang menggunakan misteri hantu hanya sebagai kedok untuk menarik cerita, dalam serial (terkahir saya cek udah ada 5 buku) ini hantunya beneran ada. Misteri hantu tidak sekadar hanya dijadikan tempelan penarik minat, tetapi juga dimasukkan dalam cerita. Tapi yang seru, itu tidak menjadikan buku ini jadi buku horor ala ala Goosebumps. Malah lebih mirip kisah detektif dengan bumbu misteri horor.

Di buku pertama ini, klub kasus seram pertama kali dibentuk. Anggotanya tiga anak SD bernama Namira, Vidi, dan Jani. Kasus dimulai dengan Namira yang menyanyikan lagu Soleram pada malam-malam saat sedang sendirian. Konon, siapa yang melakukan itu akan dihantui oleh hantu bernama Soleram. Namira yang tak percaya mencobanya, dan berakhir dengan teror kecil yang cukup merepotkan. Dari sinilah klub kasus seram ini akhirnya terbentuk. Untuk menyelidiki benarkah lagu Soleram yang legendaris itu beneran berhantu atau tidak. Buku ini rampung dalam sekali-dua kali baca saking serunya.

Paling menarik dari buku ini adalah bagaimana penulis menggunakan fakta-fakta untuk menjelaskan semua misteri. Termasuk misteri hantu, bagaimana kontak itu terjadi, hingga kenapa penampakan bisa muncul terkait sebuah peritiwa di masa lalu. Semua dijelaskan dengan "logika cerita" meskipun ada beberapa misteri yang mungkin bisa terbuktikan kebenarannya. Lewat kisah anak ini, penulis jelas menunjukkan kecintaannya pada membaca buku, riset, berpikiran terbuka akan segala kemungkinan, serta tentang manusia yang tidak sepenuhnya hitam atau putih saja.

Ini nilai-nilai universal yang sepatutnya lebih banyak dikenalkan kepada pembaca muda sejak dini. Salam hormat untuk penulisnya.
Profile Image for Filli.
154 reviews41 followers
January 27, 2021
Perkenalan saya dengan buku ini diawali dari melihat unggahan teman tentang ini dan menurutnya bagus. The power of social media, tentu saja 🤭

Tanpa pikir panjang, langsung gas beli keempat serinya.

Buku pertama ini menceritakan tentang pertama kali ketiga orang anak ini bertemu, dan akhirnya bersama-sama untuk menguak kasus yang menganggu Namira.

Horornya hanya sedikit kok. Lebih ke arah petualangan, misteri, persahabatan, dan keluarga.
Sukaaaa ❤❤ petualangan yang seru untuk diikuti.
Profile Image for Nathalie Indry.
53 reviews8 followers
May 3, 2021
Kangen banget dengan kisah petualangan anak - anak yang sarat pengalaman dan nilai hidup! Rizal adalah penulis muda berbakat yang pandai meramu imajinasi untuk menampilkan kembali sisi anak - anak dalam dirinya. Geng Creepy Case punya tokoh - tokoh yang tergambar sangat kuat, bertemu dengan petualangan baru yang berbeda di setiap judul.

Salut dengan sisipan nilai - nilai budaya seperti asal usul lagu Soleram atau permainan congklak yang memperkaya isi buku, cocok untuk menambah pengetahuan anak - anak yang akan tertantang untuk menyelesaikan buku ini dan cari tahu akhir petualangan di setiap cerita.
Profile Image for Ren Puspita.
1,511 reviews1,027 followers
January 24, 2024
4 bintang

Gegara buku ini, gue ga akan mendengar lagu Soleram in the same way again XD.

Karena gabut ga ada kerjaan di kantor (jangan ditiru ya teman - teman) dan ga bawa buku buat dibaca, akhirnya gue milih - milih bacaan ringan apa yang bisa dibaca di apps Gramedia Digital. Gue pun tertarik buat baca Creepy Case Club yang kebetulan enam bukunya sudah ada semua di Gramdig. Jumlah halamannya pun ga sampe 200 halaman, dan karena gue rada masokis meski ga suka hehantuan gue tetep baca aja. Toh masih siang ini hahaha. Pun gue jarang baca buku anak - anak

Seandainya gue baca buku ini di umur 10 tahun pasti bakal gue lahap tanpa bertanya - tanya. Gue di umur 36 tahun? Not so much, hahaha. Gue agak mengernyit pas tahu Vedi, salah satu protagonis di buku ini, udah baca The Da Vinci Code di umurnya yang masih 10 tahun. To said I have "bruh" moment is an understatement. Tapi mungkin anak SD jaman sekarang begitu kali ya. Pun karena gue dulu SDnya di daerah dan bukan Jakarta, gue mikirnya anak SD Jakarta ngomongnya apa high tech banget, lel. Eniwei, ini cuma masalah preferensi aja dan gue senangnya penyebutan kata ganti orang ga pake "gue-elo" tapi "aku-kamu". Cukup metropop aja yang pake "gue-elo" :))

Unsur horornya sendiri walau cukup bikin merinding tapi ternyata ga banyak dan lebih fokus sama penyelidikan ketiga tokoh utamanya, Namira, Jani dan Vedi. Awal cerita juga cukup bagus dan pastinya bikin simpati sama Namira, karena gue juga kalau seumuran Namira pasti bete banget pindah rumah dan adaptasi di lingkungan baru. Pertengkarannya dengan Jani pada awalnya juga menggemaskan. Terlepas dari obrolan yang cukup "tinggi" terutama dari Vedi, sebenarnya dialognya emang anak - anak banget kok. Mereka semua bertindak seperti anak SD pada umumnya. Gue juga suka sama ide Rizal Iwan dengan memakai lagu Soleram sebagai dasar dari misteri si hantu. Unik!

Beberapa pesan-pesan di buku ini cukup dapet, kayak when in doubt, always go to the library! Library rules!! Tentunya ada pesan moral juga kalau hidup itu ga melulu hitam dan putih tapi selalu ada alasan dibalik sifat manusia yang dianggap baik atau jahat. Kalau ini yang baca orang dewasa (kayak gue misalnya) pasti bilangnya "ya itu juga kita pada tahu keleusss", tapi karena buku ini emang ditujukan buat anak - anak, jadi ya cukup oke penyampaiannya. Gue juga suka pas bagian di balik kebenaran kenapa si hantu lagu Soleram ini gangguin Namira dan malah jadi agak berkaca - kaca juga pas bacanya, hahaha. Kayaknya buku anak emang lebih gampang bikin terharu yah :')

Kisah Namira yang awalnya pindah rumah ini emang ngingetin gue sama Riley di Inside Out (dan ternyata authornya juga fans film Disney). Bedanya sama Riley, Namira dapet temen baru yaitu Vedi yang songong tapi baik dan Jani yang awalnya "queen bee" banget tapi masih jadi akrab. Ga sabar buat baca kisah - kisah lain dari anggota Creepy Case Club ini!
Profile Image for Hera Diani.
Author 3 books17 followers
September 2, 2018
Sangat menikmati membaca buku anak-anak bertema horor ini. Tulisannya mengalir enak, dialognya cerdas tapi tidak dibuat-buat, settingnya kontemporer, dan memberi pengetahuan-pengetahuan dan pesan moral tanpa berkesan menggurui atau menjejali pembaca. Emosinya juga terasa. Karakter-karakter membuat kita peduli dan "invested in them" karena pas dan tidak bersifat satu dimensi. Saya senang sekali tokoh utamanya anak perempuan yang pemberani dan cerdas, agar anak-anak juga sudah terinternalisasi dari kecil bahwa perempuan bisa melakukan apa saja.
Profile Image for Dava Andrea.
7 reviews1 follower
September 25, 2018
Highly recommended. Menjawab kerinduan akan buku petualangan anak yang mendebarkan, seperti seri misteri R.L. Stine dan "Lima Sekawan" yang saya baca sewaktu kecil. Kisahnya bernuansa supranatural, tetapi juga logis. Horor, ada hantunya. Tapi kalau dibaca sampai habis, anak-anak akan paham bahwa hantu itu bukan makhluk menakutkan seperti yang diframing di media massa selama ini. Anak-anak juga bisa belajar dari Namira, Vedi, dan Jani (tiga sekawan pendiri Creepy Case Club) untuk berani mempertanyakan hal-hal enggak logis di dunia ini, dan mencari solusi atau penjelasannya.
Profile Image for Sinatria Pringgondani.
3 reviews1 follower
January 17, 2019
Gue emang jarang banget baca buku cerita atau novel terutama novel berbahasa Indonesia, karena terus terang, banyak yang tidak men-stimulate pegerakan cerita yang akhirnya bisa jadi kayak film di pikiran...

Nah, si Creepy Case ini walopun katanya buat anak-anak justru buat penasaran. Dan bener aja... kita jadi berasa kayak anak kecil yang ikutan ke dalam sebuah petualangan yang ada dalam novel misteri anak-anak ini. Serunya petualangan hanya dari sebuah buku cerita.

Nyanyian berhantu itu buat gue penasaran akan banyak cerita Indonesia yang bisa diangkat untuk sebuah cerita menarik...

Oiya jangan mikir ini cuma tentang cerita hantu-hantuan atau setan-setanan... Ini tentang kisah sebuah petualangan, emang sih petualangan misteri... tapi petualangan yang seru...

Kalau saya aja sebagai seorang dewasa bisa ikutan terbawa rasa petualangan karena buku ini gimana anak-anak :)

Coba rasain petualangan dari buku ini...

Sekarang sudah saatnya selesaikan buku selanjutnya...







Profile Image for M. Fadli.
Author 8 books24 followers
October 21, 2019
Ini adalah sastra anak yang benar-benar bergizi. Seolah menggabungkan cerita trio detektif dengan goosebumps dengan kearifan lokal. Saya ingat sekali membaca cerita seperti ini saat masih SD kelas enam atau SMP kelas satu. Bacaan seperti ini yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia.

Kasus Nyanyian Berhantu merupakan novel pertama dari Creepy Case Club yang memperkenalkan ketiga tokoh. Namira, murid pindahan asal Riau yang akan sekolah di Jakarta, suka dengan tokoh antagonis dalam cerita Disney Princess. Lalu ada Jani, murid berprestasi di sekolahnya yang menyukai segala hal berhubungan dengan princess, serta Vedi, bocah yang terlihat tua daripada umurnya dan pecinta astronomi. Ketiganya bertemu dan terlibat dengan hal yang aneh dan susah dijelaskan dengan akal rasional.

Di kasus pertama ini, bercerita tentang Namira, murid pindahan dari daerah yang kini bersekolah di SD Baruna Vidya. Ia mendapat tugas untuk mengumpulkan lagu daerah anak-anak. Dan tidak menyangka dia memilih lagu 'Soleram' yang ternyata memiliki asal usul yang misterius. Sosok hantu anak kecil pun menghantui Namira dan memberikan petunjuk-petunjuk penting kepada Namira dan teman-temannya.

Yang menarik di sini adalah cara penulis memilih latar belakang lagu Soleram yang kemudian diolah dengan misteri fiktif dan sandi-sandi yang membuat pembaca penasaran. Apalagi dengan suguhan pengetahuan tentang beberapa nursery rhyme tak bertuan. Sepertinya yang baru diangkat di seri ini adalah karakter Namira yang unik. Mungkin karakter Jani dan Vedi akan dijelaskan di beberapa seri berikutnya. Mungkin yang agak kurang mulus adalah awal mula pertemanan antara Namira dan Jani yang tadinya terlihat seperti rival tiba-tiba bisa jadi teman baik. Seperti menjetikkan jari, tiba-tiba mereka bisa berteman dan akrab. Tapi ini adalah sastra anak yang unik. Meskipun ada hantunya, tapi tidak menujukkan kengerian atau sesuatu yang menyeramkan. Termasuk cara investigasi ketiga tokoh tersebut. Semua penjelasan dan pencarian faktanya masih dalam nalar yang asyik.

Nah, jika kamu punya adik yang usianya sepuluh tahun ke atas, hadiahkan buku ini kepada mereka ketimbang minjemin gadget.
1 review3 followers
June 7, 2019

Saya termasuk mereka yang paling berbahagia tatkala mendengar Rizal Iwan akhirnya merilis buku ini--saya sudah menggemari karya-karya Rizal yang berupa cerita pendek dan dimasukkan ke dalam kolaborasi bersama penulis-penulis lain. Tutur kata Rizal dalam bercerita begitu sederhana tetapi mampu menghadirkan 'twist' yang sangat indah dan luwes.

Sebagai penggemar kartun dan penggemar Wicked, saya tersenyum-senyum sendiri ketika Rizal memasukkan opini sang karakter (yang masih anak-anak, loh!) tentang bagaimana karakter-karakter antagonis dalam cerita-cerita anak-anak bisa saja sebenarnya baik atau terpaksa melakukan kejahatan karena terpojok, sedih, dan lain sebagainya.

Cerkas. Apalagi buku ini termasuk buku anak-anak. Pada awal membaca saya sempat berpikir: "Apakah ini tidak terlalu dewasa atau berat untuk anak-anak?" tetapi kemudian saya menoyor kepala saya sendiri--toh waktu saya kecil saya membaca Goosebumps dan Lima Sekawan dan saya bisa menikmatinya.

Tidak mudah menulis buku anak-anak--apalagi karena penulis harus bisa bertutur seperti anak-anak pada usia tertentu dan mengerti kultur pop yang dinikmati anak-anak zaman sekarang. Jadi, saya rasa Rizal berhasil melakukannya.

Terus berkarya, Rizal. Saya baru membaca yang Nyanian Berhantu ini. Yang Indigo menyusul, ya.

Salam hangat,
Amahl
Profile Image for Mark.
1,284 reviews
August 6, 2018
Mengangkat sebuah lagu anak-anak tradisional asli Indonesia sebagai inti pusaran cerita horror rasanya belum (pernah?) dieksplorasi lebih jauh di khazanah(!) literasi anak-anak di negeri ini; berbeda dengan "Lingsir Wengi" yang sudah over-eksploitasi setelah trilogi "Kuntilanak". Itulah sebabnya mengapa debut Creepy Case Club ini berpotensi menjadi bacaan menarik bagi anak-anak usia Sekolah Dasar masa kini. Tersebutlah "Soleram", lagu tradisional asal Provinsi Riau yang dimitoskan punya latar belakang kisah misteri, karena bisa memanggil arwah anak perempuan bernama Soleram. Benarkah demikian?

Penarasian yang mengalir dan penggunaan kosa kata non-kompleks, ditambah kehadiran karakter anak-anak yang mencoba menyikapi fenomen supranatural dengan cara berpikir logis-saintifik, membuatku menilai buku ini patut dibaca oleh segmen yang lebih luas.
Profile Image for Ken Girisya.
16 reviews
December 29, 2020
Buku yang ringan, tapi sangat berkesan untuk saya. Alurnya pas, sehingga selalu ingin melihat bab-bab selanjutnya untuk mengetahui misteri apa yang ada pada buku ini. Walaupun buku ini adalah kategori buku anak, tetapi sangat bagus untuk dibaca oleh siapa aja, karena isinya lebih dari sekadar buku anak :)

Saya sangat suka juga dengan karakter-karakter yang ada di buku ini. Karakter utama yang tidak seperti anak-anak pada umumnya, sehingga menambah keunikan dari karakter ini, tapi tidak berlebihan. Selain itu juga interaksi antara karakter-karakter di buku ini juga sangat masuk akal.

Kekurangan dari buku ini adalah.... kurang panjang ceritanya.. :D Cukup cepat untuk membaca habis buku ini. Tapi tentunya sangat puas setelah selesai membacanya.

Secara keseluruhan buku ini sangat bagus dan saya rekomendasikan untuk teman-teman semua membacanya.
Profile Image for Stefanny Natalia.
286 reviews32 followers
May 30, 2023
Akhirnyaaa kesampaian baca buku ini
Kupikir buku ini critanya sperti scobby doo/ 5 skawan yg pemecahan kasusnya bukan melibatkan hantu beneran,ternyata enggak dongg

Bukunya page turner, dan pemecahan misteri ala2 anak 10thn cukup oke dan rapi
Critanya fokus dan gak terlalu melebar
Cocok banget dibaca anak2 dan dewasa

Cumaaan aku agak janggal di part2 akhir
karna penulisnya masukin beberapa quote tentang kehidupan dll yg diucapin sm anak 10 thn wkwkwk
Aku ga tau emang ada beneran anak usia 10thn yg bs paham tentang kehidupan kayak gt, soalnya muridku sendiri aja yg usia 10 thn aja belum bisa jabarin tentnag hubungan kakak adik dlm keluarga dgn bijak gitu 🤣🤣🤣 maaf ya author..
Tapi mungkin cocoknya untuk usia 12 thn'an dialognya
Sisanya udah okee dan seruuu critanya ❤️
Gak sabar mau rekomendasiin ini ke murid2ku yg lain ❤️❤️
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Grace.
36 reviews
March 1, 2025
BENARAN BUKU SEKALI DUDUK!! (Ini masih masuk bacaan di Feb, as always kadang lupa update lol)
.
Jadinya lagu Soleram gaakan pernah sama lagi sih di telinga hamba. Moral story nya tuh deep sih menurutku, walau ini buku bacaan utk anak2 tapi sebagai orang dewasa ((asyikk, orang dewasa gak tuhh hahha)) aku relate juga. Yahhh yg namanya hubungan dalam keluarga yaaa selalu sekompleks ituuu!!~
Kisah pertemanan ketiga bocil ini juga menarik, sering gtu emang yaaa from enemies to friend xoxo..
.
Jadi pengen baca case mereka yg lain
2 reviews
September 24, 2022
Baru menemukan buku ini dari sebuah review bookstagram, buku ini mengingatkanku akan pertualangan dari trio detektif dan kebetulan di buku ini pemeran utamanya juga ada tiga orang. Buku pertama dari creepy case club ini sanggup buat aku sedikit merinding waktu di awal bacanya, apalagi saat menyanyikan lagu soleram nya, dan penyelesaian cerita yang menurutku sangat hangat membuatku jadi tersentuh apalagi saat dengar bagaimana alasan dari kematian soleram. Sentuhan horor dan detektif ini sukses menbuatku kepoin seri creepy case lainnya juga
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Al Ridwan.
59 reviews
January 24, 2024
3.5/5

reading this in college made me feel a little bit jealous of the characters' friendship because fifth grade was hell for me, but it also made me miss my Fantasteen years.

i love how unpredictable it was to a certain extent, and i love how the characters aren't rushed by a "ticking time-bomb". it's just pure children's wonder.

i'll be tuning in for the second book.
Profile Image for veyninda.
152 reviews9 followers
March 21, 2020
Aku sempat mengira novel ini adalah novel horor kelas berat yang nyerimin. But, ya aku lagi lagi salah 😌 Ini novel horor detective ringan ala-ala novel midle grade. Horornya ringan nggak seberapa menakutkan, detektifnya juga ringan.
Aku suka sekali petualangan 3 orang anak di novel ini 🥰
Profile Image for Sulhan Habibi.
809 reviews63 followers
December 23, 2023
Suka. Kasus pertama yang mencuri perhatian.
Cara bercerita mas Iwan bagus banget. Ceritanya ngalir. Kasusnya menarik. Penyelesaiannya pun mantap.

Keren. Keren.
Profile Image for Michelle.
11 reviews
July 23, 2025
Lebih terasa seperti misteri petualangan anak-anak daripada horor mencekam. Ceritanya ringan, penuh rasa ingin tahu, dan menonjolkan nilai persahabatan serta kekeluargaan.
Profile Image for Devina Gunawan.
23 reviews
January 28, 2021
One trait of a genius is having the ability to turn something so simple into something terrifying. I can both be in an awe - and be scared of Mas Rizal’s writing at this point.

I never in my life thought I’d ever be so scared of one song. And it’s a song I grew up knowing!

And it’s quite awful, having one seemingly harmless song turned into a haunting echo at night.

Of course, reading this book at 10PM was a grave mistake.

This first book of CCC is a wonderful ride, and I mean it despite the sleep deprivation it caused. It took me back to childhood, to silly horror stories I used to hear when I was a child, and random friendship bonds I shared with others back then - over a common enemy: ghost.

The narration stayed true to the age of the characters, and it worked well with the storyline and some scary factors in the book. And even though the genre is horror, I can see little kids enjoying this book.

And lose sleep over it.

It’s an A+ worth of a read, and I highly recommend it.

Profile Image for Araaaa ➹.
133 reviews11 followers
November 27, 2021
Memang cerita anak yang seru diikuti sih. Bahasanya ringan, percakapan di dalamnya pun juga mudah dipahami meskipun gaya bicara Vedi dah kayak dosen beneran hahahah

Di buku ini juga dapet referensi lagu2 anak yang niatnya mau kucari lebih lanjut nantinya. Keren sih.
1 review
June 27, 2019
Cerita anak-anak yang menyenangkan dengan tutur bahasa Indonesia yang cukup baku tapi tidak kaku. Mengingatkah pada Triona, tiga detektif cilik Indonesia, karya Dwianto Setyawan tapi ditambahi bumbu misteri dan referensi kebudayaan pop masa kini.

Meskipun diceritakan dari perspektif anak-anak, pembaca dewasa (paling tidak, saya) bisa larut dalam petualangan mereka dan ikut berempati terhadap masalah-masalah yang mereka. Sama seperti ketika membaca cerita detektif cilik karya Enid Blyton, saya ikut tertawa, kesal dan terharu bersama Namira, Jani dan Vedi.

Hal yang paling saya sukai dari buku ini adalah tidak ada yang hitam dan putih, dan apa yang awalnya tampak menyeramkan, tidak selalu demikian adanya. Saya membayangkan jika saya membaca buku ini ketika masih dalam usia anak-anak, saya akan lebih mudah untuk berempati dengan anak lain (dan hantu).

Terima kasih, Rizal, saya menikmati ceritanya dan sekarang saya punya pilihan baru jika harus membelikan kado untuk para bocah.
Profile Image for tiara.
41 reviews
June 7, 2024
The moment when I saw this kind of mystery-detective cover at this book, I downloaded it right away on Gramdig! 🕵‍♀️

A lil girl named Namira memiliki kegemaran yang "unik." Bisa dibilang, kesukaannya itu berbeda 180⁰ dari banyak gadis seusianya. Ketika anak-anak lain suka sama dongeng Sleeping Beauty, specifically, the Princess Aurora, tapi enggak dengan Namira. Dia malah suka Maleficent! The reason behind it is somehow logical, and I agree, lah. Hahaha.

Let's talk about the plot! Buku ini menyajikan plot yang bikin readers tenggelam dalam cerita sampai lupa waktu (literally. It happened to me ketika lagi nunggu antrean perpanjang STNK yang super boring 🙄 TMI, wkwk).

So, yea, this book tells about the background di balik "Soleram." Yes, Soleram. Judul lagu anak-anak yang kita ketahui selama ini. But, the writer gives a spice with a twist yang bikin pembaca turns "😨"

The plot is well executed, and I was super thrilled while reading this book! It turned out as I expected. Super excited untuk lanjut ke series selanjutnya! ⭐️🔍
Profile Image for Maria.
223 reviews1 follower
December 26, 2023
Nagihhh bgttt baca buku ini walaupun ini tuh termasuk buku anak.
Apalagi tokoh utama dan teman-temannya cukup realistis dan cerdik untuk seukuran anak sd.
Konflik yang dibawa juga menarik, enggak habis pikir aja dari lagu anak bisa dijadikan sisi kelam.
Profile Image for booksventura.
87 reviews4 followers
June 23, 2022
Eh beneran ada hantunya!
.
Ini buku perdana CCC yang saya baca. Beneran ga nyangka kalau muatan ceritanya padat dan menarik gini. Apalagi beberapa selipan info yang ada, bikin saya orang dewasa jadi ikutan melek.
Kami tahu nggak?
Konon katanya Soleram itu lagu pemanggil hantu loh!
.
Tapi Namira, Vedi dan Jani nggak percaya semudah itu. Ketiga sahabat ini berpacu waktu memecahkan misteri dibalik lagu ini. Apalagi kian hari, arwah itu kian seliweran sana sini meninggalkan berbagai petunjuk janggal. Mulai dari huruf-huruf acak, potongan surat kabar lawas, hingga tempat-tempat tersirat yang perlu mereka datangi untuk menuntaskan misteri ini.
.
Seringkali saya agak lupa kalau para tokoh di sini masih kelas 5 SD. Percakapan mereka tuh luas dan tua banget hahaha. Hmm.. saya dulu pas SD ngapain aja ya? 😅
.
Baca ini kayak berasa baca Trio Detektif seri petualangannya Alfred H. Bedanya ada bumbu lokal yang bikin saya menjerit, 𝘺𝘢 𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯! 𝘒𝘰𝘬 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘵𝘢𝘶𝘶𝘶..
Saya beneran ga bisa nebak endingnya. Dan hanyut gitu aja terbawa arus alur yang makin ke belakang makin seru!
Jadi rupanya Soleram itu adalah....
.
Profile Image for Kustin Desmuflihah.
114 reviews6 followers
December 11, 2022
Udah lama nggak baca buku anak-anak detektif kayak gini. Petualangannya seru walau emang agak ngeri karena memang yg diselidiki kasus hantu. (Bukan kayak scooby doo yg kasusnya ulah manusia).

Kita akan kenalan dengan 3 tokoh utama, Namira, Jani dan Vedi. Ketiganya juga punya karakter yg beda2. Mungkin Namira lebih mirip Velma (unik, tapi nggak cupu), Jani lebih mirip Daphne yg cantik dan pemberani, satu lagi Vedi yg cerdas dan lebih dewasa dari umumnya. Persahabatan mereka dimulai dengan unik di buku ini.

Sebagai bacaan anak-anak, buku ini punya kasus yg cukup simple tapi cukup bikin penasaran yaitu lagu Soleram. Konon, lagu itu bisa memanggil hantu kalau dinyanyikan saat sendirian. Apakah benar begitu?

Aku rasa buku ini cocok dibaca bahkan dari anak masih SD. Pesan moralnya dapet, keseruannya juga dapat. Tapi sayangnya, ada beberapa typo dan missing word yg aku sadari saat baca. Semoga next cetak bisa diperbaiki.
Displaying 1 - 30 of 61 reviews