Halo, Kerabat !
Kali ini membaca tulisannya Val Plumwood yang merupakan seorang filsuf lingkungan dan feminis lingkungan terkemuka, menyoroti kesalahan dalam pandangan manusia terhadap alam. Dia menekankan perlunya melihat alam sebagai entitas dengan nilai intrinsik, bukan hanya objek eksploitasi manusia.
Karyanya mengeksplorasi etika lingkungan, feminisme lingkungan, dan konsep ekofeminisme, menantang antroposentrisme dan membahas hubungan antara manusia dan alam. Pengalaman dramatisnya diserang oleh buaya di Australia mendalamkan pemahamannya tentang interaksi manusia dengan lingkungan. Warisannya tetap hidup melalui tulisannya, mendorong pemikiran kritis tentang ekologi, budaya, dan gender, memengaruhi pemikiran lingkungan global. Plumwood meninggal pada tahun 2008, tetapi ide-ide inovatifnya terus mempengaruhi perdebatan lingkungan dan filsafat modern.
Beberapa intisari dalam buku ini mencakup :
1. Sebuah laporan yang sangat dibutuhkan tentang kesalahan pemikiran kita tentang lingkungan.
2. Val Plumwood berpendapat bahwa kita perlu melihat alam sebagai tujuan itu sendiri, bukan sebagai alat untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.
Dimulai dari Kesalahan Pemikiran Lingkungan yang mengidentifikasi kesalahan dalam cara kita memandang lingkungan dan perlunya perubahan paradigma, Nilai Alam Sendiri harus bisa menekankan pentingnya melihat alam sebagai tujuan akhir, bukan sekadar sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, Menentang Instrumenalisasi Alam artinya adalah menolak konsep melihat alam hanya sebagai instrumen atau alat untuk mencapai tujuan manusia. Tentunya har ini merujuk pada perlunya Penghormatan dan Kepedulian yang dapat mengajak untuk menghormati dan merawat alam, bukan hanya memanfaatkannya semata. Sejauh ini Pentingnya Kebijaksanaan Ekologis dalam merancang kebijakan dan tindakan manusia terhadap lingkungan yang disertai Peran Budaya dan Pendidikan dalam membentuk sikap dan perilaku manusia terhadap alam. Yang paling membahayakan adalah ketika Krisis Akal Budi Manusia dalam merespons tantangan lingkungan, dan perlunya perubahan dalam pemikiran dan tindakan manusia, Mengapa tidak ada hal-hal Transformasi Kultural dalam Pandangan manusia terhadap lingkungan ? Tentu saja hal ini merupakan pemikiran eksploitatif untuk menuju berkelanjutan.
Hatur nuhun.