Jump to ratings and reviews
Rate this book

The Davincka Code: How Traveling Inspires You

Rate this book

298 pages, Paperback

First published January 6, 204

4 people are currently reading
9 people want to read

About the author

Jihan Davincka

2 books8 followers
Simply a mom, orang Bugis, blogger and vlogger (as well).

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
2 (9%)
4 stars
8 (38%)
3 stars
10 (47%)
2 stars
1 (4%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for h.
375 reviews147 followers
January 12, 2021
Ketipu banget sama judul bukunya honestly yg mana ada kalimat "How Traveling Inspires You", kukira bukunya bakal menceritakan banyak hal tentang traveling but voilaaa nooooo

Isi bukunya kayak gado-gado. Iya gado-gado yang terdiri dari beberapa macam sayuran itu

Nah di buku ini, kamu bakal nemuin tentang parenting, anak ambis, kesetaraan gender, and more tentang life lesson like bahkan bakal ketemu cerita Bung Karno juga *upss

Bahasanya yang ringan dari penulis juga membuat kamu bakal larut dalam kata dan kalimat yg dibubuhkan penulis. Jadi aku sukaa🤩 walaupun bukunya udah terbit bbrp tahun silam, but its actually worth it utk dibaca sekarang kok!
Profile Image for Sri.
14 reviews4 followers
May 28, 2014
5 stars deh buat Mamak gaul ini.. hihihi :P Suka banget sama tulisan-tulisannya. Awal mulanya kenal, dari postingan temen di tumblr, yang share salah satu tulisannya di blog. Eh, kecantol dengan tulisan lainnya. Dilalah, begitu lamanya follow twitter dan ngubek-ngubek blognya, ternyata Mamak ini punya buku juga. Dua pulak. Niat mau beli dua-duanya, tapi katanya penjaga toko buku, emang agak sulit dicari, nemu satu yg The Davincka Code lah.. Daaann.. saya tak pernah menyesal membelinya. Bahagiaaa :-D

The Davincka Code sendiri adalah kumpulan postingan blog jihandavincka.wordpress.com yang dipilih dan dibukukan dengan apik. Sampai foto-fotonya pun ikut dibukukan :P Apapun yang ditulis Mamak ini, selalu nambah ilmu saya yang masih dangkal dan cetek ini, dan hampir di tiap tulisannya, pasti ada quote yang disertakan di dalamnya. Siapapun yang membacanya, saya yakin diam-diam akan menuliskan quotenya di notes handphonenya. Buahahahahha XD

Buku ini bukan hanya sekedar buku traveling yang memberikan tips kepada kita untuk membawa sekian baju ketika bepergian kesini, bawa lotion ini ketika disana dengan suhu sekian, atau pilihan kerudung apa yang pantas dipakai ketika menginjak bumi timur tengah. Ah, ini jauh lebih dari itu. Perjalanan yang dimaksudkan penulis, lebih kepada perjalanan hidupnya. Siapa yang mengira perjalanan penulis 7 bersaudara yang kecilnya akrab dengan suasana pasar di dekat rumahnya ini, akan membawanya menetap di Jeddah, Teheran dan saat ini tinggal di Athlone? Allah Maha Mengetahui..

Dari potongan kisah hidup Mamak ini pula, saya berani membangun mimpi, "ah bisalah yaa.. nanti menetap setahun dua tahun di negeri orang buat belajar. kasih devisa sikit buat negara :P"

Gaya menulisnya yang khas, seperti orang yang sedang akrab mengobrol dengan teman dekat, memberitahu tapi tidak menggurui, memulainya dari obrolan ringan yang sehari-hari kita temui, eh ada hikmahnya ya ternyata. Hoo begitu. Kok gak kepikiran sih. Ah, bener banget Mamak ini. Daaannn ekspresi lainnya. Hihi

Buku ini, agak jarang ditemui di beberapa bookstore. Saya sudah mencobanya. Dan beruntung menemukannya di Gramedia Bintaro Plaza. Mungkin, untuk buku Mamak yang satu lagi, saya akan coba beli online. Hehe

Walaupun isinya ada di blognya semua, tapi saya lebih suka membaca di buku sungguhan. Itulah sebabnya saya kekeuh mau beli bukunya, membaca buku konvensional selalu lebih menyenangkan menurut saya. Sungguuh....

Hihi.. Selamat yaaa Mamak Jihan. Keep inspiring. Keep Shining \:D/
Profile Image for Nadia Qorina.
29 reviews2 followers
March 6, 2014
awalnya saya menyangka buku ini seperti buku travelling lainnya, cerita tentang penjelajahan penulis di negara/kota/tempat yang ditinggali. Tapi ternyata beda!
Ngga semua bab menceritakan seputar travelling/pengalaman hidup di luar negeri.
Hmmmmm.... I got something dari tiap-tiap bab-nya.
Keren....

Mungkin saya perlu memperbaiki definisi travelling versi saya setelah membaca buku ini.
Travelling ngga melulu seputar jalan2 ke tempat wisata. Menjalani hidup yang kdang di luar ekspektasi dan jauh dari yang dicita-citakan bisa juga disebut travelling :)


Cuma foto-foto yang ditampilkan itu rasanya kurang relevan dengan isinya. Foto yang ditampilkan objek yang ada di Irlandia atau Jeddah, tapi bab-nya justru bercerita hal lain.
But overall, this is a great and nice travelling book..
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
March 17, 2020
Walau udah nggak berstatus sebagai pegawai kantoran, aku masih berteman baik dengan beberapa ex rekan kerja dulu. Sampai sekarang masih suka ketemuan (eh lebih tepatnya masih sering aku repotin buahaha).

Termasuklah si X ini, yang tengah galau memilih antara jadi ibu pekerja atau ibu rumah tangga. Suaminya, juga teman satu kantor dulu. Tapi, mas nikah, salah satu harus mengalah. Sang suami kini memiliki karir cemerlang di kota lain dan karena terpisah, suami meminta X untuk resign.

"Gimana ya Yan, tahu sendiri kan kamu kalau aku cinta banget pekerjaan ini."

Kurang lebih setahun bergelut dengan kegamangan, kini sudah masuk injury time. Eh, pas banget, saat X curhat, aku lagi baca buku ini. Di mana, si penulis (Mbak Jihan) juga sempat berada di titik gamang yang sama.

Lalu, aku kasihlah beberapa quote yang ada di buku ini. Diantaranya:

"Kalau sudah menjadi istri, tempat terbaik itu di samping suami." Hal 52.

"Dari anak pertama sampai adikmu dulu, Mama selalu melahirkan di samping bapak. Tidak pernah pulang ke kampung. Jangan dipikir-pikir, tapi hadapi saja. Kalau tiba waktunya, kau nanti kaget sendiri, betapa mudahnya semua bisa dilewati."

Well, sebagai (calon) bapak-(bapak), aku gak akan banyak komen soal ibu pekerja VS ibu rumah tangga. Udah banyak banget yang bahas haha. Toh, masing-masing keluarga juga kondisinya beda. Apapun pilihannya, selagi dijalani dengan baik, maka sah-sah saja.

Nah, di buku berjudul The Davincka Code ini, mbak Jihan banyak sekali bercerita tentang kehidupannya yang lahir di keluarga besar, sejak usia muda sudah merantau.

Bahkan, ketika menemukan jodoh, nasip mengiringi beliau dan keluarga untuk berpindah ke belahan negara lain. Diantaranya Jeddah, Saudi Arabia yang lumayan mendapatkan porsi di buku ini.

Btw, saat baca aku kepikiran kenal Mbak Jihan ini dari mana ya? haha. Lupa, antara kesasar duluan di blognya baru kemudian temenan di FB, atau sebaliknya.

Yang jelas, tulisan-tulisan Mbak Jihan enak banget diikuti. Banyak pandangan-pandangannya yang mashoook ke aku. Dalam artian, dalam banyak hal, aku sejalan dengan apa yang ia rasakan terhadap banyak hal. Termasuk... soal pilpres hehehe.

"Mbak, bukunya lagi didiskon di toko buku online nganu," sahutku melalui DM beberapa waktu lalu. Aku ngabarin, ya kali-kali Mbak Jihan mau mempromosikan gitu hehe. Tapi tanggapan beliau, "Gak usah lah, itu lagian ada di blog semua isinya hihihihihi."

Oh ternyata diangkat dari blog (sebagaimana banyak buku lain, termasuk bukuku yang terbaru juga hehehe). Tapi, ya aku tetap beli. Soalnya gak semua tulisan di blog ya aku lahap. Dan, di mana-mana, baca tulisan di buku itu jauh lebih seru ketimbang di layar hape/komputer, kan?

Ada banyak sekali pelajaran yang aku ambil dari buku ini. Isinya random walau ada benang merahnya sebagaimana sub judul buku ini: How travelling Inpires You.

Kekurangannya? mungkin karena diambil di blog, ada hal-hal yang dibahas berulang antara satu bab dan bab lain walaupun di bab lainnya dijelaskan lebih rinci. Tapi, soal ini nggak mengganggu kok.

Hmm apa lagi ya yang mau dicelotehin soal buku ini? hehe. Gak ada, cukup.

Skor 8/10
Profile Image for Epphy Arista.
19 reviews10 followers
January 6, 2016
Sebagai seorang pleghmatis yang pada dasarnya malas bergerak, saya suka banget di ceramahin, di ingetin, di kasih petunjuk, intinya di jejelin motivasi-motivasi gitu deh.

Itulah sebabnya sebagian besar koleksi bukuku genrenya adalah self-help or something that can motivate me or make my heart marming. Sempet ngira kalo aku gak dewasa ato apalah, tapi this is me. I'm just lazy. I need someone or something push me up so I can be the better me. Thas's all.

Dan buku Davincka Code ini cocok banget banget ama aku. Mengispirasi tapi lembut bagt. Beberapa bab-nya ngebuat aku mengangguk dan bilang ohyaya.

Namun buku ini terlalu banyak memuat kehidupan pribadinya yang mungkin menurut sebagian orang terkesan biasa saja. Setiap orang punya keluarga dan punya lika liku masing-masing. Sebenernya gak papa sih kalo mau muat kehidupan penulis, tapi di buku ini porsinya kebanyakan. Berasa banget kayak lagi baca blog pribadi orang yang sama sekali gak dikenal. Penuh celotehan yang kurang penting.

Bab yang paling saya suka dalam buku ini adalah "Because one day Mommy, I wont be this small". Benar juga, anak-anak kita akan tumbuh hari demi hari, dan mereka suatu hari akan tumbuh dewasa dan membuat kita bangga. Nikmatin setiap proses tumbuh kembang mereka.

Tiga bintang deh untuk buku ini, because I like the genre of the book and I proud of the writer who live her dream to be writer and good mother to her children. I wanna be like her someday.

Terus berkarya bunda Jihan
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.