"Nanti Juga Sembuh Sendiri' adalah buku yang sebenarnya jadi 'cermin' atau 'teman curhat' paling dalam untuk kalian bisa jujur dengan perasaan sendiri. Sebab, begitu banyak orang yang denial dan berpura-pura kuat dan gak punya teman cerita.
Buku ini layaknya 'diary' yang mana kalian tidak perlu membaca dari awal. Cukup membuka bab atau tulisan yang sesuai dengan kondisi hati kalian saja.
Buku ini berisi kata-kata sederhana, mungkin jauh dari diksi-diksi indah. Tapi kesederhanaan & apa adanya itu yang biasanya akan lebih bisa diterima oleh kalian yang gak baik-baik aja.
buku ini menjadi pembuka bacaan aku di 2025. aku sering dengar nama helobagas, di spotify maupun instagram, jadi aku punya ekspektasi tinggi sama buku ini. judulnya cukup menarik, tapi setelah aku baca, rasanya? biasa aja. isi bukunya bisa di temukan di cuitan twitter. bahkan aku pikir kutipannya nggak ada yang spesial, karena semuanya bisa kita temuin yang serupa pinterest :<
aku udah hampir dnf di halaman awal, cuma karena aku mikir cuma 100an halaman doang bisalah kubaca sampai akhir. tapi akhirnya juga kecewa, karena isinya gini doang ternyata.
Berisi kumpulan tulisan reflektif, puisi pendek, dan prosa puitis yang mengangkat tema penyembuhan diri, kehilangan, cinta dan penerimaan. Helo Bagas menuliskan isi hati yang sering terjadi rasa lelah menjadi manusia, patah hati, dan upaya untuk kembali berdamai dengan diri sendiri.
Kelebihan Buku : -Tulisan sederhana tapi manyentuh dan punya makna dalam. -Relevan dengan kehidupan generasi muda yang sedang berjuang -Tidak perlu dibaca berurutan. Pembaca bisa membuka secara acak dan menemukan kalimat yang terasa tepat.
Kekurangan Buku : -Peberapa bagian terasa mirip satu sama lain. -Hampir sama tulisan memilih tempo dan tone yang samo
Pesan Yang Dapat Dipelajari : -Mau berdamai dan tidak memaksa, waktu akan menyembuhkan luka. -Laki-laki maupun perempuan berhak menangis, lelah dan tidak selalu kuat -Cinta paling penting adalah yang datang dari dalam proses. -Setiap orang memiliki cara sendiri untuk pulih.
Untuk kamu yang sedang berjuang melewati masa sulit, buku ini cocok sebaga refleksi dan pengingat lembut bahwa tidak apa-apa belum sembuh. Aku beri 🌟 3,5/5.
Bacaan yang ringan dan dibaca ketika lagi ngerasa cape sama hidup aja. Bukan bacaan sekali duduk yang padahal bisa langsung dilahap sekali duduk. Isinya tentang "teman bersedih". Jd ga ngerasa sendirian ketika lagi sedih. Sayangnya buku ini ga berbentuk alur cerita. Padahal apabila bisa memuat alur cerita sekaligus teman bersedih lebih memuaskan sih isinya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Berisi kalimat-kalimat motivasi yang masih sangat relevan. Semuanya hal tidak ada yang abadi, seperti sedih akan berganti dengan senang, senang akan berganti dengan sedih. Dalam buku ini pembaca diajak untuk tidak menyerah namun tetap menikmati prosesnya karena semua tidak ada yang abadi, semua akan berganti.