What do you think?
Rate this book


368 pages, Paperback
First published December 1, 2013
Apakah kehancuran besar yang menimpa bangsaku bisa terhapus hanya karena usaha-usaha perdamaian?Pertemuan dua perempuan dari generasi yang berbeda. Keduanya merupakan penyintas dari beberapa peristiwa sejarah kelam yang telah terjadi di Indonesia.
"... Begitulah peradaban. Di satu sisi selalu berhasil memunculkan tokoh-tokoh besar, tapi di sisi lain dengan semena-mena akan menceburkan orang-orang yang berlawanan ideologi ke kubangan lumpur."Lantas, kemanakah nasib kehidupan akan membawa mereka pergi? Apakah akhirnya mereka berdua pada akan mendapatkan kehidupan yang aman atau justru sebaliknya, menderita hingga di penghujung hayat?
p. 164
"Orang menjadi takut untuk berkorban, karena tanpa berkorban pun, mereka telah menjadi korban. Korban-korban ketidakadilan, kezaliman, kebengisan..."Novel ini menghubungkan tema identitas dan diskriminasi dengan konteks historis Indonesia, terutama yang dialami oleh mantan tahanan politik G30S dan komunitas etnis Tionghoa. Dalam sejarah Indonesia, kedua kelompok ini sering mengalami kesulitan dan perlakuan tidak adil. Para mantan tahanan politik seringkali dicap sebagai pengkhianat, sementara etnis Tionghoa menghadapi diskriminasi karena identitas budaya mereka. Melalui novel ini, penulis mengilustrasikan bagaimana kedua kelompok tersebut berjuang melawan stigma dan pencitraan negatif yang melekat pada diri mereka.
p. 314