Jump to ratings and reviews
Rate this book

Kamu Tidak Istimewa

Rate this book
Riwayat ini mengandung banyak paham .

Bias prasangka hadir melengkapi desus.

Remuk redam menjadi sorakan.

Bimbang.

Barangkali jenaka?

Atma lunglai rasa tak menapak.

Kosong termanipulasi gelagatnya sendiri.

Piala penderitaan terbaik tergenggam erat.

Enggan lepas.

Hingga sebuah utas melingkupi.

Yang istimewa bukan hanya kamu.

Dirimu jauh dari satu-satunya.

Allah mencintai semua.

Berikut getir-getirnya.

108 pages, ebook

Published January 31, 2024

17 people are currently reading
136 people want to read

About the author

Natasha Rizky

4 books11 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
34 (33%)
4 stars
33 (32%)
3 stars
27 (26%)
2 stars
6 (5%)
1 star
1 (<1%)
Displaying 1 - 27 of 27 reviews
Profile Image for Muhammad Edwin.
460 reviews16 followers
August 9, 2024
"Kita bukan satu-satunya pemeran utama, bahkan dalam hidup kita sendiri.
Bukan hanya kamu yang dicintai-Nya. Bukan hanya kamu yang tersusah.
Kamu tidak seistimewa itu."

Paling suka sama tulisan dengan judul Kamu Tidak Istimewa. Ruang Hijau dan Surat Cinta Untukmu sangat menyentuh, apalagi waktu dibacakan langsung oleh Aca.
Profile Image for Lelita P..
633 reviews58 followers
February 3, 2024
:')
Sebagai publik figur yang kehidupan pribadinya diekspos di media, selama ini sosok Natasha Rizky yang kita tahu ya cuma yang di media itu aja... termasuk ujian rumah tangganya yang kemarin sempat jadi trending topic. Kita selaku penonton cuma bisa mengira-ngira rasa sakitnya... tapi melalui buku ini, rasa sakitnya itu diuntai dalam kata-kata dengan hati-hati, penuh emosi. Makanya nuansa buku ini sedih dan pilu sekali... karena kita jadi mendapat sedikit gambaran betapa luka beliau sebenarnya dalam dan penuh darah. Baca ini rasanya perih, sakit, hati kayak ditoreh-toreh... tapi di bagian akhir dikasih obatnya berupa kata-kata lembut tentang Tuhan Yang Mahabaik.

Di bagian awal yang menceritakan tentang lukanya itu saya udah ngerasa supernyesek... tapi sungguh yang paling bikin mbrambang justru bagian-bagian akhirnya itu. Saya diingatkan kembali konsep-konsep akidah tentang keyakinan kepada Tuhan, tentang cinta Tuhan kepada hamba-Nya, tentang kasih sayang Tuhan berupa ujian, tentang betapa manusia tidak istimewa di antara miliaran hamba-Nya yang punya penderitaan masing-masing, dan... tentang hal yang paling mendasar bahwa Tuhan-lah tempat seharusnya manusia berpaling untuk menceritakan kegundahan dan luka-lukanya. Sudah seharusnya manusia merangkak, bersujud, dan memohon untuk dipeluk Tuhan, hanya Tuhan semata tak ada yang lain....

Bukunya tipis, tapi maknanya dalam sekali, membekas lama. Ilustrasinya cantik banget, warna-warna dan gambar-gambar simbolisnya pas merepresentasikan larik-larik puisi yang menyertainya. Tata letaknya juga smart, tiap halaman nggak padat jadi memberikan komposisi seimbang antara puisi dan gambar. Terus saya suka sekali diksi-diksi dalam tulisannya, bahkan saya sampai buka KBBI karena tidak familier dengan beberapa kata (senangnya bisa belajar kata-kata baru: rengsa, lokawigna, ancala, pawana, manasuka, atma).

Terima kasih Natasha Rizky sudah menulis buku ini, terima kasih atas keberaniannya untuk berbagi. Semoga bisa menjadi katarsis untuk laranya. :')
Profile Image for Ancha.
20 reviews
January 3, 2026
bukan selera saya. jadi berasa ga cocok saja
Profile Image for Dita Anggita.
59 reviews
February 13, 2024
3.5/5

Natasha Rizky membagi buku ini ke dalam tiga bagian: 1) Perasaan, 2) Realitas, dan 3) Istimewa?

Sebagian besar isi buku ini seperti curahan hati Natasha Rizky sendiri. Beberapa orang bahkan berasumsi Ruang Hijau sebagai pengalamannya ketika proses perpisahannya dengan mantan suami. Tetapi sebagian besar juga mengajak kita untuk selalu mengingat rahmat dan kasih sayang Rabb kita.

Ilustrasinya cakep. Bakal lebih puas kalau baca buku fisiknya. Apalagi di akhir ada ruang untuk kita pembacamencurahkan isi hati. Cocok!

Sementara aku masih baca digital. Hehehe.
Profile Image for Astrajingga Asmasubrata.
4 reviews
May 2, 2025
potret penyair sebagai influencer emosi klise, bukan peretas bahasa

yang membuat orang menulis puisi sebagai curhat alih-alih sebagai seni bahasa berpangkal pada dominannya ideologi ekspresif dalam budaya kontemporer yang mengafirmasi perasaan pribadi sebagai pusat otoritas makna, ditambah gagalnya pendidikan sastra mengenalkan puisi sebagai sistem formal dengan konvensi estetik dan logika komposisional yang otonom; akibatnya, banyak penulis—dan tak sedikit pula yang mengklaim diri penyair—memahami puisi bukan sebagai konstruksi semiotik yang menantang batas bahasa, melainkan sekadar wadah pelampiasan afeksi, sehingga puisi tereduksi menjadi catatan harian dalam bentuk baris-baris pendek tanpa kesadaran metrik, enjambemen, ambiguitas, musikalitas, atau intertekstualitas; dalam kondisi ini, bentuk dianggap ornamen, bukan mesin makna, dan diksi tak dipilah sebagai strategi, tapi dibebaskan liar sebagai emosi yang dimetaforakan serampangan; semua ini diperparah oleh algoritma media sosial yang mempromosikan keterbacaan instan dan kepalsuan kedalaman lewat kesan rapuh yang dikapitalisasi, sementara tradisi kritik dan pembacaan tekstual yang mendisiplinkan estetika justru disingkirkan demi etika apresiatif yang terlalu lunak: maka lahirlah anggapan bahwa semua yang menyentuh pasti puitis, padahal dalam seni bahasa, sentuhan hanya sah jika dibangun dari tensi antara yang dikatakan dan tak dikatakan, antara bentuk dan isi, bukan dari air mata yang dituang begitu saja ke dalam metafora klise, dangkal, usang, dan karbitan.

buku ini adalah contoh terang benderang atas hal tersebut.
Profile Image for Yuu Sasih.
Author 6 books46 followers
April 8, 2024
Sebetulnya tertarik baca ini karena judulnya, karena kukira isinya lebih kepada motivasi/self-help dalam bentuk sajak. Ternyata lebih ke puisi liris tentang kisah hidup penulisnya. Mungkin akan lebih kena ke mereka yang paham siapa penulisnya dan mengikuti lika-liku perjalanan hidup mereka, karena kalau baca tanpa paham hal tersebut (sepertiku), puisinya banyak yang nggak kena.

Penulisan bait lirikalnya bisa dibilang sangat sederhana dan nyaris seperti curhatan dipenggal-penggal seperti bait puisi--ada yang menggunakan diksi yang indah, tapi ada juga yang bahasa sehari-hari. Beberapa pemilihan kata juga menurutku sedikit dipertanyakan, seperti pemilihan kata 'diagnosa' untuk bait yang menjelaskan tentang tuduhan, atau penggunaan kata 'diksi' untuk bait yang menjelaskan tentang opini/pendapat/kata orang. Karena hal-hal ini jadinya aku semakin sulit untuk merasa relate. Baru setelah selesai baca akhirnya googling siapa penulisnya, oh ya okelah. Saya ternyata kurang kenal, jadi memang kurang bisa paham struggle beliau dan berakhir di kurang bisa menyerna maksud dari bukunya.

So it's an okay book, only and if only you know whose the author is. Jangan kegocek seperti saya yah, ini bukan buku self-help. Oh, dan mungkin akan lebih relate juga bagi pembaca yang punya kecenderungan atau background kuat dalam agama Islam, karena di sini banyak referensi terhadap surat-surat tertentu dalam Al-Qur'an. Jadi bagi yang bukan Islam mungkin juga akan lebih sulit untuk paham.
Profile Image for Meta Morfillah.
679 reviews23 followers
June 12, 2024
Judul: Kamu tidak istimewa
Penulis: Natasha Rizky
Ilustrator: Gayatri Putri
Penerbit: Elex media komputindo
Dimensi: 92 hlm, cetakan pertama 2024 (edisi gramedia digital)
ISBN: 9786230055874

Saat Allah mencintai hambaNya, IA akan memberi ujian pada mereka. Sayangnya, saat manusia diberi ujian seringkali kita merasa paling nestapa sendirian. Padahal kita tidak seistimewa itu. Bukan hanya satu-satunya.

Itulah gagasan yang dibawa kumpulan sajak ini yang dibagi menjadi 3 bab besar: perasaan, realitas, dan istimewa?

Permainan diksi penulis memang menarik, namun belum semuanya membuat jatuh hati. Ada beberapa kata yang baru saya pahami dan perlu dicari tahu lewat tesaurus sebab jarang dipadupadankan (atau mungkin memang saya kurang gaul berbahasa indonesia yang benar). Namun keterpaduan antara diksi dan ilustrasi berwarna membuat buku ini amat menarik. Rasa dan pesannya sampai, sebab diperkuat gambar. So lovely!

Saya apresiasi 4 dari 5 bintang.

Meta Morfillah

#1hari1tulisan #resensibuku #reviewbuku #bacabuku #kamutidakistimewa #natasharizky #gayatriputri #fiksi #metamorfillah
Profile Image for Adinda Saraswati.
2 reviews
April 27, 2024
Tidak jauh berbeda dari buku sebelumnya, Catatan Kronik. Kali ini Natasha Rizky kembali membingkai berbagai perasaannya melalui puisi dengan diksi indah. Tapi yang berbeda mungkin yaa, nuansa buku ini ya. Karena rasanya sih, kalau mau pakai ilmu sok tahu, buku ini ditulis saat Natasha Rizky masih struggling dalam pernikahannya dengan Desta.
Tapi jujur, justru ini berhasil membuat saya salut. Daripada bersliweran di podcast-podcast, seperti kebanyakan selebriti, Natasha Rizky lebih memilih mencurahkan perasaannya lewat cara yang "glamour".
Satu hal yang aku suka, kak Aca, selalu berusaha mengingatkan kita tentang Allah, hampir di semua puisinya. Jadi ya bisa kita anggap sebagai reminder juga.
Yang tidak boleh ketinggalan di apresiasi adalah ilustrasinya! Cantik, manis, instagramable hahaha
Semoga yang membaca buku ini cukup tertampar seperti aku ya. Barakallahu fiik kak Aca, semoga menjadi amal jariyah 🌻
65 reviews1 follower
February 13, 2024
Ikut naik turun emosinya baca buku ini hehe. Mungkin aku ga paham keselurahan setiap katanya, tapi halaman-halamannya grafiknya naik naik lalu perlahan landai. Di awal seperti menceritakan kekesalan, kemarahan, frustasi, kecewa dsb lalu perlahan mulai menerima berlapang dada. Mungkin emang fase manusia seperti itu (?) Semoga ka Aca dan anak-anaknya selalu berada dalam lindungan Allah.

Aku Suka "Bagaimana Ya" dan "Lemah"

Lemah bukan berarti tidak bisa memenangkan kehidupan.
Dekati yang punya dunia.
Profile Image for lizzz.
11 reviews
July 9, 2024
Di buku ini aku bisa lihat dengan jelas bagaimana kak Aca sudah jauh lebih dewasa dari buku beliau sebelumnya. Tergambar jelas dari cara beliau yang sudah berserah dan percaya sepenuhnya akan semua takdir-Nya, dan tidak lagi menaruh harap pada sesama. Buku ini mengingatkan aku lagi untuk melihat hal-hal yang sudah aku miliki, mengingatkan aku bahwa luka yang aku alami adalah bentuk dari rasa sayang-Nya, mengingatkan aku bahwa aku hanya salau satu dari sekian banyak makhluk-Nya.
Terima kasih kak Aca 🤍
Profile Image for Fhia.
503 reviews18 followers
February 6, 2026
Sedikit membingungkan karena tidak ada pemaparan untuk meningkatkan kemampuan diri ataupum tulisan yang bersifat memotivasi. Sehingga rasanya kurang tepat jika termasuk buku Self-Improvement seperti yang tertulis di bagian belakang buku. Namun, mau dikategorikan sebagai buku puisi pun rasanya kurang cocok juga. Berisi tulisan-tulisan lepas atau curahan hati penulis dengan menggunakan diksi yang indah dan (sekali-sekali) populer. Meskipun begitu, aku suka ilustrasinya.
Well, maybe it's just not my cup of tea.
2 reviews
October 9, 2024
Penulis: Natasha Rizky
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Halaman: 92 hlm

Buku ini isinya kumpulan puisi. Banyak sekali yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Namun, banyak diksi yang digunakan sulit untuk dipahami oleh pembawa awam. Aku sering juga dikit-dikit cek di google untuk beberapa diksi yang gak aku paham. Tentu, ini isinya dengan nuansa islami sesuai dengan kepercayaan yang dianut oleh penulisnya. Demikian, review singkat untuk buku ini.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Atif Hafiz.
1 review
October 25, 2025
Buku ni best sebab ayatnya indah dan puitis. Saya kagum dengan penulisnya dengan kebijakan sasteranya. Banyak saya belajar dari buku ni.

Saya rasa saya berjaya habiskan buku ni dalam masa 2 hari kerana ralit melihat ilustrasi dalam buku ni yang cantik2.

Apapun, buku ni seumpama tafsiran dari kata hati dan pengalaman penulis.

InsyaAllah akan beli lagi buku beliau.

Tahniah Natasha Rizky.

Salam dari Malaysia 🇲🇾
Profile Image for Pearl is Reading.
124 reviews
February 24, 2025
(Baca di gramedia digital)

Kumpulan puisi yang asik dan santai dibaca dalam sekali duduk, ditemani ilustrasi yang membuatku tidak bosan.

Berdasarkan pengalaman penulis yang dituangkan dalam buku ini menurutku semua puisinya bagus dan penuh makna tersembunyi karena ada beberapa part yang sulit dipahami dalam kiasan bahasanya.
Profile Image for Icha.
55 reviews1 follower
September 19, 2025
I fell for the title and I guess I shouldn't have expected anything before reading. Aku merasa kurang terpuaskan setelah selesai baca.

Bukunya reflecting, terutama yg diselipkan materi keislaman. Puisi yg paling aku suka adalah puisi dengan judul sama dengan buku.

Aku kurang suka dengan tatanan kata-katanya, some of them are too absurd to consume (tp ini selera personal saja).
Profile Image for Dini Ni.
19 reviews
July 20, 2024
Bagus banget.. bikin sadar semua di dunia ini diuji.. bukan cuma aq... karna aq tidak seistimewa itu... sama dengan semua hamba Allah yang ada di dunia..

Cuma ada beberapa yg kurang ngerti karna bahasanya terlalu puitis utk ku yg g puitis..
Profile Image for Maknunah.
100 reviews
February 6, 2025
Semua orang punya porsi ujiannya masing-masing. Ujian hidup kita hanya milik kita dan harus diri kita yang menyelesaikannya. Kalau Allah menitipkan ujian itu berarti Allah percaya kalau kita bisa melaluinya.

Jangan ngerasa paling sedih sedunia, bukan hanya kamu yang diuji
Profile Image for gh.
114 reviews
November 21, 2025
buku puisi modern. tulisannya tidak terlalu sulit untuk dimengerti dan lebih personal, ada beberapa bagian mengandung unsur agama juga sehingga bisa lebih personal.

sayangnya, belum ada tulisan yang melekat dan berkesan meski sudah menyelesaikan seluruh halaman.
Profile Image for Sarah Az Zahra.
41 reviews
April 21, 2024
Selesai baca buku ini rasanya pengin peluk kak Aca ({}) Baarakallaahu fiik, kak. Ditunggu karya2 selanjutnya! 🌿
Profile Image for Siti Sarah.
16 reviews
August 8, 2024
Buku ini dihadiahkan oleh seorang teman.
Menjadi pengingat bahwa kamu tidak istimewa. Bukan hanya kamu yang menderita. dan Allah selalu mengurus hambaNya
Profile Image for Lensi  Gayatri.
2 reviews
August 13, 2025
Buku ini berisi sajak-sajak puisi yang sangat indah. Kata-katanya sangat hemat, namun kaya akan makna. Yang jika diterjemahkan bisa berlembar-lembar.
Profile Image for Najia Al Umri (najiainwonderland).
106 reviews
September 8, 2024
Banyak puisi yg sulit kupahami awal2, sulit untuk menikmati puisi2nya. Kayanya lebih ke diary yg di encode ke dalam kata2 yg sulit. Pas masuk part Istimewa ? Itu baru mulai dapat dinikmati, mungkin karena bercerita ttg Allah lebih niqmat drpd ttg luka yg dikasih sama manusia.


Puisi yg paling kusuka :

Alkisah bukan kenangan, tapi luka yg belum selesai

DIA tidak akan zalim

Ibu
Profile Image for Nina.
55 reviews
November 21, 2024
Akuuu sukaaaa ilustrasinyaaaaaaaa
Diksi nya sangat cantikkkkkkkkk, kusebut ini puisi cantik
Displaying 1 - 27 of 27 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.