Kemahiran Aram perihal praktik korupsi teruji ketika menyuap Jaksa Ramli seorang diri. Kecamuk dalam dada kian rancu manakala bayang-bayang sel penjara yang menantinya menyusup di angan. Susah payah ia menenangkan diri, dan baru berhasil menjinakkan ketakutannya yang berapi-api, manakala sang Jaksa menyebut seransel uang yang ia panggul adalah mahar Hendri agar terlepas dari jerat pasal pengedar narkoba menjadi pasal pemakai. Pada saat bersamaan, ia mendengar kabar ibunya sakit di Tenap.
Tenap.
Keinginan Munawar untuk menguasai lahan di lereng Hyang Argopuro membuat Samhadi, si Bandit Tenap, murka. Ia pun mengajak Aram merampok rumah sang cukong. Pada malam buta, keduanya mengendap-endap, lantas menguras harta Munawar. Tenap gempar. Munawar gelagapan. Namun di tengah kekisruhan, Aram justru terusir dari Tenap karena menolak tradisi. Akankah Aram kembali pada kampung halamannya atau bertahan sebagai pengacara muda penyuap?
"Bisa-bisanya dia memperkosa. Dia kira selangkangan perempuan itu barang dagangan yang bisa dipakai seenaknya? Karena itu, kalau ada lelaki yang ingin melihat betapa perempuan dijunjung tinggi, lihatlah di dalam penjara. Pada pelaku asusila."
Buku ini resmi menjadi salah satu buku terbaik yang pernah aku baca. Setiap karakternya ada kelebihan, dan juga ada kekurangan. Aku jatuh cinta dengan cara penulis mendeskripsikan karakter Samhadi dan juga Cak Ra'i. Plot twist yang ditaruh di akhir-akhir bab juga membuatku lupa akan waktu saat menghabiskan buku ini.
Ditulis oleh Nurillah Achmad, Emerging Writer 2019 Ubud Writers and Readers Festival. Lahbako, seperti nama salah satu tarian tradisional Jember, berasal dari kata 'Olah' dan 'Tembakau' (dalam review pembaca lain, Lah tersebut juga bermakna Tanah); menceritakan tentang persoalan masyarakat Tenap dalam mempertahankan lahan tembakau yang mereka miliki.
Adalah Maryam, yang tidak mau menjual dua petak ladang peninggalan suaminya dan masih bertahan menolak tawaran Munawar, seorang makelar tanah yang akan menjual tanah kelahiran dan warisan nenek moyang tersebut menjadi ladang usaha wisata para investor asing.
Sementara anaknya, Aram, berkeinginan sebaliknya. Berprofesi sebagai pengacara sukses di Ibukota, Aram bekerja dengan menghalalkan berbagai cara untuk memenangkan persidangan.
Ada pula Samhadi. Petani tembakau sekaligus bandit, yang merampok rumah orang-orang kaya nan kikir di luar Tenap; pantang baginya merampok rumah warga di daerahnya sendiri. Namun, karena situasi yang semakin runyam akibat polah Munawar, memaksanya untuk mengajak Aram merampok rumah Mafia tersebut sebagai bentuk peringatan.
Keadaan semakin kisruh diwarnai dengan berbagai plot melodrama dan twist! Menurutku, Lahbako menggambarkan keserakahan manusia, kepolosan, keluguan di baliknya serta keberanian dan keteguhan hati. Baik-buruk sifat, semua dimiliki.
Samhadi menjadi tokoh favoritku! 🖤 Ia layaknya Robin Hood yang terus berpegang teguh pada prinsipnya dan terus berani hingga akhir.
Dan yang paling menyenangkan adalah, buku ini aku beli saat bazar gudang Gramedia! Berburu buku-buku dengan harga miring dan ternyata buku yang dibeli bagus pula, so lucky! ✨
Bukunya bagus, ceritanya lumayan seru. Menyuguhkan konflik batin, konflik agraria, konflik moral, kasih sayang ibu, tradisi vs logika, dan narasi yang menarik. Ditulis oleh emerging writers di ubud festival jadi poin yang mengundang pembaca untuk mencoba nya. Bukunya ringan, gak terlalu sulit dipahami