“Saat orang yang kita cintai meninggalkan dunia, kita masih memiliki semua cinta dan kenangan indah yang telah kita petik dan kita simpan di saku kita.”
#lintangbookreview
Rumah Ini Tak Lagi Sama | Urfa Qurrota Ainy
Kehilangan karena kematian tak benar-benar bisa dipahami sebelum kita mengalaminya sendiri. Tak ada pelajaran yang mampu menyiapkan, dan tak ada bayangan yang sanggup menggambarkan rasa sakitnya sebelum itu menjadi nyata dalam hidup kita.
Dengan cara yang mengagumkan, penulis berhasil merangkai pikiran dan perasaan yang sulit diungkapkan ke dalam tulisan di buku ini. Ia mengisahkan pengalaman kehilangan ayah di tengah pandemi COVID-19, serta bagaimana peristiwa itu mengguncang sekaligus membentuk kembali hidupnya, dari luka mendalam hingga akhirnya menemukan kekuatan untuk bangkit.
Selain berbagi pengalaman pribadi, penulis menyisipkan kisah-kisah reflektif yang membantu pembaca memahami makna duka secara lebih komprehensif. Beberapa teori psikologi dan perspektif Islami yang bersifat universal juga turut disertakan, membuat narasi terasa utuh dan mudah dicerna, itulah yang membuatku menikmati penyajiannya.
Tulisan dalam buku ini berhasil mengaduk emosiku, membuatku beberapa kali terdiam dalam renungan hingga menitikkan air mata.🥹 Lewat narasi yang hangat dan jujur, penulis mengajak pembaca menyelami makna duka; mulai dari gejolak perasaan, penyesalan, hingga bagaimana kehilangan bisa mengubah kita, ke arah yang lebih baik ataupun sebaliknya.
Aku merekomendasikan buku ini untuk siapa pun, baik yang sedang maupun pernah mengalami duka, karena isinya mampu menjadi penguat dan penghangat hati. Bagi yang belum pernah merasakannya, buku ini tetap penting, karena membantu kita memahami dan menumbuhkan empati terhadap mereka yang tengah kehilangan.❤️🩹