Jump to ratings and reviews
Rate this book

Konstelasi Andro & Mega: Dunia Tanpa Zodiak

Rate this book
"Jakarta dihebohkan dengan kasus pembunuhan berantai yang menamakan diri Pemburu Zodiak. Tubuh para korban ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan. Tubuh mereka ada yang digantung di pohon dan tergeletak di tanah dengan penuh luka sayatan. Nakula, seorang polisi muda merasa kasus ini sangat unik, karena di sekitar tubuh korban selalu ditemukan lambang zodiak yang menaungi mereka. Pertemuan dengan Andro dan Mega—dua remaja SMA yang juga tertarik mengulik kasus penuh teka-teki ini—membuat Nakula sadar, kalau lambang zodiak itu mengacu pada empat unsur kosmik yang menjadi media bagi Pemburu Zodiak untuk mengeksekusi para korbannya. Nakula, Andro dan Mega merasa tertantang. Mereka terus berpacu dengan waktu sebelum korban-korban berikutnya semakin berjatuhan."

513 pages, ebook

Published August 1, 2023

20 people want to read

About the author

Ragiel JP

8 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (33%)
4 stars
10 (33%)
3 stars
8 (26%)
2 stars
2 (6%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 16 of 16 reviews
Profile Image for Amaya.
762 reviews58 followers
March 23, 2024
Kasus pembunuhan di Jakarta dinyatakan sebagai kasus pembunuhan berantai setelah beberapa korban diketahui memakai metode zodiak dan empat elemen sebagai ciri khasnya. Motifnya tidak diketahui, tapi menurut Nakula, para korban ada kaitannya dengan Guntur. Mega, remaja yang suka dengan novel-novel misteri dan bidang astronomi, memberi perhatian besar pada kasus ini. Meskipun teman-temannya melarang, Mega tetap kukuh ikut mengungkap kasus ini.

Pertama, aku bingung karena anak SMA di sini berani banget. Kayak, ini kasus nggak biasa. Pembunuhannya bukan tusuk terus selesai, tapi pakai disayat juga, yang artinya ada unsur sadisme, kan? Yah, memang nggak lihat secara langsung sih anak-anak ini, tapi tetep aja ngeri banget dibiarin keliaran di TKP. Nyalinya berani bener.

Kedua, masih soal anak-anak ini. Karakter mereka sih ya, remaja banget. Masih ragu dan banyak gegabahnya. Ngomongin soal gegabah, si Mega ini karakternya konsisten sampai akhir. Konsisten keras kepala dan enggan diatur. Yah, nggak bisa nyalahin cara dia membujuk ketiga teman cowoknya tuh kekanakan, malah bikin imej dia jadi cewek pikmi. Dari awal udah kesel sih sama kelakuan si Mega ini, eh di akhir tetap nggak mengubah kesan keselnya.

Ketiga, aku nggak tahu apakah semua karakter di sini mengalami development. Andro sendiri nggak bisa dibilang ada perubahan. Dia dari awal begitu-begitu aja. Plus ada inkonsistensi di beberapa bagian, termasuk kenapa dia bisa salting di depan Rana. Aku tahu Rana cantik, bikin salting, tapi bukannya Andro ada rasanya sama Mega, ya?

Nah, bahas soal perasaan. Romance di sini tipis, tapi nggak bikin greget karena penulis nggak kasih kesan kuat di space yang dikit itu. Berkali-kali disebut Andro suka sama Mega. Udah gitu aja. Ada tindakan? Ada, cuman lebih baik lagi kalau nggak terlalu sering disebut karena pembaca juga sudah paham gimana perasaan Andro ke Mega.

Haduh, kok jadi bahas romance. Lanjut.

Keempat, aku bingung sama latar tempatnya. Memang, latarnya benar-benar ada, tapi penggambarannya malah kayak ada di desa di daerah Jawa Tengah dan/atau Jawa Timur, alih-alih Jakarta. Dunno, rasanya desa terlalu jauh disandingkan dengan Jakarta. Mungkin kalau kawasan padat penduduk begitu masih okelah di bayangan, tapi desa banget, apalagi sampai orang teriak minta tolong nggak dengar? Hmmm.

Kelima, ada lubang di beberapa bagian. Nggak bisa ku-spill karena bakalan spoiler banget. Intinya kayak pertanyaan "kenapa bisa begini" atau "kenapa bisa begitu" jadi hal yang amat lumrah ketika baca ini.

Keenam, konsep zodiak sama empat unsur elemennya bisa dibilang unik, sih. Hal baru bagiku karena emang jarang baca yang pakai unsur beginian di cerita. Apalagi genrenya misteri.

Buat yang lain, aku lupa mau komen apa karena udah agak kabur. Kegundahannya udah ketuang sama buddies read wkwkwk.
Profile Image for Ren Puspita.
1,493 reviews1,021 followers
January 24, 2026
3 bintang

Konstelasi Andro dan Mega ini menurut gue sebenarnya idenya menarik dan eksekusinya pun oke. Hanya banyak hal - hal yang bikin gue "hmm, tiga bintang aja cukup". Meski tokoh utamanya anak SMA, tapi yang gue suka ada tokoh orang dewasanya juga dan porsi penceritaannya cukup balance.

Gue baca - baca review tuh banyak yang kesel sama Mega. Gue sebenarnya ga terlalu masalahin karena namanya juga anak SMA. Cuma gue agak ga sreg sama motivasi Mega menyelidiki kasus pembunuhan Pemburu Zodiak. Hanya karena suka sama novel - novel mystery dan detektif lalu terobsesi segitunya buat part time jadi amateur sleuth? Bahkan Pippa Amobi di novel A Good Girl Guide to Murder yang juga anak SMA pun ga segininya. Minimal alasan Pip menyelidiki cold case itu masih valid karena buat tugas akhirnya (tapi siapa juga sih yang kepikiran gini?). Mega sampai ngajak Andro (yang naksir Mega) buat nemenin dia cari bukti-bukti siapa itu identitas Pemburu bahkan sampai mampir ke rumah orang yang mereka ga kenal sebelumnya. Ya, gue kalau tahu - tahu didatangi anak SMA dan nuduh gue jadi pembunuh gue bakal "make ni bocah". Hehe.

Plot twist tentang pelakunya pun sebenarnya ga twist - twist banget dimana kalau pembaca jeli, sebenarnya sudah jelas dari awal karena kelakuannya agak mencurigakan dan bahkan dia ngakuin sendiri (dalam hati) saat Mega waktu itu ngoceh tentang hubungan zodiak dengan metode pembunuhannya. Jadi waktu identitasnya terungkap, gue ga kaget meski dengan banyaknya red herring yang diberikan sama authornya. Cuma nih, twist menjelang akhir dan alasan kenapa pembunuhnya jadi pembunuh berantai itu semuanya serba terburu - buru. Jadi kurang greget pula.

Eniwei, gue kurang sreg sama cara Ragiel JP ini nulis deskripsi karakter - karakternya. Kamu bisa kok nulis deskripsi seorang karakter cukup dengan 1-2 paragraf di awal tanpa harus disebar jadi beberapa kalimat. Gue agak kesel juga pas baca "gadis dengan aroma stroberi" (ini diulang tiga kali!), "pemuda berkulit sawo matang itu" dll saat mengacu sama Andro, Mega atau tokoh lainnya. Lucunya, ada juga ditulis "laki - laki berambut putih itu", lalu dilanjutkan dengan "laki - laki berumur 56 tahun" di paragraf selanjutnya. Like, do I need to know his age? Ini bagi gue lucu aja sih. Oh iya, ada juga yang lucu saat Mega bilang Nakula, polisi yang menyelidiki kasus pembunuhan berantai, ganteng bak Tom Cruise. Ini remaja jaman now apa masih menganggap Tom Cruise ganteng? He already past his prime, wkwk. Gue curiga ini ada selera pribadi editornya atau apa. Karena di adegan lain, Nakula dibilang ganteng kayak Nicholas Saputra. Nah, kalau yang ini sih gue setuju yak. Karena Nicholas Saputra emang masih relevan sampai sekarang.

Satu lagi yang bikin gue garuk - garuk kepala adalah penggambaran Karang Pinggir sebagai setting tempat. Okelah ini tempatnya fiksi meski dibilang katanya di daerah Srengseng Sawah wicis ada Setu Babakan disana. Tapi baca deskripsi tempat dan bahkan sampai dibilang itu desa, gue be like "LU YAKIN INI JAKARTA??". Sorry, sorry aja nih, gue emang di Jakarta baru 15 tahun dan itu juga gue kerja jadi ga semua pelosok Jakarta gue telusuri. Tapi gue sering lewat Srengseng Sawah dan apa iya ada daerah dengan suasana bak desa yang asri dengan burung - burung berkicau disana? Kenapa ga bikin setting tempatnya di Jawa Tengah atau Yogyakarta aja? Apa supaya karakter Andro, Mega dan anak - anak SMA di buku ini bisa ber- "loe gue" biar ga berasa kaku aja? Gue merasa akhirnya jadi agak miss dengan penggambaran Karang Pinggir yang ga sesuai sama Jakarta yang gue tahu. Apalagi, Jakarta itu selalu ramai setiap saat cuy. Jarang banget sepinya tapi ini desa (atau kampung?) Karang Pinggir kayak desa - desa di Jateng/Jatim yang belum jam 9 aja udah sepinya bukan main.

Memang banyak kelemahan baik terutama dari segi penulisan, setting maupun karakterisasi yang menurut gue ga banyak perkembangan (alias rada datar - datar aja), tapi ga lantas Konstelasi Andro dan Mega ini jadi jelek. Gue akuin tulisannya rapi dan bahkan sangat minim typo untuk ukuran novel Elex (wkwk tumben). Gue cuma berharap meski karakternya usia SMA, tapi target pembacanya mestinya 17+ karena adegan pembunuhannya agak sadis. Seru buat bacaan ringan, tapi kalau udah sering baca novel - novel misteri atau thriller, Konstelasi Andro dan Mega ini belum menawarkan sesuatu yang benar - benar baru.
Profile Image for aynsrtn.
532 reviews18 followers
April 10, 2025
Sebuah pembunuhan berantai terjadi. Pembunuhnya selalu meninggalkan tanda zodiak di dekat mayat yang ia bunuh. Mega, seorang siswi SMA, memiliki ambisi yang tinggi untuk mengungkapkan kasus "Pemburu Zodiak" ini. Bersama Andro, sahabatnya, Mega pun menelusuri jejak sang pembunuh yang sedang membuat gugusnya sendiri.

Premisnya unik dan segar. Menggabungkan thriller-mystery dengan horoskop. Teka-teki pembunuhan yang dikaitkan dengan elemen kosmik para zodiak. Pemecahan misteri khas anak SMA yang menggebu-gebu, kadang labil, idealis, dan menantang bahaya.

Bagian tentang zodiak, perbintangan, dan sejarahnya disajikan secara telling. Agak info dump, but it's okay karena nyambung ke cerita yang diangkat.

Secara konsep dan penulisan sudah cukup baik dan aku menikmatinya, namun ada beberapa hal yang menurutku yang agak mendapat "perhatian"-ku, yaitu:

Latar Tempat
Disebutkan bahwa lokasi—meskipun tersebar di beberapa wilayah—tapi fokusnya di sebuah kampung dekat Srengseng Sawah. Okay, ini di Jakarta, tapi penyebutan di bukunya adalah "desa" terus deskripsinya: rumah yang berjauhan, kolam air, pabrik tahu yang jauh dari mana-mana, orang teriak nggak ada yang dengar, hm ... ini beneran di Jakarta tapi malah seperti di pedesaan dekat kaki gunung (?)

Plot Twist
Sejujurnya aku nggak menduga pada satu plot twist. Tapi karena ditumpuk di satu chapter, jadi nggak ngasih efek kaget bagi pembaca. Kayak oh gitu, terus ada twist lain yang di mana sebelumnya belum sempat dicerna. Sayang banget jadinya, seperti twist-nya tuh sekadar lewat, padahal itu lumayan gong buatku.

Karakter
Mega ini kalau nggak ada Andro kelar deh, haha. Karakternya super mega nyebelin. Dan aku nggak dapat motivasi kenapa Mega segitu gregetnya mau mengungkap kasus ini. Cuma karena dia adiksi dengan novel detektif? Tapi, masa sampai hampir menantang nyawanya sendiri. Malah kalau Andro yang ambis sama kasus ini lebih make sense karena dia punya background story. Pas Mega ngambek itu, aku kira bakal ada background kisah Mega yang bikin dia antusias dengan kasus ini, ternyata karena PMS :D

Sudah sih sepertinya segitu. Aku suka cerita dan premisnya. Beneran unik. Apalagi aku suka hal-hal yang berbau horoskop dan perbintangan. Andro-Mega juga lumayan asyik bumbu romansanya, meskipun tipis setipis tisu.

Kalau suka novel thriller mystery dengan memadukan zodiak yang digagas oleh anak SMA, buku ini direkomendasikan.

Ps. Masih satu semesta ya dengan "Misteri Aksara Kematian", okay akan otw baca~
Profile Image for Dedik Ariyanto.
51 reviews1 follower
April 20, 2025
Novel detektif remaja yang punya jalan cerita meliuk-liuk itu banyak, tapi kalau seru dan tokohnya remaja biasa itu mungkin jarang ditemui. Buku ini salah salah satunya, berkisah anak SMA yang terlalu banyak tahu, dan ingin menjelesaikan sebuah kasus pembunuhan zodiak. Dimana korbanya selalui dikaitkan dengan zodiak. Tapi, apakah dugaan dari remaja-remaja ini benar?

Dengan alur yang rapi dan terkonsep dengan baik, membaca buku ini tak akan memusingkan seperti buku misteri lain. Justru setiap halamannya menawarkan sebuah teka-teki menarik, menebak sebenarnya apa yang akan terjadi. Apalagi, setiap karakternya berhasil menyampaikan cerita yang penuh ketegangan dengan natural.

Aku suka dengan gaya bertutur dan pemilihan gaya bahasa. Penulis punya kekuatan untuk meniupkan energi yang berpendar disetiap paragraf yang akan membuat pembaca betah untuk bertahan. Formula yang digunakan untuk membangun cerita punya komposisi yang pas. Remaja sok ingin tahu, polisi yang tak bisa dipercaya sepenuhnya, juga para tertuduh yang punya nuansa abu-abu. Begitu pula si korban yang juga penuh misteri.

Awalnya aku terhanyut dalam cerita yang sedikit membuat kening mengkerut. Tapi, setelah tabir misteri itu mulai menampakkan titik terang. Gereget dan kemelut itu memuncak Konflik utamanya mulai menguliti pembaca dengan teori-teori penuh konstelasi. Mau tak mau pembaca harus ikut andil dalam menyelesaikan kasus dan menemukan dalang dari kekacauan ini. Meski tidak ada tokoh detektif. peran dua remaja ini berhasil menangani cerita hingga babak akhir penuh ketegangan.

Dua tokoh utama, Andro dan Mega memiliki ikatan kimia yang menarik, interaksi keduanya juga bisa menghidupkan cerita. Tapi, percikan asmara di antara mereka terasa kurang. hanya disebutkan bahwa satu di antaranya punya rasa yang lebih, setelah itu tak berkelanjutan.

Memang cerita tak berfokus pada kisah cinta. kalau sebagai pemanis, menurutku tak akan masalah. Aku juga berharap, akan ada penyelesaian yang lebih akurat, terutama mengapa korban-korban ini berjatuhan. Hampir tak ada kelemahan berarti yang aku dapati dalam buku ini. Penulis benar-benar membalut setiap peristiwa dengan baik. Bahkan nuansa yang dihadirkan saja sudah  membuat pembaca belingsatan. Memang bukan tipe cerita yang misteri yang mengebu-ngebu. Tapi type cerita remaja yang menyenangkan. Bahkan kejutan yang dihadirkan mampu membuat pembaca terlonjak. Aku sendiri sempat terkecoh oleh berbagai macam alibi. Dan akhirnya merasa puas dengan hasil akhirnya. lega dan rasa simpati itu turun saat mengapa dan bagaimana kejadian kelam itu terjadi.

Mungkin karena terfokus pada sub judul buku ini, aku berpikir akan ada suatu peristiwa besar yang berhubungan dengan Zodiak. Tapi ternyata, aku tertipu. Tidak ada yang salah di sini, aku mendapatkan pe-mahaman yang baru, soal astronomi dan tetek bengeknya. Aku juga merasa ini hal yang bagus. Tapi, rupanya itu hanya satu dari tipuan yang digunakan untuk menjerat pembaca dan itu sangat berhasil. Aku suka dengan hal ini. Tipuan yang jitu, apalagi premis cerita detektif ini bisa merangsek pembaca untuk bertahan sampai akhir.

Sudut pandang orang ketiga, memberikan cerita yang lebih luas sudut-sudut alurnya terpapar rapi. Siapa yang tak membayangkan betapa ngerinya korban meregang nyawa melalui deskripsi meng-hanyutkan. begitu pun, saat latar karakter yang memiliki trauma, jangankan mereka yang terlibat. pembaca pun akan terpantik akan hal ini. Masalah terbesar memang selalu muncul dari refleksi.

Sempat merasakan pedih, ketika dipaparkan bagaimana trauma itu muncul. Kekerasan yang terjadi dalam keluarga. hingga peristiwa kelam yang menyebabkan semua kejadian. Rasa sakit yang mendera akan membuat manusia berubah, dan jadilah pembunuhan yang memilukan.

Dendam itu sangat menakutkan, karena dendam seseorang mau melakukan apa saja. Hingga tak peduli dengan orang lain yang tak punya keterikatan dengan dendam itu. Motif inilah yang digunakan oleh penulis untuk novel detektif ini. Benar memang, dendam itu bisa mengubah manusia. Aku rasa motif ini tepat, eksekusinya juga cermat. Hampir tak memberikan pembaca untuk memilih alurnya sendiri.

Namun, karena motif awal itu terlalu rapat disembunyikan. maka ada beberapa yang ter-kesan janggal. Seperti korban pertama pembunuhan yang ter-lalu samar motifnya. serta korban kedua yang bahkan ku-rang kuat keterikatannya dengan sesuatu bernama dendam itu.

Kekhawatiranku rupanya terjadi, di mana karakter remaja SMA yang sok tahu dan terlibat terlalu jauh pada sebuah kasus yang sadis ini akan mendapatkan banyak sanggahan. sedikit mencederai logika, bagaimana mungkin polisi membiar-kan remaja-remaja ini berkeliaran dan mencampuri urusan polisi. Riskan memang! Tapi, penulis menyadari itu dan membuat cerita benar-benar menggelembungan pikiran pembaca.

Bahwa remaja-remaja ini juga bukan super hero yang bisa menghadapi semuanya.

Satu hal yang terlihat jelas adalah, bahwa trauma akan suatu peristiwa kelam akan berimbas pada kehidupan. Seperti trauma dan kondisi kejiwaan. jika hal ini tak ditanggani dengan baik, maka kejadian seperti Si Pemburu Zodiak akan berkembang biak. Sebab, rasa sakit yang terlalu lama dipendam akan membuat borok itu bernanah dan suatu saat akan meletuskan amarah. Nekat dan melakukan apa saja, dengan pembenaran rasa sakit.
Profile Image for Pear.
13 reviews2 followers
November 21, 2025
Premisnya menarik.
Pembunuhan berantai yang mengaitkan pembunuhannya dengan zodiak.

Tapi, plot holenya banyak banget dan pada deketan, kaya kok bisa sih di paragraf atasnya di tulis A, tapi di paragraf berikutnya di tulis B.
Contohnya nih, ada 1 korban yang ditemukan meninggal di kolam ikan/empang. Hasil forensiknya nunjukin kalo korban meninggal karena tenggelam soalnya banyak air di paru-parunya. Eh paragraf berikutnya si polisi bilang korban bisa aja dibunuh dulu baru ditenggelamkan. Kan hasil forensiknya barusan banget dibahas.
Jujur buat aku ganggu banget pas bacanya

Rating asli: 2.5 ⭐
Profile Image for Luv.
110 reviews1 follower
January 11, 2026
Karakter yang konsisten nyebelin dari awal sampe akhir; Mega.

Terjadi kasus pembunuhan berantai mulai dari Jogja, Semarang, hingga puncaknya di Jakarta. Kondisi mayat yang ditemukan dengan simbol zodiak, serta tempat kematian yang berhubungan dengan elemen zodiak tersebut menarik perhatian Mega, siswi SMA yang sangat tergila-gila dengan novel detektif.

Meskipun ketiga temannya melarang Mega kepo terlalu jauh, tetapi gadis itu tetap melakukan penyelidikan, dibantu oleh Andro, sahabatnya, juga Nakula, petugas polisi yang menangani kasus tersebut.

Gimana ya, premisnya sangat sangat oke. Jujur yang menarik perhatianku buat baca ini adalah covernya yang cakep banget itu, dan premisnya juga.

Ini novel misteri dengan fokus buat memecahkan kasus pembunuhan yang behubungan dengan zodiak. Fokusnya ke penyelesaian masalah, bukan ke gimana proses pembunuhannya, walau unsur gore dan sadis tetep ada. Tapi ga too much. Aku suka.

Sayangnya, aku merasakan banyak miss yang mengurangi rasa enjoy ketika baca ini.

Pertama, karakter. Aku ga menemukan chara developmentnya sama sekali. Sejak awal sampai akhir sama aja. Mega yang sotoy dan Andro yang iya iya aja. Dan aku ga suka sama Mega. Gimana ya, sebagai penggemar novel misteri, sangat wajar kalau tertarik sama kasus nyata di sekitar kita. Buat bahan diskusi tongkrongan aja itu sangat sangat wajar. Tapi sampai ke TKP langsung, wawancara keluarga korban dan orang yang dicurigai, apalagi ada kalimat yang mengatakan "dengan kaca pembesar dan topi Sherlock" it's a total disrespect. If i was keluarga korban, dan ada anak SMA kepo begitu, im gonna kick their ass out of my house. Lagi pula, mau kenal polisi nya pun segampang itu kah buat masuk TKP? That doesn't make sense.

Kedua, latar tempat. Aku sadar, mungkin aku sudah termakan stereotip Jakarta yang media berikan. Tentang kota penduduk yang kalo ga gedung tinggi gemerlap, ya rumah rumah ya g dempetan sampe nyisain gang sepetak doang. Jadi, penggambaran latar tempat yang pedesaan dengan sawah sawah luas serta kolam ikan dan pabrik bekas yang jauh dari rumah rumah sampai suara teriakan aja ga terdengar tuh bikin imajinasi ku ga di Jakarta.

Ketiga, alurnya. Apa ya, in rush banget. Bagian plot twist nya ga berasa karena ketumpuk adegan lain jadi cuma selewat aja. Terus berasa ada alur yang sayang banget cuma gitu aja di bagian Mega ngambek yang diceritain cukup panjang, kirain bakal ada sesuatu.

Tapi, untuk romance tipis tipis nya aku suka, sesuai sama tokoh nya yang masih SMA, ga berlebihan dan ga overshadow ke genre utamanya.

Personal taste ya, aku tu ga suka kalau suatu cerita terlalu banyak pakai, "kejadian itu" "momen itu" "kejadian dulu" buat narik rasa penasaran pembaca biar kepo ada apa tuh?? Itu justru bikin aku ga tertarik lagi buat ngulik nya. Kek kalau sekali dua kali oke, tapi kebanyakan spark nya ilang.

Overall tetep enjoyable sih. Kalo bacanya pelan pelan bisa ngunyah 20% terakhir dengan enak dan bisa nikmatin plot twist nya.

Btw, open ending sih kek weew kira kira Kirana mau ngapain bocaaah bukannya belajar dari kesalahan orang lain, huh!
Profile Image for Rayen_Grey.
18 reviews
February 3, 2026
Premis cerita ini menarik untuk seukuran cerita remaja yang bergenrekan misteri. Sehabis kesal gara-gara tidak menemukan bacaan fiksi yang cocok, aku jadi sembarangan mencomot buku di perpustakaan, dan terambil buku ini karena kupikir-pikir, covernya menarik.

Rasa-rasanya aku gak baca blurb di belakang buku ini. Langsung gas baca aja. Barulah ketika mencapai halaman puluhan, aku baca. Oh, itulah alasan mengapa awal-awal bab cerita ini, ada 2 sudut pandang. Pertama dari dua tokoh utama kita, Andro dan Mega. Kedua dari Guntur. Menarik.

Narasinya juga enak dibaca—walau rasanya panjang sekali—tetapi setidaknya penulis sangat detail ketika mendeskripsikan suasana sekitar. Misteri-misteri yang terungkap juga dituliskan dengan pelan-pelan. Itulah kelebihan-kelebihan yang aku temukan di buku ini. Oh ya, kasus yang mereka selidiki ini pun temanya unik. Berkaitan dengan rasi bintang.

Kekurangan yang mengganggu aku ketika membaca ada dua hal. Pertama, ada beberapa dialog yang kata-katanya terlalu baku sehingga tidak natural ketika kita membayangkan karakternya membicarakan seperti itu. Padahal dialog itu bahasanya bisa santai saja. Kedua, variasi kosakata juga harus diperbanyak karena mendekati akhir ada satu kosakata yang terus diulang-ulang.

Mengenai karakter, gak ada yang berkesan sehabis aku baca. Sempet kesel sih sama Mega, tapi namanya juga anak SMA sih, ya. Walaupun alasan dia ngebet banget mau jadi detektif ampe nekat cuman karena suka baca novel misteri itu... Agak gak masuk akal aja di aku. Sesuka-sukanya misteri, aku biasanya tahu orang-orang seperti itu tuh cuman berani baca-baca info kasusnya. Kalo ampe datangin TKP, terus wawancarai orang, aku gak pernah kepikiran ya. Makanya modelan Mega ini 'unik' sih. Mau banget nantangin nyawa (tapi kalo gak nekat mana jalan ceritanya).

Seenggaknya aku bersyukur bisa menyelesaikan buku ini karena sempat berhenti baca hampir seminggu. Bisa menyelesaikan itupun gara-gara baru keingat waktu peminjan buku ini mau habis sedangkan masih tersisa setengah, jadilah aku ngebut bacanya.

Dengan adanya kelebihan dan kekurangan yang aku sebutkan. Aku sebenarnya lumayan suka. Terutama endingnya, wow. Ternyata ada plot twist-nya juga. Okelah untuk sebuah bacaan ringan aku di bulan ini.
Profile Image for Day Nella.
268 reviews5 followers
December 12, 2025
Woah. Aku menemukan pelakunya sejak awal. Dari isi pikirannya sendiri kwkwkw.
Kek keceplosan gitu.

Untuk plot konflik sama idenya yang unik dengan unsur elemen kosmik horoskop dan astrologi tuh beneran menarik.

Suka dengan karakter remaja di sini, terutama Mega yang konsisten dari awal sampai akhir. Bagaimana analisanya tuh cakep kadang ngeselin. Good job.

Karena kasus ini di Jakarta. Agak bingung juga kenapa serasa mereka ke kampung yang jauh sekali gitu. Kalau bahasa orang Bogor tuh di udik sana. Jadi pedalaman gitu. Kesannya nggak terjamah huhuhu. Makanya sempat kepikiran mereka kok cepat ya sampai sana, soalnya di desa. Mungkin nih, dulu orang ngebutnya mah Desa. Jadi ngikutin penyebutan orang dulu. Padahal Mah udah masuk kota, mungkin. Soalnya di sini juga ada yang begitu sih. Nini dan aki-aki bilang desa sebelum jadi kelurahan. Aihh kenapa jadi muterrr.

Meskipun udah ketahuan nih siapa dalangnya, aku masih penasaran sama cara mereka bersaksi. Kenapa bisa-bisanya mengkambing hitamkan orang lain. So, menarik banget.
This entire review has been hidden because of spoilers.
62 reviews2 followers
May 4, 2024
cover baru bikin pangling. editannya jauh lebih rapi. kayak bukan tulisan ragiel wkwkwkw
plotnya nggak gitu banyak perubahan. komen gue sama.
idenya unik pembunuh berantai digabungkan dengan astrologi, zodiac. gue jadi inget series viu judul ZODIAC.
sayangnya, masih ada hal yang nggak gue suka.
1. info2 penting diceritain make telling. padahal keknya bagus pakai showing
2. nggak like bocil2 sok jago, ikut2an nyelidiki kasus
3. masih terkesan maha tau ya. walau nggak gitu kerasa karena ada dua bab tambahan.
4. katanya sadewa nggak mau jadi pebisnis kayak ibunya, nyata dengan buka toko roti juga termasuk pebisnis kali
5. nakula katanya minta dipindahin nanganin kasus zodiac karena pengen nangkep pembunuhnya langsung. bukannya di kepolisian nggak boleh nanganin kasus keluarga sendiri?

tapi penyelidikannya tetep seru dibaca sampai akhir.
Profile Image for Autmn Reader.
893 reviews94 followers
March 22, 2024
Waktu awal baca konsep pembunuhannya menarik banget. Pake zodiak dan bisa-bisanya kepikiran ke sana. Narasi ceritanya juga yang walaupun enggak konsesten dengan penggunana gue-lo dan aku-kamu di paragraf yang sama, tetep masih bisa dinikmati.

Tapi di seperlima ceritanya aku mulai bosen. Petunjuknya kesebar di mana-mana dan kupikir terlalu maksa banget agar pembaca percaya pelakunya dia. Dan ya aku emang percaya sih keluarga ini rada sus, wkwkwk.

Terus jeng jeng jeng, banyaaak banget twist bermunculan, tumpang tindih, dan jadinya cape bacanya. Rasanya jomplang banget dengan penyelidikan yang nggak maju-maju. Aku sampe berpikir, kenapa bisa setebal ini ya sampe 500 halaman. Tapi ya jadi make sense juga sih kenapa penyelidikannya lama. wkwkkw.
Profile Image for veyninda.
152 reviews9 followers
June 24, 2024
Buku ini sejujurnya not my cup of tea. Tapi aku suka sama konsepnya yang menggabungkan astrologi dan pembunuhan berantai. Apalagi mas Ragiel rapi banget menyembunyikan cule yang mengarah pembunuh sesungguhnya.

A little bit boring in the beginning tapi di akhir sangat menyegarkan dan nggak bisa berhenti buat baca

Nice di tunggu karya yang lainnya 🥰
Profile Image for Muhammad Yusril.
2 reviews
February 13, 2024
Suka sama ceritanya soal pembunuhan yang memakai zodiak sebagai alatnya. Idenya unik, jadi inget film davici code. Ceritanya juga tidak bikin pusing karena bahasanya ringan banget. Apalagi ada plot twist di ending yang mengejutkan. Sepertinya bakal ada kelanjutannya.
3 reviews
May 17, 2024
Suka sama ceritanya. Unik karena gabungan kisah remaja dan misteri. Apalagi ada ilmu astrologi. Karakternya juga seru dan ada plot twist diending. Semoga ada lanjutannya karena di epilog kayaknya bakal ada kasus baru soal peretas itu
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Satria Setya.
5 reviews1 follower
May 17, 2024
Salah satu novel misteri lokal bagus yang gue baca. Suka sama ceritanya karena unik. Menggabungkan zodiak dan pembunuhan nggak pernah kepikiran. Apalagi endingnya ada plot twist yang nggak disangka. Semoga ada sekuelnya nanti. Suka banget sama Mega di sini
Profile Image for Agung Pangestu.
4 reviews
February 14, 2024
Cerita yang menarik, plot twist di ending juga bikin kaget, nggak nygka pelakunya orang itu.
Profile Image for Meliana.
3 reviews
February 16, 2024
Ceritanya seru dan unik. Plot twist bikin kaget banget. Cuman masih Nemu beberapa typo dan salah tanda baca. Sedikit sebel sama karakternya Mega, tapi termaafkan di ending.

4,5 🌟
Displaying 1 - 16 of 16 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.