What do you think?


Filosofi Pendidikan Anak
Model pendidikan anak yang ditawarkan empat tokoh dalam buku ini secara umum diawali dengan asumsi bahwa setiap anak unik dan menghadapi tantangan dan kebutuhan sendiri. Empat tokoh yang diangkat dalam buku ini masing-masing memiliki konsep yang khas tentang pendidikan anak. Secara umum keempatnya mengusung model pendidikan anak yang humanistik, dalam arti berfokus pada perkembangan dan pengembangan diri anak, sesuai watak, minat dan bakatnya. Selain itu, keempatnya menawarkan konsep pendidikan yang membantu membentuk karakter anak dan mengajarkan nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan empatik.
Buku ini merupakan buku seri keempat dari hasil olahan rekaman Ngaji Filsafat edisi Filosofi Pendidikan Anak. Berisi empat tema pembahasan filosofi pendidikan anak dari Maria Montessori, Rabindranath Tagore, Abdullah Nashih ‘Ulwan, dan Ki Hadjar Dewantara.
Buku ini merupakan buku seri keempat dari hasil olahan rekaman Ngaji Filsafat edisi Filosofi Pendidikan Anak. Berisi empat tema pembahasan filosofi pendidikan anak dari Maria Montessori, Rabindranath Tagore, Abdullah Nashih ‘Ulwan, dan Ki Hadjar Dewantara.
- GenresParenting
127 pages, Paperback
Published November 1, 2023
About the author
Fahruddin Faiz
25 books119 followersFahruddin Faiz adalah doktor ilmu filsafat di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia kini selain sebagai dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), juga menjabat sebagai Wakil Dekan I di Fakultas Ushuluddin (teologi Islam).
Sudah sejak 2013, tiap malam Rabu di setiap pekannya, Pak Faiz, panggilan akrabnya, menjadi pengisi materi dan pemantik diskusi kajian filsafat di Masjid Jendral Sudirman.
Fahruddin Faiz lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975. Dia meraih S-1 dari Jurusan Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1998), S-2 dari Jurusan Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001), dan S-3 dari Jurusan Studi Islam UIN Sunan Kalijaga (2014).
Selain menjadi dosen dan wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penerima Short-Course on Research-Management, NTU Singapura (2006) dan Short-Course on Islamic-Philosophy, ICIS (International center for Islamic Studies), Qom, Iran (2007) ini juga merupakan seorang penulis yang cukup aktif.
Beberapa karyanya antara lain: Menjadi Manusia, Menjadi Hamba; Menghilang, Menemukan Diri Sejati; Hermeneutika Qur’ani: Antara Teks-Konteks dan Kontekstualisasi; Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural; Transfigurasi Manusia (Terjemahan); Perempuan dalam Agama-Agama Dunia (Terjemahan); Filosofi Cinta Kahlil Gibran; Bertuhan Ala Filosof (Terjemahan); Aku Bertanya Maka Aku Ada; Handbook of Broken Heart; Risalah Patah Hati; Filosof Juga Manusia; Sebelum Filsafat; Memaknai Kembali Sunan Kalijaga; Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran; dan beberapa judul buku lain. Dia juga masih aktif memberikan ceramah keagamaan, khususnya bertema filsafat ke sepenjuru Nusantara.
Sudah sejak 2013, tiap malam Rabu di setiap pekannya, Pak Faiz, panggilan akrabnya, menjadi pengisi materi dan pemantik diskusi kajian filsafat di Masjid Jendral Sudirman.
Fahruddin Faiz lahir di Mojokerto pada 16 Agustus 1975. Dia meraih S-1 dari Jurusan Aqidah dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1998), S-2 dari Jurusan Agama dan Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2001), dan S-3 dari Jurusan Studi Islam UIN Sunan Kalijaga (2014).
Selain menjadi dosen dan wakil dekan di Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penerima Short-Course on Research-Management, NTU Singapura (2006) dan Short-Course on Islamic-Philosophy, ICIS (International center for Islamic Studies), Qom, Iran (2007) ini juga merupakan seorang penulis yang cukup aktif.
Beberapa karyanya antara lain: Menjadi Manusia, Menjadi Hamba; Menghilang, Menemukan Diri Sejati; Hermeneutika Qur’ani: Antara Teks-Konteks dan Kontekstualisasi; Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural; Transfigurasi Manusia (Terjemahan); Perempuan dalam Agama-Agama Dunia (Terjemahan); Filosofi Cinta Kahlil Gibran; Bertuhan Ala Filosof (Terjemahan); Aku Bertanya Maka Aku Ada; Handbook of Broken Heart; Risalah Patah Hati; Filosof Juga Manusia; Sebelum Filsafat; Memaknai Kembali Sunan Kalijaga; Dunia Cinta Filosofis Kahlil Gibran; dan beberapa judul buku lain. Dia juga masih aktif memberikan ceramah keagamaan, khususnya bertema filsafat ke sepenjuru Nusantara.
Ratings & Reviews
Friends & Following
Create a free account to discover what your friends think of this book!
Community Reviews
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Read
March 11, 2024Buku ini terdiri dari 4 bab yang semua babnya diambil dari sesi 'Ngaji Filsafat' bersama Ust Fahruddin Faiz. Setiap bab membahas filosofi pendidikan dari tokoh pendidikan dengan latar belakang berbeda: Maria Montessori, Rabindranath Tagore, Abdullah Nashih 'Ulwan, dan Ki Hadjar Dewantara. Poin-poin yang dibahas diantaranya adalah tujuan pendidikan bagi anak, dan prinsip-prinsipnya; misal Montessori yang menekankan pentingnya kemandirian atau Tagore yang membagi pendidikan ke dalam dua basis; naturalisme (berguru pada alam) dan idealisme (berpusat pada guru).
Menurut saya ini adalah bahasan yang patut diapresiasi untuk dikaji bersama. Seiring dengan perkembangan zaman dan obsesi kita pada kemajuan, kita perlu diingatkan bahwa pendidikan kepada anak semestinya 'membebaskan' juga menjadikan mereka semakin bijaksana dalam hubungan sesama manusia dan alam. Bukan sebaliknya 😊
Bacaan yang membuka wawasan dan mengingatkan kita lagi bahwa ada beragam pandangan tentang cara mendidik anak.
Menurut saya ini adalah bahasan yang patut diapresiasi untuk dikaji bersama. Seiring dengan perkembangan zaman dan obsesi kita pada kemajuan, kita perlu diingatkan bahwa pendidikan kepada anak semestinya 'membebaskan' juga menjadikan mereka semakin bijaksana dalam hubungan sesama manusia dan alam. Bukan sebaliknya 😊
Bacaan yang membuka wawasan dan mengingatkan kita lagi bahwa ada beragam pandangan tentang cara mendidik anak.
April 25, 2024
Filosofi Pendidikan Anak membahas filosofi pendidikan anak yang ditawarkan oleh empat tokoh pendidikan. Keempat tokoh ini memiliki konsep yang khas tentang pendidikan anak, dengan fokus pada perkembangan dan pengembangan diri anak sesuai dengan minat, dan bakatnya. Berikut adalah ringkasan dari empat tokoh yang dibahas dalam buku ini:
• Maria Montessori: Montessori menekankan pentingnya kemandirian anak dan pengembangan individu. Metode Montessori berfokus pada pengalaman langsung dan eksplorasi
• Rabindranath Tagore: Tagore membagi pendidikan menjadi dua basis: naturalisme (berguru pada alam) dan idealisme (berpusat pada guru)
• Abdullah Nashih Ulwan: Berfokus pada pendidikan karakter dan moral berdasarkan ajaran Islam
• Ki Hadjar Dewantara: Memandang pendidikan sebagai cara untuk membentuk karakter anak dan mengintegrasikan aspek cipta, rasa, dan karsa
Filosofi pendidikan keempat tokoh memiliki persamaan dalam hal penghargaan terhadap potensi anak, aktivitas belajar yang melibatkan anak secara langsung, lingkungan belajar yang kondusif, serta pendidikan berbasis pengalaman nyata.
Buku ini merupakan hasil olahan rekaman dari sesi Ngaji Filsafat dan memberikan wawasan yang mendalam tentang beragam pandangan tentang pendidikan anak. Jika kamu belum bisa membaca buku ini kamu bisa mendengarkan rekaman ngajinya dengan mencari ‘Ngaji Filsafat 392 - 395’ di youtube.
Meskipun hanya dibahas di permukaan, tapi ringkasan filosofi dari beberapa tokoh pendidikan ini bisa menjadi pemantik para pembaca mempelajari filosofi pendidikan dari masing-masing tokoh melalui referensi buku pada halaman akhir.
• Maria Montessori: Montessori menekankan pentingnya kemandirian anak dan pengembangan individu. Metode Montessori berfokus pada pengalaman langsung dan eksplorasi
• Rabindranath Tagore: Tagore membagi pendidikan menjadi dua basis: naturalisme (berguru pada alam) dan idealisme (berpusat pada guru)
• Abdullah Nashih Ulwan: Berfokus pada pendidikan karakter dan moral berdasarkan ajaran Islam
• Ki Hadjar Dewantara: Memandang pendidikan sebagai cara untuk membentuk karakter anak dan mengintegrasikan aspek cipta, rasa, dan karsa
Filosofi pendidikan keempat tokoh memiliki persamaan dalam hal penghargaan terhadap potensi anak, aktivitas belajar yang melibatkan anak secara langsung, lingkungan belajar yang kondusif, serta pendidikan berbasis pengalaman nyata.
Buku ini merupakan hasil olahan rekaman dari sesi Ngaji Filsafat dan memberikan wawasan yang mendalam tentang beragam pandangan tentang pendidikan anak. Jika kamu belum bisa membaca buku ini kamu bisa mendengarkan rekaman ngajinya dengan mencari ‘Ngaji Filsafat 392 - 395’ di youtube.
Meskipun hanya dibahas di permukaan, tapi ringkasan filosofi dari beberapa tokoh pendidikan ini bisa menjadi pemantik para pembaca mempelajari filosofi pendidikan dari masing-masing tokoh melalui referensi buku pada halaman akhir.
January 8, 2026
Buku ini menjelaskan secara sederhana pemikiran dari empat tokoh pendidikan. Dua tokoh paling berkesan adalah Syeikh Abdullah Nasih 'Ulwan (Tarbiyatul Aulad) & Ki Hadjar Dewantara.
July 21, 2024
Terlepas beberapa typo, buku ini cukup enteng untuk dibaca sekali duduk. 4 pasase dari tokoh2 dunia pendidikan anak dikemas scara apik dan mudah oleh Faiz guna melambari para pembaca (calon guru, calon orangtua) yg menaruh hati pada kemerdekaan anak dalam belajar serta aktualisasi dalam mencari jati diri.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews





