Jump to ratings and reviews
Rate this book

Obat Dungu Resep Akal Sehat: Filsafat untuk Republik Kuat

Rate this book
Akal sehat kita tentu membayangkan sebuah republik yang kuat, secara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Tetapi tampaknya, penguasa politik lebih memilih memelihara republic of fear, karena di situlah statistik pemilu dipertaruhkan. Janji-janji yang ada hanya diucapkan dalam pidato, selebihnya adalah tukar tambah kepentingan. Sistem kepartaian modern dan sistem parlemen tidak tumbuh di dalam kebutuhan untuk membudayakan demokrasi, tetapi lebih karena kepentingan elitis individual.

Parlemen adalah kebun bunga rakyat, tetapi rakyat lebih melihatnya sebagai sarang ular. Tanpa gagasan, minim pengetahuan, parlemen terus menjadi sasaran olok-olok publik. Tetapi tanpa peduli, minim etika, parlemen terus menjalankan dua pekerjaan utamanya: korupsi dan arogansi. Defisit akal di parlemen adalah sebab dari defisit etika. Arogansi kepejabatan digunakan untuk menutupi defisit akal. Maka berlangsunglah fenomena ini: sang politisi yang sebelumnya menjadi pengemis suara rakyat pada waktu pemilu, kini menyatakan diri sebagai pemilik kedaulatan.

495 pages, Paperback

Published January 1, 2024

17 people are currently reading
123 people want to read

About the author

Rocky Gerung

6 books17 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
24 (72%)
4 stars
7 (21%)
3 stars
1 (3%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (3%)
Displaying 1 - 13 of 13 reviews
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books51 followers
March 7, 2024
Di mata Rocky Gerung, yang dilakukan pemerintah semua salah. Kira-kira kesimpulan sejenis itu sering menyusup di tengah obrolan bersama teman beberapa tahun silam—dan memang bukan tanpa alasan. Saat itu Rocky lagi naik daun bersama mantranya: dungu. Banyak yang tidak senang, tapi yang mengidolakannya jauh lebih banyak. Aku termasuk yang selalu menyimak setiap diskusi (daring) yang ada Rocky-nya. Maka terbitnya buku ini sudah tentu kusambut riang gembira. Ini buku berisi 85 rekam jejak pikiran Rocky sejak 1985 tentang banyak hal. Politik, hukum, sosial, kekuasaan, HAM, perempuan, hingga refleksi tentang kematian. Kalau pengin tahu sebagian isi pikiran Rocky, selain menontonnya diskusi, ya baca buku ini.

“… kita menghargai kehidupan karena kematian menghentikan semua prestasi dan konsumsi manusia.” (Rocky Gerung dalam Memaknai Kematian, hlm 247)
Profile Image for — Prbw.
31 reviews
March 11, 2024
Bagi sebagian orang di ruang maya, RG ini seperti mitos: tokoh yang wajah dan bacotannya muncul di banyak potongan pendek TikTok/Reels politik oposisi pemerintah, namanya tak tercatat secara resmi sebagai dosen di kampus mana pun, enggak pernah jadi pejabat publik, media massa kerap menyebutnya sebagai “pengamat politik”—sebuah atribut yang problematis karena semua orang bisa mengklaim diri tanpa kredensial, termasuk tukang ketoprak di depan rumah yang suka nanya isu terkini ke saya.

Buku ini justru ingin runtuhkan mitos itu dengan melacak arsip-arsip teks pemikiran RG sejak masih kuliah yang jadi pondasi bacotnya hari-hari ini di layar kaca, yang ndilalah, nyaris tak berubah. Argumennya soal republik, kewarganegaraan, dan masyarakat sipil yang kritis seperti telah mengkristal. Bacotnya, secara tertulis, sudah keras sejak Orde Baru masih berkuasa. Media sosial jadi amplifikasi: memindahkan bacotannya dari teks ke panggung jagat maya. “Ruang publik” jadi terinterupsi.

Yang menarik, 2008 dan 2011 jadi tahun terbanyak RG menulis esai. Masing-masing ada 13 tulisan. Nyaris semua esainya menyerang kebijakan rezim SBY. Hitungan seperti ini setidaknya bisa menjawab komentar netizen yang kerap menggunakan nada rendah seperti: “Bacot banget loe, Rocky, beraninya ke Jokowi doang, ke mana loe saat presiden-presiden sebelumnya menjabat?”

Punten, Anda mainnya kurang jauh. 🙏🏻
Profile Image for Agung Wicaksono.
1,094 reviews17 followers
December 8, 2024
Melalui tulisan yang tajam dan kritis, Rocky mengajak pembaca untuk merenungkan kondisi republik ini—sebuah cermin yang tanpa ragu memantulkan wajah sistem politik yang kusut dan sarat kepentingan.

Dengan gaya khasnya yang filosofis tetapi lugas, Rocky membedah bagaimana defisit akal sehat di tubuh parlemen menjadi akar dari berbagai persoalan demokrasi. Ia menggambarkan bagaimana politisi yang dulu "mengemis suara rakyat" kini bertingkah seperti pemilik kedaulatan, dengan korupsi dan arogansi sebagai dua pekerjaan utama mereka. Selain itu, yang membuat buku ini menarik bukan hanya kritiknya, tetapi juga cara Rocky menghubungkan filsafat dengan realitas politik. Ia tidak sekadar mengkritik, melainkan juga menawarkan perspektif bagaimana akal sehat mampu menjadi fondasi untuk membangun republik yang kuat.
Profile Image for Gema Muchamad.
53 reviews
April 14, 2024
Kritisisme rocky gerung pada politik Orba tentu akan semakin mencerdaskan kita bahwa jangan mau menerapkan kembali cara menjalankan negara seperti pada masa Orba. Pemerintahan masa Orba telah mencoreng cara berpolitik masyarakat Indonesia yang plural, keteladanan leadership dari kearifan lokal dan keinginan untuk tidak lagi terjerumus pada praktek seperti demokrasi terpimpin. Buku ini betul akan menjadi obat bagi yang masih 'dungu' ingin kembali ke orde baru.

Dalam politik, tulisan rocky gerung amatlah benar tentang keprihatinan pada politik memilih pemimpin untuk eksekutif, legislatif yang begitu oportunis, pragmatis. Politik yang bukan leadership tapi dealership. Politik yang dikuasai oligarki dengan jalan oportunis-pragmatis-dealership untuk meraih suara rakyat. Tidak ada politik sebagai jalan untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat. Politik menjadi sarana orang bermodal besar untuk memperoleh jabatan untuk semakin kaya dan berkuasa. Politik yang dianggap biasa pada hari-hari ini.

Namun secara pribadi saya tidak bisa setuju pada pemikiran rocky gerung yang sangat liberal dalam politik, begitu juga keberpihakannya pada feminisme dan kritiknya yang sangat keras pada politik identitas
1 review
September 11, 2025
Setelah membaca ini, saya menyadari bahwa memang saya ini 'dungu' dan perlu obat dan dosis yang tepat untuk bisa mengaktifkan akal sehat.

Kritik adalah membongkar! Kritik Rocky Gerung sejatinya bukan hanya ditujukan pada pemerintah tetapi juga dapat dibaca sebagai kritik terhadap masyarakat yang diam terhadap kondisinya saat ini. Entah setuju atau tidak, harusnya tulisan-tulisan ini mengaktifkan pikiran dan akal sehat. Apa yang selama ini telah terlanjur menjadi sebuah banalitas, coba diganggu oleh pikiran-pikiran yang seolah 'radikal' karena berada di luar skenario penguasa.

Selain itu, kritik di sini tidak melulu tentang pemerintah tetapi menyentuh topik-topik lain, misalnya kematian.
Profile Image for Elsandy Lumansik.
6 reviews2 followers
May 26, 2024
Buku ini merupakan sehimpun tulisan Meneer Rocky dari tahun 1985-2018. Tulisan-tulisan Filosof Manado ini sangat luas; filsafat, politik, HAM, perempuan, demokrasi, kemiskinan, universitas, masyarakat, puisi, agama,… hingga refleksi soal kematian. Pembahasan-pembahasannya sangat intens dibungkus retorika, satir, dan metafor yang cerdas nan khas. Himpunan tulisan ini, seperti yang dituliskan JJ Rizal (Catatan Penyunting) memungkinkan kita melihat evolusi diri Bung RG menjadi seperti yang dikenal hari ini “Presiden Akal Sehat”, ia yang memimpin menyebarkan obat dungu dan resep akal sehat.
Profile Image for Geza Bayu.
14 reviews
May 25, 2024
Rocky dan Demokrasi
Rocky dan Feminis
Rocky dan HAM
Rocky dan Filsafat

Rocky sedang menjadi Rocky, menggunakan metafor luhur yang khas, menonjok ke atas, tajam ke bawah. Semuanya dia libas dengan pisau analisa yang tajam, sangat tajam bahkan. Sejak mahasiswa hingga menjadi presiden akal sehat, Rocky adalah Rocky, persisten dengan bahasanya, gaya tubuhnya, intonasinya, dan ego menara gadingnya.
1 review
July 9, 2024
Good
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 13 of 13 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.