Jump to ratings and reviews
Rate this book

#CampusRomanceSeries #4

Peluk untuk Semesta

Rate this book
Semesta Auriga punya hidup yang sempurna. Keluarga berkecukupan, sepasang orang tua yang berprofesi sebagai dokter dan mendukung penuh impiannya, hingga kekasih manis dan menyenangkan bernama Mentari Gauri. Hidupnya dipenuhi kebahagiaan bak peran utama dalam sinetron romansa remaja.

Akan tetapi, semua berubah ketika sebuah kecelakaan nahas menewaskan kedua orang tuanya dan merenggut kebebasannya. Tinggal bersama Kakek yang memiliki perangai keras, Semesta terus ditekan dalam perjalanan mewujudkan hidup yang ia impikan. Belum lagi sikap Mentari yang berubah drastis. Alih-alih menunjukkan support, cewek itu justru membuat segalanya semakin sulit.

Semesta butuh peluk untuk tetap bisa melanjutkan hidup di tengah berbagai ketidakberuntungan yang dialami. Namun, jika semua support system tempat ia bergantung memilih untuk berbalik badan, siapa yang akan menguatkannya?

260 pages, Paperback

Published January 1, 2024

6 people want to read

About the author

Tamara Biliski

4 books1 follower

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
1 (16%)
4 stars
2 (33%)
3 stars
2 (33%)
2 stars
0 (0%)
1 star
1 (16%)
Displaying 1 - 3 of 3 reviews
Profile Image for Ifa Inziati.
Author 3 books60 followers
Read
December 12, 2024
Masih dari seri Campus Romance seperti Waktu untuk Tenggara, Rotasi Dunia Reiji, dan Cita Cinta Caraka, novel Peluk Untuk Semesta menjadi yang keempat terbit sekaligus yang keempat saya baca. Kovernya paling favorit, karena warnanya komplementer jadi cukup stand out di mata saya (ungu-kuning) di saat yang lain memakai warna analog (hijau-kuning, kuning-oranye, merah muda-kuning). Buku ini juga yang tokoh di judulnya mendapatkan porsi paling banyak alih-alih lebih fokus ke FL atau jadi pelengkap FL-nya.

Ceritanya sendiri lagi-lagi bukan termasuk romance murni meski no sad ending, tapi drama dengan konflik romansa, dan sejauh ini satu-satunya yang dimulai dengan FL dan ML yang sudah berpasangan. Dari semua itu, highlight yang bikin novel ini terasa segar adalah temanya: toxic relationship. Dan karena itu pula, penggambaran tokohnya berbeda dari salah satu ekspektasi yang sebelumnya saya catat, yaitu visual tingkat dewa-dewi. Semesta tidak disebut seganteng idol Korea, dan pujian padanya muncul dari orang terdekat Semesta alih-alih orang asing. Begitu pun Mentari yang dipuji cantik kebanyakan oleh Semesta saja. Bukan cuma sebatas fisik, kelemahan pada sifat serta perilaku mereka seperti Mentari yang kurang menghargai Semesta, Semesta yang posesifnya nggak kenal tempat, juga orang tua Mentari dan kakek Semesta yang masing-masing punya sisi hitam-putih ikut ditunjukkan gamblang. Misterinya bisa ditebak, tapi saya tetap penasaran untuk membuktikannya, dan penjelasannya memuaskan. Alurnya tidak sejumpalitan yang lain, tapi akhirnya disimpulkan dengan baik.

Dialognya terbaca asyik sambil menyesuaikan tone cerita yang sendu. Interaksi antar-anggota Aspire di sini minimal tapi efektif. Rame-ramenya hanya ditampilkan di awal dan cukup in-character, seterusnya hanya dengan Biru yang didapuk sebagai teman banter Semesta. Peran Biru pun ikut berpengaruh pada plot utama. Saya mengapresiasi cara penulis menangani perjalanan Mentari dan Semesta hingga mereka sama-sama menyadari yang terbaik untuk masing-masing saat dihadapkan pada kenyataan. Saya pernah sempat intip bab awal buku penulis yang lain, kalau tidak salah judulnya Alan, dan dibandingkan dengan ini, Peluk untuk Semesta jauh lebih menghibur, rapi, dan considerate.

Kalau melihat gaya bertuturnya yang kurang-lebih seirama dengan buku-buku sebelumnya dan mengandung beberapa catatan—adegan cheesy nan giung, kalimat diulang-ulang, headhopping (syukurnya nggak begitu ganggu), dan trope kecelakaan yang umum (syukurnya nggak ujug-ujug)—mungkin kesan saya tidak akan jauh beda dari buku Campus Romance pendahulunya. Namun, tema dan penokohannya membuat saya sedikit mengabaikan poin-poin tadi dan menikmatinya sampai selesai. So far this is my favorite of the bunch.
Profile Image for aynsrtn.
497 reviews14 followers
December 21, 2024
Perempuan yang membuatnya jatuh cinta dengan gila. Lalu, berakhir menjadi jatuh dan gila saja. -p. 236

Itulah definisi Semesta—sang gitaris Aspire—kepada Mentari, kekasihnya. Berbeda dengan 3 novel sebelumnya, yang dimulai dengan masa perkenalan, pendekatan, dan seterusnya, yang ungu ini kisahnya dimulai dari mereka sudah pacaran. dan pacaran mereka sungguh ... hm, toxic (bukan lagu 𝘣𝘳𝘪𝘵𝘯𝘦𝘺 𝘴𝘱𝘦𝘢𝘳𝘴).

Actual rating: 3.5⭐️

Semesta kehilangan kedua orangtuanya dan menjadikannya takut untuk kehilangan lagi. Hal itu membuatnya menjadi posesif kepada Mentari. Dan Mentari pun menjadi menyebalkan, berbuat seenaknya kepada Semesta karena tahu Semesta tak akan bisa melepaskannya. Toxic boy meets the girl who pretend to be toxic.

Cerita yang ini menurutku lebih padat—meskipun tetap saja ada bumbu dramatis khas sinetron [kayaknya pattern dari campus series ini, hehe]. Karakter Semesta dan Mentari pun nggak lovable sebagai protagonis [ada alasan yang melatarbelakangi kenapa mereka begitu, tapi nggak feel attached gitu buat aku, huhu]—bahkan sampai akhir nggak ada pengembangan karakter kek after [redacted] masih Semesta dengan bulolnya dan Mentari dengan keras kepalanya. Sejujurnya aku malah nggak berharap mereka end-game [berharap ending "realistis" macam kisah Reiji, hiks].

📍sedikit spoiler
Kok ayahnya Mentari nggak malu, ya? Udah [redacted] eh masih terima uang dari Semesta. Terus itu si Biru kek gampang banget transfer 200 juta, semudah itu untuk level mahasiswa [curiga anak sultan, wkwk].

Akhir kata, lengkap sudah ku membaca 4 novel campus series ini, menunggu sepak terjang Javas [soon].
Profile Image for Wike Wijayanti.
20 reviews
April 16, 2025
~ Aaaaa.... 😆😆😆 Bener-bener ya, Semesta dan Mentari ini. Bikin gak bisa tidur sebelum menamatkan kisah mereka.

Semesta :
Cowok si paling bucin, posesif, suka overthinking, ganteng, jago masak, sabar, pengertian, pintar, kaya, dan anak band pula.

Mentari :
Pacar Semesta yang cantik, keras kepala, temperamental, dan penuh ambisi.

Ini kisah tentang mereka berdua. Setelah kematian orang tua Semesta, Mentari adalah satu-satunya orang yang mampu membuat Semesta bahagia. Meskipun ia hidup bersama sang kakek, tapi sayangnya mereka tidak pernah akur. Lantaran sang kakek menginginkan Semesta menjadi dokter seperti dirinya, bukan kuliah di jurusan komunikasi dan menjadi fotografer.

Semesta rela melakukan apa saja demi Mentari, asalkan jangan minta putus. Tapi sebaliknya, Mentari malah cuek sama Semesta dan pernah beberapa kali bilang putus. Yang pasti Semesta auto overthinking sepanjang waktu dan dia akan berusaha membujuk Mentari agar memaafkan kesalahannya dan CLBK.

Untungnya, Semesta punya sepupu bernama Jemisha dan Atlas yang selalu setia menjadi pendengar bagi Semesta yang yatim piatu. Di sisi lain, orang tua Mentari justru sangat ramah kepada Semesta. Bahkan mereka mendukung hubungan Semesta dan Mentari loh. Tapi kenapa sikap Mentari berbeda, ya?

Hingga suatu hari Semesta melihat banyak keanehan terjadi, termasuk menemukan sebuah fakta baru terkait kecelakaan yang menimpa orangtuanya. Membuatnya semakin terluka. Begitu pula, setelah fakta tersebut terungkap, kakeknya pun meninggal dan menuliskan sebuah surat untuk Semesta. 🥹

Novel ini diceritakan dengan bahasa remaja yang mudah dipahami. Alur ceritanya maju-mundur. Selain itu, pembaca juga diaduk-aduk perasaannya, seperti marah, senang, dan kecewa. Pokoknya kalo mau baca novel ini, siapin minum yang banyak sama camilan, ya. Eh, tisu juga sekalian biar gak ngelap air mata pake baju 😄

Btw, selamat menikmati kisah Semesta dan Mentari. Ingat, cowok fiksi memang selalu bikin pembacanya halu. Wkwk.
Displaying 1 - 3 of 3 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.