Jump to ratings and reviews
Rate this book

Duri dan Kutuk

Rate this book
Rumah tua di samping rumah Adam yang telah lama terbengkalai itu kini ditempati penghuni baru. Eva, seorang perempuan dengan tangan dingin dalam menumbuhkan dan merawat aneka tanaman, menyulap keangkeran rumah itu dengan Toko Firdauz dan pekarangan yang rimbun. Adam remaja tanggung dengan gairah seksual sedang bergejolak, kerap menyaksikan Eva dan aneka tanamannya dari balik jendela kamar.

Tiada yang bisa menyangka, di tengah gairah seksual yang bergejolak, Adam menyaksikan sulur-sulur mawar yang masuk kamar, dan memenuhi fantasi akan sosok perempuan yang ditumbuhi duri dan akar. Sepanjang hidup, Eva diikuti kutukan perihal yang tumbuh di tubuhnya. Adam menyimpan rahasia atas tubuh Eva, sekaligus fantasi-fantasi setiap malamnya.

Dalam Duri dan Kutuk terbentang selusur kisah perempuan yang sepanjang hidupnya kerap diusik duri dan terkepung kutuk. Semuanya rebah ke tanah dan ditelan rerimbunan.

192 pages, Paperback

Published February 28, 2024

10 people are currently reading
144 people want to read

About the author

Cicilia Oday

4 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
12 (11%)
4 stars
49 (46%)
3 stars
37 (35%)
2 stars
5 (4%)
1 star
2 (1%)
Displaying 1 - 28 of 28 reviews
Profile Image for raafi.
933 reviews452 followers
August 21, 2025
Membaca buku ini mengingatkan saya pada Mariana Enriquez dan Intan Paramaditha. Aura mistis dan nuansa gothic begitu kental, terlebih saat membayangkan sosok perempuan di sampul buku ini.

Tokoh perempuan itu adalah Eva, yang baru pindah ke sebuah rumah dengan pekarangan luas. Ia gemar berkebun dan, berkat tangan dinginnya, berbagai tanaman tumbuh subur dengan cepat. Tak lama, ia membuka sebuah toko bernama Toko Firdauz yang menjual tanaman serta perlengkapan berkebun. Eva sendiri tidak terlalu suka bergaul, sehingga kerap menjadi buah bibir para tetangganya.

Salah satu tetangga Eva adalah Sara, yang tinggal bersama suami dan putranya, Anwar dan Adam. Adam adalah seorang remaja puber dengan imajinasi yang kian liar. Dari kamar lotengnya, Adam suatu hari melihat Eva tanpa busana—dan terkejut ketika mendapati tubuh perempuan itu ditumbuhi duri dan akar. Peristiwa itu membuat Adam berfantasi akan Eva lalu menyeret pada kejadian-kejadian berikutnya yang mengguncang seluruh lingkungan mereka.

Buku ini amat eksplisit dan aneh, tapi tetap berada dalam koridor fantasi yang bisa dipahami. Yang menarik, di balik keanehannya, buku ini juga mengangkat isu relasi sosial yang terasa sangat dekat dengan kehidupan nyata.

Kita mungkin perlu tahu bahwa pada usia 13 tahun, seorang bocah mulai diguncang oleh dorongan seksual yang datang bersama perubahan hormon pubertas. Sesuatu yang wajar secara biologis, tetapi bisa tampak tak wajar bila tanpa kendali atau bimbingan. Kita juga mungkin perlu angguk-angguk setuju ketika ada seseorang yang terlahir dari air mani pria yang dikeluarkan pada sebuah pohon. Kita bahkan mungkin jauh lebih tahu bahwa gunjingan-gunjingan muncul ketika seseorang menutupi dirinya, apalagi pada suatu lingkungan yang orang-orangnya penuh rasa ingin tahu.

Ada juga isu domestik tentang relasi orang tua dan anak, utamanya hubungan seorang ibu dan putra laki-lakinya. Sebagai ibu, Sara merasa paling tahu tentang anaknya; ia membela Adam dan siap melakukan apa saja demi buah hatinya. Namun, Adam justru merasa perlu menyimpan rahasia agar bisa merasakan kedewasaannya sendiri. Minimnya interaksi membuat mereka tidak saling terbuka. Hingga sebuah peristiwa terjadi dan memicu rangkaian kejadian berikutnya, yang tersisa hanyalah asumsi antara ibu yang penuh kasih dan anak laki-laki yang tak mampu jujur pada orang tuanya.

Saya amat suka dengan pemilihan nama tokoh: Adam dan Eva-alias-Eve-alias-Hawa. Sebagaimana pasangan manusia pertama di bumi, terdapat konotasi bahwa Adam dan Eva dalam buku ini menjadi cikal-bakal pewajaran ada hubungan erat antara manusia dan tumbuhan. Secara simbolik, itu seolah memberikan makna bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa tumbuhan yang menjadi pemberi oksigen. Satu hal penting yang perlu diingatkan kepada diri masing-masing pada masa perubahan iklim kini.

Yang kurang saya sukai adalah konsistensi sudut pandang antar bab. Sejak awal, narasi bergantian dengan cukup rapi antara Sara dan Adam. Namun, memasuki enam puluh persen perjalanan buku, konsistensi itu runtuh karena hadirnya bab dengan sudut pandang yang tidak senada. Akibatnya, buku ini terasa agak goyah, padahal sebelumnya hampir mencapai bentuk yang nyaris sempurna. Meski begitu, saya paham bahwa pilihan itu diambil agar alur cerita tetap masuk akal.

Buku ini meleburkan realitas dan fantasi dengan cara yang terasa amat dekat. Saya diingatkan kembali bahwa ketika diperlihatkan sesuatu yang tidak wajar, manusia kerap menilainya hanya dari sudut pandang rasional. Padahal, selalu ada kemungkinan lain yang tak sepenuhnya bisa dijelaskan oleh nalar.
Profile Image for aynsrtn.
521 reviews18 followers
July 2, 2025
Pertama-tama aku ingin menuliskan selamat kepada penulis dan buku ini telah menjadi pemenang kusala sastra khatulistiwa 2025 kategori novel. Buku ini sebenarnya sudah lama menjadi wishlist-ku dan akhirnya terlaksana juga bisa membaca buku ini. Tiga kata: magis, provokasi, dan keren!

Ada dua bagian di buku ini, yaitu Duri dan Kutuk. Di bagian Duri adalah "sebab" dan di sana aku diajak untuk mengenal tiga tokoh sentral dalam buku ini. Yang pertama adalah Adam, seorang anak laki-laki menuju fase remaja berusia 13 tahun yang gemar mengintip tetangganya. Kedua, Eva, tetangga yang dicap aneh dan berbeda oleh lingkungan sekitar. Lalu, ketiga yaitu Sara, ibunya Adam. Untuk karakter Sara, persiapkan kekesalan dan amarah untuknya.

Di bagian Kutuk adalah bagian "akibat". Di sini problematika tidak hanya berkisar tentang Adam, Sara, dan Eva, tapi satu desa yang tanpa sengaja—tapi tetap ikut-ikutan—terprovokasi dan menghakimi tanpa asas praduga tak bersalah. Kutukan akhirnya menyasar ke banyak orang. Bersalah atau tidak pada "dia".

Dalam 196 halaman, buku ini benar-benar padat karya. Beberapa insight dalam pengalaman membaca buku ini, yaitu:

1. Pentingnya pendidikan seksual kepada anak sejak usia dini
Di sini terasa sekali tokoh Adam, yang berusia 13 tahun, kelas 7, merasa aneh dengan perubahan tubuhnya. Hingga akhirnya terbawa arus~

2. Relasi orang tua dan anak
Orang tua bukanlah orang yang paling tahu segalanya tentang anak. Orang tua pun bukan juga orang yang selalu merasa anaknya benar. Perlu adanya mendengarkan dan didengarkan antara orang tua dan anak. Apalagi saat anaknya didera masalah, seharusnya pencarian bantuan kepada profesional agar anak merasa tenang dan nyaman itu harus dilakukan.

"Kebanyakan dari kita tidak benar-benar mengenal anak kita sendiri. Mereka seperti... gunung es. Apa yang terlihat di permukaan, belum tentu seperti itu juga yang ada di bawah permukaan." - p. 147

3. Cover both side
Tokoh Sara adalah ciri dari orang tua yang sok paling tahu anaknya, sok benar, sok melindungi dengan embel-embel kasih sayang, tapi justru menjerumuskan anaknya ke palung terdalam. Coba aja ya dia mau mendengar, mau duduk bersama dengan [redacted], ya tapi kalau begitu nggak akan jadi cerita sih :""

4. Peran masyarakat dan instansi lainnya
Kalau misalkan peran keluarga "gagal" dalam mendidik anak, bagaimana dengan masyarakat dan lainnya? Di buku ini terlihat gambaran terhadap mereka yang melihat masalah dari sisi apakah menguntungkan untuk kita tidak, siapa yang menjadi korban, viral atau tidak, ya kan sudah banyak contoh kalay menyelesaikan kasus itu by viral.

5. Belajar lebih dalam tentang tumbuh-tumbuhan
Deskripsi tanaman, pohon, bunga mawar dan segala dinamikanya begitu baik disampaikan. Kapan lagi lihat mawar "marahin" anak usia 13 tahun. Mawar literally mawar.

Lalu, untuk hal yang menjadi perhatikanku adalah di pertengahan menuju akhir, jadi banyak typo dan salah penempatan dialog tag. Tapi, masih bisa diikuti. Kemudian, bagaimana nasib [redacted]? Nah, di 35% akhir cerita, fokus hanya kepada 2 tokoh sentral saja. Apakah beliau benar berubah menjadi [...] atau bagaimana? Tersirat di akhir ayah dan suaminya datang tapi itu pun dari pov orang lain, jadi tetap tidak tahu bagaimana akhirnya beliau.

Baik, buku ini memang layak sebagai pemenang. Dari aku yang awam pun cukup menikmati membacanya. Pengalaman membaca yang "segar". Kaya akan makna dan metafora.

Sekali lagi, selamat!
Profile Image for Muhamad Tegar Pratama Putra.
46 reviews1 follower
November 30, 2025
Dalam dunia yang dikreasi Cicilia Oday, wanita berparas aneh bernama Eva tak hanya menjadi objek berahi remaja puber bernama Adam yang seakan menjadi titik balik hidupnya yang sudah ajaib sejak dirinya lahir melalui cara yang tak kalah absurdnya, ia juga menjadi objek penderita masyarakat sekitarnya yang penuh prasangka, karena rupanya yang tak rupawan dan abnormal. Dalam cara yang tak lazim, ia membalaskan sakit hatinya melalui aksi yang tak masuk akal tapi penuh semiotika. Agak menjadi beban memang melihat beragam simbol yang disebar Cicilia di novelnya yang beroleh penghargaan di Dewan Kesenian Jakarta tahun ini. Tapi, di luar metaforanya, membaca Duri dan Kutuk ini bak membaca alur suatu film surealis yang seru. Penuh dengan kejanggalan tapi digulirkan dengan enak, lewat beragam sudut pandang yang terkadang erotis, licik dan penuh misteri. Ditutup dengan penyelesaian yang tak tuntas, Duri dan Kutuk membuat kita menginginkan cerita-cerita ganjil lainnya dari Cicilia Oday.
Profile Image for Rido Arbain.
Author 6 books101 followers
July 23, 2025
Bukankah nafsu yang membuat Adam dan Hawa terusir dari Taman Eden? Eva, sebagai representasi Hawa dalam novel ini, pun harus menangggung kutukan akibat nafsu remaja berusia 13 tahun bernama Adam yang sulit dikendalikan.

“Sebab seperti pohon yang sukar dicabut ketika akar-akarnya telah menyatu dengan tanah, juga sulit mengubah manusia yang sudah menyatu dengan kebiasaannya.”

Dibagi dalam dua bab. "Duri" sebagai sebab, "Kutuk" sebagai akibat.

Sulur-sulur, duri, kecambah, dan akar yang tumbuh di tubuh Eva pada akhirnya membawa kutuk dalam perjalanan hidupnya. Seakan-akan hadirnya sesuatu seperti payudara dan kemaluan di tubuh perempuan hanya untuk diobjektifikasi oleh kaum laki-laki sebagai penarik nafsu, yang berujung pada kutukan bagi si empunya—kaum perempuan itu sendiri. Bahkan, jika ditelisik asal mula kelahiran Eva, ia pun lahir dari hasil persilangan antara manusia dengan pohon jati pada suatu malam bulan purnama. Lagi-lagi, karena nafsu tak terbendung laki-laki.

Mungkin masih banyak interpretasi yang luput dari hasil pembacaan novel ini, tapi justru itu yang membuatnya menarik untuk ditelaah kembali.

Ulasan singkat ini akan kututup dengan mengutip Ibrani 6:8, AYT. “Namun, jika tanah itu hanya menumbuhkan duri dan semak-semak, maka tanah itu tidak berguna dan dekat dengan kutuk, dan pada akhirnya dibakar.”
Profile Image for Sunarko KasmiRa.
297 reviews6 followers
June 10, 2024
Duri dan Kutuk merupakan sebuah novel karya Cicilia Oday yang bercerita tentang seorang remaja tanggung berusia 13 tahun bernama Adam yang gemar merancap dan suka mengintip tetangga barunya Eva yang baru saja menempati rumah tepat diseberang tempat tinggal Adam dan keluarganya. Berawal dari keisengannya mengintip si tetangga, malang dan naas terus memburu Adam hingga akhirnya ia dikutuk menjadi sebatang pohon yang menjulang tegak menghias halaman rumahnya.

Saya sangat menyukai bagaimana ide cerita dari novel ini didevelop. Saya mencerna ide cerita ini berangkat dari pengembangan isu tentang marjinalisasi perempuan terhadap standar sosial yang selalu saja menjadikan perempuan seolah memiliki kelas yang berbeda dengan laki-laki. Hal lain adalah tentang pandangan sosial terhadap segala hal yang dipandang "liyan".

Novel ini banyak menyuguhkan cerita yang penuh dengan imaji dan keganjilan. Alih-alih menjadikannya absurd dan aneh tetapi dengan caranya sendiri, penulis mampu men-deliver pesan yang ingin disampaikan.
Profile Image for Eko Rizal.
13 reviews
July 11, 2024
"Sebagaimana semak-semak yang mahir menyembunyikan orang, seperti isi kepala banyak orang menyimpan rahasia dan melupakan perkara, semua lenyap dalam bekapan rimbun pepohonan.

Siapa yang tahu. Tidak ada."
Profile Image for Ajen Angelina.
21 reviews6 followers
January 15, 2026
Novel Duri dan Kutuk karya Cecilia Oday ditulis dengan cara tenang, jernih, dan tanpa metafora berlebihan. Novel ini membedah psikologi manusia melalui tokoh Adam, remaja 13 tahun yang terjebak dalam masalah pelik seperti perilaku mengintip, mencuri, hingga perundungan di tengah masa pencarian jati diri yang rapuh. Adam tumbuh dalam keluarga yang secara emosional kurang hadir; orang tuanya, Sara dan Anwar, terlalu sibuk bertahan hidup sehingga mengabaikan kebutuhan afeksi anak mereka. Kondisi ini diperparah oleh paparan dunia daring dan pornografi tanpa pengawasan yang mengacaukan cara Adam memahami tubuh, hubungan, dan batasan.
Cerita menjadi semakin kompleks dengan kehadiran Eva, tetangga ganjil yang tubuhnya ditumbuhi pucuk daun dan selalu dianggap "salah" oleh norma masyarakat karena asal-usulnya yang unik. Adam sering mengintip Eva menggunakan teropong curian saat Eva melakukan ritual menyakitkan mencabut ranting dari tubuhnya demi tetap menjadi manusia. Ketelanjangan Eva di sana bukanlah sesuatu yang erotis, melainkan sebuah tanda kerentanan ekstrem yang justru dijadikan sasaran voyeurisme oleh Adam. Relasi ini memperlihatkan bagaimana hasrat remaja yang tidak dibimbing dapat berubah menjadi perilaku yang sangat merugikan bagi mereka yang paling rapuh dan diposisikan sebagai objek oleh lingkungan sekitarnya.
Konflik ini mencapai puncaknya melalui sikap Sara, ibu Adam, yang lebih memilih melindungi citra dan posisi moralnya sebagai "ibu yang baik" daripada menerima kenyataan pahit tentang perilaku menyimpang anaknya. Sara membangun narasi tunggal yang menyudutkan Eva, menunjukkan bagaimana kasih sayang yang tidak disertai kejujuran bisa berubah menjadi senjata yang melukai orang lain. Fenomena ini layaknya bencana alam yang dipicu oleh ulah manusia; ketika "alam" dalam cerita ini bereaksi atas ketidakadilan yang terjadi, dampak terberat dan kehancurannya sering kali justru menimpa orang-orang di sekitar yang sebenarnya tidak bersalah, bukan si pembuat onar utama seperti Sara yang memicu tragedi tersebut.
Profile Image for Yuniar Ardhist.
147 reviews18 followers
June 27, 2024
Saya kurang suka. Cukup terganggu dengan penokohan Adam, anak 13 tahun. Malah jadi mikir, “Wow, anak 13 begitu ya pikirannya? Bisa begitu yang kelakuannya?”

Oke mungkin emang puber. Tapi normal ga sih? Jika pun dianggap gak ‘normal’, menurut saya ada dampak dari kurangnya perhatian orang tua. Orang tuanya merasa cukup memperhatikan, tapi ternyata tidak. Dan tampaknya juga ada pola asuh yang salah.

Lalu mikir juga, ini buku seharusnya tidak untuk dibaca anak-anak, pun anak 13 tahun. Karena adegan dan deskripsinya yang eksplisit. Tapi, plotnya sederhana, cara berceritanya juga sederhana seperti buku untuk remaja (?)

Sebagai anak yang baru memasuki dunia remaja, narasinya terlalu dewasa. Banyak sekali yang Adam sudah tahu, banyak sekali terpapar hal-hal berbau seksual. Cara bicara Adam pun bukan seperti anak remaja.

Masyarakatnya juga digambarkan bagian dari golongan yang mudah terpapar informasi tidak jelas, suka menggunjing, dan tidak menangani hal-hal yang terjadi dengan pola pikir rasional. Secara subjektif, menimbulkan kesal sebagai pembaca.

Secara keseluruhan, saya seperti seorang tetangga yang hidup di sekitar mereka, tapi ketika heboh-heboh itu melanda, saya hanya bisa melihat tanpa tahu musti ngapain. Mau terlibat, tapi hanya sekilas-sekilas saja tahu masalahnya, tidak ikutan heboh juga rasanya ganjil.
Profile Image for Juinita Senduk.
120 reviews3 followers
July 5, 2024
Buku ini bercerita tentang Adam, seorang anak remaja laki-laki berusia 13 tahun yang sedang dalam masa pubertas. Berbeda dengan anak-anak laki sebayanya yang gemar bermain bersama teman-temannya, Adam cenderung menghabiskan waktu luangnya dengan dirinya sendiri. Satu-satunya hal yang disenanginya adalah melakukan masturbasi ditemani video porno kiriman teman sekolahnya.

Hingga di suatu malam, ketika dia sedang memandang ke luar jendela, matanya menangkap bayangan Eva, tetangga rumahnya, yang sedang mencabuti duri dan akar dari tubuhnya. Sejak saat itu gairah seksualnya pun menemukan obyek rangsangan baru, si tetangga yang bentuk tubuhnya nyaris tidak berbeda jauh dengan sebuah batang pohon.

Eva sendiri adalah hasil hubungan masturbasi yang dilakukan ayahnya dengan lubang di pohon jati di halaman rumahnya. Hasil persilangan manusia dan pohon ini melahirkan Eva yang jauh dari dari kategori cantik, ukuran manusia. Baik wajah maupun bentuk tubuhnya.

Namun walaupun jauh dari kategori cantik, bagi seorang anak laki yang memiliki gairah seksual dan daya imajinasi yang tinggi, memandang tubuh Eva yang sedang mencabuti duri dan akarnya di tubuhnya lewat binokular hasil curian milik temannya, mampu membuat Adam mencapai puncaknya.

Kebetulan yang kemudian menjadi ketergantungan bagi Adam setiap kali ia membutuhkan saluran untuk menumpahkan air maninya. Ketergantungan yang akhirnya menjadi petaka bagi dirinya serta kampung dimana ia bermukim. Ketergantungan yang seharusnya mampu diselesaikan jika saja kepercayaan dan komunikasi di dalam keluarga terbangun.

Membaca buku ini terus terang melelahkan bagi saya, bukan karena bahasa yang digunakan maupun kejujuran atas fakta kehidupan, tapi karena kisah yang dibangun semakin lama semakin absurd. Atau mungkin karena saya tidak bisa menangkap kata akhirnya yang tersembunyi.

Menurut saya, kisah ini bukanlah tentang Adam, seorang remaja 13 tahun, tetapi tentang Perempuan yang sejak lahir membawa kutukan Tuhan, akibat menggoda Adam. Bahwa perempuan sepanjang hidupnya, walaupun salah, tetap menjadi perempuan yang disalahkan. Kutuk sebagai perempuan penggoda, kutuk bahwa perempuan yang buruk rupa jika memiliki suami tampan, pasti ada hubungannya dengan harta si perempuan. Kutuk yang tidak lekang oleh waktu.

Saya harus mereka-reka maksud atau pesan yang hendak disampaikan penulis lewat bukunya Duri dan Kutuk. Buku yang jika dibaca dalam kondisi sedang tidak baik-baik saja, akan menguras energi positif dalam diri.
Profile Image for Muhsin Ibnu Zuhri.
23 reviews
October 22, 2025
Akhirnya selesai juga membaca novel karya Cicilia Oday yang memenangkan penghargaan Kusala Sastra Katulistiwa 2025. Judulnya saja menarik: Duri dan Kutuk. Sepintas membaca judulnya lalu memperhatikan lamat-lamat ilustrasi sampulnya membuat saya bertanya-tanya. Apa hubungan Duri dan Kutuk dengan gambar perempuan yang ditumbuhi duri-duri mawar berdiri di halaman rumah tua berarsitektur Belanda dengan satu papan tulisan Toko Firdaus menggantung di batang pohon?

Sinopsis menambahkan fragmen informasi yang bisa dikumpulkan untuk menjawab bagian luar isi novel ini. Penamaan tokoh yang tertulis dalam sinopsis Adam dan Eva langsung melemparkan ingatan saya pada Adam dan Hawa. Apakah toko Firdaus adalah toko yang ingin memberikan sinyal hal-hal tentang cerita surga? Kemudian keterangan lain tentang Adam yang bergejolak hasrat seksualnya ternyata menyimpan satu keadaan rahasia pada tubuh Eva. Saya hanya menduga bahwa novel ini akan surealis. Tapi tentu tidak akan tahu sebelum saya benar-benar menyelesaikan seluruh halaman. Dari sini saya makin tak sabar membaca isinya.

Setelah membaca semuanya, saya menutup novel. Saya pejamkan mata. Saya coba mengurai dunia yang dibangung dalam novel ini. Benar-benar sureal. Pengaturan latar yang begitu akrab namun konflik yang imajinatif mistis seperti membukakan pintu bagi kita untuk memperhatikan lagi kejadian-kejadian yang jauh, terlempar ke ingatan purba dan pandangan jauh ke masa depan. Simbol-simbol yang disuguhkan tidak ada yang mubadzir alias semua dikaitkan secara rapi, menciptakan ruang pengamatan bagi pembaca secara terpisah.

Pemberian nama Adam dan Eva sangat membekas pada kesan pembacaan novel ini. Jika kita pernah membaca kitab suci kita akan disuguhkan tentang asal muasal penciptaan Adam dan Hawa. Bahwa Adam sebagai lelaki merasa kesepian di surga sehingga Hawa diciptakan melalui tulang rusuk Adam. Asumsi ini diperkuat setidaknya dengan keterangan bagaimana Eva Wahani terlahir saat ayahnya dalam keadaan mabuk lalu kemudian melampiaskan hasrat seksualnya pada sebatang pohon. Dan lahirlah Eva dari sana. Kemudian Tokoh Adam digambarkan seolah mencibir kesepian lelaki. Bahwa dia membutuhkan objek pelepasan hasrat seksualnya. Saya merasakan ini merupakan sebuah kritik halus akan laki-laki, dengan menekankan lebih banyak porsi untuk Adam si bocah baru gede dalam alur. Sedangkan untuk Eva, Cicilia menempatkannya dalam bilik yang serba salah. Bahkan saat tidak melakukan apa-apa pun dia menjadi objek kesalahan yang disebabkan lingkungan. Benar-benar bagus saya kira.

Tokoh penting yang lain adalah Ibu Adam. Dia menjadi satu representasi penting bagaimana keberpihakan selalu berat ke lelaki. Dia terus mengelak bahwa kesalahan-kesalahan Adam tidak lebih disebabkan oleh faktor yang lain. Tidak hanya itu, tingkah membangun narasi fitnah untuk menutupi kebejatan anaknya juga menjadi sinyal penting bagaimana kelompok sosial kita selalu melindungi pelaku dan mencari kambing hitam, di sinilah eva ditempatkan. Dalam pengembangan alurnya, Ibu Adam berperan penting menambahkan kehadiran-kehadiran tokoh lain untuk sama-sama berkonsensus menghabisi keberadaan Eva.

Pengarang menggarap cara bercerita ini dengan tiga sudut: orang ketiga, orang pertama dari Ibu Adam, dan orang ketiga dari Eva. Dari tiga tokoh inilah pembaca akan diajak menyaksikan pikiran-pikiran sureal dalam latar ketetanggaan yang amat sangat dekat dengan kita.

Jujur saja alur ini sangat kompleks untuk ukuran novel berhalaman 191. Ada beberapa bagian yang seperti kurang dimaksimalkan. Meski begitu, pembaca mungkin akan sedikit kesulitan menemukan itu karena tersihir dengan cara novel ini meladeni praduga liar imajinasi kita. Mulai dari personifikasi tumbu-tumbuhan, kehadiran simbol ular, sekaligus juga penggambaran-penggambaran ruang privat yang ditampilkan tanpa satir. Hal-hal ini menutupi alurnya yang terkesan lambat di awal lalu pengembangan konflik yang terlambat dan cara penutupan yang terkesan tergesa-gesa.

Hal penting lain yang saya tangkap adalah kepiawaian pengarang dalam menggabungkan ingatan-ingatan teologis kita dengan permasalahan yang tengah kita hadapi sekarang. Tumbuhan pada tubuh Eva serasa mengamini ketidakberdayaan perempuan dan alam. Menggunakan simbol-simbol seperti ini membuka mata kita bahwa alam akan selalu memberikan kausalitas sebanding pada serangan-serangan manusia. Terbukti bagaimana penghabisan cerita ini ditulis: sangat menghentak.

Selain kritik utama yang tertangkap oleh saya itu, ada pesan tersirat lain yang juga penting sehingga novel yang tidak begitu tebal ini terasa padat sekali. Banyak sikap jahat manusia yang ditabur di sini. Mulai dari bully, pencurian yang dilindungi, kebohongan politis, dan kemunafikan rukun tetangga membuat cerita ini bertahan pada jembatan imajinasi dan realitas. Kita seperti bingung di mana kita berpijak. Pada realitas atau pada imajinasi sureal itu. Dan hal ini sangat konsisten dari awal sampai akhir.

Saya tidak heran jika karya ini memenangkan penghargaan Kusala Sastra Katulistiwa karena memang berhak saya kira. Banyak pesan tersirat yang penting. Simbolisme yang padat. Serta bahasa bertutur yang familiar membuat cerita ini bisa dinikmati tanpa tersendat-sendat. Tidak hanya itu, karya ini berhasil menimbulkan letupan gagasan-gagasan secara terpisah untuk dibawa keluar dan didiskusikan.

Ini karya yang sangat bagus. Saya suka.
Profile Image for Ayleen Regina.
37 reviews
July 12, 2025
3.5/5
Buku ke 34 - 2025

Entah apa yang ada di pikiran Cicilia Oday ketika menulis Duri dan Kutuk, namun jelas bahwa buku ini membawa pembaca ke dalam sebuah cerita yang sangat unik dengan ide yang orisinal dan segar. Penamaan tokoh utama sebagai Adam dan Eva, sepertinya bukan hanya sebuah kebetulan, melainkan sebuah pilihan cerdas yang mengajak pembaca merenungkan makna dan simbolisme di balik kisah tersebut.

Tanpa kehadiran Eva, buku ini mungkin hanya akan menjadi kisah biasa tentang seorang anak berusia 13 tahun yang sedang menghadapi masa pubertas yang penuh gejolak. Namun, keunikan tokoh Eva yang ternyata merupakan hasil persilangan manusia dan pohon jati — sebuah konsepsi yang lahir dari tindakan ayahnya yang aneh — menjadikan cerita ini jauh dari sekadar narasi remaja biasa. Eva bukanlah sosok yang cantik dalam ukuran manusia pada umumnya; wajah dan tubuhnya yang aneh dan tak lazim mengingatkan saya pada gabungan lukisan Salvador Dali "Woman with a Head of Roses" dan ekspresi penuh kecemasan dalam lukisan Edvard Munch "The Scream". Gambaran ini menambah dimensi surreal dan magis yang memperkaya imajinasi pembaca.

Selain cerita yang unik, buku ini juga menyampaikan pesan yang sangat penting, yaitu "it takes a village to raise a child." Pesan ini terasa semakin kuat ketika kita melihat bagaimana kehidupan pra-remaja yang sedang mengalami pubertas dipengaruhi oleh begitu banyak pihak di sekitarnya. Mulai dari orang tua, tante, tetangga, guru, teman-teman, hingga lingkungan sekolah, semuanya berperan dalam membentuk pengalaman dan perkembangan Adam dan Eva. Bahkan, dalam buku ini, mawar dan tanaman di sebelah rumah juga ikut menjadi bagian dari cerita, menegaskan bahwa pengasuhan dan pembentukan karakter anak adalah proses yang kompleks dan multidimensional.

Secara keseluruhan, Duri dan Kutuk adalah sebuah karya yang layak mendapatkan nilai 3.5 dari 5 bintang. Buku ini berhasil menyajikan cerita yang orisinal dan penuh simbolisme, dengan karakter yang tak mudah dilupakan. Namun, beberapa bagian terasa agak sulit untuk diikuti karena konsep yang sangat abstrak dan simbolik, yang mungkin tidak cocok untuk semua pembaca. Meski demikian, buku ini tetap menjadi bacaan menarik bagi mereka yang mencari sesuatu yang berbeda dan berani mengeksplorasi batas-batas narasi konvensional. Cicilia Oday telah berhasil menciptakan karya yang memancing rasa ingin tahu dan refleksi mendalam.
Profile Image for Pauline Destinugrainy.
Author 1 book272 followers
October 31, 2025
Adam, seorang remaja berusia 13 tahun. Saat ini dia mulai merasakan ada lelaki dewasa di dalam tubuhnya yang relatif lebih kecil dibandingkan teman-teman sebayanya. Dia mulai menyendiri, termasuk meminta ruangan di loteng rumahnya untuk menjadi kamarnya. Di kamar barunya itu, dia bisa melihat ke rumah seberang menggunakan binokuler kepunyaannya. Yang dia lihat adalah seorang perempuan dengan sosok yang ganjil, namun mampu membangkitkan gairah lelaki dewasa di dalam dirinya.

Eva, perempuan yang tinggal di rumah sebelah rumah Adam. Setiap minggu dia akan naik ke ruangan di atas rumahnya untuk melakukan rutinitas membersihkan tubuhnya. Eva yang mengetahui dirinya adalah anak dari perkawinan seorang pria dengan pohon jati, harus mencabut ranting, daun, kecambah dan apapun yang mulai tumbuh di badannya secara rutin. Jika tidak, dalam waktu yang tidak lama, tubuhnya akan serimbun pohon.

Berhubung novel ini dilabeli 21+ di dalamnya ada banyak konten dewasa. Salah satunya adalah kondisi pubertas yang dialami oleh Adam. Dalam kesendiriannya, Adam mencoba menemukan kenyamanan antara tubuh dan jiwanya. Bukan hanya dari sisi seksualitas, Adam juga mencari kepuasan melalui barang-barang milik temannya. Bimbingan dan arahan dari orang tua yang minim membuat Adam semakin jauh dari kedua orang tuanya. Sementara itu, Eva yang lebih banyak hidup sendiri meski sudah berkeluarga, juga menjadi "korban" nafsu lawan jenis dan omongan tetangga.

Novel yang memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 untuk kategori novel ini memang unik. Pembaca akan diajak menyelam ke dalam dunia fantasi namun sarat dengan isu sosial. Penulisnya menyebutkan di suatu media sosial bahwa novel ini mengajak pembaca untuk tidak mudah menghakimi orang lain dalam menjalani kehidupannya. Selain itu personifikasi tumbuhan-tumbuhan di dalam novel ini saya lihat sebagai ajakan untuk lebih menghargai flora yang ada di sekitar kita.
Profile Image for Avif Aulia.
61 reviews3 followers
July 8, 2025
Sosok Eva dalam novel ini, ibarat hantu komunis yang sering dipakai pemerintah buat nakut-nakutin rakyatnya jelang pemilu. Tokoh Eva awet dengan kemisteriusannya sejak awal hingga akhir cerita. Ia ibarat legenda urban di kompleks perumahan yang jadi latar cerita.

Segala tragedi yang terjadi agaknya bermula dari tokoh Adam, bocah 13 tahun, yang nggak bisa nahan birahinya. Parahnya lagi, dia punya ibu yang nggak peka atau nggak mau tahu soal itu. Ada satu hal yang bikin saya heran: apa sebenarnya motif Sara, ibu Adam, dalam upayanya menjatuhkan Eva, padahal dia tahu Eva nggak bersalah? Kayak ... ini bukan demi Adam maupun nama baik keluarga, melainkan demi menjatuhkan Eva semata. Buat apa? Saya ragu menyebut ini plot hole, tapi memang inilah yang nggak saya pahami bahkan sampai ending—ending-nya kurang ajar sekali, btw ... ganjil, tapi memikat, persis seperti judul babnya!

Bicara soal plot, bab-bab awal dari novel ini bagi saya membosankan. Namun dari pertengahan hingga akhir, banyak hal yang terjadi sehingga tanpa terasa jadi nambah satu bab lagi dan satu bab lagi. Sayang, ada beberapa typo yang nggak hanya berupa kekeliruan huruf, tapi bahkan jadi kata yang berbeda. Yang saya ingat ada "tumbuhnya" (seharusnya "tubuhnya") dan "doa" (seharusnya "dia"). Kalau nggak fokus, bisa bingung.

Bintang 3 sebetulnya terlalu sedikit buat novel ini, tapi bintang 4 terlalu banyak. Premis novel ini memang unik dan eksekusinya cukup baik. Namun rasanya, saya bakal membaca novel-novel lain yang juga masuk dalam nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 buat mencari tahu apakah Duri dan Kutuk ini memang pantas jadi juara.
Profile Image for Silvi Sri Mulyani.
12 reviews
January 16, 2026
Setelah membaca Duri dan Kutuk karya Cecilia Oday, aku jadi memikirkan ulang keinginanku berubah menjadi pohon. Imajinasiku tidak pernah sejauh itu sebelumnya. Mungkin jika saja sudut pandangnya lebih banyak tentang tokoh Eva, aku akan merasa lebih dekat dengannya; memahaminya dengan baik. Tapi yang aku tangkap justru perasaan tak nyaman yang berjalan pelan, tanpa akhir yang jelas.

Bukan, bukan berarti buku ini tidak bagus.

Buku ini mengemas banyak konflik dan isu. Salah satunya soal hubungan orang tua dan anak. Tokoh Sara, misalnya, adalah tipe orang tua yang terlalu yakin bahwa ia paling tahu apa yang terbaik—mengatasnamakan kasih sayang, namun justru menjerumuskan anaknya ke tempat yang lebih gelap.

Ada pula cara penulis menampilkan masyarakat zaman kiwari yang serba viral, serba reaktif: orang-orang yang cepat menghakimi, mudah terbakar informasi tak jelas, gemar bergunjing, dan kerap gagal membaca persoalan dengan kepala yang jernih.

Satu hal lain yang tak bisa diabaikan adalah bagaimana novel ini menyentuh isu perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Rasanya memang itu semangat zaman kiwari: para penulis semakin sering mengangkatnya, entah sebagai latar, atau sebagai tanda bahaya. Semacam kecemasan kolektif yang kita bagi bersama, bukan hanya kecemasan para tokohnya.

Selesai membaca buku ini, aku jadi berharap, jika Eva bisa mengubahku jadi pohon, aku ingin menjadi Pohon Baobab—yang ukurannya cukup besar untuk menggemparkan kampungku karena menghalangi jalan (sebab, rumahku tidak punya halaman). Tapi semoga aku tidak berakhir sebagai gelondongan.
Profile Image for Shinta_read.
306 reviews14 followers
August 12, 2025
Buku ini dikisahkan dari 3 sudut pandang: anak laki-laki bernama Adam, ibunya Adam, dan Eva si perempuan setengah pohon. Yang memakai "aku" adalah ibunya Adam. Sementara lainnya memakai sudut pandang orang ketiga.

Adam bocah 13 tahun yang penyendiri dan pendiam. Dia memiliki beberapa rahasia gelap yang disembunyikannya dari orangtuanya. Salah satunya adalah kesukaannya mengintip tetangga barunya, Tante Eva. Namun, Eva bukan orang biasa. Dia keturunan pohon yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan "menghidupkan" tumbuhan. Ketika Adam dan ibunya menjadikan keberadaan Eva terancam, Eva pun melakukan sesuatu yang tak bisa dijelaskan oleh logika.

Campur aduk rasanya membaca buku ini, ada isu lingkungan yang diangkat, ada isu pelecehan terhadap perempuan, ada isu pengabaian orangtua (kadang orangtua menganggap anak serba-sempurna dan menutup mata terhadap perilakunya). Ditulis dengan unik dan apik, ada kesegaran dalam tema yang diangkat. Tapi, ingat, label usianya 21+ karena memang banyak hal-hal grafis yang disampaikan.

Beli buku ini karena direkomendasikan oleh editornya langsung plus karena menang Penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa 2025 kategori novel. Meski terlalu banyak typo dalam satu buku yang tak sampai 200 halaman, semoga segera cetak ulang dan diperbaiki.

Profile Image for Sulin.
333 reviews57 followers
December 31, 2025
Kemungkinan jadi buku terakhir yang kubaca di 2025. Berkesan karena beli di Makarya dengan diskon 20%, toko buku terkurasi yang sebetulnya dekat dengan tempat tinggal tapi baru sempat kukunjungi.

Duri dan Kutuk kupegang di toko karena sampul mukanya yang sangat bagus, lalu kubeli karena sinopsis di belakangnya yang tidak kalah menarik.

Tidak kusesali karena aku cocok dengan cara menulis Cicilia Oday. Mungkin agak bias karena tema gothic sangat kugemari. Sejujurnya, bukan tipikal buku yang kusukai akhir ceritanya, tapi plot dan premisnya sangat menyenangkan untuk disusuri.

Sepanjang membaca aku punya bayangan soal latar tempatnya yang rimbun, sejuk, mistis, dan kudamba. Gambaran alam yang melindungi, tapi bisa berbalik jahat kalau disakiti. Sosok Eva Wahani yang diam. Adam, remaja mesum penyendiri yang baru pubertas. Hobinya merancap dan klepto, pecundang sejati. Ibu yang naif dan tidak begitu mengenal anaknya, tapi rela membelanya mati-matian. Serta Anwar, sosok bapak Indonesia pada umumnya yang tidak available secara peran di keluarga dan emosional.

Menyenangkan sekali membaca bahwa pembalasan dendam bisa dilakukan dengan diam dan tidak berisik. Bahwa apa yang ditabur akan dituai, kadangkala tidak ikut menabur juga bisa kena getah hanya karena berada di waktu dan tempat yang salah. Membiarkan semua takdir jatuh ke pangkuan yang tepat. Tidak semua harus terjawab dan terjelaskan, karena hidup memang seperti itu.
Profile Image for KALAU WEEKEND BACA BUKU.
61 reviews
July 5, 2025
Novel ini absurd, creepy, sekaligus lucu. Ada bagian-bagian yang terlalu imajinatif, aneh, tapi syarat akan page turner. Penulisnya sungguhan dari Indonesia? Seorang perempuan, ya. Cicilia Oday, menyuguhkan maha karya tulis yang bisa dianggap out of the box.

Imajinasi saya terus diajak berpetualang, sungguh aneh kelau membayangkan ini terjadi di sini, namun kita bisa mengimajinasikannya sebagai drama/ film korea yang terbiasa mengusung ide-ide cerita seperti ini.

Semuanya ditulis dengan natural, apa adanya dan berani. Beberapa deskripsi menggundang gelak tawa, bulu kuduk merinding dan kerut di dahi.

Membuka bulan juli dengan Duri & Kutuk memang terasa menyegarkan. Mungkin tidak banyak orang yang suka membaca novel “aneh” seperti ini, tapi saya bisa yakinlan bahwa warna baru dalam list to be read kalian akan lebih berkilau dengan menanbahkan buku ini.
Profile Image for 斜陽..
67 reviews18 followers
November 18, 2025
'Sebab semua keganjilan akan lenyap di tengah-tengah rimbun saun. Sebagaimana semak-semak yang mahir menyembunyikan orang, seperti isi kepala banyak orang menyimpan rahasia dan melupakan perkara, semua lenyap dalam bekapan rimbun pepohonan.'

Aku suka sekali penulisan perihal tanaman-tanamannya. Bagaimana bunga-bunga dan pohon-pohon di taman rumah terangga bergosip saat malam hari. Bagaimana akhirnya mereka melindungi Eva dari jangkauan manusia-manusia.

Betul-betul kaya lagi baca cerita mitologi. Sesuatu yang aneh tapi menarik. Bagaimana perkawinan manusia dengan pohon jati dan melahirkan seorang anak perempuan. Penulis juga menyisipkan isu di mana perempuan yang menjadi korban dari objektifikasi laki-laki.
Profile Image for Wahyudha.
447 reviews1 follower
July 13, 2024
Kok bisa pohon menelan orang-orang?apakah yang ditelan ini kelompok orang-orang terpilih.

Isi cerita nopel pendek ini memang ganjil. Mulai dari tokoh Eva yang badannya penuh tanaman. Tokoh Adam seorang remaja puber yang mulai coba-coba menikmati hidup. Dan para emak-emak yang doyan bergunjing. Eh si Sara sang Mamak sayang anak juga nggak boleh dilewatkan.

Cinta Adam yang masih monyet pada Nala membuat cerita jadi lumayan dimengerti.
Si Eva yang hilang sejak keanehan di taman Firdaus menjadi tanda tanya dan kelemahan dalam cerita ini.

Cover dan sinopsis membangkitkan ekspetasi seru di novel ini tapi ternyata masih belum wah.
3 reviews
January 16, 2026
Gaya penulisan surealis ternyta sangat cocok dengan saya. Alur ceritanya tidak lompat-lompat. Selama membaca buku ini saya menikmati betul tiap alurnya.

Bagaimana Adam remaja tanggung yang gairah seksualnya sedang menggebu-gebu, dan mencari penyaluran dengan nonton bokep bahkan sampai mengitip Eva tetangga barunya.

Eva perempuan yang dianggap aneh oleh sosial karena bentuk wajahnya tidak seperti manusia umumnya. Begitulah cara pandang sosial terhadap perempuan, jika tidak sesuai standar sosial maka akan dianggap aneh dan tidak layak.

Duri dan kutuk memiliki cerita yang kompleks, kehidupan keluarga, tetangga dan pertemanan.
Profile Image for Ical Digidoy.
39 reviews1 follower
January 25, 2026
alegori yang menarik soal banyak fenomena sehari-hari, khususnya yang menyentil topik coming-of-age, rumah tangga, budaya gosip dan prasangka, tubuh perempuan dan persepsi masyarakat, dan lain-lain. Bukunya cukup tipis (sekitar 190-an halaman), dengan total 28 bab, jadi bisa selesai dengan cepat.

kritiknya mungkin soal konsistensi berbahasa. di beberapa bagian, penulis bertutur seolah dengan gramatika bahasa Inggris (ala buku terjemahan), namun di beberapa bagian terasa sangat Indonesia.

tapi, tetap saja, ide ceritanya menurut sangat layak diapresiasi.
Profile Image for Nike Andaru.
1,647 reviews112 followers
November 23, 2024
94 - 2024

3,5 bintang lah sebenernya.
Cerita tentang seorang anak yang baru masuk pubertas, tentang perempuan tetangga yang punya misteri dengan tubuhnya, tentang orang tua yang selalu melihat orang lain salah drpd anaknya sehingga kadang membuat kebohongan.

Menarik sebenarnya, hanya saja penceritaan dengan gaya begini tidak mudah untuk dipahami.
Profile Image for Isnaini Wijaya.
3 reviews
January 11, 2026
ringan. aku suka. tokohnya dikit, jadi enak mengingatnya. pergantian pov halus banget. sayang, plotnya beberapa berlubang. secara isi bagus. kita jadi bisa tau, azab bagi orang-orang yang menggunjing itu seperti apa meski sejatinya buku ini enggak menyuruh kita menyimpulkan sependek itu.
Profile Image for M Adi.
174 reviews17 followers
August 7, 2025
di halaman berapa kalian tahu kalau Adam berkacamata?
Profile Image for Alfin Rizal.
Author 10 books51 followers
December 27, 2025
jangan suka mesum sama tetangga, nanti dikutuk jadi pohon aneh seperti adam. novel ini… ah. page turner banget. ngakak, ngeri, ngilu, gemas, nyampur semua.
Profile Image for Rahman.
170 reviews22 followers
January 13, 2026
Mengingatkanku pada The Bridegroom Was a Dog: folktale set in a modern world.
Displaying 1 - 28 of 28 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.